ACTION

By: Lavenderviolletta

Naruto By Mashashi Kishimoto

Romance/Hurt/comfr

Hinata.H x Sasuke.U

..

WARNING

.

OOC, Miss Typo

..

Happy Reading

"Sasuke-kun."

Sasuke memutar kursinya ketika Hinata datang tiba-tiba memasuki ruang kerjanya, Hinata tersenyum seraya menarik kursi di depan meja Sasuke untuk di dudukinya.

"Mari kita berkencan." Ucapnya dengan semangat, Sasuke hanya terkekeh mendengar itu, ia kembali membuka berkas dokumen kerjanya, menghiraukan Hinata.

"Sasuke ! " Hinata berteriak kesal seraya berdiri, ia berjalan menghampiri Sasuke dan memutar kursinya hingga berhadapan dengannya.

"Kau tidak syuting hm?" tanya Sasuke ketika Hinata menatapnya kesal.

"Tidak, aku bolos karena nenek sihir itu sakit, untuk itu aku menemuimu."

Sasuke kembali terkekeh, "Tapi kerjaanku menumpuk." Balasnya acuh seraya kembali memutar kursinya hingga menghadap meja, Hinata dengan kesal memutar kembali kursi itu hingga kembali berhadapan dengannya.

Cup..

Hinata mencium Sasuke lembut, selang beberapa menit ia melepaskan ciumannya dengan wajah yang memerah.

"Kau menggodaku hm?" Sasuke menyeringai, Hinata hanya berdehem seraya membenarkan rambutnya yang sedikit kusut.

"Aku pergi-"

"Bukankah kau ingin berkencan denganku?"

"Kau bilang kau sibuk kan? Jadi,-"

"Tidak, setelah kau menggodaku." Sasuke kembali menyerringai.

"Eh?"

"Kau perlu memakai ini untuk menyembunyikan identitasmu." Sasuke memberikan Hinata rambut palsu yang panjangnya sama dengan rambut Hinata namun berwarna hitam, Hinata juga mengeluarkan soft lens berwarna hitam yang ia simpan di dalam kotak make-upnya, Sasuke menautkan alisnya saat penampilan Hinata berbeda.

"Aku tak merasa berjalan dengan kekasihku, kau benar-benar seperti orang lain." Hinata terkikik, mereka berjalan di dalam mall dengan saling bergandengan tangan,

Hinata menghentikan langkahnya saat ia melihat film dirinya akan tayanng bulan depan,

"Aku tak suka dengan pose mu." Sasuke mendecih, Hinata hanya tersenyum kecil, keduanya kembali berjalan,

"Sasuke?"

"Hm."

"Sepertinya itu fansku," Hinata menunjuk kerumunan siswa-siswi yang mengerumuni toko buku, mereka membeli sebuah majalah gossip tentang dirinya.

"Aku ingin mendengar, apa pendapat mereka mengenaiku." Ujar Hinata seraya berlari menuju para fans nya.

Hinata mengambil majalah itu satu, ia mulai menguping pembicaraan para siswi itu yang membicarakan dirinya.

"Gomene, kalian fans Hinata-chan juga yah?" tanya nya sok akrab. Para siswi itu mengangguk.

"Tentu saja, Hinata-nee sangat cantik dan hebat, kita fans beratnya, apa oneechan juga fans berat Hinata-nee?"

Hinata mengangguk senang mendengar fans nya itu amat memujanya, Sasuke menarik tangan Hinata "Ayo Hime."

Hinata menepis tangan Sasuke, dan kembali berbincang dengan siswi-siswi itu.

"Sepertinya aku pernah melihat Oniichan ini, tapi dimana yah.." Ujar satu siswi lainnya seraya memperhatikan penampilan Sasuke.

"Ahahaa.. kalian tidak mungkin pernah melihatnya, kekasihku ini tinggal di Berlin, dan ini hari pertamanya liburan di Jepang, bukankah begitu? Shinichi-kun?"

Sasuke hanya mendecih mendengar Hinata.

"Sasuke, Uchiha Sasuke yang di gosipkan dekat dengan Hinata-nee, kau mirip orang itu." Ujar seorang siswa yang tiba-tiba datang di belakang Sasuke.

"Sooka…" Ujar siswi lainnya seraya membulatkan mulutnya membentuk huruf O

"Tidak.. tidak.. itu hanya mirip saja." Hinata kembali menyangkal,

"Benarkah? Aku sangat tidak rela jika Hinata-nee bersama pria sombong itu." Ujar siswa itu lagi seraya mengambil majalah bercover Hinata dan Gaara, Sasuke menatap siswa itu kesal.

"Hai, pria itu tidak cocok bersama Hinata-nee, aku lebih mendukung Hinata-nee bersama Gaara-nii, kyaaa… mereka pasangan yang sangat serasi."

"Kau benar, mereka pasangan yang ideal, aku yakin semua fans Hinata-nee dan Gaara-nii menginginkan hubungan mereka itu lebih dari sekedar rekan kerja."

"Ohh.. aku sangat ingin mereka bersama."

Perbincangan ketiga siswi itu membuat Sasuke menggeram kesal, Hinata merasa kondisi saat ini memburuk, ia segera menarik Sasuke menjauhi anak-anak sekolah itu.

..

"Gomene Sasuke-kun." Ujar Hinata seraya melepas wig dan kontak lens itu ketika mereka berada di dalam mobil. Sasuke tak berkata sedikit pun, ia hanya terus mengemudikan mobilnya sambil menatap lurus ke depan.

Kriingggg…. (ponsel Hinata berbunyi)

"Moshi-mosi, .. ahhh Asuma-san, .. Jumpa pers? … ohhh untuk film itu, .. Hm, baiklah aku segera kesana." Hinata menutup ponselnya.

"Sasuke-kun, gomene kencan kita berantakan."

"…"

"Aku harus segera menemui Asuma-san untuk jumpa pers film baru ku."

"Film baru?"

"Awalnya aku menolak karena merasa tak akan sanggup menjalani dua film untuk syuting dalam waktu yang dekat, tapi Asuma-san menungguku, setelah syuting ini selesai akhirnya aku menyetujui dan menandatangani kontrak itu."

"…"

"Kali ini aku bermain dengan Kakashi-san, jadi kau tak perlu khawatir karena dia sudah memiliki tunangan." Hinata tertawa kecil.

"Tapi kau bermain bersama Kiba yang juga mengagumimu."

"Eh? Darimana kau tau itu?"

Sasuke mendecih, "Aku tau, bahkan awalnya Karin yang memerankan film itu sebagai pemeran utama, tapi karena kau berubah pikiran dan menyetujui kontrak nya dia akhirnya di putus kontrak begitu saja, aku jadi khawatir padamu."

"Eh? Begitukah?" Hinata menatap Sasuke tak percaya, ia merasa bersalah pada Karin.

"Setauku Karin adalah seorang yang pendendam, aku tak yakin hidupmu akan aman setelah ini."

"Sasuke, apa maksudmu, jangan menakutiku seperti itu." Hinata tertawa kecil namun mulai tak tenang,

"Untuk itu, selama kau syuting film itu aku akan menyuruh orang-orangku untuk mengawalmu."

Hinata hanya terdiam, ia masih bergelut dengan pikirannya sendiri.

"Tapi, bagaimana kau bisa begitu tau karakter Karin?"

"Aku pernah satu sekolah dengannya ketika SMA, Sakura juga mengenalnya, dia bahkan mencoba mencelakai Sakura beberapa kali waktu itu."

"Eh? Mencelakai Sakura? Tapi kenapa?"

"Karena Sakura kekasihku."

"Apa?" Hinata terlonjak kaget,

"Karin begitu terobsesi padaku saat itu, dan aku menerima cinta Sakura karena dia seorang gadis yang riang dan ku pikir itu akan membuat hidupku berwarna, begitu Karin tau bahwa kami menjalin hubungan dia berulang kali mencelakai Sakura."

"Jadi, Sakura cinta pertamamu?"

"Hn."

"Tapi- sekarang dia telah kembali kan?"

"Hn, dia seorang wanita hebat dan sekrang menjadi dokter bedah terkenal di korea, mimpinya menjadi kenyataan aku salut padanya."

"Lalu? Kenapa kau tak kembali padanya, Sasuke-kun."

Sasuke mengerem mobilnya mendadak, ia menatap Hinata.

"Kau ingin aku kembali padanya eh? Apa kau sudah tak mencintaiku?"

Hinata menggeleng, "Tidak, hanya saja aku tak habis pikir kenapa kau bisa menyukai wanita sepertiku."

Sasuke memeluk Hinata, "Dengar, aku memang merasa nyaman ketika berada di dekat Sakura, tapi ku rasa itu hanya perasaan sahabat, berbeda ketika aku berada di dekatmu, kau selalu membuatku merasa takut, kau membuatku tertekan, kau membuatku gelisah, kau membuat hidupku tak menentu."

Hinata menengadah, menatap Sasuke. "Benarkah? Aku sangat mengerikan." Raut wajah Hinata tampak sedih, Sasuke terkekeh melihat ekspresi kekasihnya.

"Hm, kau sangat mengerikan, tapi lebih mengerikan lagi jika aku tak bersamamu."

Hinata terkikik, "Kau menggelikan Sasuke-kun."

"Hidupku mungkin akan hancur, Aku mencintaimu Hinata."

Sasuke mendekatkan wajahnya pada wajah Hinata yang menengadah menatapnya, bibir mereka bersentuhan, Sasuke dan Hinata memejamkan matanya.

Tok.. tok.. tokk..

"Hei, bisakah kau menjalankan mobilmu? Kau menghalagi mobil yang akan keluar."

"Gomene." Ujar Sasuke seraya melajukan mobilnya.

Wajah mereka kini sangat merah karena acara ciumannya di ganggu oleh seorang tukang parkir, seolah tak terjadi apa-apa Sasuke kembali menjalankan mobilnya dengan wajah datar, namun ia tak bisa memungkiri bahwa jantungnya berdegup kencang.

….

"Aku antar kau pulang, ini sudah cukup !" Suigetsu mengambil botol minuman itu dari tangan Karin.

"Aku tak akan membiarkannya setelah ini, kau harus hik.. membantuku hik.." Ujar Karin di sela mabuknya, Suigetsu membopong Karin menuju mobilnya.

"Lupakan saja masalah film itu, kau masih mempunyai jadwal film lainnya bukan."

"APA ! KAU BILANG LUPAKAN HAH ! BUKAN ITU YANG INGIN KU DENGAR DARIMU !"

Karin membentak kekasihnya itu kesal, "Artis baru itu, dia merebut peranku."

Suigetsu melajukan mobilnya, "Lalu? Apa yang ingin kau lakukan padanya?"

Karin terkekeh, "Membuatnya menyesal, karena dia telah berani berurusan dengan seorang Karin."

Sasuke menghentikan mobilnya di losmen hotel dimana Hinata akan bertemu Asuma dan kru film lainnya untuk jumpa pers malam ini.

"Aku akan menemanimu."

"Tapi Sasuke, wartawan nanti akan mencurigai hubungan kita."

"Aku hanya akan mengawasimu dari jauh." Sasuke mengeluarkan sebuah topi dan kacamata hitam yang ia ambil di belakang saku kursi mobilnya, ia juga menyimpan sebuah pistol dan menaruhnya di balik blazer hitamnya.

"Sasuke, kenapa kau membawa benda itu." Hinata tampak khawatir ketika Sasuke membawa pistol.

"Ini hanya untuk berjaga-jaga, entah kenapa aku mempunyai firasat buruk."

Hinata tertawa hambar, "Sasuke, bisakah kau berhenti membuatku takut."

Sasuke menarik nafas, "Untuk itu, aku akan menemanimu."

Ruangan mewah dengan karpet merah yang melapisi lantai hotel itu serta puluhan rangakaian bunga terpangpang dimana-mana, kilauan lampu yang berkerlap-kerlip serta beberapa wartawan yang siap dengan kameranya tengah menanti kedatangan para pemain film "The Revenge." Yang di bintangi Hinata Hyuuga, Kakashi Hatake dan Inuzuka Kiba, film itu menceritakan Hinata yang merupakan seorang murid yang mencintai gurunya Kakashi, dan seorang pria brandal yang selalu membuli nya di kelas Kiba, namun di balik sifatnya yang selalu membuli Hinata, Kiba juga menyimpan perasaan khusus.

..

Wartawan mulai memotret ketika para pemeran "The Revenge" itu muncul, sebuah meja panjang dengan lima kursi berjejer disana. Meja pertama di isi oleh sang reporter pembawa acara "Tenten." Kursi ke dua di isi oleh Kakashi sebagai pemeran cowok pertama, kursi ke dua di isi oleh Hinata, kursi ke empat di isi oleh Kiba dan kursi ke lima di isi oleh Asuma yang merupakan sutradara sekaligus produser film ini.

"Koban-wa Mina.. di samping saya ini telah hadir para pemain "The Revenge" yang akan di relish tiga bulan lagi, dalam jumpa pers ini kita akan mendengar mengenai peran mereka dalam film ini, baiklah untuk mempersingkat waktu kita mulai dari pria dewasa yang ada di sebelah saya, Kakashi-san, bagaimana dan seperti apakah peran anda di film ini?" Tanya Tenten seraya melirik Kakashi yang berada di sebelahnya.

"Hm, Arigatou Tenten-san, Saya di film ini memerankan sebagai "Tendo." Seorang guru di sekolah SMA, guru yang sangat di idolakan oleh semua siswi karena charisma yang saya miliki, hampir semua siswi di sekolah menyukaiku, namun hanya ada satu siswi yang berani menulis surat dan menyatakan cintanya padaku, dia adalah "Amane." Tokoh yang akan di perankan oleh Hinata-chan." Ujar Kakashi seraya melirik Hinata yang ada di sebelahnya.

Kamera kini sibuk mengambil gambar Hinata yang tengah tersenyum sipu, "Hinata, bagaimana dengan peran anda sendiri? Bisa anda ceritakan karaktermu di film itu? Saya mendengar kau akan berperan sebagai seorang siswi yang centil dan maaf.. bodoh dan selalu bertingkah konyol, ini jelas bertolak belakang dengan pribadi aslimu, ku dengar kau mengalami kesulitan untuk itu, benarkah seperti itu?" Tenten menatap Hinata yang tengah merona.

"Ahaha.. yah, saya disini berperan sebagi Amane yang-"

Dorr !

"Kyaaaaaa… !" seketika ruangan itu menjadi ricuh ketika suara peluru membahana disana, peluru itu menembus poster gambar Hinata yang merupakan background di belakang para artis ini, Hinata melirik posternya yang terkena tembakan mengenai wajahnya di poster itu, Hinata ,mengerti seseorang yang menembuskan peluru pada posternya itu mengincarnya.

"Hinata… !" Teriak Kakashi seraya menarik Hinata ketika peluru hampir mengenai wajahnya, Hinata masih syok, jika saja Kakashi tak menariknya hingga ia terjatuh dan berlindug di bawah meja bersama Kakashi, tubuhnya bergetar, Kakashi yang melihat Hinata ketakutan segera menggenggam tangan Hinata, menenangkannya.

"Kakashi-san, sepertinya orang itu mengincarku." Hinata berkata seraya menatap Kakashi takut.

"Tenanglah, polisi akan datang sebentar lagi."

Hinata menunduk, "Tolong aku Sasuke-kun." Batin Hinata, ia menitikan air matanya, apa yang dikatakan Sasuke benar, sepertinya ini semua karena Karin, ia yakin ini adalah ulah Karin karena Hinata mengambil alih perannya.

.

.

.

TBC

Arigatouuu Minaa.. Review kalian adalah semangatkuuu ^_^