Present
~ A Gift To Me ~
EXO FANFICTION
Main Cast : KAISOO COUPLE
KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO (YEOJA)
Support Cast : ALL EXO COUPLE
CHANBAEK, KRISTAO, CHENMIN, HUNHAN, SULAY,
Other Cast:
YUNJAE, YEWOOK
Rated: T
Genre : Family, Romance, Hurt/Comfort, Mary Life
Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere= lazy to edit hhheeee, OOC, Failed Humor, cerita gaje,alur kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D
~Don't Like Don't Read~
Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini
Summarry :
""Apa?hik..aku tak butuh hik..belas hik..kasihan hik..mu. Apa pedulimu eoh? Hik.." Kai melontarkan kata-kata yang sudah ia pendam kepada Kyungsoo selama ini "Jongin kau kenapa? Tentu saja aku peduli aku istrimu".
"Arrgghhh! Isrti?lebih baik kau pergi dari sini jika kau memang tak mencintaiku! Kau tahu aku mabuk seperti ini gara-gara siapa?" ucap Kai disela-sela mabuknya,. Kaisoo couple and other/ slight Krissoo couple/ GS/ Chaptered/ Marry life/ DLDR!
Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D
It's Kaisoo couple and genderswitch
Hope you like it and Happy Reading ^_^
.
.
Previous Chapter
"Andwee Kyungsoo. AKU MENCINTAIMU" bentak Kyuhyun sementara Kyungsoo sedari tadi sudah menahan stress dan shocknya karena bentakan-bentakan Kyuhyun dan pertengkaran Kai dengan Kyuhyun hingga tak kuat lagi. Tanpa disadari bahwa bagian bawah Kyungsoo tengah berdarah-darah.
"Oppa jika kau mencintaiku hiduplah dengan baik jangan egois nee" Kyungsoo berbicara selembut mungkin agar Kyuhyun meluluh "KAU TAHU BETAPA SAKITNYA AKU SELAMA INI MENGETAHUI SEMUA KENYATAAN INI. KAU TAHU BETAPA HANCURNYA AKU DO KYUNGSOO!"
"Lepaskan aku oppa!" mohon Kyungsoo "Shierro! Tidak akan pernah Kyungsoo. Aku ingin cukup aku mengalah!". Sementara Kai terus berusaha merebut Kyungsoo dari Kyuhyun.
"Oppa aku mohon aku..Argghhh!"
.
.
.
Semuanya terdiam seketika mendengar jerit kesakitan Kyungsoo.
"Wae? Kau kenapa sayang ada yang sakit?" tanya Kyuhyun lembut tetap dengan keposesivannya. Sementara Kai yang menyadari sesuatu mengalihkan pandangannya kekaki Kyungsoo yang telah berlumuran darah.
"Kyungsoo!" pekik Kai dan langsung merebut paksa Kyungsoo dari Kyuhyun.
"Tenanglah kita ke rumah sakit sekarang nee.."
Kai menggendong Kyungsoo bridal style dan meminta YeWook membantunya.
"Jongin appo! Hikss.. anakku Jongin.." Kyungsoo terus menangis kesakitan karena darahnya sudah banyak yang keluar dan ia tahu sesuatu yang gawat tengah menimpanya "Tenang soo aku disini" selama menuju rumah sakit Kyungsoo telah pingsan dengan wajah yang membiru.
.
.
Di rumah sakit dokter tengah berusha menyelamatkan pasien yang tengah pendarahan hebat. Kai hanya bisa duduk bersender di dinding sambil menenggelamkan kepalanya di antara lutut dan terus menangis sementara Ryowook terus terisak dalam pelukan Yesung.
Kyuhyun yang telah membereskan semua administrasi rumah sakit segera menghampiri mereka "Bagaimana Kyugsoo appa?" tanya Kyuhyun.
BUGH!
YeWook terlonjak kaget melikat Kyuhyun tersungkur karena di pukul seseorang.
"Jongin apa-apaan kau!" bentak Yesung
"Jika terjadi sesuatu pada Kyungsoo. Semuanya adalah salahmu. Berengsek! Kau bukan hyungku lagi!"
GREP!
Kai merasakan seseorang memeluknya hangat.
"Sudahlah Jongin jangan seperti ini. Kyungsoo tak menginginkan semua ini. Maafkan eomma, eomma tidak tahu sebelumnya kalau Kyungsoo adalah cinta pertama hyungmu dan anak sahabat eomma yang telah meninggal. Eomma salah Jongin mianhe..jeongmal mianhe! Hiks..hiks.."
"Apa kau mencintainya Jongin?" tanya Kyuhyun yang tengah di bantu sang appa berdiri.
"Cih masih bisa kau bertanya hal itu padaku eoh?" jawab Kai ketus.
"Kau tahu aku tak bisa melupakannya sedikitpun hingga saat ini".
"Terserah kau saja lah aku tak perduli mau itu kau mau itu orang lain yang jelas kalian semua harus tahu AKU MNECINTAINYA". Kai memberi penekanan pada kata-kata terakhirnya.
DRAPP! DRAPP!
Tiba-tiba suara langkah kaki yang setengah berlari terdengar dan si pemilik adalah pasangan HunHan, SuLay dan ChanBaek ditengah pertengkaran Kai dan Kyuhyun.
"Bekie kau datang chagy?" Ryowook langsung memeluk putri satu-satunya itu.
"Nee eomma setelah mendapat kabar dari appa aku meminta Yeollie untuk segera kemari karena kebetulan kami sedang ada proyek di sini juga dan kebetulan saat itu kami tengah kedatangan Suho oppa dan Lay eonni dan rekan bisnis sekaligus sahabatnya Yeolie dan Jongin,Sehun dan istrinya".
"Ceraikan dia sekarang juga Jongin, biarkan dia bahagia bersamaku. Kau itu orang baru dalam hidupnya dan kau orang baru yang mencintainya sementara aku orang yang sudah lama ia kenal dan ia cintai" Kai makin geram dengan ucapan hyung tertuanya itu.
"Cih..hey hyung yang terhormat kau yang harusnya pergi dari hidupnya, tak sadarkah kau sudah menyakiti banyak orang?jangan ikuti iblis yang ada dalam dirimu itu. Ingat Kyungsoo hanya mencintai suaminya" Kai menyeringai sinis.
"SUDAH HENTIKAN!" bentak Yesung.
"Kyu sebaiknya kau pulanglah kita bereskan semua ini dirumah. Suho bawa hyungmu pulang ke rumah sekarang juga. Jangan membantah!" mendengar ucapan sang appa Suho segera membawa Kyuhyun pergi dengan Lay yang tetap tinggal di rumah sakit.
"Bagaimana keadaan dongsaeng saya nyonya?" tanya Luhan tiba-tiba.
"Lulu! Masih ingat ajhuma?" semua orang tercengang kaget mendengar perkataan Ryowook.
"Wo-Wokie ajhuma?" Ryowook mengangguk kemudian menghambur memeluk Luhan.
"Mianhe nee ajhuma melakukan kesalahan pada Kyungsoo" Ryowook melepaskan pelukannya "Ma-maksud ajhuma?" akhirnya yesung menceritakan perihal kejadian sebelum Kyungsoo masuk rumah sakit tersebut sampai taka da yang terlewatkan.
"Ja-jadi begitu kejadiannya. Berarti sekarang Kyungsoo sudah resmi dengan Kai eomma?" tanya Lay menantu kedua mereka dan YeWook hanya mengangguk.
"Hunnie bagaimana ini? Kenapa harus Kyungieku yang begini? Dia sudah banyak menderita hiks.." Luhan terus menangis dalam dekapan Sehun yang terus merutuki dirinya sebagai kakak yang tidak becus menjaga keluarga.
"Kai!" panggil Baekhyun yang berusaha memposisikan dirinya yang tengah hamil 7 bulan itu sejajar dengan Kai dengan susah payah.
"Wae noona?" Baekhyun mengelus kepala Kai sayang
"Uri namdongsaeng kenapa? Come on Kkamjong you are strong man right?" Kai menggeleng
"Hei namja pabbo kau jangan enak-enakan bersedih sementara istrimu sedang berjuang mati-matian di dalam sana!" ucap Chanyeol dengan nada meninggi. Kai tersentak kaget seakan ada yang menyadarkannya
"Yeollie benar Jongin, kau harusnya tegar saat istrimu dalam keadaan seperti sekarang karena ia membutuhkanmu untuk mendukungnya. Jadi bangkitlah dan kuatlah" tambah Baekhyun.
Mendengar support dari noona dan hyungnya akhirnya Kai berhenti menangis "Noona, hyung gomawo!" ucap Kai beranjak dari keterpurukannya dan mulai berdiri.
"Kajja kita menunggu dengan appa dan eomma" ajak Baekhyun menarik tangan dongsaengnya itu "Aku beli minuman dulu nee" Baekhyun mengangguk dan Chanyeol serta Sehun berlalu untuk membeli minum, ketika hendak duduk tangan Kai menarik Baekhyun hingga yeoja itu terduduk di pangkuannya "Jongin jangan.." ucapan Baekhyun terpotong oleh Kai.
"Biarkan begini noona, aku ingin menenangkan diri" Baekhyun hanya terdiam mengerti keinginan dongsaengnya itu sementara Kai mulai menenggelamkan kepalanya di ceruk leher noonanya sementara tangan kirinya memeluk pinggang nonnanya dan satunya lagi mengusap perut Baekhyun yang sudah membesar karena kehamilannya.
.
.
Sudah dua jam menunggu tapi dokter masih belum keluar juga dan selama itu pula Chanyeol terus uring-uringan menahan cemburu pada Kai yang terus memangku istrinya itu
"Sudahlah Kai lepaskan Baekieku!" Chanyeol mulai merengek gaje
"Tidak mau hyung. Aku tenang jika begini" jawab Kai nyantai sementara Chanyeol hanya bisa mendeathglare Baekhyun yang terkikik mendengar mereka berdua.
Disela-sela keributan kecil Kai dan Chanyeol tiba-tiba lampu UGD berubah hijau dan keluarlah dokter wanita bernama Junshu yang menangani Kyungsoo "Bagaimana adik saya uisa" tanya Luhan
"Hupppffff" Junsu menghembus nafasnya berat.
"Nyonya Kyungsoo keguguran"
DEG!
Semua yang sedari tadi menunggu di luar ruang UGD tersentak kaget mendengar pernyataan dokter "Ma-maksud anda?" tanya Sehun
"Baiklah saya jelaskan disini saja karena kalian semuanya keluargannya. Kyungsoo shock berat sementara kandungannya sagatlah lemah maka ia keguguran. Seharusnya wanita hamil itu jangan terlalu banyak beban tapi Kyungsoo sepertinya menanggung semua sendirian. Kami sudah membersihkan rahimnya dan sekarang ia akan di pindahkan ke kamar rawat. Saya harap anda sekalian dapat bersabar dan berlapang dada menerima semua ini. permisi" Junsu pamit meninggalkan YeWook, HunHan, ChanBaek, Kai dan Lay yang masih mematung tak percaya.
.
.
Setelah dipindahkan ke kamar rawat Luhan mengajukan diri untuk menemani adiknya di rumah sakit dan meminta YeWook, ChanBaek, lay dan Kai untuk pulang "Benar kau ingin menemani Kyungsoo?" tanya Wookie "Nee ajhuma aku mohon biar aku yang menjaganya malam ini".
"Aku juga akan tetap disini" Kai menambahkan "Sebaiknya kau pulang Jongin kita masih harus menyelesaikan masalah hyungmu" –Yesung.
"Jangan ajushi! Biar Kai disini saja Kyungsoo pasti mencarinya ketika ia sadar" tambah Sehun akhirnya keluarga Kai pamit dari rumah sakit "Hun aku antar mereka dulu ya" Sehun mengangguk.
Luhan yang kini tengah duduk di kursi sebelah ranjang adiknya it uterus menangis sambil memegangi tangan Kyungsoo "Soo.. kenapa jadi begini?" ucap Luhan pilu
"Tak seharusnya semua ini terjadi padamu, seandainya saja aku tak memaksa Kris bertanggung jawab, seandainya saja aku membiarkanmu hamil tanpa menikah seandainya saja.." ucapan Luhan terpotong
"SSssstttttt.. jangan terus menyalahkan dirimu yeobo, kau tak bersalah sedikitpun. Kau tahu jika Kris tak bertanggungjawab maka Kyungsoolah yang akan menanggung derita karena cemoohan masyarakat".
"Tapi yeobo kenapa dia harus menerima semua ini?apa kesalahannya?kenapa bukan aku saja yang menanggungnya?" Sehun memeluk bahu Luhan dan mengusap-usap lengannya mencoba memberi kekuatan pada yeoja yang sangat ia cintai yang kini tengah menangis pilu dihadapannya
"SSssstttt.. Jalan hidup seseorang memang berbeda-beda walaupun kalian saudara kandung memiliki nasib yang berbeda. Aku yakin Kyungsoo anak yang kuat ia pasti bisa melalui segalanya, dan Kyungsoo akan bahagia karena dia sudah bersama Kai. Aku mengenal Kai jauh sebelum aku bertemu denganmu. Aku yakin Kai takkan pernah mngecewakan ataupun menyakiti Kyungsoo kita sayang!" ucap Sehun lembut hingga Luhan merasakan ketenangan dengan ucapan suaminya itu.
.
.
Kai PoV
Ku buka mataku ternyata hari sudah pagi, aku melirik arlojiku waktu menunjukan pukul enam pagi. Ku edarkan pandanganku ke seluruh ruangan kamar rumah sakit dan melihat dua sosok yang tengah tertidur di sofa rumah sakit dengan berpelukan satu sama lain 'mesranya' pikirku, mungkin mereka kelelahan hingga saat ini masih belum bangun. Ku pindahkan pandanganku kembali menatap sosok indah yang selama ini terus menemaniku hanya saja statusnya yang kini sudah berubah menjadi istriku.
Aku sangatlah bahagia ketika aku menikah dengannya kemarin hingga sosok hyung tertuaku merusak segalanya. Aku menggenggam erat tangannya, ingin rasanya aku menghapus ingatan masalalu kelamnya dan memberikannya kehidupan yang membahagiakan bukan menyakitkan seperti yang selama ini ia dapatkan. Chu~~ Ku kecup tangannya lembutnya yang terasa agak dingin, ku elus tangan mungilnya berharap ia mengetahui bahwa aku ingin melindunginya hingga tiba-tiba..
DRRRRTTT..DDDRRRTTTT..
"Yeboseo!, tidak bisa aku sedang di rumah sakit sekarang. Hyung urusi sendiri saja dulu. Aishhh istriku masuk rumah sakit hyung. Nee baiklah aku kesana!" ku tutup teleponku tanpa menyadari kedua orang yang tengah menunggu bersamaku itu telah terbangun
"Wae Kai? Ada masalah?" Tanya sahabatku Sehun "Nee Chen hyung menelponku, ada masalah di kantor tapi aku tak bisa.." belum selesai ucapanku Sehun menyelanya "Pergilah!" sambil menepuk pundakku.
"Pergilah Kai, tidak mungkin Chen hyung menelpon dan memintamu datang jika masalahnya tidak gawat kan? Kau harus pergi sekarang biarlah Kyungsoo kami yang menjaganya. aku akan menelfonmu jika dia sudah sadar" mendengar ucapannya akupun berlalu setelah sebelumnya mengecup kening istriku tercinta. "Baiklah Hun aku titip dia ya!" Sehun hanya mengacungkan jempolnya dan aku berlalu meninggalkan mereka.
Kai PoV end
"Kyungsoo!" panggil seorang yeoja lembut kepada sosok yang kini tengah membuka matanya berusaha bangun dari tdur panjangnya. Kyungsoo berusaha mengenali tempat ia berada sekarang dan menatap seseorang yang tengah memanggilnya itu "Eonni?".
"Syukurlah! Kau sudah bangun".
"Aku dimana sekarang?".
"Kau dirumah sakit chagi" jawab Luhan sementara Kyungsoo hanya mengedarkan pandangannya dan menerawang emngingat kejadian yang menimpanya hingga ia berada disini.
"Jongin, mana Jongin eonni?kenapa dia tidak disni?" Luhan sudah menduga bahwa orang pertama yang akan di tanyakan adiknya adalah Kai "Dia pergi, tadi pagi ada urusan mendadak di kantornya" jawab Luhan dan melihat air muka adiknya berubah.
"Chagi kau kenapa?" tanya Luhan sambil membantu adiknya duduk dari tidurnya
"Eonni! Aku gagal!" ucap Kyungsoo lirih sementara Luhan terus memeluk dan mendaratkan wajahnya di kepala Kyungsoo "Andwee! Kau tidak gagal chagi!" Kyungsoo menggeleng kuat bulir bening mulai menggenangi pipinya "A-ani eonni aku gagal melindunginya lagi" Sehun yang baru masuk kekamar Kyungsoo kemudian segera menghampiri dua yeoja yang tengah bersedih itu "Soo! Kau tidak gagal, ini hanyalah sebuah kecelakaan dan ketidak sengajaan" ucap Sehun.
"Kenapa? Apakah belum saatnya aku punya anak? Ini sudah ke tiga kalinya aku keguguran. Eonni ini sangatlah menyakitkan..hiks.."
"Pulanglah bersama eonni nee!" Kyungsoo menggeleng kuat "A-ani eonni aku belum selesaikan masalahku dengan keluarga Jongin".
"Pulanglah biar Sehun yang menyelesaikan semuanya. Sudah cukup semua yang menimpamu eonni tidak tahan lagi Soo!" Sehun menghela nafas berat "Lulu benar Soo sebaiknya kau pulang kerumah"
"A-ani aku belum selesaikan masalahku dengan keluarga Jongin, nanti setelah Jongin mengambil keputusan aku pasti pulang eonni, oppa aku mohon!" mengenal watak dongsaengnya ini yang keras kepala dan bertanggungjawab Sehun dan Luhan hanya bisa pasrah.
.
.
Kyungsoo PoV
Sudah seminggu aku berada di rumah sakit ini. Eonni dan oppaku selalu setia menjagaku walaupun keluarga Jonginpun sesekali bergantian menjagaku tapi aku tak pernah melihat Jongin datang sekalipun semenjak aku siuman "Kemana kau Jongin?" batinku bertanya. Aku mencoba bertanya pada keluargaku dimana dia mereka hanya menjawab dia sedang sibuk karena masalah kantor. Apa sebegitu sibuknya sampai ia tak memikirkanku? 'Eh?kenapa aku jadi begini?kenapa aku jadi ingin diperhatikan Jongin?bukankah kita menikah tiba-tiba?jadi mana mungkin Jongin menginginkanku?' tapi hatiku sakit rasanya.
Akupun berusaha menepis perasaanku hingga seseorang menyadarkanku "Soo gwenchana?" Luhan eonniku bertanya dan aku hanya mengangguk. Ku perhatikan wajah eonniku ini yang selalu merasa cemas padaku, aku jadi merasa bersalah padanya 'Mianhe eonni aku selalu merepotkanmu' ku perhatikan sosok cantik dihadapanku ini, sosok kakak sekalugus ibu bagiku yang selalu memberi kehangatan padaku dari dulu hingga sekarang. Tapi mengapa sosok cantik dihadapanku ini seperti sedang sakit?
"Eonni gwenchana?wajahmu pucat sekali dank au berkeringat, apa eonni sakit?" tanyaku "A-ani aku taka pa-apa Kyungie! aku pergi ke toilet dulu ya!" aku mengangguk setelah sepeninggalnya aku mendengar sesuatu tengah bergetar. Ku lihat HP eonniku sedari tadi terus bergetar maka ku beranikan untuk mengangkat telfonnya terlihat di layar yang menelfonnya adalah eomma Sehun "Yeoboseo!" terdengar suara seorang yeoja di seberang telfon "Yeoboseo! Kyungie?".
"Nee eomma!" jawabku "Bagaimana keadaanmu chagi?" terdengar nada khawatir dari mulut yeoja itu "Aku baik-baik saja eomma. Ada apa eomma?" tanyaku "Tolong sampaikan pada Luhan kalau Sena terus menangis memanggil namanya dia demam Kyungie, sepertinya butuh asi ibunya"
DEG!
Ya Tuhan aku mendengar suara tangis dan jeritan seorang balita yang masih berumur 1,5 tahun memanggil-manggil ibunya,Tuhan betapa kejamnya aku tak menyadari keponakanku yang masih kecil tengah membutuhkan eommanya sementara aku menahannya disini.
"Soo?"
"Ah nee eomma aku akan menyampaikannya aku akan menyuruh eonni cepat pulang!" setelah itu eomma menutup telfonnya karena tangisan Sena anak kedua eonniku.
Kyungsoo PoV end
.
.
Author Pov
Setelah keluar dari toilet untuk mencuci muka Luhan bertemu dengan suaminya Sehun yang baru keluar dari ruang dokter "Bagaimana sayang apa kata dokter?" tanya Luhan saat menghampiri Sehun "Kyungsoo sudah membaik hanya saja kita harus terus mensupportnya agar mentalnya kuat" Luhan mengangguk mengerti "Lu kau sakit? Badanmu gemetar dan kau terus berkeringat. Jangan bilang kalau kau baik-baik saja yeobo!" mengerti maksud pertanyaan suaminya Luhan akhirnya jujur "Aku ingat Sena, sepertinya dia mencariku Hun. Breast-ku rasanya sakit sepertinya dia butuh asiku, tapi aku tak bisa meninggalkan Kyungie sendirian".
"Nee aku mengerti, tapi kita sepertinya harus pulang aku takut Sena kenapa-kenapa dia masih membutuhkanmu yeobo. Dan kau tahu sendiri dia belum bisa masuk susu formula sebelum dua tahun" Luhan mengangguk.
Akhirnya mreka kembali ke kamar Kyungsoo
"Eonni! Tadi eomma telfon Sena demam dan dia selalu memanggil-manggil namamu. Eonni dan oppa sebaiknya kalian pulanglah. Aku janji aku akan baik-baik saja"
"Ta-tapi Kyungie eonni tak bisa.."
"Pulanglah! Aku janji aku sudah baikan dan akan baik-baik saja. Eonni harus pulang Sena membutuhkanmu. Jangan buat aku tambah bersalah lagi eonni! Aku mohon" Kyungsoo mengeratkan tangannya pada Luhan berusaha meyakinkan eonninya itu. Ahirnya Luhan menurut setelah yakin Kyungsoo akan baik-baik saja, iapun segera mengemasi barang-barangnya dan Sehun
"Kyungie! kau tahu keluarga Kai hari ini tak bisa menjagamu karena mereka ada urusan penting yang harus di selesaikan. Apa kau bisa jika hanya sendirian?atau akau telfon Kai atau keluarganya saja?" tanya Sehun yang masih khawatir "Tidak perlu lagi pula tak apa-apa kan ada suster" jawab Kyungsoo dengan senyum yang meyakinkan kedua kakanya itu.
"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu ya! Eonni akan kembali lagi membawa Xiaohun dan Sena kemari" Kyungsoo mengangguk dan dengan berat hati kedua pasangan suami istri itu meninggalkan Kyungsoo di rumah sakit sendirian.
.
.
Hari sudah semkin sore Kyungsoo yang bosan berada di kamarnya memutuskan untuk berjalan-jalan mencari udara segar. Sudah empat hari berada di rumah sakit dan Kai belum menampakan wajahnya dihadapannya. 'Jongin! Kau dimana?' batin Kyungsoo. Ketika berjalan menyusuri lorong rumah sakit bermaksud menemui dokter.
Doctor's room
"TIDAK Kyungsoo kau belum boleh pulang sekarang!" tegas sang dokter wanita yang ber name tag Park Junshu "Saya mohon uisa izinkan saya pulang, saya sudah merasa baikan. Saya janji saya akan baik-baik saja dirumah" mohon Kyungsoo untuk meyakinkan. Setelah perdebatan yang panjang akhirnya Kyungso diizinkan pulang.
"Nyonya yakin akan pulang malam ini?" tanya seorang suster yang tengah membantu mengemasi barang Kyungsoo "Nee".
"Suami nyonya? Apakah perlu saya hubungi?" Kyungsoo menoleh kearah sang suster "Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri" jawab Kyungsoo dengan wajah se-meyakin-kan mungkin.
Drap..drap..drap..
Seorang namja Tan tengah berlari di lorong rumah sakit setelah mendapat telpon dari seorang dokter.
BRAK!
Hah..hahh namja itu membuka pintu dengan keras membuat sang pemilik ruangan menoleh kearah pintu "Jongin?" gumam Kyungsoo "Wah ternyata kalian sehati ya. Baru saja di bicarakan Tuan datang hhe" ucap sang suster. Sang namja yang bernama Jongin pun mendekat kearah yeoja yang tengah kebingungan sambil mengelus kepalanya dan mengecup keningnya
DEG!
Jantung Kyungsoo berdetak lagi dua kali lebih cepat dengan wajah yang mulai bersemu merah "Wae soo? Kau terkejut aku kesini hum?" Kyungsoo melepas tangan Kai dari kepalanya lembut "A-ani hanya saja kenapa kau bisa kesini?" Kai membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya dengan Kyungsoo
"Aku kesini menjemput istri ku" Blushh ucapan itu sukses membuat pipi Kyungsoo merona kembali dan CHU~
Kai mencium pipi Kyungsoo kali ini dihadapan suster "Lagi pula kenapa kau ingin pulang eum?".
"Aku bosan disini, lebih baik dirumah bisa mngerjakan sesuatu" jawab Kyungsoo ambil berusaha menenangkan diri dan menyembunyikan rona di wajahnya dengan senyum yang membuat siapapun ingin menciumnya.
"Baiklah ku turuti kau boleh pulang dengan syarat jangan melakukan pekerjaan rumah kecuali masak" tegas Kai "Dan tidak ada penolakan" ucapnya lagi saat mulut Kyungsoo hampir terbuka.
.
.
"Soo..Saranghe..jeongmal sarangheyo" ucap Kai yang hanya di balas senyuman Kyungsoo. Sudah dua bulan pernikahan mereka selama itu pula Kai selalu mnyatakan cinta pada Kyungsoo yang hanya selalu dibalas senyuman tanpa kata-kata. Selama ini Kai selalu sabar dengan tingkah Kyungsoo yang menganggapnya hanya kasihan padanya, tak jarang Kyungsoo mengajukan cerai pada Kai padahal pernikahan mereka telah di gelar dengan sangat meriah dan mewah setelah 2 minggu Kyungsoo keluar dari rumah sakit, foto pernikahan dengan ukuran besar terpampang didinding apartemen mewah mereka namun hanya dengan alasan Kai bisa mendapatkan yang lebih baik Kyungsoo mengatakan hal perceraian padanya tapi bagi Kai, Kyungsoo lah yang terbaik untuknya.
Kyungsoo_PoV
"Mianhe Jongin! Bukan aku tak mau membalasnya, jika saja kau tahu betapa aku ingin berteriakmenyatakan pada semua orang bahwa aku mnecintaimu, sangat mencintaimu. Tapi rasa tak pantas amatlah menyeruak dihatiku. Aku ingin kau bahagia dengan yang pantas untukmu"
Kyungsoo PoV end
Normal PoV
"Kenapa Jongin belum pulang? Apakah dia pergi mabuk-mabukan lagi? Astaga sudah dua minggu ini dia berbuat yang aneh-aneh. Tak tahu kah kau aku sagat menghawatirkanmu" gumam Kyungsoo yang kini tengah duduk bersandar pada ranjang yang selalu ia tempati bersama Kai suaminya, sesekali ia melirik jam di meja nakas "Sudah jam malam, kemana kau Jongin!"
TENG~~TONG~~TENG~~TONG~~
suara bel apartemennya berbunyi dengan membabi buta menandakan sang tamu tidak sabaran menunggu tuan rumah untuk membukakan pintu. Kyungsoo berlari keluar kamar segera membuka pintu.
BRUKKK!
Seorang namja mabuk tengah berjalan dengan sempoyongan memasuki rumahnya "Jongin kau kenapa?kenapa mabuk lagi?" tanya Kyungsoo sambil mencoba memapah Kai ke kamar namun Kai menepisnya kasar
"Apa?hik..aku tak butuh hik..belas hik..kasihan hik..mu. Apa pedulimu eoh? Hik.." Kai melontarkan kata-kata yang sudah ia pendam kepada Kyungsoo selama ini "Jongin kau kenapa? Tentu saja aku peduli aku istrimu".
"Arrgghhh! Isrti?lebih baik kau pergi dari sini jika kau memang tak mencintaiku! Kau tahu aku mabuk seperti ini gara-gara siapa?" ucap Kai disela-sela mabuknya, Kyungsoo hanya terdiam sambil menggigit bibir bawahnya.
"Semua…karena seorang yeoja bernama Kyungsoo, dia yang aku cintai dengan tulus. Dia yang pernah meminta cerai padaku..dia buta karena tak bisa melihat ketulusanku! Lebih baik aku mati jika dia pergi dari sisiku"
DEG!
Jantung Kyungsoo berdetak lebih cepat karena takut dan kaget mendengar perkataan Kai, walaupn baru mengenal Kai belum setahun Kyungsoo sangat mengerti Kai adalah orang yang tidak pernah main-main dengan ucapannya jika sudah marah begini.
BRUK
Kai terjatuh ketika hendak menuju kamar, Kyungsoo yang melihatnya segera membantunya "Gwenchana?" tapi Kai malah menepisnya untuk ke-2 kalinya "Biar aku membantumu Jongin"
"Aissshhhh tidak!" Jawab Kai masih kesulitan berdiri sendiri. Kyungsoo yang kesalpun segera membopong Kai menuju kamar tanpa mendengarkan semua ucapan Kai. Tapi setelah di kamar Kai mendorong Kyungsoo menjauh darinya.
"Pergi!" pekiknya, Kyungsoo tak tahan lagi dengan semua tangis yang ia tahan sedari tadi "Mianhe Jongin-ah aku tahu aku salah tapi aku tak tahu apakah aku pantas untukmu?"
"Lagi-lagi kau mengatakan hal yang sama. Persetan dengan semua kata-kata tak pantasmu itu" entah kenapa ucapak Kai lama-lama membuat Kyungsoo sangat emosi ia pun akhirnya agkat bicara
"Nee.. persetan dengan semua ucapan tak pantasku!kau tahu aku juga mencintaimu, ketika kau ucapkan cinta aku sangat ingin berteriak dan mengatakan bahwa aku juga mencitaimu malah aku lebih mencintaimu dibandingkan dengan kau yang mencintaiku. Jeongmal saranghae jongin-ah. Mianhe Jongin aku tak pernah menyangka akan menyakitimu sedalam ini. Aku akan melakukan apapun untuk menebusnya"
Tapi Kai sudah terlanjur sakitdengan semua kelakuan Kyungsoo selama ini dan sulit baginya untuk percaya akan ucapan Kyungsoo karena buta akan sakit hatinya "Aku tak peraya sedikitpun dengan ucapanmu noona" ucap Kai dingin.
Kyungsoo mendekat ke arah Kai yang masih berdiri bersandar di pintu yang telah tertutup dan mengelus pipi Kai "Apa yang harus aku lakukan agar kau percaya?" ucap Kyungsoo lembut. Entah setan apa yang merasuki Kai ia merasakan sentuhan Kyungsoo seperti sengatan-sengatan listrik yang membangkitkan sesuatu dalam dirinya.
GREP
Ia meraih tangan Kyungsoo yang masih mengelus pipinya lembut menggenggam tangan yeoja itu dan memejamkan matanya sejenak mencoba merasakan betapa ia menginginkannya selama ini.
"Bercintalah denganku" mata Kyungsoo terbelalak kaget dengan penuturan Kai tapi sesaat iapun menyunggingkan senyum tulusnya dan mengangguk "eumm" tanda persetujuan Kyungsoo
"Tapi aku ingin kau melakukannya dengan cinta" tuntut Kai, Kyungsoo mengangguk kembali "Nee aku akan melakukannya".
Sesaat setelah itu Kai mulai mengeliminasi jarak diantara mereka dan mulai mencium bibir kissable Kyungsoo. Tak hanya menempelkan saja Kai mulai melumat bibir Kyungsoo dan Kyungsoo pun membalasnya. Lama-kelamaan ciuman hangatpun berubah menjadi ciuman panas, Kai memeluk pingang yeoja yang tengah di ciumnya sementara Kyungsoo mengalungkan tangannya di leher sang namja (Kai). Lama mereka berciuman hingga akhirnya Kai menuntun kyungsoo menuju ranjang mereka.
Kai merebahkan tubuh Kyungsoo tanpa sedikitpun melepas ciumannya, ia naik ke atas menindih tubuh Kyungsoo dan menumpu tangannya agar Kyungsoo tak merasa sesak. Hingga akhirnya Kai menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh mereka hingga kepala. Dan terjadilah malam yang panjang bagi mereka berdua.
SKIP
Pagi menjelang, matahari memunculkan sinar hangatnya di pagi ini, burung-burung begitu riang menyambut sang matahari memancarkan kehagatan dan cahaya indahnya. Pagi yang hangat, itulah yang dapat digambarkan pagi hari ini.
Dan di pagi ini juga sang yeoja yang tengah bergelung bersama suaminya dalam selimut, tengah membuka matanya yang masih terkantuk-kantuk itu. Ia mengucek matanya sesaat berusaha menyesuaikan indra penglihatannya. Ia menggeliatkan tubuhnya pelan agar sang suami disebelahnya tak terbangun ini masih terlalu pagi pikirnya. Sesaat ia mencoba menggerakkan tubuhnya tapi sepertinya ada sesuatu yang membebani pinggangnya, iapun menggerakan tangannya bermaksud membuka selimut tapi sesaat wajahnya memerah seperti kepiting rebus.
Kyungsoo PoV
OMO! Apa yang terjadi? Apakah benar semalam aku melakukannya dengan Jongin? Batinku menjerit. Aku teringat akan kejadian itu.
"Bercintalah denganku" mataku terbelalak kaget dengan penuturan Jongin MWO! Dia memintaku melakukannya? Apa yang ada dipikirannya? Apakah ini caraku menebus kesalahanku? Tapi dipikir-pikir apa salahnya sih melakukannya dengan suamimu sendiri? Batinku berkata. Akupun tersenyum tulus dan mengangguk tanda aku menyetujui.
"Tapi aku ingin kau melakukannya dengan cinta" tuntutnya padaku. Hei tentu saja aku akan melakukannya dengan cinta, sepenuh hati bahkan. "Nee aku akan melakukannya" jawabku yakin. Iapun mulai mengeliminasi jarak diantarakita dan mencium bibirku. Awalnya hanya ciuman biasa tapi lama-lama ciumannya menuntut dan aku semakin jatuh dalam permainannya. Ku beranikan diri mengalungkan tanganku ke lehernya iapun mulai merengkuh pinggangku dan membawaku keranjang tanpa melepas ciuman panas kami yang menuntut itu.
Sesaat setelahnya ia menutupi seluruh tubuh kami dengan selimut dari atas sampai ujung kepala kami. Ketika aku rasa nafasku sesak aku memukul punggungnya dan iapun mengerti dan "Eunghhh~~Jong~inh" desahku ketika ia berpindah ke leherku menciumnya dan memberi tanda kepemilikannya disana, entah berapa panyak yang ia buat.
Dengan agak terburu-buru ia melepas semua kancing piamaku dan akupun melakukan hal yang sama walaupun tanganku gemetaran saat embuka satu persatu kancing kemejanya, jujur saja aku baru merasakan sentuhan selembut ini berbeda dengan suami pertamaku yang hanya mementingkan diri sendiri ia akan langsung mendorongku dengan kasar dan berlaku sangat liar padaku.
"Ahh~~pe-pelanh Jongh~~Inhhh~~"
Hmmm.. bagiku itu adalah malam yang panjang dan aku merasakan tak ada rasa sakit di hatiku ketika penyatuan kami, berbeda waktu Kris memperlakukanku, ughh itu amat sangat menyakitkan untukku bukan hanya fisik yang sakit tapi hatikupun amat sangat sakit. Tapi sekarang aku merasakan rasa sakit itu tidak ada apakah karena aku memang melakukannya dengan cinta?
Kyungsoo PoV end
Begitulah reaksi Kyungsoo saat mendapati dirinya polos dan hanya di tutupi selimut saja.
'Aissshhh apa yang kau pikirkan Kyungsoo, beraninya kau berpikir macam-macam pagi-pagi beginni' batin Kyungsoo sambil meggeleng-geleng kepalanya berusaha menepis ingatannya tadi malam. Hingga tiba-tiba ponsel yang sepertinya milik Kai bergetar.
Drrttt…Drrttt..
tapi ketika Kyungsoo berhasil meraihnya ponselnya kembali sang penelpon memutus sambungannya, mungkin karena selalu tak ada jawaban.
Kyungsoo menyamankan posisinya menjadi duduk dengan selimut yang ia tarik hingga ke dadanya bermaksud melihat siapa sang penelpon hingga tiba-tiba ponselnya bergetar kembali menunjukan nama sang penelpon yang bernama Chen Hyung. Tak segan-segan iapun menekan tombol hijau.
"Yoboseo" tutur sipenelpon "Yoboseo, nee oppa waeyo?" tanya Kyungsoo hati-hati "Ya Kyungsoo-ah apa Kai sudah bangun?" tanya sang penelpon "Belum oppa, Jongin masih tidur" jawab Kyungsoo hati-hati "Aissshhhh jinjja! Kenapa dia masih tidur? Apa dia lupa kalau pagi ini ada rapat penting? Ck, aishhh aku tak habis pikir kenapa aku harus jadi wakilnya memimpin perusahaan!" tutur namja itu frustasi.
Mendengar samar-samar suara seseorang Kai membuka matanya perlahan, ia yang melihat punggung polos istrinya yang tidak tertutup apapun karena Kyungsoo terduduk membelakanginya. Ia bergerak untuk duduk dan memeluk yeoja itu dengan mata yang masih terpejam menyenderkan wajahnya di bahu Kyungsoo "Siapa sayang?" tanya Kai dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Soo apakah itu Kai?" tanya Chen diseberang sana. Kyungsoo menempelkan ponselnya ke telinga Kai "Waeyo hyung?kau mengganggu saja" belum selesai Chen berbicara TLIT~~Kai memutus sambungan telponnya menarik pinggang Kyungsoo agar ikut tidur kembali bersamanya.
"Jongin ayo bangun" Kyungsoo mengelus pipi Kai yang tengah terpejam "Waeyo Soo! Ayo tidur lagi" ajaknya.
Kyungsoo menghela nafas "Ini sudah jam setengah.7 nanti kau terlambat ke kantor" Kai makin mngeratkan pelukannya, Kyungsoo menghela nafas berat, iapun berbisik di telinga Kai "Sayang hari ini ada rapat penting apa kau lupa?" ucapan Kyungsoo sukses membuka mata seorang Kim Jongin dengan sangat berlebihan.
"GAWAT! Aku lupa Soo" suara Kai agak meninggi. Kyungsoo langsung menyambar handuk dan memberikannya pada Kai setelah itu Kai pun ngacir ke kamar mandi.
Kyungsoo meraih kemeja Kai yang dipakai semalam dan segera pergi kedapur untuk membuat sarapan.
.
.
Setelah selesai mandi Kai menghampiri istrinya ke dapur untuk memakaikannya dasi sebelum berangkat. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat sang istri yang tengah mengolesi roti bakar dengan selai cokelat. Bukan.. Kai bukan melihat Kyungsoo yang tengah mengolesi roti tapi melihat pakaian Kyungsoo yang hanya menggunakan kemejanya yang dipakai kemarin yang menutupi tubuhnya hingga atas lutut dengan bahu yang terekspos, juga rambut yang di gelung tinggi membuatnya terlihat seksi dan juga membuat Kai menelan salivanya berat 'Ya Tuhan kenapa mau berangkat ujiannya besar sekali' batinnya lalu menggelengkan kepalanya dan menghampiri Kyungsoo yang sedang melakukan pekerjaannya.
"E-eh!" Kyungsoo kaget ketika tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Sarapan" ucapnya sambil menyodorkan roti bakar ke mulut Kai dan tersenyum lembut.
CHUP~~
bukannya memakan sarapannya, Kai malah mencium dan melumat bibir istrinya itu. "Emmmpphh….." desahan keluar dari mulut Kyungsoo, seketika itu juga Kai menuntut lebih hingga Kyungsoo memukul-mukul dada bidangnya. "Hoshh~~hosh" nafas Kyungsoo tersengal-sengal karena kekurangan oksigen "Jonginnie kau kenapa? Ini sudah pagi sayang! Nanti kau terlambat kekantor" Kai menyeringai aneh sambil memakan sarapannya dari tangan Kyungsoo. Posisi mereka masih berdiri.
"Berarti kalau sudah pulang boleh ya honey!" ucapnya seduktif mungkin yang membuat Kyungsoo geli.
"Aissshhhh ternyata suamiku ini pervert sekali" Kai hanya mengendikan bahunya dan segera menghabiskan sarapan dan jusnya dengan Kyungsoo yang merapikan dasinya.
"Nanti cepat pulang nee!" ucap Kyungsoo ketika mereka berada di depan pintu untuk mengantar Kai pergi "Wae? Kau merindukan ku eoh?" kyungsoo memukul pelan dada bidangnya dan menarik kerah kemeja Kai lembut hingga posisi wajah Kai menyamai Kyungsoo "Jangan mampir ke bar lagi dan jangan mabuk-mabukan lagi" rajuknya.
Kai tersenyum "Aku janji jika kau jadi istri yang baik" Kyungsoo mengangguk sebagai jawaban "Baiklah sayang aku akan segera pulang dan tak keluyuran kemana-mana"
CHU~~ Kai lag-lagi menciumnya "Jonghh~~" bukannya berhenti Kai malah menerobos mulut yeoja mungil itu menghisap bibir atas dan bawahnya secara bergantian hingga Kyungsoo memukul-mukul punggungnya dan dengan tidak rela Kai melepaskan ciuman panasya pagi ini.
"Aku ketagihan sayang. Bibirmu begitu manis" ucapnya sambil mencium kening istrinya dan pergi menjauh. "Aiissshhh namja itu benar-benar" gerutu Kyungsoo sambil memegangi bibirnya yang agak sedikit bengkak.
.
.
Dua bulan berlalu semenjak terakhir kali Kai dan Kyungsoo berjanji pada satu sama lain di depan pintu apartemen mereka, hubungan keduanya terlihat makin harmonis dari hari ke hari walaupun terkadang mereka bertengkar dengan hal-hal kecil namun itu tidak terlalu serius.
"Nanti aku antarkan bekal makan siang nee!" ucap Kyungsoo ketika mereka berada di depan pintu untuk mengantar Kai pergi "Nee" jawab Kai singkat "Memang berapa orang yang rapat hari ini?" Kai berpikir sejenak "Hmmm kurang lebih 10 orang" Kyungsoo tersenyum "Nee baiklah kalau begitu. Selamat jalan hati-hati Jong…hhhmmmpppttt" ucapan Kyungsoo terpotong kaena Kai yang tiba-tiba menciumnya "Jonghh~~" bukannya berhenti Kai malah menerobos mulut yeoja mungil itu menghisap bibir atas dan bawahnya secara bergantian hingga Kyungsoo memukul-mukul punggungnya dan dengan tidak rela Kai melepaskan ciuman panasya pagi ini.
"Kau ini sudah hentikan" protes Kyungsoo. "Memangnya salah aku menciummu?" giliran Kai yang protes Kyungsoo menggeleng "Lalu?" Tanya Kai.
"Sudah nanti terlambat, hati-hati sayang aku mencintaimu" ucap kyungsoo dengan senyum yang amat sangat manis membuat Kai ingin menerjangnya saat itu juga 'Hai otak tolong bersihlah sedikit jika melihat istriku' batin Kai "Aku lebih mencintaimu".
CHUP
Setelah mengecup cukup lama kening istrinya Kai melenggang meninggalkan apartemennya dan memulai aktivitas seperti biasa.
.
.
PROK!PROK!PROK!
Suara tepuk tangan riuh menggema di dalam satu ruangan rapat yang ditujukan pada seorang pria yang kini telah menyelesaikan presentasinya "Great Jongin-ssi, senang bekerja sama dengan anda" ucap salah para hadirin rapat tersebut secara bergantian karena puas dengan apa yang sang direktur presentasikan sehingga klienpun merasa amat sangat senang. "Gamsahamnida sajangnim" ucapnya sambil membungkukan badan.
"Kalau begitu sebaiknya mari kita makan siang bersama" tawar Jonghyun salah satu klien Kai dan diangguki oleh semuanya. Merekapun berjalan bersama menuju lobi.
.
.
Seorang yeoja manis, bermata bulat dengan kulit susunya yang dibalut dress tanpa lengan berwarna biru tua serta rambut berkepang satu yang disampirkan ke kanan bahunya sekarang tengah memasuki gedung pencakar langit menghampiri resepsionis "Permisi nona ada yang bisa saya bantu?" tanya sang resepsionis "Nee, apa Jongin-ssi ada?" sang resepsionis yang agak pelupa mencoba mengingat yeoja yang ada dihadapannya ini "Ahh, nona yang waktu itu kemari mengantar bekalkan?" tebak sang resepsionis disambut dengan anggukan dan senyum manis Kyungsoo.
"Tuan Kim sedang.."
GREP!
Perkataan sang resepsionis terpotong karena kaget melihat Kai tiba-tiba melingkarkan tangannya di pinggang yeoja yang ada dihadapannya. Tak hanya ia yang kaget Kyungsoo-pun tak jauh berbeda dengannya.
"Sayang kau datang"
Ucap Kai masih terdengar oleh semua orang yang ada didekatnya. Baru saja tangan Kyungsoo berusaha menyingkirkan tangan Kai, Kai malah meraih dagu istrinya dan mencium bibirnya dihadapan umum, sontak Kyungsoo membulatkan matanya karena Kai yang menciumnya didepan umum. Semua mata tertuju pada Kaisoo couple untuk sejenak hingga akhirnya Kyungsoo mendorong tubuh Kai dengan rona merah dipipi hingga telinganya karena menahan malu.
Kebiasaan buruk Kai bagi Kyungsoo adalah tak tahu tempat jika ingin bermesraan, dan jika diberi tahu maka Kai akan mengelak dengan mengucapkan "Hei kau itu istriku dan aku hanya menciummu bukan berhubungan suami istri dihadapan umum, kalau itu aku tidak mau" itulah jawaban dari seorang Kim Jongin yang pastinya amatlah sangat membuat Kyungsoo jengah dan berakhir diam.
"Jongin ini tempat umum" Kyungsoo mempoutkan bibirnya "Lihat mereka semua melihat kita" tambahnya lagi ketika semua orang didekat mereka memperhatikan tanpa berkedip. Dan satu lagi elakan Kai jika sudah seperti ini adalah "Loh memangnya kenapa? Salah? Biasa saja menurutku" ucap Kai santai dibalas dengan deathglare dari Kyungsoo yang tak mempan sama sekali. Kyungsoo membungkukan badannya dambil terus mengucapkan 'Mianhamnida' pada semuanya sehingga mereka tersadar dari keterkejutannya.
"Ja-jadi nona a-ani nyonya ini? Istri tuan Kim?" tanya sang resepsionis dan Myungsoo atau akrab disapa L salah satu klien Kai bersamaan "Nee, dia istri saya perkenalkan namanya Kim Kyungsoo" ucap Kai enteng sambil meraih pinggang Kyungsoo yang tengah tersenyum manis membuat semua pria yang ada disana memandangnya tanpa berkedip. Puls membuat sang suami dongkol -_-"
Jino istri Jonghyun yang melihat sang yang masih belum percaya keponakannya sekaligus partner bisnisnya mempunyai seorang istri seperti Kyungsoopun akhirnya menyikut perut suaminya keras.
"Aishh appo!" ucapnya sambil memegangi perutnya.
"Jangan melihat istri keponakanmu dengan pandangan begitu kau membuatnya risih, lihat!" ucap Jino sinis.
"A-aku masih tidak percaya saja keponakan kita yang evil dan sistercomplex ini memiliki istri seperti dewi kayangan" ucapnya tanpa dosa dan dihadiahi tawa dari para karyawannya.
"Mi-mianhae, suamiku memang begini" ucap Jino "Jadi ini yang namanya Kyungsoo?" Kyungsoo mengangguk "Aigo neomu yeopo" Jino dan Taemin kompak "Perkenalkan aku Taemin kakak sepupu sekaligus sekretaris Kai dan ini Jino ajhuma, dia bibi kami" ucap Taemin, Kyungsoopun mengangguk mengerti.
"Sudah-sudah lebih baik kita cepat makan siang aku sudah lapar" ajak Chen "Oh iya, aku membawa bekal makan siang untuk kalian semua jika berkenan" ucap Kyungsoo sopan sambil memperlihatkan sesuatu yang ia bawa.
"Waahh makan siang? Tentu saja dengan senang hati baby Soo" Chen berseru senang sedangkan yang lain hanya cengo mendengar ucapan akhir kalimat Chen "Ya! Hyung jangan memanggil istriku baby Soo!" ucap Kai ketus karena tidak rela "Aigo nae Jonginnie cemburuan juga ternyata" goda Jino "Ah sudah-sudah ayo kita makan" putus Kai karena tak mau kedongkolannya bertambah.
Ketika akan menuju ruangan rapat lagi untuk makan L dan sang reseprionis mengucapkan kata maaf "Mianhae nyonya Kim" ucapnya bergantian "Wae Hyung?Sulli? kenapa kalian meminta maaf pada Kyungsoo?" tanya Kai heran.
"Be-begini tuan, saya kira nyonya bukan istri anda, saya kira nyonya Kim itu anak SMA penggoda bos-bos seperti anda karena membawakan makan siang. Jeosonghamnida tuan saya berprasangka yang tidak-tidak" sambil membungkuk sopan dan takut.
"Nee aku kira Kyungsoo masih anak kecil" ucap L sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Hahahahaha" tawa Chen, Jonghyun, Jino dan Taemin meledak medengar ucapan sang resepsionis dan L "Makanya Jonginnie jangan suka anak kecil"ucap Chen "Waahh keponakanku ini pedopil eoh" tambah Jonghyun membuat mereka semua tertawa kembali dan Kai menggeram tertahan.
"Ya kalian! Kyungsoo itu bukan anak kecil dia ini seumur dengan Taemin noona" Kyungsoo hanya menunduk malu mendengar ucapan mereka "Aishh sudah-sudah kalian ini mempermalukan atasan seperti itu" Jino menengahi "Biar saja kami semua teman dekat kok" jawab Jonghyun enteng "Berhenti atau kau aku hukum Chen"
Mendengar satu kalimat dari seseorang yang entah sejak kapan ada di antara mereka Chen merasa hawa tak enak muncul "E-eh Xeokie caghi, kapan datang honey?" Chen menghampiri istrinya dan meraih pinggangnya "Sejak kau tertawa dan bilang Kai suka anak kecil" jawab Xiumin ketus.
"Nah ternyata satu nona SMA lagi yang datang" ucap Jonghyun "Ajushi berhenti memanggilku nona SMA oke!" Xiumin jengkel "Berhenti atau kau tak dapat jatah dariku" ancam Jino dengan berbisik membuat Jonghyun membeku dan mengangguk berat "Ya! Sudahlah palli aku lapar" tiba-tiba Jonghyun menginterupsi dan menghentikan acara mari menggoda keponakan-keponakanku ini.
.
.
"Gomawo atas makan siangnya, Mashita, makanannya enak!" puji para klien serta Jino dan Xiumin senang "Nee cheonmaneyo! Senang sekali jika kalian suka" ucap Kyungsoo.
Drt~~drrttt~~ HP Kyungsoo bergetar segera ia mengangkatnya sementara yang lain tengah sibuk mengobrol karena masih sisa 15 menit lagi sebelum memulai bekerja kembali "Yeoboseo!".
"Ooh Daehyun" Kai menoleh ketika Kyungsoo mengucap satu nama yang menurutnya menyebalkan itu "Nee, jijie akan buatkan lusa, tenang saja jika mau belajar membuatnya datang saja kerumah nee!" Kai mengerutkan keningnya mendengar 'jika mau belajar membuatnya datang saja kerumah' dari mulut Kyungsoo.
Grep!
Kai merebut ponsel Kyungsoo "Ya anak kecil kau mau apa?ada urusan apa dengan istriku eoh?jangan macam-macam kalau masih ingin hidup dan bahagia di dunia ini" ucap Kai ketus.
Kyungsoo yang melihat suaminya tengah cemburu hanya mengelus dada "Tidak bisa, Kyungsoo tidak bisa membantumu. Dia tidak bisa turun dari ranjang dan berjalan, kau cari orang lain saja" Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat itu karena saking terkejutnya.
"Hmm baiklah kalau Kyungsoo sudah sembuh aku kabari, awas kalau kau macam-macam dengan istriku, aku akan mengawasimu" Kai memutus pembicaraan.
Setelah selesai Kyungsoo pamit pulang karena Kai akan melanjutkan meetingnya sedangkan Chen meminta izin meninggalkan meeting sebentar dan kemudian menarik Xiumin menuju ruangannya Kai dan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat pasangan suami istri itu.
Chen's room
"Bagaimana eomma chagi?" tanya Chen sambil memeluk istrinya dari belakang dan mulai menciumi leher jenjangnya "nghh, Daeie gelihh~~" Xiumin kegelian membuat Chen makin menyeringai melihat yeoja di hadapannya ini sungguh sensitive.
"Hnn!" hanya itu yang keluar dari mulut Chen tanpa berhenti dari pekerjaannya. Sementara Xiumin menyadari aura yang tak mengenakan untuk dirinya langsung menyikut perut Chen "Berhenti atau aku marah dan tak mau mengikuti keinginanmu Daeie" pekik Xiumin.
"Nee baby, jangan marah nee" ucap Chen setelah mendengar ancaman istrinya itu. "Eomma sudah lebih baik tapi tetap saja eomma dan Jongmin masih belum mau terpisahkan" Chen mengangguk mengerti "Huppffftt..Jongmin, kenapa mengacuhkan eomma" Xiumin menghela nafas "Dia sama sepertimu yeobo, walaupun usianya baru 5 tahun putra kita sangat peduli pada orang-orang tersayangnya" Xiumin menoleh malas.
"Tapi kan aku eommanya, aku juga kangen Jongmin yeobo!" rengek Xiumin yang membuat Chen tak henti-hentinya tersenyum "Kalau begitu kita buat adik Jongmin saja jadi kan kau tak kesepian yeobo"
PLAKK!
Xiumin memukul tangan Chen yang bersarang dipinggangnya.
"Dalam mimpimu yeobo, itu maunya kau. Apa menyerangku habis-habisan tak cukup untuk mu eoh? Tak sadar diri sekali sekarang minta adik untuk Jongmin, kau penuhi dulu janjimu yang sempat tertunda dulu tuan Kim baru aku akan mempertimbangkannya. Anyeong tuan Kim".
Ya Chen mempunyai janji pada istri dan anaknya untuk lebih memberikan waktunya untuk keluarga karena waktunya yang hampir semua ia curahkan pada pekerjaannya, padahal Kai sudah memarhinya agar mengimbangi waktu untuk bersama keluarga tapi Chen sepertinya masih kesulitan melakukannya.
Blamm~~
Pintu tertutup menyisakan Chen yang berteriak-teriak memanggil istrinya.
.
.
Kyungsoo keluar kamar mandi dan terus memikirkan perkataan Kai yang membuatnya kesal "Kenapa dia bialang aku tak bisa berjalan?apa dia menginginkan aku lumpuh?" hingga suara bel apartemennya berbunyi. Saking banyak memikirkan kata-kata suaminya ia tak sadar hanya memakai handuk saja yang melilit menutupi dada dan setengah pahanya, dan begitu saja membuka pintu.
"Sudah pul..!" ucap Kyungsoo terpotong karena Kai yang melotot dan segera masuk membuatnya terheran-heran.
"Waeyo?" tanya Kyungsoo polos dengan nada sedikit ketus sambil meraih tas kerja Kai.
"Kau kenapa? Ada masalah?" Kai balik bertanya "Molla" jawab Kyungsoo sambil berjalan ke arah kamar mereka diikuti Kai di belakangnya.
"Jangan bohong Soo, tak mungkin kau berjalan membuka pintu dengan hanya memakai handuk jika sedang tak memikirkan sesuatu".
"MWO!" Kyungsoo melotot mendengar Kai berbicara seperti itu dan menghampiri cermin, benar saja ia hanya memakai handuk sekarang. Kai mendekatinya dan memeluknya dari belakang "Menggodaku eoh?" bisiknya dikuping Kyungsoo, membuat pipi sang yeoja memerah padam.
"A-ani Jongin, aku tidak bermaksud apa-apa" jawabnya sambil terus mencoba melepaskan diri dari pelukan Kai, namun apa daya tenaganya tak bisa menandingi suaminya ini.
"Fiiuuhhh~~" Kai meniup kuping Kyungsoo, membuat sang istri menginjak kakinya dengan keras "AWWWWW! Appo!" pelukan Kai terlepas, tangannya kini beralih mengelus kakinya.
"Sakit kah?" Kyungsoo pura-pura iba "Kau ini kenapa Soo? Kau tahu ini sakit" mendengar rintihan dari Kai membuat Kyungsoo merasa iba.
"Makanya jangan macam-macam" ucapnya sambil mengusap kaki suaminya "Wae? Kaukan istriku, mau aku macam-macam selama aku tak menyaitimu itu adalah hak-ku" ucapnya.
"Oh, jadi selama tak menyakitiku itu hak mu?begitu?" Kai mengangguk polos "Juga menyumpahi aku celaka dan lumpuh begitu?" dahi Kai mengerut bingung.
"Maksudmu?"
"Kau masih bertanya maksudku tuan Kim?"
"Karena aku tak mengerti maksud pertanyaanmu nyonya Kim" Kyungsoo geram dengan suaminya sekarang.
"Lalu apa maksudmu pada Daehyun dengan aku yang tak bisa turun dari ranjang dan berjalan kalau kau tak menyumpahiku lumpuh Kim Jongin" ucap Kyungsoo dengan penuh penekanan dalam setiap kata.
Kai menepuk jidatnya menghadapi kenyataan betapa polosnya istrinya ini, namun sesaat Kai tersenyum – tepatnya menyeringai penuh arti "Wae? Kenapa kau meyeringai seperti itu?" tanya Kyungsoo belum menyadari aura gelap suaminya.
"Jadi kau marah karena itu?" Kyungsoo mengangguk "Aku tidak bermaksud menyumpahimu celaka ataupun lumpuh" Kai berdiri menghadap Kyungsoo yang masih melipat kedua tangannya di perut.
"Ck, kau sudah tertangkap basah Jonginie, itu semua bukti".
Kai berjalan mendekati Kyungsoo yang otomatis Kyungsoo memundurkan langkahnya "Baiklah kalau kau tak percaya dan butuh bukti akan ku beritahu maksud tak bisa berjalan itu".
Kyungsoo merasa horror dengan Kai sekarang, dimatanya Kai kini seperti singa lapar yang akan menerjang mangsanya, tak lupa seringaian yang ia keluarkan terasa begitu mesum dihadapan Kyungsoo saat ini.
"Ka-kau mau apa Jongin eemmpphh~~"
TBC
Lagi :D, Nyeong semuanya masih pada nunggu ni kelanjutan cerita Jongin dan Kyungsoo? Ni hira bawakan hheee pertanyaan dari review yang bertanya-tanya pasti sudah terjawab kan disini hhheee… semoga ffnya ga kelamaan ya :D hope you like it.
Oh iya untuk yang nunggu 'SEMUA BISA DIPERBAIKI SAYANG' ffnya lagi on process tapi enggak tau bakalan publish :D (KaiHun: asik-asik main lagi, bikin kita jadian ya ra ma KyungHan :D, Hira: -_-" ngarep, KaiHun: *thar! Lemesin tangan, Hira:*Kabuurrr)
Hira mau say BIG THANKS to chingu semua yang udah fav, follow and review selalu ff hira. Semua review kalian selalu mendukung hira untuk terus menulis. GIVE ME SPIRIT WITH YOUR REVIEW nde!
JEONGMAL GAMSAHAMNIDA *Bow
Review's Replay:
zoldyk : Nyeong I come with next chapter here! :D
KaiSoo Fujoshi SNH : Hahahahah mianhae ya kalo Daedae dinistain disini hhheeee… habisnya lucu ajja kalo Kyung ma Kai ketemu anak ababil :D iya Kaisoo disini dinikahin paksa ttu ma babeh and mamanya Kai. Kalo keguguran, udah tahu pasti disini Kyung kenapa kan? :D iya untuk selanjutnya Kris bakal muncul and Kyuhyun aku munculin supaya ceritanya berjalan lancer wkwkwkwkwk *apaan sih.
Emiliakim : Iya lah orang kan biasa kalo udah ditinggalin pasti nyesel lah wkwkwkwwk kebiasaan
exindira : Nde moga yang ini tambah bikin gereget :D I'll keep writing kok chingu Gomawo
ArraHyeri2 : Iya ya jadi ribet gegara YeWook yang keburu-buru coz disini merekanya ketakutan Kai beneran bapak dari anak KyungKyung padahal….
Gimana? Makin geregetkah? Evil maknae muncul untuk memperlancar jalan cerita wkwkwkwkwkwkwk… Yaaa udah ketahuan kan nasib KyungKyung gimana disini? Bakalan sama siapa-siapanya juga udah ketahuan kan? Tapi tenang chingu konflik belom berakhir di chap ini. Chap depan Kris bakalan muncul lagi kok. Cip..ciippp SEMANGATTT..
.16 : Hhhee mianhea nde kalo pusing bacanya tapi apa yang ini udah ga terlalu bikin pusing? Soalnya kalo terlalu banyak dipisah bakalan lebih manjang kebawah coz disini banyak dialog chingu :D mianhe nde… ini udah dilanjut kok :D iya kan Kyu disini sakit hati first lovenya jadinya ma adenya sendiri *Nyut~~nyutt
puputkyungsoo : Gomawo :D iya ya ga nyangka konfliknya hhheee.. makin belibet dengan muncul cast yang berlainan wkwkwkwkwkwk. Gimana moment kaisoonya? Banyakkah? Siip ini udah lanjut kok kalo untuk fast update ga janji fastnya kayak gimana hhheeee…
Kaisooship : Udah ketahuan kan KyungKyung gimana dengan janinnya disini? :D emang hira sengaja bikin kayak gini kok tapi tenang konflik di depan masih menunggu :D
kjjzz : Annyeong juga and salam kenal juga :D Gomawo kalo ffnya kece and chingu suka. Ga nyangka ya yang di belakang ternyata eh ternyata hhhheeeee… ini udah lanjut kok tetep tunggu next chapnya ya :D flowerdyo : Emang udah evil di amah. Siip kalo makin seru and ini udah dilanjut kok..I'll keep writing selama ada review yang jadi penyemangat hira :D FIGHTIING!
Guest : Ini udah update kok hheee mianhe nde kalo lama :D Ye FIGHTIINGG! Udah ketauan kan Kyungnya kenapa-kenapanya disini? Hhheeee…ga apa-apa kok di cerewetin kan makin rame di reviewnya wkwkwkwkwkwkwkwkk Gomawo kalo storynya bagur berarti paket Kaisoo sampe rumah hira donk wkwkwkwkwkk..
Wanny : Iya akhirnya nikah walau dipaksa wkwkwkwkk… akh emang dia udah evil dari sononya si Kyu mah hhhaaaa
irnaaa90 : Ini udah dilanjuuutttt review lagi ndee chingu :D
rahayuuni : Ini udah berusaha update cepet kok :D mianhae kalo nunggunya setahun wkwkwkwkwkk… Nde fighting
t.a : Iya akhirnya setelah sekian tahun muncul lagi ni ff wkwkwkwkwkk… masalahnya bukan kurang suka sih chingu tapi kurang….. ahahahahaha (PeDe) Nde hira pasti semangat terus kok selama masih ada yang senang dan review. Nde SEMANGAT! :D
3K121418 :Mianhae kalo hira bikin Kyung kayak diatas itu emang udah jalan cerita :D
KaiSa : Biasa itu orang kan modus mulu kerjaannya, ga nahan liat yeoja yeopo kayak KyungKyung gitu dah kelakuannya kyaaa, Iya ini udah dilanjut kok :D review lagi yaaaaaa… Cip cip ini udah usaha cepet update :D CEMANGADH!
Minha : Ini udah masuk Chap selanjutnya kok kalo scene Kris kita tunggu ajja ya bakalan ada kok :D Rinzkudo : Gomawo kalo chingu suka, ini udah diusahakan update cepet kok :D
