CONTROL YOUR HORMON
[ CHAPTER 4 ]
AUTHOR : HADI EKO SISWANTO PUTRO (Prince Hadhi ESP)
CAST : OFFICIAL EXO COUPLE dan Bertambah Sesuai alur cerita ...
PAIRING :CHANBAEK, HUNHAN, KAISOO, TAORIS, SULAY, CHENMIN
GENRE : SCHOOL-LIFE, ROMANCE, LITTLE BIT COMEDY, YAOI.
RATE : M (NC 18+)
LENGTH : CHAPTERED
DISCLAIMER :
Member EXO milik keluarga mereka masing-masing, SM entertainment dan tuhan, Fanfiction ini murni milik saya pribadi dari hasil pemikiran otak saya yang terbatas dan imajinasi liar saya ini, CERITA INI PUNYAKU BUKAN PUNYAMU. SO, DIHARAMKAN UNTUK COPAS atau PLAGIAT MILIKKU...
maaf ya kalo alur ceritanya kecepetan.
Oiya, banyak banget TYPO disini... harap maklum ya !
#
#
#
WARNING : Mohon Jangan jadi SILENT READERS !
NC 18+
Disini Banyak DIRTY TALK !
YANG DIBAWAH UMUR DIMOHON JANGAN BACA !
I TOLD YOU
IF YOU DON'T LIKE THIS FANFIC, PLEASE DON'T READ
AND GET OUT!
#
#
#
*** HAPPY READING ***
#
#
#
~ CONTROL YOUR HORMON [ Chapter 4 ] ~
#
#
"Puaskan Saem? Maksudnya, Saem? Aku tidak mengerti." Seru Kyungsoo sambil memiringkan wajahnya dihadapan Kai. Hei, ini bukan seperti Kyungsoo yang kita kenal. Kenapa Kyungsoo berubah menjadi polos seperti ini? Bukankah dia sangat Pervert seperti yang kita semua kenal. Apa dia hanya pura-pura polos saja dihadapan Kai?.
"Iya, puaskan gurumu." Kai mengulang perkataannya.
"Caranya Saem?."
"Buka semua bajumu." Perintah Kai seketika.
Kyungsoo menyeringai, dia pun dengan senang hati dia membuka satu persatu seragam yang melekat ditubuhnya. Kini, Kyungsoo sudah telanjang total tanpa sehelai benang pun ditubuhnya. Kyungsoo agak sedikit bergidik saat angin ditaman itu menyentuh tubuh polosnya, "Aku sudah membuka bajuku, Saem, terus apalagi?."
Kai berdiri dari duduknya menghampiri Kyungsoo, Kai menepuk-nepuk puncak kepala Kyungsoo pelan. "Anak pintar, mau kita lanjutkan, Kyungsoo-ya?."
"Boleh Saem."
Kai menarik tengkuk Kyungsoo ditekankan bibirnya pada bibir merah muda milik Kyungsoo, dilumatnya pelan bibir itu. Kai melumat intens bibir Kyungsoo, namun Kyungsoo hanya diam saja tanpa ada balasan dari Kyungsoo. Kai merasa ada yang aneh dia pun menghentikan aksi melumatbibir Kyungsoo.
"Kau kenapa Kyungsoo-ya? Apa kau tidak tertarik dengan pelajaran yang aku berikan?." Tanya Kai lembut.
"Saem curang."
Kai mengerutkan keningnya, "Curang? Maksudmu?."
"Kenapa hanya aku yang harus telanjang? Kenapa Saem tidak? Ah, Saem tidak adil." Jelas Kyungsoo, Kai yag mendengar itu bukannya kaget dia malah menyeringai penuh maksud.
"Baiklah kalau itu yang kau mau, Kyungsoo-ya." Tanpa pikir panjang Kai pun membuka baju yang melekat ditubuhnya satu persatu, dia tidak menghiraukan kalau saat ini dia berada ditengah taman sekolah. "Bagaimana? Saem juga sudah telanjang sama sepertimu."
"HUWAAAAA... Junior Saem besar juga, tapi kok hitam ya Saem? Tidak sepertiku putih dan imut." Seru Kyungsoo saat melihat Junior Kai yang masih terkulai lemas.
Kai langsung Sweatdrop mendengar perkataan Kyungsoo, "YA! Tapi milik Saem rasa coklat, pasti kau akan ketagihan bila sudah merasakannya."
"Masa sih Saem?."
"Ahhh... kau Ahhh.. nakal ya KyungsooAhhhh..." Desah Kai saat Kyungsoo meremas dan mengocok Junior Kai tiba-tiba, kontan saja Junior Kai menegang seketika.
Kyungsoo menyeringai mesum, "Boleh aku coba junior saem yang rasa coklat itu?."
"Dengan senang hati muridku."
Kyungsoo berjongkok memegang mantap Junior Kai, terdengar desahan nikmat dari Kai. Kyungsoo mendekatkan wajahnya kejunior Kai, Kyungsoo memiringkan wajahnya menatap junior Kai yang berkedut-kedut ingin dipuaskan.
"Kenapa Kyungsoo-ya?." Tanya Kai penasaran.
"Hmmm, lain kali saja Saem aku menikmatinya. Aku mau kembali kekelas." Kyungsoo berdiri dan memunguti seragamnya yang berserakan.
"Tapi kau harus menyelesaikan tugas dari gurumu ini, Kyungsoo-ya."
Kyungsoo menoleh kearah Kai lalu menghampirinya, diberinya kecupan dipipi Kai. "Annyeong Saem." Kyungsoo pun meninggalkan Kai sendirian telanjang ditengah taman.
"Awas kau, Kyungsoo-ya. Akan kubuat kau ketagihan dengan Juniorku."
Kyungsoo menyeringai tanpa diketahui Kai, "Tidak semudah itu mendapatkan Lubangku, Saem."
~ooOOOoo~
"Membuat orang lain bahagia?."
Sehun menyeringai, "Ya buat orang lain bahagia, mungkin kau bisa mulai dengan membahagiakan Saemmu ini, Luhannie."
Luhan mendekat perlahan kearah Sehun, "Mungkin maksud Saem seperti ini."
Luhan menangkup kedua pipi guru barunya, tanpa pikir panjang dilumatnya bibir gurunya itu penuh nafsu. Sehun hanya diam saja mendapat perlakuan dari muridnya itu. lumatan demi lumatan Luhan berikan pada Sehun, kini tangan kanan Luhan dengan nakalnya meremas Junior Sehun.
"Eunghhh ... " Akhirnya desahan itu keluar juga, desahan dari bibir Sehun. Sehun bergerak gelisah diperlakukan seperti itu oleh Luhan. Sehun pun tidak bisa hanya tinggal diam saja.
Kini dia pun dengan ganas melumat bibir Luhan, ditekan tengkuk Luhan olehnya agar dia bisa dengan mudah dan gampang melumat bibir tipis itu. Sehun seolah kesetanan saat ini semua baju yang dia pakai dan Luhan pakai sudah lepas berserakan dilantai Kantin.
"Ahhh.. kau Liar Saem." Gumam Luhan, badannya kini dipenuhi dengan keringat.
Sehun menjilat peluh yang meluncur dipelipis Luhan, "Kau juga sangat menggoda, Luhannie."
"Ahhhh ... aahh... teruss Saemm Ahhhh... " desah Luhan saat Sehun mulai menjilat dan menggigit nakal Nipple merah muda miliknya. "Saem."
"Hmmm ... "
Luhan membalikkan tubuh Sehun kini dia yang berada dibawah, "Katanya kau ingin aku memuaskanmu jadi kau nikmati saja permainanku."
Luhan mengecup sekilas bibir Sehun, kini dia beralih pada Leher Sehun digigitnya lehernya sampai memberikan tanda kemerahan disana. Setelash puas Luhan turun kedada Sehun dijilatinya Nipple Sehun.
"Ahhhh ... Eunghhhh,... Ahhhh." Sehun mendesah tak karuan saat Luhan bermain-main di Nipplenya.
Luhan kini menurunkan tubuhnya menuju Junior Sehun yang sudah menegang sempurna, berkedut-kedut menantang siapa saja yang melihatnya.
"Oucchhhh.. emmmmmm.. aahhhhShitt..." Racau Sehun saat mulut Luhan menservice Junior miliknya.
"Hmmm.. You Soo Ahhhhhh... Moreee... Ahhhh.. Luhannieee.. Ahhhhh... "
PLOPP
Luhan melepas Junior Sehun dari mulutnya, Sehun yang merasa sudah diatas awan merasa kecewa.
"Kenapa berhenti Luhan?."
Luhan turun dari atas meja kantin, "Hmmm... Lain kali saja kita teruskan Saem."
"T-tapi kau harus menyelesaikannya, Luhannie."
Luhan tersenyum manis pada Sehun, "Bermain solo saja ya Sehun Saem."
"YAA! Luhannie." Pekik Sehun, namun Luhan tetap berlalu dengan centilnya, dengan tubuh telanjangnya itu.
~ooOOOoo~
"Ohh, begitu ya Saem." Gumam Lay.
Suho tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, "Iya, Lay-ah apa kita mau lanjut?."
Lay menganggukkan kepalanya, "Boleh Saem."
Suho tersenyum mesum sambil memainkan jari didagunya, "Give me your body."
Lay mengerutkan keningnya, "Maksudnya Saem?."
Suho tetap mempertahankan senyumannya dia berdiri mendekati Lay, tangannya membelai lembut rambut Lay, "Kau tampan Lay."
Lay membalas senyuman Suho, entah apa yang sedang merasuki pikiran Lay. Dengan sendirinya Lay mengalungkan tangannya dileher Suho. "Kau juga tampan, Suho Saem."
Suho mengalungkan tangannya diinggang Lay, "Terima kasih, sweety."
"Saem... "
"Ap–Hmmpptthhh ... "
Belum selesai Suho bebicara, bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Lay, kini Lumatan lembuttanpa paksaan diberikan Lay pada Suho. Awalnya Suho kaget dengan perlakuan Lay yang mendadak namun karena lembutnya ciuman Lay, Suho pun memejamkan matanya menikmatinnya.
Perlahan Lay membuka kancing kemeja Suho satu persatu, setelah semua kancing terbuka kini tangannya membuka kemeja biru muda milik Suho yang kini mempertontonkan tubuh bagian atas Suho.
"Kau mau langsung keintinya Lay-ah?."
Lay tersenyum, "Aku akan menunjukkan keahlianku padamu, Suho Saem."
"Maksudmu?."
SREKKKK
Tanpa banyak bicara Lay dapat membuka ikat pinggang dan Resleting Suho dengan cepat dan hasilnya Suho telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.
"Kau boleh juga, Lay-ah." Suho terpesona dengan keahlian yang dimiliki Lay, keahlian menelanjangi orang.
"Huwahh, badan Saem boleh juga. Hmm, Saem itu namanya siapa?." Tanya Lay.
"Siapa?."
Lay berjongkok dan menunjuk kearah Junior Suho yang manis terkulai lemas, "Ini, dia imut. Siapa namanya Saem?."
"Hahaha, apa Kau ber–Ahhh... Emmmm... Ouuchhh Yeeaahhhh... "
Suho dibuat mendesah oleh mulut Lay yang kini mem-Blow Job junior Suho, Junior Suho yang tadi lemas kini menegang sempurna karena tengah dipermainkan oleh rongga hangat mulut Lay.
"Give me 'A' Saem." Perintah Lay.
"MaksudmuAhhhh.. ahhhh... "
Lay menyeringai mendengar desahan nikmat yang keluar dari mulut Suho, saat dia mengocok intens Junior Suho. "Begitu Saem, sekarang Give me 'O'."
"Apa yang–Ahhhhh ... Ahhhh... "
"Bukan 'A' Saem tapi 'O', ayo ulangi lagi." Titah Lay. "Give me 'O'."
"Oucchhhh... Ouchhhh ... Ouchhhh ..." desah Suho mengikuti perintah Lay saat gigi Lay mengigit ujung Junior Suho, kini Suho tau apa yang Lay inginkan.
"Sekarang Give me S.O.S Saem"
"Shittttt ... Ouuhhh.. Shiitttttt ... " Desahan Suho nyaring mengisi perpustakaan itu saat mulut Lay menyedot kuat Juniornya.
"Saem pintar." Puji Lay, "Sekarang Saem sebutkan semua huruf Alfabet."
Lay semakin cepat menghisap Junior Suho, dijilatnya dan tak lupa diberikannya gigitan-gigitan nakal pada Junior Suho. "Aahhhhh ... Shiittt.. Ouuccchhh ... Fucckkkk... So goodddd yeeahhhh .. hmmmm... Eunghhhh ... Ahhhh ... Ahhhh... Lay-ahh AkuUHHHH Inginnn..."
PLOPP~
Lay dengan cepat melepaskan Junior Suho dari mulutnya, "Aku capek Suho Saem, belajarnya udahan ya."
"Tapi aku sebentar lagi ingin keluar Lay-ah." Seru Suho kecewa, sebentar lagi dia akan Klimaks namun Lay menghentikan kegiatan Blow Job-nya.
"Suho Saem bisa melanjutkannya sendiri, saya permisi dulu Suho Saem."
"Tapi Lay-ah ... "
"Astagfirullah, Saem dosa tau. Yaudah Saem aku pergi dulu ya, dahh."
Lay pun langsung meninggalkan Suho yang masih memohon pada Lay untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah Lay lakukan padanya. Lay tidak mengubrisnya dia langsung keluar perpustakaan, dia tak usah repot-repot mencari pakaiannya karena sedaritadi yang telanjang hanyalah Suho seorang. Lay masih memakai seragam sekolahnya lengkap.
"Lay, Awas kau."
~ooOOOoo~
"Kenapa mukamu panik begitu, Manis?." Tanya Kris saat sudah berada didekat Tao. "Aku tau kau sering menonton video-video pornoku, kau juga mengoleksi seua foto telanjangku di HandPhone-mu, iya kan Tao-ah?."
"D-dari mana kau bisa tau , Kris ?."
Kris tertawa kecil, "Tidak penting aku tau darimana, yang penting apa kau siap menerima pelajaran yang nanti akan kuberikan padamu, Eoh?."
"Apa yang akan kau ajarkan padaku, Kris Saem?."
"Makan pisang."
Tao tertawa terbahak-bahak, "Makan Pisang? Saem kalau hanya makan pisang saja tanpa diajari pun aku bisa sendiri. Dan lagi pula memangnya disini ada pisang, Kris Saem?."
"Ada."
Tao menautkan alisnya bingung, "Dimana?."
"Disini." kris menunjukkan jarinya kearah Juniornya yang sudah mengacung besar keatas hampur menutupi pusarnya.
GLEK~
Tao menelan salivanya kasar melihat Junior besar milik Kris yang teracung berkedut-kedut, terlihat adacairan bening diujungnya pertanda Kris sudah sangat terangsang saat ini.
"Bagaimana? Apa kau ingin mencobanya, Tao-ah?." Tawar Kris.
Lagi-lagi Tao menelan salivanya dengan susah payah, matanya tak lepas dari Junior besar Kris. Sebuah tawaran yang cukup, ah tidak itu adalah sebuah tawaran yang sangat-sangat menggiurkan untuk Tao. Tanpa sadar Tao menganggukkan kepalanya.
Kris yang seperti diberi lanpu hijau menyeringai, "Oke sekarang kita mulai."
"Mu-mulai?."
Kris memegang kedua pundak Tao, memaksanya untuk berjongkok. "Nah, sekarang ini pisangmu, cobalah."
Tao mendongakkan kepalanya menatap mata elang milik Kris, "Kau yakin? Apa kau tidak menyesal, Kris Saem?."
"Menyesal? Hahahaha, tidak ada kata menyesal dalam kamus hidupku, kau tau."
"Aku pegang ucapanmu, Kris Saem."
"Ouchhh ..." desah Kris, saat Tao tanpa aba-aba menjilat Junior Kris dari buah zakarnya lanjut keujung Junior Kris.
Kris menjambak rambut Tao dengan kedua tangannya, memaksa mulut Tao mengenyot juniornya lebih cepat. Tao pun hanya pasrah diperlakukan seperti itu.
"Ohhhh Yaaaahh ... Ahhhhh ... mulutmu nikmat Tao-ah .. aahhhh ... ahhhh... "
Tao menyeringai mendengar racauan yang keluar dari mulut Kris, Tao bukan hanya mem-Blow Job junior Kris namun juga Hand Job. Double kenikmatan yang dia berikan untuk Kris.
"Eungghhhhh ... ituhh nikmattt Ahhhhh ... aaaahhhhhh ..."
Lidah Tao pun mulai menjilati batang kenikmatan itu, mulai dari ujung ke ujung tidak lupa lubang Junior Kris pun diberi jilatan nakal olehnya. Lubang penis adalah titik paling nikmat untuk Kris.
"Ohhh SHIITTTTTT ... DAMNNNN aahhhhhh ... aaaahhhhhhh ... " Racau Kris memenuhi ruang musik itu. Kris kini menggerakkan pinggangnya maju mundur, membuat Juniornya keluar masuk dimulut Tao. "Ahhhhh ... Ooucchhhh ... Ahhhh .."
Tao pun tak tinggal diam, dia ikut membantu. Dia memelintir buah Zakar Kris, memberikan sensasi nikmat tak terkira untuk Kris. "Ahhhh ... I'm Cummingggg AHHHHH... Shiittttttt... Ahhhhhh ..."
CROOTTTT...
CROOTTTT...
CROOTTTT...
Cairan Sperma milik Kris berceceran dilantai Ruang musik, ya, saat Tao mendengar Kris ingin Klimaks dia melepaskan Blow Job-nya.
"Kenapa kau lepas, Tao-ah?." Tanya Kris kecewa.
"Tidak apa-apa, aku ingin saja melepasnya." Jawab Tao santai.
"Apa maksudu? Apa kau tidak ingin merasakan Sperma milikku, Tao-ah?."
"Ah, aku permisi dulu Kris Saem, aku ingin kembali kekelas."
"YAA! TAO-AH, KEMBALI KESINI. PERMAINAN BELUM SELESAI."
Tao terus saja berjalan keluar ruang musik tanpa mendengarkan teriakkan dari Kris.
"Awas kau Tao. Akan ku buat kau tidak bisa lepas dariku."
~ooOOOoo~
"Panas? Panas yang bagaimana Saem? Ini saja sudah panas." Tanya Xiumin pada Chen.
"Hmmm.. Sesuatu yang panas selain itu."
Xiumin mengerutkan keningnya, "Apa sih Saem? Jangan buat orang penasaran.
DUKKK
Chen mendorong tubuh Xiumin ketembok balkon sekolah.
Chen tersenyum mesum, "Apa aku terlihat misterius, Xiumin-ah?."
"Tidak, kau terlihat mesum Saem."
Chen tertawa keras mendengarnya, "Hahahaha, benarkah? Bukankah–Ahhh... Shitt... "
Xiumin tertawa mendengar desahan Chen saat lutunya digesekkan kearah junior Chen yang masih tertutup celana itu, "Tuh kan perkataanku benar, kalau Saem mesum."
"Kau mulai nakal ya, Xiumin-ah."
"Aku tidak nakal Saem aku hanya ..." Xiumin dengan cekatan membuka pakaian yang dikenakan Chen, tak butuh waktu lama Chen pun dibuat telanjang bulat. "Sedikit Liar."
"Hebat juga kau, bisa membuatku telanjang begitu saja."
"Tentu saja Saem, apa kau ingin melihat kehebatanku yang lain Chen Saem?."
"Boleh, Apa it–Ahhhh... Emmmm ... "
Xiumin memegang mantap Junior Chen dan langsung mengocoknya intens, "Bagaimana Saem?."
"Itu sangatAhhhhh .. nikmatAhhhh ... "
"Mau yang lebih Saem?." Tawar Xiumin.
"Boleh kalau kau tidak keberatan."
Xiumin tersenyum, "Dengan senang hati Saem."
"Ahhhh ... lebihhh cepatt Ahhhh ... nikmat.. Ahhhh .." Xiumin menghentikan gerakan mengocok Junior Chen, kini dia memajukan wajahnya lebih dekat ke Junior Chen yang berkedut-kedut itu. Xiumin menjilat-jilat lubang Junior Chen. Dan mulai mem-Blow Job Junior Chen, kepala Xiumin naik turun teratur memberikan kehangatan rongga mulutnya pada Junior Chen.
"Xiumin.. Ahhh ... MoreeAhhh ... Deep More.. Ahhhh." Racau Chen saat Juniornya dimanja mulut Xiumin.
Kini junior Chen bukan hanya dimanja oleh mulut Xiumin saja namun tangan Xiumin juga membeikan sensasi nakal dibuah zakar Chen. Dua sensasi yang sangat nikmat oleh Chen.
"Ahhh... OOHH FUCKKK... Ahhh... " Chen memegang kepala Xiumin dan memaju mundurkan kepalanya agar gerakan Xiumin menghisap Juniornya lebih cepat. Xiumin pun tidak keberatan dengan hal itu.
"XiuminnnAhhhh... ahhhhhh... inihhh nikmatAhhhh."
Xiumin terus mengemut Junior Chen yang lumayan besar memenuhi mulutnya itu, Xiumin mengigit kecil Junior Chen. Xiumin merasa mulutnya berkedut-kedut, ternyata itu kedutan dari Junior Chen, dia ingin Klimaks. Xiumin memcabut Junior Chen dari mulutnya.
PLOPP
"Kenapa berhenti Xiumin-ah, ini tanggung."
Xiumin tersenyum nakal, "Lanjutkan sendiri saja ya Saem, aku mau kembali kekelas."
"T-tapi Xiumi-ah.."
"Annyeong Chen Saem."
Xiumin pun menuruni tangga balkon dengan cepat.
"Xiumin-ah, kau akan kubalas."
#
#
*** CONTROL YOUR HORMON ***
#
#
Keenam anak setan itu kini tengah berkumpul dikelas VVIP, mereka sedng asyik berbincang tentang apa yang mereka rasakan hari ini dengan guru baru mereka.
"Gimana tadi?." Tanya Baekhyun antusias.
"Hahahaha, si Kai Saem juniornya item ihh, tapi gede juga." Jawab Kyungsoo.
"Junior Punya Sehun Saem putih, terus lumayan gede. Hmm, manis juga. Hihihi." Luhan pun ikut menjawab.
"Junior Chen Saem juga manis." Xiumin nimbrung.
"Eh, eh tau gak, Juniornya Suho Saem imut lucu deh, pengen aku kasih nama, gemes dehh." Lay ikut menambahkan.
"Hahahaha, kalian lucu ihh, kalau kau Tao bagaimana dengan Junior Kris? Artis porno idolamu itu?." tanya Baekhyun
"SO DAMN BIGGER.. ahhh, kenapa ada perjanjian itu sih? Kalau saja tidak ada pantatku mungkin sudah puas digenjot oleh juniornya. Ohh pisangkuh." Jawab Tao sedikit kecewa. Ya, mereka melakukan itu karena ada kesepakatan sebelumnya.
"Hahahaha, tenang saja Tao-ah, ini kan baru permulaan." Baekhyun memberi semangat untuk sahabatnya itu.
"Tapi ngomong-ngomong apa yang kau lakukan dengan Chanyeol Saem tadi, Baekhyun-ah?." Tanya Kyungsoo ingin tau.
"Iya, kenapa kau tak cerita juga?." Tambah Luhan penasaran.
"Benar, ayo dong kau cerita juga Baekhyun-ah. Gimana Junior Chanyeol Saem?." Tao pun ikut menambahkan.
"Iya, ayo dong cerita." Lay dan Xiumin kompak mengkompori.
Baekhyun berSweatdrop ria, dia merasa dipojokkan oleh teman-temannya itu. "Emm.. A-anu ... Emm .. I-itu ... "
"Hai semua." Sapa seseorang yang sangat dikenal oleh keenam anak setan itu.
"CHOI MINHO." Pekik keenam anak setan itu.
KLIKK
Minho mengunci pintu kelas VVIP itu, "Apa kabar kalian semua?."
"Mau apa kau kesini? Bukannya kau pelayan kantin kan? Bukan guru?.." tanya Tao penasaran.
Minho menyeringai penuh maksud kearah enam anak setan itu, "Aku ingin balas dendam dengan kalian."
#
#
*** TO BE CONTINUED ***
#
#
READERSS.. ANNYEONG ...
Prince Hadhi ESP here ...
HUWAHHHH .. Maaf ya saya Hiatus lama ...
Bagaimana kabar kalian semua?
Semoga baik-baik saja ya ...
Ini Chapter lanjutannya..
MAAF YA LAMA ... MAAF BANGETTTT !
Gimana menurut kalian? Kurang HOT kah? Atau kurang puas dengan ceritanya?
Oke ditunggu Komenan dari kalian semua ...
Itu membuat saya semangat loh ngelanjutin FF ini ...
Oiya, makasih juga waktu kemarin ada yg komen kalau FF ini "SAMPAH"...
Makasih banget lohh ...
Sakit hati sih, tapi Gpp toh kalo ada yang suka pasti ada juga yang gak suka ...
Okehh..
Semoga kalian puas dengan Chapter ini ...
Selamat Tahun baru ...
Tunggu kelanjutannya ya ...
Annyeong ...
