Haloo semuanyaaa,, masih ada yang inget nggak ya sama fict ini? maaf atas keterlambatan update nya. dan semoga saja masih ada yang mau menunggu fict abal milik saya ini. waktunya membalas Review:

Hika; hohoho,, kamu iri sama sakura? jujur, saya juga iri sama saki, disini. *plak* :D ini sudah lanjut kan?

Cherry Philein; Terima kasih, sudah mau menyempatkan diri untuk membaca fict abal milik saya. akan di usahakan supaya bisa lebih panjang. karena inspirasi saya suka mogok di tengah jalan sih :D. ini sudah update kan? :)

Kumada; Terima kasih loh :D hohoho,, masalah itu, gimana yaa, tergantung review deh, kalau banyak yang minta slight kurokoXmomoi, ya pasti nanti saya bikin KuroXMomoi :D *bercanda* sudah lanjut kan? :)

Guest; Makasih *bighug* nanti diperpanjang deh. Hanazono; Terima kasih :) Sudah lanjut kan?

kiki; maaf atas keterlambatan update nyaa :(

Seijuurou; hoho,, arigatou ;) tenang saja, Sakura dan Akashi pasti bikin si Ayam jelaous tingkat dewa deh :D

Jeremy; maafkan kapasitas otak saya ya :( saya suka ngeblank kalau bikin cerita yang terlalu panjang. alhasil ceritanya jadi nggak nyambung x_x

chi-chan; Makasih. sudah lanjut kan? :)

Kurohime; Maaf ya, kapasitas imajinasi saya pas-pasan sih :D

Brown; udah lanjut ini :D

Dark Blossom & Shadow; sankyu, ini sudah update kan?

Luca; Makasih, hihihi,, tebak sendiri ya? :D

Madeh; ini sudah aku terusin lohh :)

Tiger-chan; Aku juga seneng loh :D uhmm,, akan di usahakan ya... ini sudah update kan :)

Terima kasih untuk kalian yang sudah mau mereview cerita saya,


Seluruh pemuda yang ada di ruangan khusus Kiseki no Sedai itu menelan ludah ketika melihat penampilan 'Teman' baru mereka. Bahkan Sasuke harus rela kehilangan sifat gengsi Uchihanya hari ini. Bagaimana tidak? Hari ini Sakura memakai kemeja berwarna putih dengan renda di bagian dadanya dan rok miu miu berwarna hijau lima centi diatas lutut, yang senada dengan warna matanya. . "Sakura-chan?" Naruto memecah keheningan dengan suara cemprengnya. Sedangkan yang lain langsung salah tingkah dengan wajah merona, bahkan Akashi dan Kuroko juga. Ne, Sakura, apa kau yakin hatimu tetap mencintai 'Uchiha Sasuke-mu' itu? Sedangkan ada enam pemuda lain yang menatapmu penuh damba?


Disclaimer : Kuroko no Basuke belongs to Fujimaki Tadatoshi-sensei and Naruto always belongs to Masashi Kishimoto-sensei

IN LOVE WITH SAKURA HARUNO is MINE

Rate : T

Genre : Romance, Humor, Fantasy.

Pairing : SakuraXSasukeXKiseki no Sedai

Warning : OOC, ABAL, GAJE MISS, TYPO(S)

DONT LIKE DONT READ!


Chapter; 3

.

.

.

.

Suasana yang tadinya riuh itu, kini telah sunyi sepi. penyebabnya? tentu saja gadis dengan helaian soft pink itu. "Ehem,," dehaman sang Emperor menyadarkan.

.

Saat ini, para anggota Kiseki no Sedai —kecuali Akashi dan Kise— dan para 'Ninja' sedang berada di Maji Burger. Mereka memutuskan untuk mengisi perut di tempat itu.

"Ne, Sakura-chan, kau cantik sekali hari ini." Naruto berkata sambil memakan Burger porsi jumbonya.

"Telan dulu makananmu, Naruto." Sakura berkata pelan.

"Ara, Harunochin manis, seperti permen. Aku jadi ingin memakannya." Perkataan raksasa ungu ini membuat para Kiseki no Sedai—minus Akashi dan Kise— bersweatdrop ria. Sedangkan Sakura dan Sasuke sudah merona mendengar perkataan Murasakibara, si raksasa ungu.

Naruto? Jangan ditanya. Dia terlalu bodoh untuk mengetahui apa maksud dari perkataan Murasakibara.

"Atsushi, jangan menggodanya!" Sastsuki melotot galak kepada Murasakibara yang dibalas dengan tatapan malas oleh raksasa ungu itu.

"Ano, Uchiha-kun, kenapa kau hanya menusuk-nusuk makananmu?" Perkataan polos Kuroko membuat sang Prodigy Uchiha menjadi salah tingkah.

"Hn," hanya satu kata bermakna ambigu yang ia perdengarkan.

Sebenarnya Sasuke juga merasa heran dengan dirinya sendiri. Kenapa ia merasa tidak suka, setiap kali Sakura digoda oleh para Kiseki no Sedai. Apalagi ia harus menyerahkan sesuatu dari setan merah itu kepada Sakura.

"Sasuke-kun, apakah kau sakit?" Sakura bertanya, ada nada khawatir didalamnya. Ia menatap Sasuke dengan tatapan bertanya.

"Tidak. Aku mau pulang." Jawab Sasuke datar. Ia melirik sekilas kepada Sakura. Ia bimbang, antara menyerahkan 'itu' kepada Sakura atau tidak.

"Ehh? kenapa Sasuke-san? Apa makannya tidak enak?" Kali ini sang Tsundere —Midorima— bertanya. "Bukannya aku peduli kau mau makan atau tidak nanodayo, tapi kau akan sakit jika tidak makan." Lanjutnya.

Semua menatap Midorima tidak percaya.

"Apa?" Midorima bertanya sambil membenarkan letak kacamatanya.

"Tidak, kukira kau akan tetap diam sampai kau bosan." Jawab Aomine.

"Diam kau! Ahomine!" Midorima sedikit merona mendengar ucapan Aomine. Dasar Tsundere!

Setelah perdebatan yang tidak penting dari Aomine dan Midorima berhenti, Sasuke segera menarik lengan Sakura untuk menjauh. Setelah memastikan bahwa tidak ada yang memperhatikan mereka, ia segera mengeluarkan bungkusan berwarna merah dengan pita gold kepada Sakura.

"Apa ini, Sasuke-kun?" Sakura memegang bungkusan kado itu, lalu mengernyit bingung.

"Tidak tahu. Tadi Akashi yang memberikannya padaku, untuk diserahkan kepadamu."

Jawaban Sasuke membuat Sakura menganga. Ia tidak menyangka, ternyata pemuda yang dianggapnya irit bicara itu mampu mengeluarkan lebih dari tiga kata.

Sakura segera membuka bungkusan itu. Yang ia dapati ialah sebuah benda ukuran mungil dengan bentuk persegi panjang dengan banyak tombol dan berwarna pink?! Hell, sungguh ia tidak tahu itu benda apa!

"Emm,, eto,, apakah Sasuke-kun tahu, ini benda apa?" Sakura bertanya dengan wajah merona.

"Tidak." Jawaban Sasuke membuat Sakura melongo. Kemana perginya sang Uchiha yang berkata panjang lebar tadi?!

"Tapi, tadi aku melihat Akashi berbicara lewat benda yang mirip dengan ini." Lanjutnya.

"Uhmm,, sebaiknya aku bertanya pada Momoi-san saja." Sakura berkata pelan.

"Hn." Jawab Sasuke.

Tanpa ba-bi-bu lagi, Sasuke segera menarik tangan Sakura dan membawanya kembali ke tempat teman-teman mereka berkumpul.

"Hoi Teme! Dari mana saja kau? Kenapa kau hanya mengajak Sakura-chan?!" Naruto bertanya dengan suara cemprengnya.

"Bukan urusanmu dobe!" Jawab Sasuke.

Karena mereka terlarut dalam obrolan masing-masing, mereka tidak tahu, bahwa Kuroko menarik tangan Sakura, mengajaknya untuk pergi keluar sebentar bersamanya, dengan alasan, ada yang ingin ia bicarakan.

—Skip Time—

"Sakura-san?" Suara lembut Kuroko membuat Sakura menoleh padanya.

Saat ini mereka —Sakura dan Kuroko— sedang berada ditaman yang tak jauh dari Maji Burger.

Sedangkan Rookie seven dan Kiseki no Sedai masih berada di Maji Burger.

FLASHBACK

Saat para Rookie seven dan Kiseki no Sedai sedang asik berdebat —minus Sasuke dan Murasakibara— Kuroko mengajak Sakura keluar, dengan alasan ada hal penting yang ingin ia katakan.

Karena hawa keberadaan Kuroko yang tipis, ia dengan mudah menyelinap keluar dengan membawa serta Sakura bersamanya.

Kemudian, ia membawa Sakura ketaman di dekat Maji Burger.

FLASHBACK OFF

"Ano,, Kuroko-kun? Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Sakura.

Kuroko memandang Sakura dengan tatapan yang sulit diartikan, kemudian ia menghembuskan nafasnya perlahan.

"Sakura-san, eto,, apakah besok siang kau ada acara? Maksudku apakah kau tidak ada janji keluar dengan Momoi-san?" Tanya Kuroko —nervous men!—

"Ehh?" Sakura tidak mengerti. Apakah baru saja Kuroko mengajaknya berkencan? Rasanya ia ingin berteriak!

'KYAAA! Pemuda imut ini ingin berkencan denganku!' Teriak inner Sakura.

"ra-san...!"

"Sakura-san..!" Kuroko memanggil lagi.

"Ehh? I.. Iyaa,, aku tidak mempunyai acara apapun dengan Satsuki-chan." Jawab Sakura dengan wajah merona.

'Yatta! Akhirnya Sakura-san menerima ajakan kencanku' Inner Kuroko berteriak riang. —ehh? Inner kuroko bisa OOC juga ternyata—

"Uhmm,, baiklah, besok aku akan menjemput Sakura-san pukul 10 pagi."

"Ha'i" Sakura menjawabnya sambil tersenyum.

"Eto,, Kuroko-kun. Apa kau tahu ini benda apa?" Tanya Sakura sambil menunjukkan benda yang tadi ia simpan di dalam saku roknya.

"Eh? Sakura-san mempunyai ponsel?" Kuroko balik bertanya.

"Uhmm,, sebenarnya ini dari Akashi-kun. Tadi ia menitipkannya kepada Sasuke-kun. Tetapi aku tidak tahu, ini apa?!" Sakura menampilkan raut sedihnya.

Kuroko menatap Sakura lama, sebelum menjawab pertanyaannya.

"Ini ponsel Sakura-san. Aku akan mengajarimu cara menggunakannya." Kuroko berkata pelan.

'Kenapa Akashi-kun memberikan ponsel kepada Sakura?' Kuroko berkata dalam hati.

Sakura terlalu sibuk dengan penjelasan Kuroko tentang 'ponsel' baru miliknya, hingga ia tidak memperhatikan aura kelam disekelilingnya. Begitu juga dengan Kuroko.

Sedangkan dari kejauhan, para Rookie seven dan Kiseki no Sedai menatap Kuroko dengan pandangan yang mengerikan.

'Aku tidak akan membiarkan kalian merebut Sakura-ku!' Inner Sasuke berteriak kencang di kepalanya. —whoa? Sejak kapan Sakura itu menjadi milikmu, eh? Uchiha?—

.

.

Tsuzuku