BIG EVENT HUNHAN INDONESIA

.

.

PRESENT

I WILL JUST LOVE YOU MYSELF BY OCTAAERIN

MAIN CAST:

OH SEHUN

XI LUHAN

CAST:

BYUN BAEKHYUN

PARK CHANYEOL

D.O KYUNGSOO

KIM JONGIN

PARK SUNHEE

SUPPORT CAST: OTHER EXO MEMBER

CATEGORY: GENDERSWTICH FOR ALL UKE

GENRE: HURT/COMFORT, ROMANCE, FRIENDSHIP

RATE : M (MATURE)

SUMMARY:

JANGAN PERGI, JANGAN TINGGALKAN AKU, KAU TIDAK PERLU MENCINTAI DIRIKU, BIARKAN AKU YANG MENCINTAIMU, BISAKAH WAKTU DIULANG KEMBALI, DISAAT DIRIMU MASIH MENCINTAIKU?

.

.

.

TYPO (S)

DONT BASH ME

DONT LIKE DONT READ

(SO, IF YOU DONT LIKE THIS FF JUST GO AWAY. I REMIND YOU)

CRITIC AND SUGGESTION ARE PERMITTED

HAPPY READING

...

Sore itu sehun dan baekhyun pergi ke salah satu mall yang sering mereka kunjungi sekedar untuk berjalan-jalan sekaligus dating. Mereka sudah berjalan selama berjam-jam. Baekhyun senang karena ia bisa menghabiskan waktu bersama sehun sore ini. Baekhyun tidak merasa lelah sedikit pun karena ia bisa bersama sehun. Berbanding terbalik dengan keadaan kekasihnya. Sehun kelelahan mengikuti baekhyun yang mengunjungi setiap toko yang ada dimall itu. Sehun yang tidak kuat mengikuti kemauan baekhyun untuk memasuki setiap stan yang ada di sana terpaksa menarik tangan baekhyun dan meminta baekhyun agar beristirahat sejenak.

Baekhyun yang mengerti pun membiarkan sehun membawanya kesalah satu kursi pengunjung yang disediakan oleh mall tersebut. Baekhyun membiarkan sehun untuk meregangkan kakinya sejenak hingga ia menarik tangan sehun menuju ke salah satu foodcourt yang berada di lantai 4 mall tersebut. Baekhyun melihat kearah sehun, dan memberikan tatapan sendu saat melihat sehun. Ia tidak berpikiran kalo sehun akan selelah itu karena membawa nya berkeliling setiap stan di tiap lantai. Sehun yang merasa di pandangi oleh baekhyun terus akhirnya menatap baekhyun dan mendekatkan wajahnya pada baekhyun.

"Kenapa,?" Tanyanya

"Oh?" Baekhyun memalingkan pandangannya agar tidak menatap sehun.

Sehun tahu kalau baekhyun malu karena tertangkap basah melihat kearahnya tanpa berkedip sedikit pun. Sehun lalu tertawa melihat tingkah kekasihnya.

"Wajahmu memerah" kata sehun.

Mendengar itu baekhyun lalu mencubit bagian perut sehun. Cukup lama baekhyun mencubit sehun hingga sehun memohon untuk menghentikannya karena merasakan sakit. Bayangkan saja, baekhyun mencubit bagian perut sehun dengan menarik sedikit bagian kulitnya saja. Baekhyun segera melepaskan cubitannya. Setelah itu sehun memegangi bekas tersebut dan mengaduh kesakitan

"Aw, sakit, " sambil memegang bagian perutnya.

"Biarkan saja" balas baekhyun

"Serius. Ini sakit sekali. Mungkin saja ini berdarah."

"Iya benar. Itu memang berdarah. Berdarah di dalam" balas baekhyun

Lalu sehun menyerah dan menarik tangan baekhyun supaya berjalan cepat dan segera duduk karena ia sudah kelelahan saat ini.

...

Luhan tengah berjalan bersama kyungsoo saat ini. Mereka berjalan tanpa arah. Kyungsoo yang ingin menemani luhan hanya berjalan beriringan dengannya saja. Takut sesuatu akan terjadi pada luhan. Sebenarnya kyungsoo tidak tahu apa yang terjadi diantara kedua sahabatnya itu. Malah ketika perdebatan itu terjadi pun kyungsoo bingung harus melakukakan apa, pasalnya dia tidak mengerti ini pembicaraan mereka. Saat ini kyungsoo ingin marah tapi tidak mungkin mengingat kondisi luhan saat ini. Ia ingin marah mengingat kedua sahabatnya ini menyembunyikan sesuatu terhadapnya. Kenapa? Bukan kah sahabat tempat berbagi. Ia merasa ia tidak memiliki posisi diantara mereka berdua. Apakah selama ini mereka tidak menganggap ku sahabat, begitulah batin kyungsoo. Tanpa kyungsoo sadari kini mereka telah sampai di taman. Kyungsoo melihat luhan tengah duduk di salah satu bangku taman disana. Ia kemudian melangkahkan kakinya kearah luhan dan mendudukkan dirinya disamping luhan. Kyungsoo tidak berbicara sedikit pun begitupun dengan luhan. Keduanya terdiam dan hanya merasakan suasana sepi disana walaupun kenyataannya taman tersebut dalam keadaan ramai. Luhan dan kyungsoo sama-sama terlarut dalam pemikiran mereka. Hingga cukup lama mereka terdiam akhirnya luhan membuka suaranya.

" kenapa kau masih mau mengikutiku sampai kesini" kata luhan

" ..." kyungsoo tidak menjawab.

" harusnya kau marah padaku saat ini " nada suara luhan sedikit meninggi

Kyungsoo tetap tidak menjawab

" kenapa kau masih mau mengikutiku sampai kesini? Ha? jawab aku kyungsoo " teriak luhan sedikit terisak.

Kyungsoo yang sedari tadi terdiam akhirnya membuka suara

" aku khawatir padamu " balasnya datar.

Luhan yang mendengar jawaban itu semakin menundukkan dirinya dan terisak

" kenapa? "

" kenapa? Kenapa kau bilang?"

Luhan tidak menjawab.

" apa kau tidak menganggap ku luhan? Aku sahabatmu. Aku khawatir padamu itu wajar karena aku sahabatmu. Kita sudah melewati hari-hari bersama. Dan aku sudah semakin mengenalmu. Dan sekarang kau bilang kenapa aku menghawatirkanmu? Baiklah. Saat ini apa yang terjadi padamu sebenarnya?" Tanya kyungsoo

Luhan tidak dapat menjawab

" apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan sunhee? Jawab aku luhan" bentak kyungsoo.

" sunhee dan aku ... "

"Apa ? "

" aku menyukainya." Luhan terdiam sejenak sebelum melanjutkan perkataannya kembali

" tidak. Aku tidak menyukainya. Tapi aku mencintainya "

Kyungsoo menatap luhan sambil mencerna kalimat yang dilontarkan luhan tadi.

"Jadi kau dan sunhee menyukai namja yang sama... yaitu sehun " tanya kyungsoo. Luhan hanya mengangguk sebagai balasan pertanyaan kyungsoo.

" tapi bagaimana bisa? " tanya kyungsoo

" cerita nya panjang " balas luhan yang enggan untuk membicarakan masalah nya saat itu.

" baiklah aku mengerti. Ayo kita pulang. Udara disini dingin sekali " kata kyungsoo sambil menarik tangan luhan. " dan ingat kau masih ada utang cerita padaku" tambahnya

Luhan hanya tersenyum tipis bahkan nyaris tidak terlihat

...

Keesokannya

-disekolah-

Kebiasaan luhan untuk selalu datang pagi setiap hari ternyata sudah melekat pada dirinya. Seperti pagi ini ia sudah menginjakkan kakinya di ruang kelasnya. Keadaan kelas yang sepi sudah dapat menjelaskan bahwa hanya luhanlah yang hanya berada diruang kelas itu. Ia meletakkan tasnya di atas mejanya dan melihat sekeliling ruangan kelasnya. ruangan ini kotor sekali, batin luhan. ia pun beranjak dan mengambil sapu yang berada di pojokan belakang kelas. ia mulai menyapu tiap lorong meja dan kursi hingga ia berhenti tepat didepan meja sehun. Ada sebuah benda yang terjatuh ketika luhan menggeser meja tersebut.

"Bukk" suara benda persegi itu.

Luhan tidak tahu itu apa, dan yang pasti benda itu memiliki bentuk persegi yang kecil dan tidak terlalu tebal. Dan apabila dilihat sekilas maka terlihat seperti buku. Luhan mengamati benda tersebut dan membaliknya. Ada tulisan album disana. Oh ternyata ini album, pikir luhan. tapi tidak tampak seperti album. "cih, ternyata orang dingin sepertinya punya benda seperti ini juga ternyata" kata luhan dan tertawa kecil.

Luhan yang sangat penasaran dengan isinya akhirnya membuka album itu perlahan mulai dari halaman pertama. Tampak sebuah foto anak kecil yang tertawa manis disana. Luhan memikirkan kalau itu adalah sehun. Kemudian ia membalik lembar selanjutnya dan ia mendapati foto sehun dengan keluarga nya, lengkap dengan ayah dan ibunya. Luhan dapat melihat senyuman sehun yang menis saat itu, berbeda dengan saat ini.

"Lucunya" ucap luhan

Luhan melihat ada catatan kecil dibelakangnya 'aku dan keluargaku' itu tulisan sehun...

Luhan lanjut melihat ke halaman ketiga disana ada foto sehun dan hewan peliharaannya yang juga disispi catatan lagi disana 'my lovely'

"Omoo! Dia suka binatang juga" luhan hanya bisa tersenyum melihatnya.

Melihat album foto sehun yang seperti ini, bagai melihat sisi lain dari sehun. Sehun dapat merasakan bahwa sebenarnya sehun bukanlah namja yang dingin melainkan ia juga memiliki sisi hangat yang selalu melekat di dirinya. Hanya saja sehun tidak menampakkan hal tersebut.

Luhan trrus membolak balik halaman demi halaman album tersebut, sampai akhirnya ia berhenti di suatu halaman yang terdapat foto sehun bersama baekhyun bukan hanya satu atau dua foto tetapi ada tiga halaman foto yang menunjukan kebersamaan dan kemesraan mereka. Luhan sebenarnya merasa dadanya sangat sesak dan sakit melihat moment mereka berdua.

"Lihatlah kau bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan baekhyun" ucap luhan pada dirinya sendiri

"Dia cantik dan manis pantas saja sehun menyukainya" lagi-lagi luhan memuji baekhyun padahal air matanya sudah mulai mengalir

"Apa aku salah mengharapkan sehun? Apa itu jahat?" Luhan bertanya pada dirinya sendiri.

"Lagipula mana mungkin " luhan menegaskan pada dirinya sendiri dan mencoba tertawa. Padahal dirinya terlihat menyedihkan sekarang. Luhan segera membalik halaman foto mereka disana yang mana terdapat catatan dari sehun " dulu dia sahabatku sekarang dia adalah kekasihku dan mungkin saja setelah ini dia akan menjadi istriku " itu isi catatan sehun.

Luhan merasakan matanya memanas, pandangannya mengabur dan seolah-olah butiran air itu akan menuruni pipinya. Ia segera menutup buku itu dan segera berdiri. Namun, ketika luhan akan membalikkan tubuhnya, ia melihat sehun sudah berdiri tepat didepannya saat ini. Luhan terpaku. Ia tidak menggeser tubuhnya sekalipun ia tahu kalau itu adalah meja sehun. Luhan tidak tahu sedari kapan sehun sudah berada disana. Ia berharap sehun tidak melihat apa yang dilakukannya baru saja. Luhan masih larut dalam pemikirannya hingga sehun menginterupsinya

" apa yang kau lakukan disini? "

" ha? "

" minggirlah, aku mau ke meja ku " celetuk sehun

Luhan refleks langsung menepi supaya sehun bisa menuju ke kursinya. Luhan yang masih terdiam karena masih memikirkan apa yang tadi dilihatnya memutuskan untuk kembali melanjutkan kegiatan menyapunya. Namun tiba-tiba sehun berdiri dan berkata pada luhan

" apa yang kau lihat tadi semoga kau tidak mengingatnya " katanya

Sehun segera meninggalkan kelas kala luhan membalas perkataan sehun

" apa benar yeoja itu adalah pacarmu? " kata luhan

" apa urusanmu? "

" apa benar dia adalah sahabatmu? Kenapa kalian menjalin hubungan? " tanya luhan mendesak

" memangnya tidak boleh menjalin hubungan dengan sahabat sendiri? Daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti " balas sehun tak kalah sinis

Luhan yang merasa perkataan sehun benar akhirnya kembali membalas perkataan sehun ketika sehun sudah berada di pintu kelas.

" apa kau tidak tau? " luhan menggantungkan kalimatnya.

Sehun mengernyit bingung.

Luhan yang melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh sehun, kembali melanjutkan kalimatnya

" apa kau tidak tau? Apa kau tidak merasa ada seseorang yang selalu dekat denganmu tapi kau tidak pernah menaruh pandanganmu padanya? Kau bahkan tidak meliriknya sama sekali. Dia selalu mengharapkan dirimu dapat bersamanya tapi kau bahkan tidak menaruh harapan padanya. " jelas luhan dengan mata yang sudah mulai berkaca - kaca.

"apakah hatimu benar-benar seperti tatapan yang selalu kau tunjukkan? Apakah kau sedingin itu untuk memahami perasaan seseorang? Apa kau tidak peka? Oh goshh,, luhan mengalihkan pandangannya dari sehun dan menatap langit-langit karena merasa airmatanya yang sebentar lagi akan jatuh. "oh aku tau mungkin karena kau sudah memiliki seseorang yang kau cintai saat ini, " luhan kembali melanjutkan.

Sehun masih terdiam hingga luhan melanjutkan kembali perkataannya ketika ia sudah mulai tenang. "Apa kau tau siapa yang sedang aku bicarakan saat ini? "

Sehun yang mendengar penuturan dari mulut luhan hanya bisa terdiam. Ia memikirkan pertanyaan terakhir dari luhan. Apakah ia akan mengatakan kalau dirinya sendiri yang sedang ia bicarakan, batinnya. Sehun menunggu jawaban luhan karena dirinya tak kunjung membuka suara.

Belum sempat luhan mengatakan yang sebenarnya pada sehun, tiba- tiba kyungsoo memasuki kelas dimana terdapat luhan dan sehun disana. Merasa terinterupsi, sehun pun meninggalkan ruang kelas itu dan beranjak ke tempat dimana dia akan merasa lebih baik. Begitupun luhan, ia lebih memilih meninggalkan ruang kelas dan berjalan ke toilet untuk membasuh wajahnya karena airmatanya yang tidak sengaja mengalir di pipinya.

Kyungsoo yang melihatnya hanya menghela nafas dan membatin supaya setelah ini luhan mau menjelaskan yang sebenarnya padanya.

...

Apa yang sedang dipikirkannya? Kenapa dia emosi seperti itu?

Saat ini sehun berada di atap sekolah. Tempat biasa ia menghabiskan waktu kalau dia sedang tidak ingin masuk kelas atau kata lain membolos. Sehun mendudukkan dirinya di kursi usang disana. Sebenarnya saat ini udara masih sangat dingin mengingat hari itu masih pagi, namun sehun merasa panas karena perkataan luhan baru saja. Kata-kata yang dilontarkan yeoja itu cukup membuatnya berpikir keras. Tiba-tiiba sehun teringat suatu hal.

Flashback

Hari pertama namja itu memasuki senior high school. Namja yang memang sudah terlahir dengan ketampanannya itu berjalan memasuki barisan dimana setiap siswa baru akan mengalami yang namanya masa orientasi sekolah (mos). Namja itu mengikuti setiap aturan dari seniornya yang memberikan arahan pada mereka.

"setiap siswa harap membuat team yang terdiri dari 10 orang" kata senior itu.

Namja yang bername tag "sehun" itu masih tidak terlalu akrab dengan lingkungan barunya hingga ia hanya mengikuti orang yang berkumpul dan memasuki kumpulan itu supaya menjadi satu team. Ia mencoba beradaptasi dengan lingkungannya dan mencari teman supaya ia setidaknya memiliki teman dihari pertama sekolah. Jika kau bertanya seperti apa sehun yang dulu? Saat itu sehun bukan cupu atau lugu, dia hanya menutupi identitasnya saat itu supaya orang tidak menganggapnya sebagai orang yang punya kekuasaan karena ekspresi yang selalu ditunjukkan sehun dapat membuat orang lain berpikiran seperti itu.

Hari pertama mos dijalani sehun dengan baik walaupun sebenarnya dia tidak ingin menjalani itu. Sehun yang mengingat ucapan orangtuanya hanya bisa menurut agar kelak ia bisa membahagiakan orang yang disayanginya.

Mos dilaksankan hampir satu minggu, dan selama itu pula sehun merasa malas dan bosan dengan kegiatan yang dilakukan. Hingga pada hari terakhir mos, seluruh siswa akan menjalani mos sampai malam hari hingga esok paginya baru diperbolehkan untuk pulang. Seluruh siswa berkumpul dalam team masing-masing dan mengumpulkan tas mereka disatu tempat karena tempat itu akan mereka jadikan sebagai tempat untuk tidur nantinya. Team sehun mengambil tempat di koridor sekolah, karena tidak ada tempat lain yang lebih baik. Apalagi siswa tidak boleh memasuki ruangan kelas.

Malam itu

" perhatian untuk setiap team dan ketua team, malam ini kalian harus mempersiapkan satu pertunjukan yang akan kalian tampilkan saat acara api unggun jam 9 malam nanti" itulah pesan ketua panitia acara itu.

Sehun yang kala itu tidak terlalu memperhatikan senior yang menjelaskan mengenai acara mereka malam itu malah melirik kearah lain yang menurutnya lebih menarik. yah, sehun sedang melihat kearah seorang yeoja disana. Yeoja itu sedang tersenyum cerah, mungkin saja karena kelompoknya sedang bercanda saat itu. Cukup lama sehun menatap yeoja itu hingga, yeoja itu pun menatap kembali kearah

sehun. Merasa dipandang balik, sehun akhirnya mengalihkan pandangannya dan berfokus kembali pada teamnya.

-pukul 9 malam-

Satu per satu team menampilkan pertunjukan mereka. Ada yang menari, menyanyi, drama, lawakan bahkan memainkan bermacam instrumen musik. Kini tiba saatnya giliran kelompok yeoja yang dilihat sehun tadi. Sehun menaruh perhatian pada yeoja itu dan berusaha mencari tahu lebih lanjut tentang yeoja itu.

Sehun melihat yeoja itu intens karena saat itu yeoja itu tengah bersama namja lain yang tidak lain perwakilan kelompok yeoja itu juga. Namja itu memainkan gitarnya kala luhan juga bernyanyi.

Where ever you are hiding

I can find you

If there were no you

If there were no you

Then my heart would stop

Even if you don't say "love"

I can feel with my heart

If you are here

If you are here

I don't need anything

You're my everyting

You're my everything

Please shine like a star in the sky

You are my only love

Forever my only love

We love each other

All i need is you

Suaranya indah sekali, batin sehun.

Aku berharap nantinya dapat sekelas dengannya dan berkenalan dengannya, ucap sehun dalam hati.

Acara api unggun malam itu terasa begitu hangat karena kebersamaan mereka ditambah dengan pertunjukan yang menemani malam mereka saat itu. Sehun memiliki kenangan yang baik selama mos tersebut berlangsung begitupun yeoja itu.

Flashback end

Sehun terbangun dari lamunannya ketika setetes air jatuh mengeni wajah tampannya. Ia segera beranjak dari tempat itu dan berjalan menuju kekelasnya karena ia tahu sebentar lagi pasti akan hujan dan lagipula kelas sudah akan dimulai.

...

Luhan masih di toilet saat ini. ia membasuh wajahnya berkali-kali karena airmatanya tidak berhenti untuk mengalir. Ia kembali memikirkan perbuatannya pagi tadi dimana ia dan sehun tidak sengaja bertengkar hanya karena sebuah album foto. Sebenarnya itu tidak akan menjadi masalah kalau luhan tidak memulai semuanya. Yeoja itu terlalu membawa emosi dan perasaanya hingga ia tidak bisa mengontrol dirinya untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam. Cukup sakit melihat namja yang disukainya kini sudah dimiliki oleh yeoja lain yang lebih baik darinya, setidaknya itulah pemikiran luhan saat ini. ia kembali mengingat sesuatu yang mengganjal dihatinya. " dulu dia sahabatku sekarang dia adalah kekasihku dan mungkin saja setelah ini dia akan menjadi istriku ".

Apa maksud tulisan sehun?

Apakah baekhyun benar-benar sahabatnya, yang sekarang menjadi kekasihnya? Tapi bagaimana mungkin seorang yeoja dan namja bersahabat? Yah mungkin sajalah mereka jatuh hati karena terlalu lama bersahabat. Cih, dunia memang aneh, ucap luhan.

Bagaimana bisa ia menghianati persahabatan?, tanya luhan pada dirinya sendiri.

Luhan terdiam sejenak dan kemudian Ia kembali teringat pada kejadian kemarin, dimana ia dan sunhee bertengkar hanya karena seorang namja yang sama-sama mereka sukai. Apa yang harus kulakukan? Mana mungkin aku melepaskan sehun yang sudah kukenal selama tiga tahun terkahir ini. sedangkan ia, ia bahkan baru mengenal sehun.

Mungkin setelah ini aku harus menemui sunhee, dan menjelaskan padanya supaya ia mengerti, batin luhan.

...

Sunhee hari ini tidak masuk sekolah. Ia beralasan pada kedua orangtuanya supaya mengijinkannya supaya tidak masuk hari itu. Sunhee tidak sanggup untuk bertemu dengan kyungsoo apalagi luhan. ia takut luhan akan menjauhinya hanya karena kemarin ia memberitahu luhan bahwa namja yang disukainya sama dengan namja yang disukai luhan.

Sunhee menghela nafasnya panjang. Ia butuh refreshing. Ia memutuskan untuk beranjak dari kamarnya dan berjalan menuju taman untuk bertemu dengan seseorang.

" aku menunggumu di taman kota. Datanglah, aku ingin menyampaikan sesuatu " itu isi pesan sunhee.

Ia pun segera pergi

...

Luhan yang mendapat pesan segera membuka pesannya karena ponselnya bergetar. ia merasa tuhan berpihak padanya, karena keinginannya tadi akan segera dikabulkan.

Luhan yang mengerti pun akhirnya, memutuskan supaya pada jam terakhir nanti ia ijin untuk pulang dengan alasan sakit. Mungkin sekali-kali berbohong demi kebaikan tidak apa pikir luhan.

Luhan segera pulang setelah meminta maaf pada kyungsoo karena tidak bisa pulang dengannya dan karena sudah membohongi kyungsoo untuk kesekian kalinya. Kyungsoo yang merasa bahwa luhan benar-benar sakit tidak menaruh keraguan pada luhan dan malah menasehati luhan supaya segera pulang dan beristirahat.

Luhan menaiki bus yang akan membawanya ke taman kota. Ia melangkahkan kakinya untuk mencari keberadaan seseorang yang ingin ditemuinya. Disana tampak seorang yeoja dengan gaun tosca lembut selutut dan rambut yang tergerai kebelakang sedang duduk menikmati udara sejuk taman itu.

Luhan mendudukkan dirinya disamping sunhee tanpa disadari oleh yeoja itu. Sunhee yang melihat luhan mendudukan dirinya disampingnya langsung memeluk luhan dari samping.

" maafkan aku " ucap sunhee

Luhan yang tidak mengerti, hanya menjawab "kau tidak perlu minta maaf"

Cukup lama sunhee memeluk luhan hingga ia melepaskan pelukannya itu dan kembali bertanya pada luhan. " apa kau tahu siapa yeoja yang bersama sehun kemarin?"

Luhan menganggguk "yeoja itu bernama baekhyun" "aku tidak tahu pastinya tapi mereka memiliki suatu hubungan" ucap luhan.

Sunhee hanya mengangguk " pasti sangat berat untukmu. Kau bahkan sudah mengetahui tentang sehun sejauh itu. Sedangkan aku, " ucapnya.

"apa sebenarnya tujuanmu mengajakku kemari?" tanya luhan langsung

"tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya ingin meminta maaf karena sudah membuatmu sedih kemarin. Bahkan kesedihanmu masih terlihat hingga saat ini. aku tidak tahu kalau kau juga menyukainya. Mungkin aku akan berhenti menyukai sehun karena kurasa ini hanya perasaan sementara. Berbeda denganmu yang sudah menyukainya selama tiga tahun ini. dan bila perlu aku akan membantumu untuk mendapatkan sehun dan mencari tahu tentang baekhyun." Jelas sunhee

"kenapa kau harus melakukannya?" tanya luhan

"karena aku sahabatmu" ucap sunhee

Jawaban yang sama dengan yang diucapkan kyungsoo kemarin malam ketika luhan melontarkan pertanyaan yang sama. Luhan memeluk sunhee dan mengucapkan terima kasih.

"kau tahu, tadi aku melihat album yang dimiliki sehun. aku melihat beberapa foto sehun dan baekhyun. Aku cukup cemburu melihatnya. Dan ternyata mereka dulunya sahabatan namun menjadi sepasang kekasih saat ini. tidakkah itu aneh? Kalau kau berada diposisi baekhyun, apa kau akan menjadikan sahabatmu menjadi pacarmu?

" tidak " jawab sunhee

"apa kau melihat semua isinya?" tanya sunhee

" tidak " jawab luhan

" lalu, apa kau punya rencana untuk selanjutnya?" tanya sunhee. luhan hanya membalas dengan gelengan.

"baiklah, aku punya cara " ucap sunhee memberikan semangat pada luhan.

" tapi jujur, aku masih menyukai sehun, " tambah sunhee sambil tersenyum miris.

Hai hai

Udah di up yaaa...

Oh ya buat yang nanya, kenapa sehun sama baekhyun bisa saling mencintai satu sama lain walauun dulunya mereka itu dijodohin? Jawabannya akan muncul di flashback seiring berjalannya chapter ya... stay tune aja

Di chap ini si sehun flashback tuh. Ada yang bisa nebak?

Trus sunhee nya udah mengalah demi luhan. disini kelihatan banget ya friendshipnya.

Tetep support octa ya readers-nim. Karena octa hanya penulis amatiran,,,, *bow

next, review juseyo

Saran dan kritik yang membangun sangat diperbolehkan

Saranghae

#yehet #ohorat