Lihat Aku
.
.
.
Cast :
Sanghyuk, Hongbin, Leo, Ravi, Jaehwan, Hakyeon
Summary :
Leo yang dikagumi Hyuk, serta Hyuk yang selalu diperhatikan Hongbin.
Ini bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan, hanya saja mereka yang tidak melihat jika sebenarnya cinta mereka saling berbalas.
-WARNING-
Epilog semi M
Hongbin dan Hyuk sudah sampai didepan rumah besar dengan taman yang luas, bangunan dengan chat hitam-putih ini terlihat sangat elegant dan nyaman.
Setelah masuk dari pintu utama, Hyuk memasuki ruang tamu, dimana ada satu sisi tembok yang di isi oleh banyak foto. Dilihatnya foto itu satu persatu.
"Mr. Yunho & Mr. Jaejoong" Hyuk menggumam
"itu eomma & appa ku" jelas Hongbin
"hah ? gimana maksudnya ?"
"aku dan Leo hyung dibesarkan oleh 2 orang namja, kau lihatkan ? gen ku sudah mentakdirkan diri ku sebagai penyuka sesama jenis hehehe"
"woah, liahtlah. Leo hyung sangat mirip dengan Mr. Jaejoong"
"kamu benar, Leo hyung menuruni wajah eomma ku, terlihat sangat dingin diluar tapi hangat didalam. Mereka sedikit berbicara dan terkesan cuek tapi mereka tau apa yang mereka inginkan dan bagaimana cara mendapatkannya" Hongbin menjelaskan dengan senyum hangat sambil melihat potret namja yang ia panggil eomma
"sedangkan kau…" hyuk melirik hongbin nakal, sambil menunggu penjelasan dari sang kekasih
"yap ! katanya sih aku lebih mirip appa, Mr. Yunho. Charisma nya, wataknya bahkan bentuk tubuhnya pun menyerupai. Aku bangga dengan Appa, ia bisa menjalankan bisnisnya di Jepang tanpa melupakan anak-anaknya di Korea. Ia selalu memantau kami setiap malam"
"eeey, lihatlah, tidak heran para wanita tergila-gila dengan mu binnie, ketampanan dan kecerdasan mu diwarisi dari appa mu, ckck"
Hyuk merangkul tangan Hongbin senang, ia senang bisa mengenal orang tua Hongbin secara tidak langsung.
"kita ke dapur yuk, sepertinya Leo hyung dan Hakyeon hyung sedang menyiapkan makanan" ajak hongbin dan mendapat anggukan dari Hyuk.
Sesampainya didapur, Hyuk melihat adegan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Hakyeon menggunakan neplon berwarna pink dengan gambar bunga sakura, sedangkan Leo…
Lihatlah Leo ! ia memeluk Hakyeon dari belakang dan menyandarkan palanya dipundak kanan Hakyeon, Leo mengikuti Hakyeon keeeeeeee segala arah.
"hakyeon-ah" Leo seperti merajuk
"diam kau, aku sedang masak" jawab ketus Hakyeon
"hakyeon-ah"
"apa sih ?"
"hakyeon-ah"
"Jung Taekwon, kau benar-benar ya !"
"jung taekwon ?" hyuk bertanya ke hongbin
"itu nama kecil Leo hyung, hanya Hakyeon hyung yang bisa memanggilnya seperti itu, sedangkan aku ? bisa-bisa aku dilempari piring oleh Leo hyung" dan hyuk hanya bisa ber-oh-ria
"hakyeon-ah"
"ya !" Hakyeon melepaskan pelukan Leo dan sambil berkacak pinggang Hakyon memutar badannya sehingga ia bisa berhadapan dengan Leo
"kau sangat menyebalkan ! bisa-bisanya kau meninggalkan ku dalam keadaan seperti itu ! wah kau sangat pintar menggoda ku Taekwon ! kau tau aku sudah sampai kli…" Hakyeon tidak melanjuti ucapannya, ia melihat pergerakan mata Leo yang seperti memberi isyarat 'dibelakang mu', tapi tentu saja dengan muka yang datar -_-
Menyadari akan hal itu, Hakyeon berbalik badan dan mendapati Hongbin dan Hyuk yang berdiri diambang pintu
"aah, kalian sudah datang ! duduklah, makanan akan selesai beberapa menit lagi" Hakyeon menyapa dengan ramah, manis sekali
"hongbin-ah, apa kau masih merasa pusing ?" tanya hakyeon memastikan
"sudah tidak hyung, aku sudah membaik" jawab hongbin
"ah syukurlah" pluk Leo kembali memeluk Hakyeon dari belakang, hyuk yang melihat hal itu merasa takjub, mereka sangat bertolak belakang dengan apa yang ia lihat disekolah
"apa mereka selalu seperti itu ?" tanya hyuk kagum
"iya, kau akan sering melihat bagaimana Leo hyung akan manja ke Hakyeon hyung"
"leo hyung… seperti…" hyuk mencari kata yang tepat
"seperti hamster"
"aaah ! tepat sekali" mereka berdua tertawa bersama
Leo, Hakyeon, Hongbin dan Hyuk sudah ada dimeja makan. Namun sepertinya mereka harus menunggu Jaehwan yang berjanji untuk membelikan lauk tambahan.
"annyeoooong~" suara ceria yang hanya dimiliki oleh pria paling imut seantero jagat raya, ia datang bersama dengan namja chingu-nya, Ravi.
"naaah yang ditunggu sudah datang, ayo ayo kita makan" ucap Hakyeon semangat
"aku akan mengambil piring untuk menaruh lauk tambahan ini, sebentar" jaehwan beralih kedapur
"aku tidak menyangka jika kau bisa secapat itu mengambil hati Jaehwan hyung" bisik Hyuk ke Ravi
"tidak ada yang bisa menolak ku, seuri seuri her mind, seuri seuri all mine" Ravi seperti mengucapkan sebuah mantra sambil membentuk lingkaran dengan telunjuk jarinya
"hongbin-ah, apa kalian sudah berciuman ?"
….
Semua orang bingung dengan pertanyaan mendadak dari Leo, dan yang kesalnya lagi Leo menanyakan itu dengan muka datarnya seperti biasa
"ah, itu hyung" hongbin gugup, hyuk hanya menatapnya dengan polos, tidak membantu
"jadi kalian sudah berciuman ?" hakyeon mengintimidasi
"wah, apa itu ciuman yang bergairah ?" Ravi menimpali
"kau harus berciuman dengan lembut" hakyeon tersenyum
"makanan siaaap" jaehwan kembali dari dapur
"ah, hyung, tapi aku diajari leo hyung bagaimana berciuman yg menggairahkan dan itu berhasil" cerita ravi bangga
"ayo kita makan" jaehwan seperti tidak ingin mendengar
"kau jangan mendengarkan namja cabul ini, ciuman haruslah lembut dan penuh kasih sayang" hakyeon mengajari
"memang ciuman menggairahkan itu seperti apa hyung ?" tanya hyuk polos
"nanti juga kau tau" hongbin menjawab
"ayo kita makan teman-teman" jaehwan masih berusaha fokus
"itu sangat menggairahkan, kau harus mencobanya" ravi semangat, leo hanya manggut-manggut
"tidak tidak, kau harus tetap berciuman dengan lembut agar perasaannya tersampaikan dengan baik" hakyeon tidak mau kalah
"tapi pakai lidah lebih seru hyung" ravi mulai detai
"YEOROBUUN ! AYO KITA MAKAAAAN !"
"ndeeeee~" semua menjawaban ajakan Jaehwan dengan kompak, mereka tau jika jaehwan berteriak tandanya ia sudah diambang kesabaran. Dari pada harus mendengar jaehwan mengoceh, lebih baik menuruti apa katanya.
FIN
.
.
.
*epilog*
Hakyeon baru saja menyelasaikan latihan dancenya seorang diri distudio tari, ia sedang beristirahat dibawah jajaran bangku yang ada dipinggir studio.
Cklek
"ah, kau rupanya taekwoni" hakyeon menyambut hangat
Leo duduk dikursi belakang haekyon dan melihat kekasihnya yang berkulit tan sedang mengelap keringat yang ada disekitar keningnya
"mau ku bantu ?" Leo menawarkan
"boleh" Hakyeon berbalik arah dan sedikit mendangak untuk melihat Leo.
Leo menggenggam pergelangan Hakyeon dan menariknya untuk berdiri, dan seperti inilah posisi Hakeyon sekarang yang sedang berhadapan dengan Leo diatas pangkuan pria yang lebih tinggi darinya.
Leo mengambil handuk dan dibersihkannya keringat disekitar leher Hakyeon sambil sesekali meniup halus lapisan leher jenjang milik kekasihnya
"sshh taekwoni, kau tidak harus meniupnya seperti itu" ucap Hakyeon geli
"ow, kalau begitu, bagaimana dengan ini ?" Leo melumat bawah kuping Hakyeon dengan lembut, dibawanya tubuh ramping hakyeon lebih mendekat dan menghapus jarak diantara keduanya.
"nnggh taekwoni" ya, itu adalah titik sensitive yang dimiliki oleh Hakyeon, tangannya dengan gemas menjambak halus surai hitam milik Leo, sambil sesekali digoyangkan pinggulnya, menggesek benda yang ada diantara selangkangan mereka
Tangan Leo yang semula ada dipinggul Hakyeon mulai meraba ke area dada bidang milik Hakyeon, dimainkannya nipple hakyeon bergantian kiri dan kanan.
"nngmmhh" hakyeon meringis nimat, dengan kasar Hakyeon menjambak rambut Leo dan membuat leher mulus Leo terekspos dengan indah, tanpa basa-basi dijilatinya leher Leo dari tengah hingga ketelinga.
Menikmati kelembapan tersebut, Leo hanya bisa mengeluarkan nafas yang gemuru tepat ditelinga Hakyeon. Dibawanya pinggang Hakyeon kegerakan maju dan mundur, ia bisa merasakan ada bagian tubuh Hakyeon yang mulai mengeras.
Puas dengan bagian leher masing-masing, sekarang mulut mereka bertemu dan saling mendominasi. Leo mengemut bagian bawah bibir hakyeon dengan sangat kasar, sesekali ia mengusap bibir pasangannya dengan lidahnya. Hakyeon membuka sedikit mulutnya agar Leo bisa mengakses kedalam dengan mudah. Ciuman ini berlangsung agak lama, pinggang Hakyeon tidak bisa berhenti untuk menggesek, kemudian..
ddrrtt ddrrtt
suara getaran dari hp milik Leo yang ada disaku celananya
ddrrtt ddrrtt
tidak bisa diabaikan, getaran itu masih saja ada, sepertinya ada yang menelfon.
Dengan berat hati Leo menyudahi ciuman panasnya dengan Hakyeon dan Hakyeon hanya bisa menghela nafas lesu
"sebentar sayang, hongbin menelfon. Ya ? .. mau ku jemput ? .. sekarang ? baiklah" Leo langsung bangkit dan Hakyeon terguntai lemah dilantai
"nanti kita lanjutikan lagi, hongbin minta dijemput, saranghae" Leo menghisap bibir hakyeon dengan kuat sampai-sampai menghasilkan suara saat tautan mereka berpisah. Sedangkan Hakyeon masih tidak sadarkan diri, bibir tipisnya berubah menjadi kemerahan dan sedikit berdenyut efek hisapan yang dilakukan oleh Leo.
"ya ! jung taekwon ! awas kau nanti !" kesal hakyeon sambil membanting kasar handuk yang ada ditangannya
Namun ternyata diperjalanan Taekwon terjebak macet, ia menyuruh Hongbin untuk menelfon supir saja agar tidak terlalu lama menunggu. Setelah Hongbin aman, Taekwon berbalik arah dan menjemput Hakyeon di studio. Itulah mengapa Hyuk dan Hongbin melihat adegan Leo yang sedang merajuk ke Hakyeon di dapur, karna Leo sudah memulai permainan tapi tidak menyelasaikan dengan baik, poor Hakyeon ^^~
Annyeong
Beberapa bulan terakhir aku sedang tergila-gila dengan VIXX hahaha,
di FF ini aku tidak menceritakan bagaimana proses Jaehwan dan Ravi hingga bisa pacaran,
haruskah aku buat FF khusus untuk mereka ?
Jika "iya", ayo kita buat ^^ Terimakasih untuk kalian yang sudah membaca FF ini dan memberikan review.
Saranghae 3
-Unicorn28
