Chapter 4

Happy Reading ^^

Di kantor Kris

Kyungsoo sudah duduk manis di dalam ruangan Kris. Lelaki tinggi yang berada di hadapannya itu masih sibuk dengan dokumen-dokumen yang ada di depannya. Kyungsoo menghela nafasnya kasar, sudah hampir 1 jam Kris mendiamkan Kyungsoo dan sibuk sendiri.

" Aku pulang " kata Kyungsoo sambil beranjak dari duduknya, namun dengan segera Kris menahannya.

" Duduk! " perintah Kris dengan suara lantang, membuat Kyungsoo tahu bahwa kekasihnya itu sedang marah.

Kyungsoo pun akhirnya dengan berat hati duduk kembali. Kris menelepon sekretarisnya agar mengantarkan minuman untuknya dan Kyungsoo. Kris menyuruh Kyungsoo untuk duduk di sofa dekat dengannya. " Kenapa kau tidak mengangkat telepon dan membalas pesan dari ku Baby Soo? " tanya Kris.

" Aku hanya ingin tidak ada yang mengganggu liburan ku. " jawab Kyungsoo tanpa menatap Kris.

" Mengganggu liburan mu? Jadi maksudmu aku juga termasuk ke dalamnya? Pengganggu mu?! " bentak Kris membuat Kyungsoo terkejut. Kyungsoo tidak langsung menjawabnya, badannya bergetar karena bentakan Kris. Sebelum Kris melanjutkan kalimatnya, sekretarisnya masuk dengan membawa 2 cangkir teh lalu meletakkannya di meja. " Terima kasih " ucap Kris sambil mengedipkan matanya pada sekretaris itu. Kyungsoo muak melihat tingkah Kris yang tidak menghargai keberadaanya.

" Lalu, dengan siapa kau liburan? " tanya Kris ketika sekretarisnya keluar.

" Jongin-" Kyungsoo segera menutup mulutnya dengan telapak tangan. Pabbo! Umpat Kyungsoo dalam hati.

Kris yang tadinya menyesap minumannya langsung memandang tajam pada Kyungsoo. " Jongin?! Siapa Jongin?! " bentak Kris. " Kau berselingkuh?! "

Kyungsoo menggelengkan kepalanya, " Bu-bukan.. maksudku, CyberK. Aku memanggilnya dengan nama Jongin.. " ujar Kyungsoo pelan namun Kris masih mendengarnya.

" Kenapa harus Jongin? " tanya Kris. Kyungsoo memutar otaknya, tidak mungkin dia memberitahu Kris bahwa Jongin adalah cinta pertamanya. Ayolah Kyungsoo, berpikir! Kyungsoo masih berpikir jawaban apa yang harus diberikannya. Tiba-tiba..

Tok Tok Tok

Seseorang mengetuk pintu ruangan Kris. "Masuk " kata Kris. Pintu terbuka dan terlihatlah Baekhyun bersama dengan Chanyeol. Kyungsoo sedikit terkejut dengan kedatangan Baekhyun. " Oh, Baekhyun-ssi.. Ada perlu apa kau datang ke sini? " tanya Kris.

" Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menjadikan ku pemeran utama dalam film milik Huang PD, Sajangnim " kata Baekhyun sambil melirik Kyungsoo.

" Apa?! Jadi aktris yang dimaksud Huang PD adalah Baekhyun?! " Kyungsoo jelas kaget dengan kata-kata Baekhyun. Pertanyaan demi pertanyaan muncul di otak Kyungsoo.

" Oh, masalah itu. Bukan aku yang menjadikan mu pemeran utama, Huang PD sendiri yang memintanya padaku. Dia bilang kau punya talenta yang tersembunyi, selamat Baekhyun-ssi akhirnya ini adalah debut pertama mu menjadi pemeran utama " kata Kris sambil tersenyum manis membuat Kyungsoo ingin sekali menonjoknya.

" Kamsahamnida Sajangnim, baiklah aku ke sini hanya ingin mengatakan itu. Aku pamit dulu Sajangnim, Kyungsoo " Baekhyun dan Chanyeol membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan Kris.

" Aku juga pamit dulu Kris, CyberK rusak dan Profesor Kim sedang memperbaikinya. Aku harus kembali ke Laboratoriumnya " Kyungsoo beranjak dari duduknya, Kris menahannya lalu mencium bibir Kyungsoo sekilas.

" Saranghae, Baby Soo~ Jangan macam-macam dengan siapapun karena kau milik ku " bisik Kris.

Kyungsoo melepaskan tangannya dari genggaman Kris lalu keluar.

" Kau tidak memberi ucapan selamat untuk ku, .YAH? " sindir Baekhyun dengan sedikit penekanan ketika melihat Kyungsoo keluar dari ruangan Kris.

Kyungsoo menghentikan langkahnya, " Apa yang harus aku lakukan? Memelukmu? Mentraktirmu makan? Memberikan hadiah untuk mu? " tanya Kyungsoo. Baekhyun mencibir kata-kata Kyungsoo.

" Bagaimana menurutmu? Aku yang menggantikan posisi mu dalam film itu, apa kau terkejut? Ternyata Huang PD tahu siapa aktris yang pantas memerankan pemeran utama, dan itu adalah Byun Baekhyun " kata Baekhyun dengan seringaian di bibirnya.

" Ya, kau benar. Peran itu memang cocok untukmu, chukkae " jawab Kyungsoo lalu pergi meninggalkan Baekhyun yang meneriakan namanya. Kyungsoo terus berjalan tanpa memperdulikan Baekhyun dan keluar kantor.

Kyungsoo kembali menuju Laboratorium Profesor Kim, sejak tadi pikirannya tertuju pada robot kesayangannya. Sampai di sana Kyungsoo melihat Jongin sedang duduk di tepi ranjang tempat Profesor Kim memperbaikinya tadi. " Jongin! " panggil Kyungsoo lalu memeluk erat tubuh Jongin.

Jongin terkejut ketika Kyungsoo tiba-tiba memeluknya, " Mianhae Jongin-ah.. Aku membuat mu harus diperbaiki. Jeongmal mianhae " kata Kyungsoo sambil menatap mata Jongin. Mata yang menjadi favoritnya, mata yang selalu meneduhkan hatinya saat sedang gundah.

" Gwaenchana Kyungsoo-yah.. " jawab Jongin lalu tersenyum manis.

" Oh, Kyungsoo-ssi kau sudah datang? Baru saja aku akan menelepon mu " kata Profesor Kim yang baru saja masuk laboratorium.

" Ne Profesor, aku ingin segera melihat Jongin " jawab Kyungsoo tidak sadar.

Profesor Kim yang mendengar nama Jongin langsung membelalakan matanya. " M-mworago? " tanya Profesor Kim. " A-apa maksudmu ingin melihat.. Jongin? " tanya Profesor lagi.

" Ne? A-ah jeongseohamnida Profesor.. Maksudku CyberK, aku memberikan nama lain untuknya. Maafkan aku karena lancang mengubah namanya " jawab Kyungsoo, dia segera membungkukkan badannya.

Profesor Kim tidak segera merespon kalimat Kyungsoo. Dia masih heran darimana Kyungsoo tahu nama Jongin. Kyungsoo melihat perubahan wajah Profesor Kim, dia menyangka Profesor Kim marah padanya. " P-Profesor Kim.. J-Jeongmal jeoseonghamnida.. Aku sudah lancang merubah nama robot buatan mu " Kyungsoo terus membungkuk, dia menunggu Profesor Kim memaafkannya.

" Ah.. Gwaenchanayo Kyungsoo-ssi, aku hanya terkejut dengan nama yang kau berikan pada CyberK. Tenang saja, aku tidak marah padamu. Semua terserah padamu, CyberK sudah menjadi milikmu. Kau bebas memberinya nama " jawab Profesor Kim lalu tersenyum.

Mendengar jawaban Profesor Kim, Kyungsoo merasa lega dan mengucapkan terima kasih berkali-kali.

" Jaga CyberK oh ani.. jaga Jongin dengan baik Kyungsoo-ssi. Dia sudah seperti anak ku sendiri " Profesor Kim memberi nasehat pada Kyungsoo saat Kyungsoo dan Jongin akan kembali pulang.

" Tenang saja Profesor Kim, aku akan berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan lagi " kata Kyungsoo. " Baiklah, kami pamit " Kyungsoo membungkukkan badannya lalu masuk ke dalam mobil.

" Appa, aku pamit " kata Jongin, dia memanggil Profesor Kim dengan sebutan Appa atas permintaan Profesor Kim sendiri.

" Baiklah, hati-hati Jongin " jawab Profesor Kim. Jongin pun menyusul Kyungsoo untuk masuk ke dalam mobil.

Setelah mobil Kyungsoo tak terlihat, Profesor Kim kembali teringat saat Kyungsoo memanggil CyberK dengan nama Jongin. " Apa Kyungsoo adalah gadis kecil yang dulu menjadi teman Jongin? " gumamnya.

Kyungsoo terlihat senang melihat Jongin sudah baik kembali, dia terus menyetir mobilnya sambil sesekali memperhatikan Jongin yang duduk di sampingnya. Ketika bersama Jongin, dia bisa melupakan semua kejadian yang dialaminya saat di kantor Kris tadi. " Jongin-ah, ini masih sore bagaimana kalau kita pergi ke Sungai Han? " tanya Kyungsoo.

" Terserah padamu " jawab Jongin dengan tatapan datarnya.

" Ya! Apa kau tidak senang? Kenapa ekspresi wajahmu datar sekali? " dengus Kyungsoo kesal.

" Aku tidak bisa berekspresi dengan baik Kyungsoo, aku adalah robot " jawab Jongin.

Kyungsoo menepuk dahinya, dia lupa jika namja di sampingnya adalah robot. Selama ini terkadang dia menganggap Jongin adalah namja biasa.

" Ah ya kau benar, mian.. " kata Kyungsoo. Jongin sedikit tersenyum melihat Kyungsoo berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Mereka sampai di Sungai Han, Kyungsoo dan Jongin menyewa 2 buah sepeda untuk mereka kendarai berkeliling Sungai Han. Banyak fans Kyungsoo yang menyadari keberadaan Kyungsoo sehingga berusaha mengejar Kyungsoo untuk meminta tanda tangan atau berfoto bersama. Jongin dengan sigap melindungi Kyungsoo ketika ada seorang fans yang tidak sengaja mendorong Kyungsoo. Ketika Jongin berada di dekat Kyungsoo semua bisa terkendali, tidak ada fans yang kasar padanya. Kyungsoo senang dengan kesigapan Jongin untuk melindunginya, dia merasa aman.

" Jongin-ah, aku masih ingin berkeliling tapi kaki ku capek~ " keluh Kyungsoo saat tidak ada lagi fans yang mengikutinya. Kyungsoo duduk sambil memijat kakinya, sepedanya berada di depannya. Jongin pun turun dari sepeda lalu mendekati Kyungsoo dan memijat kakinya lembut.

"Apa kau ingin pulang? " tanya Jongin, Kyungsoo menggeleng imut. Membuat Jongin menahan tawa.

" Yak, kau menahan tawa? Kau bisa tertawa? Tertawalah Jongin.. Ayooo tertawa~ " rengek Kyungsoo, Jongin berdehem melihat tingkah Kyungsoo seperti anak kecil.

" Sudahlah, ayo kita pulang " ajak Jongin menarik tangan Kyungsoo untuk berdiri.

" Shirreo! Aku masih ingin berkeliling Jongin~ " Kyungsoo mempoutkan bibir mungilnya.

" Tapi kau bilang capek kan? Kita pulang saja, besok kau ada jadwal " nasehat Jongin.

" Tidak ada Jongin, aku bukan pemeran utama lagi di film itu. Baekhyun menggantikan ku " lirik Kyungsoo, wajahnya berubah menjadi sedih.

" Benarkah? Mian Kyungsoo-yah, aku tidak tahu.. " Jongin jongkok di depan Kyungsoo dan memegang tangan Kyungsoo.

" Gwaenchana~ " kata Kyungsoo berusaha tersenyum

" Kau masih ingin berkeliling di sekitar sini? Baiklah.. " Jongin membalikkan badannya lalu menepuk pundaknya. " Naiklah di punggung ku, aku akan menggantikan kaki mu " kata Jongin.

Kyungsoo membelalakan matanya karena sikap Jongin yang menurutnya, mengerti wanita. " Jangan Jongin-ah, kau akan capek " tolak Kyungsoo halus.

" Kau lupa? Aku robot, aku tidak mungkin merasakan lelah. Ayo cepat naik, sebelum aku berubah pikiran " Jongin menarik tangan Kyungsoo sehingga Kyungsoo ambruk ke punggung Jongin. Dengan cepat Jongin mengangkat tubuh Kyungsoo, menggendongnya dari belakang. " Pegangan Kyungsoo-yah, kau tidak mau jatuh kan? " kata Jongin, dengan perlahan Kyungsoo mengalungkan lengannya pada leher Jongin.

( BGM EXO – MY ANSWER )

Jongin mulai berjalan menyusuri jalanan di tepi Sungai Han dengan menggendong Kyungsoo di punggungnya. Aroma strawberry dari tubuh Kyungsoo membuat Jongin tersenyum senang, Jongin suka dengan aroma Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo tidak lagi melihat pemandangan di sekitarnya, kepalanya bersandar pada punggung Jongin yang nyaman.

" Ternyata kau berat juga " kata Jongin tiba-tiba.

PLAKK!

" Aww, appo..! " jerit Kyungsoo, tangannya sakit karena memukul kepala Jongin. Sekali lagi dia lupa kalau Jongin adalah robot. Jongin pun menghentikan langkahnya, menoleh sekilas pada Kyungsoo yang ada di belakangnya. " Gwaenchana? " tanya Jongin.

" Turunkan aku jika aku berat! " bentak Kyungsoo karena tidak terima Jongin mengatakan jika dia berat.

" Kau mau berjalan sendiri? " tanya Jongin lagi, tanpa menjawab pertanyaan Jongin, Kyungsoo meronta agar Jongin menurunkannya. Dengan terpaksa Jongin pun menurunkannya. Setelah turun dari gendongan Jongin, Kyungsoo berjalan mendahului Jongin.

" Kyungsoo-yah, eodiga? " panggil Jongin namun Kyungsoo tidak mendengarkannya. Jongin pun mengejar Kyungsoo.

Kyungsoo terus berlari meninggalkan Jongin, entah kenapa saat ini Kyungsoo merasa dia dan Jongin seperti sepasang kekasih yang tengah berkejaran. Tiba-tiba saja seseorang menabrak Kyungsoo.

BRUKK!

Kyungsoo dan seseorang yang menabraknya sama-sama terjatuh," Appo.. " rintih Kyungsoo sambil memegangi pinggangnya.

" Mianhaeyo, aku tidak sengaja " ucap seseorang yang menabraknya. Orang itu mengulurkan tangannya untuk membantu Kyungsoo berdiri, Kyungsoo pun meraih tangan itu. " Jeongmal mianhaeyo, aku sedang buru-buru hingga tidak melihat ada orang di depan ku " kata orang itu. Kyungsoo memperhatikan orang yang menabraknya, dia adalah namja berkulit putih dengan tinggi yang sama dengan Jongin.

" Gwaenchanayo.. " jawab Kyungsoo sambil memperlihatkan senyumannya yang manis.

Namja itu memperhatikan Kyungsoo dengan seksama dan mendekatkan wajahnya dengan Kyungsoo. Karena merasa risih dan malu, Kyungsoo mengalihkan wajahnya ke samping. " Apakah kau Do Kyungsoo?! " teriak namja itu tertahan, kedua telapak tangannya menutup mulutnya karena tidak percaya jika yang ditabraknya tadi adalah Kyungsoo, seorang aktris terkenal.

" N-ne, majjayo.. " Kyungsoo menganggukkan kepalanya.

" Assa! Aku tidak percaya bisa bertemu dengan mu di sini! Perkenalkan, Oh Sehun imnida.. Aku adalah fans berat mu! " kata namja yang ternyata adalah Sehun. Dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Kyungsoo dan Kyungsoo meraihnya.

" Waow, daebak.. hahahaha.. Aku senang sekali.. Bolehkah aku minta foto kita berdua? " tanya Sehun.

" Mianhaeyo, aku- " belum selesai Kyungsoo menjawab, Jongin sudah berada di sampingnya.

" Jeongseohamnida, hari ini Nona Do sudah lelah. Lain kali kau bisa meminta untuk berfoto lagi " kata Jongin sambil membungkukkan badan pada Sehun.

" A-ah, jadi begitu.. Baiklah, aku akan pulang. Kyungsoo-ssi, ku harap kita bisa bertemu lagi " Sehun membungkukkan badannya pada Kyungsoo dan Kyungsoo membalasnya.

" Besok ada fanmeet di daerah Busan, datanglah. Aku akan berfoto dengan mu " kata Kyungsoo.

" B-benarkah?! Jeongmalyo?! " teriak Sehun tidak percaya, Kyungsoo menganggukkan kepalanya.

" Kamsahamnida Kyungsoo-ssi, aku pasti akan datang! " kata Sehun bersemangat.

" Baiklah aku akan pulang " Kyungsoo membungkukkan badannya lalu berjalan meninggalkan Sehun diikuti oleh Jongin di belakangnya.

Belum jauh Kyungsoo melangkahkan kaki, Sehun berteriak " KYUNGSOO-SSI, INGAT NAMA KU OH SEHUN.. OH SEHUN.. AKU FANS MU NOMER 1! " Sehun melambaikan tangannya membuat Kyungsoo tersenyum geli melihat tingkah Sehun. Dia pun membalas lambaian tangan Sehun, lalu meneruskan jalannya dengan Jongin di sampingnya.

Sehun terus melihat hingga Kyungsoo dan Jongin berbelok dan tidak terlihat lagi. Seringaian muncul di bibir tipis Sehun, " Fans nomer 1?Cih! " desisnya. Dia mengambil ponselnya, lalu menelepon seseorang. " Aku berhasil, dia sudah terperangkap " lapornya pada seseorang.

Kris masih berada di kantornya hingga tengah malam, dia masih harus memeriksa dokumen-dokumen penting yang ada di mejanya. Sesekali dia memijat pelipisnya karena merasa pusing. Mata Kris tertuju pada foto di pigura yang dipajang di mejanya. Fotonya dengan Kyungsoo, Kris tersenyum melihat wajah kekasihnya itu. Dia sangat mencintai Kyungsoo, dia sadar perlakuannya pada Kyungsoo selama ini sangat kasar. Dia hanya tidak ingin kehilangan Kyungsoo namun caranya yang salah.

Tok tok tok

Pintu ruangan Kris diketuk oleh seseorang dari luar, Kris melirik jam tangannya. Sudah jam 10 malam, siapa yang masih ada di sini?

" Masuk " kata Kris.

Pintu terbuka dan terlihat seorang yeoja mungil bermata sipit masuk ke ruangannya.

" Baekhyun-ssi? Kau belum pulang? Masuklah " perintah Kris.

" Belum Sajangnim, ada yang harus aku kerjakan " jawab Baekhyun lalu duduk berseberangan dengan Kris.

" Begitukah? Hmm.. Kapan kau mulai shooting film perdana mu? " tanya Kris.

" Besok Sajangnim, aku benar-benar berterima kasih karena kau memberi ku kesempatan untuk menjadi pemeran utama " jawab Baekhyun sambil tersenyum manis.

" Huang PD sendiri yang memintanya, dia bilang kau pantas mendapatkan peran itu " kata Kris lalu membaca kembali dokumen yang berada di atas mejanya.

Baekhyun memperhatikan namja tampan yang tengah sibuk itu, seringaian licik tercetak di bibirnya. Perlahan Baekhyun berdiri dari duduknya, dia berdiri di belakang Kris. Tangannya mengalung di leher Kris, membuat Kris terkejut dengan tindakan Baekhyun.

" Baekhyun-ssi, a-apa yang kau lakukan?! Lepaskan tangan mu dan menjauh dariku! " bentak Kris namun tidak membuat Baekhyun menghentikan aksinya.

" Rileks Sajangnim, aku hanya ingin memberi hadiah untuk mu karena mengijinkan ku menjadi pemeran utama " bisik Baekhyun.

CHU~

Tiba-tiba Baekhyun mencium bibir Kris sekilas, membuat Kris membelalakan matanya. " Apa yang k- " belum selesai Kris meneruskan kalimatnya, bibir Baekhyun mengunci bibir Kris. Awalnya Kris menolak, namun karena bibir Baekhyun terasa manis dan lembut dia pun membalas ciuman Baekhyun. Di tengah ciumannya, Baekhyun tersenyum penuh dengan kemenangan. Matanya melirik pada Chanyeol yang bersembunyi di balik pintu. Chanyeol tengah mengambil foto saat Kris dan Baekhyun berciuman dengan ponselnya. Melihat Baekhyun berciuman membuat hatinya benar-benar hancur, sebenarnya dia tidak ingin melihat ini semua. Namun demi melihat Baekhyun bahagia, dia pun menuruti permintaan Baekhyun.

Keesokan harinya

Kyungsoo sudah berada di Busan untuk menghadiri acara fanmeet. Nyonya Do dan Yixing berada di sisi panggung bersama dengan Jongin. Banyak fans yang mengikuti acara itu, semua tampak antusias mengikuti bermacam-macam games dan tanya jawab bersama Kyungsoo. Mata Kyungsoo tertuju pada banner besar di kerumunan fansnya.

DO KYUNGSOO, SARANGHAEYO~

Seseorang yang membawa banner itu melambaikan tangannya pada Kyungsoo. " Sehun? " gumam Kyungsoo pelan, dia tersenyum senang melihat Sehun benar-benar datang di acara fanmeetnya. Sehun membentuk hati dengan tangannya dengan semangat. Kyungsoo pun mengedipkan sebelah matanya pada Sehun.

Acara fanmeet pun selesai, Kyungsoo hendak turun panggung namun langkahnya terhenti ketika melihat Jongin menahan Sehun. " Ada apa Jongin? " tanya Kyungsoo.

" Dia ingin menyerang mu, Kyungsoo " jawab Nyonya Do.

" Ti-tidak bukan begitu, aku hanya ingin menagih janji pada mu Kyungsoo-ssi " Sehun mencoba membela diri.

" Janji? Janji apa? " tanya Nyonya Do pada Kyungsoo.

" Aku berjanji padanya untuk berfoto bersama, Jongin lepaskan dia " jawab Kyungsoo sambil melepaskan tangan Jongin yang menahan tubuh Sehun.

Kyungsoo pun menarik tangan Sehun untuk menjauh dari Ibunya yang terus memanggil namanya. Jongin menatap tidak suka melihat Kyungsoo terlalu baik dengan Sehun, namja yang baru dikenalnya.

Sehun mengambil ponselnya, Kyungsoo mendekatkan diri pada Sehun. Tiba-tiba saja Sehun merasakan jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Aroma strawberry dari tubuh Kyungsoo tercium hidungnya, dia tidak menyangka jika Kyungsoo tetap harum meski sudah seharian melakukan fanmeet. " Sudah? " tanya Kyungsoo membuyarkan lamunan Sehun.

" N-ne? " Sehun balik bertanya.

" Sudah selesai kan? " Kyungsoo menatap aneh Sehun.

Sehun pun melihat ponselnya, " A-ah iya, hahaha.. Mianhaeyo, aku terlalu gugup karena ini pertama kalinya berfoto dengan gadis cantik seperti mu " jawab Sehun.

Kyungsoo tertawa mendengar jawaban Sehun. Kyungsoo pun pamit pada Sehun, dia berjalan menuju Jongin dan Ibunya. Sehun terus menatap Kyungsoo yang mengapit lengan Jongin dengan manja. " Sepertinya aku akan merebut gadis mu lagi, Kim Jongin " gumam Sehun.

Di dalam van Kyungsoo, Ibunya terus menanyakan hubungan Kyungsoo dengan Sehun. " Dia hanya fans ku saja, aku tidak sengaja bertemu dengan nya tadi malam " jawab Kyungsoo malas.

" Lalu kenapa kau berjanji dengannya? " tanya Nyonya Do lagi.

" Eomma, sudahlah.. Aku lelah " jawab Kyungsoo lalu menutup matanya tanpa mendengarkan teriakan Nyonya Do.

Jongin melirik dari kaca spion yang berada di depan, dia melihat Kyungsoo menutup matanya. Tiba-tiba saja, Kyungsoo membuka matanya dan menatap Jongin dari kaca spion juga. Seolah mata mereka bisa berbicara, baik Jongin maupun Kyungsoo tersenyum samar-samar.

Kini Kyungsoo dan Jongin sudah berada di apartemen. Kyungsoo masuk ke dalam kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian. Jongin duduk di sofa ruang tengah untuk menonton TV. Kyungsoo yang selesai mandi dan ganti pakaian, keluar kamarnya dan duduk di samping Jongin. Kyungsoo mengambil pop corn yang ada di meja depan mereka, lalu memakannya. Jongin fokus melihat acara music yang menampilkan girlband Girls Day menyanyikan lagu Something. Kyungsoo tersenyum meremehkan karena Jongin yang fokus melihat keseksian girlband tersebut. " Kau suka? " tanya Kyungsoo sambil terus mengunyah pop corn nya.

" Mwo? " Jongin tidak mengerti maksud Kyungsoo.

Kyungsoo menunjuk pada TV dengan kepalanya, " Kau suka yeoja seperti itu? " tanya Kyungsoo lagi. Jongin hanya menggelengkan kepalanya. " Hahaha, gotjimal. Jelas-jelas kau fokus dengan penampilan mereka " tawa Kyungsoo mengejek.

" Aku hanya heran dengan apa yang mereka lakukan, kenapa mereka menggerakkan badannya seperti itu? " tanya Jongin polos.

Kyungsoo melongo mendengar pertanyaan Jongin yang polos. " Kau tidak tahu apa yang mereka lakukan? " tanya Kyungsoo tidak percaya. Jongin hanya mengangguk. Kyungsoo menepuk dahinya karena kepolosan Jongin. " Gerakan itu namanya dance, Jongin. Jika ada music tanpa sadar badan mu pasti akan bergerak seperti ini " jelas Kyungsoo dengan menggerakkan badannya. Jongin mencoba menirukan Kyungsoo, namun gerakannya yang kaku membuat Kyungsoo tertawa terbahak-bahak. Jongin yang merasa di tertawakan pun menghentikan gerakannya dan mempoutkan mulutnya.

" Yak! Kau marah? Aigoo~ kau terlihat menggemaskan ketika marah " Kyungsoo mencubit pipi Jongin gemas. Jongin berusaha melepaskan tangan Kyungsoo dari pipinya, namun Kyungsoo tetap berusaha mencubit pipi Jongin. Hingga keduanya ambruk di sofa dengan Kyungsoo menimpa tubuh Jongin. Mata mereka bertemu, Kyungsoo menatap mata teduh Jongin lekat. Semakin menatapnya, semakin dia merasa Jongin adalah Kim Jongin cinta pertamanya. Hingga akhirnya

" Do Kyungsoo! Apa yang kau lakukan?! " teriak seseorang.

TBC

Makasih banyak yg udah review ff ini, aku menghargai saran dari kalian. Dan aku lebih senang lagi kalo kalian mau menyempatkan diri untuk mereview ff ini agar menjadi semangat ku dalam menulis. Jangan jadi silent readers ^^