Chapter 4
… … … His Story … And My New Life … … ..
"Lalu kami di tampung di gereja oleh seorang pendeta tua. Beliau begitu baik pada kami… tapi saat aku berumur sepuluh tahun… Beliau meninggal dunia. Sebagai gantinya gereja tempat kami tinggal kini di rawat oleh anak angkat beliau, hanya saja… Anak angkat beliau sebetulnya bukan orang yang baik…" tutur anak itu sedih.
Tiba-tiba Shun berada di sebuah gereja lalu di sebuah kamar.
"Ini tempat tinggalku dan adik perempuanku yang tadi, Sasha…"
"Lukisan ini…" kata Shun kaget.
"Ya… aku sempat menunjukan lukisan ini pada kakak…"
"Di sini… banyak lukisan… ini semua kamu yang buat? Hebat sekali! Waaahhh…" kata Shun kagum.
"Terima kasih… ini memang lukisan buatan ku, setidaknya hanya ini yang tersisa selebihnya…"
"Selebihnya …?" tanya Shun.
"Ya, anak angkat pak pendeta sering menjual lukisan yang ku buat,"
"Nah… lalu tubuhmu sendiri, sekarang ada di mana?" tanya Shun lagi.
Anak itu tersenyum… lalu menunjukan sesuatu. Ternyata sekarang Shun berada di pemakaman.
"Aku sudah … mati… Sewaktu Sasha di bawa ke rumah pelacuran, aku mencoba menyelamatkananya, namun saat itu… Aku berjalan sendirian di malam hari. Tujuanku adalah rumah pelacuran itu, tiba-tiba aku di serang beberapa lelaki bertubuh besar dan menyeramkan mereka bermaksud merampok, tetapi karena mendapati aku yang tidak punya uang sama sekali… Aku … di bunuh …" tuturnya pelan.
Shun mulai menitikan air matanya…
"La… lalu bagaimana lu bisa tau gua…?"
"Di hari kakak kecelakaan … di hari itu juga aku meninggal, aku tertarik ke tempat di mana kakak berada waktu itu, sebetulnya aku ingin meminta bantuan… Tapi kakak sudah terlanjur sadar dari koma maka itu…"
"Jadi… gua kayak gini karena lu?" potong Shun sambil membentak anak itu meski ia sendiri menangis.
Anak itu menangis berlutut…
"Ku mohon… kak Shun… tolong selamatkan adikku… tolong bawa dan rawat dia seperti adik kakak sendiri. Aku sudah tidak dapat berbuat apapun lagi… Ku mohon… aku sudah tak mungkin lagi bisa menyelamatkan Sasha… ku mohon…" pintanya menangis sambil memegang kaki Shun.
Shun kaget… tak sadar kini ia berurai air mata lagi… Mendengar kisah hidup anak itu, melihat betapa pedihnya kehidupan anak itu dan adiknya, melihat anak itu bertekuk lutut menangis di kakinya…
"Baiklah… aku akan menolongmu, tapi bagaimana caranya?"
"Be…benarkah…?" tanya anak itu sambil masih memegang kaki Shun. "Terima kasih, kak…" lanjutnya.
"Ya… sudah… ayo berdiri…" kata Shun.
"Terima kasih…" kata anak itu terharu dan masih tidak percaya.
"Bagaimana?" tanya Shun lagi.
"Sasha ada di Italy… kakak datang ke alamat ini, selamatkan Sasha…" katanya seraya memberikan kertas…
Shun melihat kertas tersebut, ia menyimpannya di saku jaketnya. Anak itu menangis terharu. Shun merendahkan tubuhnya lalu menghapus air mata anak itu, lalu tiba-tiba anak itu menghilang dan saat itu juga roh Shun tertarik masuk ke dalam raganya…
00.00
June menangis memandangi Shun, ia menangis tertunduk di tempat tidur sambil memegang tangan Shun, ketika tiba-tiba ada tangan yang mengusap rambutnya…
"June… June…"
"Sh… Shun… Shun…? Hah… lu… lu… Niisan! Om! Tante! Neesan Esmeralda!" teriak June sambil menangis.
Yang lain terbangun dan langsung berlari menuju June, semuanya menitikan air mata haru dan bahagia. Mama Shun langsung memeluk putra bungsunya… Shun lalu teringat akan anak lelaki itu… Ia langsung melepas pelukan mamanya, infus dan alat-alat lainnya ia lepas begitu saja. Shun langsung mencari jaket birunya dan memeriksa kantongnya. Dan kertas bertuliskan alamat dimana Sasha berada, benar-benar ada di kantong jaketnya.
"Mama, Papa, Niisan Ikki, June, Neesan Esmeralda… Shun harus ke Italy dan selambat-lambatnya besok." kata Shun.
"Apa?... maksud kamu… ini… ada.. apa… " kata semua bingung dengan Shun.
Shun melihat semua wajah itu, mereka melihatnya dengan bingung, tak percaya dan heran. Shun tau kalau mereka bepikir kalau ia sedang bergurau.
"Adduuuuhh… Shun serius! Please Shun jelaskan semuanya nanti. Please urus penerbangan ke Italy besok, harus!" kata Shun cepat. Yang lain masih bingung.
"Baiklah… Ikki ayo, ikut papa. Kita urus tiket dan yang lainya…" kata papa Shun.
Shun tertegun bahagia…
"Huuwaaa! Makaasssiihhh paappaaa…" kata Shun girang sambil memeluk papanya.
… A Weeks Later…
Akhirnya Shun berhasil menemukan tempat Sasha berada. Awalnya memang susah untuk meyakinkan Sasha… tapi akhirnya Sasha yakin kalau apa yang Shun tuturkan itu benar… Ia juga membawa semua lukisan-lukisan anak itu. Maka kehidupan baru Shun… di mulai…
Sunday at March…
02.00
Di malam yang dingin Shun duduk sendirian di sebuah taman, memang bukan taman yang dilihatnya dulu, tapi ia merasa senang berada di taman di dalam seluk beluk kota Tokyo itu. Shun memandang lurus melihat ke arah bunga-bunga mawar… And suddenly… Bunga-bunga itu berterbangan dan memunculkan seseorang… Anak lelaki itu! Ia melayang dengan bunga-bunga mawar berterbangan mengelilinginya…
"Kamu…!" kata Shun tak percaya lalu menghampiri anak itu.
"Iya… terima kasih kak, kakak mau menolong Sasha… Aku, akhirnya bisa bebas dan tenang sekarang…" tuturnya bahagia.
"Tentu saja, aku beruntung dapat bertemu dengan orang sepertimu…" balas Shun lembut.
Anak itu menapakkan kakinya… masih dengan bunga mawar berterbangan di sekitarnya…
"Terima kasih kak… maaf 'waktu' ku tidak banyak… Aku harus pergi… Terima kasih kak Shun…"
"Iya…" jawab Shun, lalu anak itu beranjak pergi…
"Hey… tunggu, siapa namamu?" teriak Shun, anak itu menengok…
"Alone… namaku Alone…" jawab anak itu tersenyum… senyum indah yang menyayat hati.
Dan Alone pun menghilang, Shun menangis ketika melihat Alone menghilang perlahan dalam putaran bunga mawar…
"Alone…" gumam Shun…
Alone… anak lelaki manis dan baik hati…
Senyum itu… senyum indah, manis namun menyayat hati… Selamanya adalah senyum yang menjadi bagian dari beribu-ribu kenangan indah yang akan Shun ingat…
… … … Alone … … …
THE END
Yumi : yupe ^^ abis deh ^^ Begitulah … :D (mo ngomong apa ya? lupa) Thanks for read, if you read -,- Tapi walau gak baca juga makasih deh ^^ Kalo bisa sih baca ^^ waaahhh apa ini pemakasaan! ehehehehe. Semoga fic yang belum sempet di update, bisa ku update secepatnya ^^ Habis udah mau Ujian (curhat ^.^) jadinya agak susah untuk ngerjain hal lain ^^ Mohon maaf jika ada kata yang salah dan kurang berkenan. Segitu aja… Thanks atas perhatian dan waktunya (emang pidato ?^^ :D XD)
Sincerely Yumi Amamiya
^.^
