Mission…? Poshible koq….!

Disclaimer: MASHAMI KURUMADA

Author: Istar Fantasy (Add my FB: IStar SrFantasy ...or Follow my Twitter : IS_magicgirl... Aku tunggu ya….)

Chapter: 4

Dalam pelariannya Alberich dicegat kawanan serigala tanpa Fanrir.

Sepertinya mereka masih ingat aroma orang yang member mereka makanan.

Maklum saja karena Hilda bangunin dia dini hari banget, Alberich pun gak sempat mandi dan gosok gigi.

Para serigala sepertinya kalau yang sedang dibawa Alberich saat ini juga makanan.

Merekapun segera mengejar Alberich tanpa arah.

Setelah cukup lama berlari para serigala sudah tak terlihat lagi tapi suara mereka yang nyaring masih terdengar jelas dan makin lama makin dekat.

"Mumpung masih jauh…. Buat jebakan ah…!" Kata Alberich dengan memasang tampang serigala licik. (ni yang serigala yang mana sih)

Alberich segera menggali lubang cukup dalam.

Awalnya bagian dasar lubang akan diisi sama bambu runcing, tapi karena bambu runcingnya dah habis dipake sama para pejuang kemerdekaan akhirnya Alberich menggantinya sama kotoran sapi yang aromanya gak kalah runcing.

Lalu bagian atasnya ditutup ranting kering dan tumpukan salju.

Alberich pun segera sembunyi di balik pohon.

Tidak lama kemudan.

Gubraaaaaaaaakkkk…..!

Alberich (ketawa puas): "Kena loe…(liat korban)…se..se.. seri… ga…la…kkeke…kem…bar….?"

Sid: "Kurang ajar… ini ulah loe ya….! (Marah tingkat menengah)

Bud: "Pake kotoran lagi… coba kalo pake duit…..!" (nyiumin badannya sendiri & badan sang adik yang baru aja mandi kotoran sapi)

Alberich: "So…sorry….salah sasaran…..!"(takut tingkat menengah)

Twin: "Tiada maaf bagimu….!" (asap mulai mengepul di atas kepala mereka)

Merekapun segera keluar dari lobang dan ngejar Alberich sambil lemparin bongkahan-bongkahan kotoran sapi yang sempat mereka ambil tadi untuk oleh-oleh buat Alberich.

Merasa terpojok Alberich balik melempar beberapa ranting pohon yang berserakan dijalan yang dilaluinya kepada sikembar sebagai tindakan pembelaan diri.

Lalu di tengah jalan mereka berjumpa para serigala yang lagi ngincer Alberich.

Alberich segera mengganti rantingnya dengan dahan pohon yang lumayan besar kemudian dilemparkannya sekuat tenaga.

Sikembar dengan sigap segera tiarap guna menghindari serangan Alberich.

Para serigalapun dapat menghindar dengan selamat.

Jreeeeeeeeeeenggggggg…..!

"Kyaaaaaaaaaaaaa….!"

"Celaka…suara mime lagi…..jangan-jangan Harvanya rusak lagi…..!" teriak Alberich histeris.

Gak lama munculah Mime dari balik semak-semak dengan membawa Harvanya yang masih utuh, tapi kepalanya tidak utuh.

"Sapa yang lempar…..?" Tanya Mime dengan datarnya

Sikembar dan para serigala langsung nunjuk kearah Alberich berdiri.

"Al…be…rich…kamu tau hari ini dua harvaku rusak…!" kata Mime sambil mendekati Alberich yang lagi ketakutan ½ mati.

"Kami… tau….!" Teriak si kembar

"?"

"Tu…Alberich yang rusak….!" Kata Sid dengan senyumannya sambil nunjuk Alberich yang saat ini tampak sudah harus buat surat wasiat.

"Enak aja sapa bilang…!" Alberich berusaha membela diri.

"Kamu…..!" teriak semua.

"Barusan pas denger jeritan Mime…..!" kata Bud dengan bahagianya

Mime (Marah tingkat tertinggi): "Gitu…rupanya….kepalang tanggung ni sekalian aja…..!" (mukulin Harvanya kekepala Alberich)

Sambil sempoyongan Alberich tiba kembali di Vanhalla Palace dengan Harva Mime masih tergantung di lehernya dan menyeret serigala Fenrir yang gak mau melepaskan gigitan di sebelah kakinya.

Didalam kastil tampak Hilda dan Sieg Fried lagi ketawa-ketiwi.

"NI…pesenannya…!" dengan kesal Alberich nyerahin kotak itu sama Hilda

"Kalung kamu…keren banget…boleh tu dijadiin Suvenir khas Asgard…!" kata Hilda yang gak sadar kalo itu Harva Mime.

Alberich pun makin kesel karena ngira Hilda lagi ngejek dia, bibirnya jadi makin manyun.

Suara hati Hilda: "Lama banget sih….. ngambil ginian aja…!"

Suara hati Alberich: "Dasar….dah nyampe aja masi untung…. Tadi gua nyaris bunting tau….!"

Suara hati Sieg Fried: "Koq lubang hidung Alberich gede sebelah….?"

"Makasi ya….!" Kata Hilda dengan senyuman seadanya

"itu apaan sih…..?" Sieg Fried penasaran.

"Oh ini…..!"

Hilda membuka kotak pertama kemudian kotak kedua lalu segera membukanya ternyata isi kotak itu kepingan coklat berbentuk hati dengan tulisan Sieg Fried.

Hilda: "Ni…buat kamu…Happy Valentine…!" (nyerahin kotak itu ke Sieg Fried dengan malu-malu)

Alberich (kaget): "What…? Jadi gua susah-susah sampe nyaris tinggal nama…. Ternyata isinya cuman coklat buat ni ondel-ondel…!" (sekarang beneran marah)

Sieg Fried: "Hilda-sama… so sweet…..!" (terharu…. & Gak nganggep omongan Alberich)

Hilda: "Sorry ya… tadinya mau bikin sendiri… tapi akhir-akhir ini aku sibuk…!" (Masih malu-malu)

Sieg Fried: "Gak apa ni juga dah cukup….!" (sok romantis)

Alberich: "Happy Valentine…..!" (teriak sambil nyumpel semua coklat beserta kotaknya ke dalam mulut Sieg Fried)

Hilda: "Sieg Fried…!" (teriak histeris sambil berusaha nyelamatin Sieg Fried)

"Haahahahahaaaaaaaaaa….Hihihiiiiii….Hohooooo….Hickhickhickhick….

Alberich mulai ketawa dan jingkrak-jingkrakan gak karuan.

The end

Behind the scane

Istar: "Akhirnya selesai sesuai target…..pas hari H…!"

Minos: "Harusnya hari V bukan H….!"

Alberich: "Apa-apaan sih ni cerita… masa endingnya gua jadi gila….?" (ngambek)

Mime: "Habis Fanfic ini….cerita tentang siapa…..?"

Istar: "Emmmm…. Siapa ya…?" (belom kepikiran)

Seiya: "Marina ato Specter belom…..!"

Sorento: "Gold Saint Lost canvas sama Next Dimension juga belom…!"

Shysiphos: "Silahkan….Next Dimension aja duluan…kami gak keberatan koq!"

Shijima: "Jangan…Lost Canvas aja… lagian kamu belom hapal nama-nama Gold Saint ND-kan….!"

Dohko: "Intruksi… mau Lost canvas ato Next Dimension… sama-sama ada gua-nya…..!"

Shion: "Iya….gua juga…. Kami minta keadilan….!" (Demo)

Seiya: "Sapa suruh kalian ada dimana-mana ….?"

Dohko+Shion: "Sensei Kurumada….!"

Semua: "….." (Swetdrop)

Istar: "Kalau ingin tau cerita siapa selanjutnya… tunggu aja Fanfic berikutnya…Thanks…!"