Setelah pintu tertutup, Sasuke tersenyum kecil. "Mi querida, I help you because I want to know you more. Don't you remember abotu me ?"
Masih tetap tersenyum, Sasuke memasuki pintu kamarnya.
"Hm.. hukumam buat babu yang nyusahin kira-kira apa ya ?" gumamnya sambil menyeringai licik.
.
Disclaimer : Semua ini punyanya Tuan –tuan?- Kishimoto, tapi yang jelas My Sensei punyanya Natsu !
Rate : Yang pasti yang aman mah T
Genre : Another Romance and Drama
WARNING : OOC, AU, alur kelambatan? Di sini, Kyuubi akan keluar, hehehe...
Don't Like, Don't Read ..
But…
ENJOY !
.
Chapter 4 – Malam Mingguan
.
Sakura merasa hidupnya benar-benar sial.
Bagaimana tidak? Lihat penampilannya sekarang!
Memakai kaus putih yang agak kebesaran, celana pendek 5cm diatas lutut, dan rambut di kuncir kuda tinggi-tinggi. Dan, apa yang ia pegang? Tebakan yang bagus! Alat Pel!
Sakura sedang memaki-maki kesialannya, sementara Sasuke yang melihatnya hanya menyeringai penuh kemenangan.
Tunggu. Bagaimana ini bisa terjadi?
Simple. Sakura itu babu-nya Sasuke, ingat itu!
Nah, dan lagi, Sasuke berkata pada Sakura, bahwa ia sudah mengantar Sakura dari 'BlackCat Cafe' sampai rumah, sehat wal a'fiat. Jadi, kata Sasuke, sebagai babu yang baik, maka Sakura harus membayarnya.
Dengan menjadi babunya selama sehari, hari Sabtu itu, membereskan apartemen Sasuke, yang baru pindahan, yang super kotor sodara-sodara! Tentu hal itu membuat Sakura dongkol setengah mati, karena tidak bisa melewatkan hari itu dengan 'bermain' dan 'bersenang-senang' bersama ganknya, juga tidak bisa menyambut Kyuubi, kakak angkat Naruto yang baru kembali dari NY.
Melihat Sakura yang gondok dan mengepel asal-asalan, Sasuke menaikkan ancamannya. "Kau sudah membereskan dus-dusku, merapihkan ruang tengah dan ruang musik. Jangan sampai aku menambahnya dengan memintaimu menguras kamar mandi kalau kerjaanmu masih asal-asalan seperti itu!" ancam Sasuke. Wah... seorang Uchiha bisa mengatakan kalimat yang sangat panjang! Salut, salut, hehehe -di chidori-
Mendengar itu, Sakura langsung mengepel dengan lebih baik, membuahkan seringai kecil di bibir sang Uchiha bungsu itu.
"Apa?" hardik Sakura, yang jengah dilihat terus oleh Sasuke.
"Begitu semangat, memang setelah ini ada acara ya?" goda Sasuke. Entah mengapa, berhadapan dengan gadis ini membuatnya OOC, dari seseorang yang sangat 'kulkas' alias dingin, menjadi lebih banyak omong.
Pipi Sakura memerah, lalu ia melirik jam. 15.00. Betapa lamanya ia di kandang Uchiha ini!
"Ya, jelas." Jawab Sakura datar.
Senyum di bibir Uchiha bungsu itu menghilang.
"Ya sudah, kalau mau pergi ya kerja yang bener sana!" hardik Sasuke, membuat Sakura heran dengan perilaku Sasuke yang entah mengapa berubah 100% itu.
Dengan cepat, Sakura mengepel seluruh lantai, lalu membuang air pelnya di kamar mandi. Lalu ia mencuci tangannya, dan beranjak menuju ruang tengah.
Dan... dilihatnya seorang Uchiha Sasuke sedang tertidur di sofa dengan wajah kalemnya !
Melihat itu, entah mengapa Sakura jadi blushing sendiri. Tampan sekali.. pikirnya. Tapi, menyadari apa yang dipikirkannya, Sakura langsung menggelengkan kepalanya.
Apa sih yang kau pikirkan! Dia ini gurumu, 'majikan'mu! Batinnya bersikeras.
Saat sakura akan melangkahkan kakinya keluar apartemen Sasuke, entah mengapa ia merasa tidak tega meninggalkan Sasuke tertidur di ruang tengah tanpa selimut. Apalagi ini masih pertengahan Februari! Jadi, sebagai tindakannya, akhirnya ia mengambil selimut dari kamar Sasuke, lalu ditutupi tubuh yang terbaring di sofa itu dengan selimut. Tanpa suara, Sakura menulis pesan di secarik kertas dan ditaruhnya di meja di depan sofa. Tersenyum melihat pekerjaannya, Sakura melangkah meninggalkan apartemen Sasuke, lalu pergi ke apartemennya sendiri.
Tak lama kemudian, Sakura kembali keluar dengan memakai baju favoritnya : kaus lengan pendek dengan grafiti menutupi seluruh permukaan, jeans sekitar 5cm diatas lutut, jaket hoodie berwarna putih polos, dan sneakers belel berwarna biru tua. Rambutnya yang sebahu di biarkan terurai, tapi ia memakai jepit berwarna hitam polos untuk poninya.
Tersenyum melihat penampilannya sendiri, Sakura beranjak menuju halaman apartemen, menaiki motornya dan menuju cafe favoritnya, 'BlackCat Cafe', tempatnya akan kumpul dengan beberapa temannya.
Karena macet, Sakura baru sampai ke tempat itu kira-kira setengah jam kemudian, pukul16.00. Setelah mendorong masuk pintu dan disapa oleh beberapa pegawai, Sakura berjalan menuju tempat yang menurutnya paling ramai. Di pojokan, yang rupanya sudah penuh.
Tempat itu sudah diduduki oleh, seperti biasa, Naruto, Kiba, Ino, Tenten, Lee, Chouji, dan...
"Hey, akhirnya si ketua datang juga."
"Kyuubi!" Sakura berseru gembira melihat sosok yang dulu ia kagumi, yang sekarang menadi figur kakak baginya. Well, kalau dibilang kakak juga gimanaa gitu, soalnya Kyuubi itu jail banget! Melebihi Naruto dan Kiba kalau disatukan! Tapi, bedanya, Kyuubi itu jenius lho. Kuliah di Oto University, jurusan bisnis. Katanya sih, untuk melanjutkan perusahaan pamannya, Paman Sarutobi.
Naruto dan Kyuubi itu bukan saudara kandung, tapi Kyuubi diangkat oleh Paman Sarutobi, dan Paman Iruka, ayah angkat Naruto, dekat dengannya. Yah, seperti ayah dan anak lah. Maka dari itu, Kyuubi dekat dengan Naruto, walau ia sendiri suka hang-out dengan gank-nya sendiri, Akatsuki. Gank yang sama dengan Sasori dan Itachi.
Sakura mengambil tempat di sebelah Kyuubi, membiarkan pipinya di cubit Kyuubi.
"Wah, si little princess sudah besar ya, sekarang! Dan lagi, tidak se-feminim yang dulu ya!"
Sakura hanya menggembungkan pipinya kesal. Entah mengapa, kalau di depan Kyuubi, ia tidak lagi jaim.
"Kyuubi-nii tidak berubah ya, tetap..."
"Tetap apa?" tanya Kyuubi penuh selidik.
"Ada deh! Weeek" Sakura mengejek 'kakak'nya itu, membuatnya mendapat hadiah berupa cubitan di pipi lagi.
Kyuubi-nii tetap keren.. batin Sakura dalam hati. Ia benar-benar mengakui, bahwa Kyuubi masih seperti dulu. Tinggi, warna kulitnya cukup putih untuk ukuran cowok, badannya yang atletis, wajahnya yang... Almost perfect, matanya yang berwarna merah, rambutnya yang cukup panjang berwarna campuran antara merah dan kuning ke-emasan, yang rupanya asli membuat para cewek gencar mendekatinya. Tapi, walau terkesan playboy, menurut Naruto belum pernah Kyuubi membawa seorang cewek ke rumah, alias belum ada yang membuatnya merasa 'terikat'.
Pukul 18.00, mereka semua memutuskan untuk hekang dari cafe itu untuk hang-out. Sakura menghabiskan malam itu dengan berjalan-jalan dengan teman-temannya ke Konoha Mall, tempat dimana ia biasa menghabiskan waktu.
Sementara teman-teman yang lain sibuk dengan acaranya masing-masing, Kyuubi meminta Sakura agar mau menemaninya menonton film terbaru di bioskop, 'Salt'nya Angelina Jolie. Dan, karena Sakura pernah crush sama cowok yang satu ini, ia mengiyakan saja.
.
.
Apartemen Sasuke, 19.00
Sasuke terbangun dengan wajah malasnya, tapi wajah itu langsung menghilang begitu ia melihat pukul berapa sekarang.
Sial ! Makinya dalam hati. Sudah pukul segini? Argh, gua lupa!
Dengan cepat, Sasuke mengganti pakaiannya lalu beranjak keluar dari kamar dengan membawa hp, dompet dan kunci mobil. Tapi, perhatiannya tersita begitu ia melihat secarik surat di meja depan sofa.
Penasaran, ia membuka kertas itu. Dan betapa terkejutnya ia melihat isinya.
To : Uchiha-sensei yang super duper nyebelin!
Seluruh pekerjaannya sudah kulakukan, sudah selesai. Jadi, aku bebas 'kan? Barang-barangmu sudah rapi, alat kebersihan sudah dicuci. Kau ini, bisa-bisanya tidur ya! Karena kau berat, jadi tidak kupindahkan ke kamar. Jadi, kuambil saja selimut. Yah, tapi aku menyesalinya sih, karena kalau sensei sakit, aku bebas 'kan! Huahaha..
Oke deh, aku ada urusan sekarang. Kalau sensei ingin menyuruhku lagi, jangan telepon rumah. Aku tidak akan ada di sana sampai tengah malam lewat. Jadi, jaa ne !
Dari : Anak muridmu yang di suruh jadi babu –mau tidak mau aku mengakui- selama dua bulan ini.
P.S : Jangan lupa kunci pintu! Aku tidak bertanggung jawab kalo sampai kau kecurian.
Sasuke membaca surat itu berkali-kali, dengan perasaan tidak percaya. Lalu, ia melirik selimut yang tergeletak di sofa dengan pandangan tidak percaya. Lalu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa pusing memikirkan hal yang menurutnya sangat OOC.
Tersenyum senang, Sasuke hanya bisa bergumam, "Arigatou, mi querida."
Berjanji dalam hati bahwa ia tidak akan pernah merobek atau menghilangkan surat itu, Sasuke berjalan keluar apartemennya dengan perasaan lebih riang. Bahkan, ia sama sekali menghiraukan tatapan aneh yang dilontarkan oleh Sasori, sahabat kakaknya dan juga pemilik apartemen itu.
"Sasuke!" teriaknya sebelum Sasuke yang merasa sudah diatas awan melangkah lebih jauh.
Menggerutu kesal, Sasuke berpaling tepat sebelum ia membuka pintu mobilnya. "Hn?"
"Besok Itachi datang. Jangan lupa ya, ia menyuruhmu untuk menemuinya di 'BlackCat Cafe' langganannya itu!"
Merenggut kesal, Sasuke hanya bisa mengangguk lalu melangkah masuk mobil. Ia melaju pelan menuju satu tempat. Konoha Mall.
.
.
"Film-nya seru, nii-san!"
"Glad you like it, cherry."
"Tentu! Itu 'kan salah satu film favoritku. Dan lagi, ini benar-benar refresing dalam minggu ini!"
Kyuubi tersenyum penuh arti. "Oh, jadi sekarang sudah mau cerita ya, apa yang membuatmu merengut kesal sesaat sebelum kita reunian di cafe?"
Mendengar hal itu, Sakura kembali merengut. "Ah, nii-san tahu saja! Em.. bagaimana kalau kita berbicara sambil makan, menunggu yang lain selesai?"
"Oke, oke. Bagaimana kalau Steak? Sudah lama gua gak ke sana."
"Tapi, nii-san yang traktir yaa. Gua gak punya duit nih sekarang, yayaya?" Sakura memohon-mohon kepada kepada 'kakak'nya.
Mendesah, akhirnya Kyuubi mengalah. "Oke, oke. Sekarang, kita ke sana, oke?"
Mereka berdua berjalan menuju area foodcourt, dan menemukan tempat duduk yang kosong dan lumayan banyak, lalu mereka duduk di sana dan memesan makanan.
"Jadi?"
Sakura sempat terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan suara kecil, "Nii-san kenal Sasuke?"
Kyuubi, yang sedang menyenderkan kepalanya, langsung duduk tegak. "Tentu saja! Sasuke Uchiha adiknya Itachi, 'kan?" aneh... ada nada panik dalam suaranya, tapi Sakura memilih untuk mengabaikannya.
"Ya..." jawabnya lambat-lambat.
"Lalu, apa yang terjadi?" Kyuubi menaikkan salah satu alisnya, heran.
Dengan cepat, dan tanpa di perintah, meluncurlah cerita dari bibir mungil gadis berambut pink itu. Mulai dari kejadian tidak mengenakan yang dialaminya oleh Kabuto, di tolong Sasuke, guru barunya, sampai semua kejadian yang berhubungan dengan Sasuke.
Setelah selesai bercerita, Sakura terdiam cukup lama, menunggu reaksi dari Kyuubi.
"Jadi, Sasuke menyelamatkan nyawamu, dan meminta imbalan agar kau jadi ba-oke, pembantunya dalam waktu dua bulan?"
Sakura mengangguk pelan.
"Dan, tidak melaporkanmu bahwa kau berantem, dan bekerja sambilan di 'BlackCat Cafe'?"
"Tidak, nii-san. Uchiha-sensei tidak tahu bahwa aku bekerja di cafe itu sebagai salah satu pianistnya, yang menyamar sebagai 'CherryKnight'."
Kyuubi mengangguk-angguk mengerti. "Oke, kalau begitu. Ah, pesanan kita sudah datang, tapi yang lain masih belum muncul. Film mereka selesai 'kan kira-kira 30 menit lagi. Kau ingin makan duluan?"
Sakura mengangguk antusias, lalu mulai melahap makanannya, yang di selingi candaan oleh Kyuubi dan cerita-cerita Kyuubi mengenai keusilannya dalam hal mengerjai para dosen, sampai hampir di skors. Tapi, siapa sih yang mau men-skors seorang Kyuubi? Jenius banget sih! Kata orang, bisa jadi aset yang bagus. Tapi, yah, sayang banget. Jailnya gak ketulungan!
Sakura mengalihkan pandangannya menuju pintu masuk foodcourt, menunggu teman-temannya yang lain datang. Tapi, dua sosok yang masuk membuatnya membeku seketika.
Gaara.
Bukan itu yang membuatnya kaget. Tapi, kehadiran orang yang ada di sebelah Gaara. Matsuri. Teman sekelas sekaligus rival berat Sakura, karena Matsuri sudah dekat dengan Gaara sejak mereka SD.
Sakura tertegun sambil menatap mereka nanar selama beberapa saat. Kyuubi, yang menatapnya heran, mengalihkan pandangan menuju objek yang terus menerus di perhatikan 'adik'nya itu. Tapi, tetap saja ia tidak mengerti.
Baru saat ia mengalihkan pandangan menuju Sakura, ia tertegun. Bahu Sakura bergetar.
"Sakura..."
"Kyuu-nii, boleh pergi sekarang?"
Mendengar nada dingin yang dipakai 'adik'nya itu, Kyuubi merasa itu adalah suatu hal yang penting, jadi ia segera memanggil pelayan untuk membayar, dan menarik Sakura pergi dari situ. Beruntung makanan mereka sudah habis.
Mereka berdua berjalan melewati pintu masuk, bersamaan dengan masuknya seseorang. Karena Kyuubi dan Sakura sibuk berlari, mereka berdua tidak menyadari kehadiran orang itu, dan... tabrakan tidak bisa terhindari.
DUK!
Beruntung, walau Kyuubi oleng, ia masih bisa berdiri. Tapi, tidak dengan Sakura.
"Urgh..."
Sakura tidak sengaja terjatuh diatas orang itu, dan keduanya mengeluh kesakitan.
"Kau tidak apa-apa?" Kyuubi mengulur tangannya untuk membantu Sakura berdiri. Sakura sih, hanya menggeleng perlahan.
"Tidak apa-apa kok,"
Sosok itu berdiri, hampir saja marah. Tapi, baru saja ia akan meledak, kekagetan menguasainya.
Sakura sendiri mengalihkan perhatiaannya kearah sosok yang ia tabrak itu.
"Uchiha-sensei?"
Mendengar nama familier itu disebut, Kyuubi mengalihkan pandangannya. "Lho, Sasuke?"
Sasuke tersadar dari transnya, lalu mengangguk kearah mereka. "Malam, Kyuubi-nii, Haruno."
Sakura kaget mendengar nada dingin dan tidak bersahabat yang terdengar dari mulut si 'Majikan'nya, tapi ia lebih memilih diam.
"Ah, Sasuke. Maaf ya? Kami tidak melihatmu," suara Kyuubi yang ceria terdengar.
Dengan datar, Sasuke mengangguk. "Tidak tidak apa-apa. Ah, aku duluan ya? Malam," dengan suara datarnya, Sasuke beranjak dari tempat itu, lalu duduk di salah satu tempat yang berisikan beberapa orang dewasa, lalu duduk di sebelah wanita berambut merah se punggung.
"Wah, tak kusanggka Sasuke masih sama Karin. Kupikir, mereka sudah putus beberapa bulan yang lalu. Ah, ayo Sakura!"
Entah mengapa, Sakura kesal melihat Sasuke yang sama sekali tidak melirik kearahnya, dan duduk di sebelah wanita itu. Cemburu kah?
"Ayo, Kyuu-nii!" Sakura menerima uluran tangan Kyuubi, dan menggenggamnya. Membuat Kyuubi terkejut, tapi ia biarkan saja.
Lalu, mereka berdua meninggalkan tempat itu, tanpa menoleh kebelakang lagi. Tapi, andaikan mereka menoleh, maka akan terlihat sepasang mata onxy yang menatap mereka dengan pandangan tidak suka.
Hari Minggu, pukul 07.00
Pagi ini, Sakura beserta teman-temannya yang lain pergi jogging di Taman Sakura. Tapi, yah, sepertinya yang datang hanya sedikit, tertular virus guru mereka, Kakashi-sensei. Telat.
Di taman, sudah ada Sakura, Ino dan Kiba, yang tentunya membawa Akamaru, dan mereka bertiga memutuskan untuk berjalan duluan.
Lewat setengah jam kemudian, sebuah motor sport berhenti lalu parkir di dekat motor Sakura. Dua orang turun dari sana, lalu mereka berdua melepaskan helmnya. Membuat beberapa cewek memeikik histeris.
Bisa tebak siapa yang baru turun?
Yup. Namikaze Kyuubi dan Uzumaki Naruto, turun dengan santainya.
Bedanya, Kyuubi dengan gaya cool yang membuat para cewek memekik histeris, sementara Naruto turun dengan santainya, dan muka imutnya membuat para cewek menjerit-jerit senang lalu mengeluarkan kamera untuk memfoto kedua cowok itu.
Kyuubi dan Naruto sih, hanya saling memandang lalu saling menganggkat bahu. Huuh, dasar.
Sakura, yang sudah kesal sendiri karena ngaretnya para teman-temannya, lalu mendatangi motor sport merah itu dengan muka masam.
"Hey, little sis! Kenapa murung, eh?" tanya Kyuubi dengan muka inosen dan tanpa bersalah.
Mendengar itu, Sakura makin cemberut. "Huu, kalian berdua yaa, kenapa telat, ha? Setengah jam nih!"
Naruto sih, hanya senyum-senyum kecil, melirik kearah Kyuubi.
"Apa?" hardik Sakural.
"Gak, bukan apa-apa. Ayo!"
Mereka bertiga lalu pergi kearah Ino dan Kiba yang telah menunggu, lalu mereka ber lima mulai jogging kembali, sekalian menunggu Shikamaru, Tenten dan Lee.
Limabelas menit kemudian, mereka ber-delapan jogging bersama.
Pukukl 09.30, mereka menghentikan aktifitas mereka, lalu pergi menuju cafe favorite mereka, 'BlackCat'.
"Pesanan biasa?" tanya Kotetsu saat mereka ber-delapan sudah duduk dengan nyaman di salah satu pojokan cafe.
Mereka semua mengangguk berjamaah.
"Dan, Sakura, sekarang saatnya." Kotetsu mengingatkan Sakura, membuat gadis itu terlonjak.
"OH YA! Maaf semua, gua mau ke belakang dulu~" setelah mengatakan itu, Sakura lalu berlari menuju dapur, lalu pergi ke ruangan khusus pegawai.
Satu lagi rahasia Sakura, ia bekerja sambilan di cafe itu, sebagai pianist khusus setiap seminggu tiga kali, terserah kapan waktunya.
Sakura keluar ruangan dengan 'kostum'nya, baju Lolita bergaya Eropa berwarna putih dengan aksen bunga Sakura, dengan topeng mata berwarna putih-pink. Lalu, ia berjalan menuju Grand Piano yang 'nangkring' di dekat pantry, membuat semua pengunjung melihat kearahnya, dan mulai bersorak. Bukan rahasia bahwa Sakura –atau nama panggungnya, 'Cherry Knight'- mempunyai banyak penggemar.
"Selamat pagi, semua..." suara tenang Sakura terdengar, membuat sorakan makin keras.
"Hari ini, karena salah satu hari membahagiakan saya, saya akan membawakan beberapa lagu sampai makan siang." Sorakan terdengar lagi, "Jadi, shall we?"
Sesaat kemudian, bunyi piano terdengar, mengalun lembut, membawakan lagu 'That Should be Me'.
Tepat pada saat itu, seseorang memasuki cafe itu.
Seorang berambut hitam dengan mata onxy dan memakai baju santainya berjalan menuju tempat duduk yang diisi oleh seseorang yang berwajah mirip sepertinya, tapi dengan rambut panjang yang diikat dan kerutan di bawah kedua mata.
Saat ia berjalan menuju meja itu, pandangannya beralih menuju Grand Piano yang sedang dimainkan oleh sosok bertopeng putih.
Lalu, kedua mata mereka bertemu.
Onxy meet Emerald.
Dan kemudian, sedetik kemudian, Sasuke mengetahui siapa yang berada di sana.
"Mi cielo..."(1)
Tersadar bahwa ia berhenti di tengah jalan, ia lalu melanjutkan langkahnya menuju sosok yang sudah ia tidak temui selama beberapa bulan ini.
"Ah, Sasuke!"
"Aniki." Jawabnya datar, lalu ia mengambil tempat duduk di sebelah Itachi. Tapi, pandangannya tidak lepas dari sosok yang memainkan piano sambil bernyanyi itu.
Itachi, yang mengikut pandangan adiknya itu, akhirnya tersenyum mengerti.
"Dia kah?"
"Hn."
"Aku dekat dengannya lho."
"Hn?"
"Ya. Sakura Haruno. Siswi kelas XI-5 KSHS (Konoha Senior High School), jenius musik, pernah sekolah di NY sampai sekitar 3 tahun yang lalu."
"Hn."
"Dan juga, mantan pacarku."
"HA?"
Mendengar perkataan terakhir, Sasuke membelalakkan matanya. Membuat Itachi tersenyum puas.
"Aniki," oke, suara iblis Sasuke terdengar lagi.
"Tidak percaya? Kami pernah jadian, lho, saat masih di NY. Tapi, Cuma sekitar 7 bulan lha, karena aku pindah ke Jepang. Eh, ternyata, di sini bertemu lagi. Hampir saja CLBK (2) kalau saja ia tidak punya seseorang bernama Kabuto itu," nama terakhir diucapkan Itachi dengan nada jijik, "Yang ternyata hanya memanfaatkannya! Lalu, kami berteman baik, hahaha."
Sasuke benar-benar mengerti arti dari 'Dunia-itu-sempit'.
Tawa Itachi makin keras saat dilihatnya wajah adiknya yang pucat menjadi tambah pucat. "Tenang saja, ototou, aku tidak akan mengambil punyamu. Lagi pula, kau sudah mencarinya selama bertahun-tahun,"
Mendengar itu, Sasuke hanya menghela nafas, lalu memandang kearah Sakura yang sudah mengganti lagu mainnya. "Belle.." (3)
"Ya..."
.
.
Hari ini, Sakura benar-benar senang! Setelah melakukan pekerjaannya, yang selesai pada pukul 4 sore, ia mendapat bayarannya. Lalu, setelah setengahnya ia taruh di tabungan, sisanya ia bagi lagi. Sebagian menjadi tabungan mingguannya, sebagian lagi untuk main. Dan sisanya itu banyak sekali! Akhirnya, mereka bermain-main di banyak game center, dan lagi, Kyuubi-nii mengantarnya!
"Hihihi.. thanks yaa, Kyuu-nii.."
Sakura tersenyum mengingat momen-momen yang ia lewatkan bersama Kyuubi, hampir saja ia CLBK dengan 'kakak'nya itu.
Sakura juga hampir melupakan 'insiden' kemarin, saat dilihatnya Gaara sedang bersama Matsuri, berduaan, makan malam, dan pada saat malam minggu!
Tersenyum, Sakura memasuki kamar 'itu', memainkan saxophone yang diwariskan ayahnya dengan perasaan senang, tidak sedih lagi.
Tapi, Sakura tidak menyadari, bahwa itu adalah awal dari sebuah badai. Ya, seperti kata orang, Badai datang setelah keadaan tenang...
XOXOXOXOXO
TBC
XOXOXOXOXO
Akhirnyaaa~ UPDATE !
Hem.. gimana?
Hehe... disini ada sedikit KyuuSaku-nya, hehehe...
Dan juga, Natsu lupa bilang, bahwa mantannya Sakura itu ada 2 lho, hehe o.0
Yaitu, Itachi dan Kabuto!
Apakah Sasuke akan menjadi seseorang yang menghiasi hati Sakura nanti?
Hehehe.. apasih gaje.
Terus, buat arti :
(1). Mi cielo dalam bhs. Spanyol artinya Langitku
(2). CLBK itu kepanjangan dari Cinta Lama Bersemi Kembali
(3). Belle dalam bhs. Prancis artinya Cantik
Oke, sekian dari Natsu. Maaf yaaa kalo ada miss typo-nya!
Satu lagi yang perlu Natsu tegasin. Apabila ada kesalahan seperti "Hei, tunggu !" seperti itu, tolong abaikan saja. Karena, itu adalah kesalahan yang selalu Natsu lakukan dalam berbagai hal, seperti membuat makalah, essai, sampai tugas-tugas sekolah. Maaf banget yaaa!
So, mind to REVIEW ?
Next, Chapter 5 – Badai!
