HALO MINNA-SAN! Yuu balik lagi nih! #teriak pake toa!#

Hwaa! Akhirnya bisa publish fic lagi! #nebar bunga# maaf Yuu dah berbulan-bulan gak publish fic gara-gara PR bejibun, TO ampe 8X, UAS dan UAN yang bikin badmood plus pusing. Dan ada beberapa perubahan dalam cerita termaksud penulisan di fic ini. Terkadang formal, santai, baku, ancur n blablabla. Yah… inilah efek dari hiatus T.T

Yuu harap minna-san masih mau ngebaca fic Yuu :D #ngasih coklat n #

Disclaimer:

Masashi Kishimoto

Title:

Welcome to My Heart

Genre:

Romance

Rate:

T

Pairing:

SasuFemNaru

Warning:

OOC, OC, AU, Gaje, Ngebosenin, EYD ancur, Typo (s) merajalela, nggak menarik, ALUR SUPER CEPAT, PENDEK, minim deskripsi dan masih banyak kekurangan di sana-sini.

"Don't Like Don't Read!"

"Ini semua salah lo!" bentak Naruto sambil menunjuk Sasuke dengan kesal.

"Enak aja! Ini semua gara-gara lo BODOH!" bentak Sasuke nggak mau kalah.

"ELO!"

"ELO!"

"ELO!

"ELO!"

Brrraaaakkk! Sekali lagi meja digerbrak dengan sangat keras.

"Kalian berdua BERISIK!" bentak seseorang dengan muka yang sudah merah karena menahan amarah.


~Yuuchan no Haru999~

Seluruh siswa menatap horor kearah Sakura yang sedang emosi. Ini pertama kalinya Sakura menggebrak dan berteriak sedemikian marahnya. Semua mata masih memandang Sakura takut-takut. Tak hanya siswa yang dibuat terkejut, tetapi Naruto, sahabat Sakura juga sangat terkejut dengan kejadian ini. Sakura berlari ke luar kelas dengan mata dan wajah yang sangat merah. Naruto bergeming di tempatnya berdiri, dia bingung harus melakukan apa. Ini pertama kalinya Naruto melihat Sakura marah seperti ini.

"Ck! Ternyata si Pinky itu bisa marah juga," Sasuke memandang sinis ke luar kelas dan kembali melihat wajah Naruto, "Hei! kenapa dengan wajah lo, Dobe?" tanya Sasuke setengah menahan tawa saat melihat wajah syok Naruto. "Aargg!" kaki Sasuke diinjak oleh Naruto.

"Ini semua gara-gara lo, Teme!" setelah mengatakan itu, Naruto pergi mencari Sakura.

Naruto terus mencari keberadaan Sakura, dia berlari menuju toilet dengan harapan Sakura berada di sana. Saat Naruto sampai di toilet, dia tidak menemukan Sakura. Naruto berlari ke taman belakang dan mencari-cari Sakura, tetapi tetap saja tidak mendapati sosok Sakura. Dengan langkah gontai, Naruto melewati ruangan demi ruangan yang sudah tak terpakai lagi di taman belakang. Ruangan-ruangan ini adalah bangunan tua bekas ruang kelas yang sudah tidak terpakai lagi.

"Hiks… hiks" Naruto mendengar isakan tangis. Dahi Naruto mengkerut heran. "Hiks… Hiks… Hiks…" lagi-lagi terdengar isakan tangis. Naruto yang penasaran segera mencari asal suara itu, perlahan-lahan dia berjalan mendekati pintu ruang pertama dan mendekatkan telinganya di pintu itu. Tak ada suara, Naruto mengintip melalui celah-celah kecil ruangan pertama, dia tidak menemukan apa pun kecuali bangku-bangku yang sudah berdebu dan tak terawat.

"Hiks… Hiks…" suara isakan terdengar lagi "Kenapa? Kenapa harus dia? Kenapa harus Naruto!"

Deg! Jantung Naruto berdetak kencang, siapa? Siapa yang menyebut namanya? Naruto berjalan menuju ruang kedua. Naruto berjalan dengan perlahan mendekati pintu di ruangan kedua, dia mendekatkan telinganya di pintu kedua.

"Gue benci, Gue nggak suka ngeliat mereka berdua saling bicara! Gue cemburu!"

Deg! Lagi-lagi jantung Naruto bertetak kencang dan keringat dingin mengalir dari tubuhnya. Dia sangat yakin kalau itu suara Sakura, Haruno Sakura. Pelan-pelan Naruto sedikit membuka pintu, agar dia mengetahui apa yang sedang Sakura lakukan di dalam ruangan itu.

Sakura sedang berdiri membelakangi Naruto, jelas sekali Sakura sedang marah. Bangku-bangku yang tak terpakai terlihat berantakan seperti habis dibanting dengan kekuatan penuh. Tak hanya itu, rambut pink Sakura yang biasanya rapi terlihat begitu sangat berantakan seperti habis diacak-acak.

"Kenapa? Kenapa dia nggak menyadari perasaan gue? Mengapa mereka nggak menyadari perasaan gue? Gue suka sama dia! Tapi kenapa hanya Naruto yang ada di kepalanya? Kenapa? Hiks… hiks… gue suka lo, Sasuke! Gue cinta lo, Uchiha Sasuke! Hiks…" Sakura jatuh terduduk, dia menunduk membiarkan air matanya berjatuhan dilantai yang berdebu.

"Sa-Sakura…" panggil Naruto yang berjalan mendekati Sakura. Naruto sangat terkejut melihat kondisi Sakura yang begitu rapuh. Dia tidak percaya kalau Sakura, cewek tomboy yang selalu semangat, selalu memberikan dukukungan penuh padanya terlihat begitu rapuh dan kecewa.

Sakura sangat terkejut dan buru-buru berdiri sambil mengusap air matanya. Dia masih membelakangi tubuh Naruto, dia tidak ingin Naruto melihat penampilannya yang sekarang. Selain itu, Sakura juga merasa malu dan yakin kalau Naruto sudah mendengar semua perkataannya tadi.

"Sakura…" Naruto memegang bahu Sakura "Maafin gue…"

Sakura bergeming, dia bingung harus bertingkah seperti apa dihadapan Naruto. "Lo nggak salah Naruto…" Sakura menyingkirkan tangan Naruto dari pundaknya.

"Gue janji Sakura, Gue berjanji nggak akan dekat-dekat Sasuke lagi. Gue janji nggak akan menghiraukan semua ejekan Sasuke. Tapi tolong jangan benci gue Sakura."

"Sudahlah Naruto… biar bagaimanapun Sasuke nggak akan menghiraukan gue, biar bagaimanapun Sasuke nggak akan melihat gue Naruto. Yang ada di matanya hanya lo, Naruto. Hanya lo!"

"Sakura! Maksud lo apa?" bentak Naruto "gue akan ngebantu agar lo jadian sama Sasuke, gue janji!"

"Dengar Naruto, lo jangan sembarangan mengucap janji!"

"Gue gak main-main dengan janji gue Sakura! Gue serius! Gue akan ngejauhin Sasuke dan membantu lo ngebuat Sasuke jatuh cinta sama lo."

"Tapi yang Sasuke suka itu lo, Naruto! Lo! Bukan gue!"

"Sasuke itu ngebenci gue, Sakura! Dia benci sama gue! Lagipula… gue gak suka sama Sasuke! Yang gue sukai hanya Gaara! Hanya Gaara yang selalu Gue cintai."

"Naruto, tapi Gaara sudah …"

"Dia tetap ada dalam hati gue, Sakura."

Selama lima menit mereka diam membisu. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, sampai akhirnya Naruto mengajak Sakura keluar dari ruangan itu. Naruto menarik napas dalam-dalam dan mengehembuskannya dengan semangat.

"Nah! Sekarang kita rapikan penampilan lo." Naruto tersenyum sambil menarik lengan Sakura dan membawanya menuju toilet terdekat.

Di dalam toilet, Naruto sibuk merapikan rambut Sakura yang acak-acakan, membersihkan wajah Sakura yang lengket karena air mata. Merapikan seragam Sakura yang berantakan. Sakura hanya diam, dia menerima semua yang dilakuakan Naruto padanya. Selama sepuluh menit Naruto dan Sakura berada dalam toilet. Dan akhirnya Sakura tampil cantik kembali.

Sungguh, Naruto sangat susah mempercayai kalau sebenarnya sahabatnya ini sedang jatuh cinta sama rival sejatinya. Hal yang tak masuk akal, mengingat Naruto sering menjelek-jelekkan Sasuke di depan Sakura. Dan saat itu, Sakura tidak marah sedikit pun bahkan dia malah mentertawai Naruto. Bahkan Sakura tidak menunjukkan sikap apapun saat berpapasan dengan Sasuke. Pernah sekali wajah Sakura memerah gara-gara Sasuke membelanya saat Sakura di marahi oleh guru agama karena waktu itu Sakura difitnah oleh seseorang. Wajah Sakura memerah dan mengucapkan kata 'terima kasih' dengan suara tergagap.

"Nar! Naru! Naruto!" Sakura membuyarkan lamunan Naruto. "Lo ngelamun lagi?"

Naruto nyengir kuda "An-ano Sakura, sejak kapan lo suka sama si pantat ayam?" tanya Naruto.

Sakura mendengus kecil "Sejak lo sering ngeluh tentang Sasuke ke gue, dan gue sangat tertarik sama keribadian Sasuke." jawab Sakura.

"Oh…" Naruto mengangguk "Kenapa lo nggak jujur sama gue?"

Kali ini Sakura tertawa "Jujur? Sama lo? Yang ada gue bakal lo hina habis-habisan!" Sakura menepuk bahu Naruto "Hmm… Sampai kapan kita mau berada di toilet ini? hm?" tanya Sakura yang mulai tak nyaman dengan aroma toilet.

Naruto menepuk dahinya "Ayo keluar sekarang!" ajak Naruto.

~Yuuchan no Haru999~

Waktu terus berlalu hingga tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi. seluruh siswa keluar kelas kecuali tiga orang. Dua siswi dan seorang siswa. Wajah Sakura terlihat tak begitu nyaman dengan suasana ini.

"Nar, pulang yuk!" ajak Sakura.

"Ayo!" Narut beranjak dari tempat duduknya dan melangkah keluar kelas.

"Woi Dobe!" panggil Sasuke sehingga membuat Naruto dan Sakura berhenti berjalan "Lo mau ke mana? Lo lupa kalo kita punya 'janji' sama Bu Konan?" tanya Sasuke bertubi-tubi.

"Lo aja yang nemuin tu guru, gue ada acara dengan Sakura." Naruto sambil menyeret Sakura.

"Nggak bisa gitu donk! " Sasuke menyusul langkah Naruto dan menarik lengan kiri Naruto "Lo harus ikut! Semua ini salah lo!" giliran Sasuke yang menyeret Naruto membiarkan Sakura yang berdiri mematung di belakang mereka sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.

"Sakura! Sakura! Tolongin gue!" Naruto meminta bantuan Sakura tapi Sakura hanya melambaikan tangannya dan berjalan membelakangi Naruto.

Sasuke dan Naruto sampai di ruangan guru dan berjalan menuju meja Konan. Di sana Konan telah menunggu mereka dengan seringai yang sangat sulit untuk diartikan.

"Kalian tahu kesalahan kalian?" tanya Konan.

"Kami tau Bu" jawab mereka kompak.

"Jadi hukuman apa yang harus Ibu berikan pada kalian?" tanya Konan sambil menaikkan salah satu alisnya.

"Terserah Ibu saja, asal hukuman itu tidak menghilangkan nyawa saya." jawab Naruto.

"Nyawa 'kami'" ralat Sasuke sehingga membuat Naruto mendelik kesal padanya.

"Baiklah…" Konan mengangguk "Silahkan kalian bersihkan seluruh toilet sekolah ini sampai bersih!"

"Ta-tap Bu…."

"Tidak ada tapi-tapian! Cepat bersihkan sebelum pukul empat sore!" bentak Konan.

"Baik." Sasuke berjalan dengan santainya meninggalkan meja Konan diikuti oleh Naruto.

Bersih-bersih toilet sekolah adalah hal yang sangat melelahkan! Sasuke dan Naruto berbagi tugas. Ada yang menyapu dan ada yang mengepel, mereka melakukannya dengan kecepatan penuh karena masih ada delapan toilet lagi yang harus mereka bersihkan.

Seekor kecoa terbang ke arah Naruto dan membuat gadis pirang ini memekik ketakutan sambil mengayunkan sapunya untuk memukul kecoa tersebut. Tapi sayang atau malah 'beruntungnya' sapu itu menghantam kepala sang Uchiha dengan tidak begitu elitnya. Hal ini membuat Naruto melupakan Kecoa dan malah tertawa lebar membuat sang Uchiha memberikan deathglare terbaiknya.

"Maaf Teme gue nggak sengaja." Naruto masih tertawa lebar.

"Hey Dobe! Di belakang lo ada tikus curut!" teriak Sasuke dengan wajah terkejut.

"Eh? Mana-mana? Sasuke! Hwaaa!" Naruto memeluk Sasuke secara refleks.

"Hahahahaha! Dasar bodoh!" Sasuke tertawa puas karena telah berhasil mengerjai Naruto "Sekarang kita impas!" Sasuke melepaskan pelukan Naruto. Kejadian tadi membuat Naruto menggembungkan kedua pipinya.

Setelah semua toilet bersih mereka beristirahat di bawah pohon cemara. Naruto sibuk mengipas-ngipas tubuhnya dengan sebuah kipas berbentuk anak ayam berwarna kuning. "Uh! Panasnya!" keluh Naruto sambil terus berkipas.

Sasuke manatap langit biru tanpa awan sedikit pun. Nartuo ikut-ikutan menatap langit. "Lo suka mandangin langit ya?" tanya Naruto

"Hn"

"Iya atau tidak?" tanya Naruto.

"Menurut lo?" Sasuke balik bertanya.

"Iya." Jawab Naruto.

"Kalau lo udah tau ngapain nanya lagi? Dasar bodoh!"

"Gue gak bodoh Sasuke!" bentak Naruto sambil mengembunggkan kedua pipinya "Lo nggak latihan basket?" tanya Naruto.

"Nggak"

"Kenapa?"

"Bukan urusan lo." Jawab Sasuke dingin.

"Gue kan cuma nanya Teme! nggak perlu sedingin itu!" seru Naruto kesal. Tiba-tiba dia teringat akan janjinya pada Sakura untuk tidak mengajak Sasuke bicara. Yah, tampaknya dia telah melanggar janjinya itu. Entah mengapa Naruto merasa nyaman saat bebicara pada Sasuke. Hanya Sasuke, satu-satunya cowok di sekolah ini yang bisa membuat Naruto nyaman walaupun selalu bertengkar. "Langitnya indah banget." gumam Naruto sambil menatap langit..

"Hn" sahut Sasuke "Tapi mata lo lebih indah."

~BERSAMBUNG~


~OMAKE~

Sakura berjalan dengan perasaan yang campur aduk. Rasa sedih, kesal, marah, kecewa dan cemburu bercampur jadi satu. Dia tidak sanggup menahan semua perasaan yang berkecamuk dalam hatinya sehingga dia menangis. Sakura tahu benar kalau cintanya tidak akan terbalaskan, dia tahu benar kalau Sasuke sangat mencintai Naruto. Sakuta tak ingin membuat Sasuke dan Naruto tersakiti karena perasaannya, jadi dia memutuskan untuk mengabaikan janji Naruto karena menurutnya Naruto juga mempunyai perasaan yang sama pada Sasuke. Sakura pasrah terhadap takdir.

Sakura menghapus air matanya dan memutuskan untuk pergi ke Kafe Chiery. Sesampainya, Sakura langsung mencari tempat duduk dan segera memesan ice cream vanilla dengan taburan coklat yang dicacah kecil-kecil di atasnya.

"Maaf, bolehkah gue duduk di sini?" tanya seorang cowok.

Sakura melihat lawan bicaranya dan matanya melebar karena terkejut luar biasa sampai-sampai sendok ice creamnya jatuh ke meja.

"Ah!" cowok itu merasa bersalah "Maaf, gue cuma mau duduk di sini karena kafe ini sudah nggak ada tempat duduk yang kosong lagi," kata cowok itu sambil melihat ke sekeliling ruang kafe "Itu pun kalo lo gak keberatan." Tanyanya penuh harap.

Sakura masih tampak terkejut! Saat melihat penampilan cowok putih berambut merah dengan jaket hitam yang sedang memegang segelas ice cream capucinno. Cowok ini mengingatkan dia akan seseorang yang begitu sangat dia kenal.

~Yuuchan no Haru999~


Ryu: gue kapan munculnya nih? Woi! Author bego!

Yuu: belum saatnya Ry, bersabarlah :D

Ryu: gue gak bisa sabar! Udah 4 chapter tapi gue belum muncul juga! Lo niat gak sih?

Yuu: gue niat kok! Beneran! Tp belum saatnya XD #kabur


WAKTUNYA BALES REVIEW!

Aoi no Kaze:

Sasuke: gue gak sudi nyerahin si dobe kelo! *ngejitak Kaze*

Yuu : Sasu-nii jangan gitu donk! Kaze 'kan dah mau baca fic Yuu! Maafin Sasu-nii ya Kaze *bungkuk"* jangan lupa review yach!

Sasuke: Ck! Dasar!

BlackAquamarine:

Telat asal tetep baca n review fic Yuu gak papa kok. Thx dah review nee! Jangan lupa review lagi yach!

Mechakucha no aoi neko:

nih! Yuu dah update kog! Maaf lama updatenya. Thx dah review n jangan lupa review lagi yach!

Hajime nanako hatake:

Thx dah baca n review fic Yuu! Jangan lupa review lagi yach!1

Naru3:

Hwwaaa… maafin Yuu ya *bungkuk-bungkuk* alurnya emang kecepetan. Nih Yuu dah update n thx dah review! Jangan lupa review lagi yach!

Zee rasetsu:

thx dah review! Dan jangan lupa review lagi yach!

Neko-chan:

Thx dah review! N tetap baca fic Yuu ya! N jangan lupa review lagi!

Wokeh! Balas review dah selesai! Sekarang Yuu minta kewajiban minna-san untuk mereview dan memberikan concrit untuk fic abal bin kacau ini! Mohon direview ya! #treak pake toa!