Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : Family, Romance, Hurt/Comfort
Warning : TYPO bertebaran, OOC, dan masih banyak lagi
Pairing : Sasuke and Sakura
.
.
.
.
.
.
Mereka dipisahkan dengan sang ibunda. Tiga kembar cilik ini terus menangis meskipun kini mereka sudah berada di rumah sang ayah. Lebih tepatnya mansion Uchiha.
"Aku ingin Kaa-san," teriak Ichigo.
"Aku ingin pulang, aku ingin pulang. Aku ingin bertemu dengan kaa-san," Daisuke menangis meraung-raung. Sedangkan Ryuu terisak diam.
"Karin, hentikan mereka! Tangisan mereka membuat kepalaku pusing!" Sasuke berteriak memerintahkan gadis berkacamata itu, menutupi kedua telinganya.
"Mereka tidak mau diam Sasuke-kun. Mereka tidak mau mendengarkanku!" balas Karin jengkel.
"Aku tidak peduli! Beri mereka makan siang, dan jaga mereka," teriaknya lagi dan ia melangkahkan kaki jenjangnya keatas mansion miliknya. Lebih tepatnya, ke kamar pribadinya. Membanting pintu secara keras hingga terdengar sampai ke bawah.
Memutar matanya bosan, Karin mendesah menahan marah. "BISA DIAM TIDAK KALIAN?" jedanya sejenak. "Apa kalian ingin aku berbuat sesuatu hingga kalian tidak bisa menangis lagi?"
Ichigo terus menangis dipelukan sang kakak Ryuu, dan Daisuke disampingnya. Memeluk erat sang kakak. Menangis ketakutan.
"Makan ini!" Karin menyodorkan sepiring makanan yang sudah dimasaknya.
"Tidak! Aku ingin kaa-san, ingin kaa-san," teriak Ichigo.
"Aku bilang makan ini!" Karin menyodorkan sepotong onogiri dan memasukkanya ke dalam mulut kecil milik Ichigo dengan paksa. Ia tak peduli.
"Dengarkan aku! Sekarang, aku adalah ibu tiri kalian. Tidak mungkin kalian akan bertemu dengan ibu kalianlagi! Turuti saja kemauanku,"
Ichigo melepaskan paksa tangan Karin. Ia mendorong tubuh Karin, tapi sayang, kekuatannya tak sebanding dengan yang dilakukannya. Karin menjambak rambut Ichigo hingga dirinya meringis kesakitan.
"Lepaskan Ichigo!" teriak Ryuu lantang sambil mendorong tubuh Karin dengan dibantu sang adik, Daisuke. Tapi sayang, kekuatan mereka tetap saja tidak sebanding dengan orang dewasa. Dengan tiba-tiba, wajah Ichigo berubah menjadi pucat. Napasnya tersendat-sendat seperti orang yang kekurangan pasokan udara. Keringat dingin mulai mengalir dari wajah pucat miliknya. Dengan seketika, Karin melepaskan tangannya.
Tiba-tiba, Ichigo muntah ke lantai. Menumpahkan semua isi perutnya. Mata kecilnya bengkak dan merah. Wajahnya bertambah pucat bahkan sangat pucat.
Karin menutup mulutnya karena merasa jijik dengan pemandangan dihadapannya. "Kalian berdua, bersihkan semua ini!" teriak Karin kearah dua orang kaka beradik dihadapannya.
"Aku tidak ingin melihat ini jika aku kembali nanti. Semuanya harus sudah bersih. Atau aku akan menghukum kalian berdua?" ancamnya dengan nada bentakan. Ia menatap tajam kearah Ichigo dan berhasil membuat bocah kecil itu gemetar ketakutan.
Karin mengenggam tangan mungil milik Ichigo dan menariknya kasar ke ruang bawah tanah mansion Uchiha ini. Air mata terus mengalir dari mata hijaunya. Ia berharap sang ibu datang untuk menyelamatkannya. Ia sangat berharap. Bahkan, ia berharap sang ayah untuk datang menyelamatkannya.
KLIK
Karin membuka pintu ruangan tersebut. Itu satu-satunya ruangan yang berada di bawah tanah yang tidak terpakai. Ruangan tersebut diisi oleh barang-barang yang sudah rusak dan tak digunakan lagi. Karin mendorong tubuh mungil Ichigo ke dalam ruangan tersebut hingga Ichigo terjatuh di lantai marmer yang dingin. Dan menutup pintu tersebut dari luar dan menguncinya. Meninggalkan Ichigo di dalam dengan keadaan ruangan yang gelap gulita.
"Buka pintunya, aku mohon. Kaa-san, aku takut. Aku takut," Ichigo memohon sambil memukul pintu itu dari dalam dengan pelan. Knop pintu itu terlalu tinggi untuknya. Ia tidak bisa menggapainya. Ia melihat sekelilingnya. Gelap. Ia tidak bisa melihat apa-apa. Ketakutannya meningkat seketika. Ia takut gelap. Ibunya tahu kalau dia sangat takut dengan kegelapan dan selalu memakai penerangan di kamar tidurnya. Ia memeluk lutut mungilnya yang gemetar ketakutan.
"Kaa-san….kaa-san," panggil Ichigo lemah.
.
.
.
.
3 jam kemudian.
Sasuke keluar dari kamarnya. Ia berjalan gontai kearah dapur rumahnya. Perutnya terasa lapar minta untuk diisi.
"Sasuke-kun, kau terjaga?"
Sasuke tak menghiraukan ucapan gadis berkacamata tersebut. Ia berjalan menuju lemari es di dapur rumahnya. Mengambil segelas air putih.
"Kau ingin aku membuatkan sesuatu?"
"Hn."
"Baiklah. Tunggu sebentar, aku akan membuatkan sesuatu untukmu."
Sasuke terdiam untuk sesaat. Mata hitamnya terus menyusuri seisi dapurnya. "Dimana anak-anak?"
"Di kamar mereka," Karin menjawab dengan santai.
Sasuke mengangguk sebagai jawabannya. Ia segera berjalan menuju lantai atas rumahnya.
"Kau ingin pergi kemana?"
"Memeriksa anak-anak. Panggil aku jika makanan sudah siap," jawabnya tanpa menoleh kearah gadis tersebut. Ia berjalan menuju kamar anak laki-lakinya. Ada perasaan aneh yang bergejolak di hatinya. Sesuatu yang hilang.
Ketika Sasuke membuka pintu bercat biru tersebut, anak keduanya langsung menghambur ke pelukannya. Memeluk tubuhnya erat dengan bahu yang bergetar. "Tou-san, tolong cari Ichigo tou-san, dia menghilang sejak tadi sore. Tolong dia, tolong, tolong." Daisuke menatap mata kelam milik sang ayah yang sedang menatap dirinya dengan penuh selidik. Ia sangat berharap bahwa sang ayah mampu menolongya.
Sasuke terdiam sesaat untuk mencerna perkataan snag putra keduanya. Pikiran negatif mulai berkecauk di otaknya. Ia segera turun kebawah untuk menemui seseorang yang berada di daput rumahnya.
"Karin!" teriak Sasuke dari belakang. Pikiran negatif masih terus menghantui pikirannya. Tangannya terkepal erat sejak tadi.
"Ya, Sasuke-kun?" balas Karin manja.
"Dimana salah satu dari anak laki itu?"
"Aku menguncinya di ruang bawah tanah yang sudah tidak terpakai itu. Aku mengurungnya karena dia tak mau mendnegarkan perkataanku dan terus meneriakkan nama ibunya. Aku menyuruhnya untuk makan, tapi ia tak mau. Aku membuatkannya dengan segenap hatiku Sasuke-kun, tapi ia malah memuntahkannya." Karin bercerita panjang lebar dengan mimik wajah cemberut.
"Apa benar itu semua?" tanya Sasuke dengan napas memburu. Emosi sudah mencapi puncaknya. Entahlah, ia sendiri tidak tahu mengapa ia bersikap demikian.
"Ya."
Dan…..
PLAK
Tamparan keras dari bungsu Uchiha ini mendarat dengan indahnya di pipi milik Uzumaki Karin yang sedang menatap dirinya dengan tatapan terkejut. Meninggalkan bekas tamparan itu yang memerah di pipinya.
"Sasuke-kun?" ucapnya tak percaya.
"Aku memerintahkan kau untuk menjaganya dan mengurus keperluan mereka! Bukan menyakitinya. Aku tidak pernah menyuruhmu untuk menghukum mereka jika mereka melakukan kesalahan," geram Sasuke.
Dengan kilat, Sasuke berlari menuju ruang bawah tanah miliknya dimana salah satu putranya terkunci disana. Kunci ruangan tersebut masih tergantung pada knop pintu tersebut. Ia membukanya secara perlahan-lahan dan menyalakan lampu. Mata Sasuke membulat sempurna ketika melihat sesosok anak kecil yang sedang tergeletak lemas di atas lantai yang dingin. Wajahnya sangat pucat dan tubuhnya menggigil kedinginan. Sasuke segera menghampiri putra bungsunya dan menggendongnya. Suhu tubuh Ichigo tinggi dan Sasuke dengan terburu-buru membawa tubuh mungil anaknya menuju kamar miliknya. Ia meletakkan Ichigo di atas kasur empuk kesayangannya dengan hati-hati.
"Panggil Sakura sekarang! Cepat!" teriak Sasuke panik kepada gadis berkacamata dibalik pintunya ketika melihat kondisi snag anak yang mulai kekurangan pasokan udaranya.
"Dia hanya demam, Sasuke-kun," protes Karin.
"Tidak! Dia tidak bisa bernapas! Cepat panggil Sakura."
Karin segera mengangguk dan berlari menuju kediaman Sakura.
.
.
.
.
Sakura menopang dagu mungilnya di atas meja ruang tengah miliknya. Mata teduhnya menatap kosong kearah depannya. Hatinya berdegup kencang mempunyai firasat buruk yang menimpa putranya. Ia memiliki firasat tak enak pada Ichigo. Ya Ichigo.
"Ada apa dengan Ichigo? Mengapa aku memikirkannya?" gumam Sakura lemah.
TOK TOK TOK
Ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Ia berdiri dan segera membuka pintu utamanya.
"Apa yang kau inginkan?!" geram Sakura marah saat mengetahui bahwa gadis berkacamata itulah yang mengetuk pintu rumahnya.
Karin mengelap keringat dari dahinya yang mengucur dengan derasnya. Mengambil napas pelan-pelan. "Sasuke memerintahkanku untuk memanggilmu. Ichigo sakit."
"Apa?" Sakura mengelengkan kepalanya lemah. Ternyata ikatan batin antara sang ibu dan anak memang begitu kuat. Mengapa bisa terjadi? Bukannya tadi pagi putra bungsunya masih terlihat sehat? Lalu, mengapa bisa sakit? Pikirnya.
"Mungkin saja ia akan mati," ucap Karin dengan santainya tanpa dosa sedikitpun.
Sakura menggeram marah dan menampar keras pipi gadis tersebut dan berlari meninggalkannya menuju kediaman Uchiha.
"Bertahanlah nak, Kaa-san segera datang," gumam Sakura lemah.
.
.
.
.
Tbc
.
.
Author Note :
Halllooo, masih ada yang ingat dnegan author ini? XD ganti penname sekarang hihihih. Okee, pertama-tama saya minta maaf karena update lamaaaa. Saya ulangan umum dan tugas jurusan yang numpuk. Tapi sekarang udah selesai kok :DD
Maaf karena chapter ini pendek. Kenapa? Saya sengaja. Karena chapter depan pengen saya bikin romance terselip diantara SasuSaku nanti. Disini kejutannya gimana? Sasuke berubah kan? Eh apa kurang? Jangan bunuh sayaa T_T
Bales review dulu. Yang login cek pm yaa^^
Riu Makamoto : hehehe maaf karena telat update^^ ini sudah kan? Hehe
Sakumori Haruna : eeeh kalau update kilat maaf, hehehe aku butuh mood dan timing yang pas buat ngetik fic hehe. Ini udah update hehe :D
Utsukushii Haruhi : iniii semangat! Sasuke jahat ga disini? Ga kan? Hehehe :D
Erita : ngebut banget kah? Hehehe mungkin karena aku fikir chapter nya gausah panjang-panjang makanya sengaja dikebutin #plak
Ifaharra sasusaku : ini sudah update ^^
Tia : yosh terimakasih^^ ini sudah update.
Erica Christy 77 : hehehe terimakasiiiiihhh :DD ini sudah dilanjut looh :33
UchiNami Selvie : jangan sebel Sasuke, disini dia Cuma shock aja kok :33 hihihi ini sudah update :D
Yosh terimakasih bagi yang mereview dan lain-lain. Maaf kalau telat update, saya usahakan update kilat deh hehehe. Saya masih banyak utang MC yang lain. Ada yang berminat baca fic terbaru saya? Hihi #promosi. Ada yang mau request habis ini update fic apa? Thankyuu^^
Sign
.
.
emerallized onyxta
