Baekhyun rasa dia harus bersembunyi dari Chanyeol, sehingga dia tak akan menjadikan Baekhyun sebagai pelayannya. Dan lagi pula siapa yang ingin itu terjadi. Menjadi pelayan seorang namja populer? Mungkin Baekhyun akan senang jika ia bagian dari salah satu yang selalu meneriaki namanya. Tapi sayang, dia Byun Baekhyun seorang yeoja yang dengan jelas membenci namja bernama Park Chanyeol itu. Bagaimana dia tidak membencinya, dia berniat baik membalas pertolongan Chanyeol waktu itu, tapi apa yang dia dapat? Ditolak lalu diejek. Dan sekarang dia ingin menjadikannya pelayan?. Sungguh bertemu dengannya saja membuat Baekhyun malas, apalagi menjadi pelayannya selama satu minggu. Big no!

Namun perkiraannya salah, percuma saja dia bersembunyi dari Chanyeol. Jika Chanyeol tetap datang ke depan kelasnya, memaksanya untuk tetap menjadi pelayannya. Dia datang dan berkata jika dia harus mengantarkan buku-buku yang dia bawa ke ruangan wali kelasnya, lantas kenapa dia menemuinya? Kenapa tak langsung saja dia antarkan keruangannya.

"Aku harus menjemput Noonaku, jadi akan sangat terlambat jika harus terlebih dahulu mengantarkan buku ini."

"Lalu untuk apa kau kesini?"

"Jelas untuk menyuruhmu mengantarkan buku-buku ini. Sekarang kau pelayanku jadi kau harus menuruti semua perkataanku"

"Kau! Aku tidak mau. Kenapa tak menyuruh temanmu saja"

"Cih aku tidak mau tahu. Kau harus mengantarnya jika tidak kau akan tahu akibatnya. Baiklah aku pergi" seperti biasa, selalu dengan nada memerintah. Lalu dia pergi meninggalkan Baekhyun yang sedang menggrutu didepan kelasnya

"Aishh dia pikir dia siapa? Seenaknya menyuruhku"

Luhan dan Kyungsoo yang melihat mereka telah selesai berbicara mulai mendekati Baekhyun yang masih saja menggrutu karena sikap Chanyeol. Meskipun kini Chanyeol sudah hilang dari pandangannya.

"Jelas-jelas kau pelayannya, jadi wajar dia menyuruhmu"

"Harusnya kau bangga menjadi pelayannya Baek"

"Pelayan dari mana? Aku bahkan tak meng'iya'an perkataannya tempo lalu. Kenapa aku harus bangga menjadi pelayannya, itu kesialan bagiku Kyung."

"Tapi tetap saja dia menganggapmu pelayan Baek. Terima saja nasib baikmu itu, jarang sekali dia mengganggu seseorang, dia type lelaki yang sangat cuek dan dingin kepada wanita, asal kau tahu itu"

"Nasib baik apanya, kesialanku malah iya. Kalian berdua memang - ah sudahlah aku harus mengantar buku-buku ini sebelum dia kembali."

"Anak itu nasib baik malah disebut kesialan" keduanya pun hanya menggeleng pelan melihat Baekhyun yang jelas-jelas tadi menolak mengantarkan buku-buku itu, tapi tetap saja melakukan perintah Chanyeol. Baekhyun berjalan dengan menghentakkan kakinya.

Kini Chanyeol berada di bandara incheon untuk menjemput sang Noona yang baru saja melakukan penerbangan dari Newyork. Dengan setelan seragam sekolah, meskipun ditutupi dengan jaket hitamnya Chanyeol masih saja terlihat tampan. Bahkan beberapa pasang matapun tak jarang melirik kearahnya hanya untuk sekedar mencuri pandang sosok namja yang menjadi pusat perhatian tersebut.

"Yoda, ya Park Chanyeol aku disini"

Mendengar namanya dipanggil meskipun dengan awalan 'yoda' tetap saja dia menoleh mencari sumber suara yang tak asing dipendengaran menyerukan namanya tadi.

Ia pun berjalan mendekat kearah Noona nya Park Yoora, sedetik kemudian ia pun memeluk erat kakak satu-satunya itu. Meskipun ia terlihat dingin diluar, akan tetapi ketika berada dirumah dan bersama keluarganya ia akan menjadi Park Chanyeol yang mempunyai sifat yang hangat dan lembut.

"Aku sangat merindukanmu Noona. Kemari aku bawakan kopermu" setelah pelukan itu terlepas di ambilah koper yang sedari tadi Yoora bawa dengan susah payah. Kemudian mereka berjalan menuju mobil yang Chanyeol parkirkan tak jauh dari tempat ia menunggu tadi.

"Bagaimana kabarmu? Kau masih sama seperti dulu, selalu bersikap dingin jika diluar rumah" Yoora memulai suatu obrolan dengan Chanyeol setelah dilingkupi kecanggungan didalam mobil tersebut. Padahal mereka berdua kakak adik, tetap saja merasa canggung, ditambah karena Yoora jarang berada di Seoul yang membuat Chanyeol bingung harus memulai sebuah percakapan.

"Aku baik, kau sendiri? Bagaimana rasanya tinggal dikota orang?" setahu Chanyeol kakaknya itu sangat tidak bisa hidup sendiri, bahkan dia tak bisa jika harus membantu eommanya memasak.

"Aku jauh lebih baik Chan. Dan tentu saja aku bahagia, hanya saja kadang aku merindukan sosok adik kecilku ini" kata Yoora seraya menghadapkan badannya kearah Chanyeol yang masih sibuk menyetir, sesekali Chanyeol akan meliriknya dan kemudian kembali fokus kejalanan.

"Aku bukan adik kecilmu lagi Noona, aku sudah dewasa sekarang" ada rasa kesal dalam ucapan yang keluar dari mulut Chanyeol. Hey dia sudah besar kenapa masih disebut adik kecil.

"Oh benarkah? Bagaimana dengan kekasih apa kau susah memilikinya? Aku yakin kau belum memilikinya. Benarkan?"

"Noona jangan bahas tentang kekasih okay?"

"Kenapa? Ah apa kau masih menempatkan hatimu padanya Chan?"

"Noona jangan bahas itu, kumohon"

"Okay okay baiklah. Aku tak akan membahasnya"

"Hn"

Perjalanan menuju rumah, mereka habiskan dengan saling bercerita tentang keseharian masing-masing. Tak jarang Yoona menggoda Chanyeol dan berakhir dengan Chanyeol yang memberikan tatapan tajamnya.

Ditempat lain Baekhyun baru saja keluar dari ruangan wali kelasnya Chanyeol. Tak sengaja ia berpapasan dengan Mino yang entah dari mana.

"Baekhyunie, sedang apa kau disini?"

"Ah aku baru saja mengantar buku kelas Chanyeol"

"Chanyeol? Kenapa kau yang mengantarnya? Ah dia serius menjadikanmu pelayan?"

"Begitulah, jelas-jelas aku sudah menolak, tetap saja dia memaksa"

"Bersabarlah lagipula hanya satu minggu bukan? " ujar Mino seraya menepuk kepala Baekhyun.

"Hmm kurasa hari-hariku kedepannya akan sangat panjang"

"Sudahlah kajja kita makan, kau pasti belum makan bukan?"

"Kau selalu bisa menebakku. Kajja" mereka berdua pun berjalan kearah dimana kantin berada.

"Dimana Baekhyun? Dia tak bersama kalian? Aneh sekali" sehun bertanya setelah matanya merasa ada yang aneh dengan Luhan dan Kyungsoo.

"Sehun benar, dia tak bersama kalian?"

Jongin ikut bertanya.

"Dia pergi mengantar buku-buku kelas kalian tadi. Jadi aku dan Kyungsoo kesini duluan." Luhan menjawab pertanyaan dua orang yang sedang duduk dihadapannya ini.

"Buku? Apa Chanyeol hyung yang menyuruhnya?"

"Jika bukan dia siapa lagi? Bukannya dia yang jelas-jelas memaksa Baekhyun menjadi pelayannya."

"Ternyata dia benar-benar serius, kupikir hanya bercanda"

"Tentu saja serius, aku masih penasaran alasan dia menjadikan Baekhyun pelayannya. Oh lihat bukankah itu Baekhyun? Dia bersama M-mino? Song Mino?" Kyungsoo merasa melihat sosok Baekhyun yang duduk di sebrang sana dengan Mino? Ah tentu saja bukankah mereka sahabat jadi wajar makan bersama.

"Sedang apa mereka disini?" jongin kau bertanya pernyataan salah.

"Tentu saja sedang makan bodoh" Luhan yang kesal mendengar pertanyaan Jongin pun tak segan-segan menjitak kepalanya.

"Yak sakit rusa!"

"Siapa suruh kau bertanya seperti itu, semua orang yang ada di kantin tentu saja ingin mengisi perut mereka. Dan kau masih bertanya mereka sedang apa? Kau ini be-"

"Sudahlah Lu, bukankah kau tahu jika Jongin itu em sedikit bodoh?" ujar Kyungsoo seraya memelankan suaranya diakhir.

"Babysoo aku mendengarnya" ucap Jongin seraya menatap Kyungsoo.

"Maafkan aku okay?" disertai cengiran imut nya Kyungsoo meminta maaf.

"Bisakah kalian tidak berisik ketika makan?" Sehun pun angkat bicara.

"Baiklah" seru ketiganya dan kembali melanjutkan acara makannya.

Mino berjalan dilorong kelas yang mulai sepi, padahal ia baru saja memejamkan matanya. Ternyata sudah waktunya jam pulang saja. Ia melihat sosok yang tak asing berdiri didepan gerbang sekolah. Sedang apa dia disana, kenapa berdiri sendirian apa ia tak takut jika ada seseorang yang berniat menjahatinya.

"Baekhyunie!?"

"Ya? Oh Mino-ah" benar saja yang berdiri disana itu Baekhyun. Dari belakang saja sudak bisa ditebak.

"Kau menunggu jemputan?"

"Ya aku menunggu dijemput Kang ajushi"

"Tak ingin pulang bersamaku?"

"Mungkin lain kali saja Mino-ah."

"Ah baiklah, aku akan menemanimu disini sampai Kang ajushi sampai" kini mereka berdiri bersampingan, menunggu Kang ajushi menjemput Baekhyun.

"Hmm maaf merepotkanmu"

"Tidak apa-apa Baek, aku senang bisa menemanimu" -dan tahukah kau baek, meskipun hanya menemanimu itu sudah cukup membuat perasaanku kepadamu semakin membesar, apalagi sekarang kita kembali bersama. Meskipun masih dalam ikatan persahabatan. lanjut Mino dalam hati.

"Baek boleh aku bertanya sesuatu?"

"Tentu saja boleh"

"Maaf jika pertanyaanku membuatmu risih tapi apa kau sudah mempunyai kekasih Baek?"

"Yaaaa?"

TBC

Haii aku kembali huhuhu:'v

Ada yang kangen aku? Nggk kayanya. :v

Jangan lupa voment ya say