HYUNG…! YOU'RE MINE

"sepertinya aku mengenal suarai tu" ucap jaehyun membuat taeil kembali menoleh kearah jaehyun kembali.

"apa…" ucap taeil sedikit kaget, takut jaehyun mengetahui siapa hyungnya itu

"suara itu terdengar seperti….." ucap jaehyun terputus oleh ucapan taeil selanjutnya.

"…dari buku yang ku baca terkadang seseorang memiliki suara yang nampak sama" ucap taeil setelah memotong ucapan jaehyun.

"apa begitu ya? Aku seperti sering mendengarnya?" ucap jaehyun

"kau meragukan kepintaranku tuan jung?"

"aku tau tuan cerdas,,, tak ada, seorang pun yang akan meragukan kecerdasanmu, sudah cepat masuk atau kita akan terlambat" ucap jaehyun yang melihat kekasihnya seperti merajuk,

Jaehyun membuka pintu mobilnya dari dalam guna mempersilahkan taeil masuk kemudian taeil menutup pintu, jaehyun mulai melajukan mobilnya menuju kesekolah.

'hampir saja ketahuan kalau hyungku itu taeyong saem' ucap taeil dalam hati.

.

.

.

.

CHAP 4

Mereka sampai di area parkiran sekolah berbarengan. Bersyukur lah taeil karna jaehyun tak melihat mobil yang keluar dari rumahnya sehingga jaehyun tak mengetahui bahwa mobil yang berada di samping mobilnya adalah mobil taeyong yang notabene adalah hyung taeil sekaligus guru mereka.

"jaehyunie… aku duluan kekelas ya." Taeil melepas gandengan tangan jaehyun.

"baiklah… kau belajar yang rajin taeillie." Jaehyun mengusap lembut surai kecoklatan taeil.

"sampai ketemu saat jam istirahat." Taeil mencium bibir jaehyun singkat dan berlari menuju kelasnya.

Jaehyun hanya tersenyum hangat, tapi dia tak menyadari bahwa ada manusia yang melihat kelakuan mereka darij arak yang sangat dekat.

Taeyong berdehem untuk menyadarkan bahwa ada dirinya disana,. Jaehyun membalikan tubuhnya kebelakang.

"ah…anyeonghaseyeo..!" sapa jaehyun yang baru menyadari kehadiran taeyong disana.

Taeyong hanya membalas sapaan jaehyun dengan senyuman hangat.

Taeyong berjalan mendahului jaehyun yang mengizinkan dirinya untuk berjalan didepan. Namun baru beberapa langkah taeyong membalikan tubuhnya dan membuat jaehyun sedikit terkejut.

"kau ikut saya keruangan"setelah berucap taeyong kembali berjalan menuju ruangannya diikuti jaehyun yang membuntutinya.

Taeil menghampiri kelas jaehyun saat bel istirahat bordering. Sesampai disana taeil tak menemukan jaehyun ditempat duduknya, taeil bertanya pada teman jaehyun, dan temannya mengatakan bahwa jaehyun berada diruangan taeyong dari tadi pagi. Taeil mengirimkan pesan kepada jaehyun

To. Jaehyun

Jaehyunie,,, kalau kau sudah selesai , aku menunggumu di kantin.

Pesan itu diakhiri dengan emot cium.

Taeil sedang menikmati makan siangnya dengan sedikit gelisah pasalnya waktu makan siang tinggal 5 menit lagi, namun jaehyun belum juga selesai dengan urusannya dengan taeyong saem. Sampai pada akhirnya waktu makan siang berakhir dengan berbunyinya bel masuk. Taeil berjalan menuju kelasnya, namun sebelum kembali kekelasnya taeil memutuskan untuk sekedar melewati kelas jaehyun hanya untuk sekedar memastikan bahwa jaehyun sudah dikelasnya atau belum,

Dan ternyata jaehyun belum ada dikelasnya. Taeil semakin penasaran sebenarnya apa sih urusan jaehyun dengan hyungnya itu.

Taeil memutuskan untuk melewati ruangan hyung sekaligus gurunya itu.

Taeil mencoba menguping namun tak ada suara sedikit pun yang menyapa indra pendengarannya. Taeil mencoba membuat celah dengan membuka pintu perlahan agar dapat mendengar apa yang mereka bicarakan didalam sana.

Namun taeil kebablasan dirinya malah membuka pintu lebar-lebar. Dirinya sangat terkejut setelah melihat jaehyun pacarnya dan taeyong hyungnya tidak menenakan pakaian masing-masing,

"taeil hyung..!" jaehyun yang berdiri berhadapan dengan taeil juga sangat terkejut dengan kemunculannya dari balik pintu.

"Hyung…" suara taeil menjadi sangat lirih

"taeil-ah…" taeyong yang sedang berbaring diatas meja kerjanya dengan tangan yang terkalung dileher jaehyun menatap taeil terkejut.

"jaehyunie…" taeil sudah meneteskan air matanya.

"hyung ini tidak seperti yang kau pikirkan" jaehyun bersuara kembali dengan posisi yang masih sama, bahkan taeil masih bisa melihat junior jaehyun berada di dalam lubang milik hyungnya.

"ka…kau ke…keter..laluan jae." Taeil berlari meninggalkan ruangan itu dengan menutup pintu itu atau lebih tepatnya membanting pintu sehingga menimbulkan suara.

Brrakk

Jaehyun dan taeyong masih dalam posisi yang sama. Untuk beberapa saat mereka terdiam sejenak, menatap satu sama lain dalam keheningan. Sampai pada akhirnya taeyong yang membuka suara untuk memecah keheningan diantara mereka berdua.

"lebih baik kita rapihkan kekacauan ini..." taeyong mendorong pelan tubuh jaehyun agar dirinya bisa berdiri dan merapihkan kekacauan yang ia dan jaehyun buat.

"...tapi saem..Kenapa taeil hyung memanggil mu dengan sebutan hyung?" tanya jaehyun yang sedang mengenakan pakainnya pada taeyong yang sedang menata kembali barang-barangnya yang berjatuhan dilantai keatas mejanya.

"apa? Apa taeil tak memberitahu mu soal itu?" taeyong terkejut mengapa jaehyun menanyakan hal itu,. Apa taeil tak memberi taunya..

"soal apa ? Taeil hyung tak memberi tahu ku sama sekali.!" Jaehyun malah lebih bingung dengan apa yang taeyong maksud.

'pantas saja jaehyun mau melakukannya!, pasti itu karna dia tak tau siapa aku sebenarnya' taeyong berbicara dalam hatinya

"...kau lebih baik cepat temui taeil, dan coba berbicara baik-baik dengannya." Sepertinya taeyong tak mau memberi tau jaehyun siapa dirinya sebenarnya, karna taeyong mengalihkan objek pembicaraan mereka.

Jaehyun meninggalkan taeyong yang sedang berpakaian, setelah dirinya sudah rapih. Berlari menuju kelas taeil dengan smartphone di tempelkan di sebelah telinganya.

Setelah melihat dari jendela luar kelas taeil dan tak menemukan dia disana, jaehyun berlari menuju rooftop sekolahnya, dan biasanya taeil akan kesana jika dirinya sedang sedih. Namun nihil taeil tak berada disana nomornya juga tidak aktif sepertinya taeil menonaktifkan ponselnya. Jaehyun sangat khawatir akan taeil. Takut taeil berbuat sesuatu yang aneh.

Taeil sudah sering memaafkan kesalahan yang jaehyun buat, tapi apa mungkin kali ini taeil juga akan memaafkan kesalahan fatalnya?.

Jaehyun tau dirinya sangat bodoh, benar-benar bodoh. Ini sudah kesekian kali dirinya melukai hati taeil. Jaehyun merasa akan kehilangan taeil kali ini. Semua ini karna dirinya yang terlalu penurut dengan apa yang orang lain inginkan pada dirinya. Tapi kali ini semua adalah kesalahan gurunya,. Taeyong lah yang menggodanya duluan, taeyong lah yang memohon dan meminta untuk bersetubuh dengannya. Jaehyun sudah sempat menolak, namun taeyong terlalu memaksanya. Kalau jaehyun tak melakukannya, maka taeyong akan memberinya nilai F. Sebuah ancaman yang sangat kampungan, tapi jaehyun tak menginginkan acaman dari gurunya benar-benar dilakukan , jadilah jaehyun yang mengiyakan permintaan gurunya tersebut.

Disaat jaehyun sedang sibuk dengan pemikirannya, tiba-tiba jaehyun teringat dengan gudang sekolahnya. Mungkin saja taeil ada disana. Jaehyun berjalan dengan wajah yang khawatir dan penyesalan.

Perjalanan jaehyun terhenti saat seorang pria berdiri dihadapannya. Walaupun pria tersebut tak menghalangi jalannya tapi jaehyun terkejut.

"kau mengagetkanku saja ten" jaehyun tersentak sesaat setelah ten muncul tiba-tiba dihadapannya.

"kau mau kemana? Sekarang pelajaran taeyongsaem. Kita harus presentasi?" ten mencoba menarik tangan jaehyun menuju kelasnya.

"ingat kau adalah ketua kelompok kami jadi kau harus maju dan mempresentasikan apa yang sudah kita buat" ten berujar tanpa henti membuat jaehyun menutup satu telinganya dengan tangan kirinya.

"tapi ten aku sedang sakit,. Aku baru saja mau ke uks" elak jaehyun, sebenarnya jaehyun ingin mencari dimana taeil berada bukan untuk menghindari tugasnya sebagai ketua kelompok.

" memangnya kau sakit apa?" ten berhenti dan menatap jaehyun dengan tatapan bertanya.

"aku….aku demam badanku sangat dingin, aku butuh beristirahat" jaehyun mengada ngada agar ten mau melepaskannya

"….aku tau kau sedang tidak sakit jaehyun-ah.." tatapan ten berubah menjadi tatapan orang licik.

"apa maksud mu ten?" jaehyun tak mengerti maksud dari ucapan ten, ah bukan di tau maksud ucapan ten tapi tidak dengan tatapan matanya.

"kau sedang mencari kekasihmu kan…" jaehyun membelalakan matanya . 'dari mana dia tau kalau aku sedang mencari taeil hyung?' piker jaehyun.

"… kekasih mu yang menagis setelah melihat mu dan taeyong saem bercinta kan"

DEG

Dari mana ten mengetahui semuanya, yang tau kejadain ini hanya taeyong saem, taeil dan dirinya saja, tak ada orang lain saat kejadian itu.

Tangan ten meraba dada bidang jaehyun yang masih terbalut seragam sekolahnya dan mencoba melepas satu kancing seragam jaehyun.

.

.

.

.TBC.

Maaf ya aku updatenya lama, soalny ada sedikit trouble, mulai dari data ff aku ilang sampe modem aku gak bisa ngakses ffn. Semua terjadi begitu saja. Dan sekarang aku kembali lagi.

Oiya mungkin ini ceritanya agak aneh sedikit, soalnya aku lupa sama cerita yang sebelum nya seperti yang sudah aku katakana bahwa data ff aku menghilang semua, padahal aku udah selesain hampir menyelesaikan ff ini. tapi tenang aja kok bakal aku lanjut sampe end jadi terus baca ya…

Jangan lupa fol,fav and review ya….

Terimakasih ^_^