Tittle: Love you Mr. PERFECT

Summary: Sehun sangat mencintai Chanyeol tapi Chanyeol itu Mr. PERFECT yang sangat Normal.

Main Cast:

Park Chanyeol
Oh Sehun
Kim Jongin

Other Cast:

Wu (Oh) Yifan as Sehun's Dad
Xi (Oh) Luhan as Sehun'Mom

Cameo:

Park Yoora as Chanyeol Elder Sister

Pairing : Chanhun , KaiHun

Rated: T

Disclaimer: Chanyeol milik Sehun, Sehun milik Kai,dan Kai idolanya Chanyeol(?), cerita milik saya

Warning: BoysLove, Sehun Uke, GS for Luhan, TYPO EVERYWHERE

Genre: Romance, FriendShip, little Hurt,and Little Comedy

Cast bisa bertambah dan berkurang seiring berjalannya waktu

Chapter 3

Langit menjatuhkan Air matanya, sama seperti Sehun yang berjalan gontai di trotoar, semua orang sibuk mencari tempat berteduh sementara Sehun hanya memandang ujung sepatunya yang basah terkena hujan.

Tuhan tau, jika hatinya sedang bersedih, maka Ia menurunkan air dari langit agar menyamarkan Air mata Sehun yang dari tadi mengalir.

Sehun ingat bagaimana Chanyeol membentaknya, mengumpat panjang lebar padanya, dan mengusirnya keluar, Sehun tak pernah menyangka jika Chanyeol bisa berkata sekasar itu padanya, selama ini Chanyeol selalu menjaganya, berkata lembut padanya, bahkan selalu menuruti apa maunya.

Mengingat itu semua, Air mata Sehun makin mengalir, bersamaan dengan makin derasnya Air hujan, isakan Sehun makin terendam oleh gemuruh hujan dan juga suara petir di langit.

Mendengar suara petir membuat Jantung Sehun berpacu dengan keras, tubuhnya bergetar takut sekaligus kedinginan, sebuah kilasan ingatan mengganggu otak Sehun.

Sebuah kecelakaan yang terjadi di hari hujan dan penuh petir, darah berceceran dan mengalir seiring dengan derasnya Air hujan.

Sehun mengerang sakit, kepalanya berdenyut keras, rasanya seperti di tikam dengan belati lalu di tarik lagi dan di tikam lagi ditarik lagi seperti itu terus sampai rasanya Sehun ingin memejamkan mata sekarang juga, tubuh Sehun limbung kesamping, Sehun sudah bersiap jika tubuh kurusnya akan menghantam trotoar, tapi sebuah tangan kokoh menahan tubuhnya, Sehun memandang sosok penolongnya, sedikit blur, tapi Ia masih bisa mengenalinya, Sehun menggumamkan terima kasih sebelum mata sipit itu benar-benar terpejam, tersisa suara panik si penolong.

Love You Mr PERFECT

Di kamar luas sebuah rumah mewah, Chanyeol memandang kosong Barang kesayangannya -Mini Musim Salju- yang sudah hancur tak berbentuk, tanpa Chanyeol sadari setitik air mata mengalir di pipinya.

'Chanyeolie, Selamat ulang tahun', seorang gadis berseragam SMA memberi sebuah bingkisan pada sosok tinggi dihadapannya -Chanyeol-

'Apa ini?', Chanyeol mengocok-ocok(?) Kotak pemberian gadis itu, berusaha mengetahui isinya, disambut geplakan keras di kepala Chanyeol, 'Hei!', Chanyeol berseru keras sambil mengelus-elus kepalanya yang sedikit nyeri.

'Jangan kau begitukan Yeollie, nanti pecah', Gadis berkulit sangat putih itu membantu Chanyeol mengelus kepalanya, 'Apa sakit? Haha', Gadis itu sedikit tertawa melihat wajah Chanyeol yang cemberut.

'Sudah ini tidak apa-apa kok', Chanyeol menggenggam tangan gadis itu, sedikit mengelusnya, 'boleh Aku buka hadiah ini?', Chanyeol melepas tangan gadis itu setelah melihat gadis itu mengangguk, segera membuka bingkisan itu dengan hati-hati, menghargai sosok cantik dihadapannya yang sudah dengan telaten membungkusnya.

Sebuah Mini Musim salju nampak dimata Chanyeol saat Bingkisan itu terbuka sepenuhnya, Chanyeol nampak berbinar melihatnya.

'Kau suka?', gadis itu tersenyum melihat reaksi Chanyeol.

'Aku akan menyukai apapun yang kau berikan Sayang, Winter adalah pertemuan pertama kita, iya kan? Waktu itu Kau baru pindah dari China, kita masih sangat amat kecil waktu itu', Chanyeol tersenyum mengingat pertemuan pertama mereka.

'Winter juga musim yang tak akan terlupakan untukku, kau mengatakan Cinta padaku saat musim Salju juga, lebih tepatnya saat salju pertama, itu sangat romantis sayang'

Chanyeol memeluk gadis yang di cintainya itu, sesekali megecupi pucuk kepala gadis berambut pirang sebahu itu, 'Aku berjanji akan menjaga hadiah ini sampai Aku mati', Chanyeol melepas pelukannya, memegang dagu Gadis itu dan mempersempit jarak diantara mereka, menempelkan bibirnya di bibir gadis itu, mengecupnya beberapa detik lalu melepasnya lagi, 'Ciuman pertama kita juga saat Winter dulu' , ucap Chanyeol, membuat gadis itu malu dan memukul-mukul pelan lengan Chanyeol.

"Maafkan Aku mengingkari janjiku, Hadiah darimu sudah hancur, maafkan Aku tak bisa menjaganya", Chanyeol membereskan kaca yang berserakan itu, menaruhnya di sebuah kotak bening.

.

.

Sehun mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan mata dengan cahaya terang yang serasa menusuk matanya, Sehun lalu mengedarkan pandangannya, sedikit bingung karena Ia kini sedang terbaring di sebuah kamar yang jauh lebih sempit dari kamarnya, dengan ranjang Single yang terasa nyaman Ia gunakan untuk berbaring, Sehun Ingat Dia tadi hujan-hujanan setelah di usir Chanyeol, mengingat perkataan Chanyeol, Air mata Sehun mulai merebak kembali.

"Chanyeol Hyeong maaf", lirih Sehun, Sehun berusaha bangkit dari ranjang itu, menahan denyutan di kepalanya, Sehun harus meminta maaf pada Chanyeol, masa bodoh dengan Chanyeol yang mengabaikannya nanti.

Badan Sehun Limbung ketika akan berdiri, dan bersamaan terbukanya pintu kamar itu, Sosok pembuka pintu itu segera berlari menghampiri Sehun sebelum tubuh porselen itu menghantam lantai rumahnya.

Hup!

"JongIn...", lirih Sehun menatap sosok pembuka pintu.

Si pembuka pintu a.k.a JongIn segera merangkul bahu Sehun, menjaga Sehun agar tak terjatuh lagi, lalu mendudukan Sehun di ranjang.

"Ini ketiga kalinya Aku menolongmu yang Akan terjatuh Oh Sehun, Kau itu ceroboh sekali sih", JongIn meraba kening Sehun, 'masih panas', pikir JongIn

"Kenapa Kau bisa Hujan-hujanan seperti tadi Bodoh!, bagaimana jika Aku tak menemukanmu, mungkin Kau sudah ada ditangan orang jahat sekarang!", marah JongIn, Sehun menundukkan wajahnya dalam, beberapa saat setelahnya terdengar isakan dari Sehun, tentu JongIn panik setengah mati, "hei Kau kenapa Sehun?", JongIn menarik tubuh kurus itu ke pelukannya, membiarkan Sehun menangis didadanya, "keluarkan Sehun... keluarkan Apapun yang kau pendam, jangan ditahan Sehun", tepukan di punggungnya membuat Sehun makin mengencangkan tangisannya, merasa beruntung Ia memiliki sandaran selain Chanyeol, Ia takut setiap mengingat Chanyeol, Ia takut Chanyeol akan semakin marah dari hari ke hari.

5 menit

10 menit

30 menit

Tangisan Sehun berhenti diganti dengkuran halus, JongIn tersenyum dan membaringkan dengan hati-hati tubuh porselen itu, sedikit menelan ludah gugup saat tak sengaja bahu mulus Sehun terekspos, salahkan tubuh Sehun yang kurus jadi piyama JongIn jadi terlihat sangat besar ditubuhnya.

T..tunggu? Piyama JongIn? Ei.. jangan memandangku begitu, ya ya... JongIn mengganti Baju basah Sehun dengan Piyama miliknya, tentu JongIn tidak gila kan membiarkan Sehun dengan baju basah kuyup, bisa makin sakit Sehun nanti.

Oke... jangan marah hanya karena Aku melewatkan acara ganti baju mereka, Aku akan meceritakannya.

JongIn menggerutu panjang pendek karena dihujan begini, Isi Kulkasnya kosong melompong, bahkan Ramyeonpun tak ada, salahkan dirinya yang baru pindah dan tak sempat berbelanja makanan, hanya ada beras kiriman dari Ibunya, tak akan nikmat jika disantap tanpa pendamping, jadi JongIn memutuskan untuk ke minimarket untuk sekedar membeli ramyeon, dan Ingatkan JongIn untuk meminta kiriman Kimchi pada Ibunya.

JongIn itu ingin mandiri jadi Ia memilih mengontrak sebuah apartment kecil didekat sekolah barunya, ini jawaban jika kalian bertanya kenapa JongIn harus meminta kiriman pada Ibunya.

Sepulang dari Mini Market, dengan seplastik Ramyeon instan dan beberapa cemilan JongIn berjalan kembali menuju Apartmentnya, sedikit mengumpat karena Hujan makin deras saja, JongIn memeluk belanjaannya tak membiarkan Belanjaannya Basah sedikitpun, JongIn terlalu takut payungnya tak bisa melindungi belanjaannya.

Mata JongIn memicing saat melihat sosok yang familiar dimatanya nampak menunduk sambil berjalan Gontai, tanpa Payung atau jas hujan, Hanya seragam sekolah yang masih melekat ditubuhnya, Setengah berlari JongIn menghampiri Sehun, beruntung JongIn berhasil menangkap Tubuh Sehun yang limbung, JongIn panik saat mata Sehun terpejam.

Jadi dengan sedikit teriakan Minta Tolong, JongIn dibantu beberapa warga yang baik hati menaruh(?) Sehun di punggung JongIn dan JongIn berjalan terburu-buru menuju Apartmentnya.

Setalah menaruh Ramyeon dan cemilannya yang sedikit basah di meja dapur, JongIn segera berjalan menuju Kamarnya dan membaringkan Sehun di Kasurnya. Mencari handuk dan mengusap bagian basah di tubuh Sehun

'Baju Sehun Sangat basah bagaimana ini? Masa Aku yang harus menggantinya? Ah masa bodo lah, daripada Sehun Sakit kan?', JongIn mencari sesuatu yang nyaman untuk Dipakai Sehun, JongIn putuskan untuk mengambil Piyama miliknya dan juga celana dalam dari dalam lemarinya.

Sedikit membuang nafas, JongIn dengan perlahan membuka Jas Almamater Sehun, beralih ke kemeja putih milik Sehun, sedikit memejamkan mata takut-takut JongIn tidak kuat melihat dada Sehun nanti, tapi JongIn bersyukur masih ada kaos dalam yang dipakai Sehun, paling tidak itu memberi waktu JongIn untuk menenangkan detak jantungnya sejenak.

JongIn menelan Air liurnya dengan Susah payah, ketika dada mulus Sehun terpampang jelas didepan matanya, 'ya Tuhan kuatkan Aku', bisik JongIn.

Dengan Segera Sehun memakaikan Piyamanya pada Sehun, JongIn bernafas lega.'huft Akhirnya'

'T..tunggu... masih ada Celana Sehun yang basah, Ya Tuhan bagaimana ini, melihat dada Sehun Saja little JongIn sudah terbangun', batin JongIn merana.

JongIn memejamkan matanya Erat, dan dengan tergesa melepas celana Sehun, boxernya, dan sebelum melepas celana dalam Sehun, JongIn melirik sedikit ke arah memejamkan matanya Lagi.

'Ya Tuhan Ya Tuhan Ya Tuhan... paha itu mulus sekali', JongIn makin merana saja, melepas dengan perlahan celana dalam Sehun. Wajahnya pucat pasi saat tangannya tak sengaja menyenggol little Sehun, 'maaf Ya Tuhan Aku tak Sengaja...'

JongIn segera menyelimuti Sehun dengan rapat setelah berhasil memakaikan Celana dalam dan juga Celana piyama miliknya pada Sehun, lalu berlari ke kamar mandi, mungkin dia sedang e... you know what I mean lah ya...

Kembali ke masa dimana JongIn melihat bahu mulus Sehun yang terekspos, menelan ludah sekali lagi dan segera membenarjan letak piyamanya lalu menyelimutinya sampai Dada.

Pandangan mata JongIn memandang bibir kecil Sehun yang sedikit terbuka, entah angin dari mana JongIn mendekatkan wajahnya ke arah Sehun, menempelkan bibirnya pada bibir Sehun, sedikit melumatnya, demi neptunus, bibir Sehun sangat manis, JongIn ingin menghabiskannya jika boleh.

Ciuman JongIn makin dalam saja, sampai Akhirnya JongIn tersadar saat mendengar Lengkuhan Sehun, JongIn segera melepas ciumannya dan mengusap sedikit bibir Sehun yang sedikit membengkak, tersenyum dan keluar dari kamar, mencari plester penurun demam dan obat mungkin.

Love You Mr PERFECT

Chanyeol sedang bersitegang dengan kakaknya, Yoora sangat marah begitu Ia pulang Sehun sudah tak ada dirumahnya.

"Kau bodoh atau bagaimana Park Chanyeol? Kau mengusir Sehun? Kau tahu kan Auntie dan Uncle Oh menitipkan Sehun pada Kita? Bagaimana bisa Kau mengabaikan pesan mereka?!", Sembur Yoora pada Chanyeol.

"Dia merusak barang dari kekasihku Noona, itu hadiah terakhir darinya! Dan Bocah manja itu dengan seenaknya memecahkan barangku dan meminta maaf, dia kira dengan maaf barangku akan utuh kembali !"

"Park Chanyeol! Dengan kau mengusirnya Apa barangmu kembali utuh hah?! Tidak kan? Itu hanya sebuah barang! Kau bisa membelinya lagi!"

"Tidak ada yang bisa menggantikan barang pemberiannya Noona tak ada satupun!, karena Sehun, Dia meninggal! Sehun membunuhnya Noona! Dan sekarang Sehun memecahkan kenanganku dengannya! Tidak puaskah dia memisahkan Aku dari kekasihku?! Aku sudah cukup muak berpura-pura seolah Aku menyayanginya! Segala yang ada didiri Sehun membuat Aku selalu mengingatnya, membuat Aku makin tak bisa menerima kepergiannya!"

"Park Chanyeol! Sehun tak tahu apapun! Dia bahkan kehilangan Ingatannya karena kejadian itu, dengan sekuat hati Auntie dan Uncle Oh membuat Sehun tak perlu mengingat kejadian Itu! Sehun juga sangat tertekan Chanyeol, Hidupnya penuh dengan kepalsuan selama 2 tahun ini, jangan ungkit masalah ini lagi, Dia juga tak akan senang melihatmu marah pada Sehun, Kau tahu kan Dia sangat menyayangi Sehun", Yoora mulai melunak, mengelus kepala Adik satu-satunya itu dan membawanya ke dalam pelukannya, "maafkan Sehun, Dia hanya sosok yang tak tahu apa-apa ditengah para Aktor hebat, Bersikaplah seperti biasanya pada Sehun, bersikaplah seolah tak terjadi apa-apa , dan jangan lelah menyayangi Sehun, suatu saat itu buka kepura-puraan lagi, berjuanglah demi Dia"

.

.

.

.

.

KANADA

Di sebuah pemakaman , Yifan dan Luhan bergandengan tangan memasuki pemakaman itu, mencari makam sosok yang kini tinggal kenangan, Luhan meneteskan Airmatanya saat tiba di depan makam itu, Yifan merangkul bahu Luhan dan menyandarkan Kepala Luhan ke bahunya.

"Putriku..."

Luhan berjongkok dan membersihkan daun-daun di nisan bertuliskan.

RIP
Sena Oh
12 Januari 1998
1 Januari 2014

Tobe Continue...

Masih kurang panjang kah? Hehe mungkin batas Saya hanya sampai itu aja kkkk...
Mulai ada konfliknya nih, Semoga gak bosen ya..
Terima kasih untuk yang sudah Review, maaf gak bisa balesin, nanti kapan-kapan saya PM lagi deh buat ngucapin terima kasih secara khusus,
Yang mau ngobrol sama Saya bisa lewat BBM atau Line alamatnya ada di Profil
Dan buat yang penasaran sama kelanjutannya bisa Add FB Saya atau kalian mau saya Add juga bisa kkk
Untuk foto-foto bisa dilihat di IG Saya, bakal saya Post foto-foto tentang FF ini

Jangan lupa review..
Dan salam Chanhun dan Kaihun Shipper :* :*