Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto


"Haaaa? Apa ini? Apa bisa dimakan?" kata Sasuke yang kaget melihat makanan yang dibeli oleh Sakura.

"Hahahaha, kalau tidak bisa dimakan buat apa kubeli?" kata Sakura tertawa. "Ayo coba."

Sasuke dengan ragu memakan makanan yang berbentuk cumi-cumi bakar itu, ketika Sasuke melahapnya dan menelannya, matanya terbelalak karena lezatnya makanan itu.

"Waah, enak sekaliiii." Kata Sasuke menyambar makanan itu dari tangan Sakura.

"Heiii, beli sendiriii." Kata Sakura menarik makanannya kembali.

"Aarrgghh, aku akan menyuruh koki ku untuk membuat makanan itu setiap hari." Kata Sasuke dengan wajah bersemangat.

Melihat wajah Sasuke yang seperti anak kecil itu Sakura merasa gelid an ingin tertawa.

"Hihihihihi." Tawa Sakura.

"Apa yang kau tertawakan?" Tanya Sasuke heran.

"Hahaha, tidak, biasanya kau memasang wajah angker saat dikelas, tapi ternyata kau bisa juga memasang wajah lucu seperti ini." Kata Sakura sambil tertawa pelan.

"Haah! Jangan bilang aku lucu!" bentak Sasuke yang wajahnya memerah.

"waah, kau malu yaaa, kalau malu seperti itu kau makin lucuu." Ejek Sakura.

"Sakuraaa!." Teriak Sasuke.

Sakura langsung terdiam dan tercengan mendengar Sasuke memanggil namanya. "Kau, memanggil namaku?" kata Sakura yang terlihat terkejut.

"Aah…itu…hanyaa…" Sasuke tidak bisa menahan wajahnya yang benar-benar malu, dia melirik kearah Sakura yang sedang memandangi wajahnya dengan ekspresinya yang manis.

"AARRGGHHH! Berhenti memandangiku! Dasar kera!" ejek Sasuke.

"Kau memanggilku kera lagi?" kata Sakura jengkel.

Sasuke menatap wajah Sakura yang jengkel, seakan menunggu Sasuke mengucapkan namanya lagi.

"Ugh…" Sasuke benar-benar grogi kali ini.

"Baiklaaaah, maafkan aku…S…Sa…Saku…" Sasuke memandang wajah Sakura yang menantikannya dengan tidak sabar.

"Tuan Sasukeee!" panggil Shino yang tiba-tiba datang memakai mobil.

"Maaf, bisakah anda ikut denganku sekarang, keadaan kakak anda sudah membaik, kata dokter dia sudah sadar." Ucap Shino.

"Bnarkah? Baiklah, ayo Sakura kau ikut denganku." Ajak Sasuke.

"Ng..Tuan, tapi orang luar…" kata Shino ragu.

"Shino, Sakura bukan orang luar." Kata Sasuke dengan nada dingin.

Sakura terkejut dengan Sasuke yang memanggilnya dengan lancar sekaligus bilang pada pengawalnya kalau Sakura bukan orang luar, Sasuke dan Sakura memasuki mobil dan menuju rumah sakit, tempat dimana kakak Sasuke dirawat.

"Ng…Sasuke, sebenarnya, kakakmu sakit apa?" Tanya Sakura ragu.

"Dia, koma sudah 5 bulan akibat kecelakaan, sejak dia dirawat, akulah yang mengerjakan pekerjaannya." Jawab Sasuke dengan tenang.

"Lalu, orang tuamu?" Tanya Sakura kembali, Shino yang sedang menyetir tidak menyangka kalau Sasuke akan membicarakan tentang keluarganya pada orang lain, bahkan diapun tidak tahu tentang orang tuanya.

"Orang tuaku sudah meninggal ketika aku kecil, yang merawatku adalah kakaku." Jawab Sasuke.

"Ah, maafkan aku…" kata Sakura dengan nada pelan.

"Tidak masalah." Jawab Sasuke.

"Tapi, kudengar ayahmu dulu yakuza." Kata Sakura dengan polosnya.

"Cukup! Jangan diteruskan!" potong Shino.

"Shino…tidak apa." Sambung sasuke. "Ayahku memang yakuza, posisinya sekarang diagntikan oleh kakakku, dan aku menggantikan kakakku sementara karena dia sedang koma." Jelas Sasuke.

'Berarti, selama ini aku cari mati terhadapnya.' Kata Sakura dalam hati.

Begitu mereka sampai dirumah sakit, Sakura melihat seluruh rumah sakit membungkuk ketika Sasuke lewat, Sakura mengikuti Sasuke dari belakang, dan sampailah mereka di kamar kakak Sasuke, Sasuke masuk dan mengizinkan Sakura untuk melihat kakaknya, Sakurapun mengikuti Sasuke.

Ketika dia memasuki kamar itu, terlihat kakaknya yang sedang melihat kearah Sasuke dan Sasuke mendekat pada kakaknya lalu menggenggam tangannya, ekspresi Sasuke yang sering judes kini terlihat sangat lembut.

"Kak, bagaimana perasaannya?" Tanya Sasuke lembut.

Orang itu hanya tersenyum lemah pada Sasuke, lalu pandangannya beralih ke Sakura yang sedang berdiri disamping Sasuke. Sasuke menoleh kearah Sakura dan menggenggam tangan Sakura untuk memagang tangan kakaknya.

"Namanya Itachi, kak, perkenalkan ini Sakura." Ucap Sasuke pada Sakura dan Itachi.

Itachi tersenyum lemah pada Sakura, begitu melihat senyuman Itachi, Sakura kembali tersenyum pada kakaknya Sasuke.

"Salam kenal ya kak, semoga cepat sembuh." Ucap Sakura sambil tersenyum.

Melihat Sakura tersenyum begitu lembut pada kakaknya, Sasuke tersenyum pada Sakura, Shino yang melihat suasana hangat seperti ini merasa sangat terkejut, ekspresi yang tidak pernah dikeluarkan oleh tuan mudanya itu kini diperlihatkan didepan orang asing seperti Sakura.

Waktupun berlalu, malam telah tiba, Sakura beranjak dari duduknya dan berpamitan pulang pada Itachi.

"Aku pulang dulu ya kak, aku akan main kesini lagi." Kata Sakura tersenyum.

"Aku antar." Ucap Sasuke.

"Tidak, biar aku saja, tuan." Kata Shino.

"Tidak apa, kau istirahat saja, kemarikan kunci mobilnya, biar aku yang mengantar Sakura." Ucap Sasuke.

Shino memberikan kunci mobil pada tuan mudanya itu, lalu Sasuke mengajak Sakura keluar dari rumah sakit, dia mengantar Sakura sampai kedepan rumahnya.

"Terima kasih ya, Sasuke." Ucap Sakura.

"Tidak, akulah yang berterima kasih padamu." Kata Sasuke.

"Hihihihi, baiklah, kita sama-sama berterima kasih." Ucap Sakura.

Sakura keluar dari mobil Sasuke, begitu dia turun, Sakura menunggu Sasuke pergi dan menghilang dari pandangannya, Sakura memasuki rumahnya dan dikejutkan oleh kedua orang tuanya.

"SAKURAAAA, siapa itu? Siapa, siapa, siapa?" Tanya Ibunya yang sangat penasaran.

"Temanku, kenapa heboh sekali sih." Kata Sakura jengkel.

"Akhirnya…akhirnya putri kami memiliki teman selain Naruto, terima kasih ya tuhan." Ucap sang ayah.

"Kalian berdua aneh." Ucap Sakura memasuki kamarnya, sementara itu kedua orang tuanya menari-nari karena gembira melihat Sakura dapat berteman dengan orang lain selain Naruto.

Sasuke kembali kerumah sakit untuk menemani kakaknya yang baru sadar dari koma nya itu, ketika Sasuke duduk, Shino menanyakan sesuatu yang membuat Sasuke sadar.

"Tuan, maaf kalau saya lancang, tapi…apakah Nona Sakura adalah teman special?" Tanya Shino.

Sasuke terdiam, dia melihat kearah kakanya yang tersenyum padanya, Sasuke menundukkan kepalanya dan menjawab pertanyaan Shino.

"Ya, sangat special." Jawab Sasuke.

"Kalau begitu, saya akan mendukung kali…"

"Percuma." Potong Sasuke. "Dia mencintai orang lain, mungkin aku jadi sedikit paham perasaannya yang mendukung Naruto dan Hinata." Ucap Sasuke pelan.

"Kalau perlu sesuatu, anda bisa meminta saya." Kata Shino.

"Terima kasih, Shino." Jawab Sasuke yang memejamkan matanya.

Malam itu, bayangan Sakura tidak bsia lepas dari pikirannya, dia memikirkan bagaimana dengan perasaan Sakura, tidak adakah sedikit perasaan suka Sakura pada dirinya, itulah yang dia pikirkan, dan juga tentang Naruto dan Hinata, apa yang akan terjadi pada Sakura apabila mereka bersama. Yang pasti Sasuke bertekad akan selalu ada untuk Sakura.

Pagi hari telah tiba, Sakura yang berisiap untuk berangkat sekolah dikejutkan oleh kehadiran Naruto didepan rumahnya.

"Naruto?" kata Sakura terkejut.

"Kemarin, kemana saja kau dengan Sasuke?" Tanya Naruto.

"Kami bermain sebentar, lalu…" Sakura menghentikan omongannya, dia tidak yakin harus mengatakan tentang kondisi kakaknya Sasuke pada Naruto atau tidak.

"Lalu?" Tanya Naruto.

"Lalu kami pergi ke taman, itu saja." Kata Sakura berbohong.

'Dia mulai berbohong padaku, apa dia menyembunyikan sesuatu?' pikir Naruto.

"Sakura, dengar…aku tidak terlalu suka kau terlalu dekat dengan Sasuke." Ucap Naruto.

"K…Kenapa?" Tanya Sakura. 'Jangan-jangan Naruto cemburu?'

"Pokoknya aku tidak suka." Kata Naruto menegaskan.

"kalau aku bilang, aku tidak suka melihatmu terlalu dekat dengan Hinata, apa kau akan menjauh darinya?" Tanya Sakura dengan tatapan pedih.

"Sakura…ada yang harus kukatakan padamu." Kata Naruto memegang pundak Sakura.

Sakura merasakan sesuatu yang buruk akan terucap dari mulut naruto, karena dia melihat ekspresi Naruto yang terlihat khawatir.

"Aku tidak mau dengar." Kata Sakura memalingkan wajahnya.

"Sakura…dengar…"

"TIDAK!" bentak Sakura.

Naruto sangat terkejut Sakura membentaknya. "Kau berani membentakku? Itu pasti pengaruh dari Sasuke!" kata Naruto dengan nada meninggi.

"Tidak, dia tidak mempengaruhiku apa-apa." Jawab Sakura membela Sasuke.

"Kalau begitu, dengarkan aku baik-baik, aku mohon." Ucap Naruto.

Sakura menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Naruto, dia memasang senyum palsu pada Naruto. "Silahkan bicara."

"Aku…sepertinya menyukai Hinata." Kata Naruto.

Perasaan Sakura saat ini bagaikan kaca yang pecah, sangat sakit hatinya mendengar pengakuan dari Naruto, ingin sekali dia berlari, menangis sambil berteriak, tapi tidak bisa dia lakukan, yang dia bisa lakukan sekarang adalah…

"Waah, baguslah, Hinata juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu, kalian tinggal meresmikannya saja, rencananya Hinata akan menembakmu saat training camp lusa." Ucap Sakura tidak berhenti.

"Tapi, Sakura…kau tahu kan, aku tidak pernah dekat dengan wanita lain selain dirimu, ini pertama kalinya bagiku menyukai seorang wanita, Hinata sangat cantik, pasti banyak yang suka padanya." Kata Naruto tersipu malu.

'Ya Tuhan, ingin sekali aku menghilang dari dunia ini, Naruto menyukai teman pertamaku, bukan aku, dia memujinya, mengatakan kalau dia cantik, sedangkan aku…'.

"Sakura? Sakuraa..halooo…" ucap Naruto melambaikan tangannya didepan wajah Sakura yang bengong.

"Ah?...ah…maaf, yah, tenang saja, teman-teman bilang kalian pasangan yang serasi kok." Ucap Sakura menunduk.

"Ayo kita berangkat, nanti telat." Kata Sakura yang langkahnya dipercepat lebih depan.

Ketika mereka sampai dikelas, Naruto menyapa Hinata dengan lembut, begitu pula Hinata yang menyapa balik Naruto dengan lembut. Melihat suasana mereka, Sakura merasakan sakit yang sangat dalam. Dia menempatkan dirinya di bangku dan melihat Sasuke yang baru datang.

"Pagi." Sapa Sasuke.

"Pagi." Jawab Sakura lesu.

"ada apa?" Tanya Sasuke pada Sakura.

Sakura tidak menjawab, dia hanya terdiam dan menunduk kebawah.

"Eh eh, dengar tidak? Katanya dulu Sakura Haruno ditindas loh waktu smp."

"Masa? Tapi kenapa sekarang berani sekali membentak tuan Sasuke?"

"Mau mencari sensasi mungkin."

"Ih, menyebalkan yah, Hinata tidak cocok menjadi temannya."

Sakura terkejut mendengar bisikan-bisikan dari murid-murid dibelakang, dia hanya membatu tidak bisa berbuat apa-apa, dia takut Naruto mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, dan benar saja, Naruto menghampiri anak-anak yang sedang bergossip.

"Dapat info dari mana kalian? Sakura itu wanita yang kuat, dia tidak mungkin ditindas." Kata Naruto membela Sakura.

"Naruto…" ucap Sakura dengan tatapan sedih.

"Loh, bagaimana kamu tahu? Sakura kan bersekolah di smp khusus wanita, dan temanku dulu satu sekolah dengannya, katanya dulu Sakura ditindas habis-habisan, karena dia pengecut dan tidak berani melawan."

"Apa? Tidak mungkin." Ucap Naruto. "Sakura…" ketika Naruto menoleh kearah Sakura, dia sudah tidak ada di kursinya.

BRAK

"Kalau kalian masih ingin bersekolah disini, jaga mulut kalian, dan jangan sekali-sekali mencoba menindasnya kali ini." Ucap Sasuke dengan nada dingin sambil menggebrak meja, setelah itu Sasuke pergi mengejar Sakura, begitu pula Naruto dan diikuti oleh Hinata.

"S…Sasuke membelanya?" bisik salah satu siswa.

"Bagaimana bisa?"

"Pasti Sakura telah melakukan sesuatu."

"Sebelum kalian membicarakan seseorang, lebih baik kalian berkcara pada diri kalian sendiri." Ucap Shikamaru yang dari tadi memperhatikan mereka.

"Sakuraaa! Tunggu!" panggil Sasuke.

Sakura tetap berlari, dia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, cintanya yang bertepuk sebelah tangan, usahanya yang mengejar Naruto kini gagal, ditambah lagi, jati diri yang dia sembunyikna selama ini telah diketahui oleh Naruto.

"Tung…"

"Sakuraa!" potong Naruto ketika Sasuke ingin memanggilnya, begitu Naruto yang memanggil, Sakura menghentikan langkahnya dan menoleh. Naruto menghampiri Sakura yang sedang menangis.

"Apa benar?" Tanya Naruto.

Sakura mengangguk pelan. "Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?" kata Naruto kesal.

"K…Karena, aku…aku tidak ingin kau mengenal diriku yang lemah, aku…aku ingin terlihat kuat didepanmu karena aku men…" Sakura menghentikan omongannya ketika melihat sosok Hinata dibelakang Naruto.

"Apa?" Tanya Naruto penasaran dengan lanjutannya.

"Aku…aku…aku malu mengakuinya." Jawab Sakura berbohong.

"Sakura! Kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri, buat apa merasa malu? Lain kali katakan padaku, aku pasti akan melindungimu!" kata Naruto sambil memeluk Sakura.

'Tuhan, aku mohon hentikanlah waktu sebentar saja, aku ingin tetap berada diposisi seperti ini sebentar' Sakura memejamkan matanya, dia menikmati pelukan Naruto, walaupun Naruto tidak mencintainya sebagai seorang wanita, pelukan seperti itu sudah cukup bagi Sakura.

"Sakura." Panggil Hinata yang menyebabkan Naruto melepaskan pelukannya.

"Hi…Hinata." Kata Naruto gugup.

Hinata datang menghampiri Sakura dan memeluknya. "Ada aku disini, aku akan menemanimu sampai kapanpun." Ucap Hinata.

Sakura memeluk Hinata kembali, dia merasa pasrah, saat ini dia tidak bisa dan tidak mau berfikir apa-apa, otaknya sudah lelah.

"Sasuke." Panggil Sakura. "maukah kau mengantarku pulang, aku ingin izin saja, mungkin aku akan masuk ketika training camp."

"Kenapa? Kau tidak enak badan?" Tanya Naruto.

"Tidak, hanya butuh sedikit refreshing." Jawab Sakura.

"Dengan senang hati." Ucap Sasuke.

Sasuke mengantar Sakura memakai mobilnya, dia memandangi Sakura yang sedang termenung memandangi pemandangan diluar jendela, Sasuke tidak menanyakan apa-apa, karena dia tahu, saat ini Sakura hanya ingin diam. Ketika sampai dirumah Sakura..

"Sampai jumpa di training camp." Ucap sasuke ketika Sakura turun.

Sakura memandang Sasuke dengan tatapan kosong, dan tidak menjawab sapaan Sasuke, dia menutup pintu mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya.

Sakura merenung sendirian di kamarnya, orang tuanya sedang pergi berkunjung kerumah neneknya, dia hanya bisa terbaring sampai sore.

"Sakuraa." Panggil suara Naruto dari luar rumahnya.

Ketika Sakura menoleh keluar jendela, dia melihat Naruto yang tersenyum lebar sambil membawakannya beberapa cemilan. Naruto memasuki rumah Sakura dan pergi ke kamar Sakura.

"Hehehehe, karena aku tahu orang tuamu sedang tidak ada, makanya aku kesini membawakanmu makanan." Kata Naruto.

Sakura menatap wajah naruto yang begitu bahagia. "Naruto, kenapa kau begitu bahagia?" Tanya Sakura.

"Ha? Hehehehee, ketahuan yah…" kata Naruto menjawab malu-malu.

"Tadi sepulang sekolah, aku menembak Hinata, dan dia menjawab oke, aku senang seklai..hehehee." jawab Naruto sambil cengengesan.

Sakura tercengang mendengar berita Naruto dan Hinata telah resmi berpacaran, ingin sekali dia membenci Naruto agar bisa melupakannya, tapi tidak bisa, dia terlalu mencintai Naruto. Sakura langusng memeluk Naruto.

"Huaaa, Sakura…ada apa?" Tanya Naruto.

"Selamat yah, Naruto." Ucap Sakura sambil memeluk Naruto dan tersenyum.

"Hehehe, kamu juga, kalau suka dengan seseorang beri tahu aku yah, jangan sampai salah mengencani laki-laki." Kata Naruto.

"Iyaaa, terima kasih kakakkuuuu." Ucap Sakura dengan nada manja.

Mereka menghabiskan malam berdua dengan canda dan tawa yang sedikit dipaksakan oleh Sakura, saat ini Sakura sudah hancur hatinya, benar-benar tidak mau mengurusi hal lain, saat ini yang dia inginkan hanyalah diam, menangispun tidak.

Tibalah saatnya training camp, semua sudah berkumpul didepan gerbang sekolah, hanya Sasuke yang belum hadir diantara semua anggota klub basket.

"Sasuke kemana sih?" kata Naruto mengeluh.

"Itu dia." Jawab Sakura menunjuk kearah mobil hitam.

Sasuke turun dari mobil itu dan dipandangi oleh siswi-siswi sekolahan, dia berjalan kearah Sakura dan yang lainnya.

"Kau telat!" kata Sakura ketus.

"Ya, ada sedikit urusan mendadak, ayo berangkat." Ajak Sasuke.

Selama perjalanan, tentu saja Naruto duduk disebelah Hinata kekasihnya, Sakura ditarik oleh Sasuke agar duduk bersamanya.

"Kau duduk disini." Tarik Sasuke.

"Iya iya." Jawab Sakura.

"Sakuraaa." Panggil seorang wanita dari belakang, ketika Sakura menoleh.

"Inoooo." Sapa Sakura tersenyum.

"Waah, ternyata kita di bis yang sama." Kata Ino.

"Iya, sennagnyaa, kamu sama siapa?" Tanya Sakura.

"Aku bersama Shikamaru." Tunjuk Ino ketempat duduk mereka.

"Ooohhh, jangan-jangan…" kata Sakura yang mau menebak laki-laki yang disukai oleh Ino.

"Iya, dia orangnya." Jawab Ino yang sudah mengerti."Kamu sendiri, apa dia orangnya?" Tanya Ino menunjuk Sasuke.

"Bukan bukan, hehehehe, dia sudah menjadi milik orang lain." Jawab Sakura tersenyum.

"Sakura…kau pasti akan mendapatkan yang lebih baik darinya." Ucap Ino.

"Hehehehe, aku tidak tahu, tapi, yaaa…mudah-mudahan." Jawab Sakura.

"Kalau begitu, aku kembali dulu yah, dia suka mengomel kalau aku menghilang lama-lama." Pamit Ino.

"Iya."

Mereka menikmati perjalanan selama 2 jam itu, ada yang bermain kartu, berlarian didalam bis, bernyanyi, dan juga ada yang berpacaran, tapi suasana gembira itu tidak berpengaruh bagi Sakura, dia masih tetap murung dan memasang wajah tidak bersemangat.

"Sakura, lihat." Panggil Sasuke menunjuk kearah jendela.

Terlihat disitu ada segerombolan domba yang sedang berkumpul memakan rumput. "Domba itu mirip denganmu." Ejek Sasuke.

"Apa! Enak saka, mereka mirip denganmu, bau!" ejek Sakura kembali.

"Enak saja, aku ini wangi, coba saja." Kata Sasuke menempelkan wajah Sakura ke dadanya.

Menyadari apa yang dia lakukan, Sasuke langsung berubah merah wajahnya, sayangnya Sakura tidak melihatnya, Sakura merasakan aroma wangi tubuhnya Sasuke.

"Hei, mesum…masu sampai kapan bersender di dadaku?" kata Sasuke dengan wajah memerah.

"Aah…kau sendiri yang menempelkan wajahku!" protes Sakura yang wajahnya juga memerah.

Ketika sampai di villa tempat training camp yang dikelilingi oleh hutan, mereka turun dari bis dengan wajah yang lelah.

"Baiklah, tidak ada waktu untuk berlelah ria, kita harus menyiapkan makan malam, ayo manajer menyiapkan makan mala, sementara para pemain ikut aku, kita langusng pemanasan." Perintah ketua klub.

"Gilaa, tidak ada istirahatnya?" keluh Naruto.

"Naruto berjuanglah, aku mnedukungmu." kata Hinata.

"Terima kasih, Hinata." Ucap Naruto.

"Akh…stupid couple." Gerutu Sasuke.

"Heii, sirik sajaaa kamu!" sewot Naruto.

Ino datang menghampiri Sakura yang sedang memandangi Naruto dan Hinata bercanda ria.

"Apa laki-laki itu?" Tanya Ino tiba-tiba.

"Hah? Hehehee…begitulah, dia teman kecilku, tapi dia hanya menganggapku sebagai adiknya." Jawab Sakura lesu.

"Hei, semangatlaah…jadikan training camp ini sebagai nuansa baru, besok malam aka nada festival didekat sini, kita kesana bersama yah." Kata Ini menyemangati Sakura.

"Ng, terima kasih ya, Ino." Ucap Sakura.

"Hahahaa, jangan sungkan." Jawab Ino.

Para wanita yang menjadi manajer menyiapkan makan malam, mereka memasak tenda belakang, mereka sengaja tidak emmasak didapur karena biar lebih menarik, mereka memutuskan untuk masak dan makan bersama diluar villa, para wanita yang tidak ada hubungannya dengan basket telah datang, mereka ingin menyaksikan Sasuke dan Naruto disini, Sakura yang sedang mencari Hinata tanpa disengaja telah mendengar percakapan para wanita-wanita itu.

"Kau sadar tidak sih, Sasuke baik sekali pada Sakura."

"Iya, menyebalkan yah."

"Iya, dia tidak pantas sama sekali untuk Sasuke."

"Aku dengar dia menyukai Naruto."

"Naruto bukannya pacaran dengan Hinata?"

"Baguslah dia memilih Hinata yang cantik, daripada Sakura, tidak ada menariknya sama sekali."

Saat itu yang Sakura rasakan bukanlah amarh, tapi sakit, rasa sakit dihati yang begitu besar, dia merasa tidak pernah ada yang bsia menerimanya apa adanya, dan selalu Hinata yang jadi pusat perhatian, bahkan Narutopun memilih Hinata, tapi Sakura berusaha mengabaikan perkataan tidak penting itu, dia terus melanjutkan mencari Hinata.

Ketika Sakura berada di depan villa, tidak sengaja dia melihat Hinata dan Naruto sedang berciuman disana, melihat adegan itu Sakura tidak bisa menahannya lagi, kali ini perasaan Sakura benar-benar mati, dia berlari kearah hutan yang lebat itu, dia berlari sekencang-kencangnya, akhir-akhir ini.

'Kenapa…kenapa aku harus melihatnya! Kenapa bukan aku yang dicintainya!' suara teriakan hati Sakura yang tidak bisa keluar, dia menangis sambil berlari dan terjatuh, dia bangkit dan meneruskan larinya, sehingga tidak sadar didepannya adalah jurang kecil, Sakura terpeleset dan terjatuh kejurang itu.

DEG

Sasuke ketika sedang pemanasan, merasakan sesuatu yang tidak enak telah terjadi, dia melihat Naruto yang kembali dengan wajah tersenyum, Sasuke melanjutkan pemanasannya bersama Naruto.

Beberapa jam berlalu.

"Shikamaru…apa kau melihat Sakura?" Tanya Ino pada Shikamaru.

"Tidak, memangnya dia kemana?"

"Tadi katanya dia mau mencari Hinata, tapi Hinata telah kembali beberapa jam yang lalu, namun Sakura tidak kunjung datang juga." Jelas Ino yang mulai khawatir.

"Apa katamu? Sakura tidak ada?" kata Sasuke tiba-tiba dari belakang."Kemana dia?"

"Tidak tahu." Jawab Ino cemas.

"Ah, tadi aku melihatnya berlari kearah hutan, aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya dia menangis." Kata salah satu anggota klub basket.

"Apa?" Sasuke bergegas berlari mencari Sakura dan diikuti oleh Shikamaru.

Ketika Sasuke berlari keluar, dia menubruk Naruto secara tidak sengaja, tapi Sasuke tidak menghentikan langkahnya untuk meminta maaf, dia terus berlari bersama Shikamaru.

"Ada apa dengan mereka?" Tanya Naruto.

"Naruto…Sakura menghilang." Kata Hinata yang cemas.

"Apa?" Naruto bergegas mengikuti Sasuke dan Shikamaru berlari kedalam hutan.

Shikamaru melarang Ino untuk masuk kedalam hutan dan menyuruhnya menunggu didalam villa, hari sudah mulai gelap, tapi bukan gelap karena malam, melainkan gelap karena mendung dan suar petir sudah menggelegar dilangit.

'Sakura, Sakura, Sakura…dimana kamu..' Sasuke terus bergumam khawatir.

Sasuke mencarinya sesuai dengan jejak kaki yang menuju arah hutan, ketika mereka berhenti diujung jurang kecil, mereka melihat ada bekas cakaran ditanah.

"A…jangan-jangan…ini…" kata Shikamaru yang membungkukkan tubuhnya untuk mengecek tanda itu.

Tapi Sasuke tidak butuh pengecekan lagi, dia langsung terjun melompat kejurang kecil itu.

"SASUKEE! KAU GILAA!" teriak Shikamaru. "Naruto, ayo kita panggil bantuan."

"Baik." Jawab Naruto.

Sasuke turun kebawah perlahan, hujan sudah mulai turun rintik-rintik dan makin lama makin menderas, Sakura yang tergeletak dibawah kini sedikit sadar, ketika dia membuka matanya, dia tidak mengenali daerah itu.

"D…Dimana aku?" kata Sakura yang mencoba mengingat apa yang terjadi.

"Aku harus kembali..aku harus…kembali? Memangnya siapa yang menungguku?" kata Sakura yang teringat akan perkataan wanita-wanita itu.

Hujan turun dengan lebat, Sakura hanya bisa terduduk diam ditanah karena kakinya terkilir dan betisnya terluka karena goresan ranting.

Sakura memutar kembali kejadian-kejadian yang menimpanya selama ini, lalu dia tertawa kecewa sendiri. "Heh…sempurna sekali hidupku." Sambil memejamkan mata, dia berharap Naruto mencarinya dan menemukannya, dia berjanji, apabila Naruto mencarinya dan menemukannya, dia akan menyatakan cintanya dengan tidak mengharapkan balasan.

"SAKURAAA."

"Narutoo.." tengok Sakura terhadap suara itu, tapi ternyata yang datang bukanlah Naruto, melainkan laki-laki yang dulu pernah sangat dia benci, Sasuke. Sakura melihat tubuh Sasuke yang kotor, wajahnya yang tampan itu telah kotor karena lumpur, Sakura tidak bisa bergerak, bahkan dia tidak berkata apa-apa melihat sosok Sasuke yang begitu khawatir muncul di hadapannya. Sasuke langusng berlari kearah Sakura dan memeluknya, pelukannya kali ini sangat erat dan sangat berarti.


long enough hah? hehehee...

makasih reviewnya yah, setelah aku baca lagi, sakura kok malang banget yah nasibnya...^^