Bad Romance
Author: Park Hyesung
Pairing: YeWook (Yesung x Ryeowook), KyuWook (Kyuhyun x Ryeowook)
Genre: Romance, and other
Rate: M
Warning: YAOI, Typo(s), EYD tidak sesuai, alur kecepatan dll
Disclaimer: Author hanya meminjam nama mereka untuk kepentingan cerita. Tak suka dengan pairing ini? Tinggal keluar dari halaman ini kok
"Huwaaaaa! Hole-ku sakit! Tubuhku sakit! Shindong hyung huweeee!" Rengek Ryeowook di dalam mobil bersama sang manager, Shindong menuju sebuah acara musik. "Ya! Jangan berteriak! Bisa-bisa kita menabrak!" Balas pria bertubuh gemuk tersebut. Namja manis itu terus saja merengek sakit pagi ini.
Semalam sehabis melakukan'nya' dengan Yesung, si produser psikopat (menurut Ryeowook) pergi meninggalkannya pagi-pagi sekali. Jadwal manggung dan rekaman untuk reality show-pun ditaruh Yesung diatas meja nakasnya. Benar-benar nasib kurang beruntung.
"Hyung~! Rasanya sakit!" Dan seperti biasanya, Ryeowook akan selalu mengeluh akan rasa sakit setelah melakukan'nya' dengan Yesung pada manager setianya. "Tapi apa boleh buat, Wookie! Kau saja menikmatinya! Sudahlah diam saja." Sahut Shindong tak tahan.
Tiba-tiba pipi tirus Ryeowook menimbulkan warna merah. Kata-kata Shindong sukses membuatnya malu. "Hyung! Kau jahat! Bukannya menghiburku tapi kau malah berkata seperti itu!" Balas Ryeowook tak mau kalah. Managernya mengalah agar Ryeowook bisa marah-marah sampai puas dan akhirnya akan diam.
Namja mungil itu akhirnya diam setelah meringis sakit saat membenarkan duduknya. Bibirnya terpout manis menatap keluar jendela. Frustasi akan rasa sakitnya masih tak terbendung. "Kenapa sampainya lama sekali?!" Katanya sebal.
Tak lama setelah sepuluh menit, akhirnya mereka sampai di gedung SBS untuk menghadiri acara Ingikayo. "Huft, kenapa juga jadwal padatku tak berhenti? Shindong hyung~! Nanti kita mampir ke tempat ibu ne." Pesan Ryeowook sambil memasuki gedung. Shindong hanya mencatat perkataan Ryeowook dan mencocokan kunjungannya pada acara lainnya.
"Ryeowookie~~~" Yang dipanggil hampir terjungkal ke depan karena seseorang memeluknya dari belakang. "Kya!" Pekik Ryeowook terkejut. "Selamat datang! Aku sudah menunggumu kkk~" Tebaklah siapa yang berkata seperti itu.
"Cho Kyuhyun!" Yup, Ryeowook mengeja nama pria itu dengan jelas dan tentu dengan keras. "Jangan mengejutkanku seperti ini lagi! Apalagi dengan cara memelukku ditengah koridor!" Peringat Ryeowook dengan nada seseram yang ia bisa.
Kyuhyun hanya menanggapinya dengan tawa ringan. "Cara berjalanmu aneh, nona Ryeowook. Apa kau 'bermain' lagi dengannya?" Tanya Kyuhyun blak-blakan dan merangkulnya hingga ke ruang make-up.
Wajah Ryeowook kembali blushing, "Aish, jangan mengatakannya dengan keras!" Balas Ryeowook sebal. Sepertinya namja bersuara khas tenor tersebut melupakan kata-kata Yesung semalam. Kyuhyun tertawa renyah dan duduk di kursi sebelah Ryeowook untuk di make-up oleh para stylish ternama.
Namja bernama Kim Ryeowook tersebut hanya terdiam menanti stylish dan masih beberapa kali meringis sakit. "Hey, Cho Kyuhyun." Panggilnya datar. Kyuhyun menoleh innocent, "Ne?"
Beberapa detik setelahnya Ryeowook menatap wajah Kyuhyun dengan seringaian tipis, "Bagaimana kalau malam ini kita minum wine bersama?"
.
.
.
"Pemenang minggu ini adalah..." Suara MC menggelegar di studio tersebut. Tangannya membuka kertas pemandu acara di depan para artis yang datang di acara tersebut. "Cho Kyuhyun!" Teriak MC yang lain mencoba untuk menghebohkan.
Banyak orang yang terkejut pasalnya kali Kyuhyun yang menang, biasanya Ryeowook yang menang! Apalagi Kyuhyun dan Ryeowook menjadi Top One untuk acara musik seperti ini. Termasuk keduanya, mereka juga tak menyangka jika Kyuhyun akan menang.
"Chukaeyo, Kyuhyun-ssi!" Ucapan selamat dari MC sambil memberikan piala pemenangpun terdengar. Para artis yang lain memeluknya kecuali Ryeowook. Sepertinya dia sedikit shock.
Melihat reaksi unik Ryeowook pun si Kyuhyun tertawa garing sambil merangkulnya. "Apa kau ingin menyampaikan pesan, Kyuhyun-ssi?" Tanya MC. Namja bersuara bass tersebut mengambil mic setelah mengiyakan. "Aku ingin berterima kasih untuk management, atasanku, dan seluruh Sparkyu yang mendukungku. Gamsahamida atas semua dukungan kalian hingga aku bisa mengalahkannya." Suara cekikikan namja itu membuat Ryeowook yang dirangkul olehnya kesal. Apalagi Kyuhyun menatapnya remeh.
Apa Kyuhyun tak berpikir jika skandal dapat saja terjadi? "Diam kau, bodoh!" Ryeowook menginjak kakinya kesal membuat Kyuhyun mengaduh sakit. "Ya!" Teriak sang namja tinggi. Seketika studio tertawa melihat insiden kecil itu.
Lima menit kemudian, semua kembali ke backstage ketika acara tersebut resmi selesai. "Yeay! Aku menang! Akhirnya aku bisa mengalahkanmu, pabbo~!" Seru Kyuhyun kegirangan sambil memegang piala tersebut. "Apa? Pabbo?" Balas Ryeowook tak terima. "Buktinya aku bisa menang darimu, yeyeye~" Sungguh, demi starcraft yang sering dimainkan maniak gami itu, kenapa dirinya bisa kekanakkan seperti itu?
"Menyebalkan." Gumam Ryeowook jengkel. "Hyung! Habis ini kita ada acara apa?" Tanya namja manis tersebut. Shindong langsung melihat-lihat kertas jadwal. "Sepertinya kita hanya harus recording untuk acara Happy Together." Ujar pria gemuk tersebut sambil menatapnya.
Kyuhyun menganga. "Huwa, Ryeowookie. Apa kau berpikir kalau kita jodoh? Pagi ini kita sudah dapat jadwal manggung bersama. Kenapa setelahnya kita harus recording untuk Happy Together?" Mendengar penuturan si Evil Kyu, Ryeowook ikut menganga tak percaya. "What?!"
.
.
.
Didalam ruangan yang dindingnya sengaja terbuat dari kayu, disinilah tempat keberadaan kedua penyanyi rookie yang sekarang sedang hangat dibicarakan. "Hahahaha... Apa benar atasanmu seperti itu?" Tawa MC dan seluruh bintang tamu.
"Ne! Bahkan dia bisa bersuara kodok dan kambing secara bersamaan!" Tambah Kyuhyun semangat yang langsung membuat orang tertawa terpikal-pikal. "Aigoo, perutku sakit mendengarnya!" Ryeowook memeluk perutnya menahan tawa.
"Hahaha, baiklah. Aku tak ingin tertawa lebih dari ini. Bisa-bisa kerongkonganku membengkak. Bagaimana kalau kita membahas soal hubungan Kyuhyun dan Ryeowook? Bukankah kalian berdua musuh bebuyutan?" Tanya MC penasaran.
Ryeowook terdiam sejenak untuk mencari jawaban. "Awalnya aku berpikir seperti itu juga. Banyak Netizen Korea bahkan luar negeri mengatakan jika kami akan menjadi musuh bebuyutan dan bertolak belakang. Namun apa dikata jika setelah acara MAMA beberapa waktu lalu Kyuhyun mengajak ku untuk berbincang. Aku sungguh terkejut melihat kepribadian aslinya."
"Dari wajahnya terlihat dia adalah orang yang dingin dan cuek tapi sisi lainnya sebagai orang biasa sungguhlah lembut dan perhatian. Beberapa hari kemarin aku juga diajak bermain game bersama olehnya." Jelas Ryeowook membuat wajah Kyuhyun sedikit memerah.
"Omo, wajahmu kenapa memerah, Kyuhyun-ssi? Hahaha." Goda sang MC jail. "A-ani. Dia memujiku terlalu berlebihan sepertinya, hahaha. Aku tak ingin mempunyai musuh sekalipun di dunia hiburan. Buktinya kami saja bisa berteman baik. Awalnya aku juga tidak menyangka jika Ryeowook mempunyai sifat yang sangat ceria. Kukira itu hanya dibuat-buat saja untuk mengambil perhatian penggemar." Jelas Kyuhyun kali ini.
"Whoa. Apa kalian akan berpacaran?"
"Tentu saja tidak!" Sahut mereka kompak.
"Ei~~" Goda MC dan bintang tamu yang lainnya lalu tertawa kembali.
.
.
.
"Aku tak tahu kau akan memujiku." Kata Kyuhyun tiba-tiba menghentikan keheningan diantara mereka berdua. Kyuhyun menjemput Ryeowook di rumahnya. Mereka menuju club malam yang sudah disepakati mereka saat pagi tadi Kyuhyun menyetujui ajak Ryeowook.
"Hm? Memujimu?" Tanya Ryeowook lola. "Oh~ Pas reality show tadi? Memang itu yang aku rasakan." Lanjutnya setelah mengingat. "Hm... Bagaimana tentang ajakanmu ini? Kenapa kau mengajakku minum wine?"
"Aku hanya ingin mabuk saja." Ryeowook nyegir lebar. "Aku bosan saja bersama'nya'." Kyuhyun mengerutkan kening. "Bersamanya? Nugu? Yesung?" Tebak Kyuhyun tepat sasaran. "Yeah."
Kyuhyun mangut-mangut sambil fokus dengan jalanan. "Benarkah kau bosan dengannya? Suatu kemajuan karena kau menyukainya."
"Menyukainya? Jangan sok tahu."
"Baiklah. Kenapa kau bosan dengannya? Apa penisnya kurang untuk memuaskanmu?"
Bugh!
"Jaga cara bicaramu, Kyuhyun." Siapa sangka Ryeowook akan memukul pipi Kyuhyun sekeras itu? Untung saja mereka sudah sampai di parkiran. "Oh man. Kenapa pukulanmu begitu sakit?" Namja ikal itu hanya mengelus pipinya yang memerah.
"Kau mau temani aku atau tidak?" Tanya Ryeowook mengalihkan pembicaraan. Sebenarnya Ryeowook sedikit bosan mengingat Yesung terlalu memenjarakan dirinya dari Kyuhyun. Apa salahnya jika dia berteman dengan Kyuhyun? Toh Yesung tak mempunyai perasaan apapun dengannya. Jadilah Ryeowook mengajak Kyuhyun pergi untuk melanggar perintah Yesung semalam. Lagipula Ryeowook juga tidak begitu percaya jika Yesung akan membatalkan dirinya untuk tidak menjadi artis lagi.
"Ya! Tunggu aku, Wookie!" Kyuhyun berlari mengikuti Ryeowook yang telah berjalan keluar mobil terlebih dahulu. "Aku masih penasaran. Kenapa kau tidak mau bersama namja itu? Bukankah kau menyukainya?"
"Aish, Cho Kyuhyun jelek hentikan pertanyaanmu yang hanya bisa membuatku jengkel setengah mati!" Tangan lentik namja mungil tersebut mencubit keras pinggang Kyuhyun. "Kya! Appo! Hajima! Aku akan diam!"
.
.
.
Tubuh mungil itu terhuyung kanan-kiri karena dibawah kendali alkohol. Entah sudah berapa gelas yang ia habiskan untuk minum-minuman keras ini. Kyuhyun yang berada disampingnya dan masih mempunyai kesadaran diri namun tak begitu utuh pun menangkapnya kala jatuh kesamping.
"Ya, Wookie. Kaja kita pulang." Bisik Kyuhyun dengan suara parau. Cairan wine yang ia minum terasa lengket di tenggorokkan. Ryeowook tampak menggeleng pelan dan tertawa kecil, "Shireo~ Aku masih ingin disini~" Dan namja kecil itu kelihatan sudah sangat-sangat mabuk.
Kyuhyun bahkan tak habis pikir kenapa Ryeowook bisa jadi seperti ini. Ternyata tak sepenuhnya pandangannya pada namja manis itu benar. Akhirnya, namja berwajah pucat tersebut memutuskan untuk membawanya pulang ke apartemen.
Selama di mobil, Ryeowook terus mengigau atau lebih tepatnya berteriak asal. Seperti, "Aish, aku membencimu Yesung! Kau selalu mengatur hidupku karena aku bergantung pekerjaan padamu! Aku bosa menjadi boneka seksmu. Bahkan kau tak pernah bermain pelan padaku walaupun sebenarnya aku menyukainya."
Wajah Kyuhyun selalu memerah saat Ryeowook berkata yang 'aneh-aneh' saat dirinya bercinta dengan Yesung. "Argh, bisa-bisa anak kecil ini kuperkosa biar diam." Geram namja berambut hitam tersebut.
Sesampainya di depan apartemen milik Ryeowook, dengan lembut Kyuhyun membawanya hingga masuk kamarnya. Membuka sepatu milik namja bersurai madu tersebut kemudian membuka kerah bajunya agar tak terlalu panas. Kyuhyun menepuk kedua tangannya menandakan pekerjaan kecilnya selesai.
Saat Kyuhyun hendak berbalik untuk pulang, tangannya ditarik oleh Ryeowook sehingga tubuh besarnya menindih tubuh Ryeowook yang lebih kecil darinya. Lehernya langsung dilingkari sepasang tangan dan pinggangnya pun dilingkari oleh kaki Ryeowook. Pria kecil itu benar-benar mengunci pergerakan Kyuhyun.
"Tu-tunggu. Apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun gugup. Bisa-bisa dia 'kelepasan'. Wajah Ryeowook mendekat pada pipi namja berambut ikal tersebut. Mengeluarkan lidahnya untuk membasahi pipi pucat putih milik namja diatasnya.
"Bercintalah denganku, Kyu." Bisik Ryeowook menggoda. Tiba-tiba jantung Kyuhyun seperti berhenti berdetak. Apa yang dikatakan Ryeowook barusan? "Ka-kau pasti salah, Wookie. Jangan salah jalan." Balasnya ingin kabur tapi ditahan oleh namja manis disana.
"Anio. Aku tak salah. Bercintalah denganku." Ulang Ryeowook meyakinkan. Kyuhyun menggeleng. Dia pasti dibawah pengaruh alkohol! Dia juga sadar bukan begini caranya untuk mendapatkan hati Ryeowook.
Karena Kyuhyun tak merespon, Ryeowook langsung mencium bibirnya. Melumatnya dan menghisap bibirnya. Awalnya pria bersuara bass itu berdiam diri saja namun kenikmatan semakin menjalar dalam tubuhnya.
"Engh..." Lenguhan terdengar di kamar bernuansa putih tersebut. Kyuhyun berhasil memasukkan lidahnya dan menjelajahi isi mulut namja yang berhasil memikat hatinya. Tangannya mulai bermain dengan nipple yang sudah menengang sejak tadi dari luar baju membuat erangan tertahan Ryeowook menaikkan libidonya.
"Anggghhh... Ahhh..."
.
.
.
Tanpa diketahui oleh sepasang orang yang sedang asik bergerumul disana, didepan apartemen milik Ryeowook terdapat sosok hitam mencoba membuka password pintu. Tangannya yang masih bebas memegang sebuket bunga sedangkan sepasang telinganya disumpat oleh earphone yang tersambung dengan ipod.
"Aku harap ia menyukainya." Kata namja itu tersenyum tipis membayangkan ekspresi Ryeowook menerima bunga mawar ungu yang dibelinya beberapa saat lalu. Namja itu adalah Yesung. Siapa yang menyangka kalau Yesung akan senekat ini? Setelah mengasari Ryeowook diranjang, malah membawakan bunga yang begitu cantik pada namja manis tersebut.
Setidaknya Yesung ingin berusaha mendapatkan hati Ryeowook lebih dalam lagi agar Kyuhyun tak merebut namja pujaan hatinya. Sebelum membuka pintu, Yesung menghirup wewangian bunga tersebut. Sebenarnya dia memasang earphone di kedua telinganya agar tak gugup. Lagu adalah teman yang paling baik selama ini, menurutnya.
Berpikir dia akan menyatakan cinta? Jawabannya iya. Lihat saja isi saku celana hitamnya, dia bahkan sudah menyimpan sebuah cincin untuk mengikat Ryeowook agar tak kabur darinya. Dia hanya takut jika Ryeowook akan pergi meninggalkannya, apalagi bersama penyanyi newbie, Kyuhyun.
Perlahan ia membuka pintu, terasa senyap disini. Mungkin ini pengaruh musik yang mengalir langsung ketelinganya. Sepasang kaki panjang tersebut berjalan masuk. Matanya bergerak kiri kanan mencari sosok namja manis namun tak ditemukan. Mungkin di dalam kamar, pikir Yesung sedikit takut.
Entah kenapa perasaannya terasa teraduk. Hembusan pikiran yang menyatakan Ryeowook sedang bersama Kyuhyun melewati otaknya namun langsung ia tepis. Tak mungkin Ryeowook bersama si namja bersuara bass itu kan? Semalam ia sudah memberi larangan pada namja bersurai madu itu, tak mungkin Ryeowook berani melawan.
Kini Yesung sudah berada di depan pintu kamar Ryeowook. Tangannya gemetar memegang knop pintu. Ditekannya perlahan, matanya berusaha mencari celah agar bisa melihat.
Degh!
Sesuatu yang samar bergerak kasar diatas tempat tidur. Yesung merasa tak yakin sehingga ia menyipitkan matanya dan kembali mendapatkan rasa jantungnya akan berhenti beberapa saat lagi.
"Kyu-kyuhyun melakukan'nya' dengan Ryeowook?" Tangannya yang bebas dalam memegang bunga kini menarik kasar earphone-nya. "Ohhh yeah... Le-lebih cepat lagi, Kyuu! Angghh... The-there! AKH!" Desahan yang kini biasa didengar Yesung, desahan yang kini biasa memanggil namanya namun sekarang yang disebutkan adalah nama Kyuhyun... Ia, tak bisa menerimanya.
Bruk!
Tangan-tangan mungil itu langsung memegang kepalanya kala ia jatuh. Kakinya lemas seketika. Sebesit demi besit ingatan mulai bermunculan. Memori yang sengaja ia kubur dalam-dalam kembali terkuak. Jari-jarinya mencengkram kuat helaian hitamnya. "Ti-tidak mungkin... Kumohon jangan... Kumohon..."
"Oppaya! Mianhae aku tak bisa kencan denganmu hari ini! Mianhae! Aku lupa kalau aku ada janji dengan teman kampusku!"
Yesung memejamkan mata kuat-kuat, menahan air mata yang akan merembes keluar. Tangannya kini beralih menutup telinganya. Ia tak bisa mendengar kedua insan itu berteriak mendesah seperti itu.
"Akhh... Ashhh... Lebih cepat lagi.. Ngghh... Deeper.. Hae oppa! Anggh.."
Yesung berdiri tiba-tiba dan berjalan menjauhi kamar tersebut. "Jangan.. Kumohon jangan kembali ingatan itu..." Lirih Yesung sambil mengambil kotak cincin yang ia akan berikan pada Ryeowook. Menatapnya sebentar, "Kenapa deja vu semenyakitkan ini? Kenapa? Kenapa harus semirip ini?!"
Brak!
Yesuny melempar kotak itu kesegala arah dan berlari keluar apartemen. Memasuki mobilnya dan menjalankan kendaraan tersebut secepat mungkin. "Argh!" Tangannya memukul stir mobil. Pikirannya tak bisa fokus sedikitpun.
"Fanny-ah.. Kau... Akh.. Benarkah kau akan memilihku daripada Yesung?"
"Tentu saja! Kkk~ Dia bahkan tak bisa bermain seperti ini denganku."
"Cih, dasar gadis jalang. Gadis genit!"
"Setidaknya kau mau denganku hahaha."
"Apa kau tak pernah berpikir akan melakukan ini dengan Yesung?"
"Pernah. Sekali. Dan itu semua hanya mimpi. Dia bahkan tak mau mencium wanita maupun namja. Aku saja tak pernah dicium olehnya."
"Ckckck, benar-benar wanita haus akan seks. Sudahlah! Bisakah kau mengulum juniorku? Jangan menggodaku lebih dari ini."
"Kkk, dengan senang hati Hae oppa."
"Tidak... Tidak... Ini semua hanya mimpi. Yah ini semua mimpi sajakan?" Yesung tertawa miris. Dia masih berusaha menyakinkan bahwa orang yang ia sayangi bahkan cintai tak melakukan perlakuan yang sama untuk mengkhianatinya.
Kakinya terus menginjak gas sehingga mobil tetap melaju dengan kecepatan penuh. Tangannya juga asal menyetir karena memang jalanan tengah malam agak sepi. Dia tidak berpikir sama sekali tujuannya kemana sekarang.
"Tin Tiiiin!"
Matanya yang tak fokus kini menjadi tegang melihat truk besar melaju dari arah berlawanan dengannya. Cahaya mobil yang begitu menyilaukan membuatnya tak berkutik sama sekali. Pikirannya kalang kabut!
Brak!
.
.
.
Bagian depan mobil mengeluarkan asap yang mengepul panas. Hancur sudah bagian depan mobil mahal tersebut. "Argh!" Suara mengerang kesakitan terdengar. Namja yang bernama lengkap Kim Yesung tersebut langsung memegang kepalanya yang terbentur stir tadi. Untuk saja tak ada yang terluka.
Buk!
Tangan terkepal itu memukul stir dengan kesal, "Sial. Kenapa aku tak mati?" Tanyanya emosi. Tak ada yang membayangkan jika hidupnya sengsara seperti itu dulunya. Dan sekarang kembali terulang.
Jari-jarinya memegang stir erat, nafasnya terdengar terangah. Amarahnya memuncak, tak bisa dipungkiri kalau ia ingin membunuh kedua orang itu sekaligus. "Aaargh!"
.
.
.
Fiuh~ Hello Im back! Chappie kali ini singkat, jelas dan padat sepertinya .-. ide ku mentok parah TT Aku bingung mau bilang apa lagi -a Gomawo untuk seluruh review kalian yang udah mau baca FF abalku ini :3 Mind to review again? ^^
