Mine: Break up!
Disclaimer: semua Charater yang ada di sini punya-nya Mom Jo, kecuali Draco and Harry#dicincang
Warning : Typo, Gaje, amat sangat OOC dan author masih amatir, yang tidak berkenan silahkan klik back, yang berkenan silahkan di baca dan kasih reviewnya yah.
"Karena pada akhirnya, aku tak akan pernah membiarkan apapun yang ku miliki hilang untuk kedua kalinya, tak akan ku biarkan malaikat kecilku merasakan kepedihan seperti yang pernah ku rasakan."
Hallo! Flo balik lagi, hehehehhe, maaf yah kalo update nya kelamaan, kemaren itu aku abis MOS dan sibuk sekolah jadi gak sempet nulis dan berhubung bsk libur jadi, Flo punya waktu buat Update FF ini selama empat hari kedepan, dan mungkin, selanjutnya Flo Cuma bisa update dan post FF seminggu sekali aja, oke deh kalo gitu langsung baca ajah.
Harry POV
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?" kedua manusia menjijikkan itu menghentikan hal yang mereka lakukan saat aku membentak mereka. Ginny langsung menoleh kearahku, dia tak berana menatap wajahku dan terus merunduk, semenatara Malfoy, dia menatapku tanpa Ekspresi, aku berjalan mendekati mereka.
"jadi ini alasannya kau tak bisa ikut menemaniku untuk menemui Teddy?" Tanya ku gusar
"Harry… Aku…"
"Jadi dia teman yang kau bilang itu? Oh, aku paham sekarang jadi dia alasan mu selama
ini menjauh dariku, tidak membalas semua surat yang ku kirimkan?" aku tak bisa lagi menahan semua emosiku sehingga aku mengatakan hal itu.
"Harry dengarkan aku dulu, ini tak seperti yang kau fikirkan…."
"LALU KAU FIKIR INI APA?" aku kembali membentaknya
"Potter, biarkan Ginny, menjelaskan semuanya pada mu, kau hanya salah faham." Kali ini si musang pirang itu yang bicara, wajahnya datar aku semakin ini meninju wajah menyebalkannya itu.
"Diam, Malfoy! Ini bukan urusan mu!" aku mentap tajam Malfoy, yang sekarang sudah berdiri di hadapan Ginny, dan menyembunyikannya di belakang punggungnya.
"kalau kau masih tak ingin mendengar penjelasannya, Potter, maka kau harus mendengar
penjelasan ku." Ujarnya, aku masih menatapnya Tajam, mendengarkan penjelasannya? Dia fikir dia siapa? Dia hanya laki-laki brengsek perebut pacar orang.
"Aku tidak ingin mendengarkan penjelasan mu, atau pun dia!" ujarku sambil menunjuk mereka bergantian, dan memandang jijik kearah mereka.
"Dengar, Ginny, kalau kau memang ingin mengakhirinya sejak awal, kau bisa bicarakan
hal ini dengan ku baik-baik, bukan seperti ini caranya." Ujarku
"Harry, aku… maafkan aku… biar aku jelaskan dulu…" aku bisa mendengar suaranya bergetar.
"aku tak ingin mendengarkan apapun, kita berakhir, hubungan kita cukup sampai disini!" Ujarku, lalu mengambil Teddy dari gendongan Hermione
"Kita kembali kerumah Andromeda sekarang, Mione, Teddy harus pulang!" Ujar ku, Hermione hanya mengangguk mengerti, lalu ikut ber-apparate dengan ku dan Teddy ke kediaman Andromeda.
Andromeda terkejut saat melihat kami tiba-tiba muncul dihadapannya, dan Teddy masih sangat tenang di dalam gendonganku, dia hanya memainkan Snitch mainan yang baru saja ku belikan untuknya.
"Kenapa cepat sekali? Aku kira kalian akan kembali satu atau dua jam lagi…" ujarnya, aku hanya menarik bibirku dengan paksa dan menampilkan senyuman yang biasa ku perlihatkan tapi sepertinya kali ini gagal.
"Tidak apa-apa, Meda, kami hanya ingin pulang lebih awal, aku ingin membantumu
menyiapkan makan malam." Jawab Hermione, aku rasa dia sudah menyadari suasana Hatiku yang buruk sejak tadi.
"Meda, aku akan menginap di sini…" ujarku
"oh, tentu saja, Dear, aku sudah siapkan kamarmu, kau tahu dimana kamarmu kan?" ujarnya, aku menangguk dan menyerahkan Teddy kedalam gendongannya, Teddy hampir menangis tapi aku cepat-cepat menghiburnya.
"kita akan main lagi nanti, ok? Aku hanya ingin tidur sebentar…" ujarku, Teddy mengangguk mengerti, aku hanya tersenyum, dan mencium pipi tembemnya.
"aku ke kamar dulu…" Ujarku, lalu meninggalkan dua orang wanita itu dan berjalan dengan gontai ke kamarku.
Hermione POV
"Ada apa dengan Harry, Mione?" Tanya Meda
"akan ku ceritakan Nanti, setelah membawa Teddy ke kamarnya." Jawabku, Andromeda mengangguk mengerti, dan mengikutiku, ke kamar Teddy. aku mendudukkan Teddy di karpet tempatnya bermain lalu merapihkan semua mainan barunya yang baru saja di belikan Harry tadi, lalu menyusul Andromeda duduk di sebuah kursi sambil mengawasi Teddy yang sedang bermain.
"Jadi? Ada apa?" tanya Andromeda langsung to the point.
"dia melihat Ginny dan Draco berciuman di Diagon Alley tadi, saat kami akan ke kedai
Ice Cream." Jawabku, Adromeda menghela nafasnya, dan menangguk mengerti
"Harry, mengakhiri hubungan mereka, aku tahu dia pasti sakit hati sekali, baru hari ini
dia memperlihatkan kepada ku, cincin milik Aunt Lilly, dan dia berencana memberikan
cincin itu kepada Ginny, saat hari ulangtahun Ginny nanti." Kataku lagi
"kau harus menghiburnya Mione, jangan tinggalkan dia." Ujar Andromeda, membuatku bingung untuk menerjemahkan kata-katanya barusan.
"maaf?" ujarku
"maksud ku, saat ini mungkin Harry hanya akan mendengarmu saja, Ginny adik Ron,
jadi bisa saja Ron lebih membela adiknya untuk saat ini." Ujarnya, aku mengangguk mengerti, Andromeda benar juga Ron pasti akan cenderung membela Ginny untuk masalah ini.
"Baiklah, akan ku coba untuk membicarakan hal ini dengannya nanti, tapi untuk sekarang
aku rasa lebih baik kita biarkan saja dia sendiri dulu." Ujarku, Andromeda tersenyum kepadaku, dan kembali memperhatikan Teddy yang masih asik menangkap Snitch mainannya yang terbang tidak begitu tinggi darinya.
Sejak tadi hanya satu hal yang muncul di fikiranku, Ginny terlalu bodoh untuk mengkhianati Harry dan berpaling kepada Malfoy, dia seharusnya tahu apa saja yang pernah di lakukan Malfoy, bagaimana Malfoy saat menghina keluarganya dulu, dan sekarang? dia dengan mudahnya meninggalkan Harry hanya untuk Malfoy? Benar-benar pemikiran yang tak masuk akal.
"aku mau menyiapkan makan malam, kau mau membantu?" Tawar Andromeda
"ya, setelah aku selesai memandikan Teddy" ujarku, Andromeda tersenyum lalu meninggalkan ruangan, sementara aku menghampiri Teddy dan menggendongnya.
"kau harus mandri dulu, setelah itu kita makan malam, dengan Granny Andromeda, dan
Harry, ok?" Ujarku, Teddy hanya menangguk lalu kembali memainkan ikal rambutku, sementara aku membawanya keluar dari kamarnya dan memandikannya.
Harry POV
"Harry! Ayo bangun kau tidak ikut untuk makan malam?" Hermione membangunkan ku yang ketiduran, setelah memikirkan hal yang menyebalkan tadi siang. Aku bukan lagi milik Ginny dan dia bukan lagi milikku, rasanya aneh dan sangat asing saat menyadari satu kenyataan kalau kami sudah tak bersama lagi, aku seperti merasa kalau… ada satu ruang kosong yang sangat hampa di dalam hati ku saat ini.
"Harry?" Hermione kembali membangunkan ku dari lamunan ku.
"kau lebih baik cepat mandi dan bersiap-siap untuk makan malam." Ujarnya lagi, aku mengangguk
"kau baik-baik saja?" tanya Hermione dengan nada yang sedikit cemas
"aku luarbiasa baik-baik saja, Mione. Kenapa bertanya seperti itu?" Tanyaku
"tadi siang…" aku mengerti arah pembicaraan Mione, aku tak ingin membahasnya.
"aku sedang tak ingin membahas hal itu lagi Mione." Ujarku
"apa kau akan memaafkan Ginny?" Tanya Mione
"tidak untuk saat ini, tapi aku tidak tahu bagaimana nanti." Ujarku, lalu meninggalkannya sendirian, dan berjalan masuk ke kamar mandi. Aku membiarkan Shower mengguyur kepalaku, siapatahu saja, ini bisa membuatku lebih tenang, dan kepalaku jadi jauh lebih dingin.
Aku memasuki ruang makan dan mendapati Hermione sedang menyuapi Teddy, dan sesekali mengobrol dengan Andromeda, aku melirik jam dinding dan sekarang sudah pukul setenagh tujuh. Aku menghampiri mereka dan duduk di tempat ku.
"kau ingin makan apa Harry? Ingin ku ambilkan?" tawar Hermione, kalau saat ini Ginny ada di sini, mungkin Ginny yang akan melakukannya.
"tak perlu, Mione, aku bisa ambil sendiri." Kataku, Hermione mengangguk mengerti lalu kembali menyuapi Teddy.
"kau tidak makan malam?" Tanya ku
"Aku akan makan nanti setelah menyuapi Teddy." jawabnya, aku hanya mengangguk mengerti, dan kembali memperhatikan Mione yang masih sibuk menyuapi Teddy.
"ehrm… Harry, makan malam mu tak akan habis kalau kau hanya memperhatikan
Mione." Ujar Andromeda, dan membuatku tersentak dari lamunanku.
"Aku… aku tak memperhatikannya, aku hanya memperhatikan Teddy." Jawabku
"benarkah?" Ujarnya, aku hanya mengacuhkannya dan memankan makan malam ku, dan sesekali melirik ke Mione yang juga salah tingkah dan wajahnya memerah. Dia lucu sekali jika terlihat seperti itu. Astaga! Apa yang kau fikir kan Harry, dia milik Ron!
"aku akan membawa Teddy kekamarnya, kalian bisa lanjutkan saja makan malam
kalian." Ujar Andromeda, aku mengangguk dan Hermione mulai mengambil makan malamnya sendiri dan kami melanjutkan makan malam kami dalam diam.
"Harry, kau benar-benar serius mengakhiri semuanya dengan Ginny?" Tanyanya, aku meletakkan sendok dan garpuku, lalu menatapny setelah menghembuskan nafas berat.
"bukankah aku sudah bilang kalaua aku ingin berhenti membahas tentang ini?" kataku, Hermione hanya diam tak menjawab.
"baiklah, aku serius mengakhirinya, Mione. Kalau ku pertahankan pun, dia hanya akan
semakin menyakitiku." Ujarku, dan mengalihkan pandanganku darinya
"bagaimana kalau kau nanti jadi… jadi…"
"hancur maksud mu? Jadi lemah, dan berubah?" Ujarku, Hermione hanya menagngguk
"pemikiran konyol, Mione. Kalau aku sudah membuat ke putusan, itu artinya aku sudah
tahu konsekuensinya, dan itu artinya aku tak akan hancur hanya karena hal ini." Ujarku
"bagaimana dengan hubungan mu dan Ron, nantinya? Kalian pasti akan bertengkar…" ujarnya aku kembali menatapnya.
"Kalau Ron sahabatku dia pasti bisa mengerti dan menghargai keputusan ku, kau tak usah
takut, Mione." Ujarku, Hermione masih terlihat tak yakin tapi hanya diam dan kembali menyantap makan malamnya.
"setelah ini aku antar kau pulang, ibumu pasti sangat kesepian di rumah sendirian." Ujarku, Hermione mengangguk dan setelah kami menyelesaikan makan malam kami aku mengantarnya pulang kerumahnya.
TBC…
Maaf readers, saya telat update, udah masuk sekolah soalnya jadi gak bisa sering-sering update, bytheway thaks buat yang masih bersedia baca Fic Picisan dan abal ini, keep reviewing yang….
Alexandreia Florentine
