Rou: Akhirnya update chapter 4~

Lucy: Yaay~ *tumpengan*

Luna: Tapi reviewnya...

Soleil: Sangat mengenaskan sekali... = ="

Rou: Masa' cuma satu? *mojok*

Luna: Sabar, ya, author..

Lucy: Yah... Tampaknya harus sering promosi... = ="

Soleil: Kita mulai, ya? Disclaimer, KHR hanya milik Amano Akira, kita cuma punya fanfic ini...

Rou: Warning, OC, typo, gajhe, dan lain-lain

Lucy: Yosh... Mari kita mulai~


Vongola Ventesimo

Chapter 4: Our New Life

"Sekarang sudah hampir pagi. Beberapa orang pasti sudah bangun. Dan biasanya, menjelang pagi, ada dua penjaga di pintu masuk Namimori corridor." Jelas Sei

"Lebih baik kalian istirahat dulu" kata Reborn

"Aku lelah to the max!" seru Rei

"Aku juga sudah lelah" sambung Kuroichi

"*sigh* Baiklah.. Kita istirahat dulu saja" Ichigo menutup matanya. Ia merasa sangat lelah

"Baiklah, ikut kami.." Kuroichi dan Rei pun mengikuti Sei dan juga Reborn

Sedangkan Ichigo tetidur di gendongan Kuroichi


"U-uhh..." Ichigo membuka matanya.

"Ini supnya~" sebuah suara asing tertangkap oleh telinga Ichigo

"Ah~ Aku mau! Aku mau!" ia mendengar satu suara lagi yang terdengar asing. Ichigo bangkit dari tempat tidurnya, ia melihat keadaan sekitar. Jelas sekali bahwa ia tidak berada di asrama Lower Namimori.

"Hei! Kau sudah makan satu mangkuk!" seseorang berteriak marah. Kali ini Ichigo tahu suara siapa itu. Suara temannya, Kuroichi.

"Uhh... Dimana ini?" tanya Ichigo, mencoba mendapat perhatian mereka

"Ah! Ichigo! Kau sudah sadar rupanya!" seru Kuroichi senang. Ia mendekati Ichigo

"Wah, wah~ Selamat datang~ Kau sudah tertidur hampir seharian~" seseorang berambut blonde dan di kepang mendekati Ichigo

"Selamat datang di Upper Namimori!" seru perempuan lainnya disana.

"Upper.. Namimori?" tanya Ichigo

"Yup! Kemarin, Sei membawa kalian kesini!" jelas perempuan berambut hitam pendek itu.

"Sei?" tanya Ichigo

"Kufufu~ Itu aku. Kau ingat, kan?" Ichigo menoleh ke arah suara, Sei tersenyum kearahnya. Sesaat memperhaikan Sei, Ichigo pun mengangguk pelan

"Ah, ya! Namaku Cinque! Salam kenal!" orang berambut Blonde itu tersenyum

"Dan aku Vanessa~!" seru perempuan asing yang satu lagi.

"Ichi-tan tidak apa-apa?" Rei terlihat khawatir

"Yah.. Aku tidak apa-apa.." jawab Ichigo

"Ichigo, mereka menyuruh kita untuk tinggal disini" bisik Kuroichi. Ichigo membelalakkan matanya

"*sigh* Tujuan mereka adalah membuat ku jadi pemimpin mafia, kan?" Ichigo berbisik balik

"Yah~ Kau benar~" kata Cinque. Ichigo kaget

"Wow... Dia hebat..." pikir Ichigo

"Aku memang hebat~" Cinque membanggakan diri sendiri. Ichigo tersentak karena Cinque bisa membaca pikirannya

"Ciaossu" seorang bayi masuk lewat jendela

"Reborn!" seru Ichigo

"Kalau kalian mau tinggal disini, kami akan memberikan kalian fasilitas yang di perlukan disini, seperti sekolah, ID card Upper Namimori, Makanan, Pakaian, dan lain-lain" jelas Reborn. Rei sangat tertarik denga tawaran Reborn. Sementara Ichigo masih menimbang-nimbang tawaran itu

"Yah, aku sih terserah Ichigo..." kata Kuroichi

"Ichi-tan~ Aku mau~" pinta Rei. Ichigo terus menimbang-nimbang, dan akhirnya, ia mendapat jawaban, "Baiklah, aku akan menerima tawaran itu"

Rei tertawa senang. Kuroichi hanya tersenyum kecil

"Kalau begitu, mulai besok, kau akan di latih oleh ku dan Sei" kata Reborn

"Haaah?" Ichigo kaget

"Kufufu~ Hanya latihan ringan setelah sekolah" kata Sei

"Berarti mulai besok kita mulai sekolah, ya?" tanya Rei

"Yup~ Aku sudah menyiapkan keperluan sekolah kalian~" kata Cinque senang

"Kau begitu yakin kita akan menerimanya..." gumam Ichigo

"Yah, tentu saja. Kau tidak punya pilihan lain selain menerima.." kata Reborn yang spontan membuat Ichigo, Kuroichi, dan Rei sweatdrop

"Sebaiknya kalian Istirahat dulu, sebelum sekolah besok~" kata Vanessa dengan senang


Ichigo, Kuroichi dan Rei sudah berdiri di depan Namimori Chuu. Mereka terpana melihat sekolah itu, sama seperti sebelumnya.

"Eh, ayo, kita jangan bengong disini terus.." kata Ichigo sambil setengah tertawa

"Kita harus ke ruang kepala sekolah dulu, kan?" tanya Kuroichi

"Yup. Setelah itu kita akan di antarkan ke ruangan kelas. Ku harap kita masuk di kelas yang sama!" ujar Ichigo

"Yeah! Aku sangat bersemangat to the ma—Aww!" Rei yang dari tadi berjalan mundur terjatuh karena menabrak seseorang

"Sudah ku bilang, Rei, berjalan mundur itu berbahya.." Ichigo membantunya berdiri

"Maafkan aku!" kata Rei kepada orang yang ia tabrak

"Ahaha~ Tidak apa-apa! Lagipula ini juga salahku karena berdiri diam disini" orang itu tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Orang itu pun memunguti barang-barangnya yang terjatuh

Rei mengambil sebuah sketch book yang tergeletak di dekat kakinya. Rei dengan sembarangan dan tanpa izin membuka buku gambar tersebut

"Wow! Gambar mu bagus, ya!" Rei memuji laki-laki berambut hitam itu. Orang yang di pujinya hanya tersenyum

"Ah.. Terima kasih! Aku memang suka melukis.."

Ichigo ikut melihat sketch book itu. Ichigo pun ikut terkesima

"Ah.. Sepertinya aku tidak pernah melihat wajah kalian.. Kalian murid baru, ya?" tanya orang itu

"Yup! Kami murid baru!" jawab Rei dengan semangatnya

"Kami ingin pergi ke ruang kepala sekolah" kata Ichigo

"Aku bisa mengantar kalian kesana.. Mau?" tawarnya

"Tidak perlu. Kita bisa sendiri" jawab Kuroichi agak ketus

"Kuroichi.. Kau tidak boleh begitu..." ujar Ichigo

"Ahaha~ Tidak apa-apa... Yah, kalau kalian butuh bantuan, namaku Ayasaki Kotarou. Sampai jumpa lagi!" Ia pergi sambil melambaikan tangannya ke arah kami

"Kenapa kau berbicara ketus begitu?" tanya Ichigo

"Entah kenapa aku tidak menyukainya.." ujar Kuroichi yang hanya membuat Ichigo sweatdrop

"Hanya karena itu?" batin Ichigo

"Sudahlah, sebaiknya kita langsung ke ruang kepala sekolah" Ichigo berjalan diikuti kedua temannya


Mereka sudah mengunjungi ruang kepala sekolah dan sekarang mereka tengah menuju ruang kelas mereka—mereka sekelas. Bel sudah berbunyi, tentu saja tidak ada satu pun siswa di koridor. Akhirnya mereka sampai di kelas mereka, kelas 9-A. Mereka menunggu diluar, menunggu aba-aba.

"Kira-kira kelas kita seperti apa, ya?" Ichigo tertawa kecil

"Kuharap tidak ada orang menyebalkan tadi" kata Kuroichi pelan

"Aku tidak apa-apa, asalkan temannya menyenangkan to the max!" ujar Rei

Guru wali kelas baru kami—yang tak perlu di sebutkan namanya, memberikan aba-aba kepada kami untuk masuk.

"Silahkan perkenalkan nama kalian" guru itu tersenyum kepada kami

"Namaku Shigeyoshi Ichigo. Kalian bisa memanggilku Ichigo. Yoroshiku..." Ichigo membungkukkan badannya 45 derajat.

"Namaku Akira Kuroichi. Salam kenal" kata Kuroichi singkat

"Namaku Akarui Rei! Dan aku sangat suka berolah raga to the max!" seru Rei dengan semangat, membuat setengah murid di kelas sweatdrop

"Kalau begitu, kalian boleh duduk" Guru wali kelas mempersilahkan mereka duduk

"Tch.. Kenapa ada orang itu.." gumam Kuroichi. Di pojok kelas, seseorang yang mereka kenal—Koutarou, melambaikan tangan ke arah mereka. Ichigo hanya tersenyum, begitu juga Rei.

Kuroichi mengambil tempat duduk di depan yang kebetulan kosong, sedangkan Ichigo duduk di belakangnya. Rei? Ia mengambil tempat duduk di belakang yang kosong.

Pelajaran pun dimulai..


Bel istirahat sudah berbunyi. Ichigo menutup buku pelajarannya, Rei langsung menghampiri meja Ichigo.

"Ichi-tan! Ayo makan di atap!" ajak Ichigo

"Memangnya kau bawa makanan apa?" tanya Ichigo sweatdrop

"Tadi Cinque-san memberikan ku roti~" Ujar Rei sambil menunjukkan sebungkus roti

"Sebaiknya kalian tidak pergi ke atap" Kata Koutarou

"Memangnya ada apa?" tanya Rei penasaran

"Biasanya ketua student council ada disana. Ia tidak suka kalau ada orang lain disana..." jawab Koutarou

"Lalu? Memang kenapa kalau dia tidak suka?" Kuroichi sepertinya juga agak penasaran

"Terakhir kudengar, sekitar dua bulan yang lalau, ia membuat seorang murid hampir mati. Sekarang murid itu masih koma" kata-kata Koutarou membuat mereka bertiga sweatdrop

"Tapi.. Apa dia tidak di tuntut orang tua sang murid?" tanya Ichigo

"Yah... Semua orang takut kepada orang itu..."lagi-lagi, Kuroichi, Ichigo, dan Rei sweatdrop

"Aku jadi ingin tahu, seperti apa pemimpin student council itu..." Ichigo tertawa kecil

"Kalau begitu, pergi lah ke atap" Ichigo mendengar sebuah suara dari arah meja guru. Reborn tiba-tiba muncul di meja guru

"Reborn! Kok... Kamu bisa muncul dari situ?" tanya Ichigo kaget

"Aku punya tempat persembunyian di seluruh sekolah ini" kata Reborn sambil melompat ke arah Ichigo yang bersweatdrop ria

"Eh, tunggu,, Jadi.. Kau menyuruhku ke atap untuk melihat orang itu?" tanya Ichigo. Reborn hanya mengangguk

"Apa tidak berbahaya?" tanya Kuroichi

"Ya! Pasti berbahaya to the max!" tambah Rei

"Siapa dia?" tanya Koutarou sambil tertawa

"Er... Dia..." Ichigo memilih-mmilih kata untuk menjawab

"Namaku Reborn, Hitman paling hebat di dunia" jawab Reboen dengan tenang

"Ahahaha! Keponakan mu lucu juga! Imajinasinya tinggi!" Koutarou tertawa tebahak-bahak

"Dia bukan keponakanku..." kata Ichigo pelan. Tapi sepertinya Koutarou tidak mendengar

"Tenang saja, Baka Ichigo, kau akan ditemani ke tiga teman mu ini" kata Reborn

"Ehh? Kenapa? Kenapa mereka harus ikut? Kenapa aku dipanggil Baka Ichigo?" protes Ichigo

"Ga usah banyak protes. Cepet pergi! Kalau enggak..." Reborn mengubah Leon, kadal kesayangannya, menjadi sebuah pistol dan mengarahkannya ke Ichigo

"Sekalian Latihan" Reborn tersenyum

"Ukhh... Latihan, ya? Akh! Sudahlah! Dari pada nanti mati sia-sia di tembak..." Ichigo yang sudah pusing akhirnya berjalan menuju atap sekolah


Ichigo membuka pintu atap sekolah. Angin sepoi-sepoi menyambut kedatangan 3 orang itu.

"Itu dia.." Bisik Koutarou. Orang itu berdiri di dekat pagar, melihat orang-orang di lapangan.

Ichigo terdiam, "Dia kan..."

"Yang kemarin.." lanjut Kuroichi

"Ah~ Bagaimana kalau kita kembali ke kelas?" suara Ichigo sedikit bergetar

"Baikl—" baru saja Ichigo berbalik, ia melihat Reborn di belakangnya. Reborn melemparkan sepasang sarung tangan kepada Ichigo

"Waa—! Apa ini?" tanya Ichigo

"Pakai! Sekarang!" perintah Reborn. Ichigo pun memakai kedua sarung tangan itu. Sesaat setelah Ichigo memakai sarung tangan itu, Reborn menembak Ichigo.

"Ichigo!" teriak Kuroichi seperti dua hari yang lalu, beberapa saat setelah di tembak, muncul api di kening Ichigo, sarung tangannya yang tadinya hanya sarung tangan biasa berubah menjadi sebuah gauntlet. Ichigo langsung berbalik dan menahan serangan tonfa orang—sang pemimpin student council, yang mulai terganggu karena teriakan Kuroichi tadi.

"Rupanya kau..." kata orang itu. Ichigo hanya mendengus

Orang itu segera melompat mundur untuk menghindari serangan Rei.

"Hahaha~ Tampaknya menyenangkan~" Koutarou mengeluarkan beberapa kuas aneh miliknya

"Memangnya bisa menyerang menggunakan itu?" tanya Kuroichi dengan nada mengejek

"Aku menyimpan tiga kuas ini di saku ku bukan untuk melukis, tapi untuk..." Koutarou melepas bagian atas kuas-kuas berukuran besar itu. Ternyata ada sebuah pisau kecil di dalam kuas itu

"Tapi untuk self defense" Ia tersenyum, sedangkan Kuroichi hanya mendengus

"Sebenarnya aku tidak ingin bertarung, tetapi, kau yang meminta.." kata Ichigo dengan suara tenang.

Ichigo pun mulai menyerang sang pemimpin student council itu dengan kecepatan yang cukup tinggi

"Ini, kau juga harus ikut" Reborn memberikan Kuroichi crossbow miliknya yang di tinggal di rumah

"Akh! Terima kasih, Reborn-san!" Kuroichi dengan bersemangat mengambil crossbow miliknya

"Hei! Kenapa kau diam saja?" tanya Kuroichi kepada Koutarou, tetapi Koutarou tidak menjawab

"Hei!" panggil Kuroichi. Sesaat kemudian, Koutarou dengan cepat melempar beberapa pisaunya ke arah sang ketua student council. Pisau itu mengenai baju pemimpin student council itu dan menahan gerakannya. Dengan cepat, Ichigo dan Rei langsung memukul ketua student council itu

"Ukhh..." rintih orang itu

"Kau... Hebat juga..." kata Kuroichi yang agak kesal, diikuti suara tertawa Koutarou

"Kalian..." ia men death glare mereka. Ia langsung menendang Rei dan Ichigo

Dan dengan hebatnya, ia melepas kuas-kuas itu dengan tonfa di tangannya

"Kami korosu..." kata nya.

Ia langsung berlari ke arah mereka berempat dengan kecepatan tinggi

"Tch..." Ichigo menyesuaikan kecepatan dengan api di tangannya

"Hmph..." Kuroichi menembakkan crossbow nya ke tengah-tengah Ichigo dan pemimpin student council itu. Si pemimpin student council langsung berhenti agar tidak terkena kawat yang terhubung dengan panah crossbow itu

"Tidak semudah itu!" Kuroichi berlari melingkari pemimpin Student council itu—dan tak lupa meloncati kawatnya. Kawat itu sempat melukai ketua student council, tetapi ia bisa menghindar

"Kufufu~ Cukup sampai di situ~" muncul kabut di sekitar mereka.

"Tch..." si ketua student council menyimpan senjatanya

Kabutnya menipis, dan muncullah Sei dari balik kabut itu

"Oya oya, kita selalu bertemu dalam keadaan seperti ini, ya, Yu-kun" Sei tertawa kecil

"Apa mau mu?" tanya orang itu

"Hanya bermain dengan mu sedikit" Sebuah naginata muncu di tangannya. Ia memutar naginata itu beberapa ilusi berupa tangkai-tangkai bunga mawar muncul dari lantai, dan mulai menyerang orang itu. Sei memberi isyarat kepada Ichigo dan yang lainnya untuk pergi dari situ


"Ah... Aku merasa lelah..." Keluh Ichigo di dalam kelas.

"Tadi itu menyenangkan" Koutarou tertawa kecil

"Yah, lumayan menyenangkan to the max!" seru Rei

"Ichigo, kau tidak apa-apa?" tanya Kuroichi

"Aku tidak apa-apa, kok" Ichigo tersenyum

"Siapa sebenarnya dia?" tanya Kuroichi penasaran

"Hmm... Namanya Natsuhiro Yuya. Tapi sejauh yang kuselidiki, nama aslinya itu Akarui Yuya" jelas Koutarou

"Oh.. Akarui Yu—HAH? AKARUI?" kata Ichigo kaget

"Akarui? Sama dengan marga ku!" seru Rei

"Yang kudengar lagi, ayahnya sudah meninggal, dan ibunya lebih sering berpergian" jelas Koutarou

"Nama ayahnya siapa?" tanya Rei penasaran

"Hmm.. Kalau tidak salah Akarui Ryou" jawab Koutarou. Rei terdiam

"Rei? Kau tidak apa-apa?" tanya Ichigo

"I-Itu... Nama ayah..." jawab Rei pelan. Ichigo, Kuroichi dan Koutarou terdiam

"Entah kenapa sejak kita kesini banyak hal-hal aneh..." gumam Ichigo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Mereka sudah sampai di rumah. Rei masih memikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi—hubungannya dengan Yuya. Maklum, otaknya aga lemot *slapped*. Ichigo yang kelelahan langsung masuk ke kamarnya, sedangkan Kuroichi mengambil beberapa cemilan di dapur.

Ichigo memberingkan tubuhnya di kasur. Ia menghela nafas panjang

"Kenapa aku harus jadi pemimpin mafia?" Ichigo menutup matanya

"Ibu! Ayah sebenarnya dimana?"

"Ah? Dia sedang bekerja dengan giat!"

"Tapi aku kangen sama ayah!"

"Suatu saat kau pasti akan bertemu dengannya lagi"

"Ibu, ada apa diatas sana?"

"Di atas sana,, tempat ayah mu bekerja"

"Wah~ Benarkah? Kalau begitu Ichigo mau kesana!"

"Tapi kau belum bisa... Suatu hari, kau pasti bisa ke atas sana!"

Ichigo membuka lagi matanya, "Kalau aku tahu pergi ke dunia atas berarti berurusan dengan mafia, aku sangat menyesal..." katanya pelan

"I-ibu kenapa? Kok terlihat kaget begitu?"

"Ah! Tidak apa-apa kok!"

"Ibu menyembunyikan apa?"

"Ah~ Ibu ketahuan deh! Ini ibu punya hadiah untuk mu"

"Uwaaa! Cincin yang bagus!"

"Hahaha~ Ichigo, berjanjilah untuk menjaga cincin ini"

"Baiklah!"

Ichigo meremas bantal nya, "Uh.. Kenapa? Kenapa hal ini terjadi?"

"Aku hanya ingin hidup tenang.."

Tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar Ichigo

"Ichigo? Kau tidak apa-apa?" tanya orang yang ternyata adalah Kuroichi

"Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu?" tanya Ichigo agak sewot

"Maaf, tapi dari tadi aku sudah mengetuk pintu" jawab Kuroichi

"Yah,,, Ada apa?" Ichigo menghela nafas

"Kau ada masalah?" Kuroichi duduk di sebelah Ichigo

"Ini soal,, Yah, mafia dan sebagainya... Aku tak yakin bisa menjalani ini semua" kata Ichigo lirih

"Kalau kau tidak sanggup, ayo kita pulang.." balas Kuroichi

"Tidak,, aku harus menyelesaikan apa yang ku mulai. Jadi, urusan mafia ini harus di selesaikan... Tidak bisa ku tinggalkan begitu saja.. Mereka pasti mengejarku.." ujar Ichigo

"Aku juga takut kau ataupun Rei terluka,, Rei saja sudah bersikap agak aneh sejak mengetahui nama asli si ketua student council itu" lanjutnya

"Sebenarnya aku juga takut—tepatnya sangat takut. Bagaimana jika kita ada yang terluka? Atau bahkan mungkin,, pergi selamanya? Aku tidak ingin itu terjadi!"

"Kalau kau memang sedih, atau ada masalah, aku, Rei, maupun yang lain siap mendengarkan cerita mu" kata Kuroichi

"Yah, terima kasih.." Ichigo hanya bisa tersenyum

"Kau pasti lelah, kan? Istirahatlah, besok kita masih harus sekolah" ujar Kuroichi sambil meninggalkan kamar Ichigo. Ichigo pun berbaring di kasur nya dan mencoba tidur


~to be continued~

Rou: *huft* Akhirnya selesai...

Lucy: Akhirnya di hiasi dengan 9615..

Luna: Kan ada yang nge-request

Soleil: Author, saya rasa ada beberapa orang yang mengira Ichigo itu cewek

Rou: Uhh... Udah ada gambarnya kan? Ichigo tu cewek!

Lucy: Yak~ Sekali lagi, para readers bisa me-request sebuah pairing~

Rou: Yup! Apa aja! Straight dan Yaoi! Tapi kalau yuri, kita berdua ga mau nulis

Lucy: Oh, ya, untuk iseng-iseng, ini daftar kode sebagian chara~ XD

Shigeyoshi Ichigo: 15

Akira Kuroichi: 96

Akarui Rei: 0

Sei: 6

Nove: 9

Cinque: 5

Vanessa: V

Rou: Mungkin itu dulu...

Luna: Yang lainnya kan belom ada... = ="

Soleil: Readers sekalian~ Mohon Reviewnya!

Lucy: Kami sangat mengharapkan Review!

Rou & Lucy: Terima kasih telah membaca! *wave*