'BRAAAAAAKKKKK'
Pintu kamar Naruto terbuka dengan keras. Pelakunya adalah seorang gadis yang merupakan salah satu bangsawan. Gadis itu memakai gaun berwarna coklat tua yang sangat elegan saat dia memakainya.
"Naruto!" seru gadis itu dan segera menghampiri Naruto
"ka-kau.."
Naruto tak mampu menahan keterkejutannya saat melihat gadis dihadapannya.
"lama tidak bertemu, Naruto.."
Iris blue sapphire Naruto membola dengan sempurna. Dihadapannya ada seorang gadis bersurai blonde yang sangat dikenalinya. Gadis itu hanya tersenyum ke arahnya, membuat pikiran dan berbagai asumsi di kepala Naruto berkecamuk.
"argghh!"
"NARUTO!"
Semua orang menatapnya khawatir saat tiba tiba Naruto memegangi kepalanya dan setelah itu dia kehilangan kesadarannya.
•
•
•
•
Naruto isn't mine but this story is mine
Summary : Namikaze Naruto, tidak pernah menyangka bahwa dia merupakan keturunan bangsawan Uzumaki yang merupakan penyihir terkuat di dunia.
Warning : Fantasy, Human!Bijuu, dll
•
•
•
•
Selain kekuatan Kurama yang sangat hebat, dia juga sangat dekat dengan Naruto diantara guardian yang lain. Dari guardian yang lain, Kurama adalah guardian yang paling sering menghabiskan waktu dengan Naruto. Guardian Naruto yang lainnya pun hanya bisa memaklumi bahwa Kurama dan Naruto memang sangat dekat. Hubungan mereka juga sangat erat dan inilah akibatnya. Aliran sihir Naruto kacau karena emosi Naruto yang tidak stabil dirasakan oleh Kurama yang memang bisa merasakan emosi. Dengan segala kekuatannya, Kurama dibantu oleh guardian yang lain berusaha untuk mengembalikan aliran sihir Naruto menjadi seperti sedia kala. Namun, itu tidak semudah yang dibicarakan. Hal yang tidak terduga bisa terjadi dan akhirnya terjadilah. Karin yang emosinya tidak stabil menabrak Naruto, membuat Kurama yang sedang fokus tidak sengaja merasakan emosi Karin. Saat itulah Kurama tumbang, membuat aliran sihir Naruto kembali menjadi kacau.
"Kurama, sekarang kau hanya perlu fokus dan tenang oke?" ujar Gyuki yang dibalas anggukan oleh Kurama
Para Bijuu kini menjadi tenang saat Naruto kehilangan kesadaran karena dengan itu dia bisa tenang. Tapi, tetap saja Naruto tidak boleh kehilangan kesadarannya terlalu lama karena bisa berakibat fatal baginya.
"Kurama.."
Kurama segera mencari asal suara tersebut. Suara yang tercekat, lirih, dan rapuh. Suara itu adalah suara Naruto. Dengan segera dia berlari seperti orang yang hilang kewarasannya mencari Naruto di alam bawah sadar.
"di mana kau?!" seru Kurama dan tiba tiba dia mematung saat melihat Naruto
Dengan segera Kurama menghampiri dan memeluknya erat. Kurama pun menyalurkan sihirnya pada Naruto sebanyak yang dia punya.
"terima kasih, kau sudah datang.." ujar Naruto
Kurama pun terduduk dan menepuk pahanya, isyarat agar Naruto berbaring di pangkuannya dan dengan senang hati Naruto melakukannya karena Naruto tahu Kurama akan menjadi pendengar yang baik dan mengelus rambutnya.
"jadi Naruto, ada apa?" tanya Kurama sambil mengelus helai pirang Naruto
"aku hanya...terlalu banyak berpikir.." jawab Naruto, mengingat banyak kejadian yang menimpanya sehingga otaknya terus dipaksa untuk berpikir sehingga terbebani
"aku 'kan sudah mengingatkanmu untuk santai saja. Nikmatilah Naruto, ini adalah masa masa terakhir kau sekolah. Aku yakin kau akan merindukan semua ini.." ujar Kurama
"aku akan mencobanya.." ujar Naruto
"sebelum kau pingsan, walau samar, aku sempat melihat sensei.." ujar Kurama
"ah ya kau benar, aku melihat'nya'. Itu mengejutkan sekali, dan mungkin itu puncaknya.." ujar Naruto, mengingat setelah melihat temannya itu dia langsung pingsan
"setelah ini kau harus tetap di kamarmu oke? Waktunya kami yang ada di sampingmu.." ujar Kurama
"baiklah, aku mengerti.." ujar Naruto
"kalau begitu, kenapa kau tidak segera bangkit?" tanya Kurama mengingat Naruto masih tetap berbaring di pangkuannya
"aku masih ingin seperti ini.." jawab Naruto sambil menutup matanya dengan tangannya, membuat Kurama tak bisa melihat wajah Naruto dengan jelas
"kau tidak khawatir pada penduduk Uzugakure dan keluargamu? Sekarang bangkitlah. Kapan pun kau minta, aku akan melakukannya.." ujar Kurama
"baiklah.." ujar Naruto dan segera bangkit
•
•
•
Perlahan Naruto membuka matanya. Menampakan iris blue sapphire yang sebelumnya tersembunyi. Hal pertama yang Naruto lihat adalah kedua orang tuanya. Mereka berada di samping Naruto. Lalu kedua sahabatnya berada di sofa, begitu pula dengan gadis yang tadi menabraknya. Dari yang Naruto dengar, gadis yang menabraknya tadi atau kini merangkap menjadi pengawalnya adalah Karin. Di mata Naruto gadis itu sangat baik, walau secara tidak langsung sudah mengacaukan aliran sihirnya.
"kau sudah sadar?"
Naruto menoleh ke arah suara. Ternyata Sasuke yang berbicara. Klan Uchiha memang hebat, padahal Naruto yakin semua orang yang ada di kamarnya tengah tertidur pulas, terutama Shikamaru pastinya.
"ya.." ujar Naruto
"kau mau sesuatu?" tanya Sasuke
"tidak terima kasih.." jawab Naruto
"kembalilah istirahat.." ujar Sasuke dan kembali memejamkan mata
Naruto kini kesal, dia 'kan ingin bermanja manja dengan para guardiannya yang manis dan cantik tapi galak itu. Tapi, dia malah terjebak di sini.
"AARRRGGGHH!"
Tiba tiba Naruto mengerang kesakitan, membuat semua orang yang berada di kamar Naruto terbangun.
"Na-Naruto, kau baik baik saja?!" seru Kushina panik
"ti-tinggalkan aku sendiri! Arrggghh!" ujar Naruto
"ta-tapi-"
"cepat!" seru Naruto dan setelah itu mereka semua pergi meninggalkan Naruto sendiri di kamarnya
Tak lama setelah itu, muncul sembilan lingkaran sihir dengan warna berbeda di sekeliling kasur Naruto lalu munculah para guardian Naruto.
"akhirnya kalian datang.." ujar Naruto
"dasar, kau bahkan sampai berbohong demi bertemu kami.." ujar Kokuo
"habisnya, aku ingin berbaring di pangkuan Kurama lagi.." rengek Naruto
"oh jadi kau hanya mau bersama Kurama ya.." goda Isobu
"bu-bukan begitu! Kurama 'kan sudah berjanji.." ujar Naruto
"ayo sini, sini.." ujar Kurama dan Naruto segera berbaring di pangkuan Kurama
"lentera laut yang bersinar terang, lindungilah kami semua dari segala kegelapan yang ada.." ujar Chomei, dia merapalkan mantra pembuat pelindung
"sankyuu Chomei.." ujar Naruto
"bukan masalah Naruto.." ujar Chomei
"nah, kembali ke topik!" seru Shukaku
"kita belum memulai pembicaraan, dasar Tanuki Baka!" seru Kurama
"diam kau Kitsune!" seru Shukaku
"berhentilah bertengkar!" seru Matatabi, membuat duo rival itu berhenti bicara atau lebih tepatnya berdebat
"baiklah, biar aku saja yang jelaskan.." ujar Gyuki yang dibalas anggukan oleh semuanya
"jadi Gyuki, ada apa sebenarnya?" tanya Naruto
"kami sepakat untuk memberimu Grimoire.." jawab Gyuki
Naruto terdiam sejenak. Grimoire adalah buku sihir yang merupakan tingkatan terkuat dari para penyihir dan dia akan mendapatkannya? Semuanya layaknya mimpi, apa dia terlalu lama pingsan?
"jangan bercanda Gyuki, aku masih terlalu muda untuk memiliki Grimoire.." ujar Naruto sambil terkekeh kecil
Para Bijuu Naruto hanya menghela nafas berat, susahnya punya pemilik seperti Naruto. Mereka pun mengangguk seolah memberi isyarat lalu mereka merentangkan tangan mereka.
"Lucifer, Mammon, Asmodeus, Beelzebub, Leviathan, Satan, dan Belphegor. Kami, meminta cahaya yang kalian punya untuk tuan kami, Namikaze Naruto!" seru mereka dan setelah itu mereka menggores lengan hingga keluar darah lalu dialirkan lingkaran sihir yang terbentuk akibat mantra mereka tadi
Naruto yang melihatnya hanya mampu tercengang. Ternyata dirinya benar benar akan mendapatkannya. Setelah ritual tersebut, munculah sebuah Grimoire dari lingkaran tersebut. Buku itu berwarna hitam kelam dengan rantai yang mengelilinginya. Naruto pun langsung mengambil buku tersebut.
"i-ini milikku?!" ujar Naruto tak percaya
"ya, itu milikmu. Selamat.." ujar Kurama
"kenapa kalian membuatnya dengan bantuan para iblis?" ujar Naruto
"terima saja! Sudah syukur ada!" ujar Son
Setetes air mata menetes dari iris sapphire Naruto. Dia memandang para guardiannya dengan tatapan haru namun bahagia. Dengan segera Naruto memeluk semua guardian. Mengucapkan terima kasih sedalam dalamnya.
"terima kasih, terima kasih!" seru Naruto
•
•
•
Pagi hari pun tiba. Istana mulai ramai karena besok adalah acara penobatan Naruto atas empat klan. Semua orang tampak sibuk, tidak ada yang tidak bekerja. Naruto sendiri kini kondisinya mulai membaik. Dia menceritakan penyebab kondisinya kemarin dan Karin langsung meminta maaf padanya. Taman istana adalah tempat yang paling cocok untuk Naruto memulihkan diri. Di sana dia tidak sendiri pastinya karena ada Karin, Shikamaru, dan Sasuke.
"ah sejuknya.." ujar Shikamaru
"kau benar Shikamaru.." ujar Naruto
"oi dobe, gadis yang kemarin itu siapa?" tanya Sasuke tiba tiba membuat Naruto terdiam. Naruto sendiri terdiam karena sedang berpikir dengan sangat keras pastinya. Dia berusaha mengingat gadis yang kemarin.
"ASTAGA DI MANA DIA?!" seru Naruto dan segera berlari, membuat ketiganya juga berlari mengejar Naruto
"hei, tunggu!" seru Shikamaru
"Naruto-sama, awas!" seru Karin
'GUBRAAAKKK!'
"aduh!"
Naruto mengaduh kesakitan, begitu juga dengan orang yang dia tabrak.
"maafkan aku-eh?"
Naruto terdiam sejenak. Dihadapannya ternyata seorang gadis bersurai hijau muda yang memakai gaun berwarna putih.
"Fuu?/Naruto?"
"huaaaaaaa!"
Mereka berdua pun langsung berpelukan erat. Membuat semua orang yang ada di sekitar mereka kebingungan melihatnya.
"lama tidak berjumpa Fuu!" seru Naruto dan setelah itu pelukan dilepaskan
"kudengar dari Yugito kau pingsan.." ujar Fuu
"ya, aku sangat kaget saat melihat Yugito-san tiba tiba ada di kamarku kemarin.." ujar Naruto
"jadi Yugito-san yang membuatmu pingsan?" tanya Fuu yang dibalas anggukan oleh Naruto
'DUAAKKK'
Tiba tiba Naruto dipukul seseorang. Pelakunya adalah gadis yang kemarin, Yugito Nii. Gadis bersurai blonde itu merupakan putri dari Kumogakure, bangsawan dari kerajaan besar.
"ittai.." ujar Naruto sambil memegangi kepalanya
"jangan menyalahkanku atas kelemahanmu!" ujar Yugito
"iya, iya, maafkan aku.." ujar Naruto
"siapa mereka?" tanya Shikamaru
"ah, mereka adalah Fuu dan Yugito-san. Mereka adalah guru yang membantuku untuk mengendalikan para guardian.." jawab Naruto
"salam kenal semuanya.." ujar Fuu dan Yugito bersamaan
"salam kenal.." ujar Shikamaru dan Sasuke bersamaan
"jadi Yugito-san, Fuu, kenapa kalian ada di Uzugakure?" tanya Naruto sambil memiringkan kepalanya, tanda dia sangat bingung atau kapasitas otaknya yang minim? Entahlah, Author juga kurang tahu
"penobatan tentu saja. Kau tidak lupa bahwa kami juga bangsawan bukan?" ujar Yugito
"ah benar juga, aku tidak pernah memikirkannya.." ujar Naruto
"jadi kau tidak curiga saat kau dilatih bangsawan?!" tanya Shikamaru yang dibalas anggukan oleh Naruto
"dasar dobe.." ujar Sasuke
"diam kau teme!" seru Naruto
"sudahlah Naruto, bagaimana jika kita bermain?!" tanya Fuu
"ide bagus!" seru Naruto
"sekarang bukan waktunya bermain dasar anak kecil!" seru Yugito sambil menjitak Fuu dan Naruto
"gomen baa-chan.." ujar Naruto dan Fuu bersamaan
"APA KAU BILANG?!" seru Yugito
"sudahlah Yugito, Naruto, Fuu.."
Semuanya segera menoleh ke arah suara, tepatnya seorang pemuda atau anak anak? Lagi lagi hal ini masih dalam penyelidikan.
"siapa dia?" tanya Sasuke
"lihat Naruto, kau bahkan dilerai oleh anak kecil.." ujar Shikamaru
"ano Sasuke-sama, Shikamaru-sama, dia adalah mantan Raja dari salah satu kerajaan besar, Yagura-sama.." ujar Karin
"EEEEHHHHH?!"
"anak kecil ini raja?!" seru Shikamaru
"aku bukan anak kecil.." ujar Yagura
"sudahlah semuanya!" ujar Naruto, membuat semuanya diam
"ah, Naruto ikut kami sebentar!" seru Yagura dan segera menarik Naruto pergi diikuti Yugito dan Fuu
•
•
•
Di sinilah mereka kini berada. Di sebuah aula besar di istana Uzugakure. Naruto tidak sendirian di sana. Ada delapan orang yang menunggunya di meja makan yang terdapat di aula tersebut. Dengan diajak -diseret- oleh Yagura, dia pun duduk di samping pria yang memakai kacamata hitam.
"wah kalian semua datang!" seru Naruto
"kau benar Naruto, kami semua ada di sini yo!" ujar pria di samping Naruto, Killer Bee
"apa kabar Naruto?" tanya seorang pria paruh baya atau sudah masuk kategori seorang kakek kakek, Roshi
"lama tidak bertemu Naruto.." ujar pemuda dengan tato 'Ai' di dahinya, Gaara
"akhirnya kita bertemu lagi Naruto.." ujar pria yang memakai kimono, Utakata
"sepertinya kau sehat dan bertambah tinggi Naruto.." ujar pria yang mengeluarkan uap, Han
"aku senang sekali bertemu kalian! Sekali lagi terima kasih karena telah membantuku mengajari para guardianku!" ujar Naruto
"itu bukan masalah Naruto.." ujar Yagura
"aku ingin bertemu Chomei lagi.." ujar Fuu
"maaf Fuu, mereka semua sedang istirahat setelah memberikanku Grimoire.." ujar Naruto
"EEEEEEEHHHHHH?!"
"kau mendapat Grimoire?!" tanya Killer Bee yang dibalas anggukan oleh Naruto
"kau sudah berkembang pesat Naruto.." ujar Roshi
"kau hebat Naruto.." ujar Gaara
"ah iya, bukankah kita harus menyampaikan sesuatu?" tanya Yugito
"eh? Apa itu?" tanya Naruto
"Naruto, dari Ichibi sampai Hachibi kamilah yang mengajari mereka. Ichibi oleh Gaara, Nibi oleh Yugito, Sanbi oleh Yagura, Yonbi oleh Roshi, Gobi oleh Han, Rokubi olehku, Nanabi oleh Fuu, dan Hachibi oleh Killer Bee. Tapi, hanya Kyuubi yang tidak punya sensei.." ujar Utakata
"aku yang mengajar Kyuubi.." ujar Naruto
"ya, tidak ada yang mampu mengajari Kyuubi yang kekuatannya sulit dikendalikan.." ujar Han
"aku akui, Kurama memang sangat sulit dikendalikan, tapi dari semuanya dialah yang terkuat.." ujar Naruto
"kami semua tahu itu Naruto.." ujar Yugito
"tapi melihat keadaanmu kemarin, kekuatan Kyuubi terlalu besar untukmu bukan?" tanya Roshi
"tenang saja! Aku akan berlatih dengan lebih keras lagi agar aku bisa mengendalikan Kurama!" ujar Naruto
"Naruto, tolong dengarkan kami dulu.." ujar Gaara
"jadi ada apa sebenarnya?" tanya Naruto
"kami semua ingin Kyuubi disegel sampai kau bisa mengendalikannya.." jawab Killer Bee
"kami tahu ini berat untukmu, tapi maaf. Kyuubi harus disegel.." ujar Yagura
•
•
•
•
Bersambung..
Sankyuu yang sudah follow or fav
Nah, bagi para readers saya belum menentukan pairing untuk Naruto, baru rencana sih.. Kalau words ini sudah semampunya karena Author harus marathon anime dari fandom sebelah :) kalau kekuatan Naruto pastinya dia bisa sihir sihir dasar dan guardian, itu adalah sihir yang dia punya sekarang, di chapter depan masih nambah kekuatannya atau malah berkurang? Entahlah, masih dipirkan. Maaf Author tidak bisa membalas review satu satu demi cepet update, jadi cuma kumpulin pertanyaan doang deh. Sankyuu minna!
