Selamat berjumpa lagi…. !

Update nya moloorr semolor semolornya ya, maafakan T.T … author sekarang lagi sibuk bikin tugas akhir

Doakan tahun depan wisuda ya… hehehe

Oke ! lets enjoy the chapter…..

sori, Typo berserakan dimana-mana .. hehe

.

.

.

.

.

"atau jangan-jangan kau sudah membawa seseorang disana ?" tampak Karin mencoba mencari tahu tentang Sakura. "apakah dosenmu yang menggemaskan itu ?"

"Well.. kita akan lihat besok" ucap Sakura mengulang kata-katanya.

"Woooooo… aku tak sabar melihat kejutanmu, Sakura !" ucap Karin yang tampak menggoda Sakura.

.

.

.

.

Malam yang indah dengan ditemani bulan sabit dan taburan bintang-bintang di langit Jepang teralihkan sejenak dengan kemeriahan pesta di sebuah mansion nan megah milik keluarga Uchiha yang saat ini menjadi tuan rumah acara. Sudah banyak orang-orang yang sudah berdatangan menghadiri acara tersebut, mereka larut dalam kebahagian yang dialami sang tuan rumah, berbagai macam hidangan khas tersaji melimpah ditengah-tengah acara. Tak lupa hiburan music-music klasik yang akan menemani setiap langkah dan obrolan dari para orang-orang penting yang malam mini hadir. Menengok keadaan sang tuan rumah dari mulai Fugaku Uchiha yang begitu wibawa dan tegas dengan wajah dingin namun tak nampak kali ini karena sedang berhadapan dengan rekan bisnis, terlihat gagah dengan pakaian tuxedo hitam mahalnya. Kemudian berlanjut dengan sosok perempuan satu-satunya milik para laki-laki Uchiha di rumah ini, Mikoto Uchiha yang tampak anggun dengan gaun sederhana menyesuaikan dengan usianya yang sudah mulai menua menyusul sang suami, tampak sedang menyambut para nyonya-nyonya besar yang datang menemani para suami mereka, tak lupa rona merah di kedua pipinya karena menerima banyak ucapan ulang tahun di usianya yang menuju ke kepala lima.

"Selamat ulang tahun, Mikoto. Aku sangat bahagia masih bisa merayakan ulang tahunmu, kau tahu kan, tahun lalu aku harus berada di Inggris menemani Minato" ucap Kushina Uzumaki.

"sahabat macam apa itu ?" Tanya Mebuki. "sahabatnya ulang tahun malah tidak datang" ucapnya bercanda.

"tidak apa-apa, Mebuki. Yang penting kemarin aku dapat tas Guccinya" jawab Mikoto.

"bagianku ada tidak, Kushina ?"

"kau tidak pesan kemarin sih, haha.." jawab Kushina. "ngomong-ngomong dimana Sakura, aku belum melihatnya ?" Tanya Kushina. Dia sedang memandang kearah Sasuke dan Karin yang sedang berkumpul dengan teman-teman mereka.

"dia menyuruhku pergi dulu, sepertinya dia akan datang dengan seseorang"

"benarkah ?" Tanya Mikoto penasaran, yang kemudian hanya di jawab oleh Mebuki dengan anggukan.

"kita tidak menyangka persahabatan kita berlanjut sampai anak-anak kita ya. Aku merindukan kebersamaan kita dulu"

"kemudian mereka akan punya anak dan terus berlanjut, berlanjut dan berlanjut tiada akhir"

.

.

.

Di sisi lain dari para nyonya-nyonya yang sedang mengenang masa muda, kita beralih di tempat Sasuke dan Karin berada.

"kau gugup Sasuke-kun ?" Tanya Karin memandang Sasuke yang malam ini terlihat tampan luar biasa didukung dengan tuxedo yang tidak bisa menyembunyikan bentuk tubuhnya yang tegap dan berotot . "rileks saja ya, aku tahu dari dulu kau tidak suka keramaian. Tapi sebentar lagi kau akan resmi memimpin perusahaanmu sendiri, Sasuke-kun." Karin menatap raut wajah Sasuke yang tampak sedang tidak fokus.

"hn"

"ngomong-ngomong bagaimana penampilanku ?" Tanya Karin pada kekasihnya itu. Saat ini Karin terlihat memakai gaun panjang hingga mengutupi kaki jenjangnya yang berwarna biru tua tampak elegan namun sangat pas membentuk tubuhnya yang ramping dan menunjukkan punggung putih nan mulusnya yang tampak menawan.

"kau cantik, tapi dimana gaun merah yang pernah kau tunjukan fotonya padaku ?" Tanya Sasuke. "aku suka gaun itu"

"oh gaun dari Paris itu. Seseorang sudah memilihnya untuk dipakai hari ini" sedikit raut kecewa terlihat dari Karin karena menyayangkan kenapa Sasuke tidak memintanya dari awal jika memang dia suka.

"dimana dia ?" Tanya Sasuke.

"Hah.. Siapa ?" Karin tersadar dari lamunanya mendengar Sasuke bertanya. Karin menatap kearah Sasuke, namun Sasuke tampaknya sedang melihat kearah luar.

Karin kemudian mengikuti arah pandang Sasuke, kenapa tiba-tiba Sasuke terlihat serius dan tegang. Ternyata dari luar terlihat Sakura yang datang bersama seseorang pemuda berambut merah. Sakura terlihat malu-malu ketika tangannya digandeng oleh Sasori yang terihat tak kalah tampan. Sasori paham betul bahwa Sakura merasa gugup, dia kemudian berusaha menghiburnya dengan mengeratkan genggaman tanganya.

Apa yang sedang terjadi sekarang ternyata membuat wajah Sasuke mengeras dan terlihat lebih dingin secara tiba-tiba. Namun dilain sisi dia juga terpesona dengan salah satu sahabatnya yang jarang sekali tampil feminim, karena saat ini Sakura terlihat luar biasa cantik dengan gaun merah kesukaanya itu. Ternyata Sakura yang memakainya, itu tampak sempurna membalut tubuh kecilnya yang ramping. Entah kenapa itu membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sosok yang ada di depanya beberapa meter darinya yang sedang berjalan kearahnya bersama seorang pemuda. Sasuke tidak suka ini.

Ternyata kedatangan Sakura dan Sasori juga sidikit meyedot perhatian sebagaian dari para tamu, pasalnya Sasori juga telah dikenal banyak pengusaha sebagai anak dari pengusaha yang memiliki lima lebih rumah sakit besar di Negara ini. Mereka terkejut karena melihat Sasori membawa seorang perempuan, karena dosen muda ini terkenal karena pemalunya.

Sakura terlihat sedang mencari-cari seseorang, sampai kedua matanya menemukan apa yang dia cari sedang berdiri beberapa meter.

"Well.. jadi ini kejutannya" ucap Karin. "kau tampak cantik menawan dengan gaun itu, Sakura"

"terima kasih sudah meminjamkanya padaku Karin. Tadi kejutan apa maksudmu, Karin ?" Tanya Sakura.

"jangan pura-pura polos Sakura. Jadi, siapa ini ?" Tanya Karin yang kemudian menatap ramah kearah Sasori.

"sesuai janjiku lalu, aku perkenalkan siapa dosen pembimbingku" ucap Sakura. "Karin. Sasuke, perkenalkan ini Aksuna Sasori". "Sasori, perkenalkan mereka sahabat-sahabatku sejak kecil, Sasuke dan Karin"

"hai Sasori-san, salam kenal aku Uzumaki Karin" dengan wajah ramah dan ceria ala Karin, Karin mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Sasori.

Sasori membalas jabatan tangan Karin kemudian mengarahkan tanyanya menuju Sasuke. Sasuke menerima jabatan tangan Sasori hanya diam tanpa mengatakan apapun namun dengan tatapan mata kelamnya yang cukup menusuk. "Akasuna Sasori. Tapi aku sudah bukan lagi dosen pembimbingnya, jadi tidak perlu seformal itu" Sasori tersenyum.

"Ohhhhh… aku mengerti" jawab Karin menatap kearah Sakura mengerlingkan matanya mencoba menggoda Sakura. "Jadi dia yang kau ceritakan waktu itu. Dosenmu memang benar-benar menggemaskan ya" tangan Karin berpindah ke kedua pipi Sasori. "apakah kau juga seorang dokter ?"

"iya, aku juga bekerja di Konoha Internasional Hospital"

"Wooow.. pasien yang kau periksa pasti langsung sembuh jika kau yang tangani. Jika aku sakit bolehkan aku datang berobat denganmu ?" Tanya Karin.

"tentu, tapi semoga kau selalu sehat. Ngomong-ngomong aku sepertinya pernah melihatmu di sampul majalah"

"oh benarkah, aku jadi malu" Karin terilhat tersipu. "wajahku memang ada dimana-mana, Sasori hehe.. " jawab Karin dengan percaya diri.

Sakura hanya bisa tersenyum geli dengan percapakan yang Karin lakukan dengan Sasori. Kemudian dia mencoba mencuri-curi pandang kearah Sasuke, karena entah bagaimana keadaan Sasuke yang begitu menakjubkan dimatanya membuatnya terlihat gugup dan malu untuk saling bertukar pandang. "kau terlihat luar bisa keren, Sasuke" Sakura berusaha menghilangkan kegugupan yang dia alami karena ketahuan diam-diam mencuri pandang dengan Sasuke. Sakura merasa tidak percaya diri dengan yang dikenakan malam ini untuk berhadapan dengan Sasuke.

"hn" jawaban singkat Sasuke cukup membuat Sakura terkejut, dia tundukkan kepalanya merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena merasa apa yang dia lakukan membuat suasana hati Sasuke menjadi buruk.

"kenapa ?" Tanya Sasuke tiba-tiba. "ada yang aneh denganmu saat ini, kau tidak seperti biasanya" Sakura kemudian mencoba menatap Sasuke.

"aku tidak mengerti maksudmu Sasuke. Aku masih Sakura seperti biasa, hanya saja bukankah kau paham dari dulu aku tidak begitu menyukai pesta"

"karena kejadian waktu itu ?"

"sepertinya, iya" Sakura mencoba mengingat pesta ulang tahunnya yang ke 6 tahunnya, dimana dahulu pernah ada salah satu temanya yang mengagetkan dirinya dengan menyalakan kembang api di belakang Sakura yang saat itu sedang berdoa sebelum meniup lilin ulang tahunnya. Suara kembang api yang begitu mengagetkan Sakura waktu itu membuatnya marah dan terlibat pertengkaran dengan memukul temannya yang menyalakan kembang api tersebut. Alhasil pesta ulang tahunnya dihentikan sebagai hukuman terhadap Sakura yang berani memukul temanya waktu itu, kejadian tersebut membuatnya kecewa berat. Hingga membuat Sakura menjadi tidak menyukai pesta dan membenci kembang api. Semenjak itu setiap hari ulang tahunnya datang, Sakura tidak pernah mengadakan pesta, hanya ibunya, Sasuke dan Karin yang biasanya merayakanya, dan sampai sekarang dia tidak pernah mau untuk melihat kembang api.

"sampai kapan traumamu itu hilang, Sakura"

"aku juga tidak tau"

"aku tidak menyangka jika sahabat Sakura, ternyata orang-orang hebat seperti model terkenal dan juga rekan bisnis perusahaan ayahku" Sasori dan Karin tiba-tiba menginterupsi mereka berdua.

"ya seperti itulah sahabat-sahabatku, mereka luar biasa hebat" Sakura memandang Sasuke dan Karin dengan bangga.

"kau juga sama hebatnya dengan mereka. Kalian semua luar biasa, senang bisa mengenal kalian" ucap Sasori.

"saya juga senang mengenal anda Sasori-san" Karin tersenyum ramah kepada Sasori.

Semua larut dengan perbincangan masing-masing. Ketika kemudian para nyonya mencoba menginterupsi mereka. "Sakura sayang, kau datang dengan siapa, kenapa ibu baru melihatmu ?" Mebuki tampak khawatir menatap Sakura.

"aku datang dengan Sasori, ibu"

"Sakura-chan, lama tidak berjumpa denganmu, bibi sangat merindukanmu, sayang" ucap Kushina yang tiba-tiba memeluk Sakura.

"Sakura juga merindukan bibi Kushina" Sakura membalas memeluk Kushina. "bagaimana kabar Naruto, bibi ?"

"ah dia sepertinya sudah lupa dengan Jepang, sibuk dengan cabang perusahaan Minato di Kanada"

"dasar, Naruto" ucap Sasuke yang ternyata menyimak dengan baik perbincangan nyonya-nyonya ini.

"bukan lupa ibu, tapi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya" timpal Karin kepada sang ibu.

"apa dia masih hobi makan ramen ?" Tanya Sasuke.

"tentu, malam lalu kami berbincang di telephone, dia lagi-lagi mengeluh betapa sulitnya menemukan ramen yang enak di Kanada. Percayalah, dia tersiksa di sana" jelas Karin kepada Sasuke dengan penekanan di akhir kalimat.

"Karin, jangan katakan yang tidak-tidak tentang kakakmu, sayang" ucap Kushina menegur Karin

"Sasori ?" Mebuki terlihat penasaran. "Akasuna Sasori ?" Sakura menjawab dengan anggukan kepada sang ibu.

Reaksi terkejut dari para nyonya ini ternyata berbeda dari raut wajah Sasuke ketika mendengar nama itu disebut kembali dan dibahas oleh orang tua mereka. Entah kenapa Sasuke tidak menyukainya, dan membuat wajahnya kembali datar tanpa ekspresi.

"itu dia, ibu" Sakura mengarahkan pandangan kepada Sasori yang sedang mendekat kearah mereka sambil membawa dua gelas minuman.

"bukankah Akasuna Sasori itu putra dari salah satu rekan bisnis Fugaku, Akasuna Arashi" ucap Uchiha Mikoto.

"pemilik rumah sakit hampir diseluruh Konoha itu ?" Tanya Kushina.

"bagaimanan kau bisa mengenalnya, Sakura ?"

"ah.. ibu, Sasori adalah dosen pembimbingku di perkuliahan dulu. Sasori, perkenalkan ini ibuku Mebuki Haruno. Ibu Sasuke, Mikoto Uchiha. Ibu Karin, Kushina Uzumaki" jelas Sakura ketika melihat Sasori mendatangi mereka.

"salam kenal bibi" ucap Sasori sedikit menundukan badan kearah ketiga wanita yang sudah berumur tapi masih terlihat anggun dan cantik.

"jadi kau dosen pembimbing Sakura ?" Tanya Mebuki. "kalau begitu terima kasih sudah membimbing anakku sampai penelitianya menjadi terkenal. Ibu waktu itu sangat bahagia mendengarnya" ucap Mebuki.

"anak anda sudah hebat walau tanpa bimbingan saya, dia luar biasa" puji Sasori.

"benarkah, tapi bibi tidak menyangka kalau dosen pembimbingmu masih semuda ini ya" ucap Mebuki kagum dengan Sasori.

"anak muda sekarang ini memang luar biasa ya"

"tidak akan menjadi luar biasa seperti ini tanpa kasih sayang dan bimbingan ibu tercinta" jawab Karin tiba-tiba memeluk sang ibu Kushina dari belakang.

Tingkah Karin membuat para nyonya dan anak-anak mereka serta Sasori tertawa dengan tingkah laku Karin yang tiba-tiba.

"Mikoto, Sasuke, ayo kita kedepan. Itachi dan Hana sudah menunggu disana" tiba-tiba Fugaku datang dan memanggil sang istri dan anak bungsunya untuk menghampiri Itachi yang sudah ada di atas panggung.

Mikoto dan Sasuke mengerti, dan kemudian menyusul sang kepala keluarga yang sudah berjalan di depan.

"sepertinya acaranya sudah dimulai" ucap Mebuki.

Setelah Fugaku, Mikoto dan Sasuke sudah berada di atas panggung bersama Itachi, semua mata tamu undangan mengarah di tempat mereka berada.

"Selamat Malam para tamu undangan yang kami hormati dan kami sayangi, saudara-saudara kami, rekan bisnis kami, dan teman-teman kami. Terima kasih telah menghadari pesta perayaan yang telah kami adakan. Pesta perayaan malam ini sangat berarti bagi kami sekeluarga, karena dalam pesta ini akan ada banyak perayaan yang datang dari keluarga kami. Kami sangat berharap dapat berbagi kebahagian dengan kalian semua yang datang pada malam hari ini " ucap Itachi yang menjadi pembicara di keluarga Uchiha tersebut.

"apakah aku juga harus naik ke atas ?" Tanya Karin kepada sahabatnya yang berada di sampingnya.

"maksudmu ?" Sakura terlihat bingung dengan pertanyaan yang Karin ucapkan.

"ah tidak…. Maksudku lihat, Bibi Mikoto dengan Paman Fugaku, kemudian kak Itachi dengan kak Hana. Bukankah harusnya aku menemani Sasuke disana ?" ucap Karin. "kenapa tidak sekalian saja memperkenalkan aku ya"

"bukankah mereka sudah tahu kalau penerus perusahan Uchiha itu menjalin hubungan dengan model terkenal ?" Tanya Sakura. Jika boleh jujur, Sakura sedikit merasa sakit di dadanya ketika Karin tadi bicara.

"iya sih.. tapi belum diperkenalkan secara resmi seperti itu. Kenapa tidak sekalian saja" ucap Karin santai.

Tidak Karin sadari apa yang telah dia katakan membuat sahabat disampingnya menunduk sedu.

Perubahan raut wajah Sakura begitu terlihat membuat Sasori yang berada disampingnya sedikit khawatir. "kau baik-baik saja, Sakura ?" Sakura hanya membalas dengan anggukan pertanyaan Sasori.

"mewakili dari semua rekan bisnis dari Uchiha Company mengucapkan terima kasih kepada Fugaku Uchiha, CEO perusahaan Uchiha Company yang sudah memberikan semua hasil kerja kerasnya untuk perkembangan perusahaan dan rekan bisnis perusahaan Uchiha Company, hingga membuat perusahaan ini mampu berdiri hingga lebih dari 70 tahun. Terima kasih Fugaku Uchiha, terima kasih ayah" Itachi kemudian membungkukan badan ke arah Fugaku dan dibalas dengan anggukan wibawa dari sang ayah.

"setelah semua pengorbanan yang diberikan kepada perusahaan, sudah saatnya beliau untuk istirahat dan menikmati ketenangan hidup di tengah keluarga kecil kami. Namun tentu saja kami tidak akan meninggalkan tanggung jawab kami di perusahaan ini, maka dari itu kami akan perkenalkan calon penerus dari CEO Uchiha Company yang akan menggantikan Fugaku Uchiha nantinya. Kami sangat berharap nanti di masa depan, perusahan ini akan alami perubahan-perubahan yang positif di bawah kepimpinanannya nanti, selamat datang Uchiha Sasuke di perusahaan Uchiha Company". Terdengar tepuk tangan riuh di seluruh ruangan pesta begitu Itachi mengumumkan pemimpin baru dari Uchiha Company tersebut.

"Uchiha Sasuke, mohon bimbingan dan kerja samanya" Sasuke membungkuk cukup dalam ke arah semua tamu yang hadir malam itu. Tepuk tangan kembali terdengar dari para tamu yang hadir.

"dan sebagia putra pertama di keluarga ini, mewakili seluruh keluarga Uchiha mengucapkan selamat ulang tahun untuk wanita satu-satunya di keluarga kecil kami, terima kasih sudah menemani keseharian kami, bersabar saat menghadapi kami yang nakal dan telah menjaga kami sehingga kami selalu mendapatkan kehangatan dari keluarga. Selamat ulang tahun, ibu " Itachi kemudian memeluk Mikoto.

"Selamat ulang tahun !" seluruh tamu undangan mengucapkan kepada Mikoto, dan kemudian mendapatkan tepuk tangan riuh dari para tamu.

"terima kasih semuanya, saya sangat bahagia sekali bisa merayakan ulang tahun saya ditengah-tengah keluarga dan seluruh hadirin di yang telah datang, ucapan kalian membuat saya terharu. Terima kasih sayang" Mikoto kemabli memeluk Itachi.

"untuk itu, keluarga kami akan lebih ramai jika ditambah anggota keluarga lagi, maka dari itu kami juga akan memperkenalkan calon dari bagian keluarga kami yang nantinya akan berbagi kehangatan dengan kami, Inuzuka Hana, tunangan dari Itachi. Selamat sayang" Mikoto terlihat memeluk seorang gadis berambut panjang dan gelap, tampak cantik dengan balutan gaun mahalnya.

"terima kasih ibu" ucap gadis yang bernama Hana tersebut.

Tepuk tangan masih terus terdengar saling bersahutan seiring dengan pengumuman yang disampaikan oleh keluarga yang sedang menjadi tuan rumah malam ini.

"bukankah mereka adalah keluarga yang sempurna, Sakura ?" Tanya Karin kepada Sakura yang berada di sampingnya tampa mengalihkan pandanganya dari kumpulan keluarga Uchiha tersebut.

"ya, kau benar"

"baiklah, sepertinya sudah cukup basa-basinya. Mari kita nikmati acara pesta ini. Saya sengaja mendatangkan konsep pesta ini dari barat, dengan konsep berbeda ini saya harap hadirin malam ini akan merasakan sensasi yang berbeda". Itachi selesai dengan pidatonya tersebut. Seluruh keluarga Uchiha yang sedang berada diatas termasuk calon menantu dari Uchiha tersebut kemudian turun, mereka berdiri ditengah hall besar dan luas yang dikelilingi oleh para tamu berjarak cukup jauh yang terlihat kebingungan. Sasuke terlihat berjalan kearah Karin yang juga sedang mengelilingi hall besar tersebut bersama teman-temanya tadi. Tangan Sasuke terarah ke depan mengajak Karin untuk meraihnya. Karin terlihat bingung, tapi kemudian dia terima uluran tangan Sasuke. Sasuke kemudian membawa Karin untuk bergabung bersama dua pasangan dari keluarga Uchiha yang berada ditengah. Mereka memposisikan tubuh mereka seperti sedang akan berdansa, dan benar. Begitu alunan music berbunyi, ketiga pasangan tersebut memulai menggerakkan tubuh mereka sesuai alunan music yang lembut. Sontak hal tersebut membuat para tamu pada malam itu terkejut dan memberikan tepuk tangan yang riuh. Namun sepertinya hanya satu orang yang tidak melalukan tepuk tangan, dan hanya bisa membeku melihat salah satu pasangan yang sedang berdansa di depan sana.

Alunan lembut dari music yang sedang diputar tampaknya membuat para tamu disana terhipnotis untuk bergabung dengan ketiga pasangan yang ada ditengah-tengah tersebut, kemudian satu persatu dari tamu maju secara berpasangan untuk bergabung disana. Tak ketinggalan Mebuki dan Kushina yang berpasangan karena malam ini tidak sedang ditemani oleh suami mereka.

"Sakura" panggilan lirih serta uluran tangan Sasori kearahnya membuat Sakura tersadar dari lamunannya. Dengan sedikit keraguan, Sakura menerima uluran tangan Sasori dan kemudian dituntunya untuk bergabung dengan yang ada didepan sana.

Dua tangan dari dua orang yang berbeda tersebut tampak saling menggenggam dan tangan satunya meraih pinggang ramping Sakura dan tangan Sakura satunya meraih bahu Sasori dengan canggung. Sakura memang tampak canggung, mengingat seseorang yang sedang ada dihadapannya adalah seorang dosen pembimbingnya. Sakura berusaha untuk menghindari kontak mata dengan Sasori karena akan membuatnya malu. Tubuhnya terasa dipandu dengan baik oleh Sasori untuk mengikuti alunan music lembut tersebut.

"kau baik-baik saja ?" Tanya Sasori yang melihat Sakura tampak tidak nyaman.

"ya, aku baik-baik saja. Hanya saja sedikit merasa aneh berdansa dengan dosen pembimbingku sendiri" ucap Sakura lirih.

"hey" kata singkat yang keluar dari mulut Sasori membuat Sakura menatap ke kedua mata Sasori. "aku bukan dosen pembimbingmu lagi" jawab Sasori lirih di dekat telinga Sakura, karena posisi mereka sekarang lebih dekat, yang entah bagaimana membuat Sakura sedikit merasa geli. Sakura kemudian mencoba tersenyum untuk menghilangkan rasa canggung tersebut, dan sepertinya dia sudah mulai hafal dengan gerakan dansa yang tidak biasa ini, karena gerakan dansa ini begitu terlihat seperti gaya berdansa orang-orang barat pada jaman dahulu. Jika dilihat dari lantai dua akan terlihat gerakan dansa dari berbagai pasangan tersebut mulai kompak dan serasi satu dengan yang lain. Hall besar dan luas tersebut terlihat sudah dipenuhi oleh orang-orang yang sedang berdansa.

Tampaknya kedua manusia yang sedang mencoba menikmati dansa ditengah kecanggungan antara mereka, tidak luput dari pandangan seseorang yang menatap mereka begitu dingin dan kaku begitu terlihat adanya ketidaksukaan di raut wajahnya tersebut.

Entah karena terbawa emosi yang tiba-tiba berubah begitu melihat pasangan yang berada beberapa meter darinya membuatnya kemudian secara tidak disengaja mengajak pasangan dansanya untuk lebih mendekat kearah pasangan tersebut secara perlahan dan tubuh mereka masih bergerak mengikuti. Hingga posisi mereka cukup dekat dengan Sasori dan Sakura.

Setelah cukup lama mereka semua berdansa dengan alunan music lembut, tiba-tiba ritme music berubah menjadi sedikit lebih cepat dan semakin. Para pasangan dansa kemudian juga ikut bergerak sedikit lebih cepat. Sepertinya akan sampai pada gerakan puncak dari dansa ketika music yang diputar sudah cukup cepat, yaitu gerakan memutar salah satu orang dari pasangan masing-masing.

Begitu alunan music sampai pada puncaknya, seluruh pasangan melakukan gerakan tersebut, dan..

GREP !

GREP !

"Sasori !"

"Sasuke !"

Kedua gadis tersebut terkejut secara bersamaan karena mereka sepertinya jatuh di dekapan seseorang yang berbeda dari pasangan mereka sebelumnya.

Sasori juga terlihat terkejut ketika ternyata Karin yang ada dihadapanya saat ini, namun berbeda dengan raut wajah Sasuke yang tidak menampakan keterkejutan sedikitpun, hanya datar dan menatap lurus ke arah gadis yang ada dihadapanya.

Alunan music kembali lambat dan terdengar merdu seperti di awal mereka memulai, tapi sepertinya hal tersebut berbanding terbalik dengan detak jantung seseorang yang berdetak begitu keras dan cepat ketika harus berhadapan dengan seseorang yang sedang menatapnya tajam dengan mata hitam kelamnya yang seakan menariknya begitu kuat. Sakura benar-benar tidak bisa menolak pesona dari seseorang yang tengah mendekapnya. "kenapa kau yang memakainya ?" ucap Sasuke lirih, berbisik ke telinga Sakura, yang membuat wajahnya merah padam.

"maafkan a-"

"aku menyukainya, kau terlihat sangat cantik. Apakah kau benar Haruno Sakura ?" Sasuke memotong perkataan Sakura tiba-tiba.

Sakura tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa menundukkan kepala karena malu terus ditatap seintens itu oleh Sasuke. Sedangkan tubuhnya masih bergerak mengikuti alunan lembut music.

Dilain tempat Karin yang masih menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan music lembut bersama pasangan barunya Sasori, terlihat sibuk mengedarkan pandangan kearah lain untuk mencari keberadaan pasangannya sebelumnya karena saat ini tidak terlihat.

"bagaimana bisa ?" Tanya Sasori yang masih berdansa pelan dengan Karin.

"aku juga tidak tahu Sasori-san. Lalu, dimana mereka sekarang ?" jawab Karin dengan raut wajah yang masih menunjukkan kebingungan.

"tadi itu terasa begitu cepat karena musiknya juga lambat laun berubah cepat" jelasa Sasori yang hanya ditanggapi oleh Karin dengan anggukan.

Setelah kejadian yang tidak disangka oleh kedua pasangan tersebut, jarak mereka telah menjauh entah bagaimana bisa terjadi. Music yang mengalun lembut terdengar lirih dan mereka masih setia dengan gerakan mereka.

Sakura benar-benar tidak bisa mengatasi detak jantungnya yang begitu cepat jika Sasuke terus menatapnya dengan mata kelamnya itu, dan Sakura tidak bisa mengalihkan barang sedikitpun dari tatapan itu. Entah Sakura merasa terlalu percaya diri atau memang Sasuke menatapnya begitu dalam.

"aku benar-benar tidak percaya bahwa yang ada didepanku saat ini adalah kau, Sakura" Sasuke tidak mengalihkan sedikitpun pandangan dari Sakura.

"maksud-"

Perkataan Sakura kembali terbungkam ketika Sasuke tiba-tiba mendekatkan wajahnya kearah Sakura, sampai membuat hidung mereka hampir bersentuhan. Sakura kembali dibuat membeku dengan wajah merahnya namun kemudian Sakura tersadar penuh dengan apa yang sedang terjadi.

Bruk !

Secara tidak sengaja mendorong Sasuke cukup keras hingga membuat Sasuke harus tersungkur ditengah-tengah pasangan yang sedang berdansa.

Sakura begitu terkejut akan kejadian yang dia buat secara tidak sengaja tersebut kepada Sasuke yang membuatnya harus menjadi pusat perhatian. Sakura merasa bersalah kepada Sasuke tampak dari raut mukanya, tapi Sakura tidak bisa mengucapkan satu katapun karena terlalu syok dengan yang terjadi. Entah kenapa apa yang terjadi sebelumnya antara Sasuke dengannya membuat perasaanya menjadi tidak menentu.

Sakura tidak bisa berbuat apapun selain berlari menjauhi tempat kejadian tersebut yang telah membuatnya merasa malu dan bersalah.

"Sakura !" teriak Sasuke yang kemudian bangkit setelah jatuh tersungkur dan mencoba mengejar Sakura. Sedangkan Karin dan Sasori yang berada cukup jauh dari mereka hanya bisa menatap bingung.

.

.

.

.

Hosh.. hosh.. hosh..

Nafas Sakura begitu jelas terdengar setelah dia belari cukup cepat menjauhi keramaian pesta, Sakura benar-benar tidak tahu kenapa bisa terjadi hal seperti ini hanya karena perasaannya saat ini yang tidak menentu itu. Sakura kini sedang bersandar di dekat jendela yang berada di samping sebuah balkon lantai dua yang cukup luas, dia berusaha mengatur nafasnya. Tempat disekitarnya tampaknya cukup gelap hanya ada cahaya masuk dari luar jendela atau pantulan lampu-lampu yang ada di ruang utama pesta yang sedang berlangsung, cukup aman untuk menjadi tempat persembunyian sementara. Sebenarnya rasanya ingin sekali menangis setelah apa yang terjadi tadi, tapi Sakura berusaha menahannya karena malu.

Sakura kemudian berjalan pelan keluar menuju balkon dengan harapan bisa mendapatkan udara segar lebih banyak. Kini ia sedang berdiri dipinggiran pembatas sambil menatap langit malam yang cerah sehingga bisa melihat bintang-bintang di langit malam.

Selang tidak lama kemudian Sakura menyadari ada seseorang yang ada dibelakangnya, seketika itu dia menoleh ke belakang.

Duar !

Tiba-tiba terdengar suara kembang api yang dinyalakan di depan mansion mewah milik Uchiha sebagai penanda puncaknya acara pesta, seluruh tamu menuju keluar untuk menyaksikan kembang api yang sedang berlangsung itu, Sakura sebagai sosok yang membenci hal itu seketika tersungkur di lantai dengan raut wajah terkejut yang membuat sosok yang dibelakangnya tadi spontan menghampiri Sakura yang terlihat cemas dan sedikit gemetar.

"kau baik-baik saja ?"

"ya.. aku hanya membenci kembang api" ucap Sakura dengan nada bergetar tergambar jelas raut cemasnya.

"tapi kau terlihat tidak baik-baik saja" meraih lengan Sakura dan membantunya berdiri.

"sungguh, aku baik-baik saja. Aku membenci suara kembang api"

Duar !

Duar !

Melihat Sakura terlihat berwajah cemas membuatnya merasa kasihan. Kemudian dia berdiri dibelakang Sakura dan mencoba membimbing Sakura untuk kembali berdiri, dia membisikkan sesuatu di telinga Sakura.

"tidak perlu didengar, cukup dilihat saja, aku tidak ingin kau melewatkannya" bisiknya ke telinga Sakura dengan lembut. Membuat Sakura sedikit bergidik geli, namun dia merasa seperti terhipnotis dengan perkataan seseorang dibelakangnya membantunya memutupi kedua telinga Sakura. Mereka berdiri dan diam untuk beberapa saat, mencoba menikmati sajian yang ada didepan mereka namun mereka tidak menyadari ada kehadiran seseorang dibelakang mereka ikut menyaksikan mereka dengan raut wajah datarnya.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Balasan Review~

Kisayu-chan : sudah update ya :'D

Siti Nur Maidah : sudah update ya.. hehe

Luhputusetia.p : sudah ya :)

Oh shyn76 : hehe aku usahakan lebih panjang deh.. wkwkw sudah update ya.. :)

Terima kasih kritik, saran dan semangatnya ya…. :)