AN: -

Warn & disclaimer : see chapter 1

Flash back chapter sebelumnya...

"bukannya kau akn menjelaskan tentang dirimu?" kata rias kesal dengan sikap acuh naruto.

Mendengar perkataan itu hanya membuat naruto mendesah pasrah. Dia berbalik dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " apa harus?" tanya naruto dengan muka malas.

" ya harus."

...

Flash back end...

Chapter 4 Jalan menuju king harem...

" hah... baiklah..." gerutu naruto sambil mencoba mencari kata yang tepat untuk menjelaskan tentang dirinya.

" kami menunggu..." ujar rias yang sabar menunggu.

" hm..." naruto masih mencoba mencari kata yang tepat.

" ..." rias dkk menunggu.

" malas ah... merepotkan..." ujar naruto sambil mengaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal saat memutuskan untuk menyerah dengan cepatnya untuk bagian menjelaskan yang hanya bisa membuat seisi ruangan sweat drop.

" ...kau ini..." geram rias yang hanya bisa mendesah untuk meredakan marahnya.

" mau bagaimana lagi..." gumam naruto dengan santai. " menjelaskan tentang diriku itu hal yang merepotkan..." ujarnya sambil menganggkat bahunya mengakui bahwa itu merepotkan.

" ... baiklah... bagaimana jika menjawab pertanyaan?" tawar rias yang mecoba mencari jalan keluar lain.

" kurasa yang itu bisa." Jawab naruto dengan nada santai bahkan seakan tak begitu peduli.

" ha... baiklah..." desah rias sambil menghela nafas panjang sebelum memulai rangkaian pertanyaannya yang ingin ia tanyakan pada rambut kuning didepannya itu. " siapa kau sebenarnya?" tanya rias sambil menatap tajam kearah naruto.

" uzumaki naruto." Jawab naruto dengan singkat dan polos yang langsung membuat semua orang yang berada diruangan kembali terjatuh kelantai secara bersamaan(simpan untuk akeno dan koneko yang masih tetap dan tak terpengaruh.) karena jawabanya yang terlalu singkat.

" bukan itu yang kumaksud." Geram rias dengan kesal " tapi siapa kau sebenarnya?Darimana kau tahu tentang malaikat jatuh? Dan bagaimana caranya kau bisa menghentikan tombak itu dengan tangan kosong? Setahuku tak pernah ada manusia yang bisa menghadapi tombak malaikat jatuh dengan tangan kosong?" tanya rias secara beruntun dan cepat yang membuat naruto memasang wajah sedikit bingung untuk memproses tiap pertanyaan yang diajukan oleh rias.

" ng... bisa diulang..." pinta naruto dengan polosnya yang membuat rias mendesah panjang.

' terlalu banyak untuk otak cerdas uzumaki naruto...' gerutu kurama dengan nada sinis.

" ...baiklah akan ku ulang." Ujar rias "siapa kau sebenarnya?...Darimana kau tahu tentang malaikat jatuh?... Dan bagaimana caranya kau bisa menghentikan tombak itu dengan tangan kosong?" ulang rias dengan tempo yang lebih santai.

" begitu lebih baik..." ujar naruto yang sedikit lega saat mendengar siaran ulang pertanyaan rias.

' sudah cepat jawab...' Batin rias yang menahan kesal oleh tingkah pemuda berambut kuning didepannya ini.

" baiklah..." mulai naruto " sederhananya namaku uzumaki naruto. Yang kusuka, ramen buku-buku yang menarik dan teman-temanku. Yang kubenci adalah orang sok keren dan menyebalkan, Mengenai bagaimana aku tahu tentang dunia gaib dan malaikat jatuh. anggap saja aku punya seorang kawan lama pengemar hal-hal mistis dan aku pernah membaca beberapa buku yang ada dirumahnya." Jelas naruto yang berhenti sejenak kemudian kembali menjawab pertanyaan terakhir tadi." dan mengenai caraku menghentikan tombak itu... sulit dijelaskan... sederhananya aku ini hebat." Jawabnya dengan singkat sambil tersenyum lebar untuk pertanyaan 'bagaimana cara dirinya menghentikan tombak cahaya itu'.

Mendengar penjelasan dari naruto hanya bisa membuat rias pasrah saat mendengar penjelasannya. Tak ada satupun jawaban naruto yang memuaskan rasa ingin tahu rias saat itu.

" ha..." rias hanya bisa mendesah " baiklah pertanyaan berikutnya... apa kau penguna sacred gear?" tanya rias kembali.

" tidak... aku bukan penguna sacred gear..." jawabnya dengan tanpa berpikir.

" apa kau seorang malaikat,malaikat jatuh atau iblis?" tanya rias lagi dengan rasa khawatir jika orang didepannya merupakan musuh.

" ti...dak ... aku seratus tujuh puluh persen manusia." Jawabnya sambil tersenyum.

" apa kau berada sekutu dari malaikat jatuh?" tanya rias lagi.

" tidak, aku bahkan tak terlalu memikirkan tentang perseteruan antara kalian." Jawab naruto dengan santai.

" ..." rias terdiam sejenak mencoba mencari pertanyaan lain untuk dilontarkannya.

" naruto?"

" ya?"

" maukah kau mengikat kontrak denganku dan menjadi milikku?" tanya rias yang memutuskan untuk menawarkan kontrak kepada naruto.

" ... tidak." Jawab naruto dengan singkat yang langsung diberikan teriakkan tak percaya oleh pemuda yang tak asing baginya.

" APAAA!? KENAPA KAU MENOLAK PENAWARAN LANGSUNG RIAS-SENPAI NARUTO!? KENAPAAAAAAA!?" teriak issei dengan sangat keras sambil mengenggam kerah naruto seakan tak percaya jika temannya itu menolak penawaran dari wanita tercantik diseluruh akademi kuoh mungkin seluruh kota dalam versi issei.

" hei... aku punya alasan sendiri..." ujar naruto mencoba membela diri sambil berusaha melepaskan diri dari issei yang sedang menangis tak percaya ala anime sambil menggengam kerah baju naruto.

" dan alasan itu?" tanya rias yang penasaran dengan alasan naruto menolak penawarannya.

" karena hal itu merepotkan." Jawab naruto dengan spontan yang langsung memberikan sweat drop kepada semua orang yang mendengar perkataannya itu.

" kau serius?"

" yap yap... lagipula aku ingin menikmati hidupku sebagai manusia biasa selagi masih bisa." tambah naruto sambil berjalan kembali kesofa tempatnya tadi dan kembali duduk.

Mendengar penjelasan naruto rias hanya bisa kembali mendesah pasrah.

" baiklah aku mengerti alasanmu." Ujar rias yang menerima dengan baik alasan yang diberikan naruto untuk menolak menjadi iblis bawahannya. " tapi kurasa tak masalahkan jika kau bergabung dengan klub kami ? bagaimana?" tanya rias dengan senyum tipis sambil mengulurkan tangan kanannya untuk bersalaman.

Merasa tak ada rugi dengan penawaran itu naruto hanya tersenyum dan berjalan mendekati rias.

" kurasa tak masalah..." jawab naruto sambil meraih tangan rias dan bersalaman .

" selamat datang di Club Penelitian Ilmu Gaib naruto-san." Sambut rias dengan ramah sambil tersenyum hangat.

' untuk saat ini aku tak masalah dengan kau menjadi manusia selama kau masih dipihak kami. Tapi suatu hari pasti aku akan membuatmu menjadi salah satu dari pelayanku naruto-kun.' batin rias yang tak disadari oleh naruto.

" ng... tambahan tolong jangan memakai kata –san untuk memanggilku itu terasa sedikit membuatku mengigil saat mendengarnya" tambah naruto sebelum kembali kesofa yang dijawab dengan anggukan kepala oleh iblis wanita berambut merah yang ada didepannya.

Perhatian naruto teralih saat mendengar suara rintihan olah yang sedang depresi diruangan itu. Dan benar saja saat naruto mencari sumber suara itu dirinya mendapati issei yang sedang terpuruk dan depresi dipojokan dengan sayap iblis dipundaknya.

" berarti Cuma aku yang akan berakhir menjadi seorang pelayan ya...hiks...hiks..." tangis issei yang sedang depresi itu.

" hoi ...hoi..." naruto hanya bisa sweat drop dengan scene didepannya itu.

" tak usah murung begitu issei." Panggil rias sambil berjalan mendekati issei yang depresi itu " jika kau berusaha dengan keras... mungkin saja suatu hari kau akan memiliki pelayanmu sendiri." Goda rias dengan caranya berbisik seperti layaknya iblis membisikan hal buruk.

" pe...la...yanku sendiri" batin issei sambil membayangkan dirinya sedang duduk di singasana dikelilingi oleh banyak wanita cantik nan seksi yang melayaninya.

" pelayan itu adalah orang yang harus mematuhi perintah masternya bukan?" tanya issei dengan ekspresi kosong.

" begitulah." Jawab rias-senpai dengan polos.

" perintah apa saja bukan? Tak peduli meski itu..." ucapan issei terhenti sejenak untuk menelan ludahnya sebelum melanjutkan. " ...sex" tanyanya kembali dengan suara pelan.

" yah kurasa itu bukan masalah... kalau mereka adalah pelayanmu tentu tak masalah." Jelas rias yang tak terlalu peduli dengan maksud mesum dari pertanyaan issei.

" hehehehehehe ..." issei terkekeh seperti setan. " UHAHAHAHAHAHA YEAAAAAHHHH ... AKU AKAN MENJADI IBLIS !" Deklarasi issei yang berubah mood dengan cepat dan dengan kerasnya ia ucapkan hingga terdengar keseluruh ruangan.

" sekarang aku bisa membuang semua majalah porno yang kusimpan." Tambahnya sebelum terhenti saat menyadari sesuatu. " tidak, aku tak bisa membuangnya mereka semua adalah harta karun yang sudah kukumpulkan selama ini aku tak bisa membuangnya." Gumam issei dengan suara keras (yang dilakukan tanpa sadar)hingga terdengar keseluruh ruangan dan menghasilkan reaksi bermacam-macam dari orang yang mendengar dan melihatnya.

" ha...ha..."

" ...orang sederhana..."

" ara ara..."

" anak ini/orang satu ini benar-benar menarik." ujar rias dan naruto yang tanpa sadar dilakukan secara bersamaan.

" ara ara..." goda akeno yang menyadari kekompakan rias dan naruto. Menyadari singgungan dari ratunya rias segera mengalihkan pandangannya sementara naruto hanya memasang wajah polos karena tak mengerti dengan sindiran akeno.

" jadi ini yang kau maksud saat kita akan mendapat adik yang bodoh?" tanya akeno yang mengalihkan topik.

" benar sekali. Jadi issei, apa kau mau menjadi pelayanku?" tanya rias

" yes, rias senpai !" jawab issei dengan penuh semangat.

" tidak! Ingat kau harus memanggilku Buchou(president)." Potong rias " dan itu juga berlaku padamu naruto!" sambungnya sambil menunjuk kearah naruto yang sedang bersantai diatas sofa.

" hai hai..." balas naruto dengan malas.

"Buchou? Boleh tidak boleh kalau kakak saja?" tanya issei yang merasa kurang nyaman dengan memanggil pujaan hatinya dengan Buchou.

" uhm... kurasa itu tak terdengar buruk tapi... karena aku memakai area sekolah untuk territory, jadi kurasa lebih baik bila dipanggil Buchou saja. Lagipula semua orang di club memanggilku begitu." Jawab rias yang final mengenai panggilannya.

" baiklah Buchou sekarang tolong jelaskan lebih detail lagi mengenai iblis!" ujar issei yang sedang di penuh semangat

" jawaban yang bagus..." respon rias sambil tersenyum " baiklah aku akan membuat menjadi seorang pria..." goda rias yang perlahan mendekatkan wajahnya kearah issei yang langsung membuat hormonnya naik ke tinggkat mesum maksimun.

" hah..." naruto hanya bisa mendesah lelah melihat rias yang tengah asik mengoda issei.

" baiklah karena aku sudah tak bisa kembali menjadi manusia, sebaiknya melaju terus kedepan..." gumam issei dengan penuh ambisi dimatanya. " AKU AKAN MENJADI RAJA HAREEEEEMMM!" teriak issei dengan keras dan penuh semangat meneriakan ambisinya yang mesum itu keseluruh ruangan.

(skip penjelasan tentang cara mendapat kan title noble untuk mendapat pelayan sendiri...)

" jadi jika aku menjadi noble raja harem sudah bukan hanya mimpi lagi ?" tanya issei dengan penuh semangat dan kepercayaan diri.

" benar sekali. Jadi mulai sekarang kau harus mulai bekerja keras...mulai dari menyebarkan ini?" tanya rias sambil tersenyum menyodorkan beberapa lembar kertas selebaran bergambarkan lingkaran pemanggil iblis.

"..." issei memasang ekspresi kosong saat melihat koneko meletakan beberapa kotak kardus berisi selebaran itu didepannya.

" ini langkah pertama untuk mendapat kontrak. Lakukan yang terbaik ya." Sambung rias sambil tersenyum lebar.

Setelah itu...

" ya ampun kenapa aku juga harus ikut-ikutan membawa benda ini..." keluh naruto yang sedang membawa kotak berisi selebaran tadi sepanjang jalan pulang.

" habis aku mana mungkin kuat membawa kotak-kotak ini seorang diri.." bela issei yang membenarkan dirinya untuk meminta bantuan naruto membawa sebagian kotak kerumahnya.

" bah... tapi ini berat..." gerutu naruto sepanjang jalan.

Tak lama merekapun sampai didepan rumah issei...

" haaaa... akhirnya sampai juga..." desah naruto saat selesai menaruh seluruh kotak itu dikamar issei.

" yaa... benar benar melelahkan." Ujar issei yang senasib dengan dirinya. " jadi naruto kau mau minum apa?" tanya issei yang bangkit menuju pintu kamarnya untuk mengambilkan beberapa minum dari ruang makan yang berada dilantai bawah.

" apa saja terserah..." jawab naruto yang tengah tiduran dilantai kamar issei. Kamarnya issei tak terlalu besar seperti layaknya kamar remaja biasa dan pada umunnya. Ada satu kasur,satu meja belajar, satu lemari, satu jam weker anime dan satu kotak koleksi majalah porno...

" maaf sudah menunggu..." ujar issei saat masuk. Dan betapa terkejutnya dirinya saat mendapati naruto tengah membongkar kotak harta karunnya. " APA YANG KAU LAKUKAN NARUTOOO!?" teriak issei panik saat itu.

" hanya melihat-lihat ..." jawab naruto dengan santai sambil mengurutkan majalah-majalah porno issei sesuai urutan. " benar-benar tak kusangka kau memiliki koleksi selengkap ini..." ujarnya dengan polos sambil mengagumi koleksi issei yang tergolong lengkap.

" aaaarrrrggghhhh bukan itu yang kumaksud !?" teriaknya kembali.

" lalu apa?" tanya polos naruto

"..." issei tak tahu harus bicara apa dengan orag yang satu ini untuk menjelaskan.

" hah... ya sudah ta..." ucapan naruto terhenti saat ia mendengar suara biola yang tak asing dikepalanya. " maaf issei tapi aku sedang buru-buru..." ujar naruto yang tiba-tiba bangkit berdiri dan keluar seperti orang yang tergesa-gesa.

" lalu bagaimana dengan minumannya?" tanya issei yang merasa sayang jika jus lemon yang sudah dibuat ibunya menjadi sia-sia.

" ya minumannya enak..." jawab naruto sebelum menuruni tangga dan meninggalkan issei dengan tanda tanya besar dikepalanya.

" enak apa maksudnya?" tanya issei kepada dirinya sendiri. Dan pertanyaannya terjawab saat ia melihat kedua gelas yang dibawanya sudah kosong tanpa sisa yang membuatnya bertambah bingung. " sejak kapan!?" batin issei yang kebingungan.

Sementara itu dengan naruto...

Disebuah gudang kosong tak berpenghuni. Disana tampak seorang gadis muda yang tengah berlari ketakutan seperti dikejar sesuatu yang menyeramkan.

" graaaaahh!" benar saja seekor makhluk mengerikan tengah mengejar gadis itu tak jauh dibelakangnya.

" kyaaaa seseorang tolong !" teriak gadis itu sambil terus berteriak meminta pertolongan namun sayang tak ada jawaban.

" kemari kau gadis kecil..." panggil monster itu sambil terus mengejar si gadis. Namun langkahnya terhenti saat sebuah tongkat hitam muncul menghalangi jalannya dan tiba-tiba berayun seperti berusaha memukulnya. Melihat itu si monster segera mengambil sebuah lompatan mundur untuk menghindari pukulan dari tongkat itu.

"SIAPA KAU JANGAN MENGHALANGI!" Teriak monster dengan sosok seperti anjing hybrid dengan manusia itu dengan sombong kepada sosok yang menghalangi jalannya itu.

" haa...aa ... lihat apa yang kita punya disini seekor anjing mesum yang tak tahu sedang dalam masalah." Ujar sosok manusia yang membawa tonglat itu itu yang tak lain dan bukan adalah naruto yang sedang kembali memakai topeng rubahnya sambil membawa sebuah tongkat hitam dipunggungnya yang tak lain dan bukan ialah den gasher rod form. " sepertinya kau benar-benar ingin kupancing ya...?" tanya naruto sambil sedikit bermain dengan tongkatnya.

Tanpa peringatan naruto langsung mengayunkan tongkatnya kembali ke arah iblis liar itu.

' orang ini berbahaya!' batin si iblis sambil terus berusaha menghindari ayunan tongkat naruto yang terasa sangat sulit untuknya.

" refleksmu tidak buruk juga ya..?" puji naruto sebelum meningkatkan sedikit keseriusannya sehingga ayunan tongkatnya semakin sulit dihindari.

'orang ini benar-benar berbahaya...' geram monster itu dalam hatinya sebelum terpukul jatuh lagi oleh ayunan tongtak pertarungan ini tak menguntungkan baginya si monster serigala itu menghembuskan sebuah asap hitam pekat dari mulutnya yang langsung ditujukan kepada naruto.

" HMPH..." secara reflek naruto langsung menutup hidungnya untuk berjaga-jaga jika itu adalah gas beracun yang ditujukan untuknya. Dan begitu asap hitam itu hilang dia hanya mendapati tempat kosong ditempat seharusnya iblis serigala itu berada...

" kabur ya..." batin naruto sambil melihat sekelilingnya. Kemudian ia mengeluarkan sejenis kamera dan memasukan sebuah flash disk dengan huruf B ditengahnya.

" BAT!"

Kameranya berubah menjadi sejenis mechanical bat dan terbang sambil mengambil foto sekitanya untuk memastikan tidak ada lagi ancaman disekitar situ.

...

Keesokan harinya...

Seperti biasa naruto menghabiskan harinya dengan memakan ramennya diatas salah satu atap gedung sekolah sambil menikmati pemandangan sekitarnya.

' hei naruto kau tak khawatir dengan anjing liar yang kemarin?' tanya monster rubah yang tinggal dalam tubuhnya itu.

" memang." jawab naruto dengan polos sambil menikmati ramennya dengan santai.

' ha...' kurama hanya bisa mendesah pasrah melihat partnernya yang dengan santainya malah makan ramen dipagi hari.

" tenang saja kalau anjing yang tumbuh berlebihan itu membuat ulah lagi. kita bisa menendang bokongnya kembali saat itu dan tanpa ampun." Jelas naruto sambil meyesap satu hisapan panjang pada kuah ramen instantnya pagi itu. " lagipula aku juga sudah meninggalkan beberapa bushin dan bat untuk melihat situasi sekitar area kemarin. jadi kurasa kita bisa bersantai dulu sekarang." Tambahnya sambil menghabiskan sisa makanannya.

' lakukan sesukamu aku mau tidur...' gerutu kurama yang melingkarkan seluruh ekornya disekitar dirinya dan kemudian tidur.

" ya ...selamat tidur partner" bisik naruto kepada partnernya itu.

" nah sekarang sebaiknya bagaimana ya..." gumam naruto seorang diri sambil melihat langit sore diatas atap sekolah.

Ruang Club Penelitian Ilmu Gaib...

" yo..." sapa naruto kepada issei yang baru saja masuk keruangan.

" aku kembali." ujar issei sambil membawa beberapa dus kosong yang sebelumnya berisi selebaran yang harus disebarkannya.

" eh, kau sudah meyebarkannya? Padahal itu cukup banyak." Tanya rias yang tak percaya saat issei masuk sambil membawa beberapa kotak kardus kosong yang kemarin dibawanya dengan isi penuh dengan selebaran dan sekarang sudah kosong.

" fufufu, jika untuk membangun kerajaan haremku, ini bukanlah masalah." Ujar issei dengan bangga sambil memukul dadanya.

" baiklah kalau begitu, kita maju ke step selanjutnya..." ujar rias

" step selanjutnya? Maksudmu kontrak?" tanya naruto yang sedang tidur-tiduran santai di salah satu sofa diruangan itu Yang dijawab dengan anggukan kecil oleh iblis berambut merah didepannya.

" bagus! Akhirnya aku bisa keluar dari pekerjaan merepotkan seperti menyebar selebaran inikan!?" tanya issei dengan penuh semangat karena merasa mimpinya semakin dekat dengan dirinya.

Tak memperdulikan pertanyaan issei yang sedang bersemangat rias berjalan mendekati ratunya dan berkata " jika kau tak masalah akeno?" ujarnya.

" ya" jawab perempuan rambut hitam kepang panjang itu sambil mulai merapalkan mantra-mantra yang tak dimengerti issei. Dan kemudian sebuah lingkaran merah muncul dibawah akeno.

" huh?" issei kebingungan saat sebuah lingkaran merah muncul didepannya.

" ini adalah lingkaran sihir..dengan ini kau bisa segera pergi ketempat pemanggilmu" jelas rias. " berikan tangan kananmu issei" perintah rias. dan tanpa banyak tanya issei melakukan seperti apa yang di perintahkan oleh gadis impiannya itu.

Lalu rias mulai mengambar sebuah lingkaran di telapak tangan issei.

" ini adalah lambang keluarga." Mulai rias kembali " tanda dari gremory clan... lakukan saja seperti yang pernah kujelaskan mengerti?" tanya rias untuk memastikan bahwa pelayannya yang baru ini tahu apa yang harus diperbuatnya.

" tentu saja! Buat kesepakatan penuhi keinginan dan ambil bayaran." Jawab issei dengan penuh rasa optimis sambil melangkah memasuki lingkaran merah itu.

" bagus, semoga perjalananmu selamat issei." Ujar rias sambil tersenyum saat melihat kepergian issei.

" aku berangkat." ujar issei dengan penuh semangat saat lingkaran itu makin bersinar menandakan dirinya akan segera diteleport ketempat yang dituju.

Atau setidaknya itu seharusnya yang terjadi...

" jadi kau yang memanggilku?" ujar issei dengan penuh rasa percaya diri dan gaya. tanpa sadar jika dirinya belum pergi kemana-mana sejak tadi atau lebih tepatnya belum sadar bahwa teleportnya gagal. " Lalu katakan padaku apa ke..." ucapannya terhenti saat melihat pemandangan tak asing didepannya. Didepannya berdiri rias dengan akeno, kiba dan koneko disana, dan tak hanya itu dibelakang mereka juga nampak naruto yang tengah mencoba untuk menahan tawa.

" ara ara..." akeno hanya bisa mencoba tersenyum melihat kejadian didepannya.

" hmPH..." naruto mencoba menahan sebisanya untuk tidak tertawa.

" eh..." issei masih mencoba memproses apa yang sebenarnya terjadi didalam otak mesumnya.

" issei..." panggil rias yang memecah lamunannya " ini benar-benar memalukan tapi sepertinya kau belum bisa melakukan sebuah teleport..." jelas rias yang langsung membuat issei mengerti apa yang terjadi.

"EHHH!?" teriak issei dengan penuh rasa terkejut dengan apa yang didengarnya dari wanita pujaannya itu.

" untuk melakukan lompatan teleport dengan mengunakan lingkaran sihir kau harus mencapai level set power ..." jelas rias dengan sedikit pasrah dan kecewa " tapi level kekuatan sihirmu masih terlalu rendah sehingga lingkaran sihir sama sekali tak bereaksi..." sambungnya menjelaskan kepada issei tentang apa yang terjadi.

" bu...buahahahahahahaha!" naruto tertawa dengan sangat keras karena sudah tak bisa menahanya lagi saat melihat ekspresi issei yang tak tergantikan saat mendengar penjelasan dari rias Yang langsung membuat issei lemas dan kehilangan kepercayaan dirinya.

" tapi meski begitu, tetap ada yang memanggil. Dan kau harus segera kesana..." tambah sang Buchou

" tapi bagaimana?" tanya issei sambil berlinangan air mata.

" dengan jalan kaki." Jawab rias masternya tanpa belas kasihan yang langsung membuat issei terpuruk jatuh kelantai.

" memalukan..." ujar koneko dengan datar

" bagaimana ya...kalau kau mengunakan sepeda kau bisa sampai disana dalam waktu sekitar 20 menit." Tambah kiba mencoba untuk sedikit realistis dan membantu.

" iblis macam apa yang dipanggil dan muncul dengan menaiki sepeda !?" teriak issei mencoba mempertahankan sisa harga dirinya. Namun harga dirinya langsung hancur saat koneko dan naruto secara kompak menjawab pertanyaannya dengan menunjuk kearah dirinya tanpa rasa bersalah.

" geezz ...cepat kau tak bisa membuat pemanggil terus menunggu." Bentak rias dengan tiba-tiba " cepat dan dapatkan kontrak itu!" sambungnya. Tanpa banyak kata issei pergi dengan berlinang airmata malu dan kecewa.

# skip bagian sumoner dan issei yang memalukan...

" haa... akhirnya aku tak mendapatkan kontrak dan malah dipaksa menghabiskan waktu berbicara tentang anime.." desah issei sambil menuntun sepedanya pulang. " apa yang sebenarnya aku lakukan sih..." desah issei kembali dengan rasa kecewa sambil menuntun sepedanya menyelusuri malam.

Tiba-tiba dari belakangnya issei merasakan aura yang sama dengan yang pernah ia rasakan kemarin. Dan saat dia melihat kebelakang ia mendapati seorang wanita tengah berjalan perlahan menuju kearahnya.

" perasaan ini... tak salah lagi sama dengan waktu itu." Batin issei saat melihat wanita itu.

" aneh... sepertinya aku tak salah orang. Karena kau adalah kotak kosong yang seharusnya sudah dibunuh oleh dia kemarin." Ujar wanita berambut hitam panjang dan dada besar didepannya itu. " benar-benar aneh." Sambungnya.

" mungkinkah kau !?" tanya issei pada dirinya sendiri saat panik khawatir jika kekhawatirannya itu nyata. Dan benar saja wanita itu memunculkan sepasang sayap hitam dari punggungnya di depan matanya langsung.

" malaikat jatuh." Gumam issei saat melihat sepasang sayap hitam itu.

" seharusnya kau sudah mati." Teriak wanita itu seraya melemparkan tombak cahaya kearah issei. Secara refleks issei melompat kesamping dalam usaha menghindari tombak cahaya itu dan tak sengaja memperlihatkan lambang gremory ditangannya.

" lambang gremory !" teriak wanita itu yang terkejut saat melihat lambang gremory ditangan issei. " aku mengerti sekarang, kau adalah orang yang salah serang oleh donnaseek... aku tak menyangka kau akan direkrut oleh gremory."gumam malaikat jatuh itu seorang diri sambil mempersiapkan serangan kedua.

" kalau begitu kau memiliki alasan lebih untuk disingkirkan !" teriak wanita itu saat bersiap melemparkan tombaknya kembali.

" sial apa aku akan dibunuh lagi batin... tidak aku harus melawan" batin issei sambil mencoba memanggil sacred gearnya. "SACRED GEARR!" teriaknya dengan keras.

...

...

Tak ada apapun yang terjadi...

" APAAAA!?" teriak issei dengan keras (yang cukup untuk memekakan telinga orang disekitarnya) saat sacred gearnya tak keluar.

" sepertinya kami telah salah menilaimu..." gumam wanita itu saat menyadari issei masih belum bisa memanggil sacred gearnya.

" kenapa? Kenapa? Padahal saat itu bisa?" tanya issei pada dirinya sendiri di dalam batinnya.

Ditempat yang tak jauh...

Dari atas sebuah tiang listrik yang tak jauh dari tempat issei yang sedang berhadapan dengan malaikat jatuh. Disana berdiri sebuah sosok yang tak asing dengan topengnya...

Ya dia adalah naruto yang sejak tadi hanya mengawasi dari kejauhan dengan sebuah mechanical bat yang terbang disekitarnya.

' kau tak membantunya naruto?' tanya kurama pada naruto yang sejak tadi hanya melihat saja dari kejauhan.

" tidak, issei tak bisa terus bergantung padaku untuk menolongnya..." ujar naruto dengan nada tenang sambil terus mengamati pertarungan issei dari kejauhan. " nah issei... tunjukan padaku kekuatan tekad apimu." Gumam naruto sambil tersenyum tipis.

Kembali ke issei...

# flash back sedikit...

" coba kau bayangkan karakter paling kuat yang kau tahu." Ujar rias.

" bayangkan saja..." tambahnya.

# flash back end...

" kekuatan ... berikan aku kekuatan!" teriak issei yang kembali mencoba memanggil sacred gearnya dengan membayangkan karakter terkuat yang dikaguminya lagi.

Dan Siiiiing...! Tangan kirinya mulai kembali bersinar terang. Dan Perlahan cahaya itu membentuk sesuatu yang membungkus tangan kirinya. Ketika cahaya berhenti bersinar,tangan kirinya terbungkus oleh sarung tangan merah yang terlihat keren. Di bagian yang menutupi punggung tangannya ada berlian berwarna hijau.

Dan secara refleks issei langsung melakukan sebuah pukulan udara kearah malaikat jatuh dari jarak jauh. Pukulannya menciptakan hembusan angin yang sangat kuat hingga merobek semua pakaian yang dipakai oleh malaikat jatuh yang ada didepannya itu.

" sa...sacred gear." Gumam malaikat jatuh itu saat dirinya melihat tangan kiri issei terbungkus oleh sarung tangan merah dengan batu hijau diatasnya yang merupakan sacred gear.

" aku tak bisa membunuhmu sekarang ...aku harus segera melaporkan ini keatasan." ujar malaikat jatuh itu sebelum kemudian terbang pergi meninggalkan issei seorang diri.

" sacred...gear..." gumam issei saat tinggal dirinya seorang dijalan itu saat melihat ketangan kirinya yang masih terbungkus oleh sacred gearnya.

Skip time...

Ruangan club penelitian hal gaib...

" hm...jadi begitu." Gumam rias setelah mendengar penjelasan dari issei mengenai dirinya yang baru saja diserang malaikat jatuh tadi.

" ya... tadi tiba-tiba aku diserang oleh malaikat jatuh. Tapi aku berhasil memanggil sacred gearku untuk mengusirnya" tambah issei

" hebat sekali kau issei." Puji akeno yang tengah berdiri disamping rias.

" tapi sekarang kau telah membuat posisi kita menjadi sulit dengan ini." Potong rias dengan serius. " malaikat jatuh kini telah mengetahui kalau kami telah menyelamatkanmu dan menghidupkankau kembali sebagai seorang iblis." Sambung rias dengan nada dingin dan serius.

" ma...af..." hanya itu yang bisa diucapkan issei saat itu.

" karena itu adalah kecelakaan kau bisa dekat dengan malaikat jatuh, jadi kami tak menyalahkanmu. Tapi ingat jangan sombong dan coba menghadapinya seorang diri lagi." Ujar rias kembali memperingatkan issei.

" Aku mengerti Buchou" jawab issei sambil menundukan kepala dengan menyesal. " hm... Buchou? Apa kau melihat naruto?" tanya issei saat melihat seluruh ruangan dan tak mendapati naruto dimanapun.

" naruto-kun sudah pulang sejak tadi." Jawab akeno sambil tersenyum.

" oh begitu..."

Dengan naruto...

' jadi itu sacred gearnya issei?' tanya kurama yang dijawab dengan anggukan kepala oleh partnernya.

" ya, itu masih dalam perkembangan jadi masih bisa jadi lebih kuat." Tambah naruto dengan senyum kecil menghiasi wajahnya.

' bisa lebih kuat?' tanya kurama yang bingung dengan ucapan naruto.

" kukuku... sepertinya kehidupan disini takkan menjadi terlalu membosankan." Ujar naruto sambil terkekeh kecil diatas sebuah/seekor hybrid naga castle yang sedang tidur yang lebih dikenal dengan nama castle doran.

End chapter 4...