Happy Reading…

Disclaimer :Masashi Kishimoto

Chapter 4

Aku terbangun dari tidurku,ketika aku merasakan cahaya matahari masuk melalui jendela yang-sepertinya-lupa aku tutup tadi malam.

Aku melihat jam dinding...seketika itu juga aku mengerjap kaget.

"Astaga…sudah hampir jam 07.00…aku bisa telat dan kenapa juga tidak ada yang membangunkanku sich?,"ucap Sakura ditambah dengan suara bantingan pintu kamar mandi.

Tak lama kemudian aku keluar kamar mandi dan segera memakai baju seragam sekolahku.

Baju atasan berwarna putih berlengan pendek dan terdapat sedikit kerutan dikedua sisi lengan bajunya.

Serta bawahan rok rempel berwarna hitam polos diatas lutut,tapi juga tidak terlalu pendek.

"Beres,"ucap Sakura setelah selesai berdandan dan langsung turun kebawah.

Dibawah terlihat Ibu ku sedang berbincang sesuatu-entah apa-yang tidak aku dengar.

Tapi dilihat dari wajah Ayah dan Ibu yang serius.

Pasti mereka sedang membicarakan sesuatu yang pastinya sangat penting,kemudian aku menyapa mereka.

"Pagi…Ayah…Ibu."

"Ah…pagi sayang,"ucap kedua orang tua Sakura berbarengan.

Entah kenapa aku merasa orang tuaku sedang menyembunyikan sesuatu dariku.

Hal itu terlihat dari wajah mereka yang tampak terkejut dengan kedatanganku yang tiba-tiba.

"Ah…mungkin hanya perasaanku saja,"batin Sakura sambil berjalan menuju pintu keluar rumah.

"Tidak sarapan dulu,Sakura?,"ucap Ibuku.

"Tidak...aku sarapan disekolah saja...lagi pula aku sudah terlambat,"kata Sakura,"kalau begitu aku pergi dulu 'Bu,"sambil melangkah dan membuka pintu keluar rumah.

"Hati-hati sayang,"ucap Ibu Sakura yang tentu saja tidak terdengar oleh Sakura.

Sakura POV

Aku pun setelah keluar dari rumah langsung berlari menuju halte Bus.

Beruntungnya, letak rumahku dan Sekolah SMA Konoha memang tidak begitu jauh.

Hanya menempuh waktu 5 menit jika naik Bus.

Aku terus berlari tapi tiba-tiba aku mendengar suara klakson mobil dari arah belakangku

Dan sepertinya memang suara kalkson itu memang ditujukan padaku , lalu aku pun menoleh kebelakang dan kaget dengan siapa yang mengklakson tadi.

"Sa…Sasuke…sedang apa kau disini,"tanyaku yang langsung menuju mobilnya.

"Cepat masuk jika kau tidak mau terlambat,"ucap Sasuke dingin.

"Hmm…baiklah,"ucapku dan langsung masuk ke mobil biru Porsche biru tua milik Sasuke.

Dan tanpa banyak bicara lagi,Sasuke langsung menginjak gas dan langsung melesat menuju SMA Konoha.

End Sakura POV

Didalam mobil Sasuke

"Kau belum menjawab pertanyaanku,Sasuke,"kata Sakura,"kenapa kau tiba-tiba saja berada disana dan bukankah kau juga terlambat…lalu kenapa kau mau repot-repot berhenti dan mengajakku?."

"Aku berada disana karena memang rumahku berada didekat sana."

"Dan alasan mengapa aku mengajakmu karena…,"Sasuke menggantung ucapannya.

"Karena...apa Sasuke?,"tanya Sakura tidak sabaran.

"Karena bukankah kau adalah temanku,"kata Sasuke,"dan sesama teman itu harus saling membantu kan?".

"Benar juga, terima kasih…Sasuke,"kata Sakura,"karena sudah mengganggapku sebagai seorang teman," sambil tersenyum manis kearah Sasuke.

"Hn...tinggal dua menit lagi maka gerbang sekolah akan ditutup,"kata Sasuke,"pakai sabuk pengamanmu!kita akan mengebut."

"Kyaaa…"jerit Sakura karena sebelum Sakura selesai memasang sabuk pengaman Sasuke sudah terlebih dahulu menancap gas.

Tak lama kemudian akhirnya gerbang sekolah terlihat dan tanpa dikomando lagi kami berdua langsung berlari menuju kelas

Setelah sebelumnya memparkirkan mobilnya terlebuh dahulu-karena kami takut terlambat.

-

Dirumah Sakura

"Sepertinya ini sudah waktunya kita memberitahukan kekuatan yang dimiliki oleh Sakura,"ucap seorang laki-laki paruh baya berambut hitam;Obito.

"Jangan…jangan beritahukan dahulu hal ini kepada Sakura,"ucap seorang wanita berambut coklat pendek keunguan;Rin.

"Mau sampai kapan kita akan merahasiakan hal ini padanya?,"ucap Obito,"merahasiakan silsilah keluarga Haruno."

"A..aku takut mungkin saja,apabila orang-orang telah mengetahuinya ,"kata Rin,"mereka semua akan menjauhinya."

"A…aku tidak mau hal itu terjadi,"tambah Rin.

"Tapi…walaupun kita tidak memberitahunya,"kata Obito,"cepat atau lambat dia akan tahu kebenarannya."

"Yang aku khawatirkan,"kata Obito,"bagaimana jika kekuatannya bangkit dan membahayakan orang yang berada didekatnya."

"Tetapi selain hal itu…ada hal yang lebih berbahaya lagi,"kata Obito,"mungkin saja …"Obito menggantung ucapannya.

"Mungkin saja apa?,"tanya Rin.

"Mungkin saja anak kita sedang berada dalam bahaya,"ucap Obito,"aku takut 'Reinkarnasi' dari keluarga Uchiha dan Namikaze akan menunutut balas."

"Itu tidak mungkin,bukankah seharusnya keturunan keluarga Uchiha dan Namikaze tidak bisa ber-Reinkarnasi lagi,"tanya Rin.

"Hal itu tidak bisa dipastikan secara pasti,"kata Obito,"mungkin saja 'Segel' itu sudah ada yang membukanya."

"Entah itu 'Olehnya' sendiri atau pun dengan bantuan orang lain,"tambah Obito.

"Masalah itu…kita serahkan kepada kedua pengawal legenda saja,"kata Rin,"bukankah menurut legenda bahwa'Sang Putri'memilki dua pengawal yang akan melindunginya jika dalam bahaya apapun."

"Kalau masalah dua pengawal legenda itu aku sudah perhitungkan,Rin"ucap Obito setelah meneguk secangkir teh hangat.

"Tapi masalahnya…apakah reinkarnasi mereka yang sekarang dapat mengeluarkan atau mengendalikan kekuatan mereka dan melindungi'Sang Putri',?"tanya Obito.

"I…itu,aku juga tidak tahu,"kata Rin,"tapi …setidaknya kita harus berusaha,demi putri kita dan masa depan Konoha ini."

"Hn,kau benar."

"Kita tidak bisa diam saja disini,"kata Obito,"Kita harus pergi ke Amegakure untuk menyelidiki sesuatu."

"Baiklah,"kata Rin,"tapi bagaimana dengan Sakura?".

"Kita tidak mungkin meninggalkannya sendirian lagi pula Sasori-kakak Sakura-sedang pergi berlibur ke luar Konoha bersama teman-temannya"tambah Rin.

"Tidak ada pilihan lain selain meminta bantuan keluarga Hyuuga,"ucap Obito.

Disekolah SMA Konoha

Dikantin…

"Sakura…apa kau yakin dapat menghabiskan makanan itu semuanya,"tanya TenTen dengan tatapan ngeri pada makanan yang dibawa oleh Sakura.

"I…iya,Sakura"kata Hinata,"aku takut kau sakit perut nantinya."

"Tenang saja,"kata Sakura,"lagi pula kalau sakit perut tinggal minum obat saja...mudahkan".

"Lagi pula tadi pagi aku bangun kesiangan dan tidak sempat sarapan pagi,"ucap Sakura sambil menaruh makanannya dimeja-tempat biasa Ino,TenTen dan Hinata jika makan dikantin-.

Tempat yang kini mereka duduki adalah didekat jendela yang memperlihatkan pemandangan yang siapa saja akan kagum dengan keindahan taman Sekolah SMA Konoha ini.

Disana terdapat banyak Pohon Sakura dan beberapa kebun tanaman Mawar yang sengaja diperintahkan oleh Kepala Sekolah Konoha ini untuk dijaga perawatannya.

"Terserah kau sajalah,"kata Ino,"tapi kalau kau sakit perut betulan kami tidak akan mengantarkanmu ke UKS."

"Baik…baik,aku tidak akan meminta kalian untuk mengantarkanku ke UKS,"kata Sakura,"dan lebih baik sekarang kita makan saja".

"Apa kami boleh bergabung,?"tanya seseorang tiba-tiba.

Mendengar hal itu kami berempat pun menoleh dan…cukup terkejut juga dengan kedatangan mereka.

"Neji..Gaara,"kata Ino,"dan bukankah kalian berdua murid baru itu,?"sambil menunjuk dua orang disamping Gaara dan Neji.

"Lalu apakah kami boleh bergabung?karena meja yang lain sudah penuh,"ucap Neji.

"Tentu saja…ayo duduk!,"ucap TenTen tiba-tiba sambil menggeser sedikit tempat duduknya.

"Terima kasih,TenTen,"ucap Neji sambil duduk disebelah Tenten.

"Sama-sama,"ucap TenTen dengan wajah sedikit memerah(?).

Dan diikuti lain, Gaara yang memilih duduk disamping kiriku dan Sasuke juga-tapi disebelah kananku-.

Sedangkan Naruto disamping Hinata dan disamping Hinata ada Ino.

Kami makan dengan tenang karena tidak ada satupun yang memulai pembicaraan.

Setidaknya sebelum Ino tiba-tiba berbicara.

"Hari ini aku mau pergi ke Mall..apa kalian mau ikut?,"kata Ino,"sekalian kita kumpul-kumpul karena sekarang sudah jarang sekali kita pergi bersama-sama seperti dulu."

"Benar juga…baiklah kalau begitu aku ikut,"ucap TenTen.

"A…aku juga,"ucap Hinata,"bolehkan Kak?"sambil memandang Neji.

"Hn…boleh saja,"ucap Neji,"tapi sebelum waktu makan malam kau harus sudah pulang,".

"Te..terima kasih."

"Kalau kau…Sakura,"kata TenTen,"apa kau ikut?".

Ditanya tiba-tiba begitu aku jadi sedikt kaget-karena tadi aku sedang melamunkan sesuatu-dan aku tersedak.

"Uhuk…uhuk."

"Ini minum!,"ucap Gaara,Neji dan Sasuke berbarengan sambil menyodorkan segelas air putih kepada Sakura.

"Mau pilih yang mana,Sakura?,"tanya Ino dengan wajah jahilnya.

"Aduh…aku pilih yang mana?,"batin Sakura.

Hinata yang melihat Sakura kebingungan akhirnya memberikan minumannya kepada Sakura.

Sakura pun langsung mengambilnya dan menegaknya sampai tandas.

"Haah…terima kasih Hinata,"ucap Sakura.

Kemudian Sakura mengalihkan pandangannya kapada Gaara,Neji dan Sasuke.

Mereka masih menyodorkan segelas minuman...tapi setelah Sakura berkata…

"Maaf…aku bingung harus mengambil minuman yang mana,"kata Sakura,"habisnya kalian bertiga tiba-tiba saja menawariku minum ."

"Maaf"ucap mereka berbarengan sambil menaruh kembali minumannya.

"Ti…tidak perlu minta maaf kalian tidak salah sama sekali,"ucap Sakura dengan sedikit menyesal.

"Bagaimana…Sakura,apa kau jadi ikut?,Tanya tenten-lagi-

"Tentu saja aku ikut,"ucap Sakura akhirnya.

"Wah…kebetulan sekali,aku dan Sasuke juga akan pergi ke mall Konoha untuk membeli sesuatu,"kata Naruto,"benarkan,Sasuke?".

"Hn."

"Hmm…bagaimana kalau kita barengan saja...tentu kalian tidak perlu ikut kami,"kata Ino,"kita janjian saja disalah satu Restaurant di Mall itu,bagaimana?".

"Baiklah kami ikut,"kata Naruto,"kau tidak keberatan'kan Sasuke?".

"Hn,tidak."

"Baiklah kami tunggu sekitar jam 05.00 sore di sebuah Restaurant Jepang,"kata Ino.

"Aku dengar-dengar Restaurant itu baru saja buka seminggu yang lalu dan menurut temanku yang sudah mencoba mencicipi makan disana,kabarnya makanan disana sangat lezat,"tambah Ino.

"Kalau begitu kita harus mencobanya,Ino!,"ucap Sakura tiba-tiba ditambah dengan wajah yang berbinar-binar.

"Sudah kuduga,"kata Ino,"kau pasti tertarik dan senang jika mendengar hal-hal yang berhubungan dengan makanan."

"Kau kan sudah tahu kalau Hobiku itu memasak dan 'Hunting' makanan-makanan lezat dan baru,"kata Sakura,"dengan begitu aku bisa meniru resepnya dan mempraktikannya."

"O,ya…Gaara,Neji apa kalian mau ikut?,"Tanya TenTen tiba-tiba.

"Tidak…aku tidak ikut,"ucap Gaara.

"Aku juga tidak bisa… ada urusan,"ucap Neji.

"Oh begitu…ya,sudah,"ucap TenTen sedikit kecewa dengan jawaban dari Neji.

"Wah…aku suka dengan seorang wanita yang Hobinya memasak,"kata Naruto,"apa lain kali aku boleh mencicipi makanan buatanmu,Sakura?".

"Tentu saja boleh…kalau kau mau akan kubawakan besok,"ucap Sakura dengan wajah gembira.

"Aku tunggu besok."

"Disini yang hobinya memasak bukan hanya Sakura saja...Hinata juga pintar memasak loch,"kata TenTen,"kau harus mencobanya…pasti kau akan dibuat kagum dengan masakan Hinata."

"Ka…kau berlebihan…TenTen,"ucap Hinata malu-malu.

"Tidak Hinata…apa yang dikatakan oleh TenTen benar adanya,"kata Sakura.

"Iya…itu benar,"kata Ino.

"Te…terima kasih…teman-teman,"ucap Hinata dengan wajah sedikit memerah.

"Wah…kalau begitu aku juga ingin mencicipi makanan buatanmu,Hinata,"kata Naruto,"apa boleh?".

"Ten…tentu…saja boleh,"kata Hinata,"be…besok pasti a…akan kubawakan."

"Terima kasih…Hinata,"ucap Naruto sambil menggenggam tangan Hinata yang ada diatas meja.

Walaupun hanya sebentar saja Naruto menggenggam tangan Hinata.

Tapi hal itu sudah membuat wajah Hinata menjadi sangat-sangat memerah.

"Gawat…apa Hinata akan..,"batin ke-5 orang yang ada dimeja itu-kecuali Naruto dan Sasuke tentunya-.

"Pingsan..,"ucap ke-5 oarang tadi berbarengan ditambah dengan suara jatuhnya tubuh Hinata kelantai.

Mendengar suara seperti ada yang terjatuh akhirnya semua orang yang ada dikantin ini menengok kearah kami yang sedang mencoba untuk membangunkan Hinata.

"Eh..Hinata…Hinata,kau kenapa,"ucap Naruto panik.

"Sudah jelas ini gara-gara kau Naruto,"batin ke-5 orang tadi-lagi-

Dan ketika Naruto hendak menggendong Hinata tapi ditahan oleh Neji.

"Biar aku saja,"ucap Nejiyang langsung pergi melesat ke UKS sekolah.

"Sebaiknya kita pergi menyusul Neji,"ucap Sakura.

"Iya…ayo!,"ucap Ino

Sedangkan TenTen,Gaara,Naruto dan Sasuke tidak berbicara apa-apa dan langsung menyusul Sakura dan Ino.

Didalam ruang UKS

"Kenapa Hinata bisa tiba-tiba pingsan seperti ini?,"tanya seorang wanita berambut hitam sebahu;shizune

"Itu karena…"Sakura menggantung ucapannya dan kemudian melirik Naruto diikuti yang lainnya yang ada diruangan itu.

Merasa sedang diperhatikan akhirnya Naruto angkat bicara.

"Ke…kenapa semuanya melihatku dengan tatapan seperti itu?,"ucap Naruto dengan wajah yang menyiratkan ketakutan(?).

"Oh…begitu,aku paham,"ucap Shizune kemudian dengan sedikit tersenyum.

"Tapi sebaiknya kalian kembali kekelas,karena bel masuk untuk pelajaran selanjutnya sudah berbunyi,"kata Shizune,"biar aku yang menjaganya."

"Baiklah,kalau begitu kami permisi,"ucap Ino mewakili semuanya dan langsung keluar dari ruang UKS menuju kekelas XII Ipa 1.

Singkat cerita ini sudah waktunya pulang sekolah

Pukul 03.00 sore

Dilapangan parkir sekolah

"Kau yakin…Hinata?,"ucap TenTen,"mau ikut kami setelah tadi kau pingsan."sambil menepuk pundak Hinata.

"Ti…tidak apa-apa,"kata Hinata,"aku sudah lebih baik."

"Baiklah…tapi jangan memaksakan diri,ya,Hinata."

"I..iya."

"Duuuh…mana Sakura sich?,"kata Ino,"kita sudah menunggunya dari tadi."mulai tidak sabar.

"Mungkin dia sedang ada urusan,"kata TenTen,"sebentar lagi juga datang…kita tunggu saja."

"I…iya...kita tunggu saja,"ucap Hinata.

-

Dibagian Sakura

"Aku harus cepat-cepat…mungkin Ino dan yang lainnya sudah menunggu dari tadi,"ucap Sakura.

"Sepertinya ada yang sedang mengawasiku,"batin Sakura sambil menengok kearah belakang.

"Tapi tidak ada siapa-siapa,"ucap Sakura sambil terus melihat kebelakang tanpa memperhatikan jalan didepannya.

Tiba-tiba..

Buugh…

"Aduh…sakit sekali"ringis Sakura yang jatuh terduduk dilantai.

"Kau tidak apa-apa?,"tanya seseorang yang menabrak atau yang ditabrak oleh Sakura tadi sambil mengulurkan tangan.

"Iya…aku tidak apa-apa,Naruto"ucap Sakura sambil menerima uluran tangannya untuk membantunya berdiri.

Ternyata yang menabrak atau yang ditabrak tadi oleh Sakura adalah Naruto.

"Maaf…Sakura aku tidak sengaja."

"Tidak apa-apa,"kata Sakura,"lagi pula aku yang salah…berjalan tidak melihat kedepan malah melihat kebelakang."

"Kenapa kau berjalan sambil melihat kebelakang,Sakura?,"tanya Naruto.

"Tadi aku merasa sedang diawasi oleh seseorang."

"Oleh siapa?"tanya Naruto-lagi-

"Aku tidak tahu…karena aku belum sempat melihat orangnya."

"Kau sendiri sedang apa Naruto,"tanya Sakura.

"Tadi aku habis menyerahkan data diri ke ruang Tata Usaha,"kata Naruto,"kau sendiri kenapa masih ada disini…bukankah kau dan teman-temanmu akan pergi ke Mall."

"Aku harus menyerahkan tugas kelompok Biologi-ku ke Guru Asuma,"kata Sakura,"O,ya kenapa kita tidak bersama-sama saja pergi ke Mall-nya?".

"Maaf…aku tidak bisa,"kata Naruto,"setelah ini aku masih ada urusan lain."

"Tapi tenang saja…aku dan Sasuke pasti datang jam 05.00 sore nanti."

"Hn,aku tunggu,"ucap Sakura,"kalau begitu aku duluan Naruto,sampai nanti di Mall."

Kemudian Sakura pun pergi tanpa melihat wajah Naruto yang sekarang sedang menyeringai menyeramkan.

Ditempat parkir

"Itu Sakura sudah datang,"ucap TenTen sambil menunjuk kearah datangnya Sakura.

"Kau dari mana saja,Sakura?kami sudah menunggumu dari tadi …kau tahu tidak,"ucap Ino dengan sebal setelah Sakura sampai ditempat parkir.

"I…iya maaf,"ucap Sakura dengan menyesal.

"Tadi itu aku harus menyerahkan tugas biologi kelompokku dulu ke Guru Asuma."

"Ya sudahlah...sebaiknya kita berangkat sekarang,ayo!"ucap Ino sambil naik mobil Honda Jazz berwarna Kuning miliknya.

"Iya,"ucap Sakura ,Hinata dan TenTen berbarengan.

Dibagian Naruto dan Sasuke

"Bagaimana,Naruto?,tanya seorang pemuda berambut hitam;Sasuke.

"Sepertinya kekuatannya belum bangkit sepenuhnya,"kata Naruto,"bukankah itu bagus,Sasuke?"

"Hn…apa kita akan menjalankan rencana kita sekarang?,"tanya Sasuke.

"Tentu saja…kau sudah siapkan Sasuke?,"tanya Naruto.

"Aku tidak tahu."

"Kenapa kau tidak tahu…jangan bilang kalau kau berubah pikiran."

"Aku bingung…harus melaksanakan 'perintahnya' atau tidak,"ucap Sasuke dengan ekspresi yang sulit ditebak.

"Kalau aku hanya menjalankan apa yang kau katakan dan 'Dia saja yang ada dalam dirimu'."

"Baiklah lebih baik kita jalankan saja rencananya,"ucap Sasuke akhirnya.

"Aku mengerti."

Didalam mobil Ino

"Kita kerumahku dulu untuk ganti baju,"kata Ino,"tadi aku sudah menyuruh salah satu pembantuku untuk menyiapkan baju ganti untuk kalian."

"Iya,"ucap Sakura,Hinata dan TenTen berbarengan-lagi-

Setelah sampai dan memasukan mobil Ino kegarasi kami berempat pun langsung naik kelantai 2-kekamar Ino.

"Baiklah Sakura ini pakaianmu,"ucap Ino sambil menyerahkan sepasang baju kepada Sakura.

"Ini untuk Hinata dan Ini untukmu TenTen,"ucap Ino sambil menutup pintu kamarnya.

"Ayo kita mulai ganti pakaiannya,"ucap TenTen yang diikuti anggukan kepal oleh yang lainnya.

Ketika kami berganti pakaian tidak ada yang berbicara sama sekali.

Setidaknya sebelum Ino tiba-tiba saja berbicara.

"Sakura…kau punya tanda lahir?,"tanya Ino yang melihat kearah Sakura.

"Tanda lahir…seingatku tidak punya,"jawab Sakura dengan tatapan heran.

"Lalu itu tanda apa yang ada dipunggungmu,Sakura?,"ucap Ino sambil menunjuk tanda aneh yang ada dibagian dipunggung Sakura.

Hinata dan TenTen yang mendengar apa yang diucapkan Ino juga ikut melihat kearah yang ditunjuk oleh Ino,yaitu bagian punggung Sakura.

"Memangnya ada tanda apa sich?,"ucap Sakura sambil menghadap kecermin tapi dengan posisi membelakanginya.

"Ta…tanda aneh apa ini?,"ucap Sakura-lagi-dengan sedikit terkejut setelah melihat bayangan punggungnya didepan cermin.

"Kenap kau balik bertanya,"kata Ino ,"tanda itu'kan ada dipunggungmu Sakura."

"Aku tidak tahu,"kata Sakura,"karena aku juga baru melihanya sekarang."

"Bentuk dan warnanya aneh,"celetuk TenTen tiba-tiba.

"I…iya,"timpal Hinata.

"Tapi menurutku tidak,"kata Ino,"tanda itu terlihat keren seperti…sepasang sayap."

Sakura POV

Apa yang dikatakan oleh Hinata dan TenTen benar.

Bentuk dan warnanya aneh;bulat pipih yang saling berhadapan dan berwarna merah muda.

Dan kata Ino juga benar;seperti sepasang sayap.

Dan kenapa juga aku baru menyadari tanda ini dipunggungku sekarang;itu pun diberitahu oleh Ino.

Setahuku aku tidak punya tanda lahir,dan Ibuku juga tidak pernah bercerita apapun yang menyangkut tanda lahir.

"Baiklah setelah pulang dari Mall nanti akan kutanyakan,"batinku.

End Sakura POV

"Hei….kenapa jadi melamun begitu?,"kata TenTen,"tidak usah dipikirkan."

"Be…benar apa yang dikatakan oleh TenTen,"ucap Hinata.

"Iya…lebih baik kita bergegas,"ucap Ino yang sekarang berada didepan cermin untuk berdandan.

Setelah selesai berganti pakaian kami berempat pun langsung pergi dari rumah Ino dengan mobil Honda Jazz milik Ino.

Dan tak lama kemudian kami pun sudah sampai di Mall.

"I…ino,ini hanya perasaanku saja atau memang kita sedang jadi pusat perhatian orang,"kata Sakura,"coba lihat kumpulan pemuda-pemuda itu,mereka sepertinya dari tadi memperhatikan kita terus."

"I…iya…aku juga mersakannnya,"ucap Hinata yang mukanya sekarang sedikit memerah.

"Itu benar,"timpal TenTen.

Yang ditanya malah senyam-senyum sendiri,tapi sedetik kemudian dia tertawa dan berkata…

"Kalian ini…apa kalian tidak melihat penampilan kalian?,"kata Ino yang malah balik bertanya pada kami bertiga.

"Memangnya ada yang salah dengan penampilan kami?,"tanya Sakura.

"Iya itu benar…apa ada yang aneh dengan pakaian yang kita kenakan?,"kata TenTen.

"Tidak…tidak ada yang aneh sama sekali dengan pakaian yang kalian kenakan,"ucap Ino.

"Lalu masalahnya apa?,"tanya Sakura –lagi-

"Masalahnya adalah orang yang memakainya,"ucap Ino,"coba kalian perhatikan penampilan kalian baik-baik."

"Kalian itu terlihat sangat cantik,"tambah Ino

Setelah mendengar yang dikatakan ino barusan kami pun lagsung melihat penampilan kami sendiri.

Sakura;mengenakan atasan tanktop berwarna merah muda yang kemudian dirangkap dengan rompi berlengan pendek yang berwarna senada dengan tanktop-nya.

Dan bawahan rok rempel berwarna merah muda yang bisa disebut sangat pendek,tetapi dirangkap oleh legging berwarna hitam polos panjang yang memperlihatkan kaki jenjangnya.

Lalu sepasang kaki yang terbungkus oleh sepasang sepatu mungil berwarna hitam polos yang tidak berhak.

Sedangkan rambut panjang merah mudanya Ia biarkan tergerai indah dipunggungnya.

Kemudian Hinata; mengenakan dress berwarna putih keabu-abuanyang panjangnya selutut dan terdapat kerutan dibagian perutnya.

Dan sepasang kaki yang terbungkus oleh sepatu mungil berwarna senada dengan dress-nya.

Sedangkan rambut panjang berwarna indigonya Ia biarkan juga tergerai indah dipunggunya seperti halnya Sakura yang menambah kesan manis terhadapnya.

Lalu TenTen;memakai atasan T-sirt berwarna putih berlengan pendek yang terdapat sedikit kerutan dibagian kedua lengannya.

Dan bawahan celana jeans panjang berwarna hitam yang sangat ketat sehingga memperlihatkan kaki jenjangnya serta sepasang kaki yang terbungkus oleh sepatu bertali berwarana hitam.

Sedangkan rambut coklatnya dicepol seperti biasa.

Yang terakhir penampilan Ino;dia mengenakan atasan tanktop berwarna kuning cerah yang kemudian dirangkap dengan rompi yang warnanya senada dengan atasannya.

Sedangkan bawahannya celana jeans panjang berwarna hitam kebiruan dan juga sepasang kaki yang terbungkus oleh sepatu berwarna biru yang tidak ber-hak.

Sedangkan rambut pirang panjangya dia ikat seperti biasa

"Bagaimana…sudah sadar sekarang?,"kata Ino,"kalau kalian jadi pusat perhatian karena kalian itu terlihat sangat cantik."

"He..he..he..aku baru sadar,"kata TenTen,"kalau kita akan terlihat sangat pas karena pakaian yang kau berikan ini,Ino".

"Tentu saja…aku sang 'Ratu Passion',"ucap Ino membanggakan diri.

"Baiklah…ayo kita masuk,"kata Ino,"aku ingin cepat-cepat berbelanja."

"Hn…ayo!,"ucap Sakura yang diikuti anggukan kepala oleh Hinata dan TenTen.

Masih berada di Mall

Disebuah Restaurant Jepang

"Haaah…kau gila Ino,"kata TenTen,"berbelanja pakaian sebanyak ini,"sambil menunjuk banyaknya bungkusan disamping tempat Ino duduk.

Kini kami berempat telah selesai berbelanja dan sekarang kami duduk dibagian paling dalam Restaurant.

"He…he…he…kau kan sudah tahu bagaimana sifatku kalau dalam hal berbelanja pakaian,"ucap Ino sambil cengar-cengir.

"Naruto…itu Naruto dan Sasuke kan?,"ucap Ino sambil menunjuk arah kedatangan Naruto dan Sasuke.

"Iya benar,"kata TenTen,"tepat waktu sekali mereka…lihat jam 05.00 tepat."sambil melirik arloji dipergelangan tangan kanannya.

"Hei kalian berdua…Naruto…Sasuke,"ucap Ino setengah berteriak dan melambaikan tangannya,"disini".

Naruto dan Sauke yang melihatnya langsung mendekat kearah kami.

Setelah sampai mereka langsung bergabung dan duduk bersama kami.

Sasuke mengambil tempat duduk disebelah kananku dan disamping kiriku ada Ino.

Sedangkan Naruto diselah kiri Hinata dan disebela kanan Hinata ada TenTen.

Sakura POV

Setelah Aku dan yang lainnya memesan makanan dan menunggu pesanan itu datang kami habiskan dengan sedikit canda gurau.

Ternyata Naruto orangnya mudah sekali akrab dengan seseorang seperti halnya Ino.

Karena mereka terlihat sangat senang dan tertawa sesudah Naruto menceritakan sebuah lelucon.

Tapi tiba-tiba saja…aku merasakan sesuatu…

"Perasaan ini lagi,"pikirku,"kenapa setiap aku berada didekat Sasuke sich?,"

Aku masih memikirkan perasaan aneh-yang tidak dapat kumengerti-yang tiba-tiba saja muncul tadi.

Tetapi hal itu tidak bertahan lama karena aku merasakan sebuah tepukan dibahu bagian kananku.

"Kau tidak apa-apa, dari tadi kau diam saja…apa kau sakit?,"tanya Sasuke sambil meletakan punggung tangan kirinya kedahiku.

Aku sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Sasuke barusan.

Refleks aku pegang tangannya dan menjauhkannya dari dahiku.

"Aku tidak apa-apa,"jawabku dan melepaskan tangannya.

Tak lama kemudian pesanan makanan yang tadi kami pesan sudah diantarkan.

Dan setelah itu tidak ada yang berbicara apa-apa hingga kami selesai makan.

End Sakura POV

"Sakura rumahmu dimana?,"celetuk Naruto tiba-tiba.

"Eh…rumahku…dijalan Blossoms Ice blok S no 4,"kata Sakura,"memangnya ada apa?."

"Tidak…tidak ada apa-apa,"kata Naruto,"lalu kau tinggal bersama siapa?".

"Aku tinggal bersama Ayah,Ibu dan kakakku,"kata Sakura,"lalu kau sendiri…kau tinggal dimana dan bersama siapa kau tinggal?".

"Aku tinggal dijalan Wind Fox blok R no 9,"kata Naruto,"dan aku tinggal bersama Ayah,Ibu dan kakakku."

"Apa boleh kapan-kapan aku main kerumahmu Sakura?,"tanya Naruto.

"Tentu saja boleh,"kata Sakura,"kalau kau datang kerumahku nanti akan kuhidangkan makanan yang sangat lezat hasil kreasiku sendiri."

"Aku tunggu."

"Kalua kau Sasuke…tinggal dimana dan bersama siapa kau tinggal?,"tanya Sakura.

"Aku tinggal dijalan Fire Fox blok F no 9,"kata Sasuke,"dan aku tinggal bersama Ayah,Ibu dan kakakku."

"Oh,begitu."

"Huuh…kenapa Sakura saja yang ditanya…aku tidak,"ucap Ino yang pura-pura ngambek dan menggembungkan pipinya.

Seketika itu juga tawa kami meledak dimeja itu akibat perbuatan Ino tadi.

Tapi ketika kami sedang asyik tertawa tiba-tiba saja lampu di restaurant ini mati…tidak bukan hanya restaurant ini saja tapi seluruh listrik di Mall ini mati.

"Kyaaaa…ada apa ini?kenapa lampunya mati?,"tanya Ino yang mulai panik.

Dan terdengar samar –samar bahwa ada yang berteriak kalau restaurant ini terjadi kebakaran;dibagian dapur.

Seketika itu juga kami cepat-cepat keluar dari restaurant ini.

Sakura POV

Aku terus berlari mencari jalan keluar.

Tapi ketika tinggal beberapa meter lagi mencapai pintu kakiku tersandung sesuatu dan posisi jatuh kakiku salah dan akibatnya kakiku terkilir.

"Aduh…sakit sekali,"ringis Sakura,"dimana yang lainnya…Ino…Hinata…TenTen…teman-teman…kalian semua dimana…jangan tinggalkan aku sendirian disini."

"Jangan mengangis Sakura…kau harus kuat,"ucap Sakura meyakinkan dirinya sendri.

Aku mencoba berdiri,tapi tak lama kemudian aku terjatuh kembali.

"Tidak…aku tidak bisa berdiri…kakiku sakit sekali."

Tiba-tiba terdengar suara ledakan…

Buuumm…

Kemudian terlihat api berkobar-kobar dari arah dapur restaurant ini dan lama-lama api itu seperti diperintahkan untuk mendekatiku…

"Ya Tuhan…tolong aku…aku tidak mau mati sendiri disini,"ucap Sakura,"siapa saja tolong aku."

"Tolooong...uhuk…uhuk,"Sakura mulai terbatuk karena asap yang ditimbulkan oleh api tadi.

"Gawat…pandanganku mulai mengabur…bagaimana ini?,"ucap Sakura,"apa aku akan mati disini."

Tiba-tiba saja tubuhku serasa ada yang mengangkat dan membawaku keluar dari tempat ini.

"Siapa…perasaan ini…nyaman dan hangat,"batinku.

Aku bisa melihat sekilas orang yang sedang menggendongku;dia berambut hitam.

Sebelum akhirnya aku benar-benar tak sadarkan diri.

Bersambung…

Sebelumnya aku minta maaf karena adegan SasuSaku-nya kurang…tapi aku usahakan chap depan dibanyakin…Dan juga maaf kalau nama jalan tempat tinggal Saku,Sasu dan Naru jelek dan ngaco…

Ok…balas yang review dulu…

Argi Kartika 'Konan' : SasuSakunya kurang yach…aku kasih tau z ini hanya awal-awalnya saja GaaSaku…lama-lama juga ntar banyak SasuSaku,jd tunggu z yach…dan aku udah siapkan happy ending buat mereka berdua…Review Lgi yach Konan-san…

AngleFromTheHeaven : Salam kenal juga Me-chan…ha90x aku baca review-an kamu jadi ketawa-ketawa terus…Hmm…sebenarnya bukan cinta segitiga…tapi segi banyak…ha100x…ini dah aku update…Reviews lagi yach…*digetok*…

NaruAnna : Tenang saja awalnya memang GaaSaku…tapi lama kelamaan juga SasuSaku tunggu z..karena itu Reviews terus yach…dan ini dah uku update…

Haruchi Nigiyama : hah…lucu…padahal menurutku romantis*digetok Haru-san*…Hmm,Neji yach…lihat z nanti bakalan kaget setengah hati…eh salah setengah mati*Lebay*…Yosh…Reviews lagi yach Haru-san…

Dark Angle Ai Maiyashiro : tenang z aku dah menyiapkan happy ending buat SasuSaku…jadi tungu z…karena itu Reviews terus yach…dan ini dah aku update…

Angga Uchiha Haruno :Yup…tebakanmu benar…ini dah aku update…review lg yach Angga-san…

Shiroi Yuri : Tidak apa-apa telat juga yang penting sekarang dah review kan..?dan Makasich dah bilang ceritanya makin bagus…Waktu Gaara nyium keningnya Sakura sebenarnya aku juga ga rela…mendingan cium aku z*dikeroyok Gaara Fc*…ya bisa dibilang Sasu cemburu…

Apa..?mau Fav fic-ku yang jelek ini…aah makasich banyak …Shiroi-san*peluk2 Shiroi*…ini dah aku update,Review lagi yach…

Nacchi Cullen : sebelumnya makasich dah mau review fic-ku dari chap awal…aku balas semuanya..dimulai dari:

Chap 1: ok…tanda baca yach…akan aku perhatikan lebih teliti lagi,lalu

Chap 2 :Yup…tebakanmu benar…Sakura jd Putri dan SasuNaru yang diutus oleh seseorang untuk mencari Sakura…karena untuk…mem*ngebekep mulut sendiri*…ok tunggu z kelanjutannya,dan terakhir

Chap 3 :Hmm…pacar yach…belum bisa dibilang gitu juga sich…tenang z aku sebagai pecinta SasuSaku ga bakalan memisahkan mereka berdua…akan kubuat mereka happy ending disini…jd terus review yach…

Amethyst is Aphrodite :Tenang z malah dengan ada kritikan seperti itu aku jadi lebih semangat buat bikin yg lebih baik lagi dari sebelumnya…Akan aku lebih perhatikan lagi tanda bacanya..dan soal masalah kata2 yg ilang aku dah nyerah soalnya sebelum di publish dah aku edit koq…tp tetap z da yang ilang…huuh jd sebel*lah koq jd curhat*…review lg yach..

Uchiha Ry-chan : ga pa-pa…kompak yach *ayo tos dr jauh*…ok ini dah ak update…Review lg yach Ry-chan…

Baiklah sepertinya hanya segini saja yang dah review…Sebelumnya aku uacapkan Banyak-Banyak Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada Readers semua yg dah review sampai sekarang dan yang dah membrikan kritikan2 yang membangun…dengan begini aku jd lebih semangat dalam meneruskan fic ini dengan lebih baik lg

Hontou ni Arigatou*ber-ojigi*…

Review lah yach….

Salam Manis Miko-chan….