Dua
.
.
Pada awalnya penampilan kutu buku ini tidak dimaksudkan untuk mengelabuhi Jeon Jungkook. Jauh dari itu. Ada orang lain di lingkungan sekolah yang lebih dahulu ingin dia hindari. Tapi ternyata perubahan besar terjadi dalam rencananya. Dan Taehyung tidak ragu mengambil semua keuntungan yang terlihat.
Butuh waktu hampir satu jam penuh menyelesaikan persiapan ini. Tidak sulit menata pakaian dan rambut agar terlihat sangat rapi dan licin. Di sisi lain dia perlu mengerahkan ketelitian tingkat tinggi untuk mengubah beberapa fitur wajahnya dengan keajaiban bernama make-up.
Semua itu sebanding dengan hasil yang terpantul di cermin besar. Taehyung tampak seperti pribadi lain. Alter ego. Sosok kutu buku yang siap dipecundangi oleh seluruh berandalan sekolah.
"Kau akan melewati hari ini dengan lancar, Taehyung. Tidak akan ada yang mengenalimu,"
Matanya memperhatikan lekat pantulannya di cermin. Kemeja putih terkancing sempurna. Blazer dan celana abu-abu terpasang rapi. Sama halnya dengan dasi dan sepatu hitam. Rambutnya terbelah tengah, licin, dan mengkilap. Kacamata kotak berbingkai tebal terpasang dengan benar.
Dan wajahnya... —wajahnya merupakan yang terbaik dari seluruh hal.
Berkat kursus singkat bersama Victoria, Taehyung mampu menyamarkan garis rahang serta garis hidungnya. Membuat beberapa kerutan serta jerawat yang tampak begitu nyata. Dia juga ingin memeluk penemu kontak lensa. Berterimakasih karena benda itu tidak hanya membantu pengelihatan tapi juga menutupi warna matanya yang tidak biasa
.
.
Taehyung kehilangan kepercayaan diri begitupula kesombongannya hanya dalam waktu lima belas detik setelah menutup pintu apartemen.
Kenyataan menghantamnya keras sekali. Seperti bola besi memukul cermin. Menjatuhkan dirinya dari tingkat tertinggi sebuah harapan.
Taehyung ingin masuk ke dalam apartemennya lagi. Berpura-pura sesuatu tertinggal. Kemudian menghabiskan setidaknya lima hingga sepuluh menit mengeluarkan seluruh isi perutnya yang tiba-tiba saja bergejolak.
Tetapi sosok yang keluar dari pintu apartemen samping—yang kebetulan adalah Jeon fucking Jungkook—lebih dahulu menangkap mata panik Taehyung. Mengunci pergerakannya dengan senyum tak terdefinisi beserta sapaan ramah, "Hai. Kurasa kita pergi ke sekolah yang sama,"
Taehyung melakukan debat internal. Kemungkinan mana yang lebih besar?; Jungkook mengetahui identitas di balik penampilan kutu buku ini atau Jungkook menganggapnya sebagai tetangga aneh yang siap dianiaya?
Dibutuhkan banyak waktu. Dia perlu mengamati lebih jauh ekspresi serta sinyal yang Jungkook berikan—secara sadar atau tidak—untuk mengambil keputusan. Sayangnya dia tak mendapat kesempatan itu.
"Lalu apalagi yang kau tunggu? Bus pertama akan datang dalam sepuluh menit,"
Debat internal Taehyung berakhir.
Sesuatu tertinggal di dalam... aku harus mengambilnya... biarkan aku masuk ke dalam dan muntah... aku tidak ingin berada satu bis denganmu... kepalaku pusing, lebih baik aku bolos saja... tidak, aku akan mengambil bus yang kedua... pergi saja duluan...
Seluruh sel otaknya berkerja keras merangkai alasan. Sukses membuat kepalanya pening. Tetapi yang keluar dari bibirnya tidak lebih cerdas dari; "Ya." Diucapkan dengan pelan dan rendah. Menyerupai bisikan takut. Tebakan Taehyung, semua ini berhubungan dengan aura otoritas alami yang hampir absolut.
Di masa lalu, hampir mustahil mengucapkan penolakan. Perintah Jungkook seperti ikatan di leher.
"Kalau begitu, ayo, kita bisa berangkat bersama,"
"Maaf?"
Semua yang bisa dibayangkan adalah Jungkook melangkah maju. Menjulang di hadapannya meskipun tinggi mereka hanya terpaut beberapa senti, "Apa kau tidak biasa berjalan disamping orang asing?"
Taehyung menelan ludah. Otaknya terganggu oleh aroma cologne Jungkook. Itu bukan sesuatu yang biasa dia gunakan. Bukan berarti Taehyung memperhatikan. Hanya saja itu terlalu tajam untuk seleranya. Menggelitik indra penciumannya dengan cara yang tidak nyaman.
"Aku Jeon Jungkook."
Satu hal melintas cepat—Apa dia tidak mengenaliku? Bernarkah?
Bahkan Taehyung tidak berani jujur pada dirinya sendiri mengenai perasaannya sekarang. Dan dari sekian banyak balasan yang dapat diucapkan, bibirnya memilih perkenalan, "K-Kim Taehyung,"
.
.
TBC
