chap4 akhirnya update,,,,

heheheh

maaf klo masih jelek...!!

huhuuuhuhuu

aku memang tidak pandai dalam mendiskripsikan sesuatu...!!

tpi aku tetep berharap kalian mau membacanya...

hiks...hiks..... *nangis! sambil sembah2*


Desclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Romance/Friendship

Rated: T (blom berani yg lain)


"Ehmm... Hinata!" ujar Naruto tiba-tiba, saat dia dan Hinata sedang beristirahat di bawah pohon.

"Eh? I…iya, ada apa Naruto?" wajah Hinata bersemu merah, ya... kalau bersangkutan dengan Naruto dia memang menjadi lebih pemalu. Apalagi saat ini mereka memang hanya berdua. Sementara Sakura dan yang lain nya sedang mencarikan makanan. Karena Naruto dan Hinata terluka, mereka hanya disuruh menunggu dan beristirahat sampai yang lain kembali.

"Emm... Tidak jadi!" jawab Naruto singkat. Entahlah, rasanya sangat sulit baginya untuk mengatakan kata-kata itu kepada Hinata.

"Oooh..."

Aneh... Padahal aku bisa bicara dengan lancar jika dengan orang lain. Batin Naruto.

SIIING....

Mereka hanya diam saja. Saking diam nya, mungkin hanya suara jangkrik yang terdengar.

"Na...Naruto!" Hinata mulai membuka pembicaraan.

"Eh? Kenapa??" Naruto kaget, karena tiba-tiba Hinata mengajaknya bicara.

"Ehmm... Sebenarnya ini tidak terlalu penting. Tapi..." Hinata menggantungkan kalimatnya.

"Tapi kenapa?" tanya Naruto yang mulai penasaran.

"A...aku ingin minta maaf!" lanjut Hinata, tapi dengan menyembunyikan wajah nya dari Naruto.

"Eh?" Naruto bingung dengan kata-kata Hinata. Bahkan dia yang seharusnya meminta maaf, malah tidak bisa bilang dari tadi. Ini, malah Hinata yang minta maaf tanpa sebab.

"Untuk apa?"

"Maaf, karena tadi aku tidak banyak membantu!" ucap Hinata sambil memutar-mutar kedua jarinya.

"Apa?! Bu...bukanya aku yang seharusnya minita maaf, karena telah melukaimu.?!" ujar Naruto kaget. Tidak dia sangka Hinata berfikiran seperti itu. Bahkan dia dari tadi tidak berani mengatakan 'Maaf' pada Hinata karena takut Hinata terlalu marah dan tidak mau memaafkan nya.

"Bukan..!! Itu bukan salah mu kok Naruto. Ini semua salah ku sendiri karena aku terlalu lemah."

"Eh? Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu Hinata??"

"Selama ini... aku hanya merepotkan teman satu tim ku. Aku sama sekali tidak berguna. Karena aku sangat lemah...." ujar Hinata sedih.

"Tidak...!! Kau sama sekali tidak lemah. Lagi pula aku tau, kau sudah berjuang dengan keras. Bahkan aku tidak bisa seperti mu Hinata." seru Naruto, mencoba menghibur Hinata.

"Eh...? Ju...justru selama ini aku berusaha untuk berlatih keras, ka...karena kamu Naruto!" ucap Hinata terbata-bata, dengan wajah merah.

"Eeh??? Ka...karena aku?" tanya Naruto tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri. Hinata hanya mengangguk malu. "Ta..tapi bagaimana bisa??"

"Em... aku tau! Dulu kamu selalu dianggap lemah oleh semua orang. Tapi walaupun begitu kamu tidak ernah menyerah. Aku sering melihatmu berlatih keras, walaupun sekolah sudah selesai. Karena itu, aku selalu berusaha supaya aku bisa kuat sepertimu." kata Hinata penuh keyakinan. "Aku sangat kagum padamu Naruto!" lanjut nya, sambil tersenyum senang.

DEG!!

Tiba-tiba Naruto merasa perasaan yang berbeda. Perasaan yang hangat di dalam dada nya. Perasaan asing yang baru pertama kali dia rasakan.

* * *

"Umm.... tapi aku masih tidak mengerti Shikamaru! Kalau Sasuke ingin menghindar dari kita, kenapa dia malah pergi menuju ke arah Desa?" tanya Chouji di tengah perjalanan, saat semua nya memulai pencarian Sasuke lagi.

"Huh!! Masa aku harus menjelaskanya lagi. Sasuke menuju ke Desa karena dia ingin menyerang Konoha. Kita kan sudah diberi tau oleh Nona Tsunade." jawab Shikamaru malas-malasan.

"Eh...kalau begitu, bisa gawat kalau Sasuke sampai ke Konoha duluan kan??" Ino ikut khawatir.

"Tenang saja! Di sini adalah daerah kekuasaan kita. Kita lebih tau jalan pintas menuju Desa dari pada mereka kan?" jawab Guru Yamato.

"Maaf... mungkin Guru lupa. Tapi Sasuke juga orang Konoha kan?"

"Apa kalian lupa? Hanya Ninja tingkat Chunin yang tau jalan pintas menuju Desa." Guru Yamato menimpali lagi.

"Oh iya Sakura. Tadi kamu bilang ada berapa orang yang bersama Sasuke?" tanya Shikamaru.

"Emm... ada tiga! Jadi empat kalau dengan Sasuke." jawab Sakura, sambil mencoba mengingat-ingat.

"Apa kau tahu kemampuan mereka?" tanya Shikamaru lagi.

"Ada yang bisa membaca chakra!" seru Hinata yakin.

"Eh? Membaca chakra??"

"Iya! Dia bisa merasakan chakra orang yang didekatnya." lanjut Hinata.

"Yang lain nya?" tanya Shikamaru lagi.

"Entahlah... mereka belum menunjukan jurus mereka." jawab Kiba.

Shikamaru hanya diam sambil menyusun strategi.

* * *

"Sasuke, lebih baik kita istirahat dulu! Lukamu sepertinya cukup parah." bujuk Karin, tapi Sasuke tetap tidak mau.

"Berisik! Aku baik-baik saja."

"Kalau begitu minumlah darah ku, supaya lukamu sembuh!" Karin masih keukeuh.

"AKU BILANG AKU BAIK-BAIK SAJA!!!" bentak Sasuke. Karin sangat kaget. Walaupun selama ini Sasuke tidak pernah bersikap baik, tapi baru kali ini dia melihat Sasuke semarah ini.

"Hei Sasuke! Kau tidak perlu semarah itu kan? Lagi pula sebenarnya luka itu gara-gara kau mencoba meolong gadis itu kan?" Suigetsu mulai emosi. Sasuke hanya mengeluarkan tatapan membunuhnya, dan Suigetsu mulai ketakutan.

"Kita istirahat!" hanya itu yang keluar dari mulut Sasuke. Semuanya pun hanya diam mengikuti kata-katanya.

SIAL!! Kenapa aku jadi berantakan seperti ini?!

* * *

"Kiba? Apakah kita sudah dekat?" tanya Shikamaru.

"Ya... , kurasa sudah dekat!" jawab Kiba.

"Bagaimana Hinata?"

"Em... ya sudah terlihat!"

* * *

"Kurasa sudah cukup kita istirahat. Ayo!" Sasuke mulai berdiri, diikuti Karin dan Jugo. Tapi Suigetsu hanya diam saja.

"Suigetsu ayo!!" seru Karin.

"Ta..tapi aku tidak bisa bergerak."

"Apa bagaimana mungkin??" tanya Karin kaget. Dia berusaha menarik tubuh Sugetsu, tapi percuma saja karena ternyata tubuhnya juga tidak bisa digerakan.

Sasuke melihat ke arah bayangan Suigetsu yang sepertinya sudah tergabung dengan bayangan seseorang.

Eh, jurus ini?!

Sasuke segera meghindar dari jurus 'Mengikat Bayangan' Shikamaru yang juga hampir menyerangnya.

"Huh! Kalian datang lagi ya?" ujar Sasuke dingin.

"Sasuke!!! Kenapa kamu jadi begini. Ayo kita kembali ke Konoha." seru Naruto.

"Tau apa kamu?''

"Mungkin aku memang tidak tau apapun. Tapi setidaknya aku bisa membedakan mana yang benar dan yang salah!!" sindir Naruto.

Sasuke mengernyitkan dahinya. "Apa maksudmu??" tannya nya dingin.

"Percuma aku jelaskan, kau tidak akan mengerti. Bodoh!!" ujar Naruto, sengaja menekan kata bodoh pada Sasuke.

Naruto, Sakura dan Hinaa berlari ke arah Sasuke, dan berusaha menyerangnya. Sementara Suigetsu da Karin hanya bisa diam karena jurus Shikamaru.

Dan Jugo bertarung dengan Chouji, Kiba, dan Shino.

Sedangkan Yamato berjaga di pinggir, untuk mengawasi Naruto jika berubah menjadi Kyubi.

"Huh! Jadi kalian ingin main keroyokan ya?" sindir Sasuke. Tapi mereka sama sekali tidak menggubris kata-kata Sasuke. Naurto mencoba menyerang Sasuke, tapi Sasuke bisa menghindar dengan mudah. Hinata dan Sakura, juga mencoba menyerang Sasuke tapi juga dgn mudah dihindari oleh Sasuke.

Anehnya, Sasuke sama sekali tidak mencoba membalas.

Hingga....

Eh, kenapa denganku?? Aku sama sekali tidak bisa bergerak.

Sasuke melihat bayanganya yang sudah menyatu dengan Shikamaru. Rupanya dia telah terkena jurus 'Mengikat Bayangan' Shikamaru.

"Huh! Kau terlalu meremehkan ku Sasuke." ujar Shikamaru bangga. Sasuke hanya diam saja.

Tapi bukankah Karin dan Suigetsu yang...

Sasuke melihat ke arah Karin dan Suigetsu. Ternyata Karin sudah terkena jurus 'shintenshin no jutsu' milik Ino, sedangkan Suigetsu entah apa yang terjadi sudah pingsan dan digotong oleh Kakashi. Dan Jugo kelihatanya mulai kewalahan, karena diserang oleh banyak orang secara langsung.

Huh! SIAL........

Tiba-tiba Sakura datang dan terlihat mencoba menghantam dada Sasuke, tepat di bekas luka serangan Naruto.

Tapi anehnya bukan rasa sakit yang Sasuke rasakan, tetapi justru dia merasa lukanya mulai membaik. Rupanya Sakura sedang mencoba mengobati luka di dada Sasuke.

"Apa yang kau lakukan, bodoh!"

"Aku hanya ingin mengobati lukamu. Lagi pula, seharusnya aku yang memiliki luka ini." jawab Sakura. Sementara Sasuke hanya terdiam.

"Sasuke... aku mohon kembalilah!" pinta Sakura dengan mata berkaca-kaca. Sasuke masih diam saja, atau tepatnya tidak tau harus berkata apa.

Jujur, dia memang merindukan Konoha. Tapi dia tidak bisa memaafkan Konoha, yang telah mengorbankan Itachi.

Mengingat itu Sasuke mulai emosi.

"Aku sangat membenci Desa itu!" ujarnya sinis.

PLAK..!!

Tiba-tiba Sakura menampar pipi Sasuke.

"Sadarlah Sasuke..!! Jangan rusak hidupmu sendiri..." Sakura mulai menangis. "Aku selalu memandangmu sebagai murid teladan di sekolah, ninja yang kuat, dan orang yang selalu tenang dalam menghadapi masalah. Karena itu... jangan rusak pandanganku terhadap mu." lanjut Sakura dengan terisak.

Sementara yang lain hanya melihat dan mendengarkan.

"Kamu sama sekali tidak tau apa pun tentang aku. Jadi kamu tidak perlu ikut campur. Kamu tidak tau kan bagaimana rasanya kehilangan??" ujar Sasuke emosi.

"Pernah...." Sakura menggantungkan kalimatnya.

"Karena kamu, aku pernah merasakan nya." lanjutnya.

Sesaat Sasuke terpaku oleh kata-kata Sakura. "Huh!! Kau memang selalu menjengkelkan." kata Sasuke sambil tersenyum. Senyum yang sama saat dia akan pergi dari Konoha. Senyum yang telah lama tidak Sakura lihat.

"Sasuke..."

"Maaf Sakura...! Aku tidak bisa! Karena Desa itu... Desa itu telah menghancurkan semua yang aku miliki. Mereka sengaja mengorbankan Itachi." ujar Sasuke. "Aku...aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri yang telah membunuhnya. Karena itu..." Sasuke menggantung kalimatnya.

"Aku ingin membalaskan dendam demi Itachi." lanjutnya.

**T.B.C**


hwaa.......

bagaimana?? bagaimana??

ada kemajuan kah? atau kemunduran??

hehehehe

tolong di review ya... :D