Chapter 4: Avoid
~Happy Reading and Reviewing~
.
.
.
Dua hari.
Setelah kejadian tempo hari, kau berusaha keras menghindari Kakakmu. Baik di rumah ataupun di sekolah. Kau akan pergi lebih pagi dan kembali ke rumah lebih telat darinya, dimaksudkan agar tak bertemu pandang atau terlibat pembicaraan dengannya.
Bukan karena kau membencinya.
Hanya saja kau terlalu malu dan bingung ketika berhadapan dengan Naruto nanti. Malu karena telah salah paham dan bertindak bodoh pada waktu itu. Bingung karena perasaan aneh yang berkecamuk di dalam hati serta pikiranmu. Sebuah perasaan yang menimbulkan desiran-desiran aneh ketika berada dekat atau saling menatap dengan Kakakmu.
"Naruko …" Seseorang memanggil namamu—menarikmu kembali pada dunia nyata.
Menolehkan kepalamu perlahan menuju asal suara, dimana sosok yang tengah kau hindari selama dua hari ini muncul di balik pintu atap sekolah—tempatmu kini berada. Ia berjalan mendekat, membuatmu menelan ludah karena tegang. Keringat dingin mengalir dari dahi hingga ke lehermu. Inilah momen yang paling ingin kau hindari.
"Jangan menghindariku lagi!" Ujar Naruto tanpa basa-basi menarikmu ke dalam pelukkan ketika membaca pergerakkan tubuhmu yang akan segera melarikan diri seperti waktu-waktu sebelumnya.
"A-aniki—"
"Diamlah!" Naruto menenggelamkan wajahnya di bahumu—semakin mengeratkan pelukkannya seakan melepaskan kerinduan yang telah lama terpendam. "Lebih baik kau memarahi atau mengomeliku setiap hari daripada kau menghindariku terus-menerus. Kau membuatku kacau, Naruko." Ujarnya lirih.
"A-aniki … Gomenasai …" Lirihmu seraya membalas pelukkan Naruto. Memejamkan kedua matamu, menikmati aroma khas yang begitu kau rindukan.
Hubungan kalian terasa semakin aneh saja.
Begitupun dengan perasaan yang kau punya untuk Kakakmu.
Lantas bagaimanakah perasaan Naruto terhadapmu? Apakah ia merasakan hal yang sama denganmu? Ataukah sebaliknya?
.
.
.
.-To Be Continued-
A/N : Saya inging memberi tahu FF ini hanya kumpulan Drabbles singkat
