Kalau lupa ceritanya, baca dari awal lagi X'D

'Awal biasanya adalah hasil dari sesuatu yang berakhir.'

DL


"What the fuck he did to you ? Kau bilang Ten adalah orang yang baik " mata sipit eyesmile Jaehyun terbuka lebar, dia terkejut dengan cerita Johnny. Oke, dia tau Ten suka mempermainkan 'barbie Ken' nya tapi mendengar bagaimana Ten memperlakukan kekasihnya pada saat dulu membuat nya panas.

"Ten memang baik sayang, dia sangat perhatian padaku, dia mengerti kondisiku dulu, bagaimana aku kurang vokal terhadap perasaan ku sendiri, aku sering dikira cuek, orang yang dingin ,membuat orang sering tidak kuat bersama denganku. Dia merubahku menjadi lebih baik. Dia juga tidak malu punya kekasih seperti aku dulu. Oke Ten memang kasar waktu itu, tapi itulah dia jika marah, tapi aku pikir itu adalah marahnya yang paling besar. Mark bilang Ten agak sedikit aneh setelah kejadian itu, lalu saat aku ceritakan tentang apa yang terjadi, adikku bilang bisa jadi Ten cemburu, tapi aku tidak yakin dia cemburu, siapa aku yg bisa membuat dia begitu? Aku hanyalah satu diantara puluhan mantan kekasihnya, dan kau hanya mau berteman denganku waktu itu, jadi untuk apa cemburu, ya kan ?" Johnny berbicara panjang lebar. Jarang sebenarnya lelaki kelahiran Februari ini melakukan hal seperti ini.

Jaehyun terdiam. Dia tidak tau soal hubungan Ten dan Johnny. Ten is not as bad as He though. Jaehyun meringis, mendengar penuturan Johnny. 'Your self esteem issue is really serious John, ofc you capable to make someone like Ten jealous, He loved you.'

"Tidak Hyung. Sebenarnya aku bukan tipe yang suka berteman akrab dengan orang baru. Waktu itu aku memang ingin dekat denganmu, aku masih mencintai Taeyong waktu itu, tapi aku kesepian. Berbicara denganmu membuat aku senang. Jadi aku yakin Ten mungkin yang duluan menyadari ada sesuatu diantara kita, bahkan sebelum kita menyadari itu, tapi tetap saja ya, meski dia cemburu atau apalah dia tidak boleh mengatai kau seperti itu Hyung, itu kejam." Jaehyun menggelengkan kepalanya dan menyentuh pipi kekasihnya.

"Aww kasihan Ten kalau begitu." Kata Johnny dengan muka menyesal.

"Kau masih suka dengan dia John ?" Jaehyun menyipitkan matanya.

"Tidak! Maksudku aku mencintaimu, tapi tentu kasihan , dia..." Johnny terlihat panik dan mulai berbicara terlalu cepat.

"Hey easy, calm down Honey aku hanya menggodamu sedikit. Aku paham sifat tidak tega dan mudah kasihanmu itu. Apalagi jika itu soal seseorang yang dekat denganmu. Sifat yang membuatmu jadi sering tersakiti. Sifat yang membuat bajingan sepertiku memperlakukanmu dengan sungguh brengsek dulu." Jaehyun menyenderkan keningnya di bahu kiri kekasihnya itu. Tidak berlebihan dia berkata, karena memang sangatlah jahat apa yang sudah dia lakukan dulu.

"Tidak ada yang bajingan disini. Kau hanya laki-laki yang terluka hatinya waktu itu. I am the one who accept to heal you." Johnny mengusap surai kuning menuju pucat itu.

"To heal not to be destroyed Johnny Seo." Crescendo. Nada suara Jaehyun yang pelan berangsur keras.

" Loving you comes with consequences. Sudah ratusan kali aku bilang I love you even it hurts. Di masa depan , masa sekarang dan masa itu. Aku tidak hanya jatuh hati tapi juga mencuri malaikat orang lain."

Jaehyun menggelengkan kepalanya. Sungguh Johnny terlalu tinggi memandangnya. Tetapi tidak bohong , inilah yang membuat Jaehyun bisa luluh dan berubah hatinya. Dia yang sudah lelah berlari mengejar cinta yang selalu berbalik menyakitinya. Sifat alami laki-laki, berburu, mengejar dan berjuang, tapi sungguh sudah habis lelah dia secara mental dan fisik. Dia hanya ingin diam menikmati siraman cinta dan dipuja dengan benar. Disayang dengan rutin dan sentuhan romantis disana sini pada tubuhnya. Hal yang dulu dia dapatkan bukan dari kekasih tetapi dari orang ketiga dalam hubungannya. Sesuatu yang memalukan dan berusaha dia tolak mentah mentah dalam pikirannya.

Jemari ramping Jaehyun menyambar botol kaca berbentuk sekop itu. Bergerak jakun di leher nya meminum cairan pembunuh sel otak itu dengan beringas.

"Eggh...Untuk dosa ketiga si Godface Lee Fucking Taeyong. Itu adalah hawa nafsu. Tindakan rendahan dan kejam yang lagi lagi dia lakukan padaku. Ngomong ngomong kau tau kalau arti bintang pagi itu bukan saja venus lambang keindahan. Lucifer , malaikat yang hengkang dari surga dan menjadi iblis juga dijuluki sebagai morning star. Aku yang sudah berusaha menjadi malaikat hidupnya berubah menjadi iblis. Aku berniat untuk membalas orang yang menghancurkanku, malah melakukan hal terbodoh. Menyakiti orang yang mengobati luka dihatiku dengan cinta yang tulus. Aku yang menyayatimu perlahan kau yang membuat hatiku tetap hidup. I am really sorry. I treat you like a shit John." Jaehyun meremas baju di lengan Johnny. Tidak berani menatap matanya karena dia bisa runtuh oleh rasa menyesal.

"Yeah not gonna lie you fucked me up, but the most important thing is in the end you open your heart for me. We are together now. Aku bisa melihat wajahmu hampir setiap aku rindu. Bisa memelukmu semauku, dan bisa mencium bibir ini pada akhirnya." Johnny mengangkat dagu kekasihnya dan mengecup singkat bibir yang terasa pahit itu. Bibir yang hampir membuat dia gila karena pada awalnya hanya bisa dia kagumi bentuknya tapi tidak bisa dia rasakan teksturnya dengan langsung sekalipun telah ditelusurinya seluruh lekuk tubuh Jaehyun.

"Baiklah pertemuan kita kembali, waktu itu..." Jaehyun meneruskan ceritanya.


FLASHBACK

Jika suatu hubungan cinta yang sudah lama terjalin menjadi cenderung hambar dan monoton, maka diperlukan tindakan dadakan yang dapat menimbulkan kembali percik api asmara. Jika perhatian rutin tidak mempan menyentuh hati sang pemilik hati, tentu yang diperlukan adalah hal wah yang tidak biasa. Hal tidak biasa itu dapat berupa kejutan. Kejutan seperti apa? Apa berupa bunga dan barang unik berupa benda buatan sendiri ? Tidak jika kamu adalah kekasih Lee Taeyong. Dia tidak menyukai hal hal seperti itu. Lee Taeyong yang sekarang mendapatkan hal seperti itu sudah setiap hari dari ribuan, puluhan ribu, jutaan orang. Barang barang mahal yang harganya bisa membeli kebahagiaan? Itu sudah biasa. Penggemarnya juga suka memberikan semua itu. Akan tetapi, ada seseorang yang mampu melampaui kuasa penggemarnya karena kalah start dan kalah dana, orang itu Jung Jaehyun. Jika Ten hobi mendandani, maka untuk Jaehyun memberi hadiah pada kekasihnya justru candu yang membuat hatinya tenang. Setiap kata terimakasih dan melihat Taeyong memakai barang mewah pemberiannya paling tidak dapat meyakinkan dirinya bahwa Taeyong masih mencintainya seperti dulu. Meski Taeyong tidak lagi tersenyum manis sampai hidungnya berkerut. Meski Taeyong tidak lagi mengecup pipi nya singkat dengan muka merah malu. Meski Taeyong tidak lagi datang padanya untuk makan cookies kesukaannya berdua di mini market. Meski mata manik hitam sewarna topi dan kaos latihan usangnya itu tidak lagi bersinar bahagia seperti dulu.

Taeyong nya semakin tampan, tapi semakin jauh. Semakin dingin dan sibuk. Mendekati tidak perduli pada Jaehyun lagi. Jika Jaehyun adalah kereta batu bara, maka yang menjaga panas mesinnya adalah Taeyong. Dia harus melakukan sesuatu untuk menjaga mesin hatinya tetap hidup. Untuk itu dia memutuskan melakukan yang tidak biasa. Dia akan memberi hadiah spesial untuk Taeyong. Dia tidak tau apa Taeyong suka atau tidak tapi dia akan memaksakan hadiah ini untuknya. Hal paling berharga yang bisa Jaehyun tawarkan di dunia ini pada Taeyong adalah dirinya sendirinya. Tubuhnya, waktu untuk bersama dengannya. Tentu dengan berbagai kegiatan menyenangkan yang dirancang bersama. Jaehyun sudah melakukan deal besar dengan Tokyo Disney Land untuk mengesankan hati dingin Taeyong. Sudah booking spongebob cafe hanya untuk berdua untuk waktu singkat. Oke sebenarnya kalau Taeyong mau ke replika restoran Krusty Krab, Jaehyun tidak akan pikir dua kali untuk pesan tiket ke Palestina tempat restoran itu berada, tapi Taeyong harus stay di Jepang untuk album baru NCT-J. Oke untuk kejutan terakhir Jaehyun akan membawa Taeyong ke Tokyo Somei Onsen Sakura. Taeyong pasti kelelahan terus berlatih dia butuh relaksasi. Oke sebenarnya Jaehyun juga berharap agar itu dapat menjadi kesempatan untuk malam panas bersama Taeyong. Karena bagaimanapun dia adalah lelaki biasa dengan kebutuhan biologis. Tidak munafik hal yang membuat dia tertarik pada Taeyong pertama kali adalah fisiknya dan itu termasuk setiap inci tubuhnya. Masturbasi sendiri sambil video call dengan tubuh polos Taeyong yang sedang tidur tidak cukup untuknya.

Sekarang Jaehyun sedang berada bukan di ruang kerjanya ataupun di hotel untuk deal dengan client tetapi dia sedang berada di gedung latihan NCT di Jepang. Ya, dengan sok sok an menyamar menjadi pengantar paket sampai menspray rambutnya sehingga menjadi kecoklatan dirty blonde. Menutup wajahnya setengah. Anehnya Taeyong katanya tidak ada.

"Hari ini sebenarnya latihan diliburkan karena Koharu sensei harus mengunjungi obaasan yang sakit. Member memang banyak yang latihan personal tapi aku tidak melihat Taeyong senpai dari tadi. Biasanya dia pasti bersama dengan yuta senpai. Bagaimana kalau paketnya dititipkan saja ?" Anak yang mengaku bernama Takada Kenta berbicara pada Jaehyun.

"Maaf tidak bisa. Ini pake spesial dari Jung Jaehyun" Kata Jaehyun dengan bahasa Jepang yang lancar.

Anak itu nyaris memekik dan menarik napas kaget.

"EHHH, Kalau begitu emm...kalau di dorm tidak ada juga. Aku tidak tau. Maaf sekali." Anak berambut cokelat terang itu menunduk terlihat gugup.

Jaehyun yang sudah hampir putus asa kemudian keluar dari gedung latihan dan berjalan sendiri mengikuti trotoar entah kemana. Hari sudah gelap dihiasi dengan lampu jalan. Jaehyun menghela napasnya. Uap keluar dari mulutnya karena dinginnya musim. Kalau dulu sebenarnya dia tidak usah repot repot begini mencari Taeyong. Sudah ada orang yang dia tugasi mengikuti Taeyong kemanapun dia pergi. Hanya saja Taeyong menyadari hal itu dan sangat murka dengan Jaehyun. Dia mogok seminggu menghindari Jaehyun. Semenjak itu Jaehyun kapok dan tidak pernah melakukannya lagi. Pria yang memakai topi biru tua, dengan masker mulut warna senada dan baju seragam pengantar paket yang dibalut jaket padding panjang itu akhirnya menemukan taman dan duduk di kursi yang bersih dari salju. Tangan putihnya kemerahan memegang kotak yang isinya hanya dia yang tau. Tidak sendirian dia di taman itu. Ada dua laki-laki tinggi sedang membuat bola salju sambil mengobrol. Jaehyun tidak ingin menguping. Tapi kedua orang itu berbicara bahasa Korea dan karena itu adalah bahasa utama Jaehyun untuk beberapa tahun ini, makan Jaehyun dapat mengerti pembicaraan mereka.

"Seonho-yah, bagaimana sudah berteman dengan anak-anak lain ?" Kata seorang yang dengan rambut hitam, dengan mata bulat lembut. Garis wajahnya adalah halus lebih pada cantik dari tampan dan bibirnya sedikit tebal kemerahan, jelas bukan orang biasa, tipe tipe muka artis Jungs.

"Belum Lin Hyung, bahasa Jepangku sangat buruk dan kebanyakan mereka tidak bisa bahasa Inggris." Laki-laki yang tidak kalah tampan dan bahkan terlihat sedikit mirip dengan lawan bicaranya itu mendengus. Sampai tercipta uap di sekitar hidung dan bibirnya.

"Hmmh.. nanti kita akan belajar bersama. Aku tau transfer ke NCT-J merupakan sesuatu tantangan besar. Terlebih untuk kau yang masih muda. Emm tapi liat sisi positifnya, posisimu melambung tinggi . Posisi 9, tidakkah itu bagus ? Kau bisa satu scene di video musik NCT-J dengan cinta pertamamu "Wang" Taeyong." Lelaki yang ternyata bernama Lai Guan Lin itu mengubah bola saljunya menjadi bentuk hati. Taeyong di NCT-China dijuluki Wang karena dia seperti kaisar yang selalu meraih posisi satu. Meski pernah saat hiatus digantikan Ten.

"Ya memang aku yang sudah belajar Putonghua jadi harus belajar Bahasa Jepang lagi, tapi aku bersukur pindah ke NCT-J karena NCT-C sudah tidak aktif lagi. Di..dia bukan cinta pertamaku! Dia hanya idolaku. Stop menggodaku Hyung!" Lucu sekali melihat seorang tinggi besar terlihat kikuk, memukul mukul bola salju besar yang sepertinya adalah badan boneka salju.

"Hah, sayangnya cinta pertamamu itu sudah memilki kekasih. Yuta-kun beruntung." Pria paling tinggi yang hidungnya sudah kemerahan itu menghancurkan salju berbentuk hati yang dia buat tadi.

"Kekasihnya itu anak pemilik Jungs Jung Jaehyun sudah berapa kali aku bilang Hyung!" Seonho menempelkan tangan dinginnya pada pipi Guan Lin.

"Aku tim Yutae. Kau tidak bisa menghentikanku. Kau tidak lihat bagaimana Yuta-kun memijat punggungnya yang sakit. Bahkan mereka tidak pernah di dorm. Aku mendengar anak-anak bergosip kalau mereka memilih tinggal di apartemen sendiri. Apartemen Taeyong."

"Jangan percaya gosip! Taeyong hyung sangat menyayangi kekasihnya kurasa kau mabuk Linlin !"

"Entahlah bisa saja dia menyayangi Yuta-kun dan tetap bersama anak pemilik perusahaan untuk menjaga posisi center nya?"

"Taeyong Hyung bukan orang seperti itu!" Anak yang dipanggil Seonho agak berteriak.

BRAKKKK

Suara keras ditengah keheningan malam mengagetkan dua pemuda yang belum tujuh belas tahun itu.

"God. Apa-apaan kau!" Guan Lin yang terkejut luar biasa menatap arah sumber suara. Sebuah kursi taman tua yang sedikit retak. Dia melihat pria bertopi dengan badan tinggi berbalut padding panjang berjalan menjauh.

"Sudah Hyung, mungkin orang mabuk. Biasanya orang mabuk bisa berubah menjadi monster." Seonho menarik lengan kakak setim nya itu.

Guan Lin hanya mengurut dada sambil menggelengkan kepala. Seonho terus mengusap punggungnya. Kata-kata GuanLin tidak benar dan juga tidak salah sepenuhnya. Jung Jaehyun tidak mabuk, tapi emosinya baru saja mengubah dia menjadi monster.

Seakan seluruh darahnya mengumpul di kepala dan telah mendidih panas seluruh yang tersisa mengalir di sepanjang pembuluh darah Jaehyun. Berjalan dan berlari semakin cepat ke tempat dimana dia memarkirkan dengan sembunyi mobil Lexus IS 300h berwarna silver miliknya. Melempar kotak hadiah ke kursi penumpang dan langsung menyalakan mobil dan terdengar bunyi nyaring gas yang diinjak terlalu keras. Jaehyun sama sekali tidak berminat untuk menjadi karakter di animasi Initial D tapi kecepatan dia memacu mobil berkata lain. Pemuda tampan itu ingin berteriak meraung bertanya pada Tuhan dosa apa yang dibuat oleh jiwanya di kehidupan sebelumnya harus merasakan disakiti berkali kali seperti ini. Menggenggam, memutar kemudi terlalu keras seakan mau mematahkan nya beringas. Disisa kewarasannya, hati kecil Jaehyun berharap Taeyong tidak ada di apartemen itu. Apartemen yang merupakan hasil keringat Jung Jaehyun saat mendapat bonus pertamanya bekerja di Jungs. Hadiah yang diberikan pada Taeyong sebagai hadiah hari jadi ke 600. Disaat semua masih bahagia dan belum ada pengkhianatan diantara mereka.


Di tempat lain.

"Yuta, ini adalah kesalahan. Kita tidak seharusnya seperti ini. Owh.. sial!" Taeyong dengan kepala mengayun ke depan dan kebelakang. Mata menerawang jauh di antara kenikmatan surga buatan dan nafsu dosa neraka. Kepalanya seperti berputar, tapi badannya polos dengan keringat mengalir membutikan betapa panas tubuh oleh gelora nafsu yang menggebu. Sekarang yang mengontrol hal yang dilakukan tubuhnya adalah satu organ kelaki-lakiannya. Kebanggaan, harta berharga nilainya tak terkira. Sekarang hartanya itu menjadi murah seharga satu setengah botol sake dari osaka. Mengkilap basah. Kemerahan terlihat dan tidak terlihat seiring pergerak pinggunglnya maju mundur dengan tempo pelan tidak beraturan, terbenam dalam lekukan pantat orang lain. Dia yang napasnya naik turun. Dia yang memegang dudukan kasur tidur. Dia yang tersenyum menahan sakit, tapi hati bahagia karena berhasil membuat mimpi gilanya menjadi kenyataan. Mereka harusnya sedang berada di ruang kaca berlantai kayu dengan musik upbeat menari dengan semangat dan melatih vocal dengan nada yang beraturan. Bukan di apartemen ukuran sedang bernuansa hitam putih ini. Bergerak dengan irama berantakan dengan derit tempat tidur dan suara becek dan desahan tertahan.

Yuta hanya diam, tidak sepenuhnya diam karena lenguhan dan geraman rendah itu adalah otomatis seiring pergerakan penis Taeyong membawanya pada kegilaan. Tidak berani bicara apapun, takut dia menghentikan mimpinya yang menjadi kenyataan ini. Meski impiannya sedikit berbeda. Tetapi dia tidak peduli bagaimanapun bentuknya bersatu dengan orang yang dia cintai dari pertama kali terjebak dalam gelap mata hitam itu adalah tujuan hatinya. Toh memang Taeyong lah yang mengontrol hatinya. Sekarang Yuta berada di posisi para wanita cantik yang dia gunakan untuk melupakan Taeyong sesaat dari pikirannya. Rasanya ingin menangis bahagia. Meski tidak sepenuhnya karena cintanya baru ditolak. Hanya saja permintaan terakhir Yuta dan alkohol mengubah sedikit akhir dari kenangan yang pahit ini.

Dua anak manusia yang sedang mendosa ini terlalu fokus pada kenikmatan. Tidak lagi kelima indera berjalan dengan sempurna. Seperti indera perasa dalam sensor kulit yang menguasai.

Semua mengabur, Taeyong merasa badannya akan melayang. Dia berusaha mengeraskan cengkraman keras pada pinggang ramping Yuta tapi dia akhirnya melayang juga. Tidak ke atas tapi ke belakang. Tunggu dia benar-benar seperti ditarik dari belakang.

BRUKKK

"Aghh.."

Taeyong dengan sedikit kesadaran tidak mengerti apa yang terjadi yang jelas pantat, punggungnya dan sikutnya sangat sakit seperti membentur permukaan keras.

Semua berjalan sangat cepat. Seperti kelebatan film rusak.

BHUGGG

BHUGGG

'Krakkk'

Taeyong mengerjapkan tangannya berusaha fokus dari pandangannya yang tiba tiba kabur. Suara sesuatu patah.

"AKKKKHHHH"

"KAU MATI. MATI HARI INI"

Telinga Taeyong seperti berdeging mendengar teriakan lebih tepatnya raungan yang sangat keras dari orang di depannya. Dia tesadar dan ingat benar punggung lebar itu. Rambut blonde yang bergerak. Tangannya yang mengepal melayang cepat ke atas dan kebawah menghujam meninju seperti orang gila.

"JAEHYUNNNN HENTIKAN. JANGAN SAKITI DIA." Taeyong melesat berdiri dan berusaha menarik tubuh yang bergerak liar diatas Yuta tidak segan menghajar pemuda jepang itu sampai mati.

"LEPAS. FUCKIN BITCH."Jaehyun bergerak liar melepas diri dari pelukan kekasih nya. Menyikutnya hingga terkena perutnya dan terpental lagi kebelakang.

Taeyong merasa memar ditubuhnya bertambah. Hanya erangan kesakitan Yuta membuat hatinya perih mengirim kekuatan entah darimana agar dia bangkit lagi.

"TIDAK WAJAHNYA HYUNG, JANGAN WAJAHNYA ITU HIDUPNYA." Hanya itu yang ada di otak Taeyong saat melihat Jaehyun bergerak lagi. Dia sudah merangkul dan berusaha menarik tubuh dan tangan itu. Entah kata-kata atau teriakan beserta tangisan menyedihkan yang menghentikan Jaehyun yang mengamuk seperti binatang. Jaehyun terdiam dan membiarkan tubuhnya ditarik mundur. Meninggalkan Yuta yang lebam sana sini dan mencoba duduk sambil berteriak tanpa suara memegang lengannya kesakitan.

PLAKK

Seperti diberi setrika panas. Perih rasanya pipi Taeyong jatuh terjerembab karena kekuatan tamparan yang tidak setengah-setengah. Dia dapat merasa robek sedikit sudut bibirnya. Kepalanya seakan berdenging.

"KALAU ITU HIDUPNYA, KAU ADALAH HIDUPKU LEE TAEYONG! MY GOD!" Berteriak sampai batas kemampuan pita suaranya. Jaehyun meraung keras meremas rambutnya dengan ekspresi wajah seperti orang kehilangan akalnya. Satu tetes alir mata mengalir tidak sebanding dengan dadanya yang naik turun emosi.

"Katakan ini adalah mimpi buruk ! Apa salahku padamu Tae? APA!" Jaehyun duduk di atas pinggang Taeyong sambil merunduk mengangkat bahu taeyong dan membenturkannya lagi ke lantai berlapis karpet itu.

"Jae Hyung tidak salah apa-apa." Taeyong membuka matanya. Menatap mata chesnut Jaehyun yang sudah seperti mata orang gila. Keadaanya sangat berantakan.

"HENTIKAN MEMANGGILKU SEPERTI ITU. Jadi apa ini semua? Kenapa kau TERUS lakukan ini padaku. Kenapa tidak sekalian kau bunuh aku saja Tae, heh?"

Taeyong dapat merasakan Jaehyun memaksakan tangannya untuk meninju dada Jaehyun. Pipi Taeyong basah oleh air yang jatuh dari wajah diatasnya.

"Tidak. Ini tidak seperti yang kau pikirkan Jae Hyung, aku mencintaimu sungguh."

"Kau mencintaiku dan malah melakukan ini? Kau mabuk dan horny Taeyong? Kau 'bosan'? Aku akan melakukan apapun untukmu! Kau punya kekasih pikirkan perasaanku."

Tangan Jaehyun dingin dan bergetar, Taeyong dapat merasakannya. Bahkan deru napasnya terasa di wajah Taeyong.

"Arrh.. itai..."

Taeyong yang rasanya ingin pingsan saja kemudian disadarkan oleh suara yang dia kenal benar itu. Dia berusaha mendorong dan melepaskan diri dari kungkuhan Jaehyun dan berlari naik ke atas kasur.

"Yuta ! Kau tidak apa Yuta. Tanganmu, Oh tidak wajahmu. Kita harus ke rumah sakit!" Kekawatiran yang sangat terdengar dari nada bicara Taeyong. Dia memeluk sahabat dekatnya itu dan memeriksa tubuhnya. Lebam dan noda darah.

Jaehyun hanya terdiam menatap Taeyong yang panik sambil menatapnya meminta belas kasihan. Dia sudah berada di puncak emosinya dan kewarasannya.

"Kau memang bajingan Lee Taeyong." Jaehyun berkata lirih. Rasanya hatinya diinjak injak.

"Aku yang membantu mengubah hidupmu dari penyanyi jalanan sampai menjadi bintang besar Yuta. Aku mempercayaimu dan ini balasannya untukku HAH." Jaehyun menatap Yuta yang sudah lemas mencoba berdiri dengan bantuan Taeyong.

"Jaehyun Hyung kumohon setelah mengantar Yuta aku akan menjelaskannya, maafkan aku chagii sungguh aku mabuk dan..."

"TIDAK. TIGA KALI itu terlalu Taeyong. Kau harus merasakan rasanya sakit seperti ini! Aku akan hancurkan kau Taeyong!" Seperti racun kata-kata keluar dengan suara keras yang tajam. Jaehyun merasa dia sudah tidak bisa menahan diri lagi. Tenaganya sepertinya sudah habis. Hatinya tidak kuat lagi menerima penderitaan.

"Jaehyun maafkan aku. Jaehyun.. Hyung!"

Pandangan Jaehyun menjadi gelap. Masih dapat terlihat Taeyong yang melepas Yuta dan berlari ke arahnya. Hanya cahaya seperti kunang-kunang dan suara Taeyong yang memanggil namanya, kesadaran Jaehyun hilang seiring rebah tubuhnya ke lantai.

Jung Jaehyun tinggi 180cm lumayan rajin berolahraga dan menjaga makanan. Tidak ada satupun dokter yang dapat menjawab penyakit atau kebiasaannya. Sejak bersama Taeyong jika terlalu emosional maka laki-laki berdimple itu akan jatuh pingsan.


Halo Taeyong, percaya atau tidak ini sudah kertas ke 14 yang aku gunakan untuk menulis surat untukmu. Tanganku bergetar kacau dan sangking gugupnya aku sampai menulis dengan Bahasa Inggris saat percobaan yang ke-12. Sudah lama sekali sejak terakhir aku menulis surat langsung dengan tulisan tangan kepadamu. Kapan terakhir kali ? Mungkin saat liburan pertama kita ke Florence dan itu sudah lama. Aku tahu kau sangat sibuk untuk meraih mimpi di Jepang. Aku tau kau adalah pekerja keras yang jika memiliki sebuah goal maka akan fokus pada itu dan tidak suka diganggu. Aku ingin minta maaf karena mungkin mengganggu jadwal istirahat mu. Hanya saja kau harus tau bahwa ada orang yang sangat mencintaimu yang berusaha bertahan untuk tidak melompat ke Gimpo Airport setiap harinya hanya untuk melihatmu barang lima menit saja. Ada orang yang selalu menunggu pesan darimu setiap dia mencari jeda untuk bernapas disela pekerjaanya. Ada orang yang masih mencintaimu sama seperti dia mencintaimu sejak dia bertemu denganmu di depan ruang latihan Jung's. Bagaimana denganmu? Bagaimana dengan yongyongie ku ? Masih mencintai Jae Hyung nya kan. Aku berharap ya, dan jika kau ragu menjawabnya maka aku akan membuat kau mencintai aku lagi sama seperti dulu hehe. Makanya selain surat tulisan tangan ini, di dalam kotak ini ada molten cake kesukaanmu. Persis kue yang sama yang kau suka saat dulu kencan pertama kita. Aku tau kau sedang diet tapi setidaknya mungkin makan satu dan ingat-ingat saat kita dulu makan ini bersama di Seven Eleven. Kau bisa membagi satu pada Yuta karena aku tau dia sahabatmu. Sampaikan salamku untuknya dan bilang hanya satu saja bolehnya oke.

Ngomong-ngomong selamat hari jadi yang ke 1717. Lihat ini cukup keren

1+7+1+7 = 1+6 = 7

7 adalah jika dalam mandarin , Pinyin nya adalah (qī) untuk Kanton "chut" yang artinya adalah kebersamaan. Adalah angka keberuntungan untuk sebuah hubungan. Angka 7 juga adalah angka keberuntungan dan sakral.

Jika kita pisahkan

(1+7)+(1+7)

8+8 = 16 = 1+6 = 7

wow keren ya ?

1.7.17 Tanggal satu bulan tujuh , 1st July juga adalah hari ulang tahunmu kan yongie. .

Oke cukup tentang angka angka ini, salah kan rapatku yang berbicara tentang kapan hari beruntung yang pas untuk rilis mini album kalian di Jepang. Sekarang aku akan mengakhiri surat ini. Oh iya aku tidak hanya memberi molten chocolate tapi ada hadiah sebenarnya yang aku persiapkan untukmu. Kau bisa tanya pengantar paket ini. Kau bisa memeluk si pengantar paket ini karena aku mengizinkannya. Ya, itu aku Jung Jaehyun kau pasi taulah kan hehe.

Dengan Cinta,

Jae Hyung

p.s *please just hug me I miss u so much

T.B.C


Maafkan atas hiatus panjang tak terkira. Maafkan atas update yang mungkin tidak memuaskan dan tidak sesuai harapan. Mulai sekarang akan mencoba update tapi tidak sepanjang seperti dulu. Akan coba sedikit-sedikit tapi rutin mungkin itu lebih baik. Maaf sudah membuang waktu kalian. Maaf karena minta maaf terus *bow and smack my head to my notebook*

BTW YES I MAKE PD101 KIDS AS CAMEO AHAHAHHA