"Aku telah membuat semuanya..." Rozen berhasil membuat boneka terakhir, Kirakishou. Para boneka yang terduduk berurutan diatas meja, "Anak-anakku... Tinggal 1 langkah lagi..." Rozen mengambil Suigintou yang masih belum sempurna untuk diperbaiki. Namun...
"Cukup sampai disana, Rozen. Hasil usahamu sudah selesai sampai disini." Laplace's Demon mencegah Rozen.
"Kukira ini belum selesai. Masih ada 1 tahap lagi yang harus kulakukan. Izinkan aku untuk melakukannya." -Rozen-
"Biarkan aku yang menanganinya, 1 tahap yang terakhir adalah, semua yang ada didalam dirimu harus dibagikan." -Laplace's Demon-
"Jadi begitu... Kurasa tidak." Rozen melawan Laplace's Demon. Rozen mengira perjanjian sampai saat ini dengan laplace masih belum terpenuhi. Rozen bersikeras bahwa pekerjaannya belum selesai. Pandangan Rozen kepadanya sangat tajam, seolah ia siap mengambil segala resiko.
"Sudah saatnya waktumu untuk istirahat..." -Laplace-
Rozen merintih kesakitan di kepalanya. Suigintou yang terpegang oleh Rozen jatuh terjerembab, "Apa yang kau..!" -Rozen-
"Prosesnya dimulai..." -Laplace's Demon-
"Kurang ajar!" Rozen berlari mendorong Laplace's Demon hingga jatuh, ia berlari menuju kamar ayahnya yang didalamnya terdapat peti berisi Roza Mystica. "Apa yang akan kau lakukan, Rozen..." Laplace mengikutinya.
Rozen mengambil peti tersebut namun pintu dihalang oleh Laplace. Semakin lama, kepala Rozen semakin kesakitan. Laplace yang mencoba mencegah Rozen keluar dari pintu didesak olehnya dan berhasil keluar. Rozen terus berlari namun akhirnya gagal. Rozen membuka Peti yang berisi Roza Mystica dan mereka melayang disekitar ruangan. Laplace mencoba meyakinkan Rozen kembali, "Kau tidak perlu khawatir, semua Roza Mystica kaulah yang mengaturnya, sekarang aku tinggal meminta kau memasangnya kepada mereka sekarang juga. tentu ini 1 tahap yang ingin kau penuhi bukan?" jelas Laplace.
Karena tidak ada waktu lagi, Rozen melakukannya, "Roza Mystica..." Ke-7 Roza Mystica berkumpul melayang-layang mengelilinginya. Pandangan Rozen bertumpu pada 1 Roza Mystica yang ia pegang ditelapak tangannya, Rozen tersenyum dan menggendong Suigintou kembali. Suigintou ditaruh disebuah kursi mewah saat para boneka pertama kali dibuat. Rozen mencoba menaruh Roza Mystica kedalam tubuh Suigintou. "Suigintou itu.. tidak sempurna kan? Hanya yang lain... mengapa kau memberikannya Roza Mystica?" -Laplace-
Rozen menghiraukan pertanyaannya, ia tetap melanjutkan menaruh Roza Mystica ke dalam tubuh Suigintou. Waktu Rozen menipis, ia hampir tidak bisa bergerak. "Waktumu hampir habis, Rozen..." Sepertinya Rozen tidak sanggup memasukkan Roza Mystica kedalam tubuh Suigintou, keadaan Rozen yang hampir memudar ditelan cahaya yang ada dibawahnya, Rozen memeluk Suigintou dan tenggelam kedalam cahaya tersebut...
"Menyempurnakan Suigintou... boneka pertama Rozen, tentu akan sempurna nanti. Aku bisa merasakannya, saat itu pula, era baru game yang akan kubuat, yang akan sebenarnya terjadi." -Laplace-
Laplace yang sekarang memandang ke 6 Putri Rozen diatas meja, karena Suigintou tertelan bersama Rozen kedalam cahaya tersebut, berarti cuma ada 6 Roza Mystica yang tersisa, serta kunci emas yang ditinggalkan Rozen. Laplace mengambil kunci emas tersebut, "Tidak ada gunanya jika cuma ada 1... akan kubantu kau dari sini Rozen." Dengan sihirnya, Laplace menggandakan kunci emas itu sampai berjumlah 7 buah. "Tentu Suigintou sudah diaktifkan... jadi aku bisa mengambil 1 kunci emas ini untuknya (Enju). Entah apa yang akan dia lakukan..."
"Sekarang saatnya..." Laplace mengambil 6 Roza Mystica yang melayang terdiam ditempat dimana Rozen menghilang bersama cahaya. Laplace memasangkan Roza Mystica kepada masing-masing boneka. "Kanaria... Suiseiseki... Souseiseki... Shinku... Hinaichigo... Kirakishou..." Ketika Laplace sebutkan, para Roza Mystica bersarang ditubuh masing-masing Rozen Maiden sesuai dengan nama mereka.
"Tentu N-Field sudah terbuat sekarang... akan aku kirim para Rozen Maiden kesana segera." Para Rozen Maiden dimasukkan kedalam Box masing-masing dan dibawa melayang oleh Laplace menuju N-Field melewati cahaya yang sama saat Rozen tenggelam kedalamnya.
Rozen Maiden sampai ke N-Field dan laplace mengaktifkan mereka dengan kunci emas. N-Field yang begitu luas, Laplace menyebarkan para Rozen Maiden kemasing-masing tempat satu persatu. Perlahan-lahan, satu persatu Rozen Maiden keluar dari box mereka dan mendengar suara dari kejauhan. Ada satu kaca besar panjang berdiri didepan mereka, dari sana mereka melihat Laplace yang belum mereka kenal.
"Selamat datang di N-Field, dimensi dimana semua sampah hasil tangan-tangan Rozen terbuang ditempat ini. Rozen, adalah pembuat kalian atau yang kalian kenal, dia adalah Father (Ayah). Tentu kalian sudah mengenalnya, namun semua yang bersifat bentuk dan rupa telah dihilangkan dalam memori kalian, terutama tentang kehidupan kalian pula. Apa yang kalian punya sekarang, adalah semua sifat yang dimilik oleh Ayah kalian. Tapi sekarang Ayah kalian merindukan kalian. Rozen menginginkan satu hal, yang dapat kalian tempuh supaya kaian dapat menemui Ayah kalian kembali. Rozen menginginkan kalian, menjadi sesuatu yang paling sempurna... Sesuatu yang kalian bisa capai! yaitu menjadi Perfect Maiden, Alice... Melalui suatu pertarungan yang disebut dengan Alice Game. Kalian harus bertarung satu sama lain demi memperebutkan Roza Mystica yang ada didalam tubuh bonea rival-rival kalian. Jika kalian sudah berhasil mengalahkan rival-rival kalian dan mengumpulkannya, Rozen akan bersedia menunggu salah satu dari kalian, ditempat yang sangat indah. Era baru akan terbuat, kalian adalah Rozen Maiden, sebuah boneka lucu dimana orang-orang menyukainya. 1 Hal yang spesial adalah, kalian bisa memiliki seorang yang bisa disebut dengan Master atau seorang manusia. Kalian bisa memilih mereka tanpa mengetahui mereka. Justru kalian tidak ingin menakuti para manusia-manusia bodoh itu kan... Nanti para master itu adalah sumber kekuatan yang bisa kalian miliki. Namun semakin kalian menggunakannya secara penuh, Master kalian mungkin tidak kuat menahannya dan meninggal. Haha.. sudha banyak media yang ada dijaman ini, kalian bisa menawarkan mereka dari media tersebut. Kalau begitu... selamat datang... di era baru Alice Game.. itulah tujuan kalian..."
Para Rozen Maiden menghilang dan menyebar di seluruh pelosok Eropa Barat.
-=ROZEN MAIDEN=-
"Kurasa aku harus membatalkan untuk pergi ke Jepang saat ini, entah ada sesuatu yang mungkin mengganjal dipikiranku sekarang." Di pelabuhan, Enju melihat Shirosaki dari kejauhan, "Entah apa yang barusan ia lakukan, aku merasa aneh ia selalu menghilang."
"Ada apa tuan Enju?" -Shirosaki-
"Darimana saja kau?" -Enju-
"Ke toilet sebentar" Shirosaki melihat kapal besar berangkat dari pelabuhan, "Are~... Apa kepergian kita batal?"
"Ya... Ada satu hal yang mengganjal, kita harus kembali ke London." -Enju-
"Baiklah tuan Enju."
Beberapa minggu berlalu, mulai terdengar peristiwa aneh yang terjadi disekitar London. Saat pagi hari, para masyarakat melihat banyak kerusakan kecil seperti tiang jalan yang rubuh, genteng atap yang jebol dan rusak, serta beberapa kaca bangunan pecah. Entah apa yang telah terjadi, namun mereka menghiraukannya.
Terlihat Enju dan Shirosaki melihat kerusakan disekitar London, "Mulai terjadi hal yang aneh di London, dan itu terjadi hanya pada malam hari, dan juga ada gosip beredar tentang boneka yang hidup melayang dimalam hari. Seperti kisah horror saja."
Disebuah mansion, Paris, France. Ada seorang putri yang sedang bermain bersama dua buah boneka ditempat tidur. Seseorang maid yang mengetuk pintu memanggil putri tersebut ke ruang tamu untuk makan siang.
"Corinne... ada satu hal yang Ayah harus bicarakan denganmu..." -Corinne's Father-
"Apa itu ayah...?" -Corinne Fosset-
"Kau tidak perlu lagi mempedulikan boneka anehmu itu, lagipula, tidak baik jika banyak orang tahu mengenai hal ini. Perang sudah dimana-mana. Sangat bahaya sekali jika kau terus mempedulikan hal lain kecuali dirimu." -Corinne's Father-
"... Tidak apa-apa ayah, aku bisa menjaga Hinaichigo selayaknya adikku sendiri. Lagipula, aku sangat menyayanginya. Aku tidak ingin meninggalkannya" -Corinne Fosset-
"Lalu siapa yang berada bersamanya sekarang?" -Corinne's Father-
"Dia sahabatnya, bernama Kanaria. Aku tidak tahu dimana pemiliknya, dia cuma mengatakan bisa pulang sendirian." -Corinne Fosset-
"Yasudah... Makanlah dulu, kita bicarakan nanti. Karena ini demi kebaikanmu juga, ayah takut kalau nanti ada apa-apa denganmu, perang sudah hampir sampai disini. Kumohon kau agar selalu bisa jaga diri, Corinne..." -Corinne's Father-
"Terima kasih ayah..." -Corinne Fosset-
-=ROZEN MAIDEN to be continued. . .=-
Preview, Letzten Teil/Last part 5: Kau itu Barang Rongsokan. . .
