Tittle:: My Cousin Is My Best Partner Chapter 4
Kim JongIn
Do KyungSoo
KaiSoo
Do Kyunghee present
GS! menjauh yang berharap menjadi cewek manis nanpolos. TYPO berhamburan!
Huaaaaaaa Seneeeeeenggggg~~. Kalian membuatku senang sangat ngat ngat dengan ripiu ripiu kaliaaann. Saranghae yeorobuuunnn.. Huks huks sroooott T.T terharuuu~~ #lap ingus di kolor Kai. Terima kasih semuaa atas ripiunya. Aku senang bisa mendapatkan Ripiu sebanyak itu. Yang Ripiu Chap 3 kurang lebih 35-40 orangan.. Bagi ku yang seorang author baru itu keberuntungan.
Langsung aja.. Ni Chap4 buat kalian.
My Cousin Is My Best Partner 4
Kyungsoo melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari sepupunya. Jongin menginginkan Kyungsoo Mencintainya? Selama ini Kyungsoo tak pernah sekalipun berfikir bagaimana jika ia dan Jongin saling mencintai atas kedekatan dan perbuatan mereka. Ia terlalu cuek dengan semua itu. Kyungsoo melakukan kedekatan dalam hal apapun, hanya menganggap sebagai Partner dan sepasang sepupu. Ia yakin jika Jongin hanya salah ucap, atau ia yang salah pendengaran.
"kau.. Ahh maksudku bisa kau ulang perkataanmu Jongin." Menatap kedalam mata hitam kelam milik jongin.
"aku ingin kau mencintaiku... Sama seperti ku mencintaimu Kyungie" Tidak.. Kyungsoo tidak salah mendengar. Dua kali ia memastikan pendengarannya dan ternyata itu benar. Jongin mencintainya.
"Aku tahu, ini salah. Memiliki perasaan pada sepupuku sendiri. Tapi demi tuhan Kyungsoo aku tak bisa menahan perasaanku padamu. Aku menyayangimu lebih dari seorang sepupu dan seorang partner." Sedikit perasaan lega setelah Jongin mengucapkan apa yang selama ini ia rasakan. Namun perasaan lega itu terganti dengan rasa takut seketika saat melihat ekspresi diamnya Kyungsoo.
"kau yakin Jongin dengan apa yang kau rasakan padaku?yakin bahwa kau mencintaiku bukan hanya sekedar rasa sayang sebagai seorang sepupu atau seorang Partner?" Kyungsoo bertanya dengan menatap Jongin lebih dalam, mencari sebuah jawaban kejujuran.
"sangat. Aku tak pernah seyakin ini dengan perasaanku terhadap seorang Yeoja Kyungie." Mencoba meyakinkan Kyungsoo agar bisa merasakan kejujurannya.
"kau tahu Jongin? Aku selalu mempertanyakan dengan apa yang kurasakan padamu. Mengapa aku selalu merasa aman,nyaman,bebas, dan aku juga selalu bahagia denganmu. Semua itu membuatku percaya padamu, bahkan sampai mempercayakan apa yang harusnya aku benar benar jaga untuk kehormatan seorang wanita. Tapi dengan kau, kepercayaan itu muncul dengan sendirinya, membuatku memberikan diriku sepenuhnya padamu. Dan mungkin kini aku tau semua jawaban dari pertanyaan itu. Aku sadar bahwa aku merasakan hal yang sama denganmu. Merasakan kasih sayang yang lebih dari seorang sepupu." Kyungsoo menundukan wajahnya. Menyumbunyikan wajah ayu nya di sela sela rambut panjangnya.
"aku tahu ini salah. Tapi aku akan tetap menanyakan hal ini padamu Kyungie. Apakah kau mau meneruskan kesalahan ini bersamaku? Kesalahan kita yang telah kita buat dengan menjadi Partner sex. Dan kini aku ingin meneruskan kesalahan yang ku buat untuk Mencintaimu sepupuku sendiri, membuatmu menjadi kekasihku." Jongin mengangkat wajah Kyungsoo, menarik dagu Kyungsoo untuk memperlihatkan wajahnya.
"kau bertanya pertanyaan yang jawabannya kau tahu bahwa aku tak mungkin bisa menolak itu. Tapi aku takut.. Takut untuk melanjutkan dan memulai kesalahan yang baru" suara Kyungsoo yang lirih tertangkap indra pendengaran Jongin.
"Aku akan bersamamu Kyung. Sampai kapanpun itu Kyungsoo, kau bisa membunuhku jika aku mengingkarinya padamu. Jadi ku mohon padamu. Percayalah padaku bahwa aku akan selalu disampingmu. Menghadapinya bersama."Kyungsoo melihat sisi lain pada diri Jongin. Selama ini ia hanya mengetahui sifat Jongin yang Dingin namun hangat jika dengannya. Mengetahui diamnya Jongin kepada orang lain tapi tidak dengan dirinya,yang diberi sebuah perhatian dan kasih sayang. Ohh betapa terlambat kau menyadari itu semua selama 8 tahun kau hidup dan tinggal bersamanya Kyungsoo-ah.
"aku.. Aku mau meneruskan kesalahan ini kai. Selama itu ku bersama denganmu"Kyungsoo mengeluarkan keputusan yang membuat Jongin tersenyum dengan lembut.
My Cousin Is My Best Partner 4
"Eomaaa aku berangkaaaaatt"Kyungsoo berteriak agar sang eoma yang berada didapur mendengarnya. "Kau tidak sarapan Kyungie?"
"Anniooo aku sudah telat. Aku berangkat dengan Kai dan appa akan mengantar kami."keluar dari rumahnya yang cukup terbilang besar jika hanya ditempati empat orang penghuni.
Blaammm
Memasuki mobil ber-cat hitam. Mengatur nafasnya karna berlari menyiapkan peralatan sekolah dan menuruni tangga rumahnya, itu semua cukup membuat Kyungsoo terengah kehabisan oksigen di paru parunya.
"appaahhh.. Cepat jalannn.. Hosh hosh hosh.." Kyungsoo berucap kepada tuan Do yang berada di depan kursi pengemudi dengan Jongin di sampingnya.
"ck.. Kau itu.. Mengapa kau bisa terlambat seperti ini Kyungsoo? Jam berapa kau tidur semalam huh?" tanya tuan Do yang melihat Kyungsoo dari kaca spion di dalam mobil tersebut.
Kyungsoo sedikit melirik Jongin
yang membuang muka dengan smirk di bibir tebalnya.
'arghhhh awas kau Jongin. Kau membuatku kesiangan seperti ini. Jika kau tak meminta jatahmu semalam aku tak akan kesiangan!'
"aku harus mengerjakan tugas tugasku yang menumpuk appa, itu membuatku baru bisa tertidur pukul 3pagi tadi." Jongin tertawa dalam hatinya. 'Dan kau membuat tugas berasamaku Kyungie. Tugas yang sangat menyenangkan sehingga aku tidak ingin menyelesaikannya dengan cepat.' smirk itu masih setia bertengger di bibir Jongin.
"hahh appa memang sangat bangga dengan kepintaran kalian tapi appa tidak suka jika kalian mensortir diri kalian sampai larut malam demi mengerjakan tugas tugas kalian itu. Arra?" tuan Do menasehati Kyungsoo dan Jongin.
"ne appa/ahjussi.."Dengan berbarengan sepasang kekasih itu menjawab.
Sepasang kekasih? Yupp sebelum 'permainan' yang tadi malam di mainkan oleh Jongin dan Kyungsoo mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih.
"Kai bagaimana kabar ibumu?!" tanya tuan Do memecah keheningan setelah beberapa menit tercipta.
"eomma baik ahjusshi.. Kandungan eommapun sehat."
"syukurlah kalau begitu. Kapan ia kembali ke Seoul lagi?!"
"Mollaseo ahjussi.. Mungkin eomma akan kembali setelah melahirkan, bersama keluarganya."dua kata terakhir Jongin berikan dengan nada rendah.
"ahh begitukah." tuan Do tahu bahwa ia tidak harus melanjutkan pembicaraan itu. Ia tak mau membuat Jongin mengingat hal hal yang tidak ingin Jongin lakukan. Jongin tumbuh disebuah keluarga dengan orang tua yang lengkap. Namun itu semua hanya bertahan 8 tahun saja sejak Jongin lahir. Tuan Kim tertangkap di sebuah kamar hotel bersama wanita lain oleh eomma Jongin. Perceraian adalah jalan yang dipilih oleh orang tua Jongin, Membuat hilangnya keceriaan Jongin. Eomma Jongin membawanya untuk tinggal bersama. Namun 7 bulan kemudian eomma Jongin menikah dengan seorang pria bermarga Oh, yang mempunyai seorang anak sepantar dengan Jongin dan membuatnya Semakin menjadi dingin, Jauh dari sosialisasi akan orang orang disekitarnya, termasuk eommanya sendiri. Pada suatu saat Jongin memilih tinggal bersama dengan Kyungsoo kakak Sepupunya yang bisa membuat Jongin merasa nyaman dari pada Jongin harus tinggal bersama eomma dengan keluarga barunya.
Kyungsoo melihat sekilas raut wajah Jongin yang berubah sendu itu, membuat ia ikut merasakan sesak yang ada di hati Jongin.
Mobil yang dikendarai oleh tuan Do telah sampai pada sebuah gerbang salah satu sekolah terbaik di kota itu.
"appa gomawoooo~" manja Kyungsoo pada appanya setelah turun dari mobil itu.
"Ahjussi gamsahamnida sudah mengantar kami."Jongin melakukan hal yang sama seperti yang Kyungsoo lakukan dengan perbedaan kalimat yang lebih sopan.
"ne~ ah Kyungie?kau sudah memikirkan jawaban itu?"Kyungsoo tahu kemana arah pertanyaan itu.
"Ne appa,aku sudah memikirkannya. Aku bersedia untuk kencan dengan anak atasan appa. Tapi tapiii ini hanya sebuah kencan biasa dan Tidak ada kata SELANJUTNYA!" Kyungsoo menekan dengan sangat di akhir kalimatnya.
"Arraseo.. Gomawo Kyungie, geure appa berangkat sekarang." anggukan dan lambaian Kyungsoo lemparkan pada Tuan Do.
"Bagaimana tugas tugasmu yang Kau kerjakan tadi malam Do Kyungsoo Apakah itu sudah selesai semua humm?"bisikan halus dan sebuah hembusan nafas membelai telinga Kyungsoo.
"Yaaaakkk! Apa maksudmuu huuhh?! Meledekku begitukah"bentak Kyungsoo seranya menjauhkan telinganya dari wajah Jongin dan memukul bahu Jongin.
Tappp
Jongin menangkap pergelangan tangan Kyungsoo dan menarik pinggang rampingnya untuk mendekat.
"ne! aku menggoda pacarku..apakah itu salah love?"Jongin melihat wajah Kyungsoo yang nampak lebih merah. Betapa sangat indah pemandangan yang ada dihadapan Jongin saat ini
Chuu~~
"itu bagianku pagii ini baby~"ucap Kai setelah mencuri kecupan dibibir Kyungsoo.
"jadi kau tinggal memberikan bagianku untuk nanti siang saja hmm.."Jongin meninggalkan Kyungsoo yang terdiam ditempatnya. Kyungsoo memajukan beberapa centi bibirnya,kesal karna Jongin meninggalkannya seorang diri ditempatnya.
"ahh aku lupa ini bekal mu. Aku harus memastikan bahwa perutmu terisi makanan sebelum memulai aktifitasmu, jangan sampai aku menemukanmu pingsan." sebuah kotak makan berwarna biru dengan hiasan sebuah cartoon Pororo Kai serahkan pada Kyungsoo. Menggenggam tangan Kyungsoo dan membawanya masuk lebih dalam pada gedung sekolah berwarna putih gading itu."Kai.. Mmh obatku habis." Kyungsoo berucap di tengah perjalannan mereka menuju koridor ruang kelas Duabelas. Jongin mengerti dengan apa yang dimaksud 'obat' dengan Kyungsoo. Pil peluruh Sperma. Itulah yang Kyungsoo konsumsi selama setahun terakhir ini.
"ne nanti malam biar aku yang pergi menemui Xiumin noona untuk membeli itu."
My Cousin Is My Best Partner 4
Kyungsoo Pov
Haaaahh aku bosaaann~~~ pelajaran yoochun saem membuatku mati kebosanan. Bukan karna cara mengajar Yoochun saem yang tidak menyenangkan, tapi karna materi pelajarannya. Salahkan otak pintarku yang telah memahami materi itu terlebih dahulu sebelum di ajarkannya. Aku dan Jongin terbiasa mempelajari materi yang sebelum diajarkan pada guru guru disekolah. Sehingga aku telah mengerti dengan baik saat mereka menjelaskannya. Tentang Jongin. Apa yang sedang ia lakukan yah?!
Kuketikan beberapa kalimat pertanyaan yang akan ku kirimkan pada Jongin
To:: My Cousin..
Subject::-
Jongin-ahh sedang apa kau? Siapa yang mengajar dikelasmu? Apa aku mengganggu?
Send...
Ahhh aku lupa mengganti contact name di handphoneku untuknya.
Akan ku ganti menjadi My Love.. Sepertinya itu lebih baik.
Drrrrtt. Ohhh sepertinya itu balasan darinya, ck benar dugaanku
From::My Love
Subject::-
Aku sedang dalam perjalanan untuk pelatihan bersama tim basket Love..wae? Kau merindukanku.?
Cihh apa apaan dy! Terlalu percaya diri. Akan ku goda kau Jongin. Kubuktikan bahwa bukan hanya kau saja yang bisa menggoda hehe.
To::My Love.
Subject::-
Neee~~aku sangat merindukanmu~~ ahh aku merindukan milikmu love. Tadinya aku ingin mengajakmu untuk BERCINTA pada jam istirahat nanti. Tapi ternyanta kau pergi. Hahhh yasudah aku akan menuntaskannya sendiri.
Send
Ahahahaha kau rasakan itu Jongin. Ku yakin bahwa kau teramat menyesal karna mengikuti pelatihanmu itu.
17.00 kst.
Ku rebahkan diriku pada ranjangku yang nyaman ini. Kubaca lagi pesan yang ku temukan di meja ruang tamu tadi.
"Kyungieee~mianhae Chagi.. Eomma harus kerumah halmoni untuk menemaninya kemakam harabojimu. Jika kau sudah pulang makanlah, kau bisa menghangatkan makanan yang sudah eomma masak untukmu dan Jongin. Appamu mengatakan pada eomma bahwa ia akan pulang malam. Jadi jangan tunggu kami arraseo." seperti itulah kira kira bunyi pesan eomma. Jadi aku sendiri dirumah ini sekarang? Jongin tidak bisa pulang bersamaku. Karna sampai jam pulang sekolah pun ia belum selesai dengan acara pelatihannya itu. Haaahhh menyebalkan. Apa yang ku lakukan untuk menggunakan waktu ini. Beberapa menit aku berpikir, tapi yang ku dapatkan hanyalah kepusingan yang singgah di otakku.
Lebih baik kuisi perutku dahulu agar aku bisa berpikir lebih keras dan cepat untuk rencana kegiatanku selama tak ada seseorang yang menemaniku. Membuka kamarku beranjak turun setelah melewati beberapa pintu yang slah satunya adalah pintu kamar Jongin..heiiiiii aku dapat ide yang sangat bagus! Selama ini Jongin yang selalu berada di kamarku walaupun tanpa aku sebagai pemilik sah kamar itu. Sedangkan aku hanya beberapa kali mengunjungi kamarnya termasuk malam tadi. Kini waktunya aku menjadi tamu tak diundang di kamarnya.
Harum citrus tercampur mint yang tidak terlalu menyengat memenuhi indra penciumanku begitu aku membuka kamar Jongin, harum kamarnya seperti harum tubuhnya. Apakah ia menggunakan parfumnya sebagai parfum tubuh sekaligus parfum ruangan yah?! Haahh pemikiran yang aneh kurasa.
Melihat 2 gitar ada di pinggir ruangan dengan tema hitam putih itu yang bertengger rapi pada tempatnya. Sebuah lemari buku dengan 4 tingkat yang isinya terjejer dengan rapi buku ilmu pengetahuan serta komik komik seri yang ia koleksi.
Kududukan bokongku yang Jongin bilang sexy ini di kursi putar dengan meja di depannya, meja yang ku ketahui adalah meja belajar Jongin.
Beberapa buku pelajaran yang satu tingkat dibawahku terbuka begitu saja setelah dipakai pemiliknya.
Ku larikan jemariku yang pada tiga buah dvd yang ada bersama dengan buku buku itu.
"Mwoya ige?!" kunyalahkan leptop putih dan memasukan salah satu kepingan dvd bercover putih tanpa gambar itu.
Seseorang yang ku ketahui adalah sepupuku,partnerku,sekaligus.. Kekasihku. Terdengar sebuah alunan musik dengan nada nada elektric muncul dibarengi dengan beberapa gerakan yang Jongin ciptakan ditubuhnya.
Ahhh aku tahu sekarang bahwa ini adalah dvd rekaman latihan dance Jongin. Aku tak terkejut lagi melihatnya menari dengan lihai. Sudah tak terhitung berapa kalinya ia menari di depanku secara langsung saat menghiburku dikala sedih,ataupun keadaan yang dikatakan sangat amat tidak bagus.
"aku tak pernah mengetahui bahwa kau selalu merekam latihan latihanmu Jongin. Hahh aku juga ingin menyimpan video latihanmu~~aku minta satu ne" aku menunjukan mini concert pantomim ku tanpa ada seseorang yang menonton. Merasa seakan mendapatkan Jawaban 'iya' dari Jongin, yang tentu saja jawaban yang ku khayal sendiri. Ku ambil salah satu kaset DVD bercover hitam dari tiga DVD itu.
Memutuskan meninggalkan kamarnya,untuk melanjutkan tujuan pertamaku tadi tanpa lupa membawa DVD yang kuambil tadi.
~My Cousin Is My Best Partner 4~
Aku kembali ke kamarku begitu aku menyelesaikan urusanku dengan cacing cacing di perutku.
Menghidupkan laptop milikku untuk menonton rekaman sesi latihan Jongin. Beberapa menit setelah loading terlihat sebuah ruang kelas yang menampakkan seorang yeoja dengan balutan seragam yang sangat Ketat menempel ditubuhnya.
"siapa dia?apa ia teman Jongin di klub dancenya?" tanyaku pada diri sendiri yang tentu saja tidak akan mendapatkan jawaban dari siapapun. Setelah mengeluarkan kalimat pertanyaan itu. Munculah seorang pria mengenakan seragam yang sama dengan model berbeda, khusus untuk laki laki. Pria itu mengucapkan sebuah kalimat yang kyungsoo ketahui adalah sebuah kalimat yang berupa bahasa jepang. Kyungsoo masih setia menonton DVD itu berharap munculnya Jongin. Terlihat di layar monitor nya bahwa pria dengan tubuh kurusnya mendekatkan wajahnya untuk membisikan suatu kalimat yang membuat wanita itu dan Kyungsoo terkejut. Jelas Kyungsoo terkejut,karna ia mengerti apa yang diucapkan pria itu. Belum reda keterkejutan Kyungsoo ia sudah kembali dikejutkan dengan adegan di layar yang menampilkan si pria itu meremas kasar dada wanita berambut pendek sebahu itu dari belakang. Terus meremasnya dengan kasar walau si wanita merintih dengan mencoba melepaskan kedua telapak tangan lebar itu dari payudaranya
"ahhh tidakk.. Lepaskan aku kumohon. Ahhhhhh ini sakit" terdengar suara dari laptop itu di keluaran wanita yang kini di buka paksa dasi merahnya serta kancing seragam putihnya.
"Ige Mwoyaaaa~~! Jongiiiiiinnnn aishhhh anak itu! Menaruh DVD seperti ini sembarangan! Bagaimana jika eomma yang menemukan. Aishh bisa habis ia dijadikan Soup oleh eomma." Kyungsoo menggerakan tangannya untuk menghentikan jalannya adegan demi adegan itu. Tapi rasa penasaran hadir di dalam dirinya. Seperti yang ia katakan bahwa ia adalah remaja yang penuh dengan rasa penasaran jadi baginya tidak salah bahwa ia menonton hal seperti itu,toh iapun pernah melakukan apa yang diperagakan di film itu.
Sang pria menenggelamkan wajahnya di belahan dada wanita yang kini pasrah dan hanya bisa menangis. Jilatan dan gigitan terkadang pria itu lakukan pada payudaranya. Serasa ada yang menggelitik saat Kyungsoo menonton lebih fokus pada film itu dari yang sebelumnya. Tanpa sadar Kyungsoo ikut menahan nafas dan meremas sebuah buku yang ada di dekatnya.
"Ahhh ahhh hentikan it ituu ahhh kumohon sakkkiiitt.!"
Vagina yang sedang dimasuki dengan jari si pria, yang sebelah tangannya membuka zipper celana sekolahnya. Terlihat junior yang panjang dan menegang sempurna.
'mmmhh Cukup panjang sama seperti milik Jongin. Tapi Tidak sebesar milik Jonginku. Kekeke' Kyungsoo membatin dengan kekehan di hatinya.
"jilat..ahhh euunghh ahh.." erangan dari pria itu menimbulkan dampak yang besar bagi Kyungsoo. Vagina Kyungsoo mulai basah dan sedikit gatal. Kyungsoo tahan dengan semampunya agar ia tidak ikut terbawa suasana yang panas karna melihat adegan 17 thun keatas.
"hisap hisap lebih kencang. Aghhh mulutmu sangat nikmat." Kyungsoo semakin tidak nyaman dengan posisi duduknya saat ini.
Mencabut penis panjangnya dari mulut si wanita ia menempatkan penisnya di selangkangan tempat dimana vagina wanita itu bersarang. Memasukannya dan langsung memompanya dengan kasar tanpa ampun
"ahhh hahh hahh ahhaaaahh " tidak terdengar lagi sebuah kalimat penolakkan dari bibir si wanita hanya desahan nikmat seakan meminta lebih yang dikeluarkannya dan dijawab oleh desahan yang sama dari pria tinggi.
Cukuppp!sudah cukuppp! Kyungsoo sudah tidak tahan lagi. Ia merasa vaginanya semakin basah dan gatal.
Melepas tshirt peace yang ia gunakan serta melepas bra hitamnya, hot pants serta celana dalam hitam tak lupa ia pereteli dari tubuhnya yang kini full naked. Merebahkan tubuhnya di ranjangnya,meremas payudaranya dengan kencang membuatnya semakin horny. Ia telah memutuskan untuk bermasturbasi dari pada ia menahan nafsunya sampai Jongin datang yang ia tak tahu kapan pastinya. Tetapi bayangan Jongin tak bisa hilang begitu saja dari otaknya. Ia terbayang bagaimana pengalaman sexnya bersama partnernya itu. Bagaimana saat sepupunya itu meremas payudaranya dengan kencang dan keras tapi menimbulkan rasa yang lembut bagi Kyungsoo. Bagaimana saat bibir Jongin menarik dan mengulum bibirnya didalam mulut Jongin. Dan bagaimana saat Junior besar Jongin terasa menggenjot vaginanya yang sedang meremas penis Jongin dengan kencang..
Meraba smartphonenya dan menekan digit demi digit angka yang telah ia hapal.
"Yeoboseo? Love?"terdengar suara Jongin di depan sana.
"Jong ahh Jongin-ahh akkk uu.. Heemmmmpp" Kyungsoo tak bisa melanjutkan kata katanya jemarinya yang saat ini masuk di bagian kewanitaannya membuatnya berada dalam kenikmatan walau belum terasa sempurna.
"Kyungsoo? Waegeuree? Jangan katakan bahwa kau sedang.."
"ahhhh fuck.. Shut up Jongin. Fuck me.. Arghh Tolong aku~~ Jong.." Jongin sekarang sangat mengerti apa yang sedang Kyungsoo alami..
"haha.. Okey aku mengerti. Baiklah aku akan membuatmu merasakan kehadiranku disana."
TBC..
Muahahahaha... Aghhhh kalian membuatku semakin cinta Kaisoo dengan riview kalian yang masuk
Aku gg bisa bikin mereka sampe NC gak kuattttt ngetiknya. Lagian aku bilang kan cuma sedikit.. Yahhh serempet serempet dikit aja . Clo ga NC benerannya buat Chap depan. Okey..
Chap inj sudah jelaskah umur Kaisoo berapa?! Dan kenapa Jongin bisa tinggal serumah sama Kyungsoo trus kenapa Kyungsoo selalu lolos dari kata 'hamil' setiap berhubungan sama Kai.
TERIMAKASIH BUANYUAK buat yang Review... Ripiu lagi ne.. Hehe
