WARNING: SO MANY TYPO(S) IN HERE! ITS YAOI FANFICTION IF YOU NOT LIKE YAOI FANFICTION PLEASE JUST CLICK STOP OR BACK. I TOLD U BEFORE READ!

NO BASH OKE!

.

.

SPARKLINGSIXFI PRESENT

.

.

..-For u and only u-..

Pagi ini Baekhyun bangun lebih awal dari biasanya, dan kau tahu? Dia sama sekali tidak dibangunkan sekali lagi TIDAK DIBANGUNKAN, itu adalah anugrah Tuhan terbesar yang terjadi dalam hidup nyonya Byun. Dan ia juga tidak memimpikan noona Sunny dengan segala fantasi liarnya. Semoga saja itu pertanda baik ya. Semoga saja.

Semoga...

"Sial! Sial! Sial!"Baekhyun meruntuki dirinya entah sejak pulang sekolah kemarin ia tidak pernah fokus pada apa yang dia pikirkan

"Ahh! Aku bisa gila kalau seperti ini terus, ini sudah keterlaluan"decak Baekhyun lagi

"Maksudku, apa yang lebih gila dari Baekhyun yang tidak memimpikan nonna Sunny dalam tidurnya?"Baekhyun bermonolog sendiri.

"Ada, pasti ada yang lebih gila dari itu!"

"Ah! Mungkin tidak, ya tidak! Maksudku ada"

"Tidak tentu saja tidak ada"Baekhyun menggelengkan kepalanya kencang

"BYUN BAEKHYUN KAU SANGAT BERISIK BODOH"akhirnya suara surga itu terdengar di pendengaran Baekhyun, jika saja ini 7manusia serigala pasti telah di bubuhkan efek 'Dunia bergoncang' karena suara Nyonya Byun yang menggelegar itu

Dan Baekhyun menghiraukannya..

"Arght bodoh! Mana mungkin aku jatuh cinta pada pria itu"akhirnya kita ketahui kunci dari masalah ini.

"Aku masih menyukai dada wanita sungguh! Masih ya masih! Masih masih masih!"Baekhyun bersikeras mengucakpkan 'masih'.

"BYUN BAEKHYUN KURASA KAU LEBIH BERTAMBAH GILA SEKARANG, BAHKAN KAU MENGHIRAUKAN TERIAKAN KU"

"SHARANGHANEUN NYONYA BYUN BISAKAH KAU TUTUP MULUTMU SEBENTAR! UGH AKU SEDANG BINGUNG KAU TAU?"Baekhyun berteriak, nyonya Byun menghelas nafas lega. Baekhyun membalas ucapannya dengan berteriak kembali. Berarti kegilaannya tidak bertambah

Baekhyun berdecak kesal mencoba mengingat – ingat apa yang spesial dari namja yang ia temui kemarin. Menurut Baekhyun ia hanyalah namja bodoh yang memiliki tampang idiot, dan benar – benar tidak memakai otaknya dengan baik, maksudku apa sulitnya mencari ruangan yang bertuliskan 'Head Master Room' di depan pintuya. Namun ada satu yang mengganjal dipikiran Baekhyun, bagaimana mungkin ia bisa menyipulkan bahwa ia 'mencintai' NAMJA yang belum pernah ia temui bahkan tidak ada lima menit berinteraksi dengannya. Dan lebih buruknya dia seorang NAMJA okay! Itu tidak lucu sama sekali.

"BYUN BAEKHYUN CEPAT BERANGKAT KESEKOLAH BODOH, PERCUMA SAJA KAU BANGUN PAGI DAN TIDAK MEMIMPIKAN NONNA BUSUKMU ITU. KUKIRA AKAN MENJADI PERTANDA BAIK"

Bukankah sudah kubilang, semoga.. menjadi pertanda baik

"YAYAYA NYONYA BYUN AKU AKAN BERGEGAS"Baekhyun mengacak rambutnya kesal

"Bagus! Karena sudah seharusnya!"ucap nyonya Byun enteng

Dan Baekhyun mencibir setelah itu

.

.

"Baek"panggil Kai, Baekhyun menghiraukan

"Baekhyun"Kai tak menyerah

"Byun Baekhyun"Baekhyun masih belum sadar juga rupanya

"BYUN BAEKHYUN MESUM"Baekhyun terlonjak kaget. Nyatanya Kai berteriak didepan telinganya, dan apa tadi? Mesum uh oh, mirror please

"KimKaiTan, negro mesum, keparat, brengsek! JANGAN BERTERIAK DI DEPAN TELINGAKU SIALAN!"

"Salahkan kau yang berbeda hari ini! Nyatanya kau seperti manusia yang baru menghabiskan rokokmu pada bungkus yang kesepuluh. Atau lebih mirip pasien penderita kanker yang di vonis meninggal 3 bulan lagi. Demi Tuhan ada apa denganmu baek"Baekhyun mengerucutkan bibirnya' seperti manusia yang baru menghabiskan rokokmu pada bungkus yang kesepuluh' dan 'lebih mirip pasien penderita kanker yang di vonis meninggal 3 bulan lagi' sungguh! Tidak adakah perumpamaan yang sekiranya lebih menarik

"Aku tidak tahu negro, aku sendiri tidak mengerti mengapa aku menjadi seperti ini, sungguh!"Baekhyun menghembuskan nafasnya berat "Kau tau aku, aku baru saja bertemu dengan seseorang tak sampai 5 menit dan berfikir bahwa aku jatuh cinta padanya"lanjutnya lagi

"Wow! Itu bagus, kau tau? Kau sedang berkonsultasi pada ahlinya"ucap Kai bangga

"Ahli? Berfikirlah sedikit, gunakan otakmu dengan baik! Mana ada ahli cinta yang gagal dalam percintaannya sendiri. Bodoh!"Kai sweat drop

"Sial kau! Kenapa kau mengatakan itu, oh tidak! Kau telah membuatku mengingat masa lalu tuan sialan!"

"STTTT! Berisik! Jawab saja pernyataan ku itu!"

"Byun Baekhyun, ternyata selain idiot fisika, kau bodoh dalam hal percintaan juga ya!"Kai berdecak malas "Itu namanya kau mengalami Love At The First Sight"ucap Kai sambil menerawang, gesture tangan nya menyerupai spongebob saat mengatakan 'imajinasi'

"Apa? Apa maksudmu dari Love At The First Sight?"

"Cinta pada pandangan pertama, tentu saja!"ucap Kai santai

"Persetanan dengan semua itu! Aku tidak percaya dengan itu semua"

"Hei, jangan seperti itu kawan. Kau akan merasakannya suatu saat, atau? Sedang merasakannya saat ini?"Kai menggoda Baekhyun sambil tersenyum seakan mengatakan 'kena kau!'

"Sial!"Baekhyun mengumpat "Sudah kubilang aku tidak percaya dengan hal seperti itu Kai"

"Kau harus!"

"Aku tidak akan!"

"Kau harus baek!"

"Tidak akan!"Baekhyun menggelengkan kepalanya

"Terserah!"Kai menatap datar Baekhyun "omong – omong seperti apa perempuan itu? Badan nya seksi? Tinggi? Atau berambut panjang? Warna apa rambutnya?"tanya Kai membabi buta

"Aku tidak percaya pada Love At The First Sight karena yang aku temui adalah seorang laki – laki"

"APA?"Kai terlonjak kaget! Tentu saja! Setau Kai Baekhyun masih 100% lurus, tapi dia tidak tahu sekarang, atau mungkin seterusnya?

"Ya, dia seorang lelaki dengan rambut abu – abu dan tubuh tinggi"

"Wow! Ini berita bagus, sebentar lagi aku akan memiliki teman yang sejalan denganku, sepertinya"Kai nyengir kuda

"Tidak! Aku tidak mau merubah orientasiku! Tidak akan!"

"Hey sobat, jangan seperti itu. Menjadi gay bukanlah hal yang buruk baek, hanya syukuri dan jalani hidupmu saja, 10% tujuanmu pasti akan terarah ke hal positif, karena kau memulai nya dengan pemikiran yang positif. Menjadi gay tidak buruk, kau tidak perlu mendengarkan semua ocehan dari mulut wanita yang tidak bisa terdiam"Kai mencoba menyakinkan Baekhyun

"Tapi Kai... aku masih"Baekhyun terlihat ragu "ARGHT!"

"Just calm down dude! Jalani saja baek. Berfikirlah positif, kalau itu menyangkut kebahagianmu aku yakin eomma mu pasti akan memberikan keputusan yang terbaik"

"Aku, aku tidak bisa"bibir Baekhyun mengerucut imut "Kai otthokae?"tambahnya lagi

"Kau pasti bisa! Kau hanya perlu menjalaninya dengan penuh syukur, itu saja!"

Dan Baekhyun hanya mengangguk – anggukan kepalanya lucu dengan bibir yang mengerucut setelah itu.

Semoga saja apa yang dikatakan Kai benar, semoga nyonya Byun akan membiarkan Baekhyun memutuskan apa yang akan menjadi kebahagiannya seorang diri, semoga saja

Ya...

Semoga...

KRINGGG~~~~~~

"Baek, ayo masuk ke kelas"Kai memanggil Baekhyun sambil menarik tangannya agar Baekhyun mempercepat langkahnya

"Hm.."dan hanya di balas gunaman oleh Baekhyun

.

.

Setelah bel itu Baekhyun dan kai pun berpisah dikoridor dan berjanji akan bertemu lagi dikantin seperti biasa yang mereka lakukan.

'Hei Kim saem datang'bisik salah satu siswa penghuni kelas 2-1

Seketika kelas itu hening..

Baekhyun terlihat lebih tegang dari semua temannya yang ada disitu, aneh! Mungkin dia sedang berurusan dengan 'sesuatu' yang fatal, mungkin

"S..saem"Baekhyun mengangkat tangannya membuat Kim saem mengalihkan pandangan nya dan menatap ke arah Baekhyun "Bolehkah, aku izin ke toilet. Aku... benar – benar tidak tahan lagi saem"ucap Baekhyun gugup

"Ck! Baru saja masuk kenapa langsung izin ke toilet"Kim saem berkacak pinggang

"Maaf saem. Tapi ini benar – benar urgent"

"Sudahlah saem, biarkan saja Baekhyun ke toilet. Menahan buang air itu tidak baik lho saem!"ucap salah satu siswa

"Yasudah pergilah ke to-"

TOKKK TOKKK

KRIET~

Belum sempat Kim saem menyelesaikan ucapannya pintu telah diketuk terlebih dahulu oleh kepala sekolah SM HIGH SCHOOL.

"Permisi Kim saem, maaf mengganggu pelajaran anda"ucap sang kepala sekolah ramah "Aku membawa 1 siswa murid baru yang akan ditempatkan dikelas unggulan ini"tambahnya lagi

"Ah, aniyo tidak masalah sajangnim"ujar Kim saem

"Masuklah nak"ucap kepala sekolah itu sedikit berbisik

Dan tampaklah sosok murid berambut abu – abu yang sangat menawan dengan badan yang cukup tinggi dan kacamata berbentuk hampir kotak terbingkai rapi di antara hidung mancungnya. Apa reaksi mereka? Tentu saja lebih dari semangat, terlebih lagi untuk para yeoja – yeoja yang kini telah menjatuhkan rahang mereka keras. Mereka terkejut mungkin karena hmmm, ketampanannya?

Namun percayalah, se-terkejut terkejut nya mereka semua, apa reaksi Baekhyun melihat namja itu? Tentu ia lebih jauh lebih terkejut dari mereka semua, karena pasalnya namja itu adalah namja yang menanyakan dimana letak ruang kepala sekolah kemarin sore. Baekhyun terkejut, namja itu juga. Namun hanya sebentar keterkejutannya langsung di gantikan oleh senyuman menawan.

"Tuan Byun bukankah kau bilang kau ingin ke toilet tadi? Lantas mengapa masih disini?"Kim saem menegur Baekhyun

"Ah.. ye saem. Aku akan segera pergi"lalu Baekhyun berjalan melewati siswa baru itu dan mendengar panggilan darinya

"Kita berjumpa lagi, Baekhyun"ucapnya pelan

Ke-kagetan Baekhyun bertambah sekarang, ternyata namja ini tidak melupakan ku batin nya

Samar – samar Baekhyun mendengar perkenalan diri dari namja itu.

"Nama ku Park Chanyeol, pindahan dari Busan"

'Jadi namanya itu Park Chanyeol'

.

.

"Sial! Sial! Apa orientasiku sudah seratus persen berubah? Aku tidak percaya ini terjadi"runtuk Baekhyun di kamar mandi, membasuh wajahnya dan memandanginya di kaca toilet. Wajah Baekhyun yang imut bertambah imut karena kini wajah nya tengah memerah, uh memikirkan park Chanyeol membuat wajahnya lebih merah dari tomat, namun mengingat kata 'Busan' dia jadi memengingat kenangan nya saat masih taman kanak – kanak dulu, dimana dia menjadi korban bully-an dan.. ah sudahlah tidak usah di teruskan

"Tidak, tidak, tidak! Tidak mungkinnnn"Baekhyun bersikeras

"Namja itu pasti berbeda, dia pasti bukan namja yang kemarin sore aku temui"

"Ya, pasti bukan, pasti pasti!"Baekhyun mengepalkan tangan nya seolah membuat gesture 'fighting'

"Tapi tidak mungkin, bahkan namja itu agak kaget saat menemuiku tadi"wajah imut Baekhyun memelas lagi "Juga mengenaliku"tangan Baekhyun yang tadinya membentuk gesture 'fighting' mulai terkulai lemas lagi

Baekhyun melirik jam dinding yang terbingkai di dinding sekolah "Sial sudah lima belas menit aku di toilet, bisa mati aku"dengan cepat Baekhyun merapikan seragamnya yang agak berantakan karena adegan ' Tidak mungkinnn' nya tadi, lalu berbalik dan segera berlari menuju ruang kelas 2-1. Baekhyun tidak jadi buang air, entah mengapa ia sudah tidak mood lagi semua urinnya se akan terserap kembali/?/, huh? Memang bisa seperti itu?

.

.

"Baiklah, silahkan perkenalkan dirimu nak, dan Kim saem, saya duluan mohon bantuannya"ucap sang kepala sekolah sopan dengan membungkukan badan nya 90 derajat memberi salam.

"Ah, ne, ne kamshanmida sajangnim"Kim saem juga membungkukan badan nya sedikit

"Ah, ne.."ucap namja itu agak gugup "Nama ku Park Chanyeol, pindahan dari Busan"Chanyeol membungkukan badan nya 90 derajat"

"Ne, kalian semua berteman baiklah padanya"ujar Kim saem sambil memperhatikan wajah murid nya satu persatu

"Aku, juga memenangkan beberapa lomba Sains di Busan, dua kali lomba biologi dan lima kali lomba fisika yang bertaraf international. Sebenarnya aku sudah menduduki sekolah tingkat international di Busan namun aku pindah kesini untuk sedikit urusan. Itu saja tentangku, Mohon bantuannya yeorobun~"

"Baiklah, Chanyeol-ssi duduk lah disitu"ucap Kim saem sambil menunjuk kursi yang satu – satunya kosong, Chanyeol menyunggingkan senyum menawan. Dia duduk sebangku dengan, Baekhyun

"Ne, kamshanmida seosangnim"ucap Chanyeol sambil berjalan santai ke 'calon' bangkunya

TOK TOK

KRIETT~

Decitan pintu terdengan menandakan pintu dibuka oleh seseorang, Baekhyun. Terlihat Baekhyun didepan pintu dan menuju kebagian dalam kelas tanpa melihat Kim saem mungkin dia, uhmm... takut?

"Tuan Byun"desis Kim saem menyeramkan

"N..ne"Baekhyun menolehkan wajahnya menjadi menghadap pas kearah Kim saem

"Kemana saja kau? Kenapa begitu lama?"

"Maaf, saem anu.. tadi aku.."Baekhyun nampak gugup dan tengah berfikir 'apa sekiranya alasan yang cukup masuk akal, ayo berfikirlah Byun. Biasanya kau sangat pintar dan, licik' batinnya dalam hati

"Anu? Anu apa"tanya Kim saem

"Anu... saem aku.. tadi aku.. sem.."Baekhyun memotongnya lagi 'ayo sem apaaa Baekhyun berfikirlah kerasss'batin Baekhyun telah meraung – raung

"Sem? Sem apa? Sembilan"Kim saem tak sabaran

Baekhyun masih terlihat gugup sampai suatu kata – kata yang pas dan cukup masuk akal menjumpai pikirannya "Sembelit saem.. maaf"

First second

Second second(?)/hayoloh bingungkan?/

Dan...

"HAHAHAHAHAHA"semua murid di kelas Baekhyun tertawa tidak karuan 'persetanan dengan repurtasiku huh, yang penting tidak dihukum'batin Baekhyun dalam hati

Kim saem berdecak pelan sambil menggelengkan kepalanya "Baiklah, duduklah dikursimu"ucap Kim saem, kelas masih ricuh dengan suara 'terawa' atau lebih tepatnya 'terbahak'. Sedangkan Baekhyun berjalan dengan matanya yang terus melihat ujung sepatunya sambil mengumpat pelan.

"Memang apasih yang menarik dengan ujung sepatumu itu? Bahkan kau hampir menabrak meja karena tidak memperhatikan jalan"Baekhyun menjatuhkan rahangnya keras sambil membelakan mata sipitnya yang indah. Saat ini sosok pengamatannya adalah si tampan dengan tubuh yang tinggi, dan sebentar, mengapa dia ada disebelah bangku ku? Batin Baekhyun

Baekhyun melihat kursinya yang kosong dan kursi yang tadinya kosong (sebelum di isi oleh Chanyeol) bergantian, nampak bingung dengan apa yang terjadi. Dengan wajah yang bigung pula dia menarik kursinya dan mulai duduk disebelah Chanyeol – ugh omong- omong dari tadi namja dengan tubuh tinggi nan atletis itu selalu menampakan senyuman menawannya atau mungkin uhmm- Idiot?

"Psst! Baekhyun kenapa kau diam saja dari tadi"Chanyeol berbisik pelan, namun masih dengan mata yang –pura – pura- fokus ke papan tulis

"..."Baekhyun tidak merespon sama sekali, maksudku bagaimana tingkahmu saat orang yang kau sukai kini berada tepat disamping kanan mu, tentu saja! Itu akan benar – benar membuat gugup atau mungkin uhhh- salah tingkah?

"Yah, Byun Baekhyun jawab aku"Chanyeol masih berbisik pelan dan membuat wajah semelas mungkin, kini perhatiannya sudah sepenuhnya pada Baekhyun

"BYUN BAE-"dengan cepat Baekhyun membekap mulut Chanyeol. Sebenarnya dimana letak otak manusia ini, hampir saja Chanyeol berteriak kalau Baekhyun tidak membekap mulutnya. Jika dengan Kim saem sungguh! Baekhyun sudah sangat bosan menjadi bahan giliran untuk diceramahi

"Wae.. wae... waeeeee!"Baekhyun menekan setiap suku katanya namun sambil berbisik sekaliigus juga mengeratkan bekapan mulutnya pada mulut Chanyeol

Chanyeol meronta – ronta sambil menepuk – nepuk tangan Baekhyun yang membekap mulutnya. Ugh demi Tuhan ia tidak bisa mernafas dengan baik karena itu benar – benar erat "heui, lepasjkasnjds"

Finally, Baekhyun akhirnya melepaskan nya.

Chanyeol cemberut "Kenapa kau lakukan itu padaku"

"Tak perlu membuat wajah seperti itu, kau terlihat aneh"ujar Baekhyun malas

"Ya! Aku ini imut kau tahu?"

"Diamlah, jangan bertingkah seakan – akan kau mengenaliku"Chanyeol terlonjak kaget, dia tak menyangka Baekhyun akan berucap seperti itu. Namun beberapa detik kemudian wajahnya diganti oleh senyuman menawan

"Kalau begitu,"Chanyeol memandang manik hitam kelam Baekhyun

"Ayo, kenalan dan menjadi dekat"ucap Chanyeol pelan, penuh persaan dan ketulusan

Kini Baekhyun yang terlonjak kaget, demi Tuhan tingkahnya yang stay cool sama sekali tidak menggambarkan seberapa cepat dan gila jantungnya berdetak saat ini.

"Apa mak-"Baekhyun terpotong

"Aku Park Chanyeol"dengan cepat Chanyeol memotong ucapan Baekhyun dan menatap manik hitam kelam Baekhyun, membuat kegugupan Baekhyun bertambah dan semakin bertambah

"B..byun Ba..Baekhyun" kini kegugupan Baekhyun telah terkuar, tidak bisa lagi ditahannya bahkan saat ini pipinya mungking telah memerah dan tubuhnya bergetar hebat

"Kau... sangat lucu"Chanyeol mencubit pipi Baekhyun gemas

Baekhyun meringis pelan "Diamlah, ini sakit kau tahu?"

Chanyeol menjauhkan tangannya dari pipi gembul Baekhyun yang kini telah merah lalu nyegir kuda "Mianhae.."Chanyeol memandang Baekhyun yang masih mengusap – usap pipinya pelan tanda bahwa itu masih sakit, kini pandangan Chanyeol melembut

"Nah, kalau kau banyak omong beginikan melihatnya lebih enak"ucap Chanyeol lembut. Oh tidak! Pipi Baekhyun kini memerah semerah tomat. Dan hanya dibalas kekehan kecil oleh Chanyeol

"Ap..apa – apaan kau ini"Baekhyun memalingkan wajahnya dari hadapan Chanyeol

"Byun Baekhyun"panggil Chanyeol dengan suara lembut

"Y..ya"Baekhyun menjawab pelan dan mulai menoleh kepada Chanyeol dengan wajah yang masih semerah tomat

"KAU BENAR – BENAR LUC-"

"APA YANG SEDANG KALIAN BICARAKAN, AKU SEDANG MENGAJAR DISINI"ucapan Chanyeol terpotong dengan ucapan Kim saem,

Baekhyun men death glare Chanyeol. Tatapan matanya seperti mengatakan 'Brengsek! Bodoh mengapa kau teriak tadi' dan Chanyeol hanya bisa meneguk air liurnya keras

"Kalian berdua!"desis Kim saem "KELUAR DARI KELAS INI"teriak Kim saem. Baekhyun langsung menarik tangan Chanyeol dan bodohnya Chanyeol malah memasang tampang 'ada apa sebenarnya ini?' dan setelah itu Baekhyun memberikan death glare ke duanya pada Chanyeol

Ternyata itu manjur, Chanyeol langsung mengikuti Baekhyun pergi keluar kelas.

.

.

"Kau sungguh bodoh Chanyeol"desis Baekhyun pedas

"Aku?"Chanyeol memiringkan kepalanya bingung "Tidak"lalu menggelengkan kepalanya kencang

"Kau iya"Baekhyun mendengus "Bagaimana bisa kau teriak dikelas saat pelajaran Kim saem dan- arght"

"Santai sajalah"tuturnya pelan dengan gestur semperti sedang mengucapkan 'YO MAN' "Lagi pula ini menyenangkan"Tambah Chanyeol kini sambil menerawang mencoba penglihatannya agar menembus awan kebiru – biruan yang indah,

"Dulu, aku tidak pernah bolos seperti ini, selalu menjadi anak yang taat aturan"Chanyeol bermonolog sendiri "Dan penuh ke som-"ucapannya terpotong

"Hei, apa yang kau bicarakan, menurut ku ini juga cukup menyenangkan. Aku juga sama sepertimu"Baekhyun menerawang "Selalu menjadi anak yang taat aturan dan menyedih-"

"Sudahlah. Kita berdua malah terlarut dalam kesedihan hahaha"Chanyeol tertawa hambar

"Kita sedang diluar kelas saat ini! Bagaimana kalau sedikit hiburan?"tawar Chanyeol dengan senyum lebar

"Hiburan?"Baekhyun memiringkan kepalanya bingung, ugh itu benar – benar terlihat imut sekali *mona mimizan*

"Yah, seperti... kau tahu? Bermain"

"Kau gila"

"Tidak, aku cukup waras untuk mengatakan itu semua"

"Kau tidak,"Baekhyun bersikeras

"Kenapa kau berfikir seperti itu?"tanya Chanyeol

"Karena, pertama ini disekolah. Ayolah maksudku kita kesekolah untuk belajar, kau tahu?"

"Ahh, itu masalahmu"Chanyeol mengelus – elus dagunya pelan bagaikan seorang ahli "Baiklah, kita buat kita belajar tanpa guru. Hanya kita berdua"pipi Baekhyun memerah, ahhh.. Chanyeol memang tahu bagaimana cara pipi Baekhyun memerah dengan cepat

"A..apa? Memang bisa?"Baekhyun gugup, membuat Chanyeol terkekeh pelan menahan dirinya untuk tidak mencubit pipi Baekhyun

"Tentu saja"

"Yang benar"

"Iya untuk apa bohong padamu, Baekhyun"Chanyeol me-rolling bosan

"Memangnya dengan cara apa?"tanya baekhyun sambil mengerucutkan bibir cherry-nya

"Kau penasaran?"

Baekhyun mengangguk semangat

"Ikut aku"ucap Chanyeol sambil menarik tangan Baekhyun

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TEH BE CEH

Hae Chingzzzz../di kepret/

Gue comeback homeee~~/baca nya jangan sambil nyanyi chingz/ dengan membawa chapter 4 dari for u and only u. Gue tau ini bener – bener ga fast update banget, dan ini pendek OKEEEE MIANHAE AGAIN YA CHINGZZZZZ gue bener – bener sibuk serius gaboong. Dan bentar lagi mau uts mohon doanya yang ching*lahh, curhat* dan untuk gelieve wakker gue usahain fast update okay, dan ada review yang nanya kaya gini

Dari : : Bukannya setelah musim semi itu musim panas terus musim gugur baru musim dingin...

Btw chingz dari pengalaman semua ff nya gue baca sih abis musim semi itu musim dingin yang salju pertamanya jatuh pada tanggal 24 desember malam atau 25 desember, gitu chingz, dan dari pelajaran ips yang bab 1 kemaren di pelajarin bilang sih, habis musim semi itu musim dingin. Mungkin gue salah teori dan atau mungkin ada readers lain yang lebih tau teori ini? Bisa dong bantu jawab pertanyaan ini. Okay! Sip.

HARAP DI BACA YANG DI BOLD KARENA GUE TAU KALIAN PASTI SUKA GA BACA PESAN GUE:

GINI CHINGZ KAN KEMAREN KALO KALIAN MENCERMATI KATA KATA DALAM FIC INI DENGAN BAIK, ITU SI KAI ADA DIKELAS 2-1 DAN BAEKHYUN 2-2 NAH GUE MOHOOON MAAF BANGET CHING MAAF SUPER SUPER MAAF. KINI KELAS NYA MAU GUE GANTI MULAI DARI SEKARANG DI FIC INI SI BAEK KELAS 2-1 DAN KAI 2-2 OTOMATIS OH SEHUN KELAS 2-2 JUGA YA, BTW INI ISI NYA ALMOST CHANBAEK YA CHAPTERNYA. UDAH INI AJA YANG PENTING

Dan gimana untuk chap ini? Bad or not? Itu keputusan kalian dan gue Cuma minta dihargai aja kok dan minta sarannya ofcourse okay untuk menghargai gue yang nulis dengan susah payah dan bersimbah keringat *jaela gaya*. Akhir kata

REVIEW JUSEYOOOOOOOOOO~O^V^O

A/N: BTW CHINGZ GUE BENER – BENER MINTA DOA LOH YANG BUAT UTS.. SEMOGA ADA YANG DOAIN GUE YA.. AMIN

A/NN: CHING YANG DI BIO ANE, ITU PIN NYA UDAH GAKEPAKE LAGI GA SENGAJA KE LOGOUT CHING DAN LUPA EMAIL T^T. NAH UNTUK MEMBUAT KITA SEMAKIN DEKAT/AZEKKK/ NTR BIO NYA DI EDIT ULANG DEH ATAU SEKARANG DIKASIH SOCMED LAGI DEH: ADA LINE: hunkaimon24 DAN BBM: 5A56C1CA. SIP!

A/NNN: TUNGGUIN YANG GELIEVE WAKKER YA, PALING YAHH, PALING BENTAR LAGI LAH APDET *masalahnya bentarnya author itu satu bulan* #Kaburrr#

See ya~