그가을

That Autumn

Casts :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Leeteuk

Zhoumi

Choi Siwon

And other casts

Rated : T

Disclaimer :

FF ini sepenuhnya milik author yg miskin ide.

All casts belong to God, their family, SMEnt & ELF

BUT,

I hope KyuMin is mine XD

Warning :

Gender Switch, OOC, typos, out of EYD, abal

No summary

KyuMin as always ^^

.

.

HAPPY READING ^0^

.

.

.

Sungmin terus memandangi benda yang ada di hadapannya sekarang. Sesekali yeoja itu memainkan daun-daun plastik yang menempel pada benda itu. Yeoja itu menghela napasnya lalu mendekat ke jendela kamarnya dan membuka jendela itu.

Wusshh

Beberapa helai rambut yeoja itu terbang terkena hembusan angin musim gugur. Sungmin berdiam diri disana, hanya menatap pohon maple di pekarangan rumahnya yang terus menggugurkan daunnya.

"Nona…"

Panggilan Leeteuk sedikit membuat Sungmin terkesiap dari lamunannya. Ia segera menuju shoji kamarnya lalu membukanya untuk Leeteuk.

"Nona belum tidur?" tanya Leeteuk.

"Belum.." jawab Sungmin.

"Wae? Nona tidak bisa tidur?"

"Ani… Hanya belum mengantuk saja…"

"Tapi nona besok harus sekolah… Tidurlah, nona…"

"Hmm.." balas Sungmin sambil mengangguk.

"Aigooo… Nona, kenapa kau membuka jendela kamarmu? Kau bisa terkena flu… Kau kan sangat mudah terkena flu…" kata Leeteuk sambil menutup jendela kamar Sungmin yang belum sempat ditutup.

"Ahjumma…" panggil Sungmin.

"Temani aku tidur… Ne?" lanjut Sungmin. Leeteuk menatap Sungmin dengan heran.

"Terjadi sesuatu padamu, nona?" tanya Leeteuk.

"Ani… Tidak bolehkah aku memintamu untuk tidur bersamaku?"

"Baiklah…" kata Leeteuk sambil tersenyum.

Mereka pun segera mempersiapkan futon untuk tidur bersama. Setelah siap, mereka segera merebahkan diri mereka di lantai beralaskan futon itu.

"Ahjumma…" panggil Sungmin lagi.

"Ne…"

"Ahjumma sudah tidur?" tanya Sungmin.

"Belum… Ada apa, nona?"

"Eeehhh…"

Sungmin sedikit ragu untuk menanyakan apa yang ada di pikirannya.

"Apa ahjumma tahu apa yang Kyuhyun sukai?" tanya Sungmin dengan suara selirih mungkin.

"Mwo?"

"Ah, aniyo…"

"Nona tertarik pada Kyuhyun?" tanya Leeteuk sambil merubah posisinya menghadap Sungmin.

"Ah, ani… Hanya saja… Tadi ia membelikan miniatur pohon maple, kurasa aku harus berterima kasih padanya…" jawab Sungmin.

"Tentu saja kau harus berterima kasih… Hmm, aku tidak tahu apa yang Kyuhyun sukai… Tapi mungkin kau bisa membawakannya bekal untuk makan siang besok…"

"Mwo? Bekal?"

"Ne… Bukankah nona ingin berterima kasih padanya?"

"Ne… Tapi… Haruskah aku membuatnya sendiri?"

"Haha… Ani, aku yang akan membuatnya, nona tinggal membawanya saja…"

"Fiuh, syukurlah… Baiklah, aku akan membawa bekal untuknya besok…"

"Ne… Sekarang nona harus tidur…" kata Leeteuk sambil menaikkan selimut Sungmin sampai sebatas dadanya. Sungmin hanya mengangguk.

"Jaljayo, nona…" kata Leeteuk.

"Ne…"

.

.

.

Bel istirahat adalah saat-saat yang paling ditunggu oleh setiap siswa. Setelah kira-kira menghabiskan waktu hampir 3 jam di kelas, mereka mendapat kesempatan untuk mendinginkan otak mereka.

Sungmin masih duduk di bangkunya, sesekali melirik ke bangku seberang tempat Kyuhyun dan Zhoumi. Yeoja itu masih ragu untuk memberikan bekal untuk Kyuhyun.

"Zhoumi-ya!"

"Oh, Mochi?"

Yeoja yang memanggil Zhoumi itu tersenyum lalu mendekat ke arah Zhoumi dan Kyuhyun, sedangkan Sungmin hanya memperhatikan mereka.

"Aigoo… Kapan kau kembali? Kenapa tidak memberitahuku?" tanya Zhoumi sambil mengacak rambut yeoja itu.

"Mian… Aku kembali 2 hari yang lalu, ini hari pertamaku kembali ke sekolah…"

"Kau sudah merasa lebih baik, Mochi?" tanya Kyuhyun.

"Ne… Ah, aku membawa bekal… Ayo kita makan bersama…" kata yeoja itu.

"Oh, tentu saja… Kajja!" kata Zhoumi lalu mereka pun bangkit. Kyuhyun menghentikan aksinya, lalu melihat ke arah Sungmin yang sedang memperhatikan mereka.

"Sungmin-ah! Apa kau mau ikut makan bersama?" tanya Kyuhyun.

"Oh? Bolehkah?" tanya Sungmin.

"Hmm, tentu saja kalau kau mau.." jawab Kyuhyun sambil mengangguk.

"Baiklah..." kata Sungmin lalu mengeluarkan kotak bekalnya dari laci mejanya dan mengikuti ketiga orang itu.

Sesampainya di atap sekolah, mereka memilih tempat yang nyaman. Dengan pancaran sinar matahari yang cukup, menjadikan tempat mereka sangat nyaman dan hangat.

"Kau membawa bekal?" tanya Kyuhyun pada Sungmin.

"Ne.. Leeteuk ahjumma membawakannya untukku…" jawab Sungmin.

"Annyeong haseyo, Henly imnida, panggil saja Mochi… Kau teman baru Zhoumi dan Kyuhyun?" kata Mochi– yeoja yang sejak tadi bersama Kyuhyun dan Zhoumi.

"Annyeong haseyo, Lee Sungmin imnida…" balas Sungmin.

"Ayo kita berteman!" kata Mochi sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah. Sungmin menjabat tangan Mochi sambil tersenyum kaku.

"Ayo kita makan…" kata Kyuhyun.

"Ne!" jawab yang lainnya kecuali Sungmin.

"Sungmin-ah, Mochi ini sahabat kami sejak kecil… 2 bulan lalu ia pergi ke Seoul…" kata Zhoumi sambil menyantap makan siangnya.

"Ne… Aku memiliki penyakit dan akhirnya 2 bulan yang lalu aku melakukan operasi di Seoul… Kau murid baru disini? Darimana asalmu?" tanya Mochi.

"Ne… Aku dari Seoul…" jawab Sungmin.

"Whoa, lalu kenapa kau kemari?" tanya Mochi.

"Aniyo… Aku tidak suka kehidupan Seoul…"

"Wae?"

"Tidak ada alasan khusus…"

"Hmm… Ah, Sungmin-ah, sebelumnya kau bersekolah dimana? Ada banyak sekolah bagus bukan di Seoul?"

"Hanya SMA di pinggiran kota…"

"Aisshh, kau malu mengatakan nama sekolahmu? Haha… Gwaenchanha... Aku yakin sekolahmu sebelumnya lebih bagus daripada sekolah kami…"

"Ya, Mochi! Kau ini cerewet sekali… Makanlah dulu…" interupsi Kyuhyun. Mochi hanya mempoutkan bibirnya tanda tak suka interupsi Kyuhyun.

"Arasseo…" kata Mochi lalu melanjutkan makannya.

Selesai makan, bel tanda masuk pun kembali terdengar di seluruh sudut sekolah. Kyuhyun, Zhoumi, Mochi, dan Sungmin segera beranjak dari tempat mereka.

.

"Sungmin-ah, hati-hati di jalan!" teriak Mochi saat dirinya sudah berada di boncengan sepeda Zhoumi.

Sungmin hanya mengangguk kaku sambil melambaikan tangannya dengan kaku pula.

"Kajja!" kata Kyuhyun sambil mendahului Sungmin.

Sungmin berjalan di belakang Kyuhyun yang menuntun sepedanya. Yeoja itu menatap punggung tegap namja di depannya. Mengingatkannya pada Donghae dan juga Siwon yang dulu sering bersama dengannya.

"Ya! Kenapa berjalan di belakangku?" kata Kyuhyun.

Sungmin tidak menanggapinya, ia hanya mempercepat langkahnya agar bisa sejajar dengan Kyuhyun lalu mereka jalan berdampingan.

"Kyuhyun-ah, gomawo…" kata Sungmin.

"Mwo?"

"Gomawo… Untuk miniatur pohon maple yang kau berikan…"

"Ah, kau menyukainya?"

"Hmm."

"Bisakah kita duduk disana dulu?" tanya Sungmin.

"Wae?"

Sungmin tidak menanggapinya, ia mendahului Kyuhyun ke arah tumpukan jerami kering yang memenuhi padang itu. Kyuhyun pun mengikuti yeoja itu.

"Ya! Tunggu…" kata Kyuhyun.

"Duduklah disini…" lanjut Kyuhyun setelah melepas jas seragamnya untuk menjadikannya alas duduk Sungmin.

Sungmin tersenyum lalu duduk di atas jas seragam Kyuhyun. Yeoja itu membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak bekal.

"Apa ini?" tanya Kyuhyun penasaran.

"Kimbap…" jawab Sungmin sambil menyodorkan kotak bekalnya pada Kyuhyun.

"Kau yang membuatnya?" tanya Kyuhyun setelah sempat tertawa sekilas sebelumnya.

"Hmm." jawab Sungmin sambil mengangguk.

Kyuhyun mengambil satu kimbap itu lalu memakannya.

"Bagimana rasanya?" tanya Sungmin.

"Hmm… Enak… Leeteuk ahjumma membantumu?" tanya Kyuhyun.

"Ani…"

"Jinjja?"

Sungmin hanya menatap Kyuhyun tajam tanda tak suka. Meskipun tidak pintar memasak, setidaknya ia dulu sering membuat kimbap untuk Donghae.

"Hanya itu yang bisa kubuat sebagai ucapan terima kasihku…" kata Sungmin.

"Baiklah… Ini juga tidak buruk…"

.

.

.

Angin musim gugur yang dingin terus bertiup. Namun ada kehangatan yang dirasakan seorang yeoja. Tidak seperti tahun sebelumnya, angin itu terasa sangat dingin baginya. Tanpa orang tua, tanpa oppa tercintanya, semua terasa lebih dingin. Tidak ada kehangatan yang dirasakannya.

"Nona, ada Kyuhyun dan teman-temanmu di depan…" kata Leeteuk begitu masuk kamar Sungmin.

"Teman-teman?"

"Ne… Aku senang nona punya banyak teman disini… Kajja, kita keluar.."

Sungmin hanya mengangguk kaku lalu mengikuti Leeteuk keluar.

"Annyeong, Sungmin-ah!" sapa Mochi dengan tawa riangnya. Sungmin hanya tersenyum kaku menanggapinya.

"Kita ingin jalan-jalan… Kau mau ikut?" tanya Zhoumi.

"Ne?"

"Pergilah nona, tidak baik jika kau hanya di rumah saja…" bisik Leeteuk.

"Ayolah, Sungmin-ah… Kau tidak ingin pergi bersama kami?" tanya Mochi.

"Oh, ne… Tunggulah sebentar, aku ganti baju dulu…" kata Sungmin.

"Ah, baiklah… Jangan lupa pakai pakaian hangatmu!" kata Mochi senang.

Setelah beberapa saat Sungmin keluar dengan pakaian yang akan cukup menghangatkan badannya.

"Whoa, Sungmin-ah… Kau cantik sekali… Kau terlihat lebih manis dengan pakaianmu…" puji Mochi.

"Gomawoyo…" balas Sungmin.

"Kajja!" kata Zhoumi.

"Ahjumma, kami pamit… Kami pergi dulu…" kata Kyuhyun diikuti yang lain.

"Ne… Hati-hati di jalan, ne?" balas Leeteuk.

"Ne!"

Keempat remaja itu pun pergi meninggalkan rumah Leeteuk. Mochi dan Sungmin berjalan diapit Kyuhyun dan Zhoumi. Sebagai namja, mereka harus melindungi kedua yeoja itu. Sepanjang perjalanan Mochi selalu bercerita tentang apapun yang ada di kepalanya.

"Sungmin-ah, apa kau pernah pergi ke pasar sebelumnya?" tanya Mochi.

"Ne…"

"Jinjja? Apa yang kau beli? Ini bahkan pertama kalinya aku kembali pergi ke pasar sejak 3 tahun yang lalu…"

"Waktu itu aku menemani Leeteuk ahjumma membeli sayur-sayuran, lalu aku juga pernah menemani Kyuhyun…"

"Mwo? Jinjja? Kyuhyun pergi ke pasar? Benarkah, Kyu?"

"Aisshh, kau ini cerewet sekali, Mochi… Memang kenapa kalau aku pergi ke pasar?" balas Kyuhyun.

"Hahaha… Pasti itu pertama kalinya kau ke pasar…" kata Mochi.

"Sudahlah, kalian ini… Oh ya, kata eomma di dekat pasar sedang ada pameran tahunan… Bagaimana kalau kita pergi kesana?" tawar Zhoumi.

"Jeongmal? Kajja!" kata Mochi lalu menggandeng tangan Sungmin dan berlari mendahului Kyuhyun dan Zhoumi.

"Ya! Kalian namja kenapa lama sekali?" teriak Mochi, mengingat jaraknya yang kini cukup jauh dengan kedua namja itu.

"Kyuhyun-ah, Zhoumi-ya, ppalli…" kata Sungmin setengah berteriak juga.

"Whoa, akhirnya kau bersuara juga, Sungmin-ah…" kata Mochi bahagia. Sungmin hanya tersenyum menanggapinya.

"Ya! Tidak bisakah kalian berjalan dengan santai saja?" protes Zhoumi.

"Ani! Kalian dengar teriakan Sungmin tadi?" tanya Mochi.

"Tentu saja... Suara kalian sangat berisik…" jawab Kyuhyun.

"Kajja!" kata Mochi lalu menggandeng tangan Sungmin dan Zhoumi.

Keempat remaja itu pun akhirnya pergi ke pameran yang memang diadakan tiap tahun. Karena ini hari pertama dibukanya pameran jadi belum terlalu banyak pengunjung yang mengunjungi pameran itu.

"Ah, yeppo~" kata Mochi sambil menghampiri stan yang menjual miniatur berbagai tanaman.

"Sungmin-ah, miniatur ini sangat indah bukan?" tanya Mochi sambil memperlihatkan sebuah miniature pohon maple.

"Ne…" jawab Sungmin sambil tersenyum.

"Apa kau mau? Ayo kita beli yang sama…"

"Ah mianhae, Mochi-ya… Aku sudah memilikinya…"

"Jinjja? Ah, sayang sekali… Baiklah aku juga akan membelinya supaya miniature maple milikmu punya teman…" kata Mochi dengan senyum riangnya.

"Ahjussi, aku mau beli miniature ini…" lanjut Mochi.

"Ne…"

"Kamsahamnida, ahjussi…" kata Mochi lalu mengajak ketiga temannya untuk pergi ke stan lain. Mereka berjalan dari satu stan ke stan lainnya. Kadang berhenti di salah satu stan, meskipun hanya sekedar melihat-lihat.

"Ah, Mochi-ya…" kata Sungmin saat Mochi memercikkan air yang ada di salah satu stan. Tak mau kalah, Sungmin pun gantian memercikkan air pada Mochi.

"Ya, Sungmin-ah, kau terlalu banyak mengambil air… Bajuku bisa basah semua…" protes Mochi. Sungmin hanya tertawa puas mendengar protes Mochi.

"Ya! Kalian bisa mengenai orang lain!" peringat Kyuhyun. bukannya mendengarkan Kyuhyun, Mochi justru memercikkan air pada Kyuhyun dan Zhoumi.

"Aiisshh, yeoja ini mengajak perang, eoh?" gumam Zhoumi.

Akhirnya mereka berempat pun saling memercikkan air satu sama lain. Tidak peduli dengan orang-orang di sekitar mereka yang mungkin juga terkena cipratan air mereka.

"Ya! Kalian pikir air ini untuk main-main?" teriak seorang ahjussi yang merupakan pemilik stan itu. Mereka berempat pun segera melarikan diri mereka sambil tertawa bersama.

.

Hari pun semakin sore. Kedua pasang remaja itu kini tengah dalam perjalanan pulang.

"Sungmin-ah, kau senang?" tanya Mochi.

"Ne… Gomawo Mochi-ya, Zhoumi-ya, Kyuhyun-ah…" kata Sungmin sambil tersenyum.

"Cheonmaneyo, Sungmin-ah…" balas Mochi.

"Sungmin-ah, sering-seringlah tersenyum… Kau cantik saat tersenyum…" kata Zhoumi.

"Ya ya ya, Zhoumi-ya!" tegur Kyuhyun.

"Hahaha… Kau cemburu, eoh?" goda Zhoumi yang langsung mendapat lirikan tajam dari Kyuhyun.

"Baiklah kita harus berpisah disini… Sampai bertemu besok, Sungmin-ah, Kyuhyun-ah.." kata Mochi.

"Ne…" jawab Sungmin dan Kyuhyun lalu melambaikan tangan mereka pada Mochi dan Zhoumi. Sungmin tertawa kecil saat melihat kejahilan Zhoumi yang menggelitikki Mochi.

"Apa kau senang hari ini?" tanya Kyuhyun saat berbalik menuju jalan ke rumahnya.

"Ne…" jawab Sungmin singkat.

Selama beberapa menit mereka hanya berjalan dalam diam.

"Kyuhyun-ah, apa Mochi memang secerewet itu?" tanya Sungmin.

"Mwo? Hahaha.. Ne… Apalagi dia mendapat teman yeoja baru, dia sangat senang berteman denganmu…"

"Jinjja?"

"Ne…"

"Mochi adalah teman yeoja pertamaku…" kata Sungmin.

"Jinjja?"

Sungmin tersenyum hambar.

"Ne..."

"Sebelumnya kau tidak memiliki teman yeoja?" tanya Kyuhyun memastikan.

"Ani… Bahkan dengan sepupuku saja aku tidak akur…" jawab Sungmin.

"Waeyo?"

"Aniyo… Tidak ada alasan khusus selain karena sikapku…"

"Tapi Sungmin-ah… Ehhmmm, benar kata Zhoumi, kau cantik saat tersenyum…" kata Kyuhyun.

"Mwo?"

"Ah, aniyo…"

Sungmin tersenyum sekilas.

"Gomawo…" kata Sungmin sambil tersenyum tulus yang dibalas dengan senyuman tulus juga dari Kyuhyun.

Tidak ada perbincangan lagi setelah itu. Mereka berjalan dalam diam. Sesekali saling memandang wajah satu sama lain sambil tersenyum.

"Nona…"

"Pengacara Choi?"

.

.

.

TBC

.

.

pertama-tama saya mau meminta maaf sedalam-dalamnya atas keterlambatan update chapter ini u,u *bow bow bow*

mian ngebuat readers nungguin lama ni chapter, mianhae... gomawo jg yg udh setia menunggu (?) & yg udah review... jeongmal gomawo, maaf gak bs bales satu-satu ^^v

cus deh yg udh baca, mohon review se-ikhlasnya yaaa xD

but still, NO BASH, arachi? :D

gomawo~ paiii :D