Title: The Better Person
Hati-hati typo menghantui!. Cerita ngarang! Asli dari benak saye. Boys love. warning yaoi!
Saya sangat buruk dalam hal EYD jadi mohon maap dengan segala kebesaran hati dan ampela(?) para readers untuk memahami kekurangan epep ini. mumumumu *plak
Don't be silent readers!Don't like don't read! do not plagiat! Do not copy paste!
Sekali lagi terima kasih reviewnya . dan terima kasih tidak menjadi silent readers :* .kamsahamnida
Mampir juga ya ke FF author yang baru judulnya 'question'. Bagi yang meminta sequel, author udah mencoba untuk mengetiknya. Dan seperrtinya tidak oneshot. Hehe gomawo yang udah review ff itu :D . walaupun oneshot tapi reviewnya cukup bagus. Author sayang kaliaaan mumuu:*
.
.
.
Happy reading
.
.
CHAPTER SEBELUMNYA
"dasar naga bodoh! Kenapa dia tidak juga muncul! Kalau aku tau jalan pulang, aku pasti sudah pulang tanpa harus pulang bersamanya!huh" gerutu pemuda manis bermata panda ini sedari tadi.
"Tao? Kenapa belum pulang?menunggu seseorang?" sebuah suara mengusik kegiatannya merapalkan segala macam gerutuannya pada sosok yang sedang ditunggunya.
"eh.. lay hyung? Iya, aku menunggu naga gila". Jawabnya sekenanya sambil mempoutkan bibir peachnya .
"hahaha.. kau ini kenapa sama sekali tak takut padanya?" lay terkekeh melihat tingkah lucu hobae barunya ini.
"untuk apa takut hyung? dia seperti bayi naga. Hahaha"
"siapa yang bayi naga?!" sebuah bentakan menginterupsi mereka berdua. Keduanya terkejut saat melihat siapa yang sudah memasang wajah membunuh dibelakang mereka.
.
.
CHAP 4
"eh Kris ge, hehe". Tao terlihat sedikit gugup dengan menggaruk tengkuknya dan memberi cengiran bodohnya.
Kris bisa saja memberi pelajaran pada namja manis ini,jika saja dia tak ingat bahwa dihari pertama namja ini datang, dia sudah dikejutkan dengan pertunjukan wushunya dihalaman belakang.
"kauu! Dasar panda bodoh! Kau pulang sendiri!" Kris mendelik tajam mencoba memberikan aura membunuhnya namun sesaat kemudia namja ini mendongak dengan wajah innocentnya dan menatap Kris dengan wajah 'oh ayolaaah...' kemudian membuka mulutnya mencoba mendapatkan simpati Kris.
"Kris ge..aku bahkan tidak tau jalan pulang,". Tao mengerjapkan matanya kemudian mempoutkan bibirnya tak sadar bahwa Kris kini tengah memerangi nafsunya. 'tak apa Kris tak apa. Dia memang manis, itu sudah wajar kau terpesona. Bukan berarti kau suka. Dia panda rabies ingat?'. bermacam sugesti Kris tujukan pada dirinya sendiri.
"siapa dia Kris?" namja tampan dengan surai hitam disampingnya mencoba masuk dalam pertengkaran mesra mereka.
"Suho-ssi?." Yixing membulatkan matanya yang sayu melihat siapa yang sekarang berada dihadapanya. Suho memutar bola matanya bosan saat melihat sang 'kekasih' berada diantar mereka.
Tao berhenti kesal saat mendengar hyung barunya ini menyebutkan seseorang disamping Kris dengan sebutan Suho, yang berarti, itu orang yang dijodohkan dengan Yixing mengingat perbincangan panjang lebar tentang exo prince dengan Luhan tadi."ini orang yang dijodohkan denganmu hyung?" akhirnya Tao mencoba mencari jawaban.
"hah? siapa yang dijodohkan?" kini berganti Kris yang kebingungan dengan pernyataan Tao setelah sebelumnya memandang wajah menggemaskan Tao tanpa bernafas.
'astaga. Tao.' Rutuk Yixing dalam hati saat dengan suksesnya Tao melontarkan informasi yang akan dengan cepat mengudara walaupun notabene Kris adalah teman berenam memang suka saling menghancurkan repotasi masing-masing. Karena mereka berenam adalah geng penjahat, ingat?.
"yah baiklah. Kurasa mungkin kau akan tau dengan cepat atau sebenarnya kau sudah tau dari ayahmu hanya saja kau tak mendegarkan Wu. Dia" Suho menunjuk Yixing tanpa menatapnya kemudian melanjutkan perkataannya. "dan aku . dijodohkan. Puas? Ini benar-benar bodoh".
"hah?hmmmpphhff.. Well. .congratulation Mr. and 'Mrs'.Kim" ucap Kris sambil menahan tawanya. Dia benar-benar menganggap ini lucu karna Suho dan dia masih SMA tapi sudah dalam keadaan terikat dengan seseorang.
"sialan! Dan kau Yixing-ssi untuk apa kau tetap disini?cepat masuk mobil. Aku tak ingin dapat ucapan tak enak dari tuan Zhang" setelah itu Suho dan Yixing beranjak pergi meninggalkan Kris dan Tao yang masih setia berdiri diposisinya sejak tadi.
"oke. Kurasa aku sudah tidak ada urusan disini" Kris mengucapkannya dengan sedikit nada mengejek kemudian berjalan menjauhi Tao.
"yaak! Wu! Aku benar-benar tak tau jalan pulang!" Tao meneriaki Kris yang hanya melambaikan tangannya tenang. Kemudian memasuki mobil sport hitamnya dan melaju pergi. "aahkhh! Sial!" Tao menggerutu melihat kepergian mobil Kris.
Yixing melihat kemalangan Tao dari dalam mobilnya yang masih berada diparkiran . kemudian bergumam "apa Tao bisa pulang ya?".
Suho sedikit banyak mendengar gumaman Yixing. "apa yang kau bicarakan?". Suho bertanya sambil menghidupkan mesin ferrari merahnya.
"ah tidak Suho-ssi. Apa kita akan langsung ke kantor appa?" Yixing mencoba mengalihkan pembicaraan pada Suho agar suasana mereka tidak terlalu canggung.
Suho yang mendengarnya hanya mendecih tak suka. "cih! Jadi maumu kita makan lebih dulu seperti sepasang kekasih seperti itu? Kau terlalu berharap Zhang.!" Setelah perkataan pedas yang Suho lontarkan dan diikuti mobilnya yang melaju kencang. Tidak ada lagi perbincangan diantara mereka. Yixing hanya bisa menghela nafas dan membuang muka kearah jendela.
Kuharap suatu saat kau akan mengingatku dan kita akan seperti dulu.-Yixing-
Ada sedikit rasa bersalah dihati Suho. Dia berfikir ini hanya karna sikap Yixing yang menerima segala perbuatan Suho mangkanya Suho merasa bersalah, tapi selain itu dia yakin seperti ada rasa tidak suka saat melihat raut sedihnya. Dia terus saja mengganggu cara kerja otaknya dengan menggali memori yang mungkin saja terdapat Yixing disana. 'aku rasa aku seperi pernah mengenalnya' batin Suho mengulang pernyataan itu beberapa kali hingga sampai kantor ayah Yixingpun mereka tetap tak melakukan perbincangan apapun.
.
.
.
Tao berjalan keluar menuju halte dekat sekolahnya. Sebenarnya jika dilihat halte ini tak banyak yang menunggu disana, mengingat sebagian besar dari mereka adalah anak orang kaya yang membawa kendaraan. Dia tak tau harus menaiki bis yang mana , dia bingung bagaimana caranya pulang. Dia juga merasakan perutnya bergejolak minta diisi. Sesaat itu juga Tao melihat ada kedai ice cream diujung perempatan.
"yeeaayhh! Aku beruntung. Asiikk!" Tao berteriak kegirangan, tak sadar dibalik pohon tak jauh darinya. Ada yang menatap Tao kemudian tersenyum kecil.
"baiklah.. aku sudah kenyaaang. aku harus pulang. kurasa naik taxi tidaklah buruk" Tao berucap sembari membersihkan remah waffle diujung bibirnya. Tao sudah menghabiskan 2 cup ice cream strawberry ditambah waffle dan beberapa croissant, setidaknya dia sudah berada ditempat ini satu jam. Dia beruntung dapat mengingat dengan jelas alamat rumah Kris, jadi dia tak akan kesulitan memberitahu alamat pada supir taxi.
Sudah sekitar setengah jam taxi ini melaju, ada beberapa perbincangan kecil dengan supir taxi yang dinaiki Tao sekarang. "ini kita sudah memasuki kawasan Gangnam. dan perumahan yang tuan maksud ada di belokan pertama itu" ujar supir taxi itu pada Tao, dia benar-benar ramah pikir Tao.
"aah..ndee,kuarasa aku sudah bisa mengingat jalan sampai disini" Tao membalas ucapan sang supir taxi dengan ramah. Dia memandangi pemandangan diluar, ada banyak pertokoan besar diluar sana, sangat ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang.
Kemudian mata Tao berhenti pada papan reklame besar dengan gambar tas gucci keluaran terbaru yang tentunya limited edition 'astaga! Aku lupa!'. "ahjussi, kurasa turun disini saja. Aku ingin berbelanja".
"baiklah, nanti kau tinggal berjalan dua blok dan belok diperempatan sana, nah disanalah perumahan yang kau maksud."
"aah... kamsahanmida ahjussi.. ini uangnya, simpan saja kembaliannya"
"terima kasih, hati-hati dijalan .". Tao menutup pintu taxi kemudian membungkuk kecil pada supir yang menurutnya sangat baik itu. Dia berlari kecil menuju toko tas, dia benar-bena sudah melupakan fakta bahwa dia sedang kesal dengan Kris sekarang.
KRIS SIDE
"aaakhh! Ini sudah jam 8 dan mana panda itu!" dia melemparkan buku yang tidak bersalah pada sudut kamarnya. "kenapa aku harus khawatir? Biar saja dia hilang!" dia kembali membuat monolog.
Dia sudah mondar-mandir diruang keluarga ini, berfikir untuk mengambil kunci motor dan mencarinya, tapi beberapa kali dia menggagalkan fikiranya. Dia terlalu gengsi untuk melakukan itu. Dia mengambil kuncinya kemudian menaruhnya lagi, mengambilnya lagi dan menaruhnya lagi.
'bagaimana jika dia diculik?! Ah siapa yang mau menculiknya'. Beberapa macam sugesti dalam otaknya untuk segera mencari Tao, tapi dia benar-benar keras kepala dan terlalu memasang tinggi gengsinya. "baiklah akan kutelfon panda itu!"
"yeoboseyo. nuguseyo?" seseorang diseberang sana menjawab dengan ramah. Kemudian bertanya mengingat mereka belum secara resmi bertukaran nomor telfon. Kris mendapatkan nomor itu dari kepala pelayannya.
"yaak! Kau dimana! Cepat pulang! Kau ini sudah numpang disini! Tak tau sopan santun!" Kris membentak seseorang disana.
"yak! Ge! Inikan juga salahmu! ...
yaaakk! Kyaaaa!" Tao berteriak kencang dan itu sukses membuat Kris seperti terkena serangan jantung.
"yaa! Yaa! Ada apa? Kau dimana!" klik. Tao memutus sambungan telpon secara sepihak setelah sebelumnya berteriak kencang.
Kris merasa ada yang aneh, dia benar-benar meraskan jantungnya bekerja dua kali lipat. Dia benar-benar khawatir pada seseorang yang sebelumnya sangat ditentang keberadaanya. Kemudian tanpa fikir panjang Kris menyambar jaketnya kemudian mengambil kasar kunci mobilnya.
TAO SIDE
"yak! Ge! Inikan juga salahmu! ...
yaaakk! Kyaaaa!" Tao berteriak kencang saat melihat sesuatu didepannya ini.
"yaa! Yaa! Ada apa? Kau dimana!" klik. Tao memutus sambungan telpon secara sepihak dia merasa akan membuang waktu jika tetap bertelepon dengan naga gila itu.
Sedetik kemudian Tao berlari kencang kearah yang membuatnya berteriak cukup keras. Dia melihat ada boneka panda yang sedang memakan pucuk bambu, itu sangat lucu dan Tao sangat suka panda, mengingat banyaknya koleksi panda yang tak bisa ia bawa ke korea membuatnya berteriak senang dapat menambah koleksinya dikamarnya sekarang. Memang sangat berlebihan untuk ukuran namja, tapi mau bagaimana lagi. Dia sudah puas berbelanja dengan banyaknya tas belanjaan yang ia bawa namun dia tak dapat menolak pesona boneka panda.
Setelah puas berbelanja, Tao berjalan menuju arah yang diberi tahu supir taxi tadi. Dia berjalan cukup susah dengan banyaknya barang belanjaan yang ia bawa. Apalagi dengan dering ponsel yang terus saja mengganggunya. Dia tau itu adalah sang naga gila, dia memang sengaja tak mengangkatnya. Tao sedang marah padanya,ingat?. Setelah cukup lama mengganggu pendengarannya, Tao menurunkan tas belanjaannya dan mengangkat ponselnya.
"wae?" jawab Tao malas.
"yaaa! Kau dimana?" suara Kris diseberang sana terdengar sangat khawatir, dan salahkan Tao yang tak peka. Dia mengira Kris sedang membentaknya.
"tak usah membentak! Aku ada di dekat perempatan rumah"
"tunggu disana!" klik. Kris memutuskan sambungan teleponnya.
"ciih!suka seenaknya saja dia!".
Belum lama Kris menelepon sekarang dia sudah berada didepan Tao dengan mobil sportnya. "yaa! Apa yang kau lakukan? Dan apa ini!?". Kris menunjuk beberapa tas belanjaan Tao.
"ini? yah barang belanjaan lah! Aku sedang berbelanja tadi. Dan kesini menggunakan taxi! Mengingat kau meninggalkanku!" Tao mendengus sebal dan mengerucutkan bibirnya lucu.
"ya! Terserah! Dan kenapa kau tadi berteriak ditelpon?" tanya Kris, dia tak ingin mengucapkan kata maaf, dia sangat keras kepala untuk mengucapkan itu.
"aahh.. itu? Tadi aku melihat ada boneka panda dan aku berteriak karna senang" jawab Tao dengan mengangkat salah satu tas yang berisi boneka pandanya.
Kepala Kris kini sudah seperti kuali mendidih, bisa-bisanya dia berteriak dan membuatnya jantungan setengah mati hanya karna sebuah boneka?!.
"kaaau...! untuk apa berteriak? Kau membuatku jantungan!"
"kau menghawatirkanku?" tanya Tao polos, dia tak menyangkat makhluk seperti Kris dapat menghawatirkan seseorang juga.
Kris kini bingung harus menjawab apa. Dia hanya tak ingin terlihat bodoh didepan Tao.
"mimpi! tadi Appa yang jantungan mendegarmu! Dia menyuruhku mencarimu! Sudah sekarang naik!" elak Kris yang diikuti dengusan dari Tao, dia kira Kris sudah bisa menjadi manusia sekarang, namun sayang naga gila tetaplah naga gila.
.
.
.
"kubilang aku akan kesana sendiri!" bentak namja manis pada seseorang didepannya, dia sangat kesal saat dipaksa memasuki mobil seseorang yang paling dihindarinya selama bersekolah di Exo Screen.
"sudahlah! Kita kan ketempat yang sama, kau akan kerumahku untuk menjadi guru lesku kan? Jangan menolak. Kau akan bingung mencari rumahku baby.." 'what?! Apa itu? Panggilan menjijikan apa itu? Apa dia mengambilnya dari kamus neraka?!.' Kyungsoo tak hentinya memaki dan memberi nama buruk pada manusia dihadapannya ini.
"jangan memanggilku seperti itu!" bentak Kyungsoo diikuti dengan tatapan tajamnya dan sedikit mendorong tubuh seksi didepannya , namun salahkan mata Kyungsoo yang menurut namja dengan name tag Kim Jongin ini menggemaskan. Kai bahkan menahan nafas karna melihat pemandangan indah dihadapannya .
"kau terlalu keras baby.." ucap Jongin kemudian menarik tangan lembut Kyungsoo kedalam mobilnya.
"yyaaak! Yaaak! Lepaskan!" Kyungsoo mencoba melepaskan tangannya dari manusia mesum itu, namun tenaganya hanya mampu membuat Kai semakin mengeratkan pegangannya.
Jadilah dia sekarang didalam mobil dengan Kai manusia mesum. Sepanjang perjalanan hanya ada Kai yang tak hentinya bertanya dan sebentar-sebentar menoleh kearah Kyungsoo.
"apa makanan kesukaan hyung? apa hyung ingin nonton?" Kai menoleh dan memberikan senyum mautnya.
"diamlah! Dan lihat jalanan didepanmu! Aku belum mau mati!". Bentak Kyungsoo yang sudah mulai lelah dengan sikap Kai.
"benar juga. Kita kan belum menikah, kita belum boleh mati"
"wwhaaat?! Kau gilaa" Kyungsoo menggelengkan kepalanya beberapa kali. Dia sudah benar-benar masuk dalam lubang buaya, buaya darat!. Kai yang mendengarnya hanya terkekeh dan kembali menatap serius jalanan didepannya.
.
.
"baiklah kita mulai. Sekarang kita belajar fisika" disinilah mereka, diruang keluarga kediaman Kim , atau tepatnya rumah dari kepala sekolahnya sekaligus tempat yang bagus untuk bunuh diri.
"aakhh.. kenapa langsung fisika? Ini kan hari pertama. Biasanya hyung perkenalkan diri dulu kemudian berbincang membahas kehidupan masing-masing." Kyungsoo memijat pelipisnya, dia merasa ingin membakar makhluk didepannya.
"aku tak ada waktu untuk bermain-main. Dan aku tak ingin mendapat gaji buta! Sekarang ayo belajar!"
"baiklaah, calon istriku.."
"yaaak! Kim Jongin!" Kyungsoo menjitak Kai cukup keras, dia benar-benar jijik dengan ucapan yang dilontarkan Kai barusan. Dia tak habis pikir dengan pacar-pacar Kai, bagaimana bisa mereka dengan gampangnya jatuh dipelukan namja ini? yahh walaupun dia cukup tampan sih.. 'whaaat! tampan!? Aku sepertinya harus menservis kembali otakku.'
Mereka sudah cukup lama belajar, bertengkar, menggoda , memaki dan memukul diruang ini. untung saja orang tua dan noona Kai sedang tak ada dirumah. Dia cukup frustasi jika terus seperti ini, dia fikir dia akan bertambah 10th lebih tua jika berhadapan dengan orang ini.
"kau tau, kau manis . kau makhluk termanis yang pernah kulihat"
BLUUSSHH
Apa ini, kenapa aku malu? Dia tentunya sudah banyak berkata seperti itu pada orang lain. Sadarkan dirimu Do Kyungsoo.
"kau bahkan lebih manis dengan semburat merah itu".
Mati kau Kyungsoo, kau bahkan terlihat seperti kepititng rebus sekarang.
PLETAAK
"jangan bicara omong kosong dan kerjakan soalmu!"
.
.
.
Saat berada tepat didepan sekolah ini akan ada gerbang yang sangat besar bertuliskan EXO SCREEN HIGH SCHOOL dengan warna emas yang membuat kesan mewah pada sekolah ini, beda saat masuk kedalam halaman depan sekolah mata kita akan dimanjakan dengan sebuah patung air mancur berbentuk dewi menjunjung guci yang mengeluarkan air, terlihat disamping kiri kanan taman indah menemani perjalanan anda menuju tempat parkir atau langsung masuk menuju koridor sekolah bagi yang tidak membawa kendaraan.
Ada yang berbeda dari sekolah biasanya, dimana tempat ini terdiri dari kantin mewah, beberapa cafe yang cozy,lapangan olahraga yang lengkap ada yang indoor dan juga outdoor ,tentu saja sekolah ini sangat mahal. Tapi untuk beberapa siswa yang berprestasi dan tidak kaya. Sekolah memberi kebijakan dengan menggratiskan semuanya, mulai dari uang sekolah, buku, makan siang di kantin dan seragam.
Satu hal lagi yang sangat-sangat membedakan sekolah ini dengan sekolah lainnya. Ruangan yang bertempat didekat taman tengah sekolah dan tempatnya menjauhi ruang guru juga kelas-kelas lainnya, kita sebut saja ruangan ini dengan "Exo's Private room" tempat nyaman dengan sebuah billyard ditengah ruangan dan lemari es minuman dipojok ruang dan jangan lupa dengan beberapa sofa yang nyaman juga beberapa fasilitas mewah lainnya seperti tv , game dan sound system, tapi jangan khawatir terdengar dari luar karena ruangan ini kedap suara. Tempat ini adalah tempat khusus dan mutlak dimiliki 6 namja penguasa sekolah, masih ingat dengan Prince of Exo kan? . disinilah mereka biasa berada, saat jam istirahat ataupun sekedar menghindar dari guru yang membosankan dan melarikan diri dari hukuman.
"waah... kufikir sebentar lagi mulutmu akan robek , jika tetap tersenyum seperti itu. Apa yang membuatmu seperti joker itu?" Chen melontarkan pertanyaan yang membuatnya sudah ingin mengisolasi mulut Chanyeoll karna terlalu banyak tersenyum.
Chanyeoll tersenyum mendengar pertanyaan yyang dilontarkan sahabatnya, kemudian berjalan mendekati Kai dan meletakkan PSP yang sedari tadi asyik dimainkan jari panjangnya. "karna aku menemukan hal menarik bodoh!, mengerjai orang tidak pernah semenarik ini kau tau"
"ah.. kucing yang hampir kita tabrak itu?kau menyuKainya?!" kali ini suara sang naga penguasa Wu Yifan yang nampaknya mengganggu pendengaran Chanyeoll.
Chanyeoll membulatkan matanya sempurna mendengar pernyataan Kris. "bodoh! Dia itu namja! Mana mungkin aku suka" elaknya dengan membuang wajah kelain arah. kris hanya memutar bola matanya malas.
"jadi siapa dia?!" Chen memberontak meminta jawaban.
"kalian itu berisik! Chanyeoll hyung sedang menikmati mainnan barunya, kau tau si baeki itu, maksudku Byun Baekhyun anak yang baru pindah itu. Sedang menderita karena berurusan dengannya" penguasa dengan kulit paling gelap diantar mereka membuka suaranya.
sehun yang sedang menutup matanya walaupun tak tertidur mendengar penuturan kai, dia merasa familiar pada nama itu. namun kemudian dia tak peduli dan kembali menyamankan posisi tidurnya.
Chen nampak melirik Kai dan Chanyeoll bergantian menampakkan tampang 'ah benarkah itu?' kemudian membalik posisinya menghadap Chanyeoll.
"ah jadi kau menemukan mainan barumu Chanyeoll? Tumben kau sangat menikmati hal ini?." Jongdae yang membuka pertanyaan bagi si kuping peri Chanyeoll, karena menurutnya walau dia suka mengerjai siswa seperti halnya dia dan Jongin tapi Chanyeoll tidak pernah seantusias ini. Chanyeoll tidak menjawabnya melainkan memberikan cengiran bodohnya.
Sedangkan si suara mas Chen hanya memutar kedua bola matanya malas kemudian beralih menengok Kris dan membuka mulutnya "ah ya.. dan kau hyung, kau bisa jelaskan tentang seseorang yang disebutkan Suho hyung itu?"
"ah.. mm itu, bukan urusan kalian!" katanya gelagapan namun berusaha tetap dingin dan angkuh.
"!lihat Sikap anehmu hyung,kau seperti naga kehilangan arah!" Chen yang kesal mengumpati Hyungnya, namun Kris memilih diam dan hanyut dalam lagu di earphonenya.
"cih..Kris hyung kau memang aneh! oh ya, bagaiman perjodohannya hyung? Kau akan menikah kapan?kudengar kau bahkan akan bertunangan dengan dia sebentar lagi hyung,hahaha" Satu kalimat ejekan lagi namun kini beralih ke objek yang sedang asyik membaca buku, entah apa itu.
Suho menatap tajam si sumber suara dan siap-siap melemparkan buku ditangan."brengsek kau kkamjong!"
Namun kemudian mengurungkan niatnya melempar buku dan membuka suarannya dengan tampang kesal. "kufikir Appaku memang sudah tidak waras, apa maunya dengan menjodohkanku dengan Yixing itu? Cih..! sangat tidak berkelas!" ejeknya dengan wajah meremehkan luar biasa.
"ck ck ck.. hyung apa yang kau maksud dengan tidak berkelas? Appamu menjodohkanmu dengannya karena si Yixing itu pewaris sah SM corp. Kau tau kalau kau bersamanya dan perusahaan kalian bergabung. Mungkin kalian bisa membeli seoul atau mungkin " Chanyeoll menyela pernyataan Suho yang dianggapnya tidak relevan dengan kenyataan.
"ya..ya.. terserah. Ayo ke kantin, apa tidak ada yang lapar?" ajaknya berusaha mengalihkan topik yang menurutnya tidak menarik .
"aku hyung!. aku sudah lama tidak 'bermain' di kantin." jawab Chen dengan senyumnya yang, yaah.. bisa dibilang menakutkan dan penuh arti.
"cih!..kau menghabiskan waktumu mengerjai mereka semua yang bodoh" cibir si mulut tajam Wu Yifan dengan tetap memejamkan matanya seolah sedang menikmati kedamaian abadi.
"diamlah Hyung! Ini hobiku!" balasnya tak mau kalah sembari berdiri dari sarangnya mendekati pintu dan sudah siap meninggalkan tempat ini.
"kurasa aku ingin menyusul Sehun(tidur)" Chanyeoll menjawab kemudian pergi kesudut ruangan menuju sofa panjang dekat dengan kulkas minuman.
"baiklah, tidak ada yang ikut lagi?" tanya Suho yang dianggapi gelengan kecil Kai yang mulai membenarkan posisinya untuk tidur. Dan Kris yang memejamkan matanya menikmati lagu di earphonenya.
"aku hyung. kurasa aku lapar." Kai bangkit dari posisinya kemudian mendekati Suho yang sudah berjalan ke arah pintu. Kemudian diikuti Sehun yang tiba-tiba bangun dan mendekati pintu tanpa menjawab apapun. Yaah setidaknya jika Suho orang lain. Mungkin dia tidak akan tau kalau Sehun ingin ikut ke kantin. Hanya saja Suho mengenal cukup baik dongsaeng satu ini, dia hanya akan cukup melakukan pergerakan kecil atau sahutan kecil untuk menyetui dan menjawab sesuatu.
.
.
.
"baiklah, kurasa Xiumin sudah menyuKai perpustakaan sekarang" namja manis berdimple ini bersuara kemudian menyeruput kembali orange juicenya.
Lelaki disampingnya mengernyit mendengar ucapan temannya kemudian membuka mulutnya yang sudah agak penuh dengan bekal siangnya. "apa sebelumnya dia tidak suka ke perpus?".
"yah.. dia memang menyukai buku, tapi tidak kusangka dia akan menjadi relawan untuk menjaga perpus selama istirahat pertama dan sepulang sekolah" jawab Yixing dengan mengedikkan bahunya.
Kemudian Luhan kembali menyantap makannanya yang tinggal suapan terakhir. "kau sudah mengerjakan peer sejarah, Yixing-ah?" lelaki berwajah cantik ini bertanya tanpa menoleh sdikitpun pada Yixing.
"astaga!" Yixing menepuk jidatnya kemudian melanjutkan ucapannya. "aku lupa. Bagaimana ini?
"hah? bagaimana kau bisa lupa? Ah! satu hal lagi yang baru aku ketahui darimu. Kau pelupa Yixing. Aku baru saja mengenalmu dan aku sudah menemukanmu melupakan sesuatu setidaknya beberapa kali dalam sehari" Luhan memijit kedua pelipisnya kini .
Yixing hanya mendengarkan temannya ini dengan seksama kemudian menyengir kecil, tidak ada niatan untuk membantah karna pada kenyataannya. Dia memang pelupa. Jangan salahkan beberapa pengingat di hape Yixing yang sering berbunyi walaupun sedang dalam pelajaran, dia hanya tidak ingin selalu melupakan sesuatu.
"waaaaaa! Liaat! Mereka disini"
"aigooo! Tampannyaaaaa" Yixing dan Luhan menoleh kearah semua penjuru kantin yang kini memusatkan perhatiannya pada 4 namja yang baru masuk ini. Yixing sedikit tersentak mendapati Suho dengan gayanya yang santai memasuki kantin tanpa menghiraukan suara-suara aneh dari para siswa. kemudian kai yang berbelok menuju antrian makanan.
Kecuali dia. Otakku sangat baik dalam menyimpan memori tentangnya. semuanya, dari awal dia memberitahukan namanya, dari awal dia tersenyum padaku. Dari awal dia menjanjikan sesuatu. Sampai pada hari dimana dia melupakan semuanya. aku dan memori ini. –Yixing-
"omo! Lihat xing-ah. Kekasihmu datang! Dan oh! Apa itu? Si karang es juga disini?" Luhan memekik dengan nada yang hanya bisa didengar Yixing,
"yak! Jangan keras-keras! Nanti semua orang mendengarmu" Yixing membekap mulut Luhan.
"apa? Kan memang benar kau kekasihnya? Kau kan dijodohkan dengannya" Luhan menuturkan perkataannya dengan polos dan sialnya suarnya kali ini tak hanya didengar yixing.
BRAAAKK
"hah! apa yang kau bicarakan?! Kau?! dijodohkan dengan uri Suho?!" teriak seorang yeoja yang sudah berada didepan meja Luhan dan Yixing dan tak lupa dia menggebrak keras meja tak bersalah itu.
"ah tidak, kau salah dengar" Yixing mencoba berbohong, dia benar-benar tak ingin hari ini jadi bulan-bulanan yeoja ganas penggemar Suho.
"bohong! kau benar dijodohkan dengannya!? Sangat tidak pantas namja genit sepertimu! Dengan Suhoku!"
Yixing yang mendengarnya hanya meringis kecil, tidak ingin membuat perkara lebih jauh. Tapi salahkan sikap brutal Luhan sekarang, dia benar-benar tak terima temannya diperlakukan seperti ini.
"yyaaak! Dasar yeoja gila! Memang benar dia kekasih Suho ! mau apa kau?!". Yixing merutuki sikap temannya, benar dia memang bangga mempunyai teman yang membelanya, hanya saja tak usah menambah daftar keributan hari ini. dia sudah cukup pusing hari ini.
"kau! berani eoh?! Dasaar..." tangannya sudah mengancang-ancang untuk menumpahkan jus yang saat ini sudah diangkatnya keatas menuju kepala indah Luhan sebelum sebuah tangan menahan pergerakannya.
"se..Sehun-ssi.." suaranya tergagap saat melihat sang empunya tangan adalah namja dingin penguasa sekolah. Sehun segera melepaskan pegangannya dengan kasar tanpa berkata sepatah katapun. Hampir sama dengan kondisi kantin saat ini, tempat yang biasanya ramai inipun mendadak kehilangan suaranya. Semua mata kini tertuju pada meja Yixing dan Luhan.
"jangan coba-coba mengambil posisiku untuk berbuat onar yeoja gila!" Chen membentak yeoja yang kini sudah beringsut takut.
"tap..tapi.. oppa, dia membuat kebohongan dengan mengatakan bahwa dia kekasihmu." Yeoja ini tetap tak memperdulikan ucapan pedas Chen dan lebih memilih menatap Suho dengan tampang memelas. Seluruh kantin langsung riuh saat mendengar tuturan kata yeoja ini.
"jika itu benar, apa maumu?!" suasana kantin kembali hening, ada yang menutup mulutnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.
Yixing saat ini sudah sangat ingin merayakan pesta merah meriah saat mendengar Suho dengan lantangnya membela dan membenarkan hubungannya.
"op—pa..oppa" yeoja dengan name tag hye mi itu sudah hampir meneteskan air mata saat dia baru saja tahu bahwa pujaannya menjadi milik orang lain.
"pergi sana yeoja gila!" bentak Chen yang diikuti kaburnya yeoja tadi dengan isakan tertahan.
Luhan sudah sangat terlihat bodoh saat ini, dia tak hentinya membuka mulutnya mulai dari kejadian Sehun datang sampai saat ini. untung saja tidak ada lalat yang hendak bunuh diri dengan masuk mulutnya (?).
"go—gomawo " Yixing membungkukkan badannya kearah tiga namja ini. Chen hanya membalas dengan cengirannya, sedangkan Suho dan Sehun hanya berwajah datar.
"tak usah ge-er! Cepat atau lambat semua orang pasti akan tau berita bodoh ini" hilang sudah harapan Yixing, senyuman indahnya kini luntur seketika. Memang dia nampaknya terlalu memasang tinggi harapannya dengan berharap bahwa Suho sudah bersikap lembut sekarang. Namun dia sedikit bersyukur. Setidaknya tadi dia menolongku, begitu kata hati Yixing.
"kk—kau?!" Luhan sepertinya tidak perlu tersentak sebegitunya, menurut Yixing itu berlebihan. Jelas saja Sehun ada disini, dia kan teman Suho. Namun nampaknya Luhan bertingkah sedikit lebay sekarang. Dia masih saja menunjuk Sehun dengan mulut menganga,
'astaga dia menolongku' batin Luhan berteriak antara tidak percaya dan senang. Entahlah, sepertinya otaknya sedang tak beres.
"cih! Berlebihan!" Sehun mencibir kemudian membalikkan mukanya tak ingin lebih lama melihat wajah Luhan yang konyol namun menurutnya sedikit imut. 'apa!?bodoh! imut dari mana?!" Sehun sedikit gelisah saat mendapati fikirannya menemukan kamus imut.
"huh!kasar sekali! Tapi.. te—terima kasih sudah menolong" Luhan kembali duduk setelah tadi sempat bertengkar dengan yeoja gila yang membuatnya berdiri.
Sehun hanya bisa diam tak membalas sepatah katapun
Bagaimana aku bisa lupa?dan mengharapkan dia membalas perkataanku?dia karang es. Ingat Luhan?sadar oke. –Luhan-
Suasana kantin kini mulai sedikit normal saat yeoja tadi pergi dan perbincangan antara Suho-Yixing-Sehun-Luhan dan tak lupa Chen yang sudah pergi mengganggu siswa di kantin.
"nanti tunggu aku diparkiran" Suho berucap singkat sesaat sebelum dia pergi menjauhi kantin, karna saat ini dia sudah tak nafsu makan. Mungkin dengan menyuruh siswa lain untuk membawakannnya makanan seperti yang sering dilakukan Chen dan Kai akan lebih menyenangkan pikirnya.
Sehun yang melihat hyungnya itu melenggang pergi langsung diikutinya walau sedikit terlambat karna masih mengatur kerja otaknya yang tiba-tiba menemukan kata-kata manis didalamnya.
"tunggu" Sehun yang sudah berjalan menjauhi kantin dan saat ini sudah berada dikoridor sekolah tiba-tiba ditahan oleh tangan mungil yang menyentuh lengannnya.
Awalnya dia berfikir, siapa yang berani-beraninya memegang dia dan menghentikan aktifitas berjalannya?. Apa seorang siswa yang mengidolakannya dan sudah tidak takut mati untuk mendekatinya?.
Sehun mengerjapkan matanya saat dilihat seorang namja manis dengan mata indah seperti rusa sedang memandangnya. "mm—maaf, ak—aku hanya ingin..."
Belum sempat Luhan menyelesaikan perkataannya, Sehun kembali membuka mulut dinginnya. "lepaskan, baru kau bicara" Sehun menunjuk tangan Luhan dengan dagunya.
' ah bodoh!' Luhan merutuki kerja tangannya yang dia nilai telah mencoreng harga dirinya.
"maaf. Tapi kau tak perlu bicara kasar seperti itu! Aku ini sunbaemu!"
"sebenarny apa maumu? Kau menghentikanku hanya untuk marah-marah?" Luhan fikir ini adalah kalimat terpanjang yang pernah dia dengar dari mulut Sehun. Yah walaupun sebelumnya dia tidak pernah berbicara lagi semenjak kejadian menanyakan arah itu.
"aku hanya ingin berterima kasih"
"sudah?" Sehun bertanya tetap dengan wajah datarnya.
Luhan hanya bisa mengepalkan tangannya lagi mendengar dia lagi-lagi direndahkan oleh hobae albino tak tau diri. "sudah. Terima kasih, kurahap kau tak usah membantuku lagi!" ucap Luhan dengan intonasi sedikit dinaikkan, dia merasa sudah cukup berurusan dengan karang es ini.
"Luhan-ssi". apa? Dia memanggil siapa? Luhan bertanya dengan tampang terkejut saat Sehun memanggil namanya tanpa ada nada merendahkan. Mungkinkah dia merasa bersalah? Mungkinkah dia akan bersikap baik? Atau mungkinkah dia menyukaiku? Whaaaaat! Kau gila Luhan! Mana mungkin. Oke jangan terlalu gila Luhan.
Luhan menggelengkan kepalanya beberapa kali tanpa menghiraukan tatapan heran dari Sehun.
"i—iya?." Luhan mendongakkan kepalanya mencoba mencari ucapan Sehun selanjutnya, dia sudah berharap akan mendapatkan surprise lagi. Dan benar saja Luhan, dia mendapatkan surprise itu.
"ada belek" dua kata itu. Cukup dua kata itu lalu Sehun berbalik dan menjauhi Luhan yang sudah siap menjatuhkan rahang bawahnya kelantai.
"yaaaaaak! Karang es sialaaaaaan!" entahlah, siapa saja yang sudah lewat koridor itu dan memaki Luhan dengan sebutan namja gila karna teriakannya, Luhan sudah tak perduli. Dia benar-benar ingin mengumpati seorang Oh Sehun.
Sedangkan Sehun hanya bisa terkekeh kecil kemudian tersenyum mendengar seberapa liar namja itu memakinya. Tunggu dulu, tadi kubilang Sehun tersenyum? Yap.
.
.
Chanyeoll sekarang sedang memandang keluar lewat jendela ruangan pribadi mereka bereenam, tak disangka sekarang dia sedang melihat kejadian langka yang bisa saja jika itu terjadi merupakan tanda dari akhir dunia.
"hyuung..hyung!" Chanyeoll menoleh kemudian memanggil hyungnya yang sedang duduk santai sambil meminum cola dinginya.
"wae?" balas Kris malas.
"aku melihat Sehun tersenyum hyung!" Chanyeoll mengatakannya dengan mimik tak percaya sambil menunjuk bibirnya.
"uuhukk..uhukk, tak mungkin!" Kris sedikit tersedak saat mendengar informasi mustahil dari temannya ini.
"coba lihat ini!" Chanyeoll menunjuk arah jendela, kemudian dengan rasa penasaran yang tinggi Kris mengikuti tangan Chanyeoll yang menunjuk kearah jendela.
"apa?! Mana?! Dia tetap memasang wajah datarnya!" Kris membentak teman disebelahnya saat dia lihat Sehun tetap berjalan santai dengan wajah datarnya.
"sungguh! Tadi kulihat!"
"itu hanya fatamorgana". Ucap Kris santai kemudian kembali berjalan menuju sofa nyamannya. Memang benar selama ini mereka tak ada yang pernah melihat Sehun tersenyum. Walau notabene mereka adalah sahabatnya. Memang tak ada yang melihatnya tersenyum lagi semenjak dia masuk SMA.
.
.
.
"kurasa kau tak akan bisa lagi mengelak tuan Kim?" seorang yeoja dengan umur yang tidak muda ini mulai menatap intens namja didepannya, yang ditatap hanya bisa menunduk walaupun dia samar-samar mengumpat tak jelas.
"berhenti menggumam Jongdae! Kau sudah keterlaluan!" yeoja dengan status guru ini mulai memasang ancang-ancang ingin memukul kepala siswanya. Hanya saja dia tahan, mengingat dia sudah memukulnya cukup keras tadi. Dia benar-benar tak ingin berakhir di meja hijau jika orang tuanya yang kaya tak terima atas perbuatannya pada anaknya ini.
Jongdae hanya bisa meringis melihat sosaengnimnya ini ingin memukulnya lagi.
"aku tak habis pikir. Aku sudah kehilangan ide untuk menghukummu" yeoja dengan name tag emas bertuliskan Jessica. Bagaimana bisa dia tak geram dengan tingkah salah satu muridnya yang paling nakal ini?. dia dengan sengaja membuat seorang yeoja jatuh dengan kaca matanya yang kemudian dia sembunyikan, lalu jangan lupakan dengan namja kurus yang tak beruntung karna buku-buku yang seharusnya dia kembalikan ke perpus malah berakhir mandi jus jeruk Chen?. Cukup jelas kronologinya karna guru itu melihatnya dari awal namun tak sempat mencegah kedua pertunjukan itu karna dia berada pada jarak yang membutuhkan waktu tidak sebentar untuk sampai dan menjadi hero tak kesiangan.
"sebagai hukumannya. Aku akan memanggil orang tuamu!" Chen tersentak saat mendengar bentakan gurunya kemudian mendecak kesal.
"percuma. Yang datang hanya akan sekretaris atau bahkan kepala pelayan!". Chen membuang muka saat mengucapkannya tak ingin gurunya melihat wajahnya membentuk sedikit garis sendu.
Dia sedikit menyesal membuat hukuman yang seperti itu, dia lupa bahwa Chen adalah anak dari orang kaya yang tentunya pasti akan sangat sibuk. Kemudian dia mempunyai ide yang bahkan lebih baik saat melihat buku basah dimeja samping.
"kufikir aku akan menghukummu dengan cara lain" ucap jessica yang diikuti seringai mengerikan dari bibir tipisnya.
.
.
Suasana disni tak pernah terlihat sepi dan tentu saja tak ramai pula. Ada begitu banyak buku dan tempat duduk dibagian sayap kiri ruangan ini. dibagian tengah ada banyak komputer yang disusun berhadapan . dan jangan lupa apa yang tersebar diseluruh bagian ruangan ini. buku. Yah tentu saja buku dan raknya, tempat ini kan perpustakaan. Tepatnya perpustakaan Exo Screen High School. Walaupun bel dengan tanda usainya belajar hari ini sudah berbunyi beberapa menit yang lalu. Suasana perpus masih tampak beraktifitas, tentu saja karna banyak siswa yang menggunakan beberapa menit setelah pulang sekolah untuk mengembalikan buku atau meminjam buku untuk tugas yang harus mereka kerjakan nanti atau sekedar meminjam novel.
Tak nampak namja dimeja penjaga perpus ini bosan atau lelah. Dia hanya hanyut dalam dunianya membaca buku, sampai-sampai tak menyadari dua manusia yang baru saja masuk ruangan.
"ekhem.. maaf minseok-ssi" seorang yeoja mengganggu konsentrasinya memainkan imajinasinya untuk membentuk suatu set film kecil diotaknya sesuai dengan apa yang dibacanya di novel. Kemudian dia menoleh dan melihat gurunya sedang menginterupsi kegiatannya. Dia sedikit tersentak saat dilihat siapa yang berada disamping guru killernya itu, dia mngatur nafasnya yang tiba-tiba tercekat ditenggorokan. Menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya kasar.
"aah.. nde sosaengnim. Ada yang bisa saya bantu? Sosaengnim mau pinjam buku?". Jawab Xiumin ramah tanpa menatap sedikitpun pada namja yang berwajah kusut disamping jessica. Dia bukannya tak sopan dan tak menyapanya, hanya saja saat pertama masuk lelaki itu sudah memasang wajah yang ditekuknya beberapa lipat. Itu mengurungkan niatnya untuk menjadi murid yang sopan, lagipula dia tak terlalu kenal padanya.
"bukan. Aku kesini hanya ingin memberimu dan perpustakaan ini pekerja tambahan".
Tentu saja Xiumin bingung dengan maksud gurunya, pekerja tambahan? Nampaknya sekolah tak perlu melakukan itu. Perpustakaan ini sudah cukup pekerja dan jessica juga tak membawa siapapun. Yaah.. kecuali Chen. 'Tunggu dulu! Jangan bilaaang...'.
"ini orangnyaa.. dia aku hukum untuk membantumu menjaga perpus ini selama sepanjang semester ini" . Xiumin merasa ada sebuah truk ice cream menimpanya, sakit tapi menyenangkan. Mungkin bertemu dengan Chen dapat membuatnya menghilangkan beberapa fikiran tentang kata rindu. Dia benar-benar sudah ingin bertemu dengan Chen sejak pertemuan waktu itu. Dia juga sudah rela memberikan waktu istirahatnya untuk menjadi penjaga perpus karna dia fikir mungkin saja ada kejadian seperti waktu itu.
Sedangkan Chen? Dia hanya mendengus sebal dan memalingkan wajah tampannya. Dia benar-benar tak dapat menolak hukuman ini. kalau dia menolak, orang tuanya yang sibuk benar-benar akan datang kesekolah karna gurunya ini akan dengan tega memberikan nilai buruk hingga dia tak naik kelas.
"nah jongdae! Mulai sekarang bantu Xiumin dan jaga perpus ini dengan benar! Jangan bikin onar lagi! Atau aku benar-benar akan menjadikan nyata mimpi burukmu!" suaranya lantang, tegas dan menakutkan. Beberapa siswa di perpuspun sudah bergidik ngeri dengan aura yang dipancarkan jessica ini.
"nah Xiumin.. tolong bimbing dia ya.. aku pergi dulu" Xiumin masih membungkuk kecil kepada jessica yang sudah hilang dibalik pintu.
Mereka benar-benar mematung sekarang, tak ada yang memulai pembicaraan. Kemudian sesaat Xiumin memberanikan diri untuk mengenalkan dirinya. Mungkin tak akan seburuk dilempar lampu baca oleh Chen hanya karna berkenalan kan?.
"mm.. b—baiklah, perkenalkan a—aku Kim Minseok, panggil saja aku Xiumin." Xiumin sedikit gugup dan yaah.. ada bumbu sedikit takut.
"ck.. aku Chen . kau akan memberiku pekerjaan? Jika tak ada, aku akan tidur!" balas Chen ketus, dia hanya benar-benar tak tau harus bagaimana. Perasaan aneh didadanya mengatakan bahwa sekarang otaknya sedang bermasalah. Dia bahkan sedikit melupakan caranya bernafas. Bentuk wajahnya, hidungnya, Mata sipitnya dan jangan lupakan bibirnya yang merah alami. Dia tak tau makhluk apa didepannya ini. mungkinkah hantu? Karna dia fikir setidaknya manusia yang selama ini bertemu dengannya tak pernah secantik ini. 'ah cantik? Aku mulai gila' Chen merutuki dirinya , dia tak ingin memulai menyukai seseorang. Dia troll. Tak ada rasa cinta dalam dirinya.
"b—baiklah ." hanya satu kata itu yang bisa Xiumin ucapkan sekarang. Dia benar-benar tak ingin memperburuk wajah kusam Chen.
Mereka sudah sangat lama disini. Dan tentu saja tempat ini sudah sangat sepi. Bahkan tadi satpam sempat menyuruh Xiumin pulang, hanya saja dia enggan dan memilih meminta kunci perpus agar dia bisa menguncinya sendiri. Xiumin benar-benar ingin pulang sekarang, hanya saja seseorang yang sedang bermain dengan alam bawah sadarnya menahan Xiumin untuk pulang.
Dia mendekati Chen yang tengah tertidur pulas diatas meja baca perpus. Wajahnya sedikit cemas dan peluh dipelipisnya menandakan dia tidak sedang bermimpi indah. "um—umma..appa" alisnya bertautan , dahinya seperti berkerut menandakan dia gelisah. "bogoshippeo..". Xiumin tersentak mendengar Chen mengigau seperi anak balita yang ketakutan. Dia benar-benar merasa ingin menenangkan namja ini, dia ingin memberikan pelukan hangat dan mengusap peluhnya, dia tak ingin namja ini sedih dan merasa kesepian, karena otaknya dan hati kecilnya memberi komando Xiumin untuk menghilangkah kesedihannya.
Xiumin mengusap pelan peluh diwajah Chen, dia tak ingin namja ini bangun dan berakhir dengan dilempar kepojok perpus karna menyentuh wajahnya. Xiumin berbisik pada wajah Chen yang masih menutup. "jangan bersedih,kau tampan jika tersenyum". Setelah mengucapkan itu, Xiumin kembali ke mejanya dan memberikan beberapa menit lagi untuk Chen agar dia bisa terbangun dengan sendirirnya.
Sesaat setelah Xiumin berbalik dan berjalan menuju mejanya, sepasang mata melihatnya. Chen terbangun, dia merasakan sentuhan dan bisikan lembut Xiumin. Dia tak tau harus berbuat apa, dia hanya ingin tangan itu tetap menyentuh wajahnya, maka dari itu dia tetap menutup matanya rapat. Chen merasakan ketulusan Xiumin diperkataannya. Tak tau apa yang sedang melanda hatinya, dia benar-benar ingin menyentuh atau menatap mata indah Xiumin.
"kau sudah bangun?" Xiumin bertanya saat melihat Chen tengah mengusap wajahnya dan membenarkan posisi duduknya.
"yang kau lihat?!" Chen hanya bisa menjawabnya dengan ketus. Dia terlalu bingung untuk bersikap.
"baiklah, sebaiknya kita pulang, ini sudah malam" Xiumin mengambil tas ranselnya dan memakainya, kemudian berjalan menuju arah pintu.
"aku akan menutup pintunya, kau keluarlah dulu" ucap Xiumin lembut, dia ingin sekali pulang malam ini. dia sudah terlalu lelah dan ngantuk.
Chen mengambil tasnya kemudian mendekati Xiumin yang berdiri dekat pintu. Setelah Chen melintasi pintu perpus Xiumin menyapu pandangannya keseluruh perpus, mengecek apakah masih ada yang berantakan, lalu mematikan semua lampu dan keluar dan mengunci pintunya.
"kuantar kau pulang." Xiumin kaget saat melihat Chen belum pulang. dan tanpa memprosesnya lebih lama Xiumin hanya bisa mengangguk menyetujui 'perintah' Chen.
.
.
.
CUPLIKAN CHAPTER SELANJUTNYA
"kau kenapa?" Tao mendengar ada suara namja dengan intonasi lembut dibelakang. Tao memutar tubuhnya melihat siapa yang sedang mengajak bicara Tao sekarang. Namun salahkan wajah tampan didepan Tao saat ini. panda ini bahkan tak bisa memnyembunyikan sikap terkejutnya dengan membuka lebar-lebar mulut dengan bibir peach menggodanya.
Didepannya saat ini ada seorang pemuda tampan dengan tubuh tegap tinggi, rambut dark brown indah dengan mata yang seolah mengatakan 'aku malaikat sayaang..'. senyumnya... ah jangan salahkan jika author saja jatuh cinta *what!.
"ehhmmm.. hei? Kau baik-baik saja?." pemuda ini. hanya bisa menatap Tao bingung dengan melambaikan tangannya didepan wajah Tao.
"ah. Eh, iyaa... hmmm maksudku tidak. Bukan " Tao yang baru setengah sadar dari dunia memuji si pemuda tampan ini. hanya bisa menjawab dengan intonasi seolah sedang menahan kentut.
.
.
.
Dia sudah siap membuka mulutnya kembali dan mengejeknya dengan serentetan kata kasar yang sudah dia persiapkan untuk mainan barunya.. namun sesaat sebelum mulutnya membuka, dia membeku. Dia melihat sesuatu disana sedang meneteskan buliran bening disudut mata sipitnya yang berhiaskan eyeliner tipis yang membuat mata namja manis itu terlihat semakin lucu. Namun lihat apa yang terjadi sekarang? Dia membuat namja manis ini kehilangan sikap tegarnya. Dia merasa sedikit sesak saat melihat buliran itu semakin banyak jatuh sia-sia dilantai.
"hikss...hikss.. mianhee, a—aku tak b—bisa menjagamu" Baekhyun menangis semakin keras, dia tak bisa benar-benar kuat untuk menjaga matanya tak tumpah air mata. Dia sangat sedih.
.
.
.
TBC
.
.
.
AAAAAKKKKHHHH! AUTHOR MAMPET IDEEE... chanbaeknya libur di chap ini :D hehehe *bunuhauthor!
Mianhe jeongmal mianhe readers-nim. Tak tau ini menjadi agak lama. Tapi cukup panjang kan? hampir 7K loh. Author sering kali merombaknya, lalu menulisnya lagi merombaknya lagi, menulisnya lagi gitu terus sampe kiamat *ngok
Nah sekarang Author ada pertanyaan,
PERTANYAAN PERTAMA : jika berkenan siapa yang ingin pairingnya difokusin ceritanya? Selain KrisTao. Karna always KrisTao akan jadi fokusnya.
Kalo banyak yang jawab :
Semuanya thooooorr
Oke deh kalo semuanya, agak lama dan panjang yeeees?
PERTANYAAN KEDUA : Siapakah presiden indonesia ketujuh? *abaikan.
Nah pertanyaannya itu. Di cuplikan chap selanjutnya kan tao ketemu cowok tampan. Nah kalian maunya siapaa? Ada yang bisa ngasih saran?
Yang bisa menjawab author kasih voucher belanja tas gucci , tapi belinya di korea. *bakarauthoor!
Makasih reviewnya chingu... mumumumumu :*
Tetep review yaah,, bikin author jadi cepet kalo banyak *ngok
Untuk yang tidak menjadi silent readers, SARANGHANMIDA. WO AI NII. Mumumu :*
Untuk yang tidak atau belum sempat review gapapa kok. Yang penting kalian suka juga aku seneng-seneng aja. Akuravovo. hehehe
Makasih kritik dan saran yang membangunnya yah..
NO bash oke..
Gomawo chingu /bowbarengTao/
Balasan review
ayp : hehehe iyah chap awal itu masih berantakan.. makasih reviewnya :D
mirarose86 : udah lanjut niih.. maaf ya gak cepet. Gomawo reviewnya *kisshug
Initial D 0326 : ini udah lanjjjuuut.. Chenmin makin panjang disini :D.
Kirei Thelittlethieves , JonginDO , byun najla dan KrisTaoTao : udah dilanjuuuut :D . Gomawo reviewnya *kisshug mumumumu :*.
devimalik : ada gak yaa? Maunya ada gak. Hehehe loh Gomawo reviewnya *kisshug mumumumu :*.
KrispandaTaozi : iya nih sarannya udah dilaksanain :D . untuk rapmon author agak ragu. Kira-kira ada saran lain? Gomawo reviewnya *kisshug
hibiki kurenai : asiiiiikkkk :D . tuh mereka berdua emang nggemesin kan? Heheh Gomawo reviewnya *kisshug
ayp : suka gak yaaa? Bisa ditebaklah :D gomawo reviewnya mumumu :*
wuyinmei1 : aaaakkkhh makasih reviewnya yang panjang :D . author seneng ada yang perhatian (?) ama cerita ini. maaf ya kurang greget ya? Author rasa gregetnya akan berjalan seiring waktu. *whaat!. Pokoknya makasih kritik dan sarannya chingu.
Untuk itu maunya berapa chap? Heheh. Kayaknya lanjut deh walaupun agak mampet karna lagi puasa, hehehe.
park. .7:maaf ya chanbaeknya gk ada disini. Next chap ada kok, tuh ada dicuplikannya :D makasih reviewnya mumumu :*
exoo12 : iya kokkkk, atau mungkin tidak? *nahloh. Karna banyaknya yang minta sama kaya chingu jadi kemungkinan besar iya.
Fuji jump910 : maunya sih suka author *plak! . sepertinya mulai ada benih-benih padi*ngek. Tetep ikutin selanjtnya yaa.. gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
Tabifangirl : gitu yaaa? Yixing nemuin yang lain. Author coba deh :D . tapi gk janji, takutnya gak bisa dpet feelnya, gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
URuRuBaek : udah dilanjuuuuutt :D gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
Xyln : iya tuhh... pake pelukan segala lagi. Gak tau author cembubur apa *abaikan. gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
Tabifangirl : greget? Wuuaaah makasih yaaa :D . iya author juga kasian tuh ama bebek . gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
Jonginind.o : pengennya cepet-cepet jadian sama author *apaan! . hehehe ikutin cerita selanjutnya yaa gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
EllisaAzzusa : maaaf ya lama gapapa kok, yang pentinh udah review :* . maunya banyak yaaa? Iya tergantung selesainya gimana ntar :D . tetep ikutin yaa gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
62 KrisTao WuHuang : waaah.. beneran meneganggkan? Makasih :* . KrisTaonya udah banyak nih. Apalagi chap selanjutnya :D . iya tuh keenakan kamjjong! hrehe tetep ikutin yaa gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
lulufika : aduuh author jadi bersemburat merah hehe *tabok! . Chenmin panjang tuh, tapi maaf kalo gk greget tetep ikutin yaa gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
chanbaekii : maaf yaa gak ada chanbaek disini . tetep ikutin yaa gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
Maple fujoshi2309 : makasih banyaak udah review setiap chap :D . iya sepertinya official *loh. hehehe tetep ikutin yaa gomawo reviewnya chingu mumumumu :*
Jika ada yang kurang jelas silahkan tinggalkan pertanyaan chingu di review atau lewat pm. Apakah ada balasan review yng terlewat? Maafkan author kalo gitu. Dan ingatkan yah, mungkin reviewnya nyelip dan gak sempet dibales.. maafin segala kekurangan author. /bowbarengTao/
Mampir juga ya ke FF author yang baru judulnya 'question'. Bagi yang meminta sequel, author udah mencoba untuk mengetiknya. Dan seperrtinya tidak oneshot. Hehe gomawo yang udah review ff itu :D . walaupun oneshot tapi reviewnya cukup bagus. Author sayang kaliaaan mumuu :*
