Annyeong! Ucchan balik! Ucchan sudah sedikit belajar bahasa Korea… tapi itu dari video. Jadi mianhamnida kalau ada yang salah ya! Harap maklum!
Oh ya! Chinguuu~ ulangan harian Ucchan dapat 60! Kereeen~ Yah… meski belum tuntas sih…#PLETAK! Tapi Ucchan tetep bersyukur! Ucchan akan berusaha lebih keras di ulangan selanjutnya! Doain Ucchan yaa~ *Turtle eyes no jutsu!*
Ini, Ucchan kasih YeWon moment ya! Walau cuma seiprit! Ucchan harap pada suka ya! Oke, silahkan baca, dan kamsahamnida reviewnyaa~
Chapt 3: The Debut
.
Pairing: YeWon, SiChul, HanChul SLIGHT!Other Suju Pair
.
Rated: T *Masih enggan mengganti*
.
Genre: Romance (sedikit), Hurt Comfort (abal), Family (gaje), em Humor a bit…
.
DISCLAIMER: Tuhan, SMTown, Ibu ayah mereka, dan tentu saja~ ELFFF!~~~ (Jadi mereka milik saya juga…#PLAK!) Ceritanya? Murni imajinasi saya! Teheeehee~!
.
WARNINGG~: Alur aneh, gaje, plot membingungkan, mungkin dengan bahasa Korea dibawah standard (Author: Saya masih belajar un…), Maybe Typo~ (Mga2 gak ada…), bahasa seenaknya, SUPER OOC *kayaknya*, BL! BoysLove, Yaoi
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN…
:
Can I Replace Him...?
:
Selamat Membaca dan siapkan obat sakit kepala, un!
Sesosok namja manis sedang berjalan dengan santai dilorong sebuah bangunan. Dia terus-terusan tersenyum mengingat hari ini adalah hari debutnya sebagai seorang penyanyi. Ah, ingin rasanya dia memeluk appanya sekarang juga. Ya, ini semua bisa dia raih karena restu appanya…
Flashback On
Seorang namja terbangun dari tidurnya. Dengan berat, dia berusaha mengerjapkan mata. Tak pernah terlintas dipikirannya untuk bangun hari ini. Tapi, waktu terus berjalan. Dia tak bisa membuang waktu lagi.
"…?" namja itu sadar, bahwa dia tak sedang berada ditempat tidur, melainkan dilantai. "Ahhh, pasti Jin menendangku keluar. Dasar anak itu…" keluh namja itu kesal. Sekuat tenaga, dia berusaha bangkit dari lantai yang dingin. Diliriknya tempat tidur single bed nya. Saengnya sudah tak ada.
'Mungkin dia sudah turun…' batin namja itu.
Sedikit terseok-seok dia menuju kamar mandi.
Selesai berpakaian, namja itu berkutat didepan cermin yang memantulkan penampilannya yang sudah rapi. Namja itu memakai kaos putih dengan celana hitam selutut. Rambutnya dia biarkan sedikit berantakan. Setelah cukup bernarsis ria, namja manis tersebut segera turun ke ruang makan dengan lesu. Dia ingin hari ini berhenti detik ini juga. Andai saja…
Hhh~ sayangnya, Tuhan tetap memerintahkan waktu untuk terus berjalan. Tidak memberi kesempatan sama sekali untuk berhenti.
"… Pagi appa, umma…" ujar Kim JongWoon, nama namja manis tersebut.
"Pagi, Jong," Mrs. Kim terlihat sedikit memaksakan tersenyum. Sementara Mr. Kim hanya diam sambil membaca Koran lama.
Yesung –nama panggilan namja manis itu, hanya diam. Tidak mau banyak bicara. Kejadian malam tadi mengingatkannya. Itu bukan mimpi.
Diraihnya segelas susu dan roti gandum, lalu dimakannya dengan setengah hati. Dia sebenarnya sangat tidak berselera makan hari ini…
"Hyung, apa kamu mau selai?" tawar Jongjin, dongsaeng Yesung.
Yesung menggeleng pelan sambil menyahut, "Ani, tidak usah,"
Jongjin hanya terdiam sambil memakan roti selai kacangnya. Diliriknya Mr. Kim yang sudah masang wajah stoic. Kesal? Ye, Jongjin kesal dengan appanya,dia ingin menghajar appanya itu. Tapi, Yesung memintanya untuk tutup mulut dan tidak berbuat macam-macam, hal itu membuatnya bungkam.
Yesung dengan cepat menghabiskan sarapannya dan meraih tasnya. Ditatapnya wajah Mr. Kim sebentar.
"Umma, appa, saeng, Jongwoon pergi dulu ya…" dicobanya untuk mengembangkan senyum, pada akhirnya hanya senyum hambar yang terukir di bibir cherry itu. Mr. Kim melihatnya.
"… Ne…" Mrs. Kim mengangguk dengan berat.
Saat Yesung hendak pergi, Mr. Kim berdiri dan menghampiri Yesung yang terdiam menatapnya.
Direngkuhnya Yesung dalam pelukannya. Yesung tersentak kaget. Mrs. Kim dan Jin juga terkejut.
"Pabbo… kau anakku yang pabbo…" terdengar suara Mr. Kim yang bergetar.
"M… mwo…?" obsidian kelam itu membulat.
"Appa tidak mau kau jadi penyanyi karena tak ingin kau menjadi seperti appa, musisi gagal! Tapi appa juga sadar, suaramu bagus. Dan takut kau akan meninggalkan kami. Appa lebih takut lagi jika kau mengecewakan kami,"
"Jangan pernah kau memaksakan diri! Appa tak mau kecewa nanti…" isakkan tertahan terdengar dari bibir Mr. Kim, appa Yesung.
"… Ye… Jong janji tidak akan mengecewakan appa lagi…" Senyum lembut mengembang di bibir Yesung. Sudah bukan senyum hambar lagi. Tapi senyum manis yang tidak dibuat-buat. Diusapnya pelan punggung Mr. Kim.
"Kalau begitu, kejarlah mimpimu…" ucap Mr. Kim, membuat Yesung, Mrs. Kim, dan Jin terkejut.
"Kejarlah mimpimu. Tapi kau harus tahu. Kami, keluarga Kim, akan selalu ada untukmu saat kamu lelah. Ingat itu," Mr. Kim mengecup puncak kepala putra sulungnya itu dengan sayang.
"Ne… Jong janji, Jong tidak akan mengecewakan umma dan appa yang sudah percaya pada Jong." Yesung mempererat pelukannya. Dia merasa sangat bahagia saat ini.
Mrs. Kim dengan haru memeluk suami dan anak sulungnya itu. Jin tak mau kalah. Dengan manja, dipaksakan tubuhnya yang mungil ketengah-tengah pelukan itu. Mr. Kim, Mrs. Kim, dan Yesung tertawa lepas melihat tingkah Jin yang manja. Sementara Jin cuma memamerkan cengiran polos.
Flashback Off
Namja bernama Yesung itu terus tersenyum manis pada setiap orang yang dijumpainya. Itu membuat wajahnya yang sudah imut, menjadi berkali-kali lipat lebih imut! (Author: Awww, pengen Ucchan gigit! #PLAK)
Kakinya terhenti didepan pintu masuk ruang rapat. Diliriknya lagi sebuah kertas alamat, dari SMEnt. Hari ini dia akan memulai debut dengan sebuah grup bernama "SUPER JUNIOR".
"Ruang B89 Lantai 4," bacanya. "Sepertinya disini." Dengan mantap, dibukanya pintu itu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
"Permis-"
"Yesung ah?" terdengar suara namja yang sangat dikenalnya.
"Jungsoo hyung…?" tanya Yesung kaget sekaligus senang. Dengan cepat dia berlari memeluk hyung kesayangannya itu.
"Uwaaa, rupanya kau masih mengingatku~," dengan penuh haru Jungsoo membalas pelukan Yesung. "OH YA! Jangan panggil aku Jungsoo lagi! Aku punya nama panggilan juga tauk!" setelah melepas dengan halus pelukan Yesung, Jungsoo merajuk sambil mempoutkan bibirnya imut.
"Hahahah, mian. Eh, apa nama panggilan barumu, hyung?" Tanya Yesung dengan senyum merekah.
"E-HEM~, perkenalkan, leader Super Junior terganteng dan terimut~, Lee Teuk~" pekiknya narsis.
"Oh…" Yesung menatap Jung… Lee Teuk –maksud saya, dengan ekspresi datar.
Leeteuk tampak kecewa melihat reaksi Yesung, terlihat dari wajah melas dan tatapan anak kucingnya.
Sedetik kemudian, obsidian Yesung membulat, "MWO?! Leader? KAMU?!"
BLETAK
"Aww, appo hyung…"
"Nggak sopan! Hmph, oh ya. Katanya bukan cuma kita anggotanya. Ada emm, 12 termasuk kau dan aku." Ujar Leeteuk setelah berpikir sejenak.
"Mwo? Banyak sekali? Namja semua?" tiba-tiba Yesung mendapat firasat buruk.
Leeteuk mengangguk, "Ya iyalah, eh, ada yang datang tuh!" namja itu menunjuk pintu masuk yang terbuka, menampilkan sesosok… ikan…? Kepala ikan! Ya, namja berkepala ikan…#PLAK!
"Hng? AAAH! Jungsoo hyuuung~" tanpa basa-basi, namja tampan itu memeluk Leeteuk dengan girang. Wajahnya kelihatan seperti anak kecil yang baru melihat appanya. Ck, ck…
"UWA!"
Brugh! Angel kita ini dengan tidak elit jatuh terjengkang kebelakang akibat pelukan brutal namja itu.
"Ugggh… Donghae-ah! Jangan memelukku tiba-tiba begitu dong…" erang Leeteuk kesal. Dengan pelan, dicobanya mendorong namja manja dihadapannya.
"Ne, ne. miaaan~" senyum namja bernama Donghae itu.
"Ah, Yesung ah. Perkenalkan ini Donghae. Bocah! Perkenalkan dirimu!" Leeteuk menatap Donghae dengan tatapan memerintah.
"Ah, mian telat memperkenalkan diri! Annyeonghaseyo, Lee Donghae imnida," ucap Donghae sambil bersujud(?).
"U-uwa, tidak perlu bersujud segala," Yesung dengan panik berusaha membantu Donghae berdiri. "N-ne, Kim Jongwoon imnida. Kau bisa memanggilku Yesung!" Yesung memperkenalkan dirinya dengan senyum manis.
Donghae menatapnya tak berkedip. Yesung heran. "Donghae ah…? Donghae ah…?" Yesung takut Donghae kaget mendengar namanya. 'Auuh, setelah ini dia pasti akan menertawakanku…' racau Yesung dalam hati. Yesung hendak menepuk pipi Donghae bermaksud menyadarkannya.
Tiba-tiba, "Kyeoptaaaa~~~~" dengan brutal, Donghae mencubit gemas pipi chubby Yesung. Membuat namja itu kaget sekaligus panik, hingga jatuh terduduk.
"W-waaaa, Teuki-hyung! Tolong akuuu… Jebal…~" Yesung mulai takut. Matanya berair. Apalagi, tangan Donghae sudah mulai merambat kemana-mana. Ikan mesum!
"LEE DONGHAE!" teriakan menggelegar menghentikan kegiatan YeHae(?). Semua matapun kini tertuju pada sesosok namja manis yang tengah memandangi YeHae dengan wajah merah padam.
"Hyukjae ah?" mata Yesung menyipit untuk mendeteksi wajah monyet diseberangnya. Dia agak kesusahan melihat karena tangan Donghae masih keasyikkan mengelus-elus dahinya.
"Dwo(artinya kamu, bener nggak sih? Miaaaan~)! Playboy cap ikan cucut! Hiks! Mudah sekali kau memperlakukanku seperti ini! Aku ini sudah cukup sabar, Hae ah! Kesabaranku juga ada batasnya! MULAI SEKARANG, KITA BREAK!" teriak namja manis itu sambil menangis. (Author serasa nulis drama sinetron…)
"Mwo?! Eunhyukkie ah! Kau salah paham! Aku itu…" Donghae dengan panik mulai berusaha menenangkan namja dihadapannya ini.
"SALAH PAHAM! MUKAMU YANG SALAH PAHAM! Kau menyebalkan! Pabbo! Ikan Pabbo!" bentak Eunhyuk kesal.
"Hikss, Teuki hyuung~" dengan sedih, Eunhyuk menghampiri Teuki hyungnya yang sedari tadi hanya menonton dengan wajah cengo, dan dengan sadis menerkamnya hingga jatuh terduduk.
"…" Leeteuk dengan sabar hanya mengelus rambut Eunhyuk. Matanya tengah menatap tajam Donghae seakan menyalahkan namja malang itu.
"Uuuuw… UWAAAAAA~~~" tangisan Donghae pecah. Seperti layaknya anak kecil yang tidak dibelikan permen, dia berguling kesana, berguling kemari dengan gerakan cepat(?). Yesung hanya melihatnya dengan bingung.
Krieeet
"Permis… Ommo? Ada apa dengan ini ikan?!" namja bertubuh kekar masuk, dan langsung terkejut disuguhi pemandangan gaje dihadapannya. Tapi wajahnya menjadi merah saat melihat malaikatnya tengah memeluk seekor monyet a.k.a Eunhyuk, "MWO!? Jungsoo hyung! Kau mau selingkuh lagi! Ommonaaa~! Hei! Lepaskan tanganmu darinya bocah!" dengan kesal, Kangin –nama namja itu, berusaha melepas pegangan Eunhyuk.
"Andwee!" jerit Eunhyukkie sambil mempererat pelukannya.
Nah, bayangin aja bayi monyet yang lagi bergelantungan didada sang induk. Posisi EunTeuk kayak gitu!
Saat mereka masih sibuk ribut-ribut gaje, pintu terbuka lagi dan menampakkan lima sosok namja,
"Ommo, ada apa ini?" seorang namja imut bernama Kibum tercengang melihat pemandangan didepannya. Ada namja dewasa yang gegulingan sambil nangis, namja manis yang melongo, dan tiga namja yang entah sedang melakukan atraksi apa.
"Hmm, entahlah, Bummie…" namja mungil bernama Ryeowook hanya mengedikkan bahu, masih asyik melihat-lihat ruangan besar itu.
"Yah, mereka ribut sekali! Benar-benar kayak anak kecil!" namja manis bernama Sungmin menambahi, dan dihadiahi deathglare dari KangTeukHyuk.
"Uhe… lapar… Hangeng ah! Memangnya disini tidak ada makanan lain ya?" namja bertubuh tambun mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan itu denga tatapan lapar.
"Tidak tahu Shindong ah…" namja tampan bernama Hangeng hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan temannya itu.
"Sudah, sudah! AAIIISH! Eunhyuk aaah, lepasiin~" erang Leeteuk kesal. Dengan paksa, dilepasnya pelukan Eunhyuk yang sudah berlinang air mata. Sementara Kangin tersenyum penuh kemenangan.
"Hhhh~, eh. Jadi… kita semua satu grup nih? Hmm, kurasa kita harus menunggu 2 lainnya." Leeteuk tersenyum puas melihat semua member sekaligus dongsaengnya itu.
Semua menatap Leeteuk dengan tampang datar, kemudian kembali ke urusan masing-masing, kecuali Kangin yang masih setia memandangi wajah ukenya itu.
Merasa dicuekin, Leeteuk langsung menangis dipelukan Kangin. "Huweeee… dicuekkinnn~" Leeteuk terisak. Kangin dengan lembut mulai mengusap-usap rambut Leeteuk.
Yesung memandangi mereka. Andai suatu hari dia bisa seperti itu…
Brak! "Permisii~!" terdengar suara berat seorang namja. Semua mata tertuju pada namja itu, ah, ada seorang lagi!
"Heechul hyung…?" Eunhyuk kaget. Terlebih Leeteuk dan Yesung.
"Oooh~ ada Siwon ah juga!" Sungmin tersenyum manis kearah dua namja itu. Sementara Yesung tengah memandang horror dua namja yang sangat dikenalnya itu.
"Maaf terlambat hyung…" namja tampan berkaos putih dengan rompi bernama Siwon menunduk malu.
"Tak apa…" Leeteuk berusaha menjaga emosinya.
Siwon menatap Leeteuk dengan tatapan tak percaya. "…? Bukankah kau cleaning service disini?" dengan polos –atau lebih tepatnya bodoh, dia bertanya.
"MWOOO?!" dan yah, sang angel telah berubah menjadi devil karena lontaran polos seorang Choi Siwon. "BILANG SEKALI LAGI!" bentaknya kesal. Sudut siku-siku mulai terlihat didahinya. O-oh, sepertinya angel akan segera lepas kontrol…
"…? Cleaning service?" dengan begonya, Siwon mengulangi kata itu. (Author: Iiiih, apa salahnya? Siwonnie oppa 'kan hanya melakukan yang diperintahkan Eeteuki oppa! #BLETAK!)
Setelahnya terlihat Kangin dan Kibum yang berusaha menahan leader mereka yang terlihat lepas kontrol, dan hendak maju menghajar wajah sempurna Siwon. Dengan keras, Leeteuk mengabsen nama-nama hewan dikebun binatang.
Siwon mengedarkan pandangannya. Matanya terhenti disalah satu namja yang menatap dirinya dengan pandangan aneh. Dengan senyum mengembang dia menghampiri namja itu.
"Annyeonghaseyo, Yesung hyung! Kita ketemu lagi! Hehehhe, mohon kerja samanya~!" Siwon tersenyum manis pada Yesung. Membuat hati namja mungil itu berdesir pelan.
"Ah… iya…" Yesung berusaha tersenyum, sementara Leeteuk memandangi dirinya dengan khawatir.
YESUNG POV
Uhhh, betapa senangnya takdir mempermainkanku…
"Baik, mari kita mulai bahas konsepnya," terdengar suara namja paruh baya, yang sebentar lagi akan merangkap menjadi manajerku, ralat. Manajer kami. Tapi perhatianku tidak tertuju padanya, tapi pada namja tampan dihadapanku ini.
Ya, wajah namja dihadapanku ini semakin membuatku berdebar. Sesekali aku mencoba curi-curi pandang ke arahnya. Sayang, dia tidak melihatku sama sekali. Dia melihat tempat lain. Karena penasaran kucoba ikuti arah pandangannya. Ya, meski aku sudah tahu siapa yang dipandanginya.
Siapa lagi kalau bukan Heechul hyung? Tampaknya Siwon sangat dekat dengan namja cantik itu. Karena aku sering melihatnya mengantar jemput Heechul hyung. Hm? Anehnya, Heechul kini tampak sedang tertawa ringan dengan namja tampan disampingnya. Rambut namja itu lurus berwarna hitam, dan tampaknya bukan Korea asli. Terlihat dari bahasanya yang amburadul.
Kulirik Siwon. Pandangan matanya tampak menyiratkan sebuah perasaan. Perasaan yang selalu kurasa. Perasaan cemburu…
Akhirnya kuhabiskan waktu dengan memandangi wajah ajhussi, dan sesekali menjawab jika ditanya. Memang harus bagaimana lagi?
"Baik, sudah selesai. Berkenalanlah dulu. Saya akan kembali, dan tolong jangan terlalu ribut, arra?"
"Arraseo!" semuanya termasuk aku dengan kurang ajarnya berteriak lantang. Ajhussi cuma geleng-geleng kepala, lalu melangkah keluar ruangan. Seketika itupula ruangan itu jadi luar biasa ribut.
"Leeteuk hyung! Kau belum melunasi hutangmu padaku!" terdengar desisan Kangin, namjachingu Leeteuk hyung.
"Aiiish~ Racoonie, nanti saja yah, kalau aku sudah punya uang! Jebaal~" Leeteuk tersenyum manis, sangat manis, sehingga membuat wajah Kangin memerah. Dengan tersipu malu, Kangin hanya mengangguk pelan. Waah… gampang sekali, Leeteuk hyung?
"Hyukkie ahhh~ mianhaee! Tadi itu tak seperti yang kau bayangkan!" pekik Donghae histeris.
"Peduli amat!" ketus Eunhyuk kesal. "Hiks hiks, Shindong hyuuung~, Hae selingkuuuh!" rengek Eunhyuk pada namja bertubuh tambun yang bernama Shindong.
"Oh ya? Sabar Hyukkie ah, sabar!" Shindong berusaha menenangkan dongsaengnya yang mulai banjir air mata. Sementara Donghae hanya bisa menjedotkan kepalanya kedinding.
"YAH! Kim Kibum! Apa yang kau lakukan?!" aku melirik, seorang namja manis tengah memekik histeris.
"Hm? Aku membantu Ryeowook, Sungmin hyung. Matanya kelilipan debu," ucap Kibum kalem sambil menghentikan kegiatannya meniup mata Ryeowook yang tampak meringis kesakitan.
"Ya! Hentikkan!" bentak namja bernama Sungmin itu kesal. Tak ayal, kedua namja itu terlibat perang mulut.
"Uuu~… mata Wookie sakit…" Ryeowook dengan meringis berjalan menghampiriku.
"Heechul hyung! Apa itu!?" terdengar suara Siwon yang tampak kaget saat melihat hp Heechul.
"Foto-fotoku?" Heechul menjawab dengan agak heran.
"HYUNG! Bertobatlah! Ayo ke Gereja!" dengan panik, Siwon berusaha menyeret Heechul ke luar ruangan.
"Mwo!? Enak saja! Aku tak mau!" Heechul menggeleng kuat sambil berusaha melepaskan diri.
"Hyung! Kau tahu! Tuhan itu ada! Kau hanya perlu berdoa, jangan hanya karena stress kau berfoto ala yeoja begini! Kau tahu itu dosa 'kan?! Dan apa kau tahu? …" Siwon mulai berkotbah. Aku menatapnya geli. Dia sangat lucu…
Heechul hanya mendengus kesal. Tak berminat sama sekali mendengar ceramah Siwon.
"Anoo, kamu Yesung?" terdengar suara lembut. Aku menoleh dengan cepat. Ah, Ryeowook ternyata.
"Ah, ne. Gwenchanayo…?" aku memandang matanya yang memerah dengan cemas.
"Uweee… appo! Mata Wookie sakit!" isaknya. Dengan panik aku berusaha menenangkannya.
"Cup cup, sini, biar kutiup… ayo Wookie ah! Buka mata," bujukku sambil menangkupkan tanganku dipipinya. Ryeowook dengan susah payah berusaha membuka matanya.
Perlahan kutiup matanya dengan sepelan mungkin. Dia sedikit meringis.
"Appo! Appo!" rengeknya kemudian mati-matian berusaha menutup matanya, sehingga membuatku menghentikan kegiatanku dengan bingung.
"Sudah, Wookie ah. Yesung hyung 'kan sudah bersedia membantumu, hargai dia sedikit." Suara lembut dengan logat aneh terdengar. Aku menoleh. Namja tampan dengan bahasa gaje tadi #PLETAK!
"Ah, ne. Mian Yesung hyung," Ryeowook dengan patuh membuka matanya.
Kutiup sedikit matanya, lalu tersenyum tipis, "Masih sakit, Wookie ah?"
Ryeowook menggeleng dengan pelan, "Kamsahamnida, hyung!" namja mungil itu tersenyum manis.
"Ah, ne." aku melihatnya menjauh, lalu kembali berkutat memandangi namja tampan itu.
"Umm, namamu siapa ya?" kuberanikan diri bertanya. OMMO! Pabbo! Pabbo Yesung! Dia pasti mengira aku aneh! Duh, malu sekali… berulang kali aku merutuki kebodohanku dalam hati.
"Ah? Kau tak tahu namaku ya! Hahah, maaf lupa mengenalkan diri… emm, Hankyung… imnida…?" kutatap wajah tersenyum maksa namja itu. Sepertinya dia kesusahan menjawab.
"Bukan orang Korea asli ya?" tebakku.
"Ne, aku dari China. Nama asliku Hangeng" Jawab Hankyung lagi-lagi tersenyum.
Yah, bisa dibilang setelah itu aku menghabiskan banyak waktu ngobrol dengannya. Walau kadang aku dibuat bingung dengan bahasa Koreanya yang ngaco.
Aku menarik napas dengan berat. Hujan. Ya, hujan, dan dengan segenap kebabboanku, aku lupa bawa payung. Mana sudah malam lagi… kulirik sekeliling. Gelap, jadi agak susah melihat.
Takut keluargaku khawatir, akupun memutuskan untuk menerjang hujan saja. Baru saja aku melangkah, suara mobil diklakson terdengar. Aku menoleh. Ha? Bukankah itu mobil Siwon ya? Ah, pasti aku salah lihat. Aku mundur sedikit bermaksud mempersilahkan mobil Ferrari itu lewat.
Cret, pintu mobil itu terbuka dan menampakkan, Siwon? Siwon dengan payung lebar berwarna pink(?)! Aku diam membeku ditempat saat Siwon memayungiku dengan payung em… uniknya…
"Hyung! Kau tidak bawa payung?" suara lembutnya terdengar. Oh… betapa aku merindukan suara ini… sedari tadi diruangan itu, aku hanya ngobrol dengan Hankyung, serta sedikit berdebat dengan Eunhyuk soal Donghae. Kasihan Donghae, diputuskan secara sepihak begitu…
"Hyung…? Apa kau sakit?" sentuhan hangat dipipiku membuatku tersadar.
"M-mwo? Ah, ani, ani… hyung tidak apa-apa…" aku tersenyum canggung. Waduh, apalagi yang harus kukatakan!? Wajahku pasti sedang merah! Oh Tuhan! Kamsahamnida karena membuat sekelilingku gelap! Kalau tidak, Siwon pasti melihat wajah merahku!
"Ne? Baguslah! Ayo masuk, biar hyung kuantar saja," senyum mengembang diparas tampannya, dan sekali lagi, menarikku paksa untuk masuk ke mobil WAH-nya.
"Siwon ah, mianhae. Kau jadi mengantarku…" ringisku pelan. Sungguh, ini pasti membuatnya repot…
"Mwo? Kenapa harus minta maaf? Aku senang kok bisa mengantar hyung! Lagipula, aku mau tahu rumah hyung dimana," kulirik Siwon, dia tersenyum manis sambil tetap fokus kejalanan. Ommo… bolehkan aku berharap, Teuki hyung…?
"Payung siapa? Warnanya keren sekali," aku tersenyum kecil sambil melirik payung berwarna ajaib disamping Siwon.
"Ini? Hahaha, ini payung Heechul hyung! Tertinggal." Jleb! Hhh~ harusnya aku tidak bertanya. Aku menunduk sedikit.
"Oh, em kau tahu?" aku mencoba menanyakan soal Heechul padanya. Walau aku tahu akan menyakitkan, tapi harus kucoba!
"Ne?"
"Apa kau menyukai Heechul hyung…?"
"Ye, aku menyukainya!" aku menggigit bibir. Sakit…
"Tapi… kurasa Heechul hyung lebih dekat dengan Hangeng…" nada suaranya terdengar sedih. Aku menunduk.
"Apa aku harus menyerah ya? Mereka sangat dekat…" sungutnya. Aku menatapnya. AYO! Bilang iya! Kim Jongwoon! Ini harapanmu! Katakan iya! Suara iblis dalam hatiku terdengar.
"Ani, berjuanglah." Aku tersenyum. Walau sakit, tapi kurasa… aku akan mendukungnya. Sang iblis hanya menjedotkan kepalanya kedinding mobil(?).
Siwon diam sejenak, lalu berkata, "Ya, kau benar, aku akan berusaha!" ah, matanya berbinar-binar. Sepertinya dia memang sangat menyayangi Heechul. Aku tidak boleh seenaknya masuk dan mengacaukan hidup sempurna Siwon. Ya, aku sadar itu…
Akhirnya sepanjang perjalanan, aku hanya diam mendengarkan celotehnya dan menjawab seadanya jika ditanya sesuatu. Ommone, cepatlah sampai… mataku rasanya panas…
"Aku pulang," aku melangkah keruang keluarga. Disana sudah ada umma, appa, dan saengku. Mereka sangat hebat… tengah malam begini masih menungguku. Tanpa sadar aku tersenyum sedikit.
"Bagaimana Jong?" umma menatapku cemas.
Aku tersenyum lebar, sambil membuat jariku berbentuk symbol peace aku berkata, "Debut! Jong akan debut mulai hari ini!" seketika itu juga umma memelukku dengan kencang.
"Bagus, tetap berusaha ya, hyung~" Jin menatapku dengan girang. Senyum manis mengembang dibibirnya.
"Uwa, anak appa memang hebat!" appaku tertawa senang.
Aku ikut-ikutan tertawa. Rasanya, sakit yang kurasa tadi meluap entah kemana saat melihat wajah sumringah umma appa dan Jin.
Kehangatan yang kurasakan ini, benar-benar tak akan kulupakan!
"Ayo, kita makan! Umma sudah memasakkan makanan kesukaanmu, Jong! Jin, ada pudding juga!" ummaku dengan semangat menyeret appaku keruang makan.
"Jinjja?!" saeng kecilku itu langsung berlari keruang makan, diikuti umma appaku.
Aku tertawa kecil lalu mengikuti mereka keruang makan.
Kurasa, aku akan mencoba mendukungmu… dengan begitu aku yakin, aku dapat melupakanmu… walau akan memakan waktu lama, aku akan mencoba… Kim Yesung, Hwaitting!
TBC
Gimana!? Mian kalau ada yang salah ya! Hmm…
Kalau ada yang kurang, PM atau review yah! Akan Ucchan perbaiki di chapter berikutnya!
Dichapt berikutnya bakalan ada banyak pair nih! Hehehe! Yosh! Ucchan can do it!
Ne, ne, review pleaseee~ saran dan flame yang mendidik Ucchan terima!
