*the last one, ehehehe*
Setelah Goda dan pasukannya pergi, Kanou dan Yukimura kembali ke tenda. Sebentar kemudian, badai mereda, dan bintang pun bermunculan. Langit malam itu indah.
"Nah, Kanou-kun, terima kasih sudah menolongku…" ujar Yukimura sambil melihat langit. Tenda mereka memiliki atap transparan, sehingga mereka bisa melihat keluar tanpa perlu keluar tenda. "…aku tak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak bersamamu tadi"
"Tak apa, Yukimura-senpai" Kanou menenangkan Yukimura. Wajah Kanou sedikit memerah. "Aku yang seharusnya berterima kasih pada Yukimura-senpai"
"Untuk apa?" tanya Yukimura yang kebingungan. "Aku merasa akulah yang sudah merepotkanmu selama ini…"
"Jika kau tak menjadi partner kerjaku saat festival dulu, aku yakin, sekarang aku masih menyimpan ketakutan tak beralasan pada wanita. Aku berutang budi padamu, Yukimura-senpai" Kanou memegang tangan Yukimura. Wajah keduanya memerah sekarang.
"Ka-kanou.. Berterimakasihlah pada Misaki kalau begitu. Bagaimanapun, Misaki-lah yang menyuruhmu bekerja saat festival itu, kan?" jawab Yukimura, sedikit salah tingkah.
"Tapi aku yakin, jika aku berpasangan dengan orang lain, aku takkan merasakan kecocokan seperti ini, Yukimura-senpai" Kanou kemudian menatap Yukimura. "Auramu adalah aura seseorang yang selama ini kucari namun tak pernah kutemukan"
Wajah Yukimura memerah. "Kanou, aku ini kan pria…"
Kanou menarik nafas, kemudian menjawab. "Cinta itu tidak mengenal batas". Ia kemudian mempererat pegangan tangannya pada Yukimura, sambil menatap Yukimura. "Ketika kita sudah menemukan orang yang ditakdirkan untuk menemani kita, maka apapun bisa terjadi…"
Yukimura mencoba melepaskan pegangan tangan Kanou, namun tak bisa. Pegangan tangan itu semakin erat. Dan seiring pegangan tangan itu, dada Yukimura berdebar hebat.
"Apakah dicintai itu seperti ini rasanya?" batin Yukimura berkata. Namun ia tak berani mengatakannya secara lisan. Akhirnya Yukimura berkata. "Apa maksudnya semua ini? Aku tak mengerti…"
"Yukimura-senpai, aku mencintaimu"
Wajah keduanya memerah. "Ci… Cinta?" tanya Yukimura.
"Ya. Seperti Usui-san pada Ayuzawa-senpai. Kau sudah tahu kan betapa terikatnya mereka berdua, meski mereka tidak pernah mengakuinya?"
Yukimura terdiam. Ya, ia mengerti. Ia memang merasa bahwa Ayuzawa dan Usui memang pasangan yang sangat serasi. Tapi ia bingung, mengapa Kanou membandingkan hubungan mereka berdua dengan Usui dan Ayuzawa.
"Aku tak ingin ada kepalsuan di antara kita. Aku juga tidak memaksa kau mengakuinya, Yukimura-senpai. Namun jika kau mengakui perasaan itu, aku akan sangat bahagia" lanjut Kanou.
Yukimura terdiam, dan menunduk sejenak. Ia memang menyukai Kanou yang misterius dan sering menolongnya saat ia memerlukan pertolongan fisik. Tapi ia tidak pernah menyangka Kanou akan menyatakan cinta kepadanya. Baginya, hubungan persahabatan saja sudah cukup. Ia sebenarnya ingin mengatakannya duluan kepada Kanou, tapi ia takut menghancurkan persahabatan yang baru terbangun diantara mereka.
"A… Ano.. Kanou-kun?" Yukimura mengangkat kepalanya. "Se-sebenarnya… Aku juga menyukaimu… Tapi aku takut menyatakannya kepadamu, karena aku takut persahabatan kita rusak…." Yukimura dapat merasakan seluruh wajahnya panas dan memerah, karena malu.
Kanou terhenyak. Ternyata selama ini cinta yang ia rasakan kepada Yukimura tidak pernah berubah menjadi cinta satu arah. Kanou segera memeluk Yukimura.
"Nah, Yukimura-senpai…" Kanou berbisik di depan telinga Yukimura. "Mulai sekarang, kita akan bersama-sama terus, kan?"
Yukimura yang tak berdaya hanya bisa mengangguk dalam pelukan Kanou. Perasaannya sekarang adalah campuran dari rasa malu, senang, dan bingung. Saat perasaan Yukimura bercampur, ia merasakan bibir Kanou ada di depan bibirnya. Perasaan malu segera mendominasinya, dan ia perlahan melepaskan wajah Kanou dari wajahnya.
"Ka-kanou!"
"Yukimura-senpai… Aku mencintaimu. Sekali lagi, aku mencintaimu.. Dan aku senang bahwa aku tidak perlu menggunakan sihir untuk menyatakannya kepadamu"
Yukimura tersenyum. "Jangan coba-coba gunakan sihir kepadaku, ya!"
"Tunggu saja, mungkin ketika aku belajar trik hipnosis baru, aku akan mencobanya terlebih dulu kepadamu" Kanou tertawa sambil mengelus kepala Yukimura. "Tenang, Yukimura-senpai. Aku tak akan sejahat itu, kok…"
Mereka keluar dari tenda, dan membicarakan banyak hal sampai matahari terbit. Saat matahari sedang terbit, Yukimura membisikkan sesuatu pada Kanou.
"Bisakah kau menjaga rahasia ini dari Ayuzawa?"
Kanou mengangguk. "Tentu, Yukimura-senpai. Hubungan kita adalah rahasia tersuci kita berdua"
