"WUAAAAA….AKASHI APA YANG KAU LAKUKAN ?!"
"KYAAA…SEI HENTIKAN!"
'Apa-apaan ini ! apa-apaan ini ! apa-apaan iniii…?! Kenapa seperti ini ? Kamisama ini tidak lucu!'
Kau terus mengutuk-ngutuk Raja Setan Cebol yang terus menghujanimu dengan gunting-chan, seraya terus berlari mengindari gunting-gunting laknat miliknya. Sungguh kau tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi padamu sekarang. Dihujani gunting laknat oleh kekasihmu sendiri ? kau pasti becanda ! ini bukan lelucon. Apa dia ingin melihatmu mati ? konyol. Apakah ada seseorang yang ingin membunuh kekasihnya sendiri?! Tidak mungkin.—kau memang percaya tidak orang semacam itu,namun beda cerita jika orang itu Akashi. Kekasihmu, kapten basket nan arogan, egois yang selalu membawa gunting dikantung celananya. Cukup! –kau tau memang Akashi agak—atau memang Psikopat.
FanFiction
Just story about you and Akashi
Anime :: Kuroko no Basuke
Rated: T+ ,Indonesia.
Disclaimer: saya hanya sekedar menculik Akashi seijuurou dari pemilik aslinya Fujimaki Tadoshi-sensei. #plok\
Genre: Romance
Pairing : Akashi X Reader
Summary: kumpulan drabble kau dan akashi.
WARNING :bad language ,wibu, Readernya maso *slap\ , typo(maybe), no flame.
A.K.A.S.H.I
Enjoy and happy reading~
.
.
.
S for Sadistic
Flashback..
"(Name)."
"Hai ?"
"Kau pergi ke UKS lagi hari ini? Kau tidak sedang sakit kan ?" Tanya Akashi Skeptis.
"Eh , Kenapa kau bisa tau?"
"Tidak penting. Jawab pertanyaanku."
"E,eh..eto.."
'Doshio..' Akashi benar, kau memang tidak sedang sakit hanya sedikit kelelahan saja. Namun ini sudah kedua kalinya kau pergi ke UKS—bagaimana tidak? Sudah dua hari ini materi pada jam olahraga dikelasmu melakukan praktik lari Estafet. Biasa saja memang, tapi untukmu yang seejak lahir lemah dalam olahraga ini bagaikan Neraka. Kau benar-benar kelelahan, staminamu diperas habis sampai ingin mati alasan itulah dua hari ini kau selalu pergi ke UKS setelah jam olahraga dan membuatmu bolos jam pelajaran selanjutnya.
"A, aku sedikit kelelahan setelah jam pelajaran olahrga."
"Kelelahan ?" Akashi sedikit mengernyitkan dahinya menatapmu.
"Y, yaa..dua hari ini kelasku praktik lari Estafet, dan aku kelelahan."
Akashi menghentikan langkahnya, menatapmu sejenak lalu kembali berjalan. Entah apalah yang dia pikirkan.
"Oh? Souka ."
'Apa ? Hanya itu? Cuma begitu responnya ?hahh..'
Kau sedikit kecewa dengan respon Akashi, karna kau berfikir dia akan apa? Hanya begitu saja responnya.
'Memang tidak bisa diharapkan.' Dengusmu dalam hati.
"Sedang apa kau diam disana? Kau tidak mau pulang ?"
"Ah! Ya gomen. Gomen."
.
.
.
Malam harinya, kau menerima E-mail dari menautkan alismu saat membaca isi pesan yang tidak kau mengerti maksudnya.
"Setelah Jam sekolah selesai cepatlah ke Gym, dan bawa seragam olahragamu."
'Searagam Olahraga? Untuk apa?'
Kau sedikit bingung dengan perintah Akashi, dan belum selesai kau mengetik balasan untuk bertanya, poselmu kembali berbunyi—tanda pesan masuk.
"Jangan banyak tanya, ikuti saja perintahku."
Sigh! Dia membaca pikiranmu lagi. Menyebalkan!
.
.
Esoknya..
"(Name)-chan."
"Hai, Doshite Azuki-chan?"
Kau menoleh pada teman sekelasmu, Kirigaya Azuki.
"Ano.. apa kau ada acara? Bisa tidak kau menemaniku ke toko buku hari ini ?"
" Ah! Gomen, Azuki-chan aku tidak bisa, aku sudah punya janji."
"Dengan Akashi-kun ?"
"Ma.. begitulah. Gomenna.."
"Souka, wakatta. Kalau begitu aku pulang duluan, jaa ne~"
"Hai, jaa ne."
Setelah merapikan bukumu dan memasukannya kedalam tas, kau bergegas pergi ke Gym untuk menemui mempercepat langkahmu karena penasaran dengan maksud perintah Akashi di E-mail semalam.
"Oh, (Name)-chan!"
"Doumo, Momo-chan."
"Ano, tadi Akashi-kun berpesan padaku kalau (Name)-chan sudah datang. Kau harus segera ganti baju."
"Hah? Ganti baju? Apa maksudnya?"
"Entahlah, Akashi-kun hanya mengatakan itu. Um.. dia bilang kau pasti mengerti maksudnya."
"Hahhh?"
'Apa maksudnya dengan menyuruhku ganti baju? Chotto matte! Apa yang Sei maksud, aku harus ganti baju dengan seragam olahraga?'
Sedikit ragu dengan kesimpulan yang kau ambil, tapi apa boleh buat. Mungkin memang ini maksud Akashi menyuruhmu membawa seragam olahraga dan ganti baju.
'Tapi untuk apa?'
.
.
Setelah mengganti baju, kau segera mencari Akashi. Dan Bingo! Orang yang kau cari sekarang tepat berdiri didepanmu, sedang mengabsen anggota tim Reguler saat hendak memanggilnya, dia sudah lebih dulu menoleh ke arahmu.
'Ah.. sasuga Emperor Eye'
"Seijuu—"
"Kau telat 10 menit Daiki."
'Heh ? Dai..ki ?'
"Wari, aku ketiduran di atap."
Kau menoleh ke asal suara yang tak asing itu, dan benar dugaanmu ternyata Akashi berbicara dengan Aomine Daiki yang muncul dari belakangmu.
"Latihanmu ku tambah, keliling lapangan 10x."
"Apa? Yang benar saja, kau bercan—"
"Baiklah 20x."
"O ,oy !" Aomine keringat dingin.
"Ma, ma! Sei-chan, itu terlalu berlebihan." Katamu memotong pembicaraan , mencoba meringankan hukuman gila yang diberikan Akashi pada makhluk Dim itu,
Akashi mendelik padamu,
"Kau juga telat 5 menit (Name), Lari keliling lapangan 5x sekarang juga,"
"APA?!" jeritmu spontan.
"Jangan membantahku."
"Ta, ta, tapi kenapa aku juga?" Tanyamu protes.
"Hoy, Akashi, kau tidak serius kan ?"Timpal Aomine yang masih tak percaya harus keliling lapangan 20x.
"Seii.. apa maksudnya ini ?"
"Ringankan sedikit hukumanku.."
"Ne.. Sei-chan?"
"Akashi tolon—"
DLEB
DLEB
PSSSS…..
"HIYAAAAAA…!"Jeritmu kompak dengan Aomine , melihat gunting-chan dengan mulus menancap pada bola basket yang tidak bersalah.
" . Membantahku heh ?" Akashi menyeringai setan.
'OH KAMISAMA !'
Kau merasa akan mati hari ini. Lihat saja senyum yandere Akashi yang indah—eh? Indah? Tidak! Eh tapi dia memang tampan! Oke cukup. Bukan saatnya kau bergolak dengan pikiranmu, sekarang kau benar-benar di ambang kematian.
'Apa yang harus ku lakukan , apa yang harus ku lakukan? Aku harus kabur.'
Kau melangkahkan kakimu mundur perlahan , berharap kamisama memberikanmu umur panjang. Kau melirik sedikit kearah Aomine yang berada disampingmu, dan lihatlah entah bagaimana untuk situasi seperti ini kau malah kompak ! kau ingin sekali menagis terharu sekarang juga.
Aomine juga melangkah mundur perlahan sama seperti yang kau lakukan, mencoba menghindari Akashi yang mulai mengeluarkan Aura-aura Neraka dengan Background api berkoar-koar. 'Ugh! Habislah aku.'
Namun apa daya, Nasi telah menjadi bubur. Kamisama sedang tidak berpihak padamu, kau melihat Akashi mulai mengeluarkan selusin gunting-chan. Yang entah bagaimana bisa muat didalam kantung celanannya. 'Ooohh! Kantung Doraemon versi baru kah ?'
"kalian tidak ingin bernasib sama dengan bola basket disana kan ?"
DLEB
DLEB
DLEB
"WUAAAAA….AKASHI APA YANG KAU LAKUKAN ?!"
"KYAAA…SEI HENTIKAN!"
Flashback End..
Dan begitulah, penyebab awal jerit memilukan yang sedang terjadi padamu sekarang—plus Aomine. Si Dim yang ikut serta dalam hukuman Akashi—atau lebih tepatnya kaulah yang ikut serta ? Masa bodoh, yang jelas kau masih tidak mengerti mengapa Akashi juga ikut menghukummu.
Kau terus berlari, melompat, menunduk,menghindari gunting-chan yang terus dihujani Akashi padamu dan Aomine.
'Apa-apaan ini ? Aku bisa mati kalau begini terus! Hah.. hah..'
Nafasmu mulai terengah, tubuhmu terasa berat, kau mulai kelelahan. Inilah resiko mempunyai tubuh lemah! Ugh.. kau iri dengan Aomine yang terus berlari dengan sedikit jarak didepanmu,sama sekali belum terlihat kelelahan. Sasuga..inikah efek latihan neraka yang diberikan Akashi setiap hari ?
'Sial, kalau seperti ini terus aku yang akan jadi tumbal lebih dulu. Aku harus cari cara.' Dengan hebatnya , kau takjub pada dirimu sendiri yang bisa berfikir ditengah situasi hidup dan mati seperti ini.
"Hoy Ahomine ! hah..hah.."panggilmu dengan nafas terengah.
"Aku bukan Aho!" Aomine menoleh ke arahmu yang berada tak jauh dibelakangnya.
"Itu tidak penting. Kita tidak bisa berlari seperti ini terus, kita harus kabur."
"Apa? Kau gila!"
"Sudah lakukan saja! Aku tidak mau mati muda."
"Geh! Baiklah, tapi kalau aku mati berikan aku sesajen majalah Mai-chan!"
'Cih, apa katanya ? majalah Mai-chan ? Si Aho yang satu ini masih sempat-sempatnya memikirkan model gravure itu?'
"Terserah apa katamu Aho! Cepat kau lari kesana, aku kearah sini."
Aomine hanya mengangguk menerima instruksi darimu, kau mulai berlari kearah yang berlawanan dengan Aomine, namun lagi-lagi sepertinya keberuntungan tidak memihakmu. Entah bagaimana , Akashi sepertinya mengetahui rencanamu untuk kabur. Dengan mulus Akashi mengunuskan gunting-chan kearah kakimu dan Aomine ,mencoba memlokir arah jalanmu.
'Sial, kenapa Sei bisa tau.' Untuk yang satu ini sepertinya kau lupa jika Akashi memiliki Emperor Eye.
Apa daya , dengan gagalnya rencanamu. Mau tidak mau kau dan Aomine kembali berlari seperti semula.
"Hah..hah.. Aku—sudah tidak—kuat lagi…"
Nafasmu semakin berat, gerak kakimu semakin melambat, kepalamu mulai pening, matamu berkunang-kunang, pandanganmu mendadak menjadi putih.
"Hah..hah..sepertinya aku akan ja—tuh."
BRUKKK
Dan benara saja kau jatuh pingsan seketika.
"Wuaaa Akashi! (Name) pingsan !"
.
.
.
"Tidak! Jangan bunuh aku Sei, maafkan aku! Aku mencintaimu. Tidak , hentikan ! tolong! Kyaaa!"
Kau membuka matamu, pemandangan pertama yang kau lihat adalah ruang serba putih, nafasmu memburu. Kau menyadari yang terjadi barusan adalah mimpi.
"Hhh..yokatta." kau menghela nafas lega.
"Kau sudah sadar?"
"Eh?" kau spontan menoleh ke asal suara bariton yang tak asing ditelingamu, suara seseorang yang muncul dimimpimu barusan.
"Ke, kenapa kau ada disini ? Eh.. eto, dan dimana aku sekarang?" tanyamu yang baru sadar kalau ini bukanlah kamarmu.
"Menunggumu. Ini UKS." Jawab Akashi singkat.
"Bukan itu maksudku, tapi kenapa aku bisa berada disini?"
"Kau pingsan."
"Hah?" sejenak kau mencoba mengingat apa yang telah terjadi, dan dengan sekejab memorimu tentang kejadian nista berputar kembali.
"Ah! A, aku ingat sekarang.."
"Hn."
"Siapa yang membawaku kemari ? jangan bilang kau yang—"
"Ya. Memang aku."
Wajahmu mendadak bersemu, merasa sedikit senang saat tau Akashi lah yang membawamu ke UKS. 'apa dia menggendongku ? Kyaaa.. pasti memalukan dilihat banyak siswa lain.'
"Aku tidak menggendongmu,karena kau berat jadi aku menyeretmu."
KRAKK
Seketika khayalan indahmu runtuh. 'ugh! Menyebalkan. Sudah membuatku pingsan lalu menyeretku ke UKS ?' kekesalanmu sudah mencapai ubun-ubun. Tidak bisakah dia romantis sedikit? Eh, tidak ! tidak! Seorang Akashi romantis ? dunia pasti kiamat, membayangkannya saja membuatmu merinding.
"Grr.. maaf saja ya kalau aku berat. Aku juga tidak memintamu membawaku kemari, kau bisa tinggalkan aku saja tadi." Jawabmu ketus sambil kembali berbaring dan menarik selimutmu memunggungi Akashi.
"Dan membiarkanmu disentuh orang lain ,begitu ?"
Kau terdiam.
"(Name) ,berbalik sekarang juga." Perintah Akashi padamu.
Kau masih diam, tak menuruti kata-katanya.
"hhh.."Akashi menghela nafas.
merasa mendadak sedikit sempit dengan ranjangmu,kau segera membalikan bola matamu membulat sempurna saat melihat Akashi telah berbaring disebelahmu.
BLUSSHH.. wajahmu merona sempurna.
"A,a, a, ap, apa yang kau lakukan ?"
"Berbaring."
"Ma, maksudku kenapa kau berbaring disini? Pindah ke ranjang sebelah saja sana."
"Kau memerintahku ?"
"Kenapa tidak? Cepat sana pindah…!" usirmu pada Akashi sambil mendorong tubuhnya menjauh darimu. Namun dengan cepat Akashi mengunci kedua lenganmu, meraih kepalamu dan mendekapmu kedalam pelukannya.
"S, Se, Seiiii! Lepaskan aku, bagaimana kalau ada yang melihat nanti." Kau benar-benar malu, wajahmu terasa panas, jantungmu serasa ingin meledak.
"Tidak akan ada orang, semua sudah pulang."
"Ta, tapi tetap saja—"
"Diamlah sebentar saja, aku lelah." Perintahnya mutlak.
Kau terdiam,mulutmu seperti terkunci. Entah mengapa aroma tubuh Akashi membuatmu nyaman, aroma mint yang kau rindukan dan pelukannya yang hangat—menyebalkan sekali menerima kenyataan kalau kau sangat menyukai pria menyebalkan ini.
"Maaf."
"Eh?"
"Maaf, membuatmu pingsan (Name).awalnya aku hanya ingin melihat sejauh apa staminamu, tapi diluar perkiraanku ternyata kau sangat lemah."
'Hah? Apa? Itu permintaan maaf atau sedang mengejekku ?'
"Aku tidak akan membuatmu pingsan lagi, maaf."
Kau merasakan Akashi semakin erat mendekapmu, semakin hangat, semakin terasa nyaman dengan dirinya yang mengelus suraimu dengan sayang. Pernyataan maaf Akashi yang begitu manis..
"un..daijoubu. demo.. boleh aku meminta sesuatu ?"
"Hn ?"
"Ma.. nanti jika sudah saatnya akan ku beri tau. Yakusoku ?"
Akashi mengernyitkan dahinya, menatapmu- Mencoba menebak permintaan yang akan kau minta.
"Baiklah."
"yatta!" Begitu senangnya mendengar janji Akashi, kau reflek membalas pelukan Akashi dengan erat. Wajahnya sedikit merona malu karena kaget dengan perlakuanmu yang mendadak. Namun sayang kau tak dapat melihatnya.
"Mau sampai kapan kau mau memelukku begini ? kau tidak ingin pulang heh ? atau kau ingin bermalam disini denganku ?" Akashi menyeringai indah.
BLUSHHH..
Dengan cepat kau menjauhkan tubuhmu dari Akashi dengan mendorongnya. Namun karena ranjang yang tidak terlalu besar membuatmu malah jatuh tersungkur ke lantai.
BRUKK
"AWW! Ittai !" kau megelus-elus bokongmu yang baru saja mencium lantai—lalu melihat Akashi yang menahan tawa , tanpa ada niatan menolong sama sekali. Menyebalkan! benar-benar memalukan!
"Baka." Akashi kembali menyeringai.
'OH KAMISAMA! Mengapa ada makhluk macam dia ini!'
.
.
.
Esoknya..
'sekali lagi kubilang, APA-APAAN INIIIIII ?!' jeritmu dalam hati.
Sudah senang dengan niatan menunggu Akashi latihan basket yang tidak akan menyuruhmu keliling lapangan seperti kemarin ,dengan suasana hati lovey dovey. Tapi apa? Dugaanmu meleset total! Mood mu hancur seketika saat Akashi memerintahkanmu berdiri dibelakang ring untuk menjadi pemungut bola basket yang gagal dishoot oleh rekan timnya.
Akibatnya ? kau harus berlari kesana kemari mengikuti bola yang meleset. Ini bahkan lebih parah dari lari keliling lapangan kemarin.
"(Name), jangan diam saja disana. Pungut bola-bola nya." Perintah Akashi.
"Apa-apaan ini Seii ?"
"Hn ?"
"Bukankan kau bilang kemarin tidak akan membuatku pingsan lagi ?"
"Oh? Aku memang bilang begitu. Tapi aku tidak pernah bilang akan menghentikan hukumanmu."
"APA?!"
"Sudah lakukan saja. Lagi pula itu latihan yang bagus untuk melatih staminamu yang lemah." Akashi menyeringai ,lalu melenggang pergi begitu saja.
'GRRRRRRRRR….aku memang tidak akan pingsan, tapi mati! TERKUTUKLAH KAU SEIJUROOOOOUUU'
'Tidak peduli selemah apapun tubuhmu, karena itu semua hanya akan membuatku ingin semakin melindungimu. Aku hanya berharap kau menerima sepenuhnya perasaan cintaku yang akan berubah sadis jika menyangkut dirimu..karena hanya aku yang boleh menjadi pelindungmu ,seumur hidup'.
.
.
.
To be Continued ..
Lanjut ? please review:3
A/N : OMATASEEEEEEE… sekali lagi author minta maaf karna lama update padahal chapter sebelumnya kilat banget hehe. Ya.. seperti yang udah saya bilang sebelumya, kalo saya minggu kemaren sibuk dengan UAS. Curhat dikit, UAS saya kemaren Sureeemmm…-_- materi per matkul seabrekk! Dan kerennya giliran saya udah pelajarin itu semua sampe ngapalin .errr…ternyata soal yang banyak keluar materi pert 1-6 ! sedangkan saya pelajarinya materi pert 9-14 ! ohoo..maunya apa dh itu soal. Pengen bunuh diri pake peniti rasanya *slap\
Oh, dan saya agak stress karna project kostum ngga bakalan sesuai deadline. Dan lagi-lagi problem utama karna moneeeyyy….miskin mendadak saya karna event CLAS:H kemaren. Pffftt~ maa..tapi lumayan terbayarlah karna saya kesampean juga nonton langsung mini concert nya Hironobu kageyama-san, musik dan suaranya bener-bener bikin nostalgia masa kecil. Jaman-jamannya nonton saint seiya omega di spacetoon lol dan puncaknyaaaa dengan rela nunggu smpe jam 7 malem akhirnya saya ketemu REIKA-SAMA! Ahahahak \(/)/ ada juga sih Aza Miyuko sama Yukari Shimotsuki tapi bodo amat, karna saya Cuma pengen ketemu REIKA-SAMA! PELUK-PELUK DIKIT PENGENNYA *DUK\ LOL XD
Saa..saya sudahi sajalah curhat ga penting ini. Sekali lagi gomen ,dan doumo arigatou gozaimasu buat yang udah mampir. Nge-fav,follow, apalagi yang nge-review maap saya ga bisa reply satu-satu .sankyuu sekali buat yang ngasih kritik dan sarannya..saya seneng loh XD
Matta ne~ (^^)/
