Chapter 4

Aku pergi menuju tempat Ryo berada, dia sedang memandang bintang-bintang di langit malam yang indah. Aku tidak berani mendekat kearah Ryo untuk membicarakan hal tadi di taman.

"Ryo...", kataku memanggil Ryo.

"Ya, ada apa ?", tanya Ryo dengan santai.

Aku mendekat kearah Ryo dan berkata, "Ada yang ingin kubicarakan denganmu !".

"Ehm...Silakan", jawab Ryo dengan ramah dan mempersilakanku duduk di sebelahnya.

"Apa kau masih mengingat kejadian di taman tadi siang ?", tanyaku dengan blushing.

"Tidak terlalu mengingatnya", jawab Ryo dengan santai.

"Begini..", aku menjelaskan kepada Ryo. "Kejadian itu terus kuingat sampai membuatku membisu".

"Lalu ?", tanya Ryo sambil mengangkat 1 alis matanya.

"Karena kejadian itu, aku mempunyai perasaan aneh terhadapmu !", kataku yang membuat jantungku berdetak kencang.

"Perasaan apa ?", Tanya Ryo lagi.

"Perasaan itu, perasaan itu, perasaan itu juga aku tidak terlalu mengerti", aku menjelaskan.

Ryo semakin bingung, begitu pula aku. Aku dan Ryo sama-sama memutarkan bola mata masing-masing. Aku berpikir sejenak.

"Perasaan itu adalah...", kataku dengan ragu dan blushing. Ryo semakin penasaran apa yang ingin kukatakan. Dan Ryo menemukan kata yang ingin kukatakan. Kemudian dia meletakan tangannya di wajahku.

"Perasaan itu adalah kau mencintaiku, apa aku benar ?", tanya Ryo sambil tertawa kecil. Aku hanya menganguk dan wajahku memerah seperti cabai merah (Iya iyalah, masa cabai rawit). Kemudian Ryo memelukku dan membisikan sesuatu, "Aku juga mencintaimu, J".

Mataku terbelak senang setelah mendengar perkataan Ryo. Kemudian dia melepaskan pelukannya dan kami tertawa bersama sambil memegang tangan .

~The End~