Last chapter:

kai telah sampai di rumah sakit. ia melangkahkan kakinya memasuki ruangan kyungsoo. Lalu mengarahkan pandangannya pada yeoja-nya. Ternyata yeoja itu sedang tidur. Kai menghampiri kyugsoo yang sedang tertidur, lalu mengecup kening yeoja itu.

"apa kau telah menyadari penyakit yang kau derita, soo-baby?"

"jika memang benar kau telah menyadarinya, kenapa kau tidak memberitahuku? Kenapa kau menutupinya dari semuanya?" lirih kai. Lalu kembali mengecup kening sang yeoja.

"bertahanlah untukku, soo-baby.."

Missing you chapter 4

Hari ini adalah hari pertama kyungsoo di kemotheraphy. Kai mendorong kursi roda kyungsoo menuju ruang kemotheraphy. Dan terlihat dengan jelas kalau Kai sedang mengkhawatirkan istri tercintanya itu.

"kyungsoo, berbaringlah disini" ucap sang dokter. Mendengar itu. Kai langsung menuntun kyungsoo untuk berbaring diatas katil yang berada di ruangan tersebut.

"gomawo, jongin" ucap kyungsoo. kai hanya membalasnya dengan senyuman tulus. Tak lama kemudian, dokter datang kembali dengan membawa peralatan peralatan kemoterapy.

"kau sudah siap kyungsoo?" tanya dokter pada kyungsoo

"ne, dokter" mendengar jawaban kyungsoo, sang dokter langung memegang lengan kyungsoo. lalu memasangkan infus di pergelangan tangannya. Kyungsoo sedikit meringis saat itu. Tetapi ia masih bisa meahan rasa sakitnya tersebut.

KYUNGSOO POV

Aku merasakan cairan obat itu masuk melalui jarum infus yang tadi di suntikkan oleh dokter di pergelanganku tadi. aku dapat merasakan obat itu menyatu bersama darahku. Tiba-tiba aku merasakan dingin begitu menusuk. Dan sekarang aku mulai kehilangan kesadaranku.

-skip time-

Aku membuka mataku perlahan. Masih seperti tadi, tubuhku merasa kedinginan. Dinginnya begitu terasa sampai menusuk tulang tulangku.

"j-jonginie,d-dingin."ucapku terbata karena rahangkupun bergetar karena merasa kedinginan. Kulihat suamiku itu menatapku heran. Karena penghangat ruangan sudah dinyalakan dengan suhu yang lumayan untuk meghangatkan tubuh. Jongin menghampiriku lalu duduk pada kursi yang di sediakan di samping katil tempatku berbaring sekarang. Ia menggenggam tanganku. Rasa hangat langsung merayapi tanganku. Memang, hanya tanganku yang merasakan kehangatannya.

"apa masih dingin?" tanyanya padaku. Jika di lihat dari wajahnya, sepertinya ia sangat mengkhawatirkanku

"s-sedikit" jawabku seadanya. Tiba tiba jongin memelukku erat sekali. Enah apa yang membuatnya memelukku seerat itu. Ia mulai mengelus suraiku dengan lembut. Aku tidak bisa berbuat apa-apa karena aku memang sangat rindu pada suamiku ini. Semenjak aku sakit, kami jadi jarang walaupun hanya sekedar memeluk satu sama lain. Tiba-tiba aku merasakan pundakku basah. Ya tuhan, apakah suamiku menangis? Aku tak tega melihatnya seperti ini terus menerus. Ya tuhan, aku mohon berilah aku waktu lebih lama lagi bersama dengan eomma, appa, suho oppa, yixing jiejie, dan juga suamiku. Aku mohon…

"jongin, apa kau menangis? Kau kenapa?" tanyaku

"a-ani, kyungsoo. gwenchana"

KAI POV

Ya tuhan, lagi-lagi aku melihatnya meringis kesakitan. Ya, hari ini kyungsoo akan menjalani kemotheraphynya yang pertama. Aku khawatir sekali padanya. Kulirik kembali kyungsoo yang berada di katilnya. Ia terlihat.. menggigil? Padahal penghangat ruangan sudah dinyalakan sedari tadi dan suhunyapun cukup menghangatkan tubuh. Kuhadapkan diriku kearah tv. Haaah.. membosankan. Channel-channel itu tak menarik sama sekali. Selalu saja membahas kasus korupsi yang makin mencuat.

"j-jonginie,d-dingin." Kudengar ia mengatakan bahwa dirinya kedinginan. Aku menoleh dan kulihat kyungsoo meringkuk dia atas katil, menandakan dia sedang kedinginan saat ini. Ternyata dugaanku memang benar, Kyungsoo mengigil. Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung menghampirinya. Lalu mendudukkan diriku di pinggir katil kyungsoo. aku menggenggam tangannya, Tidak panas. Tapi kenapa dia menggigil ya? Entahlah. Sepertinya itu adalah reaksi dari obat tadi. aku bingung harus berbuat apa. Kyungsoo masih terlihat menggigil. Jadi aku putuskan untuk memeluknya. Menyalurkan rasa hangat. Aku jujur aku sangat rindu pada yeoja yang kucintai ini. Aku mengeratkan dekapanku, menyenderkan kepala istriku itu pada dada bidangku. Tetapi masih kurasakan tubuh kyungsoo masih sedikit bergetar

"apa masih dingin?" tanyaku dengan khawatir

"s-sedikit" jawabnya singkat. Aku mengelus surainya pelan. Berusaha membuatnya nyaman di dekapanku.

Tunggu..

Kenapa rambut kyungsoo.. rontok?

Okay, baru kali ini aku mengelus rambutnya lalu menebukan rambut di tanganku.

apa ini juga penaruh dari obat itu?

Ya tuhan, bolehkah aku meminta satu hal?

biarkanlah kyungsoo tetap berada di sisiku..

karena aku tak bisa tanpa apa-apa tanpa dirinya

dan tanpa kusadari airmataku menetes. Membasahi baju yang dipakai oleh kyungsoo. dan sepertinya kyungsoo menyadari itu. Dia mengelus punggungku lembut.

"jongin, apa kau menangis? Kau kenapa?" dia bertanya padaku dengan nada khawatir

"a-ani, kyungsoo. gwenchana" jawabku seraya mengeratkan dekapanku.

.

..

06.00 KST

Pagi ini, langit tidak begitu cerah seperti biasanya. Sepertinya siang nanti hujan akan mengguyur Seoul. Dan terlihat seorang yeoja yang sedang menatap jendela yang berada di ruang rawatnya itu. Jendela itu berembun. Ia terjaga sudah dari jam 3 pagi tadi. yeoja yang kita kenali sebagai kyungsoo itu menyentuh jendela tersebut, jarinya bergerak dengan lincah di atas permukaan kaca tersebut. Menuliskan angka 50 di sana. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari luar.

"baby, kau sudah bangun eoh? Kenapa cepat sekali?" namja berkulit tan yang kita kenali sebagai kai itu melangkahkan kakinya mendekati katil tempat istrinya berbaring

Kyungsoo hanya menggeleng sambil tersenyum sebagai jawabannya. Melihat itu, jongin hanya tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju ke tempat istrinya duduk. Ia merangkul istrinya dengan mesra. Sesekali ia mengecup surai istrinya.

"kamu sedang menulis apa hm? Kelihatannya serius sekali."ucap kai pada istrinya

"aku menghitung sudah berapa hari aku disini, jongin" jawab kyungsoo seadanya

Suasanapun menjadi hening. Kyungsoo masih melihat kearah luar jendela. Melihat seoul yang mulai memadat karena rutinitas penduduk.

"jonginnie.." panggil kyungsoo lirih

"wae baby?"

"sampai kapan aku berada di sini? Aku bosan di sini sendirian. Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit ini jonginnie?" keluh kyungsoo. kai yang mendengar istrinya mengeluh seperti itu hanya diam. Tanpa ia sadari, airmatanya itu menetes dari mata obsidiannya itu. Ia bingung mau menjawab apa.

"jongin-ah, kau mendengarkanku tidak?" Tanya kyungsoo pada kai lagi

"a-ah, tenang saja baby. Kamu akan keluar disini setelah kau sembuh. Apa kau kesepian?"

"tentu saja aku kesepian. Walaupun kau menemaniku, tetapi aku rindu juga pada teman-temanku, junmyeon oppa, juga yixing jiejie. Aku sangat rindu pada mereka. Bolehkah aku bertemu dengan mereka?"

"baiklah jika kau kesepian. Bagaimana jika nanti aku menelfon junmyeon hyung juga yixing noona agar mau berkunjung kesini? Jika perlu aku akan memanggil sehun juga luhan noona. Eotte?" kai menngeluarkan pendapatnya. 'mungkin dengan adanya teman-teman juga saudara kyungsoo itu akan membangkitkan semangatnya' benak kai

"jeongmal? Kau ingin memanggilkan mereka semua untukku? Gomawo yeoboo!" girang kyungsoo dan reflex memeluk jongin. Sedangkan jongin hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu.'aku sudah saangat rindu pada mereka, dan akhirnya jongin akan memanggilkan mereka untukku' benak kyungsoo

"apapun untukmu asalkan kau senang, chagiya" ujar kai seraya mengecup pipi bulat kyungsoo yang membuat kyungsoo merona malu.

"kyungsoo, karena kau bangun terlalu pagi, kusarankan kau istirahan sekarang ne? aku tak ingin kau drop" ucap kai sambil mengelus rambut kyungsoo yang makin menipis akibat menjalani kemotheraphy

"tapi aku tak mengantuk, jonginnie" protes kyungsoo

"arraseo, jika kau tidak mau tidur, maka rencanaku untuk memanggil teman temanmu batal" ucap kai enteng

"y-ya! mana bisa begitu!" protes kyungsoo kembali

"maka dari itu kau harus istrahat sekarang"

"aishh. arra-arra. aku tidur sekarang" ucap kyugsoo dengan nada terpaksa

"nah, begitu doong. jaljayo soobaby"

.

..

kyungsoo pov

aku terbangun dari tidurku, tapi aku merasa ada yang aneh. Tangan kananku terasa sangatlah berat karena ada yang menggenggamnya. Kutolehkan kepalaku kearah kanan, ternyata jongin masih tidur dalam keadaan menggenggam tanganku. Ku arahkan tangan kiriku ke arahnya, lalu ku hapus surai lembutnya yang menutupi wajahnya.

"eungh… kyungsoo kau sudah bangun eoh? Kenapa tidak membangunkanku saja" ah, dia terbangun karena aktivitasku tadi

"tak apa, kulihat kau sedikit lelah. Jadi ku biarkan kau beristirahat terlebih dahulu" ujarku sambil mengulum senyum tipis.

Sesaat suasana menjadi hening. Tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang memelukku. Ya, jongin sedang memelukku. Aku sangatlah rindu padanya. Aku memeluknya balik. Tanpaku sadari, airmataku jatuh dan mengenai pundak jongin. Dan jongin yang menyadari hal itu langsung melepaskan dekapannya.

"baby, gwenchana?" tanyanya dengan nada khawatir

"nan gwenchana, jonginnie. Aku hanya terharu karena sudah lama tidak berpelukan denganmu" ujarku bohong. Yang sebenarnya adalah aku takut jika aku harus meninggalkannya.

ya tuhan, bisakah aku..

lebih lama lagi di dunia ini?

Aku belum bisa meninggalkannya…

Meninggalkan semuanya..

Eomma, Appa, Suho oppa, Yixing jiejie..

Apalagi Jongin yang tak lain adalah suami yang sangat kucintai..

Merasakan cinta tulus darinya..

Merasakan dekapan hangatnya..

Semuanya..

TBC

Akhirnya abyeol update lagi

Mian kawan kawan, kemungkinan besar 2-3minggu kedepan gabisa update soalnya sekolah abyeol ngadain study tour ke Kediri. Jadi agak lama baru bisa update lagi

Tugas sekolah abyeol numpuk-_-

Hehehe, seperti biasa. Abyeol minta reviewnya lagi yaa

Gomawo*deep bow

Balasan review:

Diana sangadji: mianhae, soalnya abyeol baru nyoba bikin ff, sebenernya ini dulunya cerita abyeol buat tugas bahasa Indonesia, tapi gak kepake. Jadinya ancur gini deh-_-. Gomawo udah mau baca ff abal abyeol review lagi ne

Riyoung kim: ini udah lanjut kok:D hehhe mian klo masih jelek . gomawo udah review

Kang hyun yoo: masalah soo umma meninggal apa enggak, nanti lihat aja kelanjutannya ne? hehehe kan gamungkin abyeol nge spoiler disini. Ini udah lanjut kok: chapter 5 lagi inprogress. Gomawo udah baca dan ngereview ff abal abyeol

Brigitta bukan brigittiw: serius udah berasa angstnya? Syukurlah klo gitu. Tapi mianhae klo ada yang kurang entah dari segi bahasa dan sebagainya. Abyeol masih baru-_-v. gomawo buat reviewnya

Sider tobat: masalah soo umma meninggal apa enggak, nanti lihat aja kelanjutannya ne? hehehe kan gamungkin abyeol nge spoiler disini. Hehehe, gomawo reviewnya

Kyungieee: sebenernya abyeol sendiri gabisa bikin mereka pisah kayak gini *jiwashippernyamuncul* tapi tokoh yang palin cocok sma cerita ini cuman kaisoo-_- *itu menurut abyeol ya, entah jika menurut para readers sekalian

Sekali lagi gomawo atas reviewnya. Ini sangat membantu abyeol buat nulis ff dan chapter chapter selanjutnya. Tapi mian klo missal ff yang abyeol bawakan itu rata rata gs. Soalnya abyeol blom bisa bikin yaoi-_-v *bow