PART FOUR

Siwon berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum untuk dirinya dan juga Kyuhyun. Ya, kini dua sejoli kita sedang berada di tempat yang sama, apartemen Siwon. Setelah pertemuan mereka yang pertama, Siwon dan Kyuhyun semakin sering bertemu. Ini sudah pertemuan ke empat belas mereka. Tahap yang cukup cepat untuk mengakrabkan diri bukan? Ayolah, mereka sudah bukan teman baru. Bahkan mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Orang tua Siwon-pun juga sudah tau jika Kyuhyun telah kembali ke Korea. Dan apa kalian tau? Bahkan orang tua Siwon sudah menanyakan tentang hubungan Siwon dengan Kyuhyun. Ya, biarkan mereka sendiri yang menentukan takdirnya.

Siwon kembali dengan dua gelas orange juice yang segar. Siwon menyodorkan orange juice tersebut kepada Kyuhyun yang disambut dengan senang hati oleh Kyuhyun.

"Kau tinggal sendiri di apartemen sebesar ini, Won?"

"Memangnya kenapa? Bukankah rumahmu lebih luas dari ini?"

"Aish! Bukan itu maksudku.. Apa kau tidak kesepian?"

"Hmm.. Harus kuakui, lumayan."

"Kenapa kau tidak tinggal bersama kedua orang tuamu saja?"

"Dan membuat mereka kualahan dengan yeoja-yeoja liar itu? Tidak mungkin."

"Siapa suruh kau menjadi model!"

"Kau ini—"

TING TONG

"Siapa juga yang bertamu, mengganggu saja!"

"Sudah cepat buka, Won!"

"Ne.. Tunggu sebentar!" teriak Siwon sambil berjalan ke arah pintu.

CKLEK..

"Umma.. Aboji.. Ah-ahjumma dan Ahjusshi?" tanya Siwon terkejut melihat siapa tamunya.

"Siapa Won?" Kyuhyun berjalan menghampiri Siwon karena tidak ada jawaban dari Siwon dari tadi.

"OMONA!" pekik Kyuhyun.

"Ada apa datang kemari? Kenapa juga bersama-sama?" tanya Siwon setelah mempersilahkan tamunya masuk. Sekarang mereka, Siwon-Kyuhyun-Mr. & Mrs. Choi-Mr. & Mrs. Cho sedang duduk diruang tamu.

"Begini, Won.." Mr. Choi ambil suara.

"Berapa usia kalian berdua?"

"Dua puluh tujuh." jawab WonKyu kompak.

"Lalu berapa lama kalian telah bersama?" tanya Mr. Cho

"Umm.. Satu jam di apartemen ini." jawab Kyuhyun polos.

Pletakk!

"Aish, umma.. Appo! Aku kan hanya bercanda." rengek Kyuhyun karena mendapat pukulan yang cukup awesome dikepalanya oleh sang Umma.

"Rasakan itu! Kami sedang serius saat ini." jawab Mrs. Cho dan Kyuhyun hanya nyengir.

"Siwon, sudah berapa lama kalian bersama?" tandas Mr. Cho

"Umm.. Tujuh belas tahun kurasa. Wae ahjusshi?"

"Kita perlu bicara serius, Siwon.. Kyuhyun.."

"Ne?"

Mr. Choi melirik Mr. Cho yang memberi anggukan. Siwon dan Kyuhyun semakin bingung melihat kelakuan orang tua mereka.

"Begini.. Kami tau hubungan kalian dan kalian tau itu." Mr. Choi angkat bicara setelah hening beberapa saat.

"Dan kami memutuskan untuk menjodohkan kalian.."

"MWO?" teriak WonKyu kompak karena kaget.

"Kenapa? Apa kalian tidak mau menikah? Apa kalian tidak mencintai satu sama lain?" tanya Mrs. Choi

"Bukan begitu, Umma.. Hanya saja, apa ini tidak terlalu cepat?" kekeh Siwon membela diri.

"Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat kurasa." jawab Mr. Choi dengan tegas.

"Aboji.. Ayolah.. Ini bukan main-main. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup." sekarang Siwon memasang wajah memelas.

Entah kenapa, Kyuhyun merasa tidak diinginkan Siwon karena menolak perjodohan mereka. Jujur, Kyuhyun senang-sangat senang mendengar perjodohan mereka. Akan tetapi, jika Siwon tidak mau menikah dengannya itu hal yang berbeda. Kyuhyun merasa bahwa Siwon sedang menghindari perjodohan mereka. Kyuhyun tersenyum pahit.

"Umma.. Aboji.. Ahjumma dan Ahjusshi.. Benar kata Siwon. Pernikahan bukan hal yang main-main. Jika kami menikah tanpa adanya ikatan perasaan dan itu merupakan paksaan, akan berakibat buruk pada akhirnya." celetuk Kyuhyun yang sedari tadi diam.

"Kalian benar-benar tidak saling mencintai lagi? Ada apa dengan kalian?" tanya Mrs. Choi.

"Bukan begitu, Ahjumma.. Beri kami sedikit waktu untuk memikirkannya." jawab Kyuhyun dengan sedikit mengulas senyum.

Keluarga Choi dan Cho saling memandang dan tampak berpikir sejenak, dan akhirnya..

"Baiklah, bicarakan ini secepatnya. Kami tidak ingin menunggu terlalu lama." putus Mr. Choi.

Kini Siwon dan Kyuhyun duduk berhadapan di ruang tamu semenjak kepergian keluarga mereka beberapa saat yang lalu. Mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Won.." ujar Kyuhyun memecah keheningan.

"N-ne?"

"Apa.. Apa kau.. mencintaiku?" tanya Kyuhyun dengan kepala menunduk, ia takut Siwon tak mencintainya-lagi.

"Wae?"

"Aku.."

"Hmm..?"

"Aku.. Aku takut.."

"Takut? Takut kenapa? Apa ada yang mengganggumu?"

"Ani.."

"Lalu?"

"Aku.. takut padamu, Won." jawab Kyuhyun lirih.

"Nugu? Naega? Kenapa kau takut padaku?" ucap Siwon dengan nada kaget.

"Aku takut.. Kau membenciku dan menolak perjodohan kita tadi.." setetes air mata keluar dari manik Kyuhyun. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan isak tangisnya. Namun gagal. Siwon mendengar isakannya, dan itu membuat Siwon merasa bersalah. Siwon tau apa yang dimaksud Kyuhyun. Kyuhyun masih berusaha menahan tangisnya yang nyatanya sia-sia.

Siwon menghampiri Kyuhyun dan duduk disebelahnya. Siwon menggapai kedua tangan Kyuhyun yang sedari tadi menutupi tangis diwajahnya. Siwon menangkupkan kedua tangannya diwajah Kyuhyun dan tersenyum. Dihapusnya air mata Kyuhyun yang masih setia mengalir dipipi mulusnya. Siwon mencium kedua mata Kyuhyun yang terpejam untuk menghentikan tangis Kyuhyun dan kini Siwon memeluk Kyuhyun erat.

"Kau tentu tau bagaimana perasaanku padamu.. Baby.." bisik Siwon sambil memeluk Kyuhyun yang masih sesunggukan.

"Tapi kau tak pernah mengucapkannya lagi setelah aku kembali. Itu membuatku merasa.. bahwa hanya aku yang mencintaimu, Won." jawab Kyuhyun meracau masih dalam pelukan Siwon.

Siwon tertawa kecil, "Kau tau, saat aku menolak perjodohan kita. Aku memikirkan perasaanmu, bagaimana jika kau tidak mencintaiku lagi? Bagaimana jika kau tak mau menikah denganku? Bagaimana jika nantinya kau akan terluka jika menikah denganku? Lihat aku.."

Siwon melepas pelukannya dan mengangkat wajah Kyuhyun, "Aku mencintaimu, Baby.. Sangat mencintaimu. Bahkan aku tidak berani menjadi egois hanya untuk mendapatkanmu." Kyuhyun sudah tidak menangis lagi, ia menatap Siwon dalam. Mencari sebuah ketulusan disana.

"Won.."

"Hmm?"

"Kalau begitu.. Menikahlah denganku.. Secepatnya."

Siwon tertawa kecil dan kemudian menarik Kyuhyun kedalam pelukannya lagi, "Tentu saja, Baby.. Secepatnya.". Kyuhyun tersenyum dalam pelukan Siwon. Ia bahagia, sangat bahagia. Semua kekhawatirannya telah sirna. Siwon mencintainya, dan ia juga mencintai Siwon. Tidak ada yang lebih indah dari ini untuk Kyuhyun.

"Yoboseo.."

"Yoboseo.."

"Umma?"

"Nae, ada apa Won?"

"Kami sudah memikirkannya matang-matang."

"Lalu?"

"Segera persiapkan pernikahan kami, Umma.. Besok kami akan datang ke rumah untuk membicarakan hal ini lebih lanjut."

"Sudah kuduga, kalian tidak bisa menolaknya."

"Terserah apa kata, Umma. Besok kita bicarakan ini lagi, bersama keluarga Cho tentunya."

"Baiklah, Won."

"Ohya, dan katakan kepada keluarga Cho bahwa Kyuhyun akan menginap bersamaku."

"Mwo? Iye – iye! Jaga Kyuhyun baik-baik, dia belum resmi menjadi menantuku."

"Tentu saja, Umma. Kyuhyun aman bersamaku."

"Dan ingat, jangan lakukan hal-hal diluar batas kewajaran. Kau tau kan maksud, Umma?"

"Naee…. Umma."

" Anak pintar. Baiklah, selamat malam Won."

"Selamat malam, umma-ku yang cantik."

Tuut tuut tuut

Siwon berjalan menghampiri Kyuhyun yang sedang memasak makan malam didapur apartemennya. Siwon melingkarkan tangannya dipinggang ramping Kyuhyun dan menaruh kepalanya diperpotongan leher Kyuhyun. Siwon menghirup aroma Kyuhyun yang menenangkan. Kyuhyun awalnya kaget mendapat perlakuan Siwon yang tiba-tiba itu. Namun kemudian ia tersenyum, ia sangat suka Siwon memperlakukannya secara special seperti ini.

"Baby.. Umma menyuruhku menjagamu."

"Lalu? Kau keberatan menjagaku eoh?" Kyuhyun mematikan kompor setelah masakannya matang dan berbalik menghadap Siwon.

"Bukan begitu, Baby.. Bukankah aku tidak pernah menyentuhmu lebih dari ciuman.."

"Lalu.." tanya Kyuhyun ber-antisipasi jika Siwon tiba-tiba 'menyerangnya'. Tentu saja Kyuhyun tau bagaimana jalannya otak makhluk dihadapannya saat ini. Siwon adalah orang yang frontal dalam hal seperti 'itu'.

"Aku mau meminta sesuatu padamu, Baby.."

"Apa? Jangan yang aneh-aneh!"

"Saat kita melakukannya dimalam pertama kita nanti.."

"Kenapa kita membicarakan hal seperti ini?"

"Oh, ayolah.. Baby.. please.."

"Minggir-minggir! Aku mau menaruh makanan ini dimeja." Kyuhyun berjalan menuju meja makan.

"Baby.. Listen to me, pleaseee.." Siwon memasang wajah memelas andalannya.

"Baiklah-baiklah.. Cepat katakan permintaanmu dalam waktu lima detik. Satu.. Dua.."

"Mwo?"

"Tiga.. empat.."

"Duapuluhronde."

"Lim—MWO? Andwaee!"

THE END