At Least I still Have You
Cast :
-Kyuhyun as namja
-Sungmin as yeoja
-Anggota Suju lainnya
-Anggota SNSD
Genre : Romance /Drama
Disclaimer : Kyu punya Min, Min punya Kyu,Kyu dan Min saling mempunyai. XD
Warning : Genderswitch, abal, typo, gaje dan membosankan, R&R ^^ Don't like don't read!
"Kyu! Bertahanlah!" Kyuhyun pun menatap Sungmin dengan senyum kecil diwajahnya. Wajah Kyuhyun tampak sangat pucat. Sungmin pun memegang tangan Kyuhyun erat lalu memeluk tubuh Kyuhyun yang masih berbaring lemah dimatras. Badan Kyuhyun sangat dingin.
Hikss.. Hiks..
"Kyu bertahanlah.. Hikss.." Sungmin pun memeluk tubuh Kyuhyun sambil berdoa agar ada yang membukakan pintu untuk mereka.
"Ja-ngan menangis,ba-bo." Gumam Kyuhyun dalam hati. Sesaat kemudian pandangannya menjadi gelap. Suara isakan Sungmin pun tak terdengar lagi, semuanya menjadi hening.
X-X-X-O-O-X-X-X
Siwon termenung di bangku taman yang sepi. Matanya mulai menampakkan kesenduan yang mendalam.
Flash back.
SiChul Part
"Wonnie, kau benar-benar sangat payah!" Ujar seorang yeoja cantik berambut blonde lurus sebahu sambil mengerucutkan bibirnya kesal dan menatap Siwon yang terus berkutat dengan laptopnya. Siwon yang mendengar keluhan yeoja yang bernama Heechul itu, menghentikan gerakan tangannya pada laptopnya dan menghadapkan dirinya pada Heechul dan menggenggam jemari Heechul dengan lembut.
"Chulie, apa aku salah lagi?" Tanya Siwon masih mengembangkan senyum manisnya pada kekasihnya yang telah bersamanya selama 3 tahun lamanya.
"Kau selalu salah! Kau lebih mementingkan laptopmu daripada aku! Apa aku ini benar-benar kekasihmu atau hanya patung bagimu? Apa kau sedang mempermainkan aku?" Tanya Heechul kesal sambil menaikkan suaranya. Siwon pun merangkul tubuh Heechul dan menyandarkan kepala Heechul kebahunya.
"Apakah aku terlihat sedang bermain-main denganmu?" Tanya Siwon lembut pada kekasihnya.
"Sepintas aku berpikir kau memainkan perasaanku,wonnie." Ucap Heechul melemah. Siwon pun menatap mata Heechul dalam-dalam mencari kebenaran kata-kata Heechul. Siwon pun merasakan kebimbangan dimata Heechul.
"Aku selalu serius denganmu. Tak pernah aku berpikir untuk memainkan orang yang telah menjadi bagian diriku sendiri." Ucap Siwon menyakinkan Heechul. Heechul pun menggenggam tangan Siwon dengan erat.
"Apa kau janji takkan meninggalkanku?" Siwon pun menganggukkan kepalanya pelan. Lagi-lagi Ia memandang mata Heechul dan tersenyum tulus pada kekasihnya. Siwon pun mencium pucuk kepala Heechul dengan penuh kasih sayang. Heechul yang teringat sesuatu pun berdiri dan menghadap Siwon dengan pandangan mengintrogasi.
"Apa kau sudah makan satu hari ini?" Tanya Heechul sambil menyipitkan matanya.
"Hmm, belum." Jawab Siwon dengan pelan. Heechul pun mencubit kecil lengan Siwon lalu ia pun mendengus sebal pada Siwon.
"Yaa! Kau memang tak pernah mau mendengarkanku yaa?!" Heechul yang mulai menaikkan suaranya pun berkacak pinggang memandang Siwon didepannya.
"Mian, aku lupa." Ucap Siwon menyesal sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Apa itu bisa jadi alasan? Kau ini!" Heechul yang sedang ngambek pun hanya memandang Siwon kesal.
"Sudahlah, Chulie.. Aku kan tinggal makan tak usah sampai kesal seperti ini." Siwon pun berusaha membujuk Heechul agar tak marah padanya.
"Aku merasa kau terlalu sibuk pada pekerjaanmu. Sampai-sampai kau lupa untuk makan."
"Mian,Chulie. Lagipula aku tak terlalu lapar. Aku sudah minum espresso dan aku merasa kenyang." Ucap Siwon sambil meraih tangan Heechul dan menggenggamnya.
"Wonnie, Apa kau kira hanya meminum minuman seperti itu sehat? Perutmu itu kosong! Bagaimana kau bisa berpikir sedangkan perutmu selalu kosong?! Sepintar apa pun kau, kau tetap manusia, kau perlu makan dan beristirahat! Kau harus menjaga kesehatanmu!" Heechul pun meluapkan semua rasa kesalnya pada Siwon. Siwon pun terdiam menatap kekasihnya yang sedang emosi, tapi Siwon melihat ada kekhawatiran dimata Heechul. Bagaimanapun Heechul begini karna Heechul mengkhawatirkan dirinya. Perlahan ada perasaan senang dihati Siwon. Siwon pun akhirnya tersenyum kecil.
"Mianhae,chagi~ Aku tak tau apa yang akan terjadi padaku jika tak ada kau disisiku." Siwon pun berdiri menjajarkan tubuhnya didepan tubuh Heechul. Ia pun memeluk tubuh Heechul dengan lembut.
"Aku bersyukur memilikimu. Aku merasa lengkap sekarang." Ucap Siwon lembut
"Tapi bagaimana kalau aku meninggalkanmu?" Tiba-tiba Heechul bertanya dengantiba-tiba. Siwon sempat tersentak kaget, tapi Siwon yang merasa tak mungkin hal itu terjadi, mengeratkan pelukannya dan membalas pertanyaan Heechul dengan lembut.
"Sepertinya aku akan kehilangan sebagian dari hidupku."
"Apa yang akan kau lakukan saat aku benar-benar pergi dan tak kembali lagi?" Tanya Heechul lagi.
"Hmm, aku akan mengejarmu kemana pun dan saat aku mendapatkanmu, aku takkan melepaskanmu walaupun hanya sedetik." Heechul pun tersenyum pelan mendengar jawaban dari Siwon.
"Kalau aku pergi ketempat yang tak bisa kau lihat bagaimana?" Siwon yang mendengar pertanyaan Heechul merasa aneh Ia pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Heechul yang tampak sendu.
"Apa kau ingin meninggalkanku?" Tanya Siwon serius dan tatapan matanya tak lepas dari mata cantik Heechul. Heechul pun hanya menggeleng kecil.
"Lalu? Apa kau punya rahasia yang selama ini tak kuketahui? Apa kau sakit?" Raut wajah Siwon pun berubah menjadisanagt khawatir.
"Ani, aku tak pernah merahasiakan apapun darimu. Dan aku tak punya penyakit apapun." Jawab Heechul sambil mengulas senyum pada Siwon yang masih tak melepaskan matanya dari mata miliknya.
"Lalu, kenapa kau bertanya seakan kau akan meninggalkanku?"
"Wonnie, aku tak pernah meninggalkanmu. Karna aku selalu ada disini." Heechul pun menyentuh dada Siwon dengan jemari lembutnya.
"Aku pun tak mau berpisah darimu. Benar-benar tak mau. Tapi jika sampai saat itu terjadi, kuharap kau bisa kuat. Bagaimana pun rasa sakit itu akan hilang walaupun sangat menyakitkan, aku harap kau bisa menjalani hidupmu menjadi Siwon yang kukenal." Heechul pun tersenyum lembut pada Siwon yang menatapnya masih tak percaya mendengar perkataannya yang tak diduga-duga dari bibir manis kekasihnya. Perlahan desiran angin mulai terasa sangat dingin dan hampa. Entah mengapa perlahan suasana menjadi hampa.
"Apa kau sedang mempermainkanku?" Tanya Siwon sambil menggoyangkan pelan tubuh Heechul.
"Wonnie, bisakah kau berjanji padaku?" Tanya Heechul lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Siwon padanya. Siwon pun mengangguk kecil, walaupun Ia tak mengerti dengan suasana aneh yang berada disekitarnya.
"Saat nanti aku tak ada aku ingin kau menjaga kesehatanmu. Kau harus meluangkan waktumu untuk beristirahat ditengah kesibukanmu. Kau juga harus bisa meluangkan waktumu untuk makan sesuatu walaupun kau sedang sibuk dan tak merasa lapar. Kau harus bisa menjaga dirimu sebaik mungkin."
Siwon yang mendengar perkataaan Heechul merasa dadanya sangat sesak. Walaupun Ia sangat yakin Heechul takkan meninggalkannya, entah merasa Heechul semakin menjauh dari pelukannya. Siwon merasa saat dimana Heechul akan meninggalkannya semakin dekat. Tapi Ia berusaha mengubur pikiran itu dalam-dalam. Ia tak sanggup membayangkan dirinya yang berdiri sendiri tanpa kekasih yang sangat dicintainya itu.
"Aku juga berharap kau dapat menjalani hidupmu tanpaku. Dan aku berharap kau akan berbahagia walaupun kebahagianmu itu bukan untukku. Tapi bagiku kebahagianmu adalah kebahagiaanku juga." Siwon yang menatap Heechul tak mengerti mulai tertawa pelan pada Heechul.
"Hahahaa, Chulie hentikan leluconmu ini. Kau ini benar-benar!" Siwon pun berusaha tertawa yang terlihat sangat aneh. Ia berusaha mengelak semua perkataan Heechul dan menganggapnya semua lelucon. Tapi Heechul sama sekali tak menanggapi tawa Siwon. Siwon pun tersenyum hambar melihat Heechul yang memandangnya tanpa ekspresi.
"Kau boleh menganggap semuanya hanya sekedar lelucon konyol. Siwon, kau tak bodoh! Kau tau kalau tak ada yang abadi, suatu saat nanti aku juga pasti akan pergi. Tapi walaupun saat itu terjadi dan semua terasa sangat menyakitkan kau harus tetap kuat. Kau tak boleh menjadi lemah." Siwon yang tak tahan dengan semua perkataan Heechul, mendekap tubuh Heechul kedalam pelukannya. Perlahan ada rasa kehilangan menjalar ditubuh Siwon.
"Bisakah kau berjanji untukku?" Tanya Heechul pelan sambil memandang wajah Siwon yang terlihat gelisah.
"Tapi, aku tak mungkin bisa—"
"Kau pasti bisa melakukannya walaupun aku tak ada disisimu! Kumohon berjanjilah padaku, Siwon! Aku mohon.." Pinta Heechul dengan suara bergetar. Siwon yang sedang kacau menganggukkan kepalanya pelan. Dibalik itu, Heechul tersenyum pelan. Entah mengapa ada rasa lega didadanya.
"Tapi, kenapa kau berkata seperti ini? Seakan kau akan pergi saat ini juga." Tanya Siwon yang terlihat cemas.
"Molla, Aku tak tau kenapa aku mengatakan ini semua. Entah mengapa semuanya keluar dari bibirku. Tapi aku harap semua itu takkan terjadi. Aku tak mau kehilanganmu. Karna aku sangat mencintaimu,Siwon" Setelah mengatakan itu, Heechul pun mengecup bibir Siwondengan lembut. Semua perasaan dari hatinya seperti tersalur begitu saja. Heechul merasa sangat bahagia dan lega pada dirinya. Ia pun menatap wajah tampan Siwon lalu mengelusnya dengan lembut.
"Entah kenapa aku akan merindukan wajah ini lagi. Wajah yang selalu menghiasi hariku dengan senyuman lembut yang selalu menguatkan aku. Mengapa aku seperti ini? Apa yang akan terjadi Tuhan? Entah mengapa perasaanku berkata kalau waktuku takkan lama lagi? Tuhan apa yang akan terjadi?" Gumam Heechul gelisah dalam hati. Heechul pun kembali memasang wajah cerianya pada Siwon. Ia pun merangkul lengan kekar kekasihnya.
"Ayo kita makan. Aku membuatkan tiramisu cake untuk dessert-nya" Heechul pun melayangkan senyuman indahnya. Siwon yang melihat kekasihnya telah kembali seperti semula, membalas senyum Heechul dan melangkah bersama menuju kedalam rumah.
Saat itu, mereka sangat merasakan kebahagian. Mereka berbincang-bincang sambil tertawa dengan lepas. Hari yang memang seperti hal biasa, tapi mempunyai banyak arti.
"Kenapa kau sangat suka membuat Tiramisu cake?" Tanya Siwon sambil menyendokkan potongan tiramisu cake itu kemulutnya dengan lahap. Siwon sangat menyukai tiramisu cake buatan Heechul yang sangat lezat.
"Hmm, kau tau, aku mulai mempelajari untuk membuat cake ini saat aku bertemu denganmu?" Siwon pun menggelengkan kepalnya pelan lalu mendengarkan Heechul dengan seksama.
"Saat itu aku mendapatkan tiramisu cake dari seseorang yeoja yang sangat baik. Saat aku merasa putus asa dalam mendekatimu yang sangat susah untuk kuraih, yeoja itu tersenyum manis padaku. Dia pun menawarkan cake itu padaku." Heechul pun mulai bercerita. Dengan serius, Siwon mendengar tiap kata yang keluar dari bibir manis Heechul.
"Aku pun menceritakan tentangmu padanya. Ia pun hanya tersenyum kecil padaku. Dia berkata bahwa cinta itu bagaikan tiramisu cake tersebut. Lalu dia menyuruhku mencoba kue tersebut. Lalu aku pun mencobanya."
"Apa yang kau rasakan?"
"Pahit, hmm dan ada rasa manis."
"Apakah cakenya enak?"
"Ne!"
"Begitulah cinta. Cinta bagaikan kue tiramisu. Kau merasakan pahit lalu manis, tapi rasanya tetap enak dan menyatu menjadi satu. Dalam percintaan kau pasti melalui masa-masa sulit, tapi jika kau benar-benar berusaha, kau akan mendapatkannya. Walaupun banyak masa-masa yang sulit yang kau lalui, kau tetap menyukainya dan tetap mempertahankannya. Dan sampai akhirnya kau mendapatkannya, semua"
Heechul pun mengingat kembali kejadian dulu yang menguatkan dia untuk terus berusaha mendapatkan orang Ia sayangi. Walaupun kita mengalami berbagai hal yang menyakitkan, suatu saat nanti semua itu akan terbalaskan dan digantikan dengan kebahagiaan. Sampai sekarang Heechul masih mengikuti prinsip yeoja yang baik itu.
"Kau ini, karna itu kau sangat menyukai tiramisu cake?" Tanya Siwon ramah yang langsung dibalas dengan anggukan mantap Heechul.
"Ne! Karna cake ini adalah dirimu. Aku menyukai cake ini sama dengan aku yang menyukai dirimu. Cake ini benar-benar mencerminkan diriku yang berusaha menggapaimu. Walaupun kita telah bersatu, cake ini merupakan kenangan yang sangat berarti dan takkan kulupakan. Kenangan tentang kita." Siwon pun tersenyum melihat yeoja didepannya yang sangat percaya diri berceloteh dengan semangatnya.
"Hmm,Wonnie~" Gumam Heechul tiba-tiba.
"Wae,chagi?" Tanya Siwon sambil menyunggingkan senyum ramahnya.
"Apa kau ada waktu? Aku ingin berjalan-jalan berdua denganmu." Pinta Heechul dengan penuh harap. Siwon pun menimang-nimang permintaan Heechul.
"Ayolah.. sudah lama kita tak kencan.. Aku mohon luangkan waktumu kali ini saja untukku." Heechul pun menatap mata Siwon dengan penuh harap. Akhirnya pun Siwon tersenyum pelan dan mengangguk menerima permintaan Heechul. Heechul pun mengembangkan senyum cerianya.
X-X-X-O-O-X-X-X
Kau bahkan tak tau, apa yang kau anggap awal dari kebahagiaanmu merupakan akhir dari segalanya. Kau bahkan tak tau, Kapan mereka akan benar-benarharus meninggalkanmu dengan segala luka yang tergoreskan dengan parahnya. Hingga sampailah pada saat itu. Dan semuanya telah berakhir.
Keesokan harinya, mereka berkeliling mengelilingi Seoul. Baru kali ini mereka terasa sangat bebas tanpa beban. Untuk pertama kalinya Siwon benar-benar meluangkan waktunya satu hari penuh pada Heechul. Heechul sangat ceria hari ini. Kebahagiaan yang dia rasakan rasanya tak dapat terucapkan melalui kata-katanya. Mereka pun dalam perjalan pulang. Mereka bercakap-cakap dengan penuh rasa bahagia selama berada didalam mobil. Saat mereka sedang tertawa-tawa, ada sebuah mobil yang terlihat ugal-ugalan dengan kelajuan tinggi menuju mereka.
"SIWONN! AWASS!" Pekik Heechul tiba-tiba. Siwon yang panik pun membalikkan setirnya kearah kiri secara refleks. Tapi saat itu juga ada mobil yang sedang melaju kencang kearah samping kiri mereka. Mobil Siwon yang hendak menghindar ternyata bertubrukan dengan mobil dari arah kiri mereka.
CKKIIIITT! BRAAAKKKK!
Siwon yang setengah sadar berusaha membuka matanya. Kepalanya sangat sakit. Ia merasakan darah yang mengalir deras dari kepalanya. Siwon pun melihat kearah samping kirinya, dimana Heechul duduk disampingnya. Ia melihat Tubuh Heechul yang dilumuri oleh banyak darah. Perlahan pandangan Siwon berkunang-kunang. Sesaat kemudian pandangannya menjadi hitam, gelap.
Dirumah sakit,
Semua dokter sibuk menangani korban kecelakaan tersebut. Sudah 2 jam dokter menangani mereka termasuk Siwon dan Heechul yang termasuk dalam korban kecelakaan tersebut. Tuan Kangin, Ny. Leeteuk beserta kedua orangtua Heechul sedari tadi tak henti-hentinya terus berdoa untuk anak mereka. Mereka menangis saat melihat tubuh kedua anak mereka yang dilumuri darah dan dalam keadaan tak sadarkan diri. Sesaat kemudian dokter yang memeriksa kedua anak mereka keluar dari ruang ICU. Mereka pun dengan cepat menghampiri Dokter terbut dengan perasaan was-was.
"Keadaan mereka sangat kritis." Ucap Dokter itu pelan. Raut wajah mereka pun berubah menjadi sangat sedih, cemas dan tubuh mereka pun lemasa seketika saat itu juga. Dokter pun melanjutkan perkataannya.
"Siwon berhasil melewati masa-masa kritis itu.. Tapi Heechul tak dapat diselamatkan. Dia mendapatkan tekanan paling keras dari tabrakan maut tersebut. Maafkan kami, kami sudah berusaha sekuat tenaga. Tapi Tuhan berkehendak lain. Maafkan kami." Dokter itu pun membungkukkan badannya dalam-dalam. Kedua orangtua Heechul pun menangis histeris. Ny. Leeteuk dan Tuan Kangin juga menangis. Mereka menganggap Heechul sebagai anaknya sendiri. Tapi inilah takdir. Semua itu telah berakhir. Perjalanan cinta yang telah dijalin telah putus dalam waktu seketika.
Kisah cinta mereka harus berhenti saat itu juga. Siapa yang tau kapan kita akan pergi meninggalkan dunia ini. Semua ketakutan yang dikubur dalam-dalam, sebuah lelucon yang ingin dilupakan, semuanya telah terjadi. Semuanya muncul ke permukaaan bersama rasa sakit. Semuanya telah menjadi kenyataan. Dua insan yang telah dipersatukan harus dipisahkan.
Siwon pun bangun dari koma. Ia bermimpi Heechul pergi kesuatu tempat yang Indah dan semakin lama Heechul semakin menjauh dan tak terlihat lagi. Siwon pun berusaha mencari Heechul, tapi perlahan ada kilauan cahaya yang meyilaukan matanya. Saat itu juga Ia sadar dari komanya.
"Hee-chul-" Gumam Siwon pelan. Melihat Siwon yang siuman walaupun Ia masih terlihat lemah membuat Keluarga Cho bahagia. Mereka pun memeluk tubuh Siwon dengan erat. Terdengar sayup-sayup dari bibir Siwon gumaman kecil.
"Hee-Chul—" Mendengar gumaman kecil Siwon, semua Anggota keluarga Cho berpandangan satu sama lain. Mereka memasang raut muka yang sedih. Ny. Leeteuk pun mulai menangis. Ia menghampiri dan memeluk tubuh Siwon yang terlihat sangat rapuh. Ny. Leeteuk tak tau bagaimana cara menyampaikan pada Siwon tentang Heechul. Ny. Leeteuk pun mengusap pipi anaknya dengan lembut sambil menangis senggugukan.
"Siwon, Heechul—" Ny. Leeteuk pun menjeda kata-katanya. Ia masih belum sanggup membuat anaknya menderita. Tuan Kangin pun mengusap lembut punggung istrinya. Ny. Leeteuk pun mengatur napasnya, berusaha menstabilkan perasaannya. Siwon yang melihat tingkah aneh keluarganya, merasakan perasaan tak enak.
"Dia baik-baik saja,chagi. Dia sudah berada ditempat yang indah sekarang." Ucap Ny. Leeteuk pelan yang tak berani menatap mata anaknya. Mendengar pernyataan Ny. Leeteuk tubuh Siwon membeku seketika.
"Tempat yang indah?" Tanya Siwon pelan dengan suara yang bergetar. Ny. Leeteuk tak sanggup mengucapkan kata-kata lagi. Ia pun menangis. Dia merasa sangat aneh dengan eommanya yang sedari tadi tak berhenti menangis.
"Apa ini? Kenapa eomma menangis? Tempat yang indah? Heechul? Apa—" berbagai pertanyaan muncul dibenak Siwon.
Tiba-tiba dadanya terasa sangat sesak. Matanya pun tak sanggup menahan rasa sakit dari dadanya, Siwon pun menangis. Siwon bukan orang yang bodoh. Dia mengerti situasi yang ada disekitarnya. Tapi entah mengapa sekarang Ia berusaha tak mengerti, Ia berusaha menjadi bodoh. Ia berusaha menganggap semuanya hanya sebuah lelucon. Dia berusaha tegar, tapi sesaat kemudian ketegarannya pecah tak terbendung lagi.
Tangannya pun mulai bergetar hebat. Ia pun berusaha bangun dari tidurnya. Dadanya terasa sangat sesak. Matanya pun tak sanggup menahan rasa sakit dari dadanya, Siwon pun menangis. Ia berusaha menggerakkan kakinya. Tapi kakinya masih terasa kaku, kakinya pun tak sanggup menuruti perintah Siwon untuk melangkah pergi menemui Heechul yang baginya masih ada didunia, Siwon pun beruasaha membuktikan bahwa apa yang terjadi ini hanyalah sebuah lelucon. Ia pun berusaha bangun dari tidurnya. Tapi saat Ia berusaha menginjakkan kakinya dilantai, Ia terjatuh.
"Oppa!" Pekik Sungmin kaget melihat tingkah Siwon yang tiba-tiba turun dari ranjangnya. Sungmin pun hendak membantu Siwon, tapi Kyuhyun mencegahnya. Ia memegang lengan Sungmin dan menggelengkan kepalanya pelan.
Siwon pun berusaha menstabilkan langkahnya, Tapi kakinya masih kaku dan akhirnya Dia terjatuh lagi. Siwon berusaha seperti orang gila yang tak memikirkan apa pun. Rasa sakit disekujur tubuhnya tak sebanding dengan rasa sakit yang ada dihatinya. Siwon pun memukul-mukul lantai dengan keras. Ia beruasaha untuk menghentikan semua ini. Ia ingin semua ini hanya sebuah mimpi. Saat ini juga Ia ingin bangun dari mimpi buruk ini. Ia mau semuanya berakhir. Ia ingin bangun saat itu juga.
"AAAARRRGGGGGHHHH! HEECHUL! GAJIMA! JEBALL!" Siwon berteriak seperti orang gila. Air matanya terus mengalir dipipinya. Terngiang diotaknya tentang percakapannya dengan Heechul merupakan yang terakhir. Pesan Heechul yang dianggapnya konyol dan hanya seperti lelucon ternyata telahh terbukti. Ternyata sebuah lelucon konyol itu telah terjadi. Siwon berteriak histeris. Ia memukul-mukul dadanya yang sangat sesak. Tiba-tiba dia menghentikan tangisnya dan tertawa. Siwon bertindak layaknya orang gila, pikirannya sangat kacau. Ia pun tertawa-tawa dengan kerasnya.
"Bodohnya aku! Aku yakin kalian semua sedang menipuku! Apa ini april mop? Haha.." Siwon pun meremas-remas rambutnya. Ia terus tertawa. Ny. Leeteuk pun semakin menangis melihat Siwon yang terluka. Ny. Leeteuk pun menenggelamkan wajahnya didada Tuan Kangin. Tak ada yang berani membuka pembicaraan. Kyuhyun yang merasa kasihan dengan Hyungnya mengambil alih Hyungnya. Ia tak tahan Hyungnya bertindak seperti orang gila. Hyung yang dimatanya sangat tenang, dalam waktu seketika merobohkan karakter yang selama ini Hyungnya jaga. Kyuhyun pun berjongkok menghadap Hyungnya.
"Hyung! Sadarlah! Kau tak boleh seperti ini, dia sudah pergi!" Pekik Kyuhyun pada Siwon sambil berjongkok didepan Siwon. Siwon yang mendengar perkataan Kyuhyun pun mulai memberikan tatapan bengis pada dongsaengnya. Lalu Ia pun meraih kerah baju Kyuhyun dengan kasar. Sungmin yang hendak menghentikan aksi mereka, dihentikan oleh Kyuhyun yang memberikan kode agar mereka semua tenang.
"Kau bohong!" Pekik Siwon histeris didepan muka Kyuhyun.
"Kalau itu yang membuatmu merasa lebih baik, anggaplah itu semua adalah kebohongan!" Kyuhyun pun membalas ucapann Siwon. Siwon pun melayangkan pukulan keras diwajah Kyuhyun.
BUAAKK!
Air mata Siwon masih pun mulai mengalir dengan derasnya.
"KAU! JANGAN COBA MEMBOHONGIKU!" Kyuhyun yang menerima pukulan Siwon hanya menatapnya dengan dingin.
"Aku tak berbohong padamu! Kau bisa lakukan apapun yang kau suka padaku jika aku berbohong padamu! Dia sudah pergi! Mengertilah Hyung!" Siwon pun melepaskan kerah baju Kyuhyun. Siwon pun mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
"Kyu, katakan ini cuma mimpi! Katakan! Tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini! Aku—"
"Hyung, jika mengatakan kebohongan itu membuatmu menjadi lebih baik, maka aku akan bilang ini semua mimpi." Kyuhyun pun menatap sendu Siwon yang terlihat sangat tersiksa. Siwon pun melepaskan tangisnya, tangisnya pun pecah diantara angin yang terus berdesir pelan dalam suasana hampa. Badan Siwon sangat bergetar. Kyuhyun pun memeluk tubuh rapuh Hyungnya yang butuh penopang. Terngiang dibenak Siwon pesan terakhir Heechul padanya.
"Aku juga berharap kau dapat menjalani hidupmu tanpaku. Dan aku berharap kau akan berbahagia walaupun kebahagianmu itu bukan untukku. Tapi bagiku kebahagianmu adalah kebahagiaanku juga."
Flashback End.
Tak terasa sudah 2 tahun lamanya kejadian itu berlalu. Saat memngingat semuanya, tak terasa air mata Siwon kembali jatuh. Kenangan yang lama yang berusaha untuk dijaganya akhirnya runtuh karna sepotong tiramisu cake. Siwon pun telah lama tak memakan tiramisu cake karna berusaha untuk menjaga kenangan yang membuatnya merasa kehilangan. Siwon tak mau menyentuh cake itu semenjak Heechul tak ada. Tapi, kenapa sekarang dengan mudahnya yeoja itu meruntuhkan benteng yang telah lama dia bangun? Siwon pun berjalan gontai menuju mobilnya. Tak lama kemudian muncul panggilan dari eommanya. Dengan cepat Siwon menuju mobilnya dan melajukan mobilnya ke rumahnya.
X-X-X-O-O-X-X-X
"Eomma! Appa! Apa mereka sudah ketemu?!" Tanya Siwon masih mempertahankan sikap tenangnya dengan tiba-tiba saat sampai dirumahnya
"Siwon! Mereka belum ditemukan, eoteokhae?!" Ny. Leeteuk pun tampak sangat cemas. Entah mengapa Ia punya perasaan tak enak pada anak-anaknya yang belum pulang. Ditempat itu juga Yesung dan Ryeowook duduk rapi yang berusaha membantu mencari Kyuhyun dan Sungmin.
"Eomma, mereka pasti ketemu! Aku akan mencari mereka." Ucap Siwon menenangkan.
"Kami juga ikut!" Ucap Yesung dan Ryeowook berbarengan. Siwon pun menatap mereka lalu mengangguk pelan. Mereka pun pergi mencari Kyuhyun dan Sungmin.
"Dimana kalian lihat Kyuhyun dan Sungmin terakhir?" Tanya Siwon pada Yesung dan Ryeowook saat berada dimobil.
"Aku hari ini tak datang kesekolah. Jadi aku tak bertemu dengan mereka." Jawab Ryeowook pelan.
"Aku terakhir melihat Kyuhyun mengepel lantai sekolah karna dihukum oleh Park Seonsaengnim. Sedangkan Singmin noona, aku melihatnya sedang dihukum untuk menyapu lapangan sekolah." Ujar Yesung sambil mengingat-ingat kejadian disekolah.
"Menegepel? Menyapu? Dihukum?" Tanya Siwon tak mengerti sambil mengerutkan alisnya dengan bingung.
"Yaa, mereka dihukum karna membuat keributan." Yesung pun mulai menceritakan awal mula kejadian tersebut. Siwon hanya mendengar Yesung dengan seksama. Ia pun mengangguk pelan. Mereka pun melaju menuju Paran High School.
Sesampainya di Paran High School,
"Apa kau yakin mereka disini? Sekarang sudah jam setengah sembilan. Dan tak mungkin mereka disini." Bisik Ryeowook dengan pelan pada Yesung sambil menatap sekeliling dengan takut.
"Kenapa? Kita kan belum tau. Kita belum mencobanya." Jawab Yesung seadanya. Memang suasana disekolah ini sangatlah menyeramkan, ditambah hujan yang lebat yang mengguyur sekolah yang gelap tersebut.
"Ayo kita masuk." Ajak Siwon pada Yesung dan Ryeowook. Saat Yesung hendak melangkahkan kakinya, Ryeowook menarik kecil ujung baju Yesung. Yesung pun langsung melihat kearah Ryeowook dengan gemas hendak memaki Ryeowook. Tapi melihat tubuh Ryeowook yang bergetar, Yesung pun mengurung niatnya.
"Mian, bisakan terus begini untuk sementara?" Tanya Ryeowook takut-takut pada Yesung. Yesung pun hanya mengangguk kecil. Mereka pun pergi berteriak-teriak pada pos satpam yang terletak didekat gerbang yang biasanya tinggali satpam. Tapi hasilnya nihil. Mereka tak melihat tanda apapun disana. Mereka pun memasuki sekolah yang sudah terkunci dengan cara memanjat dinding halaman belakang sekolah. Ryeowook menatap dinding belakang sekolah mereka dengan tak percaya.
"Apa kalian gila?" Tanya Ryeowook dengan suara bergetar.
"Wookie, kalau kau memang tak mau kau bisa tinggal disini." Ucap Siwon dengan lembut sambil menepuk pundak Ryeowook pelan.
"A-ANII!" Jawab Ryeowook dengan cepat. Yesung pun berdecak kesal sambil memandang kesal Ryeowook.
"Noona kau memang merepotkan! Apa yang kau mau?" Tanya Yesung kesal. Tapi Ryeowook hanya menggelengkan kepalanya. Siwon pun segera menaiki dinding didepannya dengan mudah. Ryeowook semakin terlihat pucat. Yesung pun segera berjongkok membiarkan dirinya kehujanan. Ia memberikan punggungnya agar Ryeowook bisa menaiki dinding tersebut. Walaupun Yesung kesal pada sikap Ryeowook yang aneh, dia tetap menghargai Ryeowook sebagai yeoja, meskipun dia menggunakan kata-kata yang kasar pada yeoja, pada dasarnya Ia sangat menghargai yeoja.
"Cepatlah naik!" Suruh Yesung. Ryeowook yang sempat ingin menolak, melihat Yesung yang kehujanan, memberanikan dirinya untuk menaiki punggung Yesung dan dengan mudah Ryeowook telah sampai diatas dinding dan dia segera turun. Yesung pun menyusul. Ryeowook segera menghampiri Yesung dan memberikan saputangan miliknya pada Yesung yang kebasahan.
"Gomawo, mian sebelumnya aku hanya punya saputangan untuk mengeringkan dirimu." Ucap Ryeowook lembut. Yesung pun menatap saputangan yang disodorkan Ryeowook dengan perasaan aneh. Ia pun menerimanya. Mereka pun berjalan melewati parkiran yang terletak dibagian belakang. Mereka melihat sebuah motor yang terpakir apik disana.
"Liat! Ini punya Kyuhyun! Berarti mereka masih disini!" Ujar Yesung sambil memeriksa motor tersebut dengan seksama. Siwon hanya mengangguk pelan.
"Apa kalian ada senter? Disini sangat gelap." Tanya Siwon pada Yesung dan Ryeowook. Mereka sama-sama mengangguk. Mereka pun mengeluarkan ponsel mereka dan menyodorkan pada Siwon.
"Ponselku punya flashlight." Ucap mereka berbarengan. Siwon pun mengambil ponsel milik Ryeowook.
"Kita akan menyebar. Aku akan kearah kanan dan kalian kearah kiri. Akan lebih cepat kalau kita menyebar." Jelas Siwon. Siwon segera pergi seorang diri menuju arah yang berlawanan dengan Ryeowook dan Yesung.
"Kajja, kita harus cepat mencari mereka!" Ujar Yesung dengan bersemangat, lagi-lagi Ryeowook memegang kecil ujung baju Yesung.
"Apa kita ga sebaiknya bersama Siwon Oppa?" Tanya Ryeowook hati-hati.
"Yaa! Ada apa denganmu? Kenapa yeoja itu selalu menyusahkan?!" Pekik Yesung dengan sebal. Ryeowook pun menundukkan kepalanya.
"Aku akan pergi sendiri! Dan lebih baik Noona pergi dengan Hyung!" Ujar Yesung tak sabar. Yesung yang hendak pergi pun menghentikan langkahnya saat Ryeowook lagi-lagi menarik bajunya.
"Mian aku merepotkan, aku—" Ryeowook menggantungkan katanya. Yesung pun menunggu Ryeowook melanjutkan kata-katanya.
"Aku-aku takut dengan kegelapan. Aku-aku tak suka tempat yang gelap!" Lanjut Ryeowook dengan gagap.
"Hah? Apa noona ini anak kecil?"
"Bu-bukan seperti itu! Aku-aku ha-hanya tak suka dengan tempat gelap kar-karna aku pe-pernah punya trauma! Aku-aku pernah terkurung digudang yang sangat gelap! Kau bahkan tak tau, bagaimana rasanya terkurung ditempat yang gelap seorang diri! Kau-kau tak pernah tau—" Pekik Ryeowook dengan gagap yang terdengar bergetar. Tubuh Ryeowook sesaat kemudian terasa lemas dan hampir kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terlihat gemetaran. Wajahnya pun memucat. Yesung yang melihat Ryeowook yang pucat menarik tangan Ryeowook dan menggenggam tangan Ryeowook dengan erat. Ryeowook pun menatap Yesung dengan terkejut.
"Mianhae, Aku tak tau. Tapi sekarang kau tak sendiri. Aku akan menjagamu." Ucap Yesung tanpa memandang Ryeowook. Suasana dingin terasa panas bagi Yesung. Ia merasa sangat malu pada perkataannya sendiri. Ryeowook yang awalnya ingin melepaskan tangannya dari genggaman tangan Yesung pun membiarkannya. Entah mengapa Ryeowook merasa sangat nyaman dengan genggaman hangat Yesung. Ia pun tersenyum pelan. Rasa takutnya perlahan tergantikan oleh rasa hangat yang menjalar ditubuhnya.
"Gomawo."Ucap Ryeowook dengan tulus. Mereka pun menyusuri koridor yang gelap dengan rasa hangat yang menjalar ditubuh mereka.
X-X-X-O-O-X-X-X
Sungmin pun mulai merasa lelah. Ia tak tau harus berbuat apa. Kyuhyun hanya terkapar lemah dipelukannya. Ia hanya bisa menangis. Ia memandang wajah Kyuhyun yang sangat pucat.
Brakkk!
Samar-samar terdengar suara barang jatuh dari luar. Sungmin pun segera berlari menuju pintu dari menggedor-gedor pintu dengan kuatnya, tak peduli dengan tangannya yang membengkak karna kerasnya pukulannya.
BRAKKK! BRAKK! BRAKKK!
"Apa ada orang diluar?! Tolong bukakan pintunya! Aku mohon!" Teriak Sungmin masih terus menggedor pintu dengan kuatnya berusaha mengalahkan derasnya hujan. Samar-samar terdengar suara tapak seseorang berlari semakin dekat. Sungmin pun memperkuat suaranya.
"Tolong bukakan pintunya!"
"Sungmin! Apa kau itu?!" Teriak seseorang dari luar.
"Suara itu, sepertinya… Oppa! Siwon Oppa! Ya,Tuhan terima kasih!" Ucap Sungmin dalam hati. Ia pun segera membalas pertanyaan Siwon.
"Oppa! Tolong bukakan pintunya! Kyuhyun pingsan!" Pekik Sungmin pada Siwon dengan perasaan yang khawatir. Siwon yang mendengarnya berusaha membukakan pintu.
"Sungmin! Menjauhlah dari pintu Oppa akan mendobraknya!" Teriak Siwon dengan wajah penuh khawatir. Sungmin yang mendengar seruan Oppanya pun menyingkir dari pintu. Siwon pun menunjang keras pintu dihadapannya dengan sekali tunjangan.
BRAAKK!
Pintu itu pun berhasil rubuh. Siwon pun segera memeluk tubuh mungil Sungmin. Sungmin pun menitikkan airmatanya sesaat. Lalu Sungmin berlari menuju Kyuhyun yang tak berdaya. Siwon yang cekatan langsung menggendong Kyuhyun dipunggungnya. Saat hendak keluar dari gudang mereka menemukan Yesung dan Ryeowook beserta satpam, mereka pun bergegas pergi kerumah sakit. Sungmin yang khawatir terus menatap khawatir wajah Kyuhyun dengan airmata yang terus berjatuhan dipipi chubby-nya. Tubuh Kyuhyun terus mengeluarkan keringat dingin. Sungmin pun terus menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat. Siwon yang melihat kekhawatiran Sungmin dari kaca mobil hanya bisa menghela napas pelan dan terus melajukan mobilnya dengan cepat ke rumah sakit.
Di rumah sakit,
"Kyuhyun tidak apa-apa. Ia hanya kelelahan dan terkena anemia ringan. Tak perlu khawatir. Tapi dia harus istirahat total dulu dan setelah itu perbanyak untuk memberinya makanan yang mengandung zat besi." Ucap salah seorang dokter dengan ramah pada Siwon. Siwon pun mengangguk dengan ramah. Dokter itu pun pergi meninggalkan Siwon. Siwon menuju ruang rawat Kyuhyun, tiba-tiba ia menghentikan gerakannya sebelum menyentuh kenop pintu kamar Kyuhyun. Dari kaca Kyuhyun terlihat Sungmin tertidur sambil menggenggam tangan Kyuhyun dengan sangat terlelap.
"Sungmin, pasti akan berat jika ada diposisimu. Tapi bisakah kalian menunggu sebentar lagi. Sampai semuanya terungkap. Rahasia yang masih belum muncul kepermukaan." Gumam Siwon pelan dalam hati. Siwon pun menghela napas pelan. Ia pun memasuki ruang rawat Kyuhyun. Ia mengelus pucuk kepala Sungmin dengan lembut,lalu ia mengambil selimut dari sofa dan menyelimuti tubuh Sungmin. Ia pun tersenyum kecil, sesaat ia memandang wajah Kyuhyun dengan sendu. Lalu ia berbalik pergi meninggalkan kamar tersebut dan meraih ponselnya.
"Yeoboseyo,eomma.. Kyuhyun,dia baik-baik saja, dia hanya perlu istirahat. Aku dan Sungmin akan menjaganya disini. Besok kami sudah boleh pulang."
"Geuraeyo? Apakah tidak lebih baik eomma yang menjaganya disana?" Tanya Ny. Leeteuk cemas pada Siwon.
"Tak usah,eomma.. Aku dan Sungmin bisa merawat Kyuhyun dengan baik. Eomma tak perlu memikirkan apa-apa. Eomma istirahat saja, sudah malam.. Ne?"
"Tapi,Siwon—"
"Eomma, aku bilang aku akan menjaganya. Apa eomma tak percaya padaku?" Tanya Siwon lagi pada Ny. Leeteuk.
"Baiklah, hubungi eomma jika terjadi sesuatu,chagi.. Selamat malam." Ucap Ny. Leeteuk mengalah.
"Ne,eomma.. Selamat malam. Aku tutup yaa." Siwon pun mematikan ponselnya dan menatap ponselnya dengan nanar. Dia pun mendudukkan dirinya diruang tunggu dan menghela napas kecil.
X-X-X-O-O-X-X-X
Matahari pun menyinari kamar Kyuhyun. Kyuhyun yang telah tertidur lama, yang mulai sadar berkat silaunya matahari yang menyilaukan ruangannya. Ia pun membuka matanya perlahan. Ia merasakan hangat pada tangan kirinya. Ia pun menoleh pada tangannya dan mendapati Sungmin yang masih teridur lelap sambil memegang tangannya dengan erat. Kyuhyun pun tersenyum pelan. Ia pun meraih pucuk kepala Sungmin, mengelus kepala Sungmin dengan lembut.
"Apa kau sudah bangun?" Tanya Siwon yang baru saja keluar dari kamr mandi. Kyuhyun yang terkejut, refleks menjauhkan tangannya dari kepala Sungmin.
"Yaa! Apa hyung lihat sekarang aku sedang tidur?" Tanya Kyuhyun dingin yang terlihat gelisah pada Siwon. Siwon yang menyadarinya hanya tersenyum kecil. Siwon pun mendekatkan diri ke ranjang disebelah Kyuhyun. Ia pun mengacak-acak rambut Kyuhyun dengan gemas.
"Aigoo~ Ternyata kau sudah sembuh total ternyata.." Kyuhyun hanya cemberut dengan perlakuan Siwon yang menganggapnya masih anak-anak.
"Tidak terlalu, aku masih merasa sakit dibagian pinggangku. " Kyuhyun pun memegang-megang pinggangnya yang terasa sakit. Ia meringis kesakitan, Siwon yang melihatnya terkikik pelan.
"Kau terlihat seperti kakek-kakek sekarang,Kyu~" Kyuhyun pun menatap tajam hyungnya. Siwon hanya membalas tatapan Kyuhyun dengan senyum lembutnya.
"Bagaimana tidurmu? Apa nyenyak?" Tanya Siwon pada Kyuhyun yang masih meringis kesakitan dengan pinggangnya.
"Ya begitulah. Tapi aku ingin cepat-cepat pulang. Tanganku sudah gatal untuk melanjutkan game yang belum kuselesaikan hyung!" Jawab Kyuhyun sembari mendengus kesal. Siwon pun tertawa mendengar perkataan dongsaengnya yang maniak game tersebut. Disaat dia sedang sakit pun ia tak bisa lepas dari game-nya.
"Hmm, lalu bagaimana dengan seonsaengnim yang menghukummu itu?" Tanya Siwon sambil terkikik pelan.
"Aisshh, aku hampir lupa! Dia itu memang sangat menyusahkan!" Umpat Kyuhyun kesal sambil mendecakkan lidahnya.
"Kau ini memang sangat kelewatan Kyuhyun, bagaimana bisa kau melawan seonsaengnim-mu?" Siwon pun menatap Kyuhyun dengan pandangan kesal.
"Yaa! Sudah jelas-jelas dia yang membuatku jadi seperti ini! Dia seharusnya dapat hukuman dari yayasan telah menyiksa murid! Ini namanya kekerasan Hyung! KEKERASAN!" Pekik Kyuhyun dengan kesal karna merasa disalahkan.
"Kau ini! Memang tak berubah!" Siwon pun menjitak kepala Kyuhyun.
"Yaa! Apa ini perlakuan Hyung pada dongsaeng Hyung yang sedang sakit? Tidak berprikemanusiaan!" Ujar Kyuhyun sebal sambil mengelus-elus kepalanya yang sakit akibat jitakan Siwon.
"Hummm~~"
Terdengar gumaman kecil dari bibir plum Sungmin yang terdengar sangat manis. Mereka pun langsung menutup mulut mereka, tak mau membangunkan Sungmin yang masih tertidur lelap disamping Kyuhyun.
"Jangan sampai membuat dia terbangun." Bisik Siwon pelan pada Kyuhyun. Kyuhyun pun mengangguk paham. Mereka pun terdiam sesaat.
Dikediaman Keluarga Cho,
dan Tuan Kangin menyambut kedatangan Kyuhyun dengan hangat. Walaupun raut wajah Tuan Kangin terlihat kesal pada anaknya satu itu. Mereka pun duduk diruang keluarga setelah saling melepas rasa cemas atas pingsannya Kyuhyun. Tiba-tiba suasana menjadi hening. Tuan Kangin memandang lekat Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa bosan hendak kembali kekamarnya, tetapi langkahnya terhenti oleh suara Tuan Kangin yang berat.
"Duduk,Cho Kyuhyun!" Perintah Tuan Kangin dengan tegas. Kyuhyun pun mendudukkan kembali dirinya ke sofa. Ia sejenak menelan ludah. Ia merasa Tuan Kangin mengeluarkan hawa kemarahan. Kyuhyun pun tertunduk mendengar perkataan Appanya selanjutnya.
"Apakah Appa pernah mengajarimu untuk melawan sensaengnim-mu?" Tanya Tuan Kangin sambil menatap tajam Kyuhyun.
"Mian, Aku memang melawan dia. Tapi dia juga yang menyebabkan aku seperti ini!" Ketus Kyuhyun. Tuan Kangin pun memijit dahinya yangpusing memikirkan perbuatan keterlaluan Kyuhyun.
"Aisshhh! Kau ini memang! Kenapa kau susah diatur sih?!" Bentak Tuan Kangin dengan suara beratnya yang menggelegar. Ny. Leeteuk pun menepuk bahu suaminya dengan pelan.
"Yeobo, Kyuhyun baru sembuh dari sakitnya. Bisakah kau sedikit lebih baik padanya?" Tanya lembut. Tuan Kangin yang selalu menurut perintah istrinya pun mendengus sebal dan melipat tangannya didada. Kyuhyun yang mendapat pembelaan semakin menjadi-jadi.
"Appa, seharusnya appa memarahi dia, bukan aku. Dia sangat tega sekali. Dia sampai membuatku jatuh sakit." Ucap Kyuhyun pada Tuan Kangin. Tuan Kangin pun langsung menatap bengis anaknya.
"Yaa! Kau ini memang tak tau diri yaa?! Appa sangat malu dipanggil kesekolah karna perbuatan konyolmu pada seonsaengnim-mu! Apa kau gila? Kenapa karna masalah yeoja kau malah melawan seonsaengnim-mu?! Kau memang! Kenapa aku punya anak yang keras kepala seperti kau sih?!" Pekik Tuan Kangin yang menyerah melihat sikap anaknya. Kyuhyun yang tak suka disalahkan membalas ucapan appanya.
"Appa pikir sifat 'keras kepala'-ku ini turunan dari siapa?" Tanya Kyuhyun sebal. Tiba-tiba suasana menjadi ricuh. Ny. Leeteuk,Sungmin dan Siwon terkikik pelan mendengar perkataan Sungmin sambil memandang Tuan Kangin dengan geli. Tuan Kangin pun merasa malu, Ia hendak melempar Kyuhyun dengan sepatunya. Tapi lagi-lagi menghentikan perbuatan Tuan Kangin.
"Yeobo, jangan seperti itu. Sudahlah, lupakan masalah ini." Ny. Leeteuk pun tersenyum pelan. Tuan Kangin pun mengiyakan perkataan istrinya.
"Yeobo, aku merasa Kyuhyun seperti kau pada usia muda~ Aigoo. Aku jadi teringat dengan sikap kurang ajar-mu saat menghajar dosen yang mengajariku dengan jarak yang sangat dekat. Aku seperti melihat bayanganmu saat memandang Kyuhyun~" Bisik Ny. Leeteuk pelan. Perlahan wajah Tuan Kangin menjadi merah karna malu.
X-X-X-O-O-X-X-X
"Kyu, apa aku boleh masuk?" Tanya Sungmin dari luar kamar. Tapi Ia tak mendengar balasan apapun dari dalam. Sungmin pun mulai mengetuk pelan pintu kamar Kyuhyun.
Tok Tok Tok
"Kyu, aku masuk yaa.." Gumam Sungmin lalu masuk kedalam kamar Kyuhyun. Ia melihat tak ada batang hidung Kyuhyun. Sungmin yang hendak pergi meninggalkan melihat ponsel Kyuhyun yang terletak diatas meja. Sungmin pun mulai merasa penasaran dengan isi didalam ponsel Kyuhyun. Sungmin meraih ponsel Kyuhyun. Tetapi ada password untuk membuka ponsel Kyuhyun. Sungmin pun mencoba-coba kode.
"Tanggal lahir Kyuhyun?" Sungmin pun mengetik tanggal lahir Kyuhyun tapi hasilnya tidak valid.
"Seohyun?" Sungmin pun terus mengetikkan kode-kode, tapi tak ada yang cocok. Sampai akhirnya ponsel Kyuhyun error karna Sungmin telah menekan 10 kali password yang salah.
"Ehh, Apa yang terjadi? Kenapa ponsel Kyuhyun mati? Eotteokhae?" Sungmin pun terus mengetik-ngetikkan jarinya dilayar Kyuhyun, tapi tak ada perubahan. Sungmin pun sangat gelisah. Tiba-tiba pintu kamar mandi Kyuhyun terbuka. Tampaklah seorang Kyuhyun dengan rambut berantakan dan tubuh yang basah yang hanya menggunakan handuk dipinggangnya dan membiarkan bagian dadanya polos. Sungmin yang melihatnya pun hendak berteriak. Kyuhyun pun yang kaget, buru-buru menyumbat mulut Sungmin yang akan membuat keributan.
"Ssstt! Jangan berteriak! Nanti mereka salah paham pada kita!" Perintah Kyuhyun pada Sungmin yang berada sangant dekat dengan Sungmin. Sungmin yang menatap tubuh Kyuhyun yang hanya dilapisi oleh handuk pada bagian bawahnya pun, meronta menjauhkan diri dari Kyuhyun. Kyuhyun yang kaget terpeleset oleh air dari tubuh Kyuhyun yang masih basah. Kyuhyun pun menarik lengan Sungmin berusaha untuk menstabilkan dirinya. Tapi saat itu juga Sungmin yang masih meronta, ikut terpeleset. Mereka pun jatuh kelantai. Tubuh Sungmin pun menimpa tubuh Kyuhyun yang dimana tangan Sungmin menyentuh dada polos Kyuhyun yang masih basah.
TBC
Annyeong Chingudeul~
Masih bersedia baca fict yang gaje? Hehe^^
Mian sebelumnya karna banyaknya hal yang membuat saya lama untuk apdetL Tapi walaupun begitu "Gomawo" buat para reader yang bersedia menunggu fict yang tak seberapa iniJ
Doakan fict ini supaya cepat apdet dan cepat selesai yaa^^
Mian buat typo,cerita yang membosankan ,dan keterlambatan aku mempublish fict..
Walaupun begitu aku akan berusaha tak mengecewakan readers^^
Gomawo buat:
Okey, chingudeul.. Mungkin author akan lama ngapdet berikutnya,
Tapi author janji akan mengusahakan yang terbaik untuk para readers maupun silent readers *kalo ada*
Tetap setia nunggu yaa readers dan silent readers *kalo ada*!
Dan jangan lupa ReviewJ
Author ingin mendengar komen2 dan saran kalian, yahh~ sepertinya kepanjangan~
Sudah dulu, dan mian atas typo :D Gomawo
LeeSungHye040497 : Ia bawel (TT-TT) nanti eonni akan lanjut ff-nya secepat mungkin, tetap setia menunggu^^
: sabar chinguJ nanti aka nada penjelasannya kok, gomawo udah RnR, tunggu kelanjutannya yaaJ
dessykyumin : gomawo chinguJ aku senang chingu suka ceritaku yang hancur seperti badai iniJ hehehe, tetap setia yaa nunggu kelanjutannyaJ
GG : I hope so, chingu^^ wait the next chapter,pleaseJ And don't forget to RnR,ChinguJ Gomawo..
: Iyaa chingu^^ makanya terus nunggu kelanjutan ceritanyaJ hehe, aku udah tepat janji kan sama chingu bakal apdet minggu iniJ jangan lupa untuk RnR yaa^^
kyuminnnnnn : penasaran yaaa? Makanya selalu tunggu kelnjutannya yaa, gomawoJ
Pinku Hoshi : Iyaa nihhh,, ada-ada aja si Kyuhyun:D tetap tunggu kelnjutannya yaa,chinguJ
HyukBunnyMing : hehehe, iya chagi^^ Makanya tetap setia nunggu kelnjutannya agar dapat menjawab rasa penasaran chingu^^ GomawooJ
amalia : hihi^^ aku bntu untuk bekap mulut seonsaengnim-nya! Tetap nunggu kelanjutannya yaa^^
: Cheonma~ hehehe, tetap nunggu kelanjutannya yaa chagi :* jangan lupa RnRJ
audrey musaena : mian,chinguL mungkin tulisanku agak ribet untuk dimengerti mianL jadi begini, Kyu,Min,Siwon itu ceritanya disini adalah saudara . Tapi ada suatu rahasia yang diketahui Siwon tentang hubungan persaudaraan mereka. Rahasia itu akan terjawab dichap-chap berikutnya. Mian jadi buat chingu bingungL
Okey, chingudeul.. Mungkin author akan lama ngapdet berikutnya,
Tapi author janji akan mengusahakan yang terbaik untuk para reader maupun silent readers *kalo ada*
Tetap setia nunggu yaa readers dan silent readers *kalo ada*!
Dan jangan lupa ReviewJ
Author ingin mendengar komen2 dan saran kalian, yahh~ sepertinya kepanjangan~
Sudah dulu, dan mian atas typo :D Gomawo
