.
(A/n) Hallo semua readeeeeer tercinta! Sudah lama kah nungguin fanfic saya? Hehehe gomen yah… jiwa yadong saya baru saja kembali LOL maklum saya kan aslinya innocent~~ *kedip kedip* #DilemparGerobak. Yoshhh oke… ada beberapa pertanyaan yang mungkin udah berkali kali ditanyaain ama reader. (1) apa penyakit yang di derita Yunho benar-benar ada?Jawabannya gak ada LOL demi apa kalo ampek ada penyakit nista kayak begitu yak? Wkwkwkwwlwlw saya ngarang sendiri itu. namanya aja ribet kayak orangnya ~ XD (2) apa author ndak hot sendiri pas ngetik ff ini? Jawabanya ya ndak munkin saya ndak hottttttttt~~ ,, pasti hotlah, malah ampek ganti celana dalam berkali-kali (Jorok lu!) xd.. oke sejauh ini hanya 2 pertanyaan itu yang selalu sering di tanyakan oleh reader dari chapter pertama. Semoga chapter 4 ini bisa memuaskan nafsu bihari semua
.
JUNGCEST © HoMin'eL
Chapter 4
Saran:Di mohon membaca Chapter sebelumnya kalau lupa jalan ceritanya
Warn:PWP,BDSM,fanboy Kai (exo) ,
Tes
Cairan merah mulai meleleh dari lubang changmin ke kulit paha Changmin yang mulus.
Darah
"Hyung!.. hiks.. sakit hyung… ahh lepa- s.. hiks… hyung achk! Acch ah! Ah! Ah! Ah! Ah!" Changmin meronta lagi dan hanya di hadiahi hujaman kasar pada assholenya yang sudah sangat kesakitan dan mengeluarkan darah.
Slup slup slup
Buah pisang dan penis Yunho yang bercampur dengan darah changmin, makin cepat dan liar menginvansi lubang Changmin…
Dan tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk melepaskan semen mereka secara bersamaan. Penis Changmin yang sangat sensitive tidak perlu penetrasi untuk mencapai orgasmenya. Sedangkan yunho yang melepas spermanya dalam tubuh Changmin memejamkan matanya, mulutnya terbuka, serta desisan nikmat yang keluar dari bibirnya membuatnya menjadi semakin panas dan terlihat sexy. Changmin tak kalah sexy kepalanya yang tak sanggub disangganya kini mengantung dengan tangan yang masih terbogol di tralis, airmata membasahi wajahnya. Saliva menetes dari sudut bibirnya yang tipis dan nimkat, nafasnya menderu hanya membuatnya makin terlihat cantik dan sexy.
"Nggh" Changmin mendesah saat kehilangan penis yunho berserta pisang yang tertanam di dalam tubuhnya.
Bruk
Yunho merebahklan tubuhnya disebelah Changmin, permainan kerasnya menguras banyak energi. Yunho mengambil kunci borgol di saku belakang celananya dan meraba tangan Changmin lalu melepaskan borgol yang sedari tadi memenjarakan Changmin di trails.
Bruk
kini Changmin yang sepenuhnya rubuh di atas bed yang empuk dan nyaman. Kepalanya menelusup dalam bantal bulu angsa mereka yang empuk. Yunho menggerakan tanganya yang besar untuk menyentuh wajah Changmin yang cantik serta kulit susu yang halus. Matanya elangnya menusuk tajam pada mata bambi Changmin yang selalu mengeluarkan airmata karenanya. Ibu jari Yunho mengelus sayang pipi halus Changmin dan mengusap airmata yang hampir kering disana, namun percuma bulir basah itu akan turun dan membasahi pipinya lagi.
Mereka saling menatap. Saling memberikan cinta lewat tatapan hangat yang selalu menenangkan hati keduanya, sampai bibir hati yunho mulai mengeluarkan suara
"Aku mencintaimu changmin… aku mencintaimu" dari pada kata 'maaf' yunho lebih suka mengatakan kata tersebut, karena kata maaf hanya akan menyakiti keduanya. Tubuh dan hatinya tak pernah berbohong, ia sangat mencintai Changmin lebih dari apapaun, bahkan lebih dari dirinya sendiri. Perasaan sakit karena harus menyakiti sang terkasih selalu mengerogotinya. Namun rasa sakit tersebut tak sekuat rasa sakitnya akibat penyakit langkah yang dideritanya. Axcerytopesia Penyakit yang mengharuskannya terobsesi oleh sebuah candu bernama SEX bersama 1 orang terpilih. Dan kenapa itu Changmin… kenapa orang terpilih itu harus Changmin. Kenapa Changmin harus terpilih untuk disakiti.
"Aku juga mencintaimu hyung"
Balasan dari bibir Changmin membuatnya tersenyum dan melenyapkan semua kemelankolisannya. Dia tahu kenapa Changmin yang terpilih, dia tahu. Karena dari awal Changminlah pemilik hatinya. Changminlah setengah hidupnya. Dia tak keberatan mati akibat penyakit gila ini kalau sampai akhir ia bisa bersama Changmin. Bersama Changminya selamanya.
~Jungcest~
Beberapa minggu kemuadian
Soul University
"Changmin hyung! Changmin hyung!" Seseorang memanggil Changmin dari belakang. Ternyata adik tingkatnya Jong in atau akrabnya KAI sedang berlari menghampirinya sambil membawa sebuah lukisan besar ditanganya.
"Ah... Changmin hyung...hah... aisssh untung masih bisa tersusul" Kai mengatur nafasnya yang menderu akibat berlari.
Changmin melihat sekelilingnya khawatir mencari sosok Yunho. Dia tidak mau membuat masalah lagi, dia tahu benar Yunho tak suka dirinya terlalu dekat dengan orang lain terlebih pada junior-juniornya yang tampan dan imut imut itu. Kai misalnya.
"Ya kai?" jawab Changmin Singkat.
"Ah… hyung-ah kenapa suaramu harus merdu seperti itu sih... aku jadi makin kagum padamu hehehehe " ucap KAI tak langsung pada intinya, malah memuji suara angel Changmin yang semua orang tahu,Tak sembarang orang bisa mendengarnya, karena Changmin selalu menutup diri pada orang lain. Disamping tekanan Jung Yunho yang selalau mendapinginya. Tak satupun orang berani berbicara dengan Changmin saat yunho sedang di sampingya.
"Kai... cepatlah" sungguh ia tak bermaksud terburu-buru namun hantinya sungguh tidak tenang. Memeikirkan apa yang akan dilakukan Yunho, kalau ia mendapati dirinya berbicara dengan Kai sungguh membuatnya takut. Hukuman pada tubuhnya? Bukan, itu memang sudah pasti. Tapi Kai... dia tidak mau Yunho menyakiti adik tingkatnya yang tidak bersalah.
"Oke hyung… aku tahu kau pasti khawatir dengan Yunho hyung. Tenang saja Kris sedang mengganggunya sekarang, aku yang menyuruhnya" ucap kai polos. Changmin hanya tersenyum lembut mendengarnya, benar-benar Kai memang selalu punya akal untuk menyingkirkan yunho, walau tak bisa menyingkirakannya begitu lama, dan 15 menit adalah rekornya berbicara paling lama dengan Changmin.
"Oke hyung jadi…-Kai mengeluarkan lukisan dari bungkus putih- bisa kau tanda tangani ini?" Kai meminta dengan cengirang khasnya.
Mata Changmin membulat melihat lukisan Changmin didepanya.
"Indah sekali" desinya sambil tetap mengagumi Lukisan di depan wajahnya
"Ya, kau memang indah Hyung dan... cantik" balas kai. Hei dia tidak bercanda. Kai memang sudah mengagumi Changmin dari pertama ia masuk ke kampus mereka.
"Bukan aku Kai... tapi lukisamu"ucap Changmin dengan senyum manisnya
"Hyung... Lukisan ini adalah dirimu. Kau adalah objek tercantik yang pernah ku lukis" Ucap kai melihat hasilnya sendiri. Lukisan dimana Changmin melihat kelangit dengan tersenyum indah… tulang rahangnya yang kuat serta leher panjangnya yang indah, lekuk wajah yang lebih dari sempurna serta bulu mata panjang nan lentik, benar-benar seperti seorang malaikat.
"Kau berlebihan Kai" Changmin tersenyum lagi dan menerima Spidol di tangan Kai lalau perlahan menarikan Jemarinya diatas lukisan tersebut memberi sebuah tanda tangan yang mungkin akan menjadi hal yang sangat berarti bagi seorang Fanboy berat seperti Kai.
"Kyahhh~~! Terima kasih Hyung!" Kai tak kuasa menahan Hasrat Fanboynya dan tanpa berpikir Panjang langsung menghambur kepelukan Changmin. Changmin yang awalnya kaget, kini hanya tersenyum dan membalas pelukan kai Singkat. Sungguh tubuhnya terasa aneh kala bersentuh dengan orang Selain Yunho.
Changmin hanya Tidak tahu ada sepatang masa musang yang sedari tadi menatap mereka tajam. Penuh amarah.
.
.
.
"Hyung-!" Changmin terkejut saat mendapati Yunho Sudah ada di mobil pribadi mereka. Menunggunya dengan tampang yang sangat Changmin kenal, wajah marah dan nafsu. Penyakit Yunho akan lebih cepat terangsang oleh keadaan mentalnya. dia tidak boleh terlalu marah atau terlalu senang. Karena keduanya bisa memancing hormonnya dan membuatnya memuncak. Hormon sexual yang di miliki Yunho lebih tinggi dari hormon orang yang memeiliki nafsu sex normal. Atau bisa dibilang hormon sex yunho tidak normal. Yah... begitulah penyakit gila bernama Axcerytopesia bekerja.
Changmin masuk pada kursi penumpang bersama yunho, sedangkan sopir pribadi mereka mulai melajukan mobil mewah mereka yang mewahnya sungguh tak wajar untuk ukuran mahasiswa itu.
"Bersenang-senang dengan junior mu?" Yunho bertanya. Suaranya dalam dan penuh amarah. Dia menatap Changmin tajam. Changmin melihat kedalam mata tajam Yunho. Dia bingung harus bagaimana. Nyatanya dia tertangkap basah sekarang.
"Siapa namanya? Jong in? kai? Atau siapalah itu ... apa aku benar?" Yunho bertanya lagi, kini dengan seringai sinisnya. Lalu Yunho menggigit bibir bawahnya keras, Itu suatu kebiasaan saat ia gelisah atau menahan sesuatu. Changmin tahu sekarang Yunho sudah sangat ingin menyentuh Changmin. Memasuki lubang hangat Changmin segera! Changmin tahu hal itu. Karena penyakit Yunho akan sangat menggila ketika Yunho di penuhi emosi. Tapi sekarang lihat?! Yunho hanya mengepalkan tangannya, bahkan menggigit bibir bawahnya keras. Buku-buku tangan Yunho memutih, kuku kukunya melukai kulit telapaknya, merobek kecil hinga sebercak darah segar keluar dari sana. Bibirnya tak kalah mengenaskan. Bibir bawah yunho yang digigit terlalu keras mengeluarkan darah segar. Yunho menolak hasratnya menyentuh Changmin dan melukai dirinya sendiri.
Changmin membenci ini. Changmin benci ketika Yunho melakukan Hal ini. Melawan penyakitnya dengan cara melukai dirinya sendiri. Ini adalah hukuman terkejam bagi Changmin. Karena dari semua hukuman yang di berikan Yunho. Changmin paling tidak suka Yang satu ini.
Ketika Yunho mencoba melawan penyakitnya. Dan mengabaikan hasaratnya untuk menyentuh Changmin.
"Hyung… hentikan! Hyung!" Changmin panik tangannya mencoba melepaskan tangan yunho yang kini sedikit kemerahan akibat darah yang keluar dari telapak tangannya.
"HYUNG! Jebal… hentikan kumohon" Mata Changmin Kini bearair. Sungguh dia tak Sanggup menyaksikan Yunho yang seperti ini. Dia merasa seperti tidak berguna.
Changmin sudah tidak tahan dengan ini semua. Akhirnya ia menduduki paha Yunho dan mulai mencium Yunho ganas. Awalnmya Yunho masih keras kepala dengan aksi gigit bibirnya, namun bibir lembut Changmin tak bisa di tolak. Desahan Changmin membuat hasratnya semakin memuncak.
Bunyi kecipak air liur kini terdengar didalam mobil bergerak itu. Ciuman mereka menjadi panas Changmin tak hentinya melumat bibir penuh Yunho dengan sangat lembut dan panas. Tangan Changmin mulai melepaskan cengkraman Yunho pada tangannya sendiri dan membimbing tangan Yunho ke pinggangnya yang panjang dan ramping. Yunho menyerah… Tubuh Chnagmin adalah keindahan yang mutlak.
"Anghh…" Changmin membuat desahan di dalam tenggorokannya ketika lidah panas Yunho mulai memaksa masuk kedalam dan mengajak lidah Changmin untuk menari bersama. Lidah ke lidah, bibir ke bibir, dan saliva yang bercampur menjadi Satu. Tangan Yunho yang besar menyentuh pingang Changmin sensual dari atas kebawah hingga T-shirt yang di pakai Changmin menjadi kotor akibat bercak darah Yunho yang teresap disana.
"Nhhh…Mnnhh"
Dan melodik indah itu tak kunjung cukup untu seorang Jung Yunho. Yunho menelusupkan tanganya kedalam T-shirt Changmin dan mulai membelai halus kulit Changmin yang bagai sutra tenun. Kedua tangan Changmin menekan leher Yunho untuk membuat Ciuman keduanya semakin dalam ,dalam dan dalam.
Perbedaan tinggi badan mereka membuat posisi leher changmin kini berada tepat di mulut yunho, ketika yunho melepas Ciuman panas mereka. Yunho mulai menghisap kuat leher jenjang Changmin kuat dan possessive. Yunho ingin semua orang tahu bahwa Changmin adalah miliknya. Dan hanya satu satunya.
Karena Changmin adalah Jung Yunho's 'The Real One'
"Ahhhhh..." desahan nimat di keluarkan Changmin kala Yunho tak kunjung henti menghisap lehernya.
"Mnnhh... Yunho Hyung… Mnnnnhhhhhhhh " lengkungan nikmat itu tercipta saat Yunho tengah menghisap kulit di belakang telinganya yang sangat sensitive.
Changmin tak bisa berbuat apapun kecuali mendesah nikmat. Tangannya meremas kuat rambut Yunho seakan ingin mencabutnya dari pangkal kepala sang pemilik. Yunho melepas ikat pinggang Changmin dan sedetik kemudian Celana Changmin sudah tergeletak tak berdaya di bawah kaki Yunho beserta dengan Celana dalam berwarna pinknya.
"Ackh! Hyung!" Changmin terkejut dengan sensai Jemari Yunho yang tiba-tiba memaksa masuk kedalam hole sempit dan keringnya. Changmin memejamkan wajahnya erat merasakan sakit dan nikmat yang tak lagi asing baginya. Kepalanya mendongak keatas dan kedua tanganya makin erat menekan kepala Yunho kedalam leher jenjangnya.
"Nhhh ahh.. ah..ahh…ah.. hyung… nhh.. ahh…" desahannya yang sangat disukai Yunho itu makin menjadi kala jemari Yunho kini sudah dalam angka tiga menginvansi lubang hangatnya yan kering dan sempit.
"Changmin… Kau miliku kau tahu itu" Suara Yunho yang lebih mirip desahan itu meluncur sexy dari bibir hatinya. Makin membuat Changmin bergetar dan menggila olehnya.
"Ya Hyunhng.. ahh! Ahh! Kau- ahhh! Nghhng.. hyung ahhh- mnnhh " Tak Sanggub menyempurnakan kata –katanya, Changmin hanya bisa mendesah ketika kini empat Jari Yunho bermain dengan Lubangnya yang makin panas. Lubang kering tanmpa setetes lube itu kini makin terbuka lebar dengan 4 jari Yunho yang senantiasa bermain-main didalamnya.
"AH! Hyung!" Changmin sedikit menjerit keenakan dalam saat salah satu jemari Yunho berhasil membentur prostatnya. Yunho yang mengetahui hal itu kini mengulangi perbuatanya, membenturkan Jemarinya pada prostat Changmin hingga membuat tubuh Changmin bergelinjang karenanya.
Mereka bersatu dalam Ciuman panas lagi, bibir yang sempat kering sekarang terbasahi oleh dua jenis saliva yang sudah menjadi satu. Bibir tipis Changmin terasa penuh dengan hadirnya bibir Yunho yang sangat lihai mempermainkan lidahnya. Lumata khas yang panas dan sangat nikmat itu sungguh di sukai Changmin. Katakan ia selalu menjadi korban disini namun tidak, hampir seluruh tubuhnya menyukai Yunho. Tubuhnya tak pernah berbohong.
"Ride me"
Pinta Yunho kala mereka telah melepas sesi ciuman mereka dan saliva panjang yang menyambungkan lidah keduanya terputus dan menepel pada Dagu tirus Changmin.
Changmin melepas ikat pinggang Yunho. Dan membuka lesreting serta kancingnya. Changmin hendak menurunkan Celana Yunho namun tertahan oleh posisi duduk Yunho yang membuatnya susah. Changmin terdiam melihat Yunho dengan TAtapan. 'Hyung angkat Pinggul mu' namun Yunho tak kunjung mengangkat pinggulnya dan malah Mencubit nipple Changmin yang sudah ereksi keras di dalam T-shirt mahalnya.
"Ahhhhh…" lengkuh Changmin saat nipplenya di tarik kasar oleh Yunho. Kepalanya terpejam dan dahinya terjatuh di bahu bidang Yunho.
"Keberatan kalau Kulit halusmu terluka karena Celanaku?" Tanya Yunho sambil meremas lembut pipi pantat Changmin yang halus dan kenyal.
"Nhh..."
Changmin medesah dengan semua sensasi yang diantarkan Yunho padanya.
Yunho mengangkat tanganya dari pantat Changmin dan mencengkeram rambut belakang Changmin dan menariknya kasar kebawah. Hingga kini leher Jenjang Changmin menghiasi wajahnya. Yunho yang melihatnyapun tak tahan untuk tak menghisap kuat kulit susu yang sudah terhiassi kissmark dimana-mana itu.
"Ahhh.. Hyung… mnhh"
Yunho ganas menghisap leher Changmin hingga tanda yang di buat Yunho tak akan hilang dalam waktu seminggu.
"Changminah… sakitnya kain kasar ini yang akan sedikit menggores kulitmu, tak sesakit hatiku saat melihatmu bersama bocah itu" Yunho berbisik di telinga Changmin dan menjilat daun telinga Changmin seduktif.
Dan dengan itu Yunho memisahkan kedua belah pantat Changmin yang kenyal, changmin yang sudah mengerti apa yang di inginkan Yunho mengambil Penis Yunho yang sangat besar itu pada Holenya yang sudah di penetrasi oleh jari-jari manly Yunho sebelumnya. Setelah kepala penis Yunho perlahan tertelan oleh Hole Changmin, Changmin perlahan mulai menurunkan pinggulnya dan mendesah nikmat tak karuan. Sensasi penis Yunho di dalamn tubuhnya masih terasa sama, begitu penuh, begitu nikmat dan sakit.
"Kau miliku..."
Kalimat itu bagai melodik tiada akhir. Dan Yunho mencengkeram pinggang Changmin hingga melukis bekas di atas kulit sususnya, lalu mulai memaksa rytme Changmin menjadi lebih kencang dan kasar.
"Ahngh..ah..ah..ah..ah..ah!" dan Changmin hanya bisa mengeluarkan desahan rancau penuh kesakitan dan juga kenikmatan yang tiada tara.
Slap slap slap
Benturan atara pipi pantan Changmin dan juga paha Yunho yang masih terbalut jeans mahal itu memenuhi ruangan sempit dalam mobil tersebut. Kulit pantan Changmin makin memerah... kala harus berbenturan secara langsung dengan metal besi dari lesreting Yunho. Perih... namun tusukan nikmat dari penis yunho yang senantiasa menghantam prostatnya tak membuatnya mengeluh akan hal itu.
"Mnghh.. Yunho..Yunho.. Hyung.. Yunho.."
Hanya menyebut Nama Hyungnya yang terkasih seolah Changmin melupakan semua kalimat di dunia ini keculai 'Yunho Hyung... '
"Ah... Changminah... Nikmat sekali...ah..." Yunho mendesah oleh kenikmatan yang ia dapat. Berapa kalipun ia memasuki tubuh adiknya, berkalipun ia mengoyak lubang Changming dengan penisnya, Changminnya masih terasa tetap perawan. Kencang dan Ketat.
"Aku mencintaimu Yunho hyung.. . Aku mencintaimu... " Changmin berbisik pada Telinga Yunho dan senyum ksedihan terbentuk disana. Sedih karena Hyungnya harus menderita penyakit semacam ini. Penyakit yang membuat hubungannya dengan Hyungnya jauh akan kata romantis. Changmin tahu.. hyungnya lebih menderita dari siapapun... hyungnya lebih menderita... bahkan lebih menderita dari pada dirinya. Ia mencintai hyungnya lebih dari ia mencintai dirinya sendiri.
Changmin memang milik Yunho sejak awal.
Mereka memiliki satu sama lain.
Karena merekadua yang menjadi Satu...
"Kau miliku.. changminah.. kau miliku… kau hanya miliku.."
Rancau yunho seakan sebuah mantra yang tak bisa ia hentikan. Kedua tangannya mencengkeram pinggul polos changmin kuat , hingga kulit susu itu kotor dengan tanda merah akibat tanda keposesivan yunho. Ia Menelusupkan kelapanya di leher changmin yang jenjang yang sudah di kotori oleh bekas ciuman yang menggila. Masih tetap mengucapkan hal yang sama "kau milikku"
Dan dengan teriakan changmin yang sedikit keras changmin mengeluarkan semua semenya, membasahi badan keduanya bahkan sebagian sampai ke dagu yunho. Yunho mengangat wajahnya melihat wajah changmin yang sungguh demi tuhan dia tak mau ada orang lain yang melihatnya, sangat indah…
Dengan gerakan pelan changmin menunduk dan menjilat spermanya sendiri yang mengotori dagu yunho. Menjilatnya sensual dengan menutup mata lalu mencium bibir yunho lembut sebelum melepasnya pelan hingga saliva menhubungkan keduanya. Walau penis yunho masih sangat binal begerak dalam lubangnya changmin tak kuasa menahan hasaratnya untuk memeluk hyungnya erat dan membisikan kata cinta yang sangat berdosa…
"Aku mencintaimu hyung… sangat…"
"Ahh…"
Dan dengan itu Yunho membanjiri lubang hangat changmin dengan semen yang masih panas. Membuat changmin penuh dan nyaman…
Nyaman karena bisa merasakan panas yunho dalam tubuhnya.
"Kau miliku changminah…"
"aku milik mu hyung"
Sepertinya mereka benar-benar tak terpisahkan
TBC
Sory ya kalo banyak typo…
A/n OTLL saya gak nyangka yah. Pernah bikin fic kayak begini LOL! Saya ini cukup yadong juga ternyata... ckckck saya pikir selama ini saya poloas dan- #DilemparDongkrak oke oke saya udah gak polos =3=
Ya udah nih udah di update.. jadi pliss repiuw..
Inget! loe gak review gw sumpain gak bisa boker 7 turunan !
LOLOLOLOLOLOL
#DisantetReader
Oke makkk EL cekidot dulu dah LOL
EL
