Capter 4

Naruto dan OverLord bukan punya indrakun.

Rate: M

Warn: Gj, Typo, Ancur, Dll.

Please don't read if you don't like

it"JUST FOR FUN"

Happy Reading.

…~XxX~…

" Kita akan melakukan test padamu besok, untuk malam ini kau akan tinggal di istana. Jadi persiapkan dirimu!."

"Saya mengerti yang mulia, terimakasih atas kepercayaan anda pada ucapan saya, dan kesempatan yang anda berikan."

"Sudah sewajarnya aku memberikanmu kesempatan, tapi jika semua ucapanmu itu hanya bualan, kau akan sangat menyeselinya."

.." Pertarungan kita akan di tonton oleh umum besok, tepat saat matahari terbit besok pagi."

"Ha'i."

.."Sepertinya akan menarik!."

~X~

Malam yang cukup sepi di Britania, di sebuah kamar di dalam istana kerajaan Britania, terlihat seorang pemuda tengah berbicara dengan seseorang, tapi tak ada satupun orang di depannya.

"Jadi ada apa Albedo? Aku baru saja pergi satu hari, dan kau sudah menghubungiku?."

Naruto saat ini sedang berbicara dengan Albedo, dengan menggunakan item khusus yang di berikannya tempo hari.

"Ada sekelompok Efl-hitam yang datang Naruto-sama, dan mereka mengatakan ingin menemuimu."

"Elf-hitam? Apa kalian tak bisa mengurusnya sendiri? aku sedikit sibuk di sini."

"Mohon maafkan saya Naruto-sama, mereka bersikeras ingin bertemu dengan anda terlebih dahulu."

"Baiklah, aku akan ke sana sekarang. Kumpulkan mereka di ruang tahta sekarang juga."

"Ha'i"

Naruto langsung menggunkan sihir telefort miliknya, membuka sebuah lubang telefort berwarna hitam di depannya, sebelum dirinya seluruhnya memasuki lingkaran telefort tersebut.

~X~

Di ruang tahta makam besar Nazarick, terlihat lima dark-elf dan Albedo sudah ada di sana. Dan tak lama kemudian, muncul sebuah lingkaran teleport di depan singgasana, memunculkan Naruto dari dalamnya.

Srett

Naruto duduk di atas singgasananya, menatap datar Albedo dan lima dark-elf yang sudah ada di depannya.

"Jadi, ada keperluan apa kalian ingin menemuiku? Jujur aku sedang sedikit sibuk saat ini."

"Terimakasih telah menyempatkan waktu berharga anda untuk menemui kami, saya Serafina pimpinan clan hitam."

Seorang dark-elf yang merupakan pemimpin dari kelimanya berdiri dan memperkenalkan dirinya, menunjukan rasa hormatnya pada penguasa Nazarick di depannya.

"Langsung saja, apa keperluanmu untuk menemuiku secara langsung?."

Naruto tak mau berbelit-belit, dia tak punya waktu untuk meladeni hal yang tidak penting untuknya.

"Baiklah. Langsung saja, kami dengan segala kerendahan hati ingin meminta perlindungan anda."

.."Sebagian besar ras kami telah terbunuh oleh Whit-elf yang menjijikan, dan sebagian yang selamat juga sudah terpencar."

.."Termasuk aku juga, hanya kami berlima yang berhasil lari dan datang ke sini, aku tak tau apa yang terjadi dengan orang-orang kami lainnya."

Serafina menjelaskan apa yang terjadi tentang dirinya dan rasnya, berharap sang penguasa Nazarick bersedia menampung dirinya.

"Jadi Whit-efl telah bersekutu dengan manusia, kah."

"Seperti yang di harapkan dari penguasa makam besar ini, anda bisa menebaknya."

"Jadi terbunuh oleh manusia, kalian datang ke sini untuk berlindung padaku 'Manusia'?."

"Naruto-sama adalah eksistensi yang sudah melampaui manusia, jika anda membawa kami di bawah perlindungan anda, kami bersumpah untuk menjadi abdi setia anda."

"Baiklah, tapi apa yang kalian tawarkan sebagai balasannya?."

"Party dari kami adalah berjumlah lima prajurit, tapi masing-masing dari kami adalah elit yang setara dengan seribu."

.."Sampai seluruh whit-elf menjijikan itu musnah, kami akan mengabdikan diri kami untuk anda."

Kelima dark-elf secara serentak membungkukan tubuh mereka. seperti seorang prajurit yang sedang menghormati rajanya.

"Baiklah, akan tetapi aku akan menanamkan sihir kesetian pada kalian, itu berguna untuk membunuh kalian jika kalian berhianat. Apa kalian tak keberatan?."

Naruto tentu tak akan percaya dengan mudah, di dunia yang segalanya bisa terjadi, pencegahan adalah hal terpenting yang perlu di lakukan.

"Baiklah, kami tak masalah untuk semua itu."

"Oke, kalian akan tinggal di sini, Albedo akan menunjukan kamar kalian."

.."Dan Albedo, besok pagi kau biarkan mereka untuk memilih senjata mereka di ruang senjata, dan seperti yang lainya, aku ingin prajurit kuat dalam satu tahun ke depan."

"Ha'i, saya mengerti Naruto-sama."

"Baguslah, aku akan kembali ke tempatku, ada sedikit hiburan yang akan aku dapatkan besok pagi "

Dan di detik berikutnya, Naruto sudah kembali pergi dengan lingkaran sihir telefort miliknya.

~X~

Keesokan harinya di istana Britania raya, sorak sorai terdengar menggema memenuhi colosium yang ada di Britania raya, untuk memeriahkan duel yang akan segera di mulai.

Di tengah arena, terlihat Naruto dan Arthur sang raja kesatria dan sekaligus raja Britania, sedang berhadapan satu sama lain.

Di saksikan hampir seluruh penduduk Britania, duel untuk pengetesan kapten baru prajurit Britania, akan segera di lakukan.

Naruto sudah siap dengan sebuah pedang kusanagi miliknya, begitu juga Arthur yang sudah siap dengan excalibur kebanggaannya.

"Jadi apa boleh saya serius di pertandingan ini yang mulia? Jujur saya sangat tertantang dengan duel dengan anda."

Naruto menatap tertarik dengan pertarungannya, jujur ini adalah pertarungan yang sangat ia ingin lakukan saat ini.

"Tentu saja, kau harus serius jika kau tak ingin mati di tempat ini. Tapi tenang saja, aku akan sedikit menahan diri untuk pertarungan ini, jadi kau tak perlu khawatir."

Arthur sepertinya terlalu menganggap remeh Naruto, dan itu adalah kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan.

"Seharusnya aku yang mengatakan itu, tapi ya sudahlah."

"Terima kasih atas kemurahan anda, tapi sebaiknya anda tak terlalu menganggap saya remeh, karena jujur saja, memenggal kepala seorang raja di hadapan seluruh rakyatanya, Itu bukanlah perbuatan yang terlalu saya sukai."

Senyum remeh terlihat jelas di wajah Naruto, itu ia lakukan untuk membuat pertandingan ini semakin menarik, dan lihatlah amarah dari lawannya yang sudah terpancing olehnya, terlalu mudah untuk seorang sekelas raja, menurutnya.

"Hoho, ku tarik kembali untuk menahan diriku, aku akan merobek mulut sombongmu itu dengan pedangku ini."

Seperti dugaan Naruto, sepertinya amarah Arthur sudah terpancing olehnya, dan seperti yang juga di katakannya, terlalu mudah untuk seorang sekelas raja sepertinya.

"Bagaimana jika kita buktikan saja, aku berharap akan ada perlawanan yang menarik yang akan anda berikan."

"Kau dan mulut sombongmu!."

Slashh

Sebuah tebasan horizontal di lakukan Arthur dari tempatnya, menimbulkan epek shockwave yang berasal dari tebasan excalibur dangan pedar keemasan yang melesat ke arah Naruto, bersiap membelah tubuh Naruto menjadi dua bagian.

Naruto yang melihat sebuah shockwave yang siap membelah tubuhnya menjadi dua, langsung menghindarinya dengan cara melompat ke atas, membuat shockwave tersebut hanya melewatinya.

Duarr

Sebuah ledakan cukup besar terjadi pada tembok arena colosium, efek dari shokwave yang tadi di buat oleh Arthur.

Tak hanya sampai di sana, Arthur secara terus menerus menebaskan excalibur miliknya, entah secara vertikal ataupun horizontal, membuat puluhan shockwave yang secara terus menerus mengarah pada Naruto.

Shett

Shett

Shett

Naruto masih bisa dengan mudah menghindari puluhan shokwave yang mencoba mencincang tubuhnya.

Duarr

Duarr

Duarr

Puluhan shokwave yang berhasil di hindari oleh Naruto membentur dinding arena, membuat puluhan ledakan bersekala besar yang menghancurkan dinding arena.

"Apa hanya itu kemampuanmu? Kau hanya bisa menghindar dan besar mulut saja rupanya."

Arthur mencoba memancing Naruto, melihat semua seranganya berhasil di hindari, satu satunya cara adalah pertarungan secara langsung.

Tap

Naruto berhenti menghindar, tentu karena serangan yang mengarah padanya juga sudah berakhir.

"Baiklah, kita langsung saja berduel secara langsung, permainan tadi sangatlah buruk untuk sebuah pertarungan 1 vs 1."

Keduanya terlihat berhadapan, dengan jarak 20 meter di antara keduanya, itu bukanlah jarak yang jauh untuk mereka berdua.

Shett

Shett

Trankk

Dalam hitungan detik saja, keduanya sudah saling membenturkan pedang mereka satu sama lain, kusanagi dan excalibur, dua pedang yang hampir tak memiliki tandingannya.

Trankk

Trankk

Trankk

Bunyi benturan antara pedang keduanya mengalun dengan indah, menimbulkan efek percikan api di setiap benturan keduanya.

"Menakjubkan, aku baru pertama kali melihat ada seseorang yang bertanding imbang dengan yang mulia."

"Pertarungan yang sangat sepektakuler, dan sangat sayang untuk di lewatkan."

"Aku tak yakin, tapi yang mulia akan sulit untuk memenangkan pertarungan ini."

Para penonton mulai menebak-nebak akhir pertarungan saat ini, pertarungan yang sangat hebat untuk di saksikan.

Sementara di arena, Naruto dan Arthur masih dalam pertarungan pedang yang sangat menakjubkan antara keduanya, dengan keadaan yang masih seimbang.

"Kau ternyata sangat hebat, ternyata ucapanmu bukanlah omong kosong belaka."

"Anda juga sangat menakjubkan, gelar yang ada miliki memang pantas anda dapatkan."

Trankk

Kedua membenturkan pedangnya dengan cukup lama, sebelum keduanya mundur mengambil jarak aman.

"Bukankah ini sedikit membosankan? Bagaimana jika kita mulai ke tahap puncaknya?."

Sebuah seringai terlihat jelas di wajah Naruto, tanda jika dia menikmati pertarungannya.

"Jadi kau tau aku belum mengeluarkan seluruh kemampuanku ya, dan sepertinya kau juga sama."

"Tentu saja, yang terbaik haruslah menjadi bagian terakhir bukan?."

"Baiklah, Mari kita mulai pertandingan sesungguhnya.."

TBC.

Assalamualaikum..

Saya hanya meng'update fic ini dengan word yang hanya 1k atau lebih sedikit, Karena bisa di bilang ini hanyalah pemanis, dari pengumuman Voting.

Hasil voting untuk sementara adalah.

Ojou-sama: 70

Mahou sekai: 26

Mou no hajime: 12

Esper sekai: 19

The darknes: 42

Yandere girl: 9

Thunder flame sharingan: 6

Salamander: 3

Red Thunder: 16

voting masih terus di ambil, jadi silahkan pilih.. #kayak pilpres aja ya :v

Indrakun juga bakal nge update semua fic indrakun yg lain, mungkin siap beberapa jam, tentu dengan word yang hanya 1k lebih, dan pengumunan vot sementara..mungkin nanti cuma capter spesial saja sih, biar gk bosen banget cuma liat pengumuman doang kan, jadi indrakun cantumin pengalan cerita, atau capter spesial.

Oke sekian aja

walasam...indrakun.