Akhirnya Chapter 4, gomenne , aku hiatus selama seminggu lebih, mikirin pendidikan wkwkwkk
Disclaimer :
- Fairy Tail : Hiro Mashima
Genre :
- Slice Of Life
- Romance
- Friendship (sekarang pasti J)
Chapter 4 : Teman Baru
Erza dengan sedih masih membayangkan rencana yang seharusnya dilaksanakan. Dia ingin sekali membuat rombongan sulap bersama kakek Rob, tetapi rencana itu hanya menjadi kenangan, tak bisa dilaksanakan. Dia menangis di depan makam kakek Rob, tapi dia berusaha untuk menghentikan tangisannya. Di depan makam kakek Rob, Erza akan pergi ke Fairy Tail untuk mencari teman baru dan petualangan yang baru agar kakek Rob tidak khawatir lagi. "Aku tidak akan melupakanmu kakek Rob, tolong lindungi kami. Selamat tinggal kakek Rob", ucap Erza. Erza juga ingin mengucapkan terima kasih sama penjaga kuburan di sana. "Terima Kasih untuk segalanya tuan", "apakah kau benar-benar ingin pergi ke Magnolia",tanya penjaga. "ya",jawab Erza. "Magnolia itu kota besar, apakah kau tak apa-apa sendirian?"tanya penjaga lagi. "terima kasih sudah mengkhawatirkan saya, tapi saya akan pergi ke tempat yang bernama Fairy Tail".
"Aku mengerti, kau tetap akan pergi bagaimanapun caranya, semoga perjalananmu aman dan menyenangkan dan semoga tuhan memberkatimu",penjaga kuburan berdo'a. Erza tersenyum dan melanjutkan perjalanan. Erza melanjutkan perjalanan ke Magnolia. Di tengah perjalanan, Erza sekilas melihat kuburan kakek Rob, dia tersenyum saat mengingat pesan Kakek Rob. "melangkah maju, dan menunngu esok yang cerah"pesan Kakek Rob.
Erza sampai di Magnolia. Perjalanan hidupku akan di mulai di sini."senyum Erza. Erza menelusuri jalan dan tidak menemukan apa yang dia cari. "Di mana ya Fairy Tail, aku benar-benar tersesat",gunamnya. Tapi Akhirnya dia bertemu orang yang mengaku dirinya pesulap api yang terkenal salamender dari Fairy Tail. Erza mendengar orang-orang yang mengagumi mereka memaksa ikut. Sang salamender ini mengajak gadis-gadis yang mengaguminya ke pesta di kapal dekat pelabuhan. Erza yang senang akan masuk ke Fairy Tail mengikuti mereka dengan gembira.
Malam itu, pesta sangat menyenangkan, Erza menikmati pesta dengan senang. Erza memasuki ruangan untuk memperkenalkan dirinya. Sang salamender menyajuknya dengan minum. Erza tanpa ragu meminumnya. Saat terakhir tetes air masuk ke mulut Erza, Erza merasa pusing dan akhirnya pingsan.
Pada saat Erza tersadar sedikit. Dia mendengar suara kereta kuda. Tetapi rasa pusingnya membuat dirinya tidur lagi. Sesaat terbangun, yang pertama kali Erza lihat adalah seorang anak berambut biru yang terlihat cemas. Erza yang mukanya merah pun langsung teriak, tetapi sesaat dirinya tersadar dengan situasinya pun akhirnya meminta-maaf, dia memandangi seluruh tempat dan orang-orang di sekitar "anoo, apakah ini Fairy Tail, sepertinya aku tak melihat tuan salamender di sini"tanya Erza. Sesaat mereka pada merenung seperti sulit untuk menjawab, pertanyaan yang di ajukan. Tetapi anak yang berambut itu dengan nada rendah dan sedih pun menanyakan balik, " sepertinya kau telah ditipu, ini adalah perkumpulan anak-anak yang dijadikan budak, sekarang disini hanya 3 orang, yang dua sedang keluar".
Erza yang mendengar apa yang dijelaskan tak bisa percaya apa yang terjadi. Datanglah pengawas yang menjaga mereka. "Hei kau, bangun juga, dasar pemalas,kalian lanjutkan apa yang harus kalian lakukan"bentak penjaga itu. 5 menit ada gadis kecil manis yang mirip kucing dan seorang anak laki-laki datang, penjaga itu pun memarahi mereka, "kenapa kalian terlambat"bentaknya. Anak laki-laki itupun menjelaskan bahwa pendapatan mereka kurang dari yang ditargetkan. Mendengar penjelasan itu mereka di pukul pakai rotan. "dasar kalian tak berguna, kalian tau kalau tidak mendapatkan jumlah yang di targetkan apa yang akan terjadi, kalian tak akan dapat makan dan di pukul pakai rotan"bentaknya. "kebetulan sekali, hei kau rambut merah, ini sebagai pelajaran untuk kau kalau malas." Penjaga itu melanjutkan. Anak dan gadis itu dipukul pakai rotan habis-habisan. Erza yang ingin membantu mereka tak bisa bergerak di karenakan efek minuman yang di berikan oleh salamender itu. Setelah menghajar mereka penjaga kecapekan dan langsung keluar dari ruangan tersebut. Anak dan gadis itu langsung di bawa oleh anak yang berambut biru dan lainnya ke kamar. Anak yang berambut biru itu menjelaskan apa yang terjadi dan yang harus di lakukan oleh mereka untuk selamat dari hukuman penjaga itu, Tubuh Erza bergidik. Tak bisa dibayangkan, harus mendapatkan uang hanya untuk makan malam dan selamat dari hukuman dipukul dengan rotan.
Malamnya, mereka merawat dan melukai anak laki-laki dan gadis itu, mereka pun memperkenalkan diri mereka. "namaku Jellal Fernandez, aku berada di sini karena aku tidak punya orang tua",Jellal menyapanya. "namamu itu sangat sulit untuk di ucapkan yah, namamu itu bisa mengikat lidahku jadi simpul" ejek Wally. "namamu juga tau, Wally Buchanan, kelihatannya susah diingat. "Kalau kau siapa namamu", wally menunjuk Erza. "Erza, namaku Erza knig-..."Erza tak bisa jawab, dia tidak bisa memakai nama keluarga yang di berikan nyonya walker kalau hanya untuk menggantikan anak mereka. "hanya Erza namaku ",jawabnya kemudian. "kasian sekali ya", Jellal sambil memegang rambut Erza. "apa yang kau lakukan?"Erza agak kesal "wah, merah tua yang indah"Jellal dengan kagum. "merah tua?",Erza menanyakan maksudnya. "aku tahu! kita beri nama kamu Erza Scarlet!",saran Jellal. "beri nama ?, jangan memberi nama orang lain begitu saja...",bantah wally. "Scarlet, Erza Scarlet, aku suka nama itu.", "scarlet, warna rambutmu, dengan begitu aku tidak akan pernah lupa.",Jellal dengan senang. Gadis itu bernama Miliana, dan anak laki-laki yang terluka itu Sho"Lanjut Jellal memperkenalkan temannya. "yang merawat Miliana dan Sho itu Wally, dan ini..." sambil melanjutkan perkenalannya. Tetapi anak muda satu lagi langsung memotong pembicaraan dan memperkenalkan dirinya "namaku Simon",dengan wajah merah. Erza berkenalan dengan mereka dengan senang dan malam yang tadinya menyakitkan pun menjadi malam yang begitu indah buat dia, "akhirnya teman baru".
Bersambung
Chapter 4 selesai, untuk sementara aku hiatus, tapi tenang aku mungkin akan mengerjakannya kurang lebih seminggu, tetap ikuti ceritanya yah
