Aku datang bawa Chap. 4!
Heheheh..
Pleaseeeeeeeeeeeeeee! tinggalkan reviews..
m(^_^)m Deep bow, nih! Author..
Selalu ditunggu santunan reviewsnya!?
...
Silahkan menikmati bagi Readers..
Tapi, buat Siders! semoga bulan ramadhan nanti kalian dapat hidayah!
...
Reviews!
Learn Four
Disebuah ruang keluarga disebuah apartement pent house. Sepasang pengantin baru tengah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Sang yeoja tengah serius dengan buku novel yang tengah iabaca,terlihat santai diatas sofa besar panjang dan si nampyeon tengah asik bermain games dari psp-nya sambil meletakkan kepalanya diatas paha sang isteri. Sedangkan tivi terus menyala tanpa digubris oleh tivi yang menonton mereka.
Sudah dua jam, setelah pasangan baru ini kerja bakti membersihkan dapur dan tentunya setelah mereka membersihkan diri mereka akibat ulah semalam keduanya ditempat tidur, keduanya terlena dengan suasana tenang dan santai seperti ini. Jarang-jarang mereka bisa bersantai tanpa diganggu dering telepon tentang pekerjaan.
Sesekali umpatan kesal keluar dari Kyuhyun si nampyeon jika dia gagal atau meleset melawan musuhnya, berdecak sebal, bergumam kesal, dan tak jarang ia memaki benda virtual tersebut. Dan sikapnya itu sering dapat teguran dari Sungmin si isteri yang merasa terganggu oleh suara yang dibuat Kyuhyun.
" Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinng….!,"
" Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinng…!," bunyi telepon akhirnya yang menyadarkan keduanya, Kyuhyun langsung mempause gamesnya dan Sungmin mengalihkan pandangannya dari novelnya.
" Kyu~~ kau yang angkat, nde?," Sungmin lebih dulu memerintah Kyuhyun, ia tersenyum pada si namja. " Aah~~ kau ini!," protes Kyuhyun, tapi dia tetap melakukannya. Kyuhyun bangkit dari sofa dan mengangkat telepon wireless tersebut dengan agak malas. Sungmin yang terkikik melihat sikap penurut Kyuhyun.
Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya disebelah Sungmin sambil menempelkan telepon tersebut ketelingannya." Nde.. kediaman Keluarga Cho Kyuhyun! Yeobeoseyo..," sapa Kyuhyun dengan nada suara dibuat seramah mungkin, Sungmin senyum-senyum kecil saat mendengar sapaan Kyuhyun, dia sadar bahwa sekarang mereka telah dan sedang membangun sebuah keluarga.
" Oh.. Eomma! Waeyo kau menelepon? Tidak bisakah sehari saja tidak menghubungi kami, haah?," ujar Kyuhyun sebal dan tidak suka. Sungmin menyiku perut Kyuhyun agar tidak bicara blak-blakkan seperti itu pada Eommanya.
" Nde.. MENANTU KESAYANGANMU SEDANG DUDUK DISEBELAH ANAKMU!," jawab Kyuhyun dengan penuh penekanan dan sedikit meninggikan suaranya agar Sungmin tahu, bahwa mertuanya itu menanyakannya.
" YAA.. KAMI MAKAN DENGAN BAIK, DAN BAHKAN AKU RELA TURUN KEDAPUR MEMASAK UNTUKNYA, EOMMA!," ujar Kyuhyun semakin menjadi, jujur ia agak cemburu dengan Sungmin, karena sang Eomma hanya mengkhawatirkan menantunya saja ketimbang anak kandungnya.
Sungmin terkekeh renyah, " EOMMAAAAA… GOTJIMAL! ANDWEE PERCAYA PADA SETAN INI! YANG ADA DIA MALAH MENGHANCURKAN DAPUR.. KAMI JADI, TERPAKSA MEMESAN MAKANAN!," adu Sungmin dengan berteriak dari belakang Kyuhyun.
" Yaak! Minnie..ssttt! Kau mengadu!," sungut Kyuhyun pada Sungmin yang tidak bisa menjaga rahasia.
" Itu dapurku, Eomma.. terserah mau aku apakan dengan bagian itu," jawab Kyuhyun asal. Ia memutar matanya malas mendengar nasehat sang Eomma.
" Ya.. Aku dengar Soo-ah hari ini akan menerima pengumuman dari Konkuuk?," tanya Kyuhyun yang menanyakan yeosaengnya. " Ottokhae? Dia diterimakan di kampus itu?,". " Pintar seperti biasanya. Aku yakin Aboji sangat bangga padanya, dan akan memamerkannya pada teman-temannya dan rekan bisnis," tebak Kyuhyun yang sangat mengenal sang Aboji yang menganak emaskan yeosaengnya itu.
" Bisa-bisa Soo-ah dijodohkan! Hehehehe…," canda Kyuhyun membayangkan Abojinya tengah sibuk membanggakan yeosaengnya itu sambil mempromosikan Kyungsoo pada rekan dan kolega bahkan teman-temannya untuk dijadikan menantu yang berkualitas. Atau malah sebaliknya, akan banyak yang menawari Aboji untuk mengenalkan Kyungsoo pada anak-anak mereka, atau menyarankan mengikuti blind date. Sangat konyol dan kolot, tapi tidak menutup kemungkinan Kyungsoo mau melakukannya, secara yeoja itu adalah anak paling penurut dari keluarga polos yang hidupnya jauh dari ditengah lingkaran setan seperti dirinya dan Sehun, dan terkadang eommanya bisa menjadi ratu setan yang paling menakutkan bila dia sedang murka.
" Oh.. bagaimana kabar Sehunnie? Dia tidak membuat kalian dipanggil ke sekolah,kan hari ini? Hehehehe," sekarang Kyuhyun menanyakan namsaengnya, ia terkekeh membayangkan wajah kesal bumonimnya jika anak itu sudah terlibat masalah. Mengingatkan tentang masa lalunya yang tidak jauh berbeda dari Sehun; The Second Troublemaker.
" Dia menuruni sikapku bukan? Eomma lupa? Eomma dan Aboji sendiri yang bilang Sehun adalah kloninganku! Jadi, terima dan jalani saja..suatu saat bocah itu akan bosan dan lelah bersikap semena-mena. Seperti diriku..ada fasenya dia berfikir menjadi lebih dewasa," balas Kyuhyun yang berkata bijak diakhir ucapannya. Membuat Sungmin tersenyum saat mencuri dengar percakapan ibu dan anak itu.
Terjadi keheningan diantara ibu dan anak itu beberapa saat, membuat Sungmin mengerutkan keningnya bingung." Waeyo, Kyu?~~," tanya Sungmin tanpa suara hanya menggerakkan mulutnya. Kyuhyun menggedikkan bahunya tidak tahu,
" Eo-Eomma..," sapa Kyuhyun pelan pada lawan bicaranya diline sana.
Dan kembali terdengar suara eomma dan langsung mengajukan pertanyaan, " Mwo!? Yak..tentu saja aku bahagia! Jeongmal Haengbokkae.. Eomma!," ujar Kyuhyun antusias, ia segera mendekap Sungmin dalam rangkulannya. Membuat Sungmin semakin bingung, tapi ia juga tidak menyangkal senyumnya saat menangkap perkataan Kyuhyun.
Disebrang sana dapat Kyuhyun tangkap desahan nafas Eomma, " Eomma.. gwaenchana?," tanya Kyuhyun saat kembali tidak ada respon dari eomma beberapa detik. " Eomma.. eomma masih tersambung?," tegur Kyuhyun lagi, membuat wajah tampannya memasang tampang bingung. Begitu juga Sungmin yang ikutan melepas rangkulan Kyuhyun dan menatap Kyuhyun ingin tahu. Kyuhyun menggeleng kearah Sungmin.
" Eommaaaaaa~~ hellooo…!," panggil Kyuhyun lagi mulai agak tidak sabaran.
" Akh!," suara eomma terkejut. " Syu-syukurlah kalian bahagia.. mmh, Kyu-," eomma kembali memulai percakapan dan sedikit menggantung kalimatnya. " Waeyo.. sedang terjadi masalah? Aboji?Sehun? A-atau..yang lain?," tanya Kyuhyun.
Sungmin semakin menatap Kyuhyun ingin tahu, ia langsung meletakkan novelnya dimeja saat sepertinya ada sesuatu yang tidak beres." Tidak… anak itu sepertinya aman-aman saja hari ini," jawab eomma disebrang sana meluruskan.
Kyuhyun tetap saja merasa sang eomma mencoba menutupi sesuatu. " Eomma.. Saranghae!," celutuknya tiba-tiba, membuat eomma agak terkejut begitu juga Sungmin, yeoja itu tersenyum hangat melihat dan mendengar sikap lembut Kyuhyun pada Eommanya itu.
" Nado..," respon Eomma singkat. " Akh!.. kapan kalian akan berbulan madu?," tanya Eomma tiba-tiba, membuat Kyuhyun mengernyit bingung dan menoleh pada Sungmin yang tengah ikut mendengarkan.
Sungmin menggeleng polos, " Ah.. so-soal itu.. mmh!," ujar Kyuhyun terbata, sesekali ia menatap Sungmin yang terlihat tenang. " Ka-kami harus menyesuaikan dengan jadwal kerjaku, Eomma.. Kalau Minnie dia, sih bisaambil waktu kapan saja," sambil tersenyum tanpa dosa kearah Sungmin yang tengah mendeathglarenya, tidak terima dengan ucapan nampyeonnya itu.
" Aigoo.. coba kau bicarakan pada Aboji, Kyu! Tidak seharusnya kalian, pengantin baru menghabiskan waktu dipent house-mu itu! Ajak Sungmin jalan-jalan.. habiskan waktu berdua kalian jauh dari Korea.. tidakah kalian bosan? Hanya dirumah berdua.. aissh! Eomma dan abojimu saja hamper satu bulan menghabiskan honey moon dengan keliling Eropa dan China..," kenang sang eomma.
Kyuhyun tersenyum mendengarnya. " Eomma tenang saja, kami akan pergi honey moon jika waktunya sudah tepat," Kyuhyun mencoba meyakinkan.
" Segera pergunakan tiket perjalan honey moon pemberian Mertuamu itu, Kyu!," titah sang eomma. Kyuhyun mengangguk, tanpa bisa terlihat Heechul.
" Nde, Eomma~~ tenang saja, kalau kami sudah siap.. kami akan berangkat honey moon," salip Sungmin yang ikut angkat bicara. " Minnie.. saying eomma harap jangan menyia-nyiakan hadiah dari Bumonim itu!," jawab Eomma.
Sungmin tersenyum, reflek Kyuhyun mengusak sayang kepala yeoja itu. " Tentu.. lagi pula Appa dan Eomma tidak terlalu memaksa dan ada masa berlakunya," terang Sungmin lagi.
" Ah~~ terserah kalian sajalah! Suami istri jaman sekarang memang aneh!," keluh eomma mengalah pasrah. Sungmin dan Kyuhyun saling berpandangan dan terkikik bersama mendengar ucapan sang eomma.
" Satu lagi! Kalian tidak perlu cepat-cepat meberi kami cucu," sambung eomma tiba-tiba, membuat keduanya terdiam bingung.
" Maksud Eomma apa? Aigooo.. baru kali ini aku dengar ada seorang mertua merintah untuk menunda memiliki anak?," ujar Kyuhyun dengan nada bercanda. " Kalian berdua jangan terlalu memaksakan!," sambung eomma yang terdengar serius.
Kyuhyun saling bertatapan, " Aniyo.. Aku dan Kyunnie tidak terlalu ngotot, kok Eomma! Tenang saja..," timpal Sungmin. " Nde.. baguslah! Eomma belum siap memiliki dua cucu sekaligus," ujarnya lagi, dan masih dengan nada serius.
Kyuhyun berkerut, tiba-tiba jantung berdebar dan tangannya berkeringat dingin. " Eomma!," sapanya tegas. Sungmin menatap bingung Kyuhyun yang tiba-tiba berubah.
" Eomma.. apa Soo-ie ada dirumah?," Kyuhyun bertanya mengenai Kyungsoo. Tidak ada respon, " Eomma.. apa yang terjadi? Katakan!," pinta Kyuhyun penuh penekanan.
Sungmin terlihat kebingungan dia belum mengerti. " Eomma.. pasti terjadi sesuatu!," Kyuhyun menaikkan sedikit nada suaranya, karena masih belum ada repon dari Eomma. Yang terdengar hanya desahan dan pada akhirnya, satu isakkan lolos dan terdengar jelas oleh Kyuhyun.
" Aboji dimana?," tanya Kyuhyun yang gak terlihat resah dimata Sungmin. " Waeyo, Kyu?," tanyanya hati-hati, tapi tidak terlalu direspon oleh Kyuhyun. " Kyuhhhh~~," lirih sang Eomma lemas dengan suara bergetar.
" Eomma!," bentak Kyuhyun kehilangan control, membuat Sungmin ikut tersentak kaget. Kyuhyun melihat wajah bingung, cemas, dan kesal Sungmin. Kyuhyun mendesah, dan mulai melunak. " Mian.. bersiaplah! Kita akan kerumah Eomma," titah Kyuhyun pada Sungmin.
" Ada apa, Kyu?," tanya Sungmin sebelum meninggalkan ruang keluarga itu. Kyuhyun tersenyum menenangkan, " Aku hanya ingin memastikan," ujarnya lembut. Dan kembali fokus dengan telepon, setelah Sungmin benar-benar pergi.
" Kyuhhh~~ tolong Kyungsoo! Aboji.. aboji.. dia ada dikamar Soo-ie.. hiks.. hiks!," akhirnya eomma buka suara juga disertai isakkan.
" Wae.. eomma tidak menghalangi Aboji?," ujar Kyuhyun mengontrol nada suaranya. " Ada Jay Ahjusshi disini.. dia.. hiks.. hiks.. yang telah memeriksa Soo-ie," balas Eomma yang masih terisak.
" Itu pasti.. salah.. Jay Ahjusshi, kan bukan Dokter kandungan!," Kyuhyun mencoba mengelak. Ia mengeleng frustasi, mencoba untuk tidak percaya.
" Kyungsoo-ah~~ muntah-muntah sejak pagi, wajahnya pucat, Kyuuuh~~! Hiks.. hiks..," racau sang eomma tidak bias control lagi. " Ahk! Ayolah Eomma.. jangan menangis seperti itu! Itu pasti salah!," Kyuhyun memijat pelipisnya kasar.
" Kyuhyunnn~~ Sebentar lagi Kibummie akan datang untuk memeriksa ulang," cerita Eomma yang mencoba untuk menormalkan dirinya. " Baiklah! Aku dan Sungmin akan segera kesana! Dan memastikannya langsung! Dan aku yakin itu hanya salah diagnosa saja!," tutur Kyuhyun final, mengakhiri percakapan dengan sang eomma sepihak.
Kyuhyun menjatuhkan tubuhbya kasar kesofa, bersamaan dengan kemunculan Sungmin yang sudah bersiap dengan pakaiannya, terlihat simple ( Trouser pants berwarna hijau mint dengan t-shirt lengan panjang berwarna abu-abu berkerah turtle neck yang pas ditubuhnya ) sambil membawa trench coat cokelat muda milik Kyuhyun, dan rambutnya diikat poni tail dengan poni.
Ia terlihat khawatir melihat Kyuhyun yang tengah memejamkan matanya sambil bersandar disofa. Ia Nampak lelah, wajahnya memerah. Entah apa yang sudah terjadi.
" Kyu~~!," sapanya. Kyuhyun reflek membuka matanya dan menoleh pada Sungmin yang berdiri dihadapannya sambil tersenyum. " Kau sudah siap?!," Sungmin mengangguk.
Kyuhyun berdiri dari duduknya dengan cepat dan mengambil trench coatnya dari tangan Sungmin. " Kau tidak ganti baju?," tanya Sungmin memandang Kyuhyun dari atas hingga bawah ( blue jeans dan grey t-shirt ), melihat betapa simplenya sang suami.
" Tidak ada waktu, hanya kerumah eomma saja.. mmh!," respon Kyuhyun yang langsung menarik lengan Sungmin keluar dari apartement mereka.
Langkah Kyuhyun tergesa, Sungmin terlihat kepayahan mengikuti Kyuhyun ditambah tangan keduanya saling bertautan. Kyuhyun tidak banyak bicara, ia masih bungkam.
" Kyu-," ucapan Sungmin terputus. " Nanti saja bertanyanya, Min! aku juga belum terlalu yakin," salip Kyuhyun tanpa menoleh pada Sungmin yang tengah khawatir.
Keduanya menuju parkiran, menuju mobil Bentley EXP 9 SUV keluaran terbaru dari Eropa berwarna hitam metalik. Kyuhyun duduk dibalik kemudi dan Sungmin duduk disebelahnya, dan langsung melaju meninggalkan parkiran apartement dengan kecepatan sedang.
Kyuhyun tampak serius menatap jalanan tanpa menhiraukan tatapan khawatir dan ingin tahu yang dipasang olah Sungmin padanya. " Apa yang terjadi?," tanya Sungmin mencoba memecah keheningnan.
Tidak ada jawaban dari Kyuhyun. Sungmin mendesah pasrah kalau Kyuhyun sudah begini. Ia lebih memilih menatap keluar, hingga tiba-tiba sevelah tangan Kyuhyun menggenggam lengan Sungmin dan agak meremasnya pelan. Sungmin reflek menoleh.
Kyuhyun tersenyum sekilas pada Sungmin yang menatapnya bingung. " Apa ada hubungannya dengan Kyungsoo-ah, Kyu?," kembali Sungmin mengajukan pertanyaan.
" Mmmh.. entahlah," ujar Kyuhyun yang kembali memperhatikan jalanan Seoul yang cukup padat. " Semoga bukan sesuatu yang buruk~~," balas Sungmin berharap yang disetujui anggukan oleh Kyuhyun.
Butuh waktu agak lama untuk Kyuhyun menuju rumah bumonimnya, jarak apartemen mereka terbilang cukup jauh dari rumah. Bisa memakan waktu satu jam lebih, tapi jarak dari perusahan kerumah tidak terlalu jauh.
Mobil SUV Kyuhyun memasuki kawasan perumahan elit. Dan langsung berbelok ke kanan menuju blok rumahnya. Gerbang kayu mahoni besar langsung menyambut mereka. Rumah bergaya moder abad pertengahan yang dikelilingi tembok batu, seperti kastil ditengah kota.
Kyuhyun menekan klakson mobilnya, tidak lama pagar bsar itu terbuka secara otomatis. Dan langsung terlihat dua penjaga bertubuh tegap beseragam menyambut mereka, sedikit membungkuk saat tahu siapa yang datang.
Dengan anggun dan rapi mobil itu langsung terparkir tepat didepan pintu masuk. Sebelumnya ia sudah melihat mobil sedan hitam sudah terpakir disisi lain halama rumahnya, yang sangat ia kenal sebagai mobil Kim Ahjusshi atau Jay Ahjusshi dan mobil SUV lainnya berwarna putih yang (lagi) ia kenal milik keluarga kecil Choi; yaitu Choi Siwon dan Choi Kibum. Mematikan mesin, lalu membuka seat beltnya dengan cepat. Kyuhyun keluar terlebih dahulu dan langsung membukakan pintu untuk Sungmin. Keduanya langsung bergandengan memasuki area rumah.
Tanpa ketuk pntu Kyuhyun langsung berhambur masuk kedalam kerajaan keluarga Cho. Rumah yang sudah ia kenal, ia tempati dari hayat dikandung badan hingga ia kuliah.
Kyuhyun melangkah cepat membelah koridor besar rumah bumonimnya menuju ruang keluarga.
Kyuhyun dan Sungmin tiba diruang keluarga masih dengan tangan saling bergandengan yang langsung disambut oleh 3 orang dewasa dan dua anak kecil. Ada Sang Eomma yang langsung berdiri dan berhambur kedalam pelukkan Kyuhyun, otomatis gandengannya pada tangan Sungmin terlepas. Eomma langsung terisak.
Ada Jay Ahjusshi yang langsung memaksakan senyum pada Sungmin dan Kyuhyun, beliau berjalan mendekati Sungmin dan langsung ikut memeluk yeoja itu sebentar diikuti seorang namja manly yang tengah menggendong seorang yeoja kecil yang tengah tertidur sambil memeluk boneka teddy bear hitamnya berdasi merah.
" Sungmin-ah! Kau baik?," sapa Jay Ahjusshi. " Aku baik Ahjusshi," balas Sungmin singkat sambil tersenyum ramah pada lelaki itu. Kyuhyun sedikit melirik pada Jay, hanya melemparkan sebuah senyum simpul.
" Hai, Min!," sapanya sambil mencoba memeluk yeoja itu sebentar. Sungmin tersenyum. " Jinri tidur, Wonnie?," tanya Sungmin berbasa-basi sambil membelai rambut panjang yeoja itu. Siwon atau Wonnie itu mengangguk.
" Hai.. hai.. Junhong!," sapa Sungmin yang langsung merubah suaranya seimut mungkin dan semanis pada namja kecil yang tengah terduduk asik di sofa sambil memainkan psp silvernya. " Annyeonghaseyo.. Min Imo!," balasnya dengan suara ceria khas anak berumur 4 tahun.
Kyuhyun mengelus-ngelus punggung sang eomma yang masih bergetar, Sungmin melihat sedih ibu dan anak itu. Sebenarnya apa yang terjadi?. Pertanyaan seperti itulah yang menggelayuti hati dan otaknya saat dirumah dan selama perjalanan kemari.
Heechul melepas pelukkannya, ia menghapus sisa airmatanya. Dan bersikap senormal mungkin. Heechul langsung tersenyum pada sang menantu, dan gentian memeluk yeoja itu erat. " Maaf mengganggu waktu kalian Minnie sayang~~," bisiknya. " Gwaenchana Eommamin," ucap Sungmin seraya pelukkan keduanya terlepas.
" Hai.. Hyung!," sapa Kyuhyun yang menjabat lengan namja manly itu. " Dia tidur?," tunjuk Kyuhyun pada anak yeoja Siwon –Jinri- yang tertidur. Siwon mengangguk sambil tersenyum, memperlihatkan dimple menawannya (kata orang-orang).
" Yo~~! Jagoan..!," Kyuhyun langsung mencubit gemas pipi chubby si bungsu keluarga Choi, membuat si bocah meringis sakit. Ia mendelik tajam pada Kyuhyun, " Appo~~ Ahjusshi~~," sungutnya pelan yang langsung mengacuhkan Kyuhyun.
Kyuhyun terkekeh tanpa dosa. " Jadi.. dimana Kibummie?," tanya Sungmin memulai percakapan. Ia menatap Siwon, Heechul, dan Jay Ahjusshi bergantian. Siwon tersenyum tenang, " Dia masih diatas.. memeriksa Kyungsoo-ah," jelasnya.
Sungmin mengangguk kaku, ia menoleh pada Kyuhyun yang duduk disebelah Junhong, ekspresinya tidak terbaca. " Lalu… Abonim, eodi?," kali ini Sungmin menanyakan sang ayah mertua yang tidak terlihat duduk bersama mereka.
Sungmin melihat pada Heechul yang terlihat gugup, salah tingkah. Heechul mencoba memaksakan senyum pada Sungmin. " Aboji.. ada diruang kerjanya," katanya singkat. " Oh..," respon Sungmin tanpa suara.
Lagi. Sungmin mencoba melihat pada Kyuhyun yang masih belum bergeming. Hingga terdengar sebuah langkah dari lantai atas menuju lantai bawah, ternyata seorang yeoja berpakaian casual –jeans tiga per empat dan blouse hitam berkancing tanpa lengan- sambil menjijing tas kerjanya, yang berisi alat kedokteran.
Sungmin segera menyapa yeoja bersurai hitam itu dengan antusias, " Bummie-ah~~!,". " Akh! Pengantin baru kita rupanya," seru Kibum membalas sapaan ceria Sungmin, keduanya saling beradu pipi. Yeoja itu langsung memaksakan sebuah senyyuman untuk orang-orang disana yang tengah menunggunya.
" Hai! Kyuhyun-ah~~," sapanya saat mata Kibum beradu dengan Kyuhyun yang tengah menatapnya cukup dalam. Kyuhyun hanya diam tidak membalas sapaan Kibum.
" Jadi.. bagaimana, Bummie-ah?," tanya Heechul was-was menatap ingin tahu pada Kibum. Senyum Kibum langsung luntur, ia merubah ekspresi wajahnya menjadi serius. Ia menatap bergantian Jay Ahjusshi dan Heechul, lalu menatap Sungmin yang sedang memasang wajah bingung, dan Kyuhyun yang tampak tenang tapi, seperti bom waktu.
Kibum melirik Siwon sang suami, dan melihat pada si bungsu yang masih anteng dengan mainannya, seakan mengerti Siwon tersenyum. " Ahjummah!," panggil Siwon pada Heechul. " N-nde.. Wonnie," balas Heechul yang langsung melihat pada Siwon.
" Apakah tawaran meminjamkan kamar untuk menidurkan Sulli masih berlaku? Aku pegal juga menggendongnya seperti ini.. dan sepertinya Zelo pun ingin istirahat," ujar Siwon menanyakan penawaran Heechul saat mereka datang dan melihat Sulli tidur.
Heechul tersenyum kaku, ia lalu mengangguk antusias. " Zelo! Cukup bermainnya! Ayo.. kita tunggu Eomma diatas!," titah Siwon pada Zelo, dan untung saja bocah itu tidak mencoba melawan. Siwon mengulurkan tangannya yang bebas untuk mengenggam tangan kecil Zelo, menuntunnya. " Pamit dengan Samchon, Ahjummah, Halmeoni dan Haraboji!," perintah Siwon lagi pada si bungsu Choi, untuk pamit pada orang-orang dewasa tersebut.
" Minnie Ahjummah, Kyu Samchon, Jay Haraboji, dan Heenim Halmeoni.. Zelo pamit! Good Night.. Everyone!," ucap Zelo ceria khas anak kecil sambil membungkuk 90 derajat. Sungmin dan Jay Ahjusshi terkekeh melihatnya.
" Night! Bye.. Zelo~~," balas Jay pada anak itu. " Kau bisa.. memakai kamar tamu dilantai dua, pintunya berwarna cokelat!," jelas Heechul sambil mengarahkan Siwon. " Aku akan segera kembali," bisiknya pada Kibum, yeoja itu hanya mengangguk.
" Bye.. Mom!," pamit Zelo pada Kibum sebelum ketiga naik kelantai dua. " Bye.. my little hero!," balas Kibum tersenyum lembut pada anaknya. Sungmin ikut tersenyum melihat keluarga kecil Choi, begitu hangat dan manis. Pikirnya, dan ia pun ingin segera seperti itu dengan Kyuhyun. Ia melirik Kyuhyun sekilas, namja itu masih diam tidak terbaca ekspresinya.
" Nde.. baiklah," Kibum membuka percakapan. Lagi-lagi ia melihat pada Heechul yang tengah menatapnya tidak sabar bercampur rasa cemas. Kibum menghelas nafas pendek, " Aku.. aku.. juga bingung dan sangat terkejut. Tapi, kita tidak bisa menutup-nutupinya juga bukan?," ujarnya memasang wajah tenang, sesekali ia melirik Jay Ahjusshi yang seperti sudah tahu apa jawabannya. Ia mengangguk pelan pada Kibum, member tanda untuk dia melanjutkan.
" Ige!," Kibum menunjukan sebuah benda berbentuk seperti stik pada Heechul Ahjummah. Benda yang biasa digunakan oleh perempuan (khususnya yang sudah menikah) untuk mengetes apa dia hamil apa tidak, yang biasa kita sebut; testpack.
Heechul Ahjummah menerimanya dengan ragu, tangannya bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca. " Kita akan mengetahuinya, lihat saja..," titah Kibum pelan. Heechul sejenak memejamkan matanya lelah dan berdoa garisnya satu (negative).
Dan Tuhan tidak mendengar doanya saat ini, matanya membulat sempurna dan airmata langsung meleleh keluar. Heechul hamper ambruk, dengan sigap Jay Ahjusshi menahan tubuhnya. Testpack itu terjatuh dilantai, menunjukkan dua garis merah.
Sungmin memungut benda itu, ia langsung membekap mulutnya. Ia menatap Kibum, seakan mengerti Kibum langsung menggerakkan mulutnya tanpa suara. " Kyungsoo," tunjukknya pada testpack yang dipegang Sungmin.
Yeoja yang baru menikah itu terkejut bukan main, adik iparnyalah pemilik test pack itu. Ia tidak berani langsung melihat Kyuhyun. Tanpa diduga, Kyuhyun bangun dari duduknya, " Dimana Aboji?," tanya Kyuhyun entah pada siapa.
" Diruang Kerjanya," jawab Jay Ahjusshi mewakili Heechul yang tengah menangis tanpa suara, ia nampak shock. Kyuhyun, lalu melesat pergi menuju lantai 3 dimana kamar Kyungsoo berada. Lantai dimana kamarnya dan Sehun berada. Sungmin tidak berani langsung menyusul namja itu. Ia yakin Kyuhyun pun sangat terkejut saat ini.
~Kyuhyun ~Kyungsoo
Kyuhyun mempercepat langkahnya, ia tidak memperdulikan sapaan para pelayan. Jujur, saat ini perasaannya seperti diaduk-aduk. Seperti tersambar petir, adik yeoja satu-satunya yang ia begitu sayangi dan banggakan, telah rusak. Hamil. Kehamilan yang belum saat dikehendaki oleh keluarga dan dirinya.
Ekspresi Kyuhyun berubah sendu memandang pintu berwarna putih itu. Ia tampak ragu saat menyentuk kenop bercat gold itu. Tapi, ia harus menanyakan dan melihat langsung Kyungsoo. Mendengar siapa namja itu. Kyuhyun merasa gagal menjadi kakak, dia kecolongan atas diri Kyungsoo.
Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung melesak masuk kedalam kamar Kyungsoo. Ia langsung menemukan yeoja mungil itu tengah menatapnya terkejut. Yeoja itu tengah duduk diatas kasurnya sambil memegang smartphonenya dengan tangan bergetar. Mata bulatnya berkaca-kaca melihat kedatangan Kyuhyun. Pipinya sudah basah oleh airmata sejak tadi.
" O-op-pa..," gumamnya gugup penuh ketakutan, dan itu dapat didengr oleh Kyuhyun. Mata Kyuhyun sudah memerah, ia berusaha untuk tidak menangis dan memluk tubuh Kyungsoo. Ia merasa bodoh saat ini.
Dia tidak tahu harus memulai, harus berkata apa pada yeosengnya itu. Kyuhyun lebih memilih duduk disisi lain kasur Kyungsoo, membelakangi yeoja itu yang masih terisak.
" O-oppaaa~~ Mianhae..," lirih Kyungsoo, yang terdengar miris bagi Kyuhyun. Kyuhyun mencoba memejamkan matanya, berharap ini hanya keisengan seperti di April Mop saja. Ia masih diam, tidak merespon Kyungsoo.
" Kau tahu, Soo.. kau malaikat kami!," ujar Kyuhyun yang masih belum berani melihat Kyungsoo. Dan perkataan itu semakin membuatnya mengeluarkan airmata penyesalan.
Kyuhyun menghela kecewa, dalam hati dia tengah merutuki dirinya yang lalai, rapi satu sisi lain dia merutuki namja yang melakukannya. Dan itu dapat terdengar oleh Kyungsoo. " Kau menjadi kebanggan Aboji, Soo..," sambung Kyuhyun lagi. " Kau.. tahu, Soo?," tanya Kyuhyun.
Ada diam beberapa detik dari Kyuhyun sebelum ia melanjutkan. " Aboji begitu senang dan bahagia mengetahui kau lulus High School dengan nilai sangat baik, di memamerkan kepintaran dan kecerdasanmu dihadapan para peserta rapat pemegang saham beberapa minggu lalu, sehingga aku harus mengambil alih presentasi itu," kenang Kyuhyun sambil tersenyum kecil mengingat kejadiaan saat itu.
" Sepanjang hari Aboji tersenyum-senyum senang, dan.. bagiku itu terlihat bodoh," lanjut Kyuhyun sambil terkekeh miris. Melihat kejadian sekarang yang menimpa adik yeojanya itu. " Dan ia semakin jadi mengobral prestasimu.. saat dia mengetahui Kau diterima di Konkuuk, kau menjadi bahan perbincangan disepanjang pesta ulang tahun perusahan kita, kepada para tamu dan rekan bisnis," cerita Kyuhyun, entah apa tujuannya. Yang jelas itu membuat Kyungsoo semakin terbebani oleh ucapan Kyuhyun.
Kyungsoo tidak buta, dia sadar diri dan tahu diri akan siapa dirinya dikeluarga. Anak kesayangan Aboji, dia tahu itu. Cerita Kyuhyun membuatnya semakin merasa tidak pantas akan gelar itu, dia menjadi mengingat Abojinya. Betapa ia murkanya tadi dia kepadanya dan hampir menyakitinya.
Jujur saja Kyungsoo belum pernah melihat Aboji semarah itu. " Jujur saja aku iri padamu. Seharusnya dia memujiku dan membanggakanku, karena telah menaikkan nilai saham perusahaan dan pernikahanku sebentar lagi," sambung Kyuhyun yang sedikit menolehkan kepalanya kekanan.
" O-oppaa.. aku mohon, hentikan!," pinta Kyungsoo lirih, cerita Kyuhyun itu semakin membuat yeoja itu semakin dirundung perasaan bersalah, mengkhianati kepercayaan Aboji.
Dan Kyungsoo sadari, Kyuhyun pun. Seumur hidupnya, oppanya itu tidak pernah sedikitpun membentak dan memarahinya. Kyuhyun menoleh pada Kyungsoo, yeoja itu masih terisak, sesekali ia mengusap matanya. Perih, itu yang ia lihat dari Kyungsoo.
Kyuhyun pun bangkit dari duduknya, " Aku tidak akan membenci anak itu," ujarnya, membuat Kyungsoo tersentak dan langsung menatap Kyuhyun yang sekarang sudah berdiri menatapnya. Bisa Kyungsoo lihat itu bukan tatapan marah atau benci, tapi lebih kearah tatapan kecewa dan iba. Sebegitu menyedihkannyakah dirinya saat ini dimata oppanya itu?.
Ya, Tuhan! Kyungsoo. Tidak perlu kau bertanya lagi, tentu saja. Kau tampak menyedihkan, dan ia sungguh kecewa. " Bagaimanapun juga ada darah Cho didalamnya," sambung Kyuhyun dalam dan tegas.
" Cho Kyungsoo," panggil Kyuhyun dengan pasti. " Nuga haesseuibnika? Siapa yang melakukannya?," Kyuhyun mengajukan pertanyaan, yang ia tahu Kyungsoo tidak akan mengatakannya langsung.
Kyungsoo terlihat tegang dan semakin kencang meremas selimut tidurnya. Dan itu dapat terbaca oleh Kyuhyung. Bibir heart shapenya bungkam, Kyuhyun memejamkan matanya lelah. Ia tahu ini bukan saat yang tepat. Kyungsoo tidak berani membalas tatapan Kyuhyun.
" Eolmana? Sudah berapa lama janin itu?," Kyuhyun mengganti pertanyaannya. Kyungsoo menunduk lemah, " Du-dua minggu," lirihnya lemas. Kyuhyun mengusap kasar wajahnya dan rambutnya.
Ia pandangi lagi yeoja bertubuh mungil yang berstatus sebagai adiknya itu. Kyuhyun bukan namja yang didik untuk kasar pada seorang yeoja, apalagi terhadap adiknya. Kyuhyun begitu menyayangi Kyungsoo, bahkan mungkin bisa melebihi sang Aboji.
Kyuhyun berjalan mendekati Kyungsoo, dan langsung berjongkok dihadapan yeoja itu. Ia memaksakan seulas senyum untuk yeoja itu, " Soo-ie.. Oppa menyayangimu, kau percayakan?," Kyuhyun menghapus jejak airmata dipipi chubby Kyungsoo dengan lembut.
Kyungsoo memberanikan diri untuk menatap kedalam mata Kyuhyun dengan hati-hati, pandangannya masih berbayang oleh airmata. Kyungsoo mengangguk, " Semuanya menyayangimu, ini akan diselesaikan dengan cepat. Kau berdoa saja," pesan Kyuhyun meyakinkan Kyungsoo.
" Kyu Oppa.. Mianhae," ulang Kyungsoo dan lagi airmata itu jatuh, Kyuhyun dengan cepat mengusapnya dengan ibu jarinya. " Sstt.. uljima," titah Kyuhyun lembut. " Ini sudah terjadi," balasnya.
" Sekarang kau hanya perlu meminta maaf pada Sungmin Eonnie.. kalau kau mendahuluinya hamil," ujar Kyuhyun dengan nada humor agar Kyungsoo sedikit relaks.
Ada ragu diwajah Kyungsoo, " Gwaenchana.. dia bukan yeoja jahat," ujar Kyuhyun. " Kendeu-," ucapan Kyungsoo terputus oleh Kyuhyun cepat. " Sssttt! Aku tidak menikahi yeoja yang suka bergossip atau bermuka dua.. dia yeoja baik, percaya padaku!," Kyuhyun meyakinkan kalau isterinya itu tidak akan marah, karena Kyu yakin Sungmin yeoja yang sensitive dan gampang tersentuh, mudah iba. Ya, pokoknya dia memiliki hati seperti seorang Ratu.
Kyuhyun beralih menggenggam lengan lentik Kyungsoo hangat, " Satu hal.. teruslah kau hubungi namja itu! Entah siapa namanya dia," titah Kyuhyun tenang. " Oppa~~," lirih Kyungsoo.
" Sudah.. lebih baik kau istirahat, aku akan menyuruh Sungmin untuk menemanimu sebentar," Kyuhyun melepas genggamnya dan mengacak surai Kyungsoo sayang. Berdiri dan langsung keluar dari kamar yeosaengnya.
Saat Kyuhyun sudah benar-benar keluar Kyungsoo bergumam sesuatu, " Kai.. mungkinkah kau akan bertanggung jawab? Aku takut menghadapi ini sendirian.. Aku takut…," pelan dan terdengar putus asa.
Kyuhyun – Sungmin ^0^~~
Saat Kyuhyun baru beberapa langkah keluar dari kamar Kyungsoo dan akan menuruni tangga, ia langsung bertemu dengan Sungmin yang berniat menyusulnya. Sungmin tersenyum seakan tidak terjadi apa-apa pada sang nampyeon. Kyuhyun malah berusaha memaksa sebuah senyum.
" Untung kau naik," ujarnya sekenanya. Sungmin mengangguk, " Jay Ahjusshi menyuruhku untuk menemui kalian ( Kyuhyun dan Kyungsoo )," cerita Sungmin yang langsung melangkah mendekati Kyuhyun yang diam ditempatnya.
Sungmin melihat pintu kamar adik iparnya itu yang terbuka sekilas, " Gwaenchana?," tanya ingin tahu. Kyuhyun bukannya menjawab malah menatapi wajah Sungmin dengan penuh arti dan tersenyum kecil untuk yeoja itu.
" Wae?," tanya Sungmin dengan ekspresi polos yang menggemaskan dimata Kyuhyun. " Cho Sungmin!," panggilnya. Sungmin berkedip, " N-nde," jawabnya bingung. " Saranghae!," sambung Kyuhyun tiba-tiba.
" Nado," balas Sungmin reflek. Kyuhyun makin tersenyum lebar, " Kau.. kau bisa menemani Kyungsoo sebentar?," Kyuhyun mengajukan pertanyaan. Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan menyatukan jari-jari mereka, dengan lembut dan hangat. Sungmin memperhatikan perlakuan Kyuhyun padanya, " Kau tidak menekannya, kan Kyu?," Sungmin balik bertanya.
Dapat Kyuhyun lihat mata Sungmin memancarkan kekhawatiran, Kyuhyun memaksakan seulas senyum bahwa semua akan baik-baik saja. " Temani dia," Kyuhyun melepas genggamannya, dan berlalu menuruni tangga.
Sungmin lalu menuju kamar Kyungsoo tanpa ragu, pintu kamarnya terbuka. Jadi, memudahkannya. Sungmin melihat pelan-pelan kedalam kamar adik iparnya itu.
" Kyung~~," sapanya. Saat matanya menangkap sosok yang tengah dirundung masalah itu duduk terpenung dikasur dengan pandangan kosong. Kyungsoo yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh, dan mencoba tersenyum. Dan mata bualat itu kembali berkaca-kaca, " Sungmin Eonnie~~..," lirihnya.
Sungmin segera mendekat, Kyungsoo langsung berdiri. Keduanya berpelukkan erat. Kyungsoo kembali menangis, dalam pelukkan hangat Sungmin. Bahunya bergetar, dapat Sungmin rasakan apa yang tengah yeoja itu rasakan. Ia ingin ikut menangis bersama Kyungsoo, tapi sulit. Airmatanya tidak menetes, tapi hatinya ikkut bersedih dan iba akan apa yang menimpa Kyungsoo.
" Hikss.. Eo-eonnie.. Hiks.. Mi-mianhaeee.. Hiks!," ucapnya disela tangisnya. Sungmin mengangguk dan menepuk-nepuk pelan punggungnya. " Sstt! Uljimarayo..," mencoba menenangkan yeoja itu.
" A-aku.. hiks.. telah mengecewakan kalian semuaaa.. hiks!," sesalnya terisak. Sungmin sesekali memejamkan matanya, mencoba memahami yang Kyungsoo rasakan, dan diingatannya beberapa kenangan terlintas. Kenangan yang sama dengan kejadian yang dialami Kyungsoo. De javu, untuk kedua kalinya. Itu pikir Sungmin, hanya saja sekarang menimpa yeosaeng nampyeonnya.
" Sstt.. aju ulgo! Cukup menangisnya, Soo-ie!," Sungmin mencoba menenangkan yeoja muda itu. Pelukkan keduanya merenggang, Sungmin menyeka sudut mata yeoja yang lebih muda darinya itu dengan saying. Apa yang dilakukan Sungmin sama dengan apa yang Kyuhyun lakukan tadi.
" Kau jadi tidak terlihat manis, Soo-ie jika seperti ini.. mmh!," hibur Sungmin sambil terkekeh. Kyungsoo menatap malu-malu pada Sungmin. " Cha! Istirahatlah, aku akan menemanimu," titah Sungmin membimbing Kyungsoo untuk rebahan dikasurnya.
" Eonnie~~ gomapseumnida," lirih Kyungsoo yang mulai agak tenang. Sungmin mengangguk sambil tersenyum. " Gwaenchana.. ini semua akan berakhir baik," ujarnya yakin.
Sungmin menarik kursi rias Kyungsoo, ia duduk disebelah Kyungsoo sambil menggenggam hangat tangan mungilnya, ia mencoba menjadi kakak perempuan untuk anak itu.
Ada jeda cukup panjang diantara keduanya, Kyungsoo mencoba menikmati perlakuan hangat dan lembut kakak iparnya itu. Hingga Kyungsoo mencoba memulai percakapan, " Eonnie~~," cicitnya takut-takut.
" Mmmh..," deham Sungmin. " A-apa ka-kau ti-dak.. mencoba menanyakan, si-siapa namja itu, seperti Aboji.. dan Kyuhyun Oppa?," ujarnya terbata sambil mencuri pandang ragu-ragu pada Sungmin.
Sungmin hanya tersenyum dan mengusak kepala Kyungsoo, " Sudah jangan paksakan dirimu untuk mengatakan hal itu! Aku yakin kau belum siap untuk memberitahukannya, dan pasti namja itu masih sangat sulit untuk kau hubungi," balas Sungmin, seakan dia pernah menghadapi dan mengalami situasi seperti ini.
Kyungsoo melepas genggaman Sungmin dan itu membuat Sungmin terkejut, Kyungsoo mencoba duduk, menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. Ia tersenyum pada Sungmin.
" Gomapseubnida.. kau tidak memaksaku," ujar Kyungsoo kembali meminta maaf. " Aku bukan tipe orang yang senang menekan orang disituasi seperti ini," respon Sungmin.
" Aku sangat mencintai namja itu, Eonnie," sambung Kyungsoo tiba-tiba, Sungmin sedikit terkejut. Ia lalu berpindah duduk ditepi kasur, menantap intesn mata Kyungsoo seakan mencari sesuatu.
Kyungsoo mengangguk, " Kau benar.. namja itu masih sulit aku hubungi. Tapi, aku yakin dia tidak akan lari," sambung Kyungsoo yakin, matanya yang tadi sayu dan sendu kini berbinar ceria. Sungmin ikut senang mendengarnya, jadi ia sedikit mengetahui tentang namja itu, hubungan keduanya, dan perasaan Kyungsoo.
" Kau.. mencintainya? Jinjja?," Sungmin balik bertanya. Kyungsoo mengangguk, " Nde.. aku mencintainya sudah lama, Eonnie. Love at first sight.. begitu Baekkie Eonnie menyebutnya," Kyungsoo sedikit terkekeh, warna wajah cantik itu sedikit merona saat membicarakan namja asing itu (bagi Sungmin asing).
" Baekhyun-ssi tahu.. namja itu?," Kyungsoo mengangguk. " Tapi, dia belum tahu bahwa aku hamil olehnya," sambungya pelan dan ada nada putus asa didalamnya.
" Teruslah berdoa, Soo~~," saran Sungmin. " Tuhan akan menolong kita.. lakukanlah sering, itu akan membuatmu tenang, bahagia, dan selalu merasa aman," sambungnya tulus. Kyungsoo pun jadi ikut tersenyum melihat wajah tenangnya Sungmin yang seakan semua akan baik-baik saja. " Aku dan Kyuhyun akan selalu membantumu, Soo-ie! Aku menyayangimu seperti aku menyayangi adikku sendiri,".
Sungmin senang Kyungsoo mulai relaks dan mulai buka suara, diajak bicara. Sungmin tidak bisa menutup ingatan-ingatan yang dari tadi masih bermunculan diotaknya. Kejadian beberapa tahun yang lalu. Hal yang sama menimpa keluarganya juga saat itu.
Sungmin jauh lebih syok dan stress ketimbang Kyuhyun, yang masih bisa tenang menghadapi hal ini. Berbeda jauh dengannya dan Jinki (namsaengnya), mereka berdua merasa tidak berguna sebagai kakak. Mereka kerja keras mencari tahu namja yang telah menanam benih pada si bungsu keluarga Lee, Sungmin dan Jinki saat itu jadi ikut diasingkan bersama adik mereka. Menjauh dari keluarga Lee, dibuang bahasa kasarnya.
Cukup lama kakak beradik Lee ini hidup jauh dari orang tua mereka. Mau tidak mau, suka tidak suka ketiganya menjalani pengasingan itu. Mereka tidak tega dan tidak mau melihat sang Appa terus menghukum adik mereka, menghukum si bungsu Lee secara batin dan moral. Si bungsu Lee dianggap patung, tidak terlihat oleh Appa Sungmin. Lebih kejam, dari pada kau menghukumnya secara fisik dan jasmani. Si bungsu Lee seperti hantu dirumahnya sendiri, tidak ada yang boleh mengajaknya bicara sebelum dia memberi tahukan siapa pelakunya.
Karena hukuman kejam itu, membuat dirinya dan Jinki tidak tega. Efek dari hukuman itu adalah rasa depresi sangat dan seperti mayat hidup yang dialami si bungsu Lee.
Hingga Appa sudah habis kesabarannya, si bungsu pun diusir dari rumah. Dengan istilah pengasingan, beda tipis dari dibuang. Atas azaz kekeluargaan Sungmin dan Jinki memutuskan untuk ikut keluar dari rumah, menemani si bungsu.
Dan Sungmin tidak ingin kejadian meyedihkan itu terulang, dan harus dialami Kyungsoo. Ia takut Kyungsoo tidak semujur adiknya, yang pada akhirnya masalah ini berujung tidak bahagia, mengecewakan untuk semua pihak. Kyungsoo, dimata Sungmin pada saat pertama kali bertemu memang bagai malaikat. Benar apa yang dikata Kyuhyun.
Kyuhyun selalu membicara Kyungsoo padanya, dan betapa saying dan bangganya suaminya itu pada yeoja mungil itu. Kyungsoo sempurna dimata Sungmin, dia tenang, catik, pintar, keibuan, dan pandai bernyanyi. Satu lagi, dia pntar untuk urusan memasak, Sungmin akui dikalah lihai untuk urusan itu. Kyungsoo yang besar dalam kemanjaan dan kemudahan ( Keuangan ) ternyata pandai dan bisa dalam mengurus urusan rumah ( dapur khususnya ). Hal yang tidak pernah diduga oleh Sungmin saat itu.
Kyungsoo, memutuskan kembali membaringkan tubuhnya, Sungmin menyelimutinya. Yeoja muda itu sangat nyaman bersama Sungmin, benar yang dikatakan Kyuhyun, dia berbeda. Dia baik.
To Be Countinue
How?
Leave me the comments!
