Paparazzi!

Disc: Masashi Kishimoto

Rat: T

Warn: BL, Miss Typo, dan banyak lagi..

Don't Like, Don't Read!

Tidak suka jangan dibaca!

Terima kasih untuk pembaca cerita ini…

Terima kasih untuk peng-fave dan peng-review…

m(_._)m

Selamat membaca…


Chapter 4: Naruto Defence


Drama Cinta?

Naruto Uzumaki, pemuda yang namanya cukup terkenal di dalam dunia hiburan per-film-an telah mencium seorang paparazzi di depan banyak wartawan. Dari peristiwa itu makin terlihat jelas jika antara Uchiha maupun Uzumaki memiliki hubungan selain hubungan antara artis dan paparazzi. Lalu apa hubungan antara mereka? Apa yang sebenarnya terjadi antara Naruto dan paparazzi yang bernama Sasuke Uchiha? Apakah kejadian ciuman di diskotik yang bernama Konoha Palm Beach merupan bukti cinta segitiga antara Uzumaki, Uchiha, dan Haruno? Lalu siapakah yang akan dipilih oleh Uzumaki? Untuk lebih jelasnya, kita tanyakan pada penjaga diskotik konoha Palm Beach yang telah melihat semua kejadian tersebut. "Awalnya Haruno dan Uchiha yang datang kemari. Setelah itu, Uzumaki datang untuk menjemput Nona Haruno yang sedang mabuk," kata penjaga diskotik Konoha Palm Beach yang meminta majalah Konoha Magazine untuk memberitahukan namanya pada publik. "Setelah itu-

Sasuke melempar majalah yang dibacanya ke meja yang ada di depannya. "Berita yang bagus," kata Sasuke dengan senyum a la Uchiha. 'Bagus sampai-sampai aku ingin membunuhmu, Uzumaki!' teriak Sasuke di dalam hati. Aku menunggumu sekarang juga. Disini!

Flashback

Naruto berjalan ke arah Sasuke secara perlahan-lahan, tidak peduli sama sekali dengan para wartawan yang telah banyak mengambil gambarnya. 'Kau adalah orang paling brengsek, Uchiha! Kau telah membuat aku marah, dan kau tahu apa artinya seorang Naruto Uzumaki marah?'

Naruto berdiri di depan Sasuke dan menarik kerah jaket Sasuke. Beberapa saat kemudian terjadilah keributan yang lebih dari sebelumnya-di sekitar Naruto dan Sasuke. Kamera pun tidak henti-hentinya mengambil gambar Naruto maupun Sasuke, tetapi hal tersebut tidak dipedulikan oleh Naruto, karena kali ini Naruto hanya terfokus pada ciumannya dengan Uchiha…

Dengan kata lain..

Naruto Uzumaki sang artis terkenal telah mencium Sasuke Uchiha yang merupakan seorang paparazzi di depan para wartawan maupun paparazzi, selain Sasuke.

Sasuke membelalakkan mata,'Apa yang dipikirkan oleh si Dobe?' pikir Sasuke. Dia menciumku?

'Untuk apa menciumku?' Sasuke mengerutkan dahinya di tengah-tengah ciumannya dengan Naruto.

Untuk apa Naruto mencium Sasuke?

Apabila Naruto mencium Sasuke karena alasan jatuh cinta pada Sasuke? Tentu saja tidak! Selain mereka baru saja bertemu, tidak mungkin Naruto jatuh cinta begitu saja pada orang yang selalu ingin menghancurkan karirnya.

Apabila Naruto mencium Sasuke karena alasan balas dendam? Untuk apa? Memangnya dengan mencium Sasuke bisa membalaskan semua dendam Naruto pada Sasuke.

Lalu untuk apa?

'Aw!' seru Sasuke di dalam hati ketika merasakan sesuatu telah menggigit lidahnya.

Naruto melepaskan ciumannya dan memeluk Sasuke dengan erat. "Hai, Teme!" sapa Naruto dengan frekuensi suara yang hanya bisa didengar olehnya dan Sasuke.

Menyapa?

'Mau apa lagi dia?' pikir Sasuke sambil berusaha menghindari wartawan yang akan mengambil gambar wajahnya. "Hn?"

Naruto tersenyum tipis, "kita bertemu lagi..," kata Naruto. "Tetapi kali ini posisimu lah yang terjepit."

'Sudah dimulai?' pikir Sasuke. Akan aku coba.

Sasuke tersenyum a la Uchiha dan membalas pelukan Naruto. "Terjepit dalam arti apa Naru-chan? Apa kau sangat menginginkan diriku? Jika begitu, aku rela memberikan kunci rumah dan kamarku. Siapa tahu kau ingin bermain denganku semalaman," bisik Sasuke dengan nada mesra.

Wartawan berusaha mendengar apa yang Naruto dan Sasuke ucapkan, tetapi tidak ada satupun dari para wartawan tersebut yang berhasil mendengar pembicaraan Naruto dan Sasuke karena suasana sangat bising dan sangat tidak mendukung.

'Bercinta denganmu?' pikir Naruto.

"Dalam mimpimu aku akan bercinta denganmu, Uchiha," bisik Naruto dengan nada judes.

Dalam mimpi?

'Aku tidak pernah bermimpi tentang itu, Dobe!' pikir Sasuke sambil mempererat pelukannya. "Siapa bilang aku ingin bercinta denganmu? Aku hanya bilang ingin bermain denganmu semalaman," kata Sasuke dengan nada usil.

Naruto memutar kedua bola matanya. "Lucu. Sekali. Uchiha. Aku melakukan semua ini hanya ingin memberitahukanmu untuk segera memberikan aku semua hal tentang diriku dan teman-temanku," kata Naruto.

'Oh, dia melakukan sejauh ini hanya untuk meminta data dirinya dan teman-temannya?' pikir Sasuke. Pasti dia mempunyai suatu trik untuk menyudutkanku. '… Dan aku ingin tahu, sehebat apa triknya.'

Sasuke kembali tersenyum a la Uchiha, "Jika aku tidak mau?" tanya Sasuke.

'jika kau tidak mau? Akan aku buat mau bagaimanapun caranya. Termasuk membuat gosip buruk tentang diriku bersama dirimu.' pikir Naruto.

Naruto menghela napas dan melepaskan pelukannya. Sasuke memandang wajah Naruto. Bibir yang bergetar, mata yang sembab, dan hidung yang memerah. Jangan-jangan…

Sasuke menarik Naruto dan memeluk Naruto kembali dengan erat. "Baiklah, Dobe! Aku akan menuruti semua keinginanmu," kata Sasuke. Mendengar perkataan Sasuke, Naruto tersenyum penuh kemenangan. 'Kalah juga kau, Teme!' pikir Naruto.

'Aku tidak rela jika namaku tercemar oleh artis seperti dia,' pikir Sasuke. '... Karena Uchiha adalah seseorang yang mempunyai harga diri tinggi.'

"Baik, kalau begitu aku akan menemuimu di kantormu besok. Bersiap-siaplah!" kata Naruto. Setelah itu, Naruto melepaskan pelukannya dan memandang Sasuke yang juga memandangnya.

Onyx bertemu biru..

Mereka berdua saling pandang. Tetapi bukan pandangan cinta maupun pandangan kagum dengan orang yang dilihatnya. Mereka berdua saling pandang dengan sorot mata saling benci antara satu dengan lainnya. Untuk pertama kalinya bagi diri mereka berdua mendapatkan musuh bebuyutan yang ingin sekali mereka jatuhkan saat ini juga.

Intinya.

Naruto dan Sasuke adalah musuh yang tidak akan pernah saling memaafkan atau memaklumi mulai detik ini.

'Akan aku balas kau, Uzumaki,' pikir Sasuke.

"Aku setuju," kata Sasuke. Setelah berkata demikian, Naruto melepaskan pelukannya, dan berjalan meninggalkan Sasuke sambil berusaha menerobos kerumunan wartawan yang mengelilinginya untuk masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Sasuke, hanya sibuk melihat tempat terakhir dia melihat Naruto. Sasuke pun kini menjadi target wartawan.

"Uchiha, Uchiha, sebenarnya apa hubungan anda dengan Uzumaki?" tanya wartawan wanita.

"Uchiha… Uchiha…" seluruh wartawan pun memanggil namanya.

Sasuke tersenyum tipis dan menyentuh ujung lidahnya yang terluka akibat digigit oleh Naruto. 'Kau pikir aku bisa semudah itu dikalahkan Uzumaki?' pikir Sasuke. Lucu juga kau Uzumaki. Aku tahu, kau pasti akan memberikan kabar yang tidak-tidak pada wartawan mengenai diriku atau malah memberikan kabar tidak-tidak tentang diriku dan dirimu.

End Flashback

Sasuke memejamkan matanya dan membuka matanya kembali secara perlahan. 'Kau memang penuh kejutan,' pikir Sasuke.

Sejak pagi Sasuke sudah berada di dalam ruang kerjanya, di perusahaan Uchiha Magazine. Baru pertama kali bagi seorang Uchiha menunggu seseorang selain Itachi maupun keluarganya. Hanya karena rasa penasaran yang berlebih terhadap Naruto, Sasuke rela meluangkan waktunya untuk pemilik rambut pirang tersebut. Tetapi sudah berjam-jam menunggu, hingga pagi pun sudah berganti siang, Naruto belum saja tiba.

Dan akhirnya, terdengar suara ketukan pintu yang membuat Uchiha bungsu tersadar dari lamunannya.

"Masuk!" perintah Sasuke. Setelah suara perintah Sasuke terdengar, perlahan pintu ruangan kerja Sasuke membuka dan seperti biasanya hanya memperlihatkan sesosok Karin. "Ada apa?" tanya Sasuke.

"Tuan Uchiha, tamu yang ditunggu-tunggu anda telah tiba," kata Karin. Mendengar perkataan Karin, Sasuke mengangguk. "Suruh dia masuk!" kata Sasuke.

Karin mengangguk hormat pada Sasuke dan menutup pintu ruangan kerja Sasuke. Setelah beberapa saat, pintu kembali membuka dan memperlihatkan sesosok rambut pirang, dengan kaca mata biru yang menutupi matanya, syal yang tersimpan rapih di lehernya dengan jaket berbulu yang menutupi tubuhnya. Uzumaki Naruto telah tiba di ruangan Sasuke Uchiha.

"Duduk!" seru Sasuke-yang nada suaranya lebih terdengar perintah daripada mempersilahkan seseorang untuk duduk. Mendengar seruan Sasuke, Naruto mendengus kesal dan membuka kaca matanya yang berwarna biru sambil duduk di kursi yang letaknya berseberangan dengan kursi yang diduduki Sasuke.

"Mana barang yang aku minta?" pinta Naruto.

Sasuke tersenyum kecil, "sabar, kau tidak mau memesan minum?" tanya Sasuke yang bermaksud untuk 'sopan.'

Naruto pun tersenyum dengan 'ramah.' "Tidak. Terima kasih, Uchiha. Aku datang kemari hanya ingin meminta barang yang tadi malam aku katakan," kata Naruto sambil membetulkan posisi duduknya.

Uzumaki Naruto...

'Semudah itukah aku melepaskan barang-barang itu?' pikir Sasuke.

Sasuke beranjak dari kursinya dan secara perlahan berjalan mendekati Naruto, "jika aku tidak mau… sebenarnya apa yang akan kau lakukan?" bisik Sasuke di telinga Naruto. Mendengar bisikan Sasuke, Naruto memandang wajah Sasuke sehingga dari jarak wajah yang sangat dekat, mereka bisa melihat bayangan diri masing-masing di mata lawannya. "Kau tahu aku ini adalah seorang aktor?" tanya Naruto pada Sasuke.

Sudah diduga!

Sasuke mengangkat sebelah alisnya, "Lalu?" tanya Sasuke.

Naruto 'membersihkan' debu di pundak Sasuke. "Aktor hebat adalah seseorang yang bisa memainkan perannya dimanapun dia berada, dan dalam kondisi apapun," kata Naruto. "…dengan kata lain, aku akan berperan antagonis di malam kemarin jika kau tidak menuruti perintahku."

Sasuke menjauhkan dirinya dari Naruto dan berjalan kembali ke tempat duduknya, "kau pasti akan menjadi artis yang hebat, Uzumaki," kata Sasuke. 'Artis yang hebat jika tidak ada diriku,' pikir Sasuke sambil membuka laci mejanya.

Sasuke memperlihatkan foto-foto yang ada di tangannya pada Naruto. "Ini yang kau mau?" tanya Sasuke dan setelah Sasuke bertanya demikian, Naruto memandang foto-foto tersebut. "Iya, dan back up foto?" tanya Naruto.

Sasuke menggelengkan kepalanya, "Kemarin kau tidak meminta back up-an foto itu, bukan?" kata Sasuke. Mendengar perkataan Sasuke, Naruto memutar kedua bola matanya. "Cepat berikan!"

Sasuke menghela napas, dan mengambil back up foto tersebut dari dalam laci-tempat tadi Sasuke mengambil foto. "Ini," kata Sasuke sambil menyerahkan back up-an foto pada Naruto. Naruto pun memandang Sasuke. "Tidak ada lagi?" tanya Naruto. Mendengar pertanyaan Naruto, Sasuke menggelengkan kepala. 'Ada tidak ya?' tanya Sasuke di dalam hati.

"Bagus," kata Naruto. "Aku pergi dulu, maaf jika aku mengganggu waktumu." Setelah itu, Naruto berdiri dari tempat duduknya.

Sangatlah mudah jika seperti ini.

Lalu?

Sasuke tersenyum lebar dan dengan secepat kilat menghadang Naruto, sehingga Naruto kembali terduduk di kursinya. "Kau akan mendapatkan balasannya Uzumaki," kata Sasuke sambil memandang mata biru di depannya.

Naruto memperlihatkan seringainya, "Balasan? Balasan apa, Uchiha?" tanya Naruto pada Sasuke.

Sasuke mengelus pipi Naruto, "aku tidak akan segan-segan menghajar orang yang telah menghajarku, Uzumaki," kata Sasuke.

"Sangat disiplin terhadap aturan hidupmu Uchiha. Apa kau mempunyai kumpulan kamus untuk mempertahankan egomu?"

Sasuke memperlihatkan senyum a la Uchiha-nya, "jika aku punya. Apa kau ingin meminjamnya?" tanya Sasuke.

Naruto memainkan kerah baju Sasuke, "tidak dibutuhkan kamus untuk menghancurkan ular, karena jika kau seekor rubah maka dapat dipastikan kau sudah mengetahui bibit, maupun bobot sang ular."

Sasuke mendekatkan wajahnya pada wajah Naruto, sehingga Sasuke dapat merasakan hembusan napas Naruto. "Jika begitu… Buktikan jika kau adalah seekor rubah, Uzumaki… dan aku dengan senang hati akan selalu menunggu sang rubah untuk menghancurkan dirinya sendiri," kata Sasuke.

Naruto menyingkirkan badan Sasuke dan berdiri dari kursinya, "dalam kamus mu adalah tentang egomu.. sedangkan dalam kamus ku tidak ada catatan atau tulisan sama sekali, dan kau tahu apa artinya, Uchiha?"

Sasuke mengangkat sebelah alisnya.

Naruto memandang Sasuke, "aku adalah orang yang bisa melakukan apapun tanpa mempunyai aturan yang mengikatku," kata Naruto. Setelah berkata demikian, Naruto beranjak pergi meninggalkan Sasuke.

'Tidak ada hal yang tertulis dalam kamus mu?' pikir Sasuke.

Setelah itu, Sasuke mengambil ponsel yang berada di atas meja kerjanya. Ditekannya tombol-tombol yang ada pada ponsel tersebut. Dan setelah itu, Sasuke meletakkan ponsel tersebut di telinganya.

"Suigetsu, back-up foto-foto Uzumaki dan kawan-kawannya masih ada, kan?" tanya Sasuke.

"Tentu saja, boss! Memangnya kenapa?" tanya Suigetsu.

Mendengar perkataan Suigetsu, Sasuke kembali tersenyum, "bagus. Simpan saja, siapa tahu aku akan membutuhkannya nanti," kata Sasuke. Setelah berkata demikian, Sasuke memutus hubungan selular-nya dengan Suigetsu. 'Kau lupa Uzumaki, jika aku tidak bekerja secara sendiri,' pikir Sasuke.

-

-

Naruto hendak menuju ke tempat dimana mobilnya berada ketika melihat seseorang bermata onyx, berambut hitam berpapasan dengannya. Orang tersebut pun memandang Naruto, sehingga mata mereka berdua saling bertatapan.

Onyx bertemu biru…

Itachi bertemu Naruto…

Baik Naruto dan Itachi menghentikan langkahnya. Naruto merasakan rasa heran karena melihat orang yang begitu mirip dengan Uchiha. 'Siapa dia? Relasi Uchiha?' tanya Naruto di dalam hati. Sedangkan Itachi merasakan kesempatan yang ditunggu-tunggunya telah tiba. "Uzumaki Naruto?" tanya Itachi pada Naruto. Mendengar pertanyaan Itachi, Naruto mengangguk pelan. 'Siapa dia?'

-

-

Harum jeruk. Tempat tidur yang empuk. Suasana yang berbeda dari biasanya? Sakura membuka kedua matanya secara perlahan. Dinding berwarna oranye, dan wangi parfum pria menyerbak di seluruh ruangan. Sakura merubah posisinya menjadi terduduk dan menguap. 'Rupanya aku ada di kamar Naruto?' pikir Sakura. Kenapa bisa?

"Aw!" seru Sakura saat kepalanya terasa sakit. 'Pasti ini akibat aku terlalu banyak minum,' pikir Sakura. Apa yang sebenarnya terjadi? Terakhir aku ingat, aku berada…

Sasuke Uchiha!

'Apa yang dia lakukan padaku?' pikir Sakura sambil beranjak dari tempat tidur milik Naruto. Kenapa aku tidak mengingat apapun?

Saat Sakura sedang asik dengan pikirannya, tiba-tiba pintu kamar Naruto membuka dan memperlihatkan sesosok pria ber-masker. "Kau baik-baik saja, Nona Sakura?" tanya Kakashi. Mendengar suara Kakashi, Sakura langsung memandang Kakashi. "Kenapa aku bisa ada disini?" tanya Sakura.

Kakashi tersenyum kecil dan berjalan mendekati Sakura. "Ini! Minum dulu," kata Kakashi sambil menyerahkan segelas susu hangat pada Sakura.

Sakura mengambil segelas susu yang diberikan Kakashi, "terima kasih. Kenapa aku ada disini, Kakashi?" tanya Sakura sekali lagi. Mendengar pertanyaan Sakura, Kakashi menganggukan kepalanya, "…Karena kau dibawa, Tuan Naruto kemari," kata Kakashi.

Sakura membelalakkan mata, "bukannya aku bersama… Kenapa bisa Naruto yang membawaku kemari?" Sakura menggigit bibirnya yang bagian bawah, 'mudah-mudahan apa yang aku pikirkan salah.'

"Kau menjadi umpan untuk mendapatkan Uzumaki," kata Kakashi. Mendengar apa yang Kakashi katakan, Sakura terjatuh ke lantai dengan lemas. 'Lagi-lagi… lagi-lagi aku merepotkan dia.'

Kakashi merubah posisinya menjadi jongkok agar bisa membantu Sakura untuk berdiri, "Nona Sakura, semua sudah diatasi.. meskipun ini sangat kasar, tetapi Tuan Uzumaki sudah mengatasi semuanya," kata Kakashi. Mudah-mudahan sudah mengatasi semuanya.

Ini sangatlah buruk bagi Sakura. Awalnya Sakura berniat melupakan Naruto dengan cara apapun setelah mendengar Hinata Hyuuga yang merupakan teman baik Sakura menyukai Naruto. Sakura merasa tidak adil bagi Naruto jika disaat Naruto sudah berhasil dan menjadi orang sukses, dia baru menyukainya. Tidak seperti Hinata yang selalu menjadi fans Naruto semenjak Naruto hadir di dunia hiburan, Sakura harus mengetahui siapa Naruto sebenarnya dan harus mengalami banyak tahapan kehidupan sebelum menyukai Naruto. Dengan kebaikan dan perhatian Naruto lambat laun Sakura menjadi jatuh cinta pada Naruto. Tetapi tetap saja bagi Sakura ini tidak adil untuk Naruto maupun Hinata.

Sakura meneteskan air matanya. "Aku merepotkan Naruto lagi, ya?" tanya Sakura. Melihat air mata Sakura, Kakashi yang sudah menganggap Sakura sebagai anak mengelus rambut Sakura. "Tidak mungkin Tuan Naruto merasa kerepotan apabila berhubungan dengan nona," kata Kakashi.

Sakura menghapus air matanya, "a-aku bingung… aku sudah mencoba melupakan dia tetapi tidak bisa.. aku sudah berpacaran dengan banyak pria.. tetapi tidak bisa melupakan dia. Aku tidak bisa melupakan kebaikan dan perhatian dia.. tetapi Hinata akan-"

"Tida ada yang tidak adil di dunia ini nona. Terlebih untuk urusan cinta…," kata Kakashi, memotong omongan Sakura. "Aku siap membantumu…," lanjut Kakashi.

Sakura memandang Kakashi, dan memeluk Kakashi dengan tangisan yang makin keras. 'Aku tahu penderitaan yang kau rasakan, nona..,' pikir Kakashi.

-

-

Mereka berdua saling bertatapan. Saling mencoba untuk memahami perasaan satu dengan lainnya. Suasana kafe yang begitu nyaman membuat mereka berdua merasa tenang di tengah-tengah pekerjaan dan masalah yang menumpuk pada diri mereka masing-masing.

'Apa yang aku lakukan adalah langkah yang benar?' pikir Itachi. Bekerja sama dengan orang yang dibenci oleh adik kesayanganmu.

Tetapi..

'Jika tidak seperti ini, aku tidak akan bisa membuat keluargaku utuh kembali..,' pikir Itachi sambil memandang Naruto yang sedang memakan kue yang berada di atas piring. 'Karena mau bagaimapun keluargaku seperti ini adalah akibat diriku..'

Naruto memandang wajah Itachi yang berubah menjadi gusar. Naruto menghela napas, "jika kau masih ragu, jangan lakukan."

Mendengar perkataan Naruto, Itachi kembali pada kenyataan bahwa cara ini adalah cara yang sudah dipikirkannya cukup lama. "Aku tidak ragu," kata Itachi.

Naruto tersenyum dan mengulurkan tangannya, "jika begitu... aku setuju dengan apa yang usulkan," kata Naruto pada Itachi.

Itachi pun tersenyum a la Uchiha dan menjabat tangan Naruto. "Itulah yang aku harapkan," kata Itachi. "Aku bersedia bekerja sama denganmu, Uzumaki."

'Aku tidak bermaksud jahat padamu, Sasuke..,' pikir Itachi. Sedangkan Naruto hanya memandang keluar jendela dan melihat kendaraan yang terus berlalu-lalang di luar kafe. 'Aku bingung kenapa aku menyetujui apa yang Itachi usulkan,' pikir Naruto.

-

-

Sasuke akan mengambil pena yang di atas meja ketika gelas yang ada di samping tangannya terjatuh dan membuat sebagian kertas yang ada di atas mejanya basah. Sasuke mengambil sapu tangan yang ada di saku celananya. 'Perasaanku tidak enak,' pikir Sasuke. Apa yang akan terjadi?

-

-

Di sebuah gedung yang suram dengan benteng beton yang membatasi gedung tersebut dengan dunia luar membuat suasana angker makin terlihat. Seseorang dengan rambut panjang, mata seperti ular, dan tersenyum tipis dikawal oleh tiga orang anggota kepolisian. Orochimaru baru saja bebas dari penjara. Peristiwa bahwa dia melakukan pelecehan seksual pada asistennya sudah merupakan sebuah aib bagi dirinya. Terlebih aib tersebut dibuat oleh teman baiknya sendiri, Sasuke Uchiha. Oleh karena itu, apa Orochimaru akan balas dendam pada Sasuke?

-

-

Sedangkan, di mansion Keluarga hyuuga tepatnya di kamar Hinata Hyuuga. Hinata sedang memainkan biolanya. Majalah yang dihadapannya terus dipandangnya sampai dia tidak merasakan rasa sakit di jari-jarinya yang telah berdarah akibat terlalu lama memainkan biola. Pikiran negatif ketika membaca kabar Naruto berciuman dengan Sasuke terus mendatangi dirinya. Hinata terus memainkan biolanya untuk melupakan semua kesedihannya sampai ayahnya memasuki kamarnya.

"Hinata?" sapa ayahnya sambil membuka pintu kamar Hinata. Dan mata Hiashi yang merupakan ayah hinata membelalak ketika melihat tangan anaknya yang terluka.

"Hinata? Ada apa denganmu?" tanya Hiashi sambil berlari ke arah Hinata dan memeluk Hinata.

Biola yang dipegang Hinata dijatuhkan Hinata ke lantai. Hiashi memeluk anaknya tambah erat. "Ada apa? Cerita pada ayah," kata Hiashi. Mendengar perkataan ayahnya, Hinata hanya menggelengkan kepala. Hiashi memandang ke arah majalah yang tergeletak di atas kasur kepunyaan Hinata.

Gambar Uzumaki dan Uchiha yang sedang berciuman dipandang Hiashi. Mata Hiashi yang tidak berpupil kini berubah tajam. "Jadi itu yang kau mau anakku?" tanya Hiashi pada Hinata, sedangkan Hinata hanya terdiam saja mendengar apa yang ayahnya tanyakan.

'Uzumaki Naruto.' Pikir Hiashi. 'Rupanya kau adalah orang yang dipilih anakku? Maaf saja Uchiha, tetapi kali ini, hyuuga tidak akan kalah.'

Bersambung...


Sasuke: Pete, kau gila! Aku diserang dari segala arah.

Pete: Bukannya kamu sudah terbiasa?

Naruto: Itu pembalasan untuk orang jahat kayak kamu Sasuke (kata Naruto sambil latihan di 'paradise' island)

Pete: Sudah sana Naruto, latihan yang baik! Jangan mau kalah sama sekutu Madara Uchiha!

Naruto: Ya iyalah! Secara aku bintang utamanya.

Pete: Tos!

Naruto: Tos!

Sasuke: Chk.