Title: Phraseology [Series]
Chapter: Jurnal
Genre: Romance/shounen-ai, fluff
Rating: T
Main Cast:
Jung Yoon Oh a.k.a Jaehyun [NCT]
Lee Taeyong [NCT]
-oOo-
Dengan malas, Taeyong mengisi laporan jurnal mingguannya. Sebuah tugas Bahasa Inggris yang menurutnya tidak terlalu penting. Alasan sang guru menyuruh para muridnya untuk membuat jurnal tentang kegiatan mingguan lalu diserahkan pada guru itu adalah untuk meningkatkan kemampuan writing muridnya—jangan lupakan fakta bahwa jurnal yang ditulis itu bukanlah dalam bentuk list, tetapi dalam sebuah cerita. Taeyong sempat berpikir, mengapa gurunya itu tidak memberikan tugas lain saja.
Taeyong mendengus. Ia merasa tidak ada yang menarik dalam kegiatan mingguannya.
"Taeyongie~" sebuah suara berat yang menurut Taeyong menyebalkan itu berhasil menarik perhatiannya. Sebuah senyuman lengkap dengan lesung pipi menghiasi si pemilik suara itu.
"Hmm?" gumam Taeyong malas.
"Bagaimana dengan tugas jurnal mingguanmu?"
"Biasa saja. Aku bingung, Jaehyun-ah. Memangnya aku harus menulis apa," kata Taeyong sambil meniup poninya. Jaehyun—si pemilik suara—tertawa kecil lalu mencubit pipi Taeyong. "Ya! Jangan cubit-cubit pipiku!"
"Memangnya kenapa? Habisnya kau lucu sekali," kekeh Jaehyun. Tangannya sekarang sudah mendarat di atas kepala Taeyong. "Mana mungkin tidak ada kegiatan yang menarik sama sekali dalam seminggu?"
"Nanti pipiku melar," jawab Taeyong sambil cemberut. "Bukan begitu, ya habisnya kegiatanku itu-itu saja. Sampai kapan sih Bang sonsaengnim mau terus-terusan menyuruh kita membuat jurnal bodoh ini."
"Anggap saja ini untuk improve writing skill. Ambil saja hikmahnya," kata Jaehyun santai lalu mengeluarkan jurnal mingguannya. "Atau anggap saja kau sedang menulis sebuah short story jadi kau bebas untuk mengarangnya."
"Hmm," gumam Taeyong. "Hei! Kau sendiri bagaimana? Apa aku boleh lihat jurnalmu?"
"H-hah!? Yak! Jangan! Enak saja!"
"Waeyo!? Kau pelit sekali!"
"Y-ya pokoknya jangan!"
"Ayolah, Jaehyunnie~" Taeyong mengeluarkan aegyo-nya untuk merayu Jaehyun. Jaehyun menelan ludahnya kasar.
"Lee Taeyong, tidak!" kata Jaehyun tegas. Taeyong cemberut. Namun sedetik kemudian, ia menyunggingkan seringainya.
"Oh, jadi selama seminggu kegiatanmu itu membosankan, atau… jangan-jangan kau menonton video mesum selama seminggu penuh ya!?" ujar Taeyong sambil memainkan alisnya—dan itu tampak sangat menyebalkan ketika melihat alis Taeyong yang naik-turun dengan liciknya. Jaehyun mendelik.
"Ya! Enak saja! Kau pikir aku ini maniak video dewasa apa!?" balas Jaehyun tidak terima. Taeyong kembali memasang seringainya.
"Kalau begitu, tidak ada apa-apanya kan? Kenapa aku tidak boleh pinjam jurnalmu?"
"Y-ya pokoknya jangan."
"Ya Jaehyunnie~ Taeyongie mau pinj—"
"Berhentilah bersikap imut, itu tidak akan mempan bagiku," kata Jaehyun membuat Taeyong cemberut dan ingin melemparkan papan tulis ke wajahnya. Tapi ia mengurungkan niatnya.
"Ya Jaehyunnie! Lihat! Ada Jieun nuna!"
"Mana man—YA! LEE TAEYONG!" Jaehyun yang lengah karena mendengar kata Jieun nuna langsung memekik karena jurnalnya diambil oleh Taeyong. Taeyong tidak bodoh. Ia langsung berlari keluar kelas—dan Jaehyun tentu saja mengejarnya.
"Oke, mari kita baca jurnal seorang Jung Jaehyun," kata Taeyong sambil berlari ke lapangan lalu duduk di salah satu bangku yang ada di sana. Jaehyun yang ada di belakangnya mengumpat. "Oke, jadi… My daily activity. On Monday, I saw Taeyong's beautiful fa—YA! Apa-apaan ini!?"
"Sudah kubilang juga jangan dibaca," keluh Jaehyun lalu duduk di sebelah Taeyong. Taeyong diam saja. Ia sibuk berkonsentrasi dengan jurnal milik Jaehyun. Ia kaget. Sungguh, ia kaget dengan isi jurnal milik Jaehyun.
So on Tuesday, I took a picture of Lee Taeyong. On Wednesday, I chatted with him. He is really cute than I thought. On Thursday, I saw him bought chocolate ice cream. On Friday, I asked him to went home together. On Saturday, I imagined I watched movie with him, held his hand, gave him a warm kiss, and did anything happy with him. On Sunday I printed-out his picture. So, those are my activities. Loving Lee Taeyong every day, every minute, and every second of my life…
P.S. teacher, please give me advice how to tell him that I really love him T^T
Taeyong ingin tertawa sebenarnya. Itu lucu dan manis, menurutnya. Ia menoleh ke arah Jaehyun yang sedang menatap lapangan dengan tatapan kosong.
"Jaehyun?"
"Hmm?"
"Ini manis."
"Itu memalukan. Kau membacanya."
"Memangnya kenapa? Ini benar-benar lucu dan manis," kata Taeyong sambil menampilkan senyum terbaiknya. Jaehyun mendesah pelan lalu menatap Taeyong.
"Y-ya kau kan jad—"
Cup!
Taeyong segera berlari meninggalkan Jaehyun setelah memberikan sebuah kecupan hangat di pipi Jaehyun. Jaehyun membatu. Ia memegang pipinya.
"Y-ya Lee Taeyong!" Jaehyun segera mengejar Taeyong yang menoleh lalu menjulurkan lidah padanya. Ia berhasil menangkap Taeyong lalu menarik Taeyong kembali ke kelas. Jaehyun tersenyum. "Hey, dude."
"Hmm?"
"Wanna go out with me after the school is over?"
"Hmm…."
"C'mon, just say—"
"Of course! Mana mungkin aku menolak!" kata Taeyong sambil tersenyum lebar. Bertepatan dengan itu, bel tanda masuk pun berbunyi.
-THE END-
EAK :'v
TY OOC banget yha :'v
Maafkan author ya xD anw klo ada grammatical error maapin ya :'v
RnR please? Terima kasih ^^
