ANYEONG YEOROBEUN..!
I'M COME BACK AGAIN
HOPE YOU ENJOY TO READ IT
NO FLAME| NO BASHING | PLEASE COMMENT
.
Title
EIBA HIGH SCHOOL CHAPTER 4
Length
N - CHAPTER
Rating
PG-15 (T)
Genre
ROMANCE, ANGST, COMEDY, DRAMA, YAOI (DON'T LIKE, DON'T READ)
Author
RUKA17
CAST/Main Cast
BAEKHYUN, CHANYEOL, KAI, D.O, KRIS, TAO, LUHAN, SEHUN
Support Cast
SUHO, LAY, CHEN, MINSEOK, SUNGGYU, WOOHYUN, YONG GUK, ZELO, DAEHYUN
Disclaimer
Cast milik tuhan YME dan orang tua mereka. Saya hanya pinjam mereka untuk meramaikan FF ini.
Warning
Miss typo, alur maksa, gaje, humor garing, EYD awut-awutan
.
.
Annyeong! Author come back again!!
Sebelumnya mian klo author lama nerusin ni epep
Uda berapa lama yak? Errr…3 bulan… #gubrak
Mianhae…jangan gaplok author -.-v #sujud sungkem
.
Ini balesan beberapa dari reader yg uda RCL
Gumawoo ne.. #bow
Are: benerkan..benerkan..emang pantes dijadiin yaoi..hahaha #tertawa nista
Jinkitao: chanbaek emang temen deket..^^
Dyakuro: ditunggu ne..hhe
Babysulaydo: lihat aja nanti..hhe #bikin penasaran yak..
Reader: sabar2..
Brigittabukanbrigittiw: tunggu saja..hhe
Hanrinrin: gumawooo..
Note: buat yang menunggu moment kaiso..sengaja author buat agak akhir2..mo buat Kai jadi epil dulu..hha #diteleport sama kkamjong ke antartika
Jaaa…langsung aja ke cerita selanjutnya ne..CHENKAIDOT..^^
.
.
Cerita sebelumnya
.
PIP..PIP..PIP..
[Kim Jong In calling]
Baekhyun mengangkat panggilan masuk diponselnya. "Ada perlu apa?" ujar Baekhyun malas
"Aku sedang bersama Park Chanyeol sekarang.." ujar Kai
Baekhyun membelalakan matanya. "Dimana kau sekarang?" geram Baekhyun
"Waeyo?! Ada hubungan apa kau dengan Chanyeol? Sepertinya kau sangat mencemaskannya."
"Diam kau..cepat katakan dimana kalian sekarang?!" Baekhyun berusaha untuk menahan emosinya
"Kami tunggu dilapangan dekat sungai Han." ujar kai singkat.
CLEK..
Terdengar suara ponsel ditutup.
Setelah Kai menutup telepon secara sepihak, Baekhyun dengan segera berlari ketempat yang Kai katakan.
"Tunggu aku Chanyeol."
.
.
Baekhyun berlari sekuat tenaga. Berharap-harap cemas mengingat Kai adalah orang yang tidak akan pernah bermain-main dengan perkataannya. Contohnya saja anak kelas sebelah yang sialnya berurusan dengan Kai cs dan mereka berakhir naas di rumah sakit.
Baekhyun semakin mempercepat langkahnya menuju sebuah lapangan gelap tidak jauh dari sungai Han. Ia memicingkan matanya untuk mencari-cari keberadaan Kai karena disana sangat gelap. Hanya lampu diujung lapangan yang menyinarinya dari kejauhan.
"Akhirnya kau datang juga," sambut Kai
Baekhyun mengatur nafasnya karena berlarian sepanjang jalan. Ia menolehkan kepalanya kearah sesosok namja tinggi yang tersungkur ditanah. "Biarkan dia pergi," ujar Baekhyun dengan tatapan serius
Kai yang mendengarnya hanya menyeringai senang. "Mworago? Siapa kau? Mau ku apakan dia itu terserah aku. Kau mengerti?"
"Tsk…" geram Baekhyun
"Waeyo? Apa kau tidak suka dengan apa yang aku lakukan? Kau ingin memukulku?" Kai kembali menyeringai
'Byun Baekhyun tahan emosimu' – batin Baekhyun
Melihat Baekhyun yang tidak merespon perkataannya, Kai pun memberikan kode kepada kedua temannya, Woohyun dan Sunggyu untuk melakukan sedikit kekerasan pada Chanyeol dan hal itu berhasil membuat Baekhyun geram.
"Kenapa kau tidak melawan mereka Park Chanyeol!" teriak Baekhyun
Orang yang diteriakki Baekhyun hanya tersenyum kecil dan memasang raut muka yang mengatakan bahwa aku-baik-baik-saja-tidak-apa-apa-ini-tidak-seberap a-menyakitkan-yang-kau-kira. Hal itu membuat Baekhyun semakin geram.
"Jauhkan tangan kalian yang nista itu darinya!" bentak Baekhyun seraya pergi menghampiri Woohyun dan Sunggyu dan apa yang dilakukan Baekhyun? Ia melayangkan sebuah pukulan pada kedua namja itu dan membuat kedua namja itu meringis kesakitan karena darah yang keluar dari sudut bibir mereka.
Kai yang melihat kejadian itu menghampiri Baekhyun, mengepalkan tangannya dan dengan sekali layangan, ia menonjok pipi kanan Baekhyun. Baekhyun yang menerima perlakuan tidak menyenangkan dari Kai pun segera membalasnya dan terjadilah baku hantam antara kedua insane tersebut.
.
.
Apartemen Kai
Terdengar suara pintu digedor
"Kai~ah…apa kau ada didalam? Bukakan pintunya! Ini ssaem!" teriak Tao dari luar apartemen Kai
Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam apartemen tersebut.
"Sepertinya tidak ada orang di rumah," ujar Kris
Tao pun mengangguk, tanda bahwa ia menyetujui pernyataan Kris
"Bagaimana kalau kita kembali besok saja. Lagipula ini sudah malam," ujar Kris
"Eummm…kau benar…"
Mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk kembali. Baru beberapa kilometer dari apartemen Kai, tiba-tiba Tao berteriak menyuruh Kris menghentikan mobilnya.
"Kris sonsaengnim. Berhenti sebentar."
Kris pun menghentikan mobilnya dipinggir jalan. "Ada apa?" tanya Kris bingung
"Kau lihat itu?" Tao menunjuk segerombolan orang dilapangan yang gelap
"Astaga itu…" pekik Kris
Kris pun segera turun dari mobil dan diikuti oleh Tao. Kris berlari kerarah gerombolan orang tersebut.
"Berhenti sekarang juga!" teriak Kris seraya memeluk tubuh seorang namja yang sedang memukuli namja yang lainnya. "Hentikan Byun Baekyun!"
Tao yang melihat kejadian itu hanya bisa diam terpaku ditempatnya berdiri sekarang. "Apa yang kalian lakukan Byun Baekhyun?! Kim Jong In?!" teriak Tao ketika ia berhasil keluar dari keterpakuannya.
.
.
"Untung saja tidak ada polisi disana. Kalau ada polisi disana bagaimana huh? Apa kalian mau jadi tahanan sementara di kepolisian. Kalian ini kenapa huh? Apa masalah kalian sampai kalian berkelahi seperti itu? Lagipula ini sudah malam. Kenapa kalian tidak pulang? Apa kalian tidak khawatir dengan orang tua kalian?" oceh Tao panjang lebar
Kelima namja yang menerima ocehan Tao hanya bisa menundukkan kepala mereka.
"Apa sudah selesai ceramahnya sonsaengnim?" celetuk Woohyun "Kami sudah lapar."
Dan akhirnya Tao pun menghentikan acara ceramahnya yang tak kunjung selesai itu. "Baiklah. Sekarang kalian makanlah," ujar Tao dan langsung disambut ceria oleh kelima namja itu.
Kelima namja itu pun langsung melahap makanan yang tersedia didepan mereka.
"Sonsaengnim…ini enak sekali. Kapan-kapan traktir kita lagi," ujar Sunggyu yang berhasil mendapat jitakkan dari Tao.
"Dilarang bicara saat makan!" bentak Tao
"Ne…"
Tao pun memijit keningnya. Ia merasa pusing harus menghadapi anak-anak didiknya yang luar biasa unik ini.
"Tao...Kau juga harus makan," ujar Kris yang duduk dihadapan Tao
"Ehem…" terdengar dehaman dari Woohyun yang kemudian mendapat deathglare gratis dari Tao. "Sudahlah saem. Makanlah. Nanti keburu dingin sup-nya."
Ketujuh namja itupun menyantap hidangan yang ada didepan mereka tanpa tersisa. Setelah selesai makan, Woohyun, Sunggyu, Kai, Baekhyun dan Chanyeol pun mengucapkan salam perpisahan pada kedua sonsaengnim mereka dan mereka pun pulang kearah yang berbeda. Tao pulang diantar oleh Kris. Woohyun, Sunggyu dan Kai tentu saja mereka pulang bertiga, sedangkan Chanyeol dan Baekhyun, mereka berdua akhirnya pulang bersama. Selama perjalanan pulang, Baekhyun hanya terdiam mengikuti Chanyeol dari belakang. Begitu pula dengan Chanyeol yang mengunci rapat-rapat mulutnya hingga pada akhirnya Chanyeol berhenti melangkahkan kakinya dan membuka mulutnya.
"Untuk apa kau datang kesana? Seharusnya kau tidak perlu datang. Aku bisa mengurus mereka sendiri," ujar Chanyeol yang masih setia memunggungi Baekhyun
Ingin rasanya Baekhyun berteriak dihadapan Chanyeol – 'Kalau aku tidak ada disana apa jadinya dirimu?!' – tapi ternyata mulut Baekhyun tidak bisa terbuka sama sekali.
"Pulanglah. Kau tidak perlu mengikutiku," ujar Chanyeol seraya pergi meninggalkan Baekhyun yang masih setia berdiri ditempatnya.
.
.
Ruang Kelas
"Apa yang terjadi pada mereka?" Zelo menyikut abs Yongguk seraya melirik pada 5 namja yang tak lain dan tak bukan adalah Kai, Woohyun, Sunggyu, Baekhyun dan juga Chanyeol
"Entahlah…kurasa semalam mereka berkelahi," balas Yongguk. "Lihat saja luka-luka lebam yang memenuhi wajah dan tubuh mereka."
"Benarkah?" Sehun melirikkan matanya dan memastikan keadaan mereka kelima namja itu. "Kau benar Bang. Kurasa mereka semalam berkelahi."
"Yak…berhentilah bergosip. Kalian ini namja atau yeoja sih?" ujar Suho yang kemudian mendapat deathglare dari Zelo, Yongguk dan Sehun. Dan yang mendapat dethglare hanya tersenyum dengan wajah tanpa dosa a.k.a watados.
"Yak! Luhan~ah!" pekik Daehyun. "Luhan~ah ireona!"
Teriakkan Daehyun dari luar kelas membuat Sehun segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi menghampirinya. Tubuh Sehun seperti terkena serangan stroke mendadak melihat Luhan tak bergerak sedikitpun dipangkuan Daehyun.
"Yak! Oh Sehun! Apa yang kau pikirkan?! Cepat bawa Luhan ke UKS!" teriakkan Daehyun berhasil membuat Sehun bergerak dan dengan segera menggendong Luhan seperti seorang pangeran yang sedang menggendong putri tidur.
"Bertahanlah Luhannie!" gumam Sehun disela-sela kesibukkannya menggendong Luhan sampai ke ruang UKS.
Untungnya ada dokter yang sedang bertugas di UKS, sehingga Luhan bisa segera ditangani.
"Apa yang terjadi dengan Luhan, Dokter?" tanya Sehun panic
Dokter yang ditanyai itu mengalungkan stestoskopnya dileher dan menolehkan pandangannya kearah Sehun. "Dia tidak apa-apa. Hanya sedikit kecapaian. Kurasa dia terlalu banyak minum obat penghilang rasa kantuk." Jelas sang dokter
"Maksud dokter?" tanya Sehun tidak paham
"Kurasa ia terlalu memforsir dirinya untuk belajar disaat tubuhnya butuh istirahat. Sudahlah kau tidak perlu cemas. Dia akan sadar sebentar lagi. Biarkan dia istirahat karena ia sangat memerlukan istirahat yang cukup untuk mengembalikan energinya."
Sehun hanya menganguk mendengar ucapan dokter. Ia menatap temannya yang sedang berbaring di ranjang UKS dengan wajah sendu. "Bolehkah aku menemaninya disini?" ujar Sehun
"Tentu saja." ujar sang dokter
Sehun pun akhirnya menemani Luhan sampai ia sendiri tertidur disamping Luhan sambil menggenggam tangan Luhan.
.
.
Kantin sekolah
"Yak…kalian tahu tidak tentang hubungan baekhyun dan chanyeol?" Daehyun mulai bergosip lagi
"Apa hyung? Apa yang kau ketahui tentang mereka?" tanya Zelo
Yongguk yang duduk disamping Zelo pun memperhatikan dengan seksama apa yang akan dikatakan Daehyun
"Kalian tahu – "
PLETAK
Ucapan Daehyun tiba-tiba terhenti karena hantaman buku yang mendarat diatas kepala Daehyun dengan mulus. Dan kalian tahu siapa pelakunya?
"Yak! Kim Jeon Myeon! Aissshhh…" ujar Daehyun seraya mengelus-elus kepalanya yang terkena timpuk dari Suho
"Ck..kalian ini..dasar tukang gossip," ujar Suho seraya meletakkan makan siangnya dan duduk disebelah Daehyun
"Yak..Suho~ah..kau mengganggu saja. Lagi seru nih…Lanjutkan Daehyun~ah!" ujar Yongguk
Suho hanya memutar kedua bola matanya.
"Araseo..araseo.." Daehyun kembali melanjutkan ceritanya. "Jadi aku dapat kabar kalau si Baekhyun dulu adalah 'teman dekat' Chanyeol. Mereka teman satu geng. Dan kalian tahu siapa mereka? Chanyeol adalah ketua geng Black Jack yang terkenal itu. Dan siapa Baekhyun? Ternyata dia adalah member dari geng Black Jack yang paling ditakuti. Dia terkenal dengan sebutan 'Tsunami'." Jelas Daehyun.
"Mworago? Jadi mereka berdua – " ucapan Zelo terhenti karena membayangkan betapa seramnya geng itu.
Daehyun hanya menganggukkan kepalanya. "Ya..tidak salah lagi. Chanyeol sering pindah-pindah sekolah itu karena dia beserta gengnya suka berbuat onar."
"Wah…ternyata disekolah kita ada orang seperti mereka. Daebak!" Yongguk bersorak dan mendapatkan deathglare gratis dari ketiga temannya itu.
"Yak…apa Sehun masih menemani Luhan di UKS?" tanya Suho
"Sepertinya…waeyo hyung?" balas Zelo
"Aniyeo…kurasa Sehun sangat perhatian pada Luhan," jelas Suho
"Yak…Sehun tidak boleh merebut Luhannie ku…" ujar Yongguk dengan tatapan geram
"Siapa Luhannie mu? Berhentilah menghayal Bang Yongguk!" timpal Daehyun
Suho dan Zelo terkikik melihat tingkah laku Yongguk yang seperti anak kecil.
.
.
20:00 PM
KEDIAMAN KELUARGA KIM
Suho melangkahkan kakinya menuju kamarnya dengan wajah lesu.
"Suho~ah…kau sudah pulang?" panggil nyonya Kim ketika ia melihat anak kesayangannya pulang dari sekolah. "Bagaimana pelajaran hari ini? Apakah menyenangkan? Oh iya…ibu sudah mendaftarkanmu di les-lesan yang terkenal sangat bagus dan juga untuk urusan kuliahmu –"
"Cukup eomma…" balas Suho dengan sedikit membentak eommanya
"Ah..araseo..kau pasti lelah. Mau ku buatkan lemon tea hangat?"
"Tidak perlu eomma. Aku hanya ingin istirahat."
"Eummm..baiklah..besok kita lanjutkan kembali pembicaraannya."
Suho hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan eommanya yang masih setia berdiri disana. Suho menghentikan langkahnya didepan kamarnya. Baru saja ia ingin memutar kenop pintu, tiba-tiba terdengar suara seperti kaca yang pecah. Ia pun menoleh kebelakang, kearah kamar yang berhadapan dengan kamarnya dan kamar itu selalu tertutup. Ia pun segera membuka kamar itu dan dilihatnya piring dan gelas yang sudah tidak berwujud berserakan dilantai. Ia mengedarkan pandangannya dan didapatinya seseorang duduk dengan kedua kaki tertekuk diatas ranjang berukuran king size. Ia pun menghampiri orang tersebut, duduk dihadapannya dan merangkulnya. Suho merasakan getaran dan isakan dari orang yang dirangkulnya tersebut.
"Gwenchana Lay~ah," ujar Suho seraya menepuk-nepuk pelan punggung namja yang bernama Lay itu. "Seharusnya eomma tidak memperlakukanmu seperti ini. Aku yang akan menggantikan posisi mu. Tenang saja. Kau tidak perlu cemas."
Namja yang dipeluk Suho itu pun menangis semakin menjadi-jadi. Suho tidak sanggup lagi. Sungguh! Eommanya sangat keterlaluan pada anak-anaknya. Bisa dibilang eomma Suho telah menghancurkan impian anak-anak mereka. Lay, saudara kembar Suho, keadaannya sangat tertekan karena eomma mereka menginginkan Lay melanjutkan perusahaan. Eomma mereka menyekolahkan Lay disekolah elit khusus bisnis dan selalu mendaftarkan Lay ditempat les terbaik. Lay terbilang anak yang sangat pintar. Kepintarannya jauh diatas Suho. Tapi suatu saat Lay membangkang sang eommanya. Ia tidak ingin melanjutkan perusahaan milik keluarga Kim dan diam-diam setiap hari ia berlatih dance untuk bisa masuk ke sekolah elit yang tidak bukan dan tidak lain adalah SM High School. Eomma mereka yang mengetahui hal tersebut lalu mengurung Lay dirumah agar ia tidak bisa keluar dan pergi kesekolah yang ia impikan itu. Akibatnya Lay menjadi tertekan dan Suho lah yang harus menanggung ini semua.
"Uljimaaa…" ujar Suho masih menenangkan saudara kembarnya itu. Ia pun menghapus air mata yang jatuh dipipi mulus Lay lalu mencium lembut bibir Lay dan hal itu ternyata berhasil membuat isakkan Lay terhenti.
.
.
.
Kai melangkahkan kakinya menaikki tangga yang ada disebuah bar. Ia pun sampai didepan pintu diujung koridor, lalu membukannya dengan kasar.
BRAKKK
Orang-orang yang ada didalam ruangan itu melihat kearah Kai.
"Dimana Jinki hyung?" tanya Kai dengan tatapan tajam kearah seluruh penghuni ruangan
"Aku disini. Ada perlu apa kau datang kemari?" tanya seorang namja yang kini berjalan mendekati Kai
Kai menatap tajam orang yang ada dihadapannya itu. "Aku memerlukan ingin pinjam sebentar motormu hyung," ujar Kai
"Untuk apa kau meminjam 'Dragonnie' ku?" tanya Jinki
"Aku ingin bertanding besok," ujar Kai dengan mengeluarkan seringainya
"Ambillah!" ujar Jinki seraya melemparkan kunci motor dan dengan sigap ditamgkap oleh Kai. "Jaga baik-baik dragonnie. Jangan sampai lecet sedikitpun atau kau harus membayar mahal untuk itu semua," ujar Jinki dengan sungguh-sungguh
"Tenang saja hyung. Aku tidak akan menodainya sedikitpun," ujar Kai seraya kembali menyeringai. "Gumawo hyung."
.
.
TBC
.
.
Fiuuuhhh..akhirnya selesai juga ni chap 4
Mian klo gaje..hueeeee..author ga ngerti harus nulis apa.. T.T
Mian terlambat update dan makin gaje aja ni epep.. *jedotin pala ditembok
.
RCL nya ditunggu..^^
Buat yang uda pada review.. KAMSAHABNIDA.. #BOW
Mian..ga bisa semua review author balas..bingung soalnya..maapkan author yang gaje ini #sujud sungkem
Akhir kata…Salam kecup hangat dari author terkece sejagat raya.. #PLAAAAKKK
Pay..pay..^~^)/
.
.
Thanks to: Shin Min Hwa, Tao bbuing bbuing, babysulaydo, supergirl, hanmin, evilkyvng, lana, jinkitao, brigitta bukan brigittiw, kisskris, reader, are, dyakuro, hanrinrin.
