=Secret=
Fairy Tail :Hiro's - sensei property
Warning: Miss typo, OCC X3
Enjoy~
*Normal POV*
Lucy berlari menuruni tangga saat dia sadar bahwa semua orang sudah tak ada di atap sekolah. "Hua! Gawat! Aku ketinggalan!" langkah kakiknya semakin cepat menuruni tangga, sampai sesuatu menahan kakinya dan Lucy kehilangan keseimbangannya. 'Shimata!' Lucy mencoba meraih pegangan tangga tetapi pegangan itu malah lebih licin. Lucy memejamkan matanya.
Tiba-tiba Lucy merasakan pelukan yang kuat diperutnya, saat dia membuka matanya, dia melihat Natsu menahan tubuhnya agar tak terjatuh. "Kau baik-baik saja?" tanya Natsu dengan wajah yang terlihat khawatir. Lucy mengangguk, "terimakasih.."katanya sambil kembali berdiri dikakinya.
"Kau, harus lebih berhati-hati, Luce!" kata Natsu sambil menjulurkan lidahnya. Lucy menyilang tangannya dengan wajah kesal. "Aku menyesal kau yang menyelamatkan ku! Aku harap tadi Gray yang datang! Huh!" kata Lucy dengan wajah cembetrut. Natsu tersenyum pasi, "ya ya, terserah kau saja..Ayo kita harus kembali ketempat syuting." Kata Natsu dengan kedua tangan disaku celananya. 'Dasar aneh!' pikir Lucy sambil mengikutinya.
Natsu membuka pintu kelas dan melihat para kru dan para pemain sedang istirahat. Aries menghampiri mereka dengan senyuman, "Natsu-san, terimakasih ya.." ucapnya sambil membungkukan badan. Natsu hanya tersenyum lalu menghampiri Lisanna yang sedang bersandar didekat jendela.
"Lucy, apa kau baik-baik saja?" tanya aries dengan wajah khawatir. Lucy menetap Aries dengan bingung. "Maksud mu?" Aries menghela nafasnya. "Kau hampir jatuh ditangga kan? Aku tadi sebenarnya melihat tetapi aku tahu kalau aku berlari kearah mu pasti tidak akan sempat. Untung saja Natsu-san datang dari atas dan menarik mu. Kupikir jika kudiamkan kalian akan melakukan sesuatu! " Jelas Aries dengan mata yang berbinar-binar. Lucy mencubit pipi Aries. "Jangan berpikir yang macam-macam! Kau ini!" kata Lucy dengan kesal. Aries hanya tertawa kecil melihat wajah Lucy yang agak memerah.
(*Time Skip*)
Malamnya, Lucy telah bersiap-siap dengan jaket berwarna putih yang panjang sehingga menutupi setengah kakinya. Dia memkai sepatu boots nya dan membawa tas berwarna putihnya. "Aries, aku pergi yaa!" kata Lucy sambil keluar dari rumah. Hari yang bersalju itu bukan halangan bagi Lucy untuk datang ke café favoritenya, lagi pula dia sudah janjian dengan Gray disana. 'Anniversary petama ku! Senangnya!' pikir Lucy dengan senyum diwajahnya.
Saat Lucy sampai di café, dia memesan caramel hangat dan shortcake. Lucy menunggu Gray yang tak datang juga. Lucy memperhatikan ponselnya tetapi tak ada kabar darinya. 2 jam berlalu, Lucy menghela nafasnya. Nomor Gray tak aktif dan dia tak tahu Gray dimana. Saat dia memutuskan untuk pergi, seorang pria masuk kedalam café.
Saat dia berharap itu adalah Gray, ternyata itu adalah Natsu. Lucy tersenyum pasi. "Lucy?" tanya Natsu dengan wajah bingung. Lucy melambaikan tangannya. Natsu memesan cappuccino hangat lalu duduk dimeja yang sama dengan Lucy.
Mereka duduk saling berhadapan sekarang. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Lucy pada Natsu."Aku memang biasa disini kok. Kau sendiri?" Lucy menghela nafasnya. "Aku tak ingin membicarakannya." Natsu mengangkat sebelah alisnya.
"Kenapa seorang idola keluar malam-malam begini? Kalau ada reporter nama mu bisa tercoreng , tau." Kata Natsu sambil meminum cappuccino nya. Lucy tertawa kecil mendengarnya. "Kau juga seorang idola yang keluar malam-malam, bodoh!" Lucy menjulurkan lidahnya.
"Itu berbeda! Aku seorang pria." Kata Natsu dengan percaya diri. Lucy menyilangkan tangannya sambil tersenyum. "Siapa tahu saja mereka mengira kau itu stalker." Natsu tersenyum iseng pada Lucy. "Kurasa tak mungkin aku seorang stalker. Karena aku selalu diikuti para stalker ku." Kata Natsu dengan bangga.
"Itu fans, bodoh! Bukan stalker! Lagi pula kalau kau diikuti stalker jangan bangga, dasar!" Ledek Lucy sambil tertawa. Natsu menunjukan grins-nya. "Akhirnya kau tertawa lagi." Katanya membuat Lucy tersentak kaget. Lucy memperhatikan wajah Natsu yang tersenyum lembut. "Kau tak pantas bersedih. Senyum lebih cocok di wajah mu, weirdo." Kata Natsu sambil bangkit dari duduknya.
"K-kau mau kemana?" tanya Lucy tiba-tiba. Natsu terlihat kaget dengan reaksinya, tetapi dia hanya menunjukan grinsnya. "Aku mau beli makanan, hehehehe." Kata Natsu seperti anak kecil yang membuat Lucy tertawa lagi. Saat Natsu sedang sibuk memlih kue, Lucy memperhatikannya. 'Jika dia tak datang, aku pasti sudah menangis sedirian sekarang.' Pikir Lucy dengan senyum diwajahnya.
Tak terasa waktu telah menunjukan pukul 12 malam. Lucy masih melamun di penuhi dengan berbagai pikiran dan pertanyaan."Kenapa wajahmu? Kau terlihat menyeramkan." Kata Natsu sambil membawa dua potong chocolate cake. Lalu dia meletakan satu potong didepan Lucy. Lucy melihat kearah Natsu dengan wajah bingung. "Happy anniversary untuk mu dan Gray." Katanya membuat Lucy tercengang kaget.
"K-kau ingat?" tanya Lucy masih tak percaya. "Yap! lagipula, kan aku yang merencanakan date kalian, ingat?" kata Natsu sambil memasukan potongan chocolate cake kedalam mulutnya. Lucy terdiam.
'Dia, ingat anniversary ku dihari yang…menyakitkan baginya?' Lucy terdiam memandangi chocolate cake nya. "K-kenapa kau mengingat hari yang menyedihkan itu, Natsu?"
Natsu menatap Lucy dengan wajah datar. "H-hari itu adalah kematian ibu mu kan? Ke-kenapa kau..Maksud ku,.."Lucy tak bisa berkata-kata. Natsu hanya tersenyum pada Lucy.
"Hari itu memang hari yang paling kubenci, tetapi disaat yang sama aku melihat sahabat ku mendapatkan sesuatu yang berharga. Jadi, kenapa aku harus membagi kesedihan ku di hari bahagia seseorang?" Lucy tercengang mendengar Natsu.
"Idiot! Kau adalah orang ter-idiot yang pernah kutemui." Bisik Lucy sambil bangkit dari tempat duduknya. Lucy tiba-tiba duduk disamping Natsu dan langsung memeluknya. Natsu terdiam kaget melihat reaksi Lucy.
"Terimakasih…tetapi kau jangan menyimpan kesedihan itu sendirian, Natsu." Lucy memeluk Natsu dengan erat. "Kau tak sendiri." Bisik Lucy padanya. Natsu melingkarkan tangannya dibadan Lucy, dan menyembunyikan wajahnya didalam pelukan hangat itu. "Ya, aku tahu. Maaf Lucy.."
'Hanya kepadanya..aku tidak bisa berbohong..' Pikir Natsu.
Guah! Maaf kalau kesannya memaksakan! Aku harap k-kalian suka ya...maaf kalau jelek..maaf *bows*
Pelas minnaaaaa~
