A/N: Fict ini mengambil setting cerita yang sama dengan fict When Our Time Stops by Nagisa Yoriko. Sebelum baca fict ini, sangat disarankan untuk membaca fict itu agar mengerti, ya~ (^-^)/Makasih buat kak Nagisa yang udah gila-gilaan fangirlingan couple incest keceh ini :* /ketjup basah/ Dan makasih juga udah diizinin ngambil setting fictnya, maaf kalo fict ku standar :3 /mojok/
Free Ouji Koji
Bahagia Crimson Emerald
Rin Matsuoka X Gou Matsuoka
.
.
.
.
Gou hamil: Bulan Keempat
Di kediaman keluarga Matsuoka, minggu pertama musim dingin malam itu terasa hangat—karena rumah mereka berpenghangat tentu saja.
Tapi lebih dari itu, kehangatan yang tercipta di ruang keluarga, tempat sepasang suami isteri Matsuoka itu duduk bersama dikarenakan sang wanita—Gou Matsuoka. Tengah hamil empat bulan buah cintanya bersama sang suami, Rin Matsuoka. Yang duduk diam di atas tatami menonton televisi, sambil sesekali mencuri pandang pada sang isteri yang sibuk dengan coklat hangat dalam gelasnya.
Malam itu dirasa akan baik-baik saja, dan semuanya akan berjalan lancar seperti biasa.
BZZZT—sebelum padamnya listrik mengacaukan suasana.
Suasana yang sebelumnya hangat, berangsur-angsur terasa dingin. Hawa beku khas musim bersalju mulai merayap dikaki Gou. Ia mulai menggigil.
"Onii-chan?"
"Hm?"
"Sampai kapan lampunya akan mati?" Nafas Gou terkumpul menjadi uap di sekitar mulutnya saat berbicara. Tangannya digosok-gosokkan ke sekitar bahu dan lengannya, mencoba menghalau dingin meski berakhir sia-sia.
"Mungkin tidak akan lama..." jawab Rin ambigu, suaranya pun terdengar ragu. Ia menoleh pada suara Gou yang beberapa kali mencoba menghangatkan diri dengan meniup-niup telapak tangannya. Padahal Gou sudah mengenakan sweater babyblue favoritnya, berbeda dengan Rin yang hanya mengenakan kaos hitam berlengan pendek.
"Kau kedinginan?"
"Hu'um." Gou mengangguk pelan. Rin berdiri, tangannya meraba-raba untuk mencari. Di tengah suasana yang gelap gulita, Rin berhasil meraih lampu baterai dan menyalakannya. Memberi penerangan pada ruangan, setidaknya begini lebih baik daripada gelap sama sekali.
"Akan kuambilkan selimut—"
"Tidak perlu." cegah Gou menarik lengan Rin. Menahan lelaki itu agar tidak meninggalkan sisinya. Gou tanpa aba-aba menyandarkan tubuhnya ke dada bidang sang suami, tangannya diletakkan di atas paha Rin. Rin mengernyitkan alisnya mendapati perilaku mesra yang tak biasa dari sang isteri.
"Jangan meninggalkanku... aku takut, onii-chan." bisik Gou lirih sembari menyamankan diri di dada sang suami.
"Gou..."
"Hm?"
GREP—kedua tangan Rin terangkat untuk segera memeluk tubuh mungil Gou.
"Kalau begini apa masih dingin?" Rin berbisik dengan suara serak, tubuh mungil Gou terasa hangat ketika ia mendekapnya semakin erat. Rin merendahkan wajahnya, sebelah tangannya menarik lembut dagu Gou agar menghadap ke arahnya.
CUP—Rin mendaratkan satu kecupan ringan di atas bibir Gou.
"Sebentar lagi pasti akan hangat." bisik Rin sebelum melancarkan ciuman-ciuman lainnya yang berdurasi lebih lama.
Ah, trik Rin memang hebat. Sekarang tubuh Gou sudah lebih dari sekedar hangat.
"Onii-chan!"
Rin tertawa kecil menanggapi pekik Gou yang kehabisan nafas karenanya, sebelum kemudian kembali menyerangnya dengan ciuman-ciuman panjang yang lain—ia tentu tidak akan melakukannya setengah-setengah, bukan?
.
.
.
~OWARI~
Okeh, adegan yang terakhir kalo diterusin bisa berakhir bahaya. Jadi daripada nyerempet dari rating-nya, mending ku cut aja X""D huwahahahaha /ketawa jahat/huasyem/ Oh, ya waktu ada yang tanya kok tiap chapter-nya pendek banget? Emang sengaja kok. Wordnya tiap chapter emang dibikin kurang dari 1k biar kalian semua greget X3
Terakhir, Mind to Review?
