Saya pinjam nama cast dari Super Junior, Shinee, Girl Generation, TVXQ, JYJ, f(x), TRAX, EXO, etc.

Oiya, ini ff KYUMIN, tapi banyak couple lain yang saya bahas di sini. Semua cast bukan punya saya, tapi cerita ini punya SAYA. Jadi, dilarang copy paste dengan metode dan model apapun!

Saya akui bahwa saya masih amatir dalam pembuatan ff, jadi kalau ff saya ini berantakan di mana-mana saya mengharapkan masukan dan komentar. Kritik juga saya harapkan, tapi saya ingin kritikan yang yang membangun. Dan satu lagi, tolong jangan bash cast-cast di ff ini. Terima kasih sebelumnya untuk semua reader yang sudah membaca, baik yang berkenan mereview maupun untuk semua silent reader. Gomawo.

Warning : Gaje, typho, out character (maybe), garing, usia sudah saya konversi menyesuaikan kebutuhan ff, ngebosenin (maybe), aneh, bahasa tidak sesuai EYD, tanda baca kurang tepat, dll. Tapi yang penting, di ff saya ini Kyu jadi chef (seperti yang selalu ada di imajinasi saya)

-J-O-Y-

Capek. Satu kata yang melukiskan perasaan Kyuhyun saat ini. Setelah selesai dengan urusan kafe, rasanya menyesap secangkir cokelat sambil menikmati udara malam yang dingin adalah salah satu hal yang cukup menyenangkan baginya, satu lagi yang akan menambah kelengkapan suasana santainya saat itu, yaitu PSP kesayangannya. Tapi...ia teringat janjinya kepada Sungmin. Maka dengan segera diambilnya folder pink yang tergeletak di meja nakasnya, kemudian dibukanya perlahan lembaran kertas-kertas dengan tulisan dan gambar diagram yang sebenarnya cukup aneh baginya. Tapi demi Sungmin, maka sesulit apapun juga, ia tetap akan mengerjakan dengan sebaik-baiknya.

Hampir satu jam Kyuhyun berkutat dengan tugas akhir Sungmin. Selama itu dia sibuk mencorat-coret di sana-sini, membenarkan hal yang menurut dia kurang tepat dan menuliskan saran-saran yang harus Sungmin kerjakan.

"Hoamm..." Kyuhyun menguap lebar. Direnggangkannya otot badannya yang terasa kaku. Sesaat kemudian tangannya sibuk mencari ponsel yang masih terselip di saku celananya. Sebuah senyumanpun mengembang di bibirnya.

"Minnie cute!" gumamnya membaca sebuah nama di kontak ponsenya. Ia kemudian tersenyum lagi, mungkin membayangkan sang pemilik nama itu, Lee Sung Min yang tadi mengetikan sendiri namanya di ponsel Kyuhyun. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi Sungmin.

"Yeoboseo...Mianhe, ini siapa ya?" tanya sebuah suara di ujung sana.

"Kyuhyun oppa, Min!" jawab Kyu.

"Oh, oppa, ada apa?" tanya Sungmin dengan nada cerianya.

"Aku sudah selesai mengkoreksi tugas akhirmu, ternyata cukup banyak hal yang harus kau perbaiki!" tukas Kyu.

"Oya...wah gomawo oppa, kau sudah mau capek-capek mengerjakannya untukku!" jawab Sungmin.

"Sama-sama Min. Oiya, besok kau ke kafe kan?" tanya Kyu.

"Pasti donk, memangnya kenapa? Jangan-jangan oppa merindukanku ya, he...he..he..." canda Sung Min.

"Ne...bahkan sepertinya aku merasa bahwa kau adalah seseorang yang sudah sangat lama aku kenal!" jawab Kyu.

"...", tidak ada jawaban dari Sungmin, sepertinya ia kehilangan kata-kata mendengar jawaban Kyuhyun.

"Minnie ah...kau belum tidur kan?" Kyu yang didiamkan menjadi bingung sendiri.

"Belum oppa, tapi aku juga bingung. Karena sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama." ujar Sungmin.

"Maksudmu?" tanya Kyu penasaran.

"Saat melihat matamu, aku seperti merasakan suatu kerinduan. Entah apa itu. Tapi aku masih belum bisa mengingatnya." tutur Sungmin.

"Hah...aneh ya Min, padahal kita baru bertemu beberapa hari ini. Atau jangan-jangan kita memang pernah bertemu di masa lalu? Seperti reinkarnasi." Kyu mulai berkhayal.

"He..he..he... Oppa jangan mulai berpikiran yang aneh-aneh. Tidak ada hal seperti itu." pungkas Sungmin.

"Ah...benar juga. Kenapa aku jadi berpikir sesuatu yang tidak rasional begini! Ehm...kau sudah ngantuk Min?" tanya Kyuhyun.

"Belum, memangnya kenapa oppa?" tanya Sungmin.

"Tidak. Tapi badan oppa sudah pegal-pegal. Oppa tidur dulu ya!"

"Eh...seharusnya aku kan yang menutup! Mengapa jadi oppa!" mendengar celotehan Sungmin, Kyu hanya terkekeh.

"He..he..he...Mianhe...habisnya oppa memang capek banget. Oiya, besok proposalmu sudah bisa diambil Min! Sudah ya Min, oppa tidur dulu. Good night! Semoga mimpi indah ya!" tutup Kyu.

"Oke oppa...sampai jumpa besok!" jawab Sung Min kemudian menutup sambungan telepon mereka.

-J-O-Y-

Pagi hari di kediaman Choi, nampak keluarga Choi sedang menikmati sarapan mereka dengan tenang. Hanya dentingan alat makan yang sesekali memecah keheningan, sampai Choi Min Ho, sang kepala keluarga memulai pembicaraan keluarga itu.

"Siwonnie, hari ini kau ke kantor bersama appa. Appa sudah menyiapkan posisi penting sebagai sekertaris general manager perusahaan kita. Yah... kau tahu kan appa sudah lama ingin memintamu mengambil alih semuanya, tapi untuk pemanasan, sebaiknya kau menjadi sekertarisku dulu, mendampingi Tuan Shindong. Nanti kalau kau sudah terbiasa, appa akan melepasmu sedikit demi sedikit. Apa kau sudah paham?" tanya Minho kepada puteranya.

"Sudah appa, tapi mianhe...aku tidak bisa berangkat bersama appa, karena aku ada sedikit urusan dengan temanku." jawab Siwon sambil menatap appanya hormat.

"Jangan-jangan...mengenai Yoona, kau bilang kau sudah putus dengannya kan?" tanya Taemin.

"Ne...bagaimana eomma bisa tahu. Yah... Yoona bilang, ia hanya merindukanku sebagai teman, tidak lebih." kali ini Siwon menunduk dan memilih memandangi makanannya.

"Appa tidak tahu, apa yang kalian bicarakan he...he...he..." kekeh Minho.

"Yeobo ketinggalan gosip!" sahut Taemin disusul tawa dari Siwon dan Minho.

"Tapi ngomong-ngomong Wonnie sudah punya yeojachingu lagi?" Tanya Taemin penuh selidik.

"Belum eomma, memangnya kenapa ... jangan bilang eomma ingin menjodohkanku dengan anak kenalan eomma!" tebak Siwon.

"Darimana Wonnie tahu?" Taemin bertanya dengan innocentnya, diikuti dengusan sebal dari Siwon dan tawa renyah Minho.

"Kalian ini, sudahlah Taeminie chagi, kau jangan membuat putera tampanmu ini menjadi monyong permanen karena kelamaan memonyongkan bibir..." komentar Minho disela tawanya.

"Tapi yeobo, gadis yang mau kujodohkan dengan Wonnie itu manis sekali. Kau masih ingat kan dengan Hyukkie dan Donghae, teman seangkatanku waktu kuliah dulu. Nah beberapa bulan yang lalu aku bertemu mereka berdua saat berbelanja di supermarket. Ternyata gosip kedekatan mereka waktu kuliah dulu benar..." cerita Taemin berapi-api.

"Jadi sekarang mereka pasangan suami istri?" tanya Minho yang sepertinya sudah termakan pembicaraan istrinya.

"Ne...ne...yeobo, kau benar. Dan saat itu juga kebetulan mereka berdua mengajak dua anak mereka. Yang sulung yeoja dan yang bungsu namja. Puteri mereka itu benar-benar cantik dan imut, aku saja sampai gemas saat melihatnya, makanya aku jadi terobsesi ingin menjadikannya menantu kita. Apalagi kita tidak punya anak perempuan..."

Mendengar celoteh istrinya, Minho hanya tersenyum lebar.

"Apa sebaiknya kita punya aegya lagi, sepertinya kita masih mungkin mempunyai aegya seorang yeoja" Minho tersenyum mesum sambil melancarkan jurus lirikan mautnya, dan membuat Taemin jadi pucat pasi mendengarnya.

"Mwooooo... appa...eomma...aku tidak mau punya dongsaeng...kalian sadar kan usiaku sudah 24 tahun, kalau kalian memberiku dongsaeng, nanti malah dikira aegyaku... mau ditaruh di mana mukaku...bisa turun reputasi seorang Choi Si Won!" sergah Siwon.

Bwahha...ha...ha...

Dan pecahlah tawa dari Minho dan Taemin melihat tingkah putera semata wayangnya itu.

"Ahni... appa hanya bercanda. Nah karena kau tidak mau punya yeodongsaeng, sebaiknya kau cepat menikah dan memberi kami cucu!" ucap Minho kepada Siwon yang sudah menunduk menyembunyikan blushing di wajahnya.

-J-O-Y-

Seorang gadis cantik berambut cokelat sebahu duduk termenung di sebuah ayunan. Matanya yang indah memandang hamparan rerumputan di depannya dengan sorot kosong. Tiba-tiba sebuah benda di dalam tasnya bergetar. Sigap tangan mungilnya meraih i phone berwarna senada rambutnya kemudian menjawab seseorang yang menelponnya dari sana.

"Ne...oppa...aku di taman biasa. Ne...aku tunggu!" tutupnya, kemudian kembali termenung menatap rerumputan yang tumbuh subur di depannya.

Sementara itu, tak jauh dari taman bermain tempat gadis itu berada, seorang pria muda yang mengenakan kemeja berwarna merah maroon sedang duduk termenung di atas kap mobil sport warna biru miliknya. Matanya yang indah menyorotkan pandangan yang sulit diartikan, antara sedih dan kecewa. Tangan kekarnya memainkan sebuah kalung dengan bandul berbentuk hati dilengkapi aksen huruf Y yang dibentuk dari berlian sehingga terlihat begitu mewah, mahal, dan istimewa. Sesaat sebuah senyum tersungging di bibir jokernya.

"Yoona ah...kenapa kau tega kepadaku? Apa yang salah dariku? Kenapa kau berselingkuh dengan namja itu... argh..." tiba-tiba namja itu, Choi Si Won mengacak rambutnya frustasi.

"Apa aku sanggup menemuimu saat ini Yoonie..." ia kembali bermonolog, tanpa melepas pandangannya dari kalung cantik yang ada di tangannya.

"Tapi aku ini laki-laki...aku tidak boleh menjadi pengecut. Choi Si Won, kau harus berjuang!" putusnya kemudian bengkit dari duduknya kemudian berlari menuju ke arah taman yang tak jauh dari tempatnya memarkirkan mobil.

-J-O-Y

"Mianhe...apa kau sudah lama menunggu." sapa Siwon kepada seorang gadis yang tengah duduk di ayunan memandang rerumputan dengan sorot kosong.

"Op..oppa...kau sudah datang!" jawabnya gugup saat menyadari bahwa orang yang ditunggunya sudah ada di depannya. Siwon kemudian menggambil tempat duduk di ayunan kosong yang berada di samping tempat duduk Yoona.

"Lama tidak berjumpa Yoonie...bagaimana kabarmu?" Siwon mencoba berbasa-basi kepada wanita yang dulu pernah begitu ia cintai.

"Aku...baik-baik saja oppa!" jawab Yoona tanpa sedikitpun menoleh ke arah Siwon.

"Syukurlah kalau begitu!"

"Oppa sendiri...bagaimana kabarmu? Aku dengar studi S2 mu di Inggris sudah selesai...Selamat ya Oppa!" kali ini Yoona memandang ke arah Siwon. Seulas senyum ia sunggingkan, meskipun siapapun yang melihatnya pasti tahu kalau senyuman itu begitu dipaksakan.

"Terima kasih...tapi...apakah kau mengajakku bertemu hanya untuk mengucapkan selamat?" tanya Siwon. Mendengar itu senyum Yoona pun menghilang. Ia kemudian tertunduk, dan cairan bening itupun mulai meleleh dari mata cantiknya.

"Sebenarnya aku...memang mempunyai tujuan lain...Ini mengenai hubungan kita."

"Hubungan? Maksudmu sebagai sahabat seperti yang kau ucapkan setahun yang lalu?" tanya Siwon sambil menahan emosi yang mulai menyerang bathinnya.

"Hiks...bolehkan aku memintamu kembali kepadaku oppa?" tanya Yoona sambil menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang mulai mengalir semakin deras membasahi pipinya.

"Untuk apa? Untuk kau sakiti lagi? Untuk melihatmu bahagia bersama namja itu?" tanya Siwon dengan nada tinggi. Iapun bangkit dari ayunan yang ia duduki.

"Oppa...aku sudah memutuskan hubungan dengan Zhoumi oppa...Dia sekarang sudah bertunangan dengan seorang gadis yang dijodohkan dengannya, namanya Henry. Dan sebenarnya sejak awal, ia hanya ingin mempermainkanku karena ia ingin membuatmu sakit hati. Tapi aku yang bodoh ini malah terpikat dan benar-benar meninggalkanmu... Sedangkan dengan Yunho oppa, aku tidak pernah berusaha mengejarnya, dia yang menyukaiku oppa. Mianhe...Jeongmal mianhe oppa! Hiks...hiks" tangis Yoona semakin menjadi.

"Aku tidak bodoh, aku tahu kau memang sudah putus dari namja tiang listrik sejak setengah tahun yang lalu, tapi kemudian kau mulai mengejar dokter itu bukan. Hah... untung Yuri selalu mengabariku tentang tingkah lakumu, sehingga aku tidak akan pernah tertipu dengamu." jawab Siwon dengan amarah yang sudah meledak.

"Jadi oppa lebih percaya pada Yuri daripada aku." lirih Yoona.

"Tentu saja. Yuri adalah sahabatku sejak kecil. Setidaknya dia dari dulu belum pernah mengkhianatiku. Dan lagi apa kau pikir aku bisa kau jadikan pelarianmu, kau datangi saat membutuhkan dan kau tinggalkan saat kau punya yang lain? Cih...aku tidak sebodoh itu Yoona ssi. Kukira kau masih punya malu untuk memintaku kembali kepadamu, ternyata tidak. Kau ini wanita menyedihkan. Jangan harap aku akan kembali kepadamu. Dalam mimpimu pun tidak akan pernah!" balas Siwon sarkastik.

"Oppa...beri aku kesempatan...maafkanlah aku, kita mulai dari awal, aku berjanji akan menjadi wanita yang lebih baik...Ijinkanlah aku mencoba!" Yoona mencoba memeluk Siwon dari belakang, tapi Siwon menepisnya.

"Oiya...ini, kalung ini sebenarnya ingin kuberikan kepadamu sebagai hadiah anniversary kita yang ke 6, tapi di hari itu juga kau memutuskanku. Asal kau tahu Yoona ssi, semua benda kenangan kita dulu sudah aku musnahkan, karena saat itu aku begitu kalut, sedih dan kecewa. Dan hanya tinggal kalung ini yang masih kusimpan. Sebenarnya tadi aku ingin memberikannya baik-baik sebagai tanda persahabatan kita. Tapi kau merubah niat ku. Sekarang, aku bahkan tidak sudi walau hanya sekedar bersahabat! " Siwon pun berlalu setelah melempar kalung berbandul hati itu ke tepat di hadapan Yoona.

"Siwon oppa...hiks...hiks..." Yoona hanya mampu menangis kemudian berlutut dan mengambil kalung berbandul hati yang tergeletak di depan sepatunya.

"Hiks...Mianhe...Jeongmal mianhe..."

-J-O-Y-

Siwon memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rasa sakit yang begitu perih di hatinya membuat otaknya tidak bisa berpikir jernih. Sesekali ia mengusap air mata yang memaksa keluar dari matanya. Ia sangat menyesal, mengapa menuruti ajakan mantan kekasihnya untuk bertemu kalau hasilnya hanya menambah koleksi luka hatinya.

"Yoonie...i hate you...i hate you..." teriaknya sambil menambah kecepatan mobilnya. Tiba-tiba dari arah depan muncul sebuah mobil box yang meluncur dengan kecepatan sedang. Tapi karena kaget, Siwon tidak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik. Mobil itupun menghantam pembatas jalan dan berhenti setelah menabrak sebuah pohon besar. Entah apa yang terjadi, kilatan api tiba-tiba muncul dari arah bagasi mobil. Dan karena jalanan itu tidak begitu ramai, maka tidak banyak orang yang bisa membantu Siwon. Hanya ada beberapa ibu rumah tangga yang kebetulan lewat. Mereka semua terlihat panik melihat kilatan api yang semakin lama terlihat semakin besar itu.

Sementara itu, seorang gadis berskuter pink yang kebetulan sedang lewat tertarik untuk melihat keramaian di tepi jalan. Betapa kagetnya ia saat melihat ternyata itu adalah kecelakaan dan parahnya, mobil yang menabrak pohon itu sedang dalam proses terbakar. Ia pun bergegas menghampiri tempat kejadian.

"Ada apa ahjumma?" tanya SungMin sang gadis berskuter pink kepada seorang ahjumma yang berdiri tak jauh dari tempat kejadian.

"Entahlah, tapi sepertinya ada seseorang di dalam mobil itu." ahjumma itu menunjuk ke arah mobil milik Siwon yang sudah remuk.

"Apa, kenapa tidak ada yang menolong, jika dia masih hidup, dia bisa mati. " Sungmin pun berlari mendekati mobil Siwon. Ia kemudian berusaha membuka pintu mobil yang sudah penyok-penyok. Tapi dengan tenaga wanitanya, sepertinya ia cukup kesulitan. Namun bukan Lee Sung Min namanya kalau ia menyerah begitu saja. Dan berkat usaha kerasnya, pintu mobil pun mulai terbuka sedikit demi sedkit.

"Biar kami bantu" tiba-tiba dua orang ahjussi baik hati yang kebetulah sedang lewat daerah itu turun dari mobinya.

"Satu dua ... tiga " mereka bertiga berhasil mengeluarkan Siwon dari dalam mobil tepat sebelum api merembet masuk ke bagian depan mobil.

Beberapa ahjumma yang daritadi ikut menyaksikan membantu mengangkat tubuh Siwon ke alas yang mereka sediakan.

"Dua menit lagi ambulance datang!" seru salah satu ahjumma itu.

"Ne ahjumma!" Jawab Sungmin sambil menyeka keringatnya.

"Kau ini yeoja, tapi berani sekali" puji ahjumma yang lain.

"Ah...saya banyak dibantu kok!" jawab Sungmin rendah hati.

Sesaat kemudian ambulans datang. Tiba-tiba mata Siwon sedikit terbuka.

"Go...ma...wo..." ucap Siwon saat melihat wajah penolongnya, terutama Sungmin yang sedang membersihkan lukanya dengan peralatan seadanya.

"Bicaranya besok saja kalau sudah sembuh. Sekarang kau tidak boleh banyak bergerak." nasihat Sungmin. Siwon hanya tersenyum kemudian tangannya terulur untuk menyerahkan ponselnya kepada Sungmin.

"To...long..." ucapnya lemah. Sesaat kemudian matanya tertutup sempurna. Sungmin agak bingung menerima handphone itu, tapi kemudian ia mengerti maksud Siwon. Bersamaan dengan itu petugas medis dan polisi pun berdatangan. Petugas medis segera menghampiri Siwon, sedangkan polisi nampak meneliti mobil Siwon dan bertanya kepada para ahjumma yang kebetulan masih berdiiri di sana sebagai saksi dan sedikit keterangan dari Sungmin.

Petugas medis pun kemudian membaringkan Siwon di dalam ambulans untuk mendapat pertolongan pertama. Sementara Sungmin menggunakan skuternya dan mengikuti dari belakang. Sekitar 15 menit merekapun sampai di rumah sakit. Beruntung jalanan tidak macet karena memang waktu itu sedang jam senggang.

Dengan hati-hati, para petugas medis menurunkan Siwon dari dari ambulance. Jarum infus dan alat bantu pernafasan nampak sudah terpasang di badan nya. Matanya tampak terpejam rapat. Tergesa-gesa Sungmin menghampiri para petugas medis yang sedang bekerja dengan sangat cepat itu.

"Suster, bagaimana keadaanya?", tanya Sungmin sambil menguntit sang suster yang berjalan dengan tergesa-gesa.

"Dia sedang dalam keadaan kritis dan kehilangan banyak darah. Apa kau temannya? ", balas suster itu.

"Sebenarnya saya hanya orang yang membantunya tadi, tapi dia menitipkan ponselnya kepada saya. Saya akan coba menghubungi keluarganya Sus! Tapi...apakah dia bisa diselamatkan?" tanya Sungmin lagi.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin!" jawab Suster itu kemudian menutup ruangan emergency, untuk memberi pertolongan lebih lanjut kepada Siwon.

"Selamat siang Agashi, bisakah kami minta keterangan darimu mengenai kecelakaan yang terjadi tadi?" tiba-tiba seorang polisi yang sudah berdiri tepat di depan Sungmin.

"Ne, Ahjussi!" jawab Sungmin sopan.

"Kalau begitu silakan ceritakan apa yang anda ketahui."

Sungminpun menceritakan semua yang ia ketahui tanpa ada yang ketinggalan. Petugas itu terlihat mendengarkan dengan cermat dan sesekali terlihat mencatat.

"Oiya Ahjussi, apakah keluarga tuan tadi sudah dihubungi? Tadi sebelum pingsan dia menitipkan ponselnya kepada saya, dia meminta tolong saya menghubungi keluarganya."

"Kami sudah menghubungi keluarganya, mereka sebentar lagi akan kemari!", ucap polisi itu.

"Syukurlah!", ucap Sungmin.

TBC

Sekali lagi, gomawo untuk yang sudah memberi review :

riesty137

AmiraSJH

Xian bow

Eviljung13

wuhan

ajid Kyumin

abilhikmah

Kim na lla

casanova indah

ChoFanni

ayoehafiezhach

icaiiank

chabluebilubilu

nova137

Ryu Que

Mianhe kalau ada kesalahan penulisan nama reviewer.

Yang sudah membaca, tolong tinggalkan review untuk ff ini ya ...

Gomawo ...