Original POV
Satu minggu mereka telah bersama di rumah itu. Damai saja seperti biasa, ditambah sekarang sedang mereka sedang diberi libur untuk pelajaran materi minggu ini dari kepala sekolah secara eksklusif. Tentu bagi mereka yang pekerjaannya seperti gunung itu akan menjadi hal yang sangat membahagiakan. Rasanya mata mereka sekarang bergambar bintang-bintang dan memiliki banyak arsiran seperti gambar mata di komik lama.
Tapi mereka baru ingat, ternyata ada hal yang lebih merepotkan dari pada pekerjaan mereka. Yaitu adalah...
"Kak Yume~~~ kak Subalu~~~ kita pergi ke taman bermain hari ini, yuk~~~"
.
.
.
.
.
Mereka langsung membuang kata-kata 'bisa beristirahat sebentar' itu.
We Don't Have A Child
Desclaimer : Bandai
Warning : Kesalahan yang tidak bisa disebut satu-satu
.
.
.
.
Happy And Enjoy Reading!
.
.
.
.
Chapter 3 : Carnaval Days
Mereka sekarang berada di taman bermain bernama An*ol /plak/ maksudnya Disney World Tokyo. Mereka yang masih berada di depan gerbang besar bertuliskan 'WELCOME' itu mulai menelan ludah mereka sendiri, pertanda mereka sangat was-was dengan apa yang akan terjadi.
Mereka melihat Ichigo yang mulai berlari dengan wajah gembira mulai mengibaskan tangannya. Pertanda dia sangat ingin masuk ke sana sekarang bersama mereka.
Bahagia, was-was, sedih, menyesal, dan beberapa perasaan itu menjadi satu saat melihat hal ini terjadi.
Mereka berdua mengingat kejadian saat mereka mengiyakan Ichigo.
[Flashback Mode : On]
"Subaru, kamu nanti mau mencuci piring atau masak?" Tanya Yume pada Subaru yang masih duduk anteng didepan televisi.
Tanpa aba-aba. Subaru langsung melangkah cepat ke kamar Ichigo dan berkata, "aku mau bangunin Ichigo!"
Dan dia melihat kamarnya kosong, tidak ada tanda-tanda Ichigo disana.
"Subaru, bodohnya nambah ya? Baru inget Ichigo kalo bangun sendiri tiap pagi? Gak kayak kamu yang harus dibangunin tiap hari." Ucap Yume dengan nada meledek.
Merasa harga dirinya diinjak-injak didepannya sendiri, dia langsung melakukan pembelaan, "maksudku aku pengen bersih-" ucap Subaru yang berniat beralasan membersihkan kamar Ichigo langsung kicep melihat kamar Ichigo yang udah beres bin rapih.
"Kalo itu aku yang beresin, gak kayak kamu yang kamar kayak kapal pecah sampe akhirnya aku yang beresin." Ucap Yume lagi dengan nada meledek dan ingin tertawa. Harga dirimu sudah hancur, Subaru Yuki.
"A-ah... Iya iya, aku akan cuci piring setelah mandi." Ucap Subaru kalah pada Yume di perdebatan hari ini. Dan Subaru langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Setelah Subaru masuk ke kamar mandi, Yume langsung menunjukkan pose senangnya didepan meja. Sangat bangga dengan apa yang barusan ia lakukan.
"Kak Yume?" Ucap Ichigo yang sebetulnya hanya pura-pura menonton televisi -sehabis Subaru menonton- untuk menonton drama pagi -pertengkaran kecil mereka yang nyaris setiap hari-
"O-ohohoho~~~" tawa Yume setelah kepergok ketahuan gila oleh Ichigo.
"Kakak, masakannya..." Kata Ichigo mengingatkan kalau masakannya masih diatas kompor menyala.
Subaru yang sudah keluar kamar mandi hanya sweetdrop melihat Yume yang masak ugal-ugalan seperti sedang kebakaran.
Setelah makanan mereka -akhirnya- jadi mereka makan di meja makan bersama.
Dan saat itulah...
"Oh ya, kak Yume~~~ Kak Subalu~~~ kita pergi ke taman bermain hari ini, yuk~~~"
Semua perasaan senang, santai dan gembira mereka hilang.
"Yume, kau... Kenapa mengiyakan sih!? Kita kan seharusnya santai-santai dirumah! Kenapa harus nemenin!?" Kata Subaru yang melampiaskan kekesalannya dengan memarahi Yume.
"...Pernah nyoba mati gak? Kalo belum, mau coba sekarang, Subaru?" Ucap Yume dengan deathglare yang bikin merinding. "Udah, kita turutin aja. Jangan lupa hoodie-nya dipake yang bener biar wajah super idolmu yang ganteng itu gak ketauan didepan orang banyak." Ucap Yume jutek sembari mendatangi Ichigo.
Dan soal Subaru yang harus memakai hoodie-nya itu memang benar faktanya. Kalau tidak, bagaimana kau bisa menjelaskan Subaru yang pulang ke asrama M4 dengan berantakan, dan beberapa postingan alay fans-nya yang bilang...
"OMG! Habis nge-date sama Subaru-kyun tersayang~~~~"
Yup, tepat seperti itu. Setelah itu, dia selalu menutup wajahnya di muka umum kecuali itu tuntutan pekerjaan. Fobia fans ternyata benar adanya.
Subaru POV
'heeeh, cepetan dong... Aku ketakutan disini...' ucapku mulai was-was melihat kerumunan orang banyak. Traumaku sepertinya mulai kambuh.
"Subaru~~~ kita ke game center yuk!" Ucap Yume dari jauh, aku yang merasa terpanggil mendatangi mereka.
Sial, saking takutnya aku aku sampai tak berani berjalan.
"Heeeh, dasar lembek. Sini." Ucap Yume mendatangiku.
Dan dia memegang tanganku, ah, maksudnya menarik tanganku.
Setelah sampai di tempat game itu, aku hanya duduk melihat mereka bermain ceria di sana.
Tak buruk juga ternyata.
Yume POV
sekarang kami sedang berada di depan mesin game dance bernama Da*z Ba*e.
Ow... Mesin game yang menarik. Ditambah mereka sedang mengadakan lomba kecil-kecilan khusus hari ini.
"Ayo kakak-kakak! Adik-adik! Mari main di sini! Kami sedang mengadakan lomba menari untuk lagu Episode Solo dari S4! Jika kalian menang kalian akan dapat 'Kesempatan Jalan-jalan Dengan Salah Satu Member S4 Untuk 2 Hari Di Weekend Minggu Depan! Ayo Segera Main!" Ucap pegawai disana menawarkan untuk bermain, dan tentunya dia menawarkan hadiah yang sangat menarik itu!
Aku menunduk menyamakan tinggi dengan Ichigo. "Ichigo~ kamu bilang kamu mau liat kak Yume latihan idol kan?" Kataku dengan nada ramah.
"Oh, kak Yume mau!? Tunjukkin! Tunjukkin!" Ucapnya dengan semangat seperti dugaanku.
"Yaudah, kakak mau nunjukin latihan idol kakak. Tapi kamu jangan kemana-mana ya~~" ucapku dengan nada halus. Dan setelah mendapat anggukan Ichigo aku segera mendaftar lomba itu.
Hadiah jalan-jalan sama S4! I'm coming!
Subaru POV Lagi
Saat aku masih sibuk dengan ponselku, aku melihat ponselku tiba-tiba berbunyi.
*Rrrr
"Siapa sih, yang menganggu liburanku lagi..." Ucapku kesal dan melihat bahwa itu dari Nozomu.
"Ya? Apaan, Nozomu?" Tanyaku langsung to the point karena aku gak suka basa-basi /eaaaaa/
"Oh ya, cuma mau ngingetin nanti bakalan ada banyak shift pekerjaan buat kau doang, Subaru! Sabar ya!" Ucap Nozomu dengan kalimat yang prihatin tapi dengan nada santai.
"...Apa? Maaf, gak denger. Rame!" Ucapku berpura-pura budeg mendadak.
"Emang sih, kedengarannya rame. Tapi gak mungkin, ah! Kau kan fobia fans!" Ucap Nozomu masih gak percaya.
"Yeeeh, ni manusia kagak percaya... Suwer deh! Beneran! Liat aja aku di A*col!" Ucapku agak gondok sama temenku yang gak percaya satu ini.
"Sip dah! Otw An*ol nih! Awas ya kalo gak ada!" Kata Nozomu yang membuatku naik pitam. Udah tau kita di Tokyo malah mau ke A*col. Harga pesawat mahal mas.
"Kamu naik pesawat ke An*ol, aku doain pesawatnya meledak sebelum berangkat." Ucapku sebelum aku menutup sambungan teleponnya dengan gondok. Gara-gara temenku yang ternyata habis salah minum oli yang dia pikir Aq*a gara-gara ditaruhnya di botol Aq*a.
Saat aku melihat ke game center itu lagi, aku melihat sudah tidak ada Yume disana. Mungkin mereka pergi ke dalam?
Aku segera menelepon Yume, kuharap dia mau kuajak pulang. Aku ingin tidur sekarang...
"ya? Subaru-kun?" katanya dari sana.
"Yume, ayo kita pulang. Aku ngantuk." Ucapku meminta pulang pada Yume.
"Yaudah, sana pulang. Ajak...Mampus, SUBARU-KUN." Ucapnya yang tiba-tiba membuat telingaku sakit dalam sekejap. Apa lagi!?
"I-Ichigo gak ada, Subaru! GAK ADA!."atanya yang terdengar panik berhasil membuatku ikut panik.
"Ya-yaudah! Aku cari dulu" ucapku langsung menutup sambungan telepon dan langsung berlari.
Mampus! Sampe gak ketemu, mati aja di tangan kepala sekolah!
Yume POV
Disaat Yang Sama
duh... Yume, kau bego! Kenapa Ichigo bisa hilang!?
Sebaiknya aku segera per-
"Sekarang kita akan memilih juara! Jika pemenangnya tidak hadir, maka hadiah akan diberi pada orang lain! Jadi untuk yang telah berpartisipasi, diharapkan tetap disini! Siapa tahu, anda yang menang!" Ucap sang penggelar acara.
Nanti saja deh, paling nanti Ichigo juga ketemu kan?
Yume POV End
Kembali Ke Subaru POV
"Sial! Ichigo! Kamu dimana!?" Ucapku berlari di tengah kerumunan orang. Aku berlari sambil memegang hoodie-ku agar tidak terbuka saat aku berlari.
Ah! Apa jangan-jangan...
Yume tidak ada disini, Ichigo memang sedang hilang.
Jangan-jangan, yang sebetulnya kesesat itu... AKU SENDIRI!?
Yume! Kau dimana!? Aku gak tau balik ke sana jalannya kemana!
Yume POV
Disaat Yang Sama
badanku bergetar hebat, aku seakan tak percaya aku harus melakukannya.
Ini... Hari yang paling membahagiakan di hidupku! Sekarang jalan-jalan dengan Hime-senpai bukan impian!
"Selamat kepada anda! Anda mendapatkan hadiah jalan-jalan dengan S4! Tarian anda di lagu itu juga sangat Indah, apa jangan-jangan anda adalah seorang idol!?" Ucap sang penyelenggara menyelamatiku.
"Ah! Iya juga! Kakak itu seperti Yume Nijino!" Ucap salah satu peserta ikut memberi tahu jati diriku yang asli.
"Ah... Aku memang fans-nya Yume Nijino! Makanya aku mengikutinya! Dan namaku itu Yumeko Shibuki!" Ucapku dengan alasan yang memang kusiapkan. Untunglah aku menguncir model buntut kuda di rambutku.
"Kalau begitu, kami minta tanda tanganmu! Siapa tahu kau akan jadi idol terkenal dengan tarian selihai itu! Kau punya aura idol yang indah!" Ucap beberapa orang lain juga mulai melihatku sebagai Yume dan mulai meminta tanda tanganku.
Yasudahlah, toh, tak ada yang harus kulakukan setelah ini kan?
Subaru POV
"...SIALAN!" Ucapku yang sudah muak. Aku sekarang menjadi fobia tempat ramai sekarang.
Aku yang kesal tanpa sadar menyenggol lengan seseorang. Dan orang itu langsung memasang gas.
"Apa-apaan sih!? Jalan itu pake..." Ucapnya yang awalnya sangat nge-gas itu tiba-tiba berhenti berbicara dan terkesima denganku.
A-aku yang baru teringat akan sesuatu segera mengetahui sesuatu dan segera memegang sekitar kepalaku apakah aku masih memakai...
"Eh, Itu kayak si leader di M4 itu kan?"
"Eh!? super male idol Itu kan!?"
"ya ampun! Dia pasti kesini mau ngajak aku kencan!"
"Subaru-kyun! Daisuki~~~"
"Subaru-kyun! Foto bareng yuk!"
"KYAAAA! DEMI APAPUN! SUAMI DATENG KESINI!"
"NIKAHIN AKU MAS! JADI ISTRI KEBERAPA JUGA GAK MASALAH!"
.
.
.
.
.
.
.
...MATI!
Udah, Subaru! Kayak gini mending...
Aku langsung nge-sprint menghindari mereka yang mulai menggila melihatku. Fans kelas kakap memang sangat mengerikan!
Yume, Nozomu, Kanata, Asahi, atau Ichigo juga boleh...
TOLONG!
Someone POV
Aku baru saja sampai didepan taman bermain itu, dan aku melihat ada anak kecil yang sedang mengambil balon helium sendirian. Dan aku mendatanginya.
"Hai, ap-"
"Kakak mau apa!?" Katanya yang sangat berhati-hati untuk seumurnya. Anak ini tumbuh dengan pintar.
"He- hei... Aku hanya bertanya, apa kau sendirian? Kemana orang tuamu?" Tanyaku untuk membuat suasana lebih nyaman.
"...Aku sama kakak-kakakku tahu! Aku gak sendirian! Gak kayak kakak yang sendirian doang!" Ucapnya yang tentu membuatku sangat terkejut dengan kata-katanya yang dewasa, ditambah dengan ucapannya yang sangat sakit di bagian terakhir...
"Hm... Jadi gak masalah kan kalo kakak temenin kamu ketemu Kakak-kakakmu lagi?" Tanyaku dengan senyum ramah kebanggaanku.
"Hm... Yasudah! Anterin aku balik ke Ti*e Z*ne disana, ya~~"ucapnya yang langsung memintaku ke tempat itu. Ternyata anak-anak tetap anak-anak, ya.
Aku menggenggam tangan kecilnya itu. Tapi mungkin karena aku terlalu tinggi aku harus sedikit membungkuk untuk memegang tangannya.
"Kakak, kalo sulit menggenggam tanganku. Kakak gendong aku saja!" Katanya yang membuatku kembali tersenyum ramah dan menggendongnya.
Entah mengapa, aku merasa. Anak ini berhubungan dengan Subaru juga Yume-chan.
Yume POV
Sekarang aku sudah keluar dari 'game center pemberi keberuntungan' itu, sekarang... AKU HARUS MENEMUKAN ICHIGO!
Ichigo! Sekarang kamu dimana!? Aku akan menemukanmu! Tunggu!
Sial, kerumunan orang banyak memang sangat melelahkan. Aku juga tidak tahu dimana Subaru!
"Subaru! Ichigo!" Teriakku di antara kerumunan orang sekarang. Tentunya dengan hasil yang sangat nihil berhasil di kondisi seperti ini.
Dan saat itu aku melihat...
Ichigo... Digendong sama orang yang tidak kukenal.
Orang yang sangat tertutup, dia memakai kacamata hitam dan topi di cuaca yang sejuk ini.
Berarti... Berarti...
Aku segera berlari kearahnya, dan...
"MAMPUS KAU! DASAR PENCULIK ANAK KECIL!"
.
.
.
.
.
.
.
DUAK!
Aku berhasil menendangnya dengan kakiku, pelatihan menjaga diri dari stalker gila ternyata berguna!
"A-a... Sakit..."
...Tunggu...
"Kak Yume! Kak Nozomi gak jahat!" Ucap Ichigo mendekatiku dengan ambekannya.
I-itu kan...
"Haha... Yume-chan, ternyata tendanganmu luar biasa"
Mustahil, mustahil, mustahil! Demi histeria di A*col! (?)
"Akumintamaafakumintamaafakumintamaaf!" Ucapku Tampa jeda, "aku minta maaf! Nozomu-kun!"
"Aku minta maaf, Nozomu-kun! Ada yang terluka atau sakit!? Atau... Jangan-jangan ada yang patah!?" Ucapku panik dan meminta maaf didepannya.
"A-Anu... Gak masalah kok, Yume-chan," ucap Nozomu-kun dengan nada bicaranya yang selalu lembut itu. Ah... Aku semakin merasa bersalah...
"Serius, gak apa-apa!?"
"Gak apa-apa..."
"Hm... Apa yang bisa kulakukan kalau begitu!? Traktir!? Atau hadiah jalan-jalan dengan S4!?" Ucapku masih dengan nada bersalah, aku bahkan tak masalah memberinya kesempatan jalan-jalan dengan S4 itu!
"Hm... Aku boleh bertanya?" Ucapnya menanyakan.
"Apapun! Jika itu membuatmu memaafkanmu!"
"Baiklah... Kalau begitu..." Ucapnya sambil berpose berpikir, "apa kau menjaga Ichigo dengan Subaru-kun? Dan tidak tinggal di asrama lagi?"
Aku hanya terdiam, tubuhku kaku saat ia menanyakan.
Aku tahu, cepat atau lambat orang-orang akan tahu tentang aku, Subaru, juga Ichigo.
TBC (To Be Continued)
Note From Me :
Heya! Kembali lagi! Maaf agak lama, kali ini chapternya lebih panjang dari sebelumnya, jadi selamat menikmati!
Untuk review, makasih untuk 'Elza Forte' dan tentunya 'Koniko Ninov' yang tidak pernah berhenti absen mereview~~~
Ditambah, ada Extra lagi~~ semoga kalian suka~~
See You On Next Chapter~~
EXTRA
Nozomu POV
hm... Hari ini membosankan, tidak ada Subaru rasanya bosan.
Jadwal pelajaran baru ada sore, pekerjaan malam.
Apa yang harus kulakukan?
"DEMI APA!?" Teriak Asahi terkejut melihat ponselnya sendiri.
"Hoi! Berisik!" Marah Kanata dari lantai atas.
"Kanata, jangan marah. Apa, Asahi?" Ucapku mencoba menenangkan dan bertanya pada Asahi.
"Hei! Lihat!" Ucap Asahi memberikan ponselnya dan aku mengecek sosial medianya.
.
From Subaru-sama
'Lagi Di A*col! (Bukan, Di Disneyland Tokyo)'
30 minutes ago
.
...dia bukannya fobia fans!? Tapi... Pftt...
"Ah dia bersama Yumeno S4! enaknya bisa kencan dengan Yume kesana... Aku juga mau deng-" ucap Nozomu-kun yang terpotong oleh ucapan Kanata.
"Asahi, jangan mengataiku!" Ucapnya menarik baju Asahi ke ruang latihan.
Aku hanya diam melihat foto gerbang dengan hastag bersama Yume.
Aku...
Aku memegang ponselku dan meneleponnya, semoga saja dia mengangkatnya.
"Halo? Aku hanya ingin bilang shift pekerjaanmu banyak!"
Aku, akan menghancurkan kencan mereka!
EXTRA END
